• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Environmental Health Risk Assessment atau Study EHRA adalah. sebuah survey partisipatif ditingkat kota yang bertujuan untuk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Environmental Health Risk Assessment atau Study EHRA adalah. sebuah survey partisipatif ditingkat kota yang bertujuan untuk"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Environmental Health Risk Assessment atau Study EHRA adalah sebuah survey partisipatif ditingkat kota yang bertujuan untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higienitas serta perilaku- perilaku masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program sanitasi termasuk advokasi di tingkat Kabupaten/ Kota dipandang perlu melakukan Study EHRA karena:

1. Pembangunan sanitasi membutuhkan pemahaman kondisi wilayah yang akurat

2. Data terkait dengan sanitasi terbatas dimana data umumnya tidak bisa dipecah sampai tingkat kelurahan/desa dan data tidak terpusat melainkan berada di berbagai kantor yang berbeda

3. EHRA adalah studi yang menghasilkan data yang representatif di tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan dan dapat pula dijadikan panduan dasar di tingkat Kelurahan/desa

4. EHRA menggabungkan imformasi yang selama ini menjadi indikator sektor-sektor pemerintahan secara eklusif

5. EHRA secara tidak langsung memberi “amunisi” bagi stakeholders dan warga di tingkat Kelurahan/desa untuk melakukan kegiatan advokasi ke tingkat yang lebih tinggi

(2)

2 maupun advokasi secara horizontal ke sesama warga atau stakeholders Kelurahan/desa

Adapun Tujuan dan manfaat dari Study EHRA adalah :

1. Untuk mendapatkan gambaran kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku yang beresiko terhadap Kesehatan Lingkungan 2. Memberikan advokasi kepada masyarakat yang pentingnya

layanan sanitasi

3. Memberikan pemahaman yang sama dalam menyiapkan anggota survey yang handal

4. Menyediakan salah satu bahan utama penyusunan Buku Putih Sanitasi dan Startegi Sanitasi Kabupaten Kuantan Singingi

Pelaksanaan pengumpulan data lapangan dan umpan balik hasil EHRA dipimpin dan dikelola langsung oleh kelompok kerja (Pokja) AMPL Kabupaten Kuantan Singingi. Selanjutnya, data EHRA diharapkan menjadi bahan untuk mengembangkan Buku Putih Sanitasi Kabupaten Kuantan Singingi dan juga menjadi masukan untuk mengembangkan strategi sanitasi dan program- program sanitasi Kabupeten Kuantan Singingi.

(3)

3

BAB II

METODOLOGI DAN LANGKAH EHRA 2014

EHRA adalah studi yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan 2 (dua) teknik pengumpulan data, yakni 1) wawancara (interview) dan 2) pengamatan (observation).

Pewawancara dan pelaku dalam EHRA adalah Enumerator yang dipilih secara Kolaboratif oleh Pokja AMPL dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi. Sementara Sanitarian bertugas menjadi Supervisor selama pelaksanaan survey. Sementara untuk koordiantor ditunjuk bertugas dari Dinas Kesehatan.

Tugas Koordiantor adalah menjamin proses pelaksanaan survey sesuai dengan kaidah dan metoda pelaksanaan studi EHRA yang telah ditentukan, mengkoordinasikan pekerjaan supervisor, memonitor pelaksanaan Stdui EHRA di lapangan, melalukan pengecekan /pemeriksaan hasil pengisian kuesioner ulang, melakukan pemeriksaan spot check sejumlah 5% dari total responden, memeriksa laporan harian dan rekap harian yang disampaikan oleh supervisor.

Sebelum kelapangan para sanitarian dan enumerator diwajibkan mengikuti pelatihan enumerator selama 2 (dua) hari berturut-turut. Materi pelatihan mencakup dasar-dasar

(4)

4 wawancara dan pengamatan ; pemahaman tentang instrumen EHRA ; latar belakang konseptual dan praktis tentang indikator –indikator; uji lapangan; dan diskusi perbaikan instrumen.

Unit sampling utama (Primary Sampling) adalah RT (Rukun Tetangga). Unit sampling dipilih secara proposional dan random berdasarkan total RT di semua RW dalam setiap Kelurahan minimal 8 RT dan jumlah sampel per RT sebanyak 5 responden.

Dengan demikian jumlah sampel per Kelurahan minimal 8 RT dan jumlah sampel per Kelurahan adalah 40 Responden. Yang menjadi responden adalah istri atau anak perempuan yang sudah menikah. Panduan wawancara dan pengamatan di buat terstruktur dan dirancang untuk dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30-45 menit. Panduan diuji kembali dalam hari kedua pelatihan enumerator dan try out ke lapangan. Untuk mengikuti standar etika, informed consent wajib dibacakan oleh enumerator sehingga responden memahami betul hak-haknya untuk memutuskan keikutsertakan dengan sukarela dan sadar.

Pekerjaan entri data dikoordinir oleh Tim dari tenaga akademis.

Sebelum melakukan entri data, tim data entri terlebih dahulu mengikuti pelatihan singkat data entri EHRA yang difasilitasi oleh tim fasilitator yang telah terlatih dari PIU Advokasi dan Pemberdayaan. Selama pelatihan itu, tim entri data dikenalkan

(5)

5 pada struktur kuesioner dan perangkat lunak yang digunakan serta langkah-langkah untuk uji konsistensi yakni program EPI Info dan SPSS.

Untuk qualiti control, tim spot check medatangii 5% rumah yang telah disurvei. Tim Spot Check secara individual melakukan wawancara singkat dengan kuesioner yang telah disediakan dan kemudian menyimpulkan apakah wawancara benar-benar terjadi dengan standart yang ditentukan. Qualiti Control juga dilakukan di tahap entri data. Hasil entri dire- check kembali oleh tim Pokja AMPL. Sejumlah 5% entri kuesioner diperiksa kembali.

Kegiatan Studi EHRA memerlukan keterlibatan berbagai pihak dan tidak hanya bisa dilaksanakan oleh Pokja Kabupaten /kota semata. Agar efektif, Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota diharapkan bisa mengorganisir pelaksanaan secara menyeluruh adapun susunan Tim EHRA sebagai berikut :

1. Penanggung Jawab : Pokja AMPL Kabupaten Kuantan Singingi

2. Koordiantor Survey : Pokja AMPL – Dinas Kesehatan 3. Anggota : BAPPEDA, DINAS CIPTA KARYA, dll 4. Koordinator Wilayah : Kepala Puskesmas

5. Supervisor : Sanitarian Puskesmas

(6)

6 6. Tim Entri data : Dinas Kesehatan

7. Tim Analisis Data : Pokja Kabupaten Kuantan Singingi 8. Enumerator : Bidan Desa dan Kader Kesling

2.1 Penentuan Target Survey

Metode penentuan target area survey dilakukan secara geografi dan demografi melalui proses yang dinamakan Klastering. Hasil klastering ini juga sekaligus bisa digunakan sebagai indikasi awal lingkungan berisiko. Proses pengambilan sampel dilakukan secara random sehingga memenuhi kaidah “Probaliti Sampling” dimana semua populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel.

Sementara metode sampling yang digunakan adalah “ Cluster Random Sampling”. Teknik ini sangat cocok digunakan di Kabupaten Kuantan Singingi mengingat area sumber data yang diteliti sangat luas.

Pengambilan sampel didasarkan pada daerah populasi yang telah ditetapkan .

Penetapan klaster dilakukan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan oleh program PPSP sebagai berikut :

1. Kepadatan penduduk yaitu jumlah penduduk per luas wilayah.

Pada umumnya tiap Kabupaten/ kota telah mempunyai data kepadatan penduduk sampai dengan tingkat Kecamatan dan Kelurahan/ desa.

(7)

7 2. Angka Kemiskinan dengan indikator yang datanya mudah diperoleh tapi cukup representatif menunjukan kondisi sosial ekonomi setiap Kecamatan dan/ atau Kelurahan / desa.

Sebagai contoh ukuran angka kemiskinan bisa dihitung berdasarkan data proporsi jumlah kelurga pra Sejahtera dan Keluarga 1 dengan Formula Sebagai berikut :

Angka Kemiskinan = (∑Pra-Ks+∑Ks-1) x 100%

∑kk

3. Daerah / Wilayah yang dialiri sungai / kali/ saluran irigasi dengan potensi digunakan sebagai MCK dan pembuangan sampah oleh masyarakat setempat.

4. Daerah terkena banjir dinilai mengganggu ketentraman masyarakat dengan parameter ketinggian air, luas daerah banjir/ genangan, lamanya surut.

Berdasarkan kriteria diatas, Klastering wilayah Kabupaten Kuantan Singingi menghasilkan katagori klaster sebagaimana diperlihatkan pada tabel terlampir. Wilayah (Kecamatan atau Kelurahan) yang terdapat pada klaster tertentu dianggap memiliki karakteristik yang identik/homogen dalam hal tingkat resiko Kesehatannya. Dengan demikian, Kecamatan/Kelurahan yang menjadi area survey pada suatu klaster akan mewakili Kecamatan/Kelurahan lainnya yang merupakan area survey pada klaster yang sama. Berdasarkan asumsi ini maka hasil studi EHRA ini bisa memberikan peta area beresiko Kabupaten Kuantan Singingi.

(8)

8 Tabel 1. Kategori Strata berdasarkan kriteria indikasi lingkungan

beresiko Kategori

Strata

Kriteria

Strata 0 Wilayah desa /klurahan yang tidak memenuhi sama sekali kriteria indikasi lingkungan beresiko

Strata 1 Wilayah desa/kelurahan yang memenuhi minimal 1 kriteria indikasi lingkungan beresiko

Strata 2 Wilayah desa/kelurahan yang memenuhi minimal 2 kriteria indikasi lingkungan beresiko

Strata 3 Wilayah desa/kelurahan yang memenuhi minimal 3 kriteria indikasi lingkungan beresiko

Strata 4 Wilayah desa/kelurahan yang memenuhi minimal 4 kriteria indikasi lingkungan beresiko

Tabel 2. Hasil Strata wilayah di Kabupaten Kuantan Singingi menghasilkan Klaster sebagaimana di perlihatkan pada tabel berikut :

No Kecamatan Desa/ Kelurahan Strata Desa/

Kelurahan

1 Cerenti Pulau Bayur 4

2 Cerenti Sikakak 4

3 Cerenti Teluk Pauh 3

4 Cerenti Tanjung Medan 3

5 Cerenti Pulau Jambu 3

6 Cerenti Kampung Baru 2

7 Cerenti Pasar Cerenti 0

8 Cerenti Kompe Berangin 0

9 Cerenti Koto Cerenti 4

10 Cerenti Pasikaian 3

11 Cerenti Pulau Panjang Cerenti 2

12 Cerenti Koto Peraku 0

(9)

9

13 Cerenti Kampung Baru Timur 2

14 Inuman Koto Inuman 3

15 Inuman Kampung Baru koto 3

16 Inuman Pulau Panjang Hulu 3

17 Inuman Pulau Panjang Hilir 3

18 Inuman Ketaping Jaya 2

19 Inuman Pulau Busuk Jaya 3

20 Inuman Pulau Sipan 2

21 Inuman Pulau Busuk 4

22 Inuman Bedeng Sikuran 3

23 Inuman Banjar Nan Tigo 2

24 Inuman Pasar Inuman 3

25 Inuman Lebuh lurus 0

26 Inuman Sigaruntang 0

27 Inuman Seberang Pulau Busuk 4

28 Kuantan Hilir Kelurahan Pasar Baru

Baserah 1

29 Kuantan Hilir Kelurahan Pasar Usang

Baserah 3

30 Kuantan Hilir 12 1

31 Kuantan Hilir Kepala Pulau 3

32 Kuantan Hilir Pulau Kijang 3

33 Kuantan Hilir Kampung Tengah 3

34 Kuantan Hilir Simpang Tanah Lapang 1

35 Kuantan Hilir Rawang Bonto 0

36 Kuantan Hilir Teratak Baru 0

37 Kuantan Hilir Gunung Melintang 0

38 Kuantan Hilir Dusun Tuo 0

39 Kuantan Hilir Koto Tuo 1

40 Kuantan Hilir Banuaran 3

41 Kuantan Hilir Kampung Madura 1

42 Kuantan Hilir Pulau Madinah 2

43 Kuantan Hilir Simpang Pulau Beralo 2 44 Kuantan Hilir

Seberang Koto Rajo 2

45 Kuantan Hilir

Seberang Kasang Limau Sundai 2 46 Kuantan Hilir

Seberang Teratak Jering 1

(10)

10 47 Kuantan Hilir

Seberang Tanjung Pisang 3

48 Kuantan Hilir

Seberang Pengalian 4

49 Kuantan Hilir

Seberang Danau 4

50 Kuantan Hilir

Seberang Lumbok 3

51 Kuantan Hilir

Seberang Pelukahan 3

52 Kuantan Hilir

Seberang Pulau Baru 3

53 Kuantan Hilir

Seberang Tanjung Putus 4

54 Kuantan Hilir

Seberang Sungai Soriak 3

55 Kuantan Hilir

Seberang Pulau Kulur 3

56 Kuantan Hilir

Seberang Pulau Beralo 3

57 Kuantan Hilir

Seberang Rawang Oguang 4

58 Logas Tanah

Darat Perhentian Luas 3

59 Logas Tanah

Darat Logas 2

60 Logas Tanah

Darat Lubuk Kebun 2

61 Logas Tanah

Darat Sungai Rambai 1

62 Logas Tanah

Darat Situgal 1

63 Logas Tanah

Darat Rambahan 4

64 Logas Tanah

Darat Teratak Rendah 1

65 Logas Tanah

Darat Sikijang 3

66 Logas Tanah

Darat Sukaraja 1

(11)

11 67 Logas Tanah

Darat Sako Margasari 0

68 Logas Tanah

Darat Kuantan Sako 1

69 Logas Tanah

Darat Hulu Teso 3

70 Logas Tanah

Darat Giri Sako 3

71 Logas Tanah

Darat Bumi Mulya 1

72 Logas Tanah

Darat Sidodadi 0

73 Pangean Pasar Baru 1

74 Pangean Koto Pangean 0

75 Pangean Pulau Kumpai 1

76 Pangean Pulau Tengah 2

77 Pangean Pulau Deras 2

78 Pangean Teluk Pauh 2

79 Pangean Tanah Bekali 2

80 Pangean Padang Tanggung 2

81 Pangean Padang Kunyit 2

82 Pangean Pembatang 3

83 Pangean Pauh Angit 2

84 Pangean Sukapiang 3

85 Pangean Pulau Rengas 2

86 Pangean Rawang Binjai 2

87 Pangean Sako 2

88 Pangean Sungai Langsat 1

89 Pangean Pauh Angit Hulu 2

90 Benai Pasar Benai 2

91 Benai Benai Kecil 2

92 Benai Talontam 3

93 Benai Koto Benai 2

94 Benai Banjar Benai 3

95 Benai Simandolak 3

96 Benai Pulau Ingu 3

97 Benai pulau Lancang 2

98 Benai Tebing Tinggi 3

99 Benai Tanjung 2

100 Benai Siberakun 3

(12)

12

101 Benai Pulau Tongah 2

102 Benai Pulau Kalimantiang 2

103 Benai Gunung Kesiangan 1

104 Benai Banjar Lopak 2

105 Benai Ujung Tanjung 2

106 Sentajo Raya Beringin Jaya 1

107 Sentajo Raya Koto Sentajo 3

108 Sentajo Raya Kampung Baru Sentajo 1

109 Sentajo Raya Muaro Sentajo 3

110 Sentajo Raya Pulau Komang Sentajo 3 111 Sentajo Raya Pulau Kopuang Sentajo 3

112 Sentajo Raya Jalur Patah 1

113 Sentajo Raya Teratak Air Hitam 1 114 Sentajo Raya Parit Teratak Air Hitam 1 115 Sentajo Raya Seberang Teratak Air Hitam 1

116 Sentajo Raya Geringging Baru 1

117 Sentajo Raya Geringging Jaya 1

118 Sentajo Raya Marsawa 1

119 Sentajo Raya Langsat Hulu 0

120 Sentajo Raya Muara Langsat 1

121 Kuantan Tengah Bandar Alai 3

122 Kuantan Tengah Pulau Kedundung 3

123 Kuantan Tengah Pulau Aro 3

124 Kuantan Tengah Seberang Taluk 3

125 Kuantan Tengah Pulau Baru 3

126 Kuantan Tengah Koto Tuo 1

127 Kuantan Tengah Kopah 1

128 Kuantan Tengah Jaya 1

129 Kuantan Tengah Munsalo 3

130 Kuantan Tengah Beringin Taluk 1

131 Kuantan Tengah Sawah 3

132 Kuantan Tengah Koto Taluk 1

133 Kuantan Tengah Pulau Godang 3

134 Kuantan Tengah Koto Kari 1

135 Kuantan Tengah pintu Gobang 1

136 Kuantan Tengah Jake 0

137 Kuantan Tengah Sitorajo 1

138 Kuantan Tengah Seberang Taluk Hilir 3

139 Kuantan Tengah Titian Modang 0

(13)

13

140 Kuantan Tengah Pulau Banjar 3

141 Kuantan Tengah Pasar Taluk 1

142 Kuantan Tengah Simpang Tiga 1

143 Kuantan Tengah Sungai Jering 1

144 Gunung Toar Kampung Baru 2

145 Gunung Toar Siberobah 2

146 Gunung Toar Pisang Berebus 3

147 Gunung Toar Lubuk Terentang 3

148 Gunung Toar Petapahan 3

149 Gunung Toar Toar 3

150 Gunung Toar Gunung 3

151 Gunung Toar Koto Gunung 2

152 Gunung Toar Teberau Panjang 2

153 Gunung Toar Seberang Gunung 3

154 Gunung Toar Pulau Rumput 3

155 Gunung Toar Pulau Mungkur 3

156 Gunung Toar Teluk Beringin 3

157 Gunung Toar Seberang Sungai 1

158 Kuantan Mudik Luai 2

159 Kuantan Mudik Banjar Guntung 3

160 Kuantan Mudik Bukit Pedusunan 2 161 Kuantan Mudik Seberang Pantai 2

162 Kuantan Mudik Rantau Sialang 3

163 Kuantan Mudik Banjar Padang 3

164 Kuantan Mudik Kelurahan Lubuk Jambi 3

165 Kuantan Mudik Sangau 2

166 Kuantan Mudik Koto Cengar 1

167 Kuantan Mudik Seberang Cengar 1

168 Kuantan Mudik Lubuk Ramo 1

169 Kuantan Mudik Pantai 1

170 Kuantan Mudik Air Buluh 0

171 Kuantan Mudik Kasang 1

172 Kuantan Mudik koto Lubuk Jambi 3

173 Kuantan Mudik Aur Duri 2

174 Kuantan Mudik Bukit Kauman 3

175 Kuantan Mudik kinali 3

176 Kuantan Mudik Sungai Manau 3

177 Kuantan Mudik Muaro Tombang 2

178 Kuantan Mudik Saik 3

(14)

14

179 Kuantan Mudik Pebaun Hulu 2

180 Kuantan Mudik Pebaun Hilir 3

181 Kuantan Mudik Pulau Binjai 3

182 Hulu Kuantan Sungai Kalilawar 2

183 Hulu Kuantan Sungai Alah 4

184 Hulu Kuantan Sungai Pinang 4

185 Hulu Kuantan Tanjung 4

186 Hulu Kuantan Sampurago 2

187 Hulu Kuantan Lubuk Ambacang 4

188 Hulu Kuantan Koto kombu 4

189 Hulu Kuantan Mudiak Ulo 2

190 Hulu Kuantan Sumpu 2

191 Hulu Kuantan Tanjung Medang 2

192 Hulu Kuantan Inuman 2

193 Hulu Kuantan Serosah 2

194 Singingi Muara Lembu 2

195 Singingi Pulau Padang 2

196 Singingi Pangkalan Indaruang 2

197 Singingi Kebun Lado 2

198 Singingi logas 2

199 Singingi Logas Hilir 2

200 Singingi Sungai Bawang 0

201 Singingi Sungai Sirih 0

202 Singingi Sungai Kuning 1

203 Singingi Petai Baru 0

204 Singingi Air Emas 0

205 Singingi Pasir Emas 0

206 Singingi Sungai Keranji 1

207 Singingi Sumber Datar 0

208 Singingi Hilir Petai 2

209 Singingi Hilir Koto Baru 2

210 Singingi Hilir Sungai Paku 2

211 Singingi Hilir Tanjung Pauh 2

212 Singingi Hilir Suka Maju 1

213 Singingi Hilir Beringin Jaya 1

214 Singingi Hilir Suka Damai 0

215 Singingi Hilir Sumber Jaya 0

216 Singingi Hilir Bukit Raya 0

217 Singingi Hilir muara Bahan 0

(15)

15

218 Singingi Hilir Sungai Buluh 1

219 Singingi Hilir Simpang Raya 0

220 Pucuk Rantau Sunga Besar 1

221 Pucuk Rantau Sungai Besar Hilir 1

222 Pucuk Rantau Ibul 1

223 Pucuk Rantau Kampung Baru Ibul 2

224 Pucuk Rantau Pangkalan 2

225 Pucuk Rantau Muaro Tobek 2

226 Pucuk Rantau Muaro Petai 2

227 Pucuk Rantau Muara Tiu Makmur 2 228 Pucuk Rantau Perhentian Sungkai 0

229 Pucuk Rantau Setiang 2

Jumlah

2.2 Penentuan Jumlah/ Besar Responden

Jumlah Sampel untuk tiap Kelurahan/desa diambil sebesar 40 responden. Sementar itu jumlah sampel RT per Kelurahan/Desa minimal 8 RT yang dipilih secara random dan mewakili semua RT yang ada dalam Kelurahan/Desa tersebut. Jumlah responden per Kelurahan/Desa minimal 40 rumah tangga harus tersebar secara proporsional di 8 RT terpilih dan pemilihan responden juga secara random. Sehingga akan ada minimal 5 resonden per RT.

Berdasarkan kaidah statistik, untuk menentukan jumlah sampel minimum dalam skala Kabupaten/ Kota di gunakan “Rumus Slovin”

sebagai berikut.

Dimana :

n adalah jumlah sampel

N adalah populasi

(16)

16

D adalah persentase toleransi ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir 5% (d = 0,05).

Asumsi tingkat kepercayaan α = 0,05, sehingga diperoleh nilai Z=1,95 yang kemudian dibulatkan menjadi Z=2.

2.3 Penentuan RW/RT dan Responden dilokasi Survey

Unit Sampling (PSU = Primary Sampling Unit)dalam EHRA adalah RT.

RT dipilih 1 RT per RW terpilih. Jumlah RW terpilih adalah 8 RW per Kelurahan. Untuk menentukan RW terpilih menggunakan Random Bebas. Jadi semua RW diundi sampai didapatkan 8 RW terpilih.

Sementara untuk menentukan RT terpilih adalah diundi dari seluruh RT adalah diundi dari seluruh RT yang diambil 1 RT.

Rumah tangga/responden dipilih dengan menggunakan cara acak sistematis ( Sistematis Random Sampling), hal ini bertujuan agar penyebaran sampel merata. Pada tahapan ini yang melakukan pengundian adalah supervisor / enumerator daerah terpilih.

Tahapannya adalah sebagai beriku :

Menyiapkan daftar rumah tangga

Bagi jumlah rumah tangga (misal 25) dengan jumlah sampel minimal yang akan diambil, misal 5(Lima), maka akan diperoleh Angka Interval (AL)=25/5 = 5

Ambil / kocok angka secara random antara 1 – AL untuk menentukan Angka Mulai ( AM), contoh dibawah misal dalam proses pengocokan keluar angka 2 maka angka pertama dalam pengambilan sampel adalah angka 2.

Menentukan rumah selanjutnya adalah angka pertama yaitu 2 ditambah dengan angka Interval contoh angka Interval adalah 5. ( 2+5 (AL) = 7 ) maka angka kedua adalah 7 dan selanjutnya ditambahkan angka interval setiap kelipatannya.

(17)

17

BAB III

HASIL STUDI EHRA 2014 KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

3.1 Informasi Responden

Studi EHRA di Kabupaten Kuantan Singingit tahun 2014 telah dilaksanakan dengan mengambil sampel 2000 responden di 15 Kecamatan dan 229 Desa. Dari tabel 3.1 mengenai informasi responden hasil studi EHRA terlihat bahwa responden terdiri dari berbagai kelompok namun paling banyak ( 30%) adalah pada kelompok > 45 Tahun. Kelompok umur ini juga merupakan yang terbanyak di setiap Starata. Sedangkan jumlah yang paling sedikit ( 1,8 %) adalah pada umur < = 20 Tahun, yang juga kelompok paling sedikit di setiap Strata.

Status kepemilikan rumah 81,6% dari responden yang memiliki rumah sendiri, sedangkan jumlah yang paling sedikit adalah kelompok berbagi dengan keluarga lain dan rumah dinas yaitu masing-masing (0,6%) dan lainnya yaitu (0,3%). Dan bila dilihat menurut strata di semua strata lebih banyak adalah rumah milik sendiri.

Tingkat pendidikan terakhir responden sebanyak (34,9%) adalah lulusan SD setelah itu di ikuti lulusan SMP Sebanyak (20,5%), SMA (20,3%), Universitas (7,9%), dan SMK (2,7%). Bila dilihat menurut Strata di semua Strata tingkat pendidiakan terakhir terbanyak adalah responden adalah lulussan SD.

Kepemilikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebanyak (82,6%) responden tidak memiliki SKTM dan sebanyak (17,5%)

(18)

18 yang memiliki SKTM, ini juga terjadi di setiap Strata, sedangkan kepemilikan kartu Asuransi Kesehatan bagi Keluarga Miskin (ASKESKIN) 76,5% responden tidak memiliki kartu ASKESKIN sedangkan yang memiliki ASKESKIN adalah (23,6%). Untuk variabel mempunyai anak (86,1%) responden memiliki anak dan (13,9%) tidak memiliki/belum memiliki anak.

(19)

19 Tabel 3.1 Informasi Responden

Strata Desa/Kelurahan Total

0 1 2 3 4 R 13 14

n % n % n % n % n % n % n %

Kelompok Umur Responden

<= 20 tahun 2 ,8 7 1,3 10 2,1 11 1,9 5 3,2 0 ,0 35 1,8 21 - 25 tahun 26 10,5 36 6,9 41 8,5 55 9,5 15 9,6 0 ,0 173 8,7 26 - 30 tahun 32 13,0 91 17,3 80 16,6 103 17,8 21 13,5 0 ,0 327 16,4 31 - 35 tahun 42 17,0 83 15,8 72 14,9 111 19,2 24 15,4 0 ,0 332 16,7 36 - 40 tahun 46 18,6 70 13,3 58 12,0 84 14,5 17 10,9 0 ,0 275 13,8 41 - 45 tahun 22 8,9 86 16,4 57 11,8 67 11,6 19 12,2 0 ,0 251 12,6

> 45 tahun 77 31,2 152 29,0 164 34,0 148 25,6 55 35,3 1 100,0 597 30,0 B2. Apa status

dari rumah yang anda tempati saat ini?

Milik sendiri 205 81,7 432 82,0 398 82,4 463 79,8 133 84,2 1 100,0 1632 81,6

Rumah dinas 2 ,8 5 ,9 4 ,8 1 ,2 0 ,0 0 ,0 12 ,6

Berbagi dengan keluarga lain

3 1,2 1 ,2 1 ,2 4 ,7 3 1,9 0 ,0 12 ,6

Sewa 2 ,8 7 1,3 4 ,8 6 1,0 1 ,6 0 ,0 20 1,0

Kontrak 2 ,8 10 1,9 10 2,1 10 1,7 0 ,0 0 ,0 32 1,6

Milik orang tua 37 14,7 71 13,5 65 13,5 94 16,2 20 12,7 0 ,0 287 14,4

Lainnya 0 ,0 1 ,2 1 ,2 2 ,3 1 ,6 0 ,0 5 ,3

B3. Apa pendidikan terakhir anda?

Tidak sekolah formal

23 9,2 74 14,0 47 9,7 84 14,5 49 31,0 1 100,0 278 13,9 SD 110 43,8 185 35,1 173 35,8 168 29,0 62 39,2 0 ,0 698 34,9 SMP 45 17,9 96 18,2 116 24,0 131 22,6 22 13,9 0 ,0 410 20,5 SMA 57 22,7 106 20,1 95 19,7 129 22,2 16 10,1 0 ,0 403 20,2

SMK 5 2,0 17 3,2 8 1,7 19 3,3 4 2,5 0 ,0 53 2,7

Universitas/Akade mi

11 4,4 49 9,3 44 9,1 49 8,4 5 3,2 0 ,0 158 7,9 B4. Apakah ibu

mempunyai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa/kelurahan?

Ya 34 13,5 99 18,8 90 18,6 117 20,2 9 5,7 0 ,0 349 17,5

Tidak 217 86,5 428 81,2 393 81,4 463 79,8 149 94,3 1 100,0 1651 82,6

B5. Apakah ibu mempunyai Kartu Asuransi Kesehatan bagi Keluarga Miskin (ASKESKIN)?

Ya 57 22,7 117 22,2 140 29,0 98 16,9 59 37,3 0 ,0 471 23,6 Tidak 194 77,3 410 77,8 343 71,0 482 83,1 99 62,7 1 100,0 1529 76,5

B6. Apakah ibu mempunyai anak?

Ya 214 85,3 458 86,9 427 88,4 483 83,3 139 88,0 1 100,0 1722 86,1 Tidak 37 14,7 69 13,1 56 11,6 97 16,7 19 12,0 0 ,0 278 13,9

(20)

20 3.2 Pengelolaan SampahRumah Tangga

Secara umum pengelolaan sampah rumah tangga (Gambar 3.1) di Kabupaten kuantan Singingi yang terbanyak dilakukan responden (81,8%) dengan cara dibakar, dilanjutakan dengan (5,2%) dibuang kesungai/kali/laut/danau, (4,7%)di buang kelahan kosong/kebun/hutan/dan dibiarkan membusuk, (2,7%) dikumpulkan dan dibuang ke TPS, (2,5%) di buang kedalam lubang tetapi tidak di tutup dengan tanah, (1,8%) dikumpulkan oleh kolektor informal yang mendaur ulang, (0,4%) dibiarkan saja sampai membusuk, (0,3%) tidak tahu, dan (0,2%) lainnya.

Berdasarkan strata pengelolaan sampah yang paling sering dlakukan resonden juga dengan cara dibakar dan di ikuti dengan di buang kesungai/kali/laut/danau.

Gambar 3.1 :Grafik Pengelolaan Sampah

1.8 2.7

81.8

.5 2.5 5.2 .4 4.7 .2 .3

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

(21)

21 Gambar 3.2 Memperlihatkan secara umum responden/masarakat Kabupaten Kuantan Singingi yang mengelola sampah dengan cara dikumpulkan dan dibuang ke TPS yang melakukan praktik pemilahan sampah yaitu sebanyak 13% dan 87% yang tidak melakukan praktik pemilahan sampah.

Gambar 3.2 : Grafik Perilaku Praktik Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Gambar 3.3 menunjukan Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Menunjukan secara umum pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat yaitu pemilihan sampah organik sebanyak 5%, plastik sebanyak 97,5%, gelas atau kaca 90%, besi/logam 95, lainnya 100%, dan masyarakat tidak tahu 97,5%.

13%

87%

Ya Tidak

Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Perilaku Praktik Pemilahan Sampah

(22)

22 Gambar 3.3 Grafik Pemilahan Sampah Rumah Tangga

3.4 Pembuangan Air Kotor /Limbah Tinja Manusia dan Lumpur Tinja

Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi yang sudah dewasa buang air besar dilakukan paling banyak (68%) pada jamban pribadi di ikuti sebanyak (23,1%) Kesungai/pantai/laut, (4,1%) MCK/WC Umum, (2%) Ke Kebun/Pekarangan,(1,8%) WC Helikopter, (1,4%) Lubang Galian, (0,4%) Ke selokan/Parit/Got, (1,7%) Lainnya, dan (0,8%) Tidak tahu.

Sampah Organik

Plastik Gelas/Kaca Kertas Besi/Logam lainnya Tidak Tahu 5%

97.5%

90%

97.5% 95% 100% 97.5%

95%

2.5%

10%

2.5% 5%

0% 2.5%

Pemilahan Sampah

Ya Tidak

(23)

23 Gambar 3.4 Grafik Pembuangan Air Kotor/Limbah Tinja Manusia dan

Lumpur Tinja

Tempat Penyaluran Akhir Tinja yang paling banyak dimiliki setiap rumah tangga di Kabupaten Kuantan Singingi adalah Tangki Septik yaitu sebanyak 60,2% dan di ikuti sebanyak 29% tidak mengetahui kemana saluran akhir tinja (Gambar 3.5)

68%

4.1% 1.7%

23%

2% 0.4% 1.3% 1.7% 0.8%

32%

95.9% 98.3%

77%

98% 99.6% 98.7% 98.3% 99.2%

Pembuangan Air Kotor Limbah Tinja Manusia dan Lumpur Tinja

Ya Tidak

(24)

24 Gambar 3.5 Grafik Penyaluran Akhir Tinja di Kabupaten Kuantan

Singingi

Waktu terakhir pengurasan tanki septik yang dilakukan masyaraka Kabupaten Kuantan Singingi pada gambar 3.6 di dapatkan sebanyak 86,5% responden tidak pernah melakukan pengurasan tanki septik dan di ikuti sebanyak 6,3% responden tidak tahu kapan terakhir kali melakukan pengurasan tanki septik.

60,2%

0,9%

5,2%

1,2%

1,9%

0,1% 1,7%

29%

Grafik Tempat Penyaluran Tinja di Kabupaten Kuantan Singingi

Tangki Septik Pipa Sewer Cubluk/ Lobang Tanah Langsung Ke Drainase Sungai/Danau/ Pantai Kolam/Sawah Kebun/Tanah Lapang Tidak Tahu

(25)

25 Gambar 3.6 Grafik Waktu Pengurasan Tanki Septik di Kabuapten

Kuantan Singingi.

Dari gambar 3.7 dapat dilihat yang mengosongkan tanki septik masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi yang melakukan layanan sedot tinja yaitu sebanyak 9,4%, dengan membayar tukang sebanyak 10%, dikosongkan sendiri 13,8%, bersih karna banjir 1,9% dan tidak tahu 65%.

1.7% 3.3% 1.3% 0.9%

86.5%

6.3%

0-12 bulan yang lalu

1-5 tahun yang lalu Lebih dari 5-10 tahun yang lalu

Lebih dari 10 tahun Tidak pernah Tidak tahu

Praktik Waktu Pengurasan Tanki Septik di

Kabupaten Kuantan Singingi

(26)

26 Gambar 3.7 Praktik Pengurasan Tanki Septik di Kabupaten Kuantan

Singingi.

Tanki Septik yang dimiliki masyarakat Kabupaten Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 68,5% aman dan 31,6% termasuk suspek tidak aman.

Layanan sedot tinja 9,4%

Membayar tukang

10%

Dikosongkan sendiri 13,8%

Bersih karena banjir 1,9%

Tidak tahu 65%

Praktik Pengurasan Tanki Septik di Kabupaten

kuantan Singingi

(27)

27 Gambar 3.8 Grafik Tanki Septik Aman dan Tidak Aman

Dari Tabel 3.3 berdasarkan Studi EHRA di dapatkan area beresiko air domestik, berdasarkan data tanki septik di Kabupaten Kuantan Singingi, Tanki septik aman sebanyak 68,5% dan yang termasuk tanki septik tidak aman sebanyak 31,6%.

Berdasarkan pencemaran yang disebabkan pembuangan akhir isi tanki septik di dapatkan sebanyak 90,6% tidak aman, sedangkan yang aman dari pencemaran sebanyak 9,4%.

Pencemaran karena SPAL dari data di dapatkan sebanyak 56, 7%

tidak aman dari pencemaran, dan sebanyak 43,4% aman.

31.6%

68.5%

Tidak Aman Suspek Aman

Grafik Tanki Suspek Aman dan Tidak Aman di

Kabupaten Kuantan Singingi

(28)

28 Tabel 3.3 Area Beresiko Air Domestik Berdasrkan Hasil Studi EHRA

Dari tabel 3.4 berdasarkan hasil Studi EHRA didapatkan area beresiko genangan air terdapat 35,7% rumah tangga di Kabupaten Kabupaten Kuantan Singingi beresiko adanya genangan air/banjir, berdasarkan Strata yang pling banyak terdapat pada Strata 4 sebanyak 65,8%, yag di ikuti Strata 3 sebanyak 45,9%.

Tabel 3.4 Area Beresiko Genangan Air Berdasarkan Hasil Studi EHRA

Strata Desa/Kelurahan Total

0 1 2 3 4 R 13 14

n % n % N % n % n % N % n %

Adanya genangan air

Ada genangan air (banjir)

35 13,9 179 34,0 129 26,7 266 45,9 104 65,8 1 100,0 714 35,7

Tidak ada genangan air

216 86,1 348 66,0 354 73,3 314 54,1 54 34,2 0 ,0 1286 64,3

Strata Desa/Kelurahan Total

0 1 2 3 4 R 13 14

n % n % n % n % n % n % n %

Tangki septik suspek aman

Tidak aman

104 41,4 164 31,1 175 36,2 163 28,1 25 15,8 0 ,0 631 31,6 Suspek

aman

147 58,6 363 68,9 308 63,8 417 71,9 133 84,2 1 100,0 1369 68,5

Pencemaran karena

pembuangan isi tangki septik

Tidak, aman

15 100,0 32 88,9 37 94,9 50 84,7 11 100,0 0 ,0 145 90,6

Ya, aman 0 ,0 4 11,1 2 5,1 9 15,3 0 ,0 0 ,0 15 9,4

Pencemaran karena SPAL

Tidak aman

117 46,6 249 47,2 324 67,1 336 57,9 106 67,1 1 100,0 1133 56,7 Ya, aman 134 53,4 278 52,8 159 32,9 244 42,1 52 32,9 0 ,0 867 43,4

(29)

29 3.4 Drainase Lingkungan/ Selokan Sekitar Rumah dan Banjir

Sebanyak 70,1% rumah tangga yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi tidak pernah mengalami banjir, 17,3% sekali dalam setahun, 6,5% beberapa kali dalam setahun, 0,7 % sekali dalam beberapa bulan dan 5,5% tidak tahu.

Gambar 3.9 Grafik Rumah Tangga Yang Pernah Mengalami Banjir

Berdasarkan gambar 4.0 terlihat di Kabupaten Kabupaten Kuantan Singingi Rumah Tangga yang mengalami banjir rutin sebanyak 30%, dan sebanyak 70% tidak mengalami banjir rutin.

70.1%

17.3%

6.5% 0.7% 5.5%

0.0%

10.0%

20.0%

30.0%

40.0%

50.0%

60.0%

70.0%

80.0%

Tidak pernah Sekali dalam setahun

Beberapa kali dalam

Sekali atau beberapa dalam

sebulan

Tidak tahu

Persentase Rumah Tangga Yang Pernah Mengalami Banjir

Series1

(30)

30 Gambar 4.0 Grafik Rumah Tangga yang Mengalami Banjir Rutin

Lamanya air mengering jika terjadi banjir di dapatkan sebanyak 67,5 rumah tangga di Kabupaten Kuantan Singingi mengalami banjir lebih dari 1 hari, 11,3% satu hari, 8,1% antara 1 – 3 jam, 2,1 % kurang dari 1 Jam, dan 7,4% tidak tahu.

30%

70%

Persentase Rumah Tangga Yang Mengalami Banjir Rutin di Kabupaten Kuantan Singingi

Ya Tidak

(31)

31 Gambar 4.1 Grafik Lama Air Banjir Mengering Jika Terjadi Banjir

Dapat dilihat pada gambar 4.2 genangan air di sekitar rumah paling banyak terjadi di halaman rumah yaitu sebanyak 54,1%, yang di ikuti di dekat dapur sebanyak 12,9%, di dekat kamar mandi 11,8%, di dekat bak penampungan sebanyak 8,8%, dan lainnya 5,9%.

Kurang dari 1 jam 2,1%

Antara 1 - 3 jam 8,1%

Setengah hari 3,5%

Satu hari 11,3%

Lebih dari 1 hari 67,5%

Tidak tahu 7,4%

Persentase Lama Air Banjir Mengering di

Kabupaten Kuantan Singingi

(32)

32 Gambar 4.2 Grafik Lokasi Genangan Air di Sekitar Rumah

Rumah tangga yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi yang memiiki SPAL ada sebanyak 62% , sedangkan yang tidak memiliki SPAL 38%. (Gambar 4.3)

Halaman Rumah , 54.1%

di Dekat Dapur ,

12.9% Di dekat kamar

mandi , 11.8% Di dekat bak penampungan , 8.8%

lainnya , 5.9%

0.0%

10.0%

20.0%

30.0%

40.0%

50.0%

60.0%

Halaman Rumah di Dekat Dapur Di dekat kamar mandi

Di dekat bak penampungan

lainnya

Lokasi Genangan Air di Sekitar Rumah

(33)

33 Gambar 4.3 Grafik kepemilikan SPAL

Pada gambar 4.4 Pencemaran yang diakibatkan oleh SPAL sebanyak 57%

dan yang bebas dari pencemaran karena SPAL sebanyak 43%.

Gambar 4.4 Tingkat Pencemaran Karena Saluran Pembuangan Air Limbah.

62%

38%

Kepemilikan SPAL di Kabupaten Kuantan Singingi

Ya Tidak ada

Tidak Aman 57%

Ya Aman 43%

TINGKAT PENCEMARAN KARENA SPAL

(34)

34 3.5 Pengelolaan Air

Berdasarkan Grafik Penggunaan Sumber Air terbanyak yang digunakan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi adalah menggunakan sumur gali terlindungi yaitu untuk air minum sebanyak 49,1%, Masak (59,1%), cuci piring dan Gelas (55,4%), cuci pakaian (15,1%), dan gosok gigi sebanyak (52,9%) , selain sumur gali terlindungi di dapatkan Tingginya Penggunaan Air Isi Ulang dimana terdapat (34,2%) yang menggunakan Air Isi Ulang.

Gambar 4.5 Grafik Penggunaan Sumber Air di Kabupaten Kuantan Singingi.

Tabel 3.5 memperlihatkan area beresiko sumber air berdasarkan Studi EHRA, sumber air terlindungi yang beresiko tercemar di Kabupaten Kuantan

4.9%

34.2%

2.2%

0.8%

0.5%

6.8%

49.1%

1.0%

5.3%

4.1%

1.5%

0.9%

9.9%

59.1%

1.0%

0.8%

4.5%

1.7%

1.0%

9.9%

55.4%

0.0%

0.2%

0.8%

0.3%

0.2%

1.3%

15.1%

0.2%

0.7%

0.0%

1.7%

0.9%

9.6%

52.9%

Air Botol Kemasan Air Isi Ulang Air Ledeng dari PDAM Air Hidran Umum -PDAM Air Kran Umum Air Sumur Pompa Tangan Air Sumur Gali Terlindungi

Grafik Penggunaan Sumber Air di Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2014

Gosok Gigi Cuci Pakaian Cuci Piring & Gelas Masak Minum

(35)

35 Singingi di dapatkan sebanyak 45,9%. Penggunaan sumber air tidak terlindungi termasuk area beresiko tidak aman di Kabupaten Kuantan Singingi adalah sebanyak 44,8%. Sedangkan area beresiko mengalami kelangkaan air di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 9,2%.

Tabel 3.5 Area Resiko Sumber Air Berdasarkan Hasil Studi EHRA

Strata Desa/Kelurahan Total

0 1 2 3 4 R 13 14

n % n % n % n % n % n % n %

Sumber air terlindungi

Tidak, sumber air berisiko tercemar

98 39,0 200 38,0 211 43,7 300 51,7 108 68,4 1 100,0 918 45,9

Ya, sumber air terlindungi

153 61,0 327 62,0 272 56,3 280 48,3 50 31,6 0 ,0 1082 54,1

Penggunaan sumber air tidak terlindungi.

Tidak Aman 74 29,5 248 47,1 218 45,1 286 49,3 69 43,7 0 ,0 895 44,8 Ya, Aman 177 70,5 279 52,9 265 54,9 294 50,7 89 56,3 1 100,0 1105 55,3

Kelangkaan air Mengalami kelangkaan air

69 27,5 90 17,1 108 22,4 107 18,4 57 36,1 0 ,0 431 21,6

Tidak pernah mengalami

182 72,5 437 82,9 375 77,6 473 81,6 101 63,9 1 100,0 1569 78,5

3.6 HIGIENE DAN SANITASI

Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 91,5% tidak melaksanakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Lima Waktu Penting yaitu pada saat sebelum makan, sehabis buang air besar,

Gambar

Tabel  2.  Hasil  Strata    wilayah  di  Kabupaten  Kuantan  Singingi  menghasilkan Klaster sebagaimana di perlihatkan pada tabel  berikut :
Gambar 3.1 :Grafik Pengelolaan Sampah
Gambar  3.2  :  Grafik  Perilaku  Praktik  Pemilahan  Sampah  Rumah  Tangga
Grafik Tempat Penyaluran Tinja di Kabupaten Kuantan  Singingi
+7

Referensi

Dokumen terkait

1) Kuadran I: merupakan posisi yang sangat menguntungkan dengan memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus dilakukan

a) Melayani kebutuhan perdagangan internasional dari daerah dimanapun pelabuhan tersebut berada. b) Membantu agar berjalannya roda perdagangan dan pengembangan

Tahapan dalam penyusunan program ekowisata kerajinan adalah mengidentifikasi sumber daya ekowisata kerajinan tangan yang berpotensi untuk kegiatan wisata,

- Bahwa hasil dari pemungutan suara tersebut adalah tidak ada pemegang saham atau kuasa pemegang saham yang menyatakan suara tidak setuju dan/atau abstain atas usulan

Translasi Alamat : MISS page fault Prosesor M k i fault handler page fault Mekanisme translasi Alamat (hardware) Memori utama Disk ∅ Alamat virtual Al t fi ik. jika terjadi miss,

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis mengambil kesimpulan dari hasil perhitungan uji F bahwa secara simultan, variabel sistem penghargaan (X) memberi

Untuk Indikator Indeks Kepuasan Masyarakat realisasi pada tahun 2013 sebesar 78,68% dari target sebesar 78,00%, telah mencapai target, Indeks Kepuasan Masyarakat