• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. xiii. xii

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI. xiii. xii"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA SKRIPSI ... ii

ABSTRAK ... iii

ABSTRACT ... iv

RINGKASAN ... v

HALAMAN PERSETUJUAN ... vii

TIM PENGUJI ... viii

RIWAYAT HIDUP ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

I. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

1.5 Kerangka Pikir ... 4

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Pura Mengening ... 5

2.2 Lansekap Budaya ... 8

2.3 Pelestarian Lansekap Budaya ... 9

2.4 Pengelolaan Lansekap ... 10

2.5 Evaluasi ... 11

III. METODE PENELITIAN ... 15

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 15

2 3.6 Batasan Penelitian ... 21

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 22

4.1 Hasil ... 22

4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 22

4.1.2 Pengelolaan yang Diterapkan pada Lansekap Pura Mengening ... 26

4.1.3 Potensi dan Permasalahan Pengelolaan Lansekap yang Diterapkan pada Lansekap Pura Mengening ... 35

4.1.4 Usaha-Usaha yang Dilakukan untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Lansekap Pura Mengening ... 43

4.2 Pembahasan ... 44

4.2.1 Pengelolaan yang Diterapkan pada Lansekap Pura Mengening ... 44

4.2.2 Potensi dan Permasalahan Pengelolaan Lansekap yang Diterapkan pada Lansekap Pura Mengening ... 52

4.2.3 Usaha-Usaha yang Dilakukan untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Lansekap Pura Mengening ... 63

V. SIMPULAN DAN SARAN ... 70

5.1 Simpulan ... 70

5.2 Saran ... 71

DAFTAR PUSTAKA ... 72

(2)

DAFTAR TABEL

Nomor Judul Tabel Halaman

1. Sumber Mata Air di Kawasan Pura Mengening ... 6

2. Jadwal Kegiatan Penelitian ... 16

3. Aspek, Jenis, Sumber Data, dan Teknik ... 19

4. Data Klimatologi Kecamatan Tampaksiring ... 23

5. Alat Kebersihan yang Dimiliki Pengelola Pura Mengening ... 27

6. Pemasukan Dana Pengelolaan Kawasan Pura Mengening ... 28

7. Pengeluaran Dana Pengelolaan Kawasan Pura Mengening ... 28

8. Pengawasan dan Evaluasi Pengelolaan di Kawasan Pura Mengening ... 28

9. Tanaman di Kawasan Pura Mengening ... 31

10. Elemen Keras di Kawasan Pura Mengening ... 32

11. Fasilitas di Kawasan Pura Mengening ... 34

12. Kapasitas Kerja Pemeliharaan Taman Pura Mengening dan Standar Kapasitas Kerja Pemeliharaan Taman ... 35

13. Hasil Evaluasi Pengunjung di Kawasan Pura Mengening ... 36

14. Alat Kebersihan di Kawasan Pura Tirta Empul ... 37

15. Usaha yang Dilakukan untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Lansekap Pura Mengening ... 43

xiv DAFTAR GAMBAR Nomor Judul Gambar Halaman 1. Kerangka Pikir ... 4

2. Lokasi Penelitian ... 15

3. Denah Eksisting Kawasan Pura Mengening ... 22

4. Struktur Organisasi Pengelola Pura Mengening ... 26

5. Peralatan Kebersihan ... 27

6. Zona di Kawasan Pura Mengening ... 29

7. Sirkulasi di Kawasan Pura Mengening ... 30

8. Tempat Malukat di Kawasan Pura Mengening ... 39

9. Pengarah Jalan ... 39

10. Area Selamat Datang ... 40

11. Tanaman di Kawasan Pura Mengening dan Pura Tirta Empul ... 40

12. Elemen Keras di Kawasan Pura Mengening ... 41

13. Area Parkir yang Kurang Tertata ... 42

14. Rencana Letak Kamar Ganti dan Toilet di Kawasan Pura Mengening ... 42

15. Kebersihan di Kawasan Pura Mengening dan Pura Tirta Empul ... 43

16. Rekomendasi Sirkulasi di Kawasan Pura Mengening ... 48

17. Rekomendasi Penataan Tanaman di Zona Inti ... 49

18. Rekomendasi Penataan Tanaman di Zona Penyangga ... 50

19. Rekomendasi Pemanfaatan Ruang Kawasan Pura Mengening ... 56

20. Rekomendasi Penataan Tanaman Area Selamat Datang ... 58

21. Rekomendasi Penataan Tempat Parkir... 61

xv

(3)

5

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Lampiran Halaman 1. Daftar Nama Narasumber ... 75 2. Daftar Responden ... 76 3. Tabel Tabulasi Hasil Kuesioner ... 78

6

(4)

Kadek Ayu Diah Utami. NIM 1305315055. Evaluasi Pengelolaan Lansekap Pura Mengening, Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Dibimbing oleh: Ir. Sang Made Sarwadana, M.Si dan Ir. A.A. Gede Dalem Sudarsana, MS

Pura Mengening merupakan salah satu lansekap budaya yang memiliki area malukat namun kurang dipertegasnya area malukat dengan area permandian bagi warga dan kurang memadainya fasilitas menjadi permasalahan pada tapak.

Penelitian mengenai evaluasi pengelolaan lansekap Pura Mengening bertujuan untuk mengetahui pengelolaan lansekap yang diterapkan di Pura Mengening.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuisioner, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi pengelolaan yang diterapkan oleh Desa Pakraman Saraseda, deskripsi potensi dan permasalahan pengelolaan lansekap Pura Mengening dari segi pengelolaan, pola ruang, penataan, dan pemeliharaan, beserta deskripsi rekomendasi upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan rekomendasi denah ruang yang dapat diterapkan. Saran yang diberikan dalam bentuk masukan yang dapat dilakukan untuk pemerintah, pengelola, dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengelolaan Pura Mengening dan menjaga kelestarian serta kesucian Pura Mengening.

Kata kunci : desa pakraman, evaluasi pengelolaan lansekap, lansekap budaya, Pura Mengening

iii

Kadek Ayu Diah Utami. NIM 1305315055. Evaluation of Landscape Management in Mengening Temple, Saraseda Village, District of Tampaksiring, Gianyar Regency, Bali Province. Supervised by: Ir. Sang Made Sarwadana, M.Si and Ir. A.A. Gede Dalem Sudarsana, MS

Mengening temple is one of the cultural landscape that has malukat area but less affirmed malukat area with the washing area for residents and inadequate facilities are problems in the site. This research aims to determine the landscape management applied in Mengening temple. The method used in this research was survey method with observation, questionnaires, interviews, and literature study.

The results of this study was a description of management applied by member of Saraseda village sescription of potentials and issues of landscaping management of Mengening temple in terms of management, space, structuring, and maintenance, along with descriptions of recommended efforts that can be done to improve the quality of management and recommendations for a workable floor plan. This recommendation given in the form of inputs that can be done to the government, managers, and the community, so as to improve the quality of the Mengening temple management and maintain the sanctity and holiness Mengening temple.

Keywords: pakraman village, evaluation of landscape management, cultural landscape, Mengening Temple,

iv

(5)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bali merupakan salah satu provinsi yang terdapat di Indonesia, yang terdiri dari delapan kabupaten dan sebuah kotamadya. Nama Bali juga merupakan nama dari pulau utama di wilayah ini. Pulau Bali terletak antara pulau Jawa dan Lombok dengan luas wilayah 5.636,66 km2 (Nurhayati, 2010).

Banyak sebutan untuk Pulau Bali yang telah tersebar di masyarakat domestik maupun mancanegara. Salah satunya adalah Pulau Seribu Pura. Sebutan Pulau Seribu Pura ini dikarenakan banyaknya jumlah pura yang ada di Bali sebagai tempat ibadah pemeluk agama Hindu yang merupakan mayoritas agama yang terdapat di Bali yakni 84,5% dari 4.152.8000 jiwa penduduk Bali (Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, 2015). Keberadaan pura-pura ini tersebar di kabupaten dan kotamadya yang terdapat di Bali, salah satunya berada di Kabupaten Gianyar.

Menurut Bendesa Adat Desa Pakraman Saraseda tahun 2016 I Wayan Candra, Pura Mengening merupakan Pura Dang Kahyangan atau Pura Kahyangan Jagat. Pura Mengening memiliki ketinggian 350 mdpl dengan luas wilayah 4,5 ha,

terletak sebelah Selatan obyek wisata Tirta Empul di Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Pura Mengening

dijadikan acuan dasar adanya area malukat di kawasan Pura Mengening yakni dimulai sekitar tahun 2010. Sebelum adanya area malukat, area tersebut digunakan sebagai tempat masyarakat untuk mandi. Tidak sedikit masyarakat sekitar saat ini tetap menggunakan area malukat tersebut sebagai area permandian. Fasilitas lain yang terdapat di kawasan Pura Mengening selain tempat malukat, juga terdapat tempat parkir, tempat informasi, dan tempat berganti pakaian. Menurut Bendesa Adat tahun 2016, I Nyoman Weda, rata-rata jumlah pengunjung Pura Mengening per hari adalah 10 orang termasuk masyarakat Desa Pakraman Saraseda.

Pura Mengening merupakan Pura yang memiliki area malukat namun terdapat permasalahan yakni kurang dipertegasnya fungsi masing-masing area tersebut. Banyak terdapat warga setempat yang melakukan kegiatan mandi pada area malukat dan kurangnya fasilitas yang terdapat di kawasan Pura Mengening.

Evaluasi pengelolaan lansekap budaya Pura Mengening diangkat menjadi topik penelitian untuk mengetahui pengelolaan lansekap yang terdapat di Pura Mengening, potensi dan permasalahan pengelolaan lansekap Pura Mengening, sehingga dapat memberikan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan pengelolaan yang terdapat di kawasan Pura Mengening.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, permasalahan-permasalahan yang timbul dapat 2

(6)

2. Potensi dan permasalahan apa saja yang ada dalam pengelolaan lansekap Pura Mengening, Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali?

3. Usaha-usaha apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lansekap Pura Mengening, Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui pengelolaan yang diterapkan pada lansekap Pura Mengening, Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

2. Mengetahui potensi dan permasalahan yang ada dalam pengelolaan lansekap Pura Mengening, Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

3. Merekomendasikan usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lansekap Pura Mengening, Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali 1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah

1. Dapat mengetahui dan menilai pengelolaan yang diterapkan dan permasalahan terkait pengelolaan lansekap tersebut pada lansekap Pura Mengening, Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

2. Dapat merekomendasikan usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lansekap Pura Mengening, Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar,

Provinsi Bali.

1.5 Kerangka Pikir

Pura Mengening merupakan salah satu lansekap budaya yang berada di Desa Pakraman Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali yang harus dijaga kelestariannya. Evaluasi pengelolaan lansekap Pura Mengening dilakukan untuk mengetahui pengelolaan lansekap Pura Mengening terkait permasalahan pengelolaan yang terdapat di kawasan tersebut, sehingga didapat luaran berupa rekomendasi untuk pihak pengelola lansekap Pura Mengening.

Gambar 1. Kerangka Pikir Permasalahan

Evaluasi Pengelolaan Lansekap Pura Mengening Rekomendasi untuk Pengelola Lansekap Pura Mengening

Fasilitas Fungsi Area

Lansekap Pura Mengening

(7)

Gambar

Gambar 1. Kerangka Pikir  Permasalahan

Referensi

Dokumen terkait

dibangun oleh Pemerintah tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaru, Panti Sosial yang ada di Kota Pekanbaru yang terletak di

Perubahan inti spermatozoa sampai menjadi pronukleus jantan terjadi pada delapan jam setelah fertilisasi secara alami pada mencit, pronukleus betina terbentuk setelah aktivasi sel

Terbalik dengan pendapat umum, fakta bahwa perusahaan menunjukkan jumlah laba ditahan yang besar dalam neraca tak berarti kas tersedia untuk pembayaran dividen.. Posisi perusahaan

Oleh karena itu dalam pelatihan PMBA di masa mendatang perlu ditingkatkan lagi keterampilan dalam kemampuan berpikir menemukan dan menentukan prioritas masalah

Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini , dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti

Namun setelah itu untuk transaksi kelima, keenam, ketujuh, dan kedelapan dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 658.400.000,00 (enam ratus lima puluh delapan juta

Surat Pernyataan Bersedia diberhentikan sementara sesuai ketentuan yang berlaku sebagai PNS, TNI, Polri, Pegawai/Karyawan/Guru/Dosen pada lembaga swasta, pemerintah

Hasil uji BNJ perlakuan tumpangsari jagung dengan kedelai terhadap komponen produksi tanaman jagung manis menunjukkan bahwa perlakuan tumpangsari yang