Analisis dan Pembahasan Profil Responden
Profil responden yang diteliti adalah wisatawan yang telah berkunjung ke Saloka dengan karakteristik telah berumur 17 tahun keatas karena dianggap dapat memertanggungjawabkan pilihannya. Yang berikutnya adalah telah menggunakan instagram setidaknya 3 bulan terakhir sebelum mengisi kuesioner.
Pengumpulan sampel dilakukan dengan cara peneliti datang langsung ke Saloka dan kuesioner diberikan ke pengunjung yang akan pulang, karena dianggap sudah berkunjung. Untuk meningkatkan ketertarikan mengisi kuesioner, penulis menyiapkan sejumlah dompet kecil sebagai souvenir. Untuk menyaring responden agar sesuai kriteria, peneliti menanyakan kepada calon responden beberapa pertanyaan secara lisan mengenai instagram dan penggunaannya supaya data yang diterima sesuai. Setelah kuesioner disebar kepada 200 responden dan dilakukan idenfikasi jenis kelamin. Dari 200 responden didominasi oleh wanita dengan 112 orang atau 56% dan pria sebanyak 88 orang atau 44%. Profil responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel I.1. Profil responden yang ditampilkan hanyalah jenis kelamin karena pihak perusahaan tidak memperkenankan menggali informasi lebih dalam lagi.
Tabel 1 Profil Responden
Sumber: Data Penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah Pengujian Instrumen
Dalam pengujian ini penulis menggunakan SPSS Statistic 24 pada hasil pengumpulan data dari kuesioner yang telah didapat.
Jenis Kelamin Frekuensi Presentase
Pria 88 44%
Wanita 112 56%
Total 200 100%
Uji Validitas
Tabel 2
Hasil Uji Validitas Variabel Atribut Produk Wisata
Pernyataan R hitung R tabel Keterangan
1 0,671 0,1381 Valid
2 0,653 0,1381 Valid
3 0,608 0,1381 Valid
4 0,627 0,1381 Valid
5 0,630 0,1381 Valid
6 0,655 0,1381 Valid
7 0,557 0,1381 Valid
8 0,664 0,1381 Valid
9 0,691 0,1381 Valid
Sumber: Data Penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Tabel 3
Hasil Uji Validitas Variabel Variabel EWOM
Pernyataan R hitung R tabel Keterangan
1 0,776 0,1381 Valid
2 0,800 0,1381 Valid
3 0,847 0,1381 Valid
4 0,824 0,1381 Valid
Sumber: Data Penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah Tabel 4
Hasil Uji Validitas Variabel Keputusan Berkunjung
Pernyataan R hitung R tabel Keterangan
1 0,667 0,1381 Valid
2 0,727 0,1381 Valid
3 0,653 0,1381 Valid
4 0,760 0,1381 Valid
5 0,707 0,1381 Valid
Sumber: Data Penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Menurut Ghozali (2011) uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya sebuah kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pernyataan kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner yang menggunakan Pearson Correlation, yaitu dengan menghitung korelasi antara nilai yang diperoleh dari pernyataan kuesioner. Dihitung menggunakan program SPSS dengan menggunakan teknik Pearson Corelation. Penelitian ini menggunakan α=5% dan menggunakan 200 kuesioner yang telah diisi oleh responden. Dari Tabel 1, 2, dan 3 dapat dilihat bahwa r hitung tidak ada yang lebih kecil daripada r tabel. Maka dapat disimpulkan bahwa setiap pernyataan yang terdapat dalam kuesioner adalah valid.
Uji Reliabilitas
Tabel 5 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
Atribut Produk Wisata 0,810 Reliabel
EWOM 0,828 Reliabel
Keputusan Berkunjung 0,745 Reliabel
Sumber: Data Penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Ghozali (2009) menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk. Menurut Wiratna Sujarweni (2014) Cronbach’s Alpha harus lebih dari 0.6. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa semua variabel memiliki Cronbach’s Alpha lebih dari 0.6 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel yang digunakan reliabel digunakan sebagai alat ukur.
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Gambar 1
Sumber: Data penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah penelitian yang dilakukan sudah terdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan metode probability plot.
Apabila titik-titik mengikuti garis diagonal maka data terdistribusi normal. Menurut Imam Ghozali (2011:161) model regresi dikatakan berdistribusi normal apabila data ploting (titik-titik) yang menggambarkan data sesungguhnya mengikuti garis diagonal. Berdasarkan data yang diperoleh melalui pengolahan spss pada gambar 1, data yang telah diperoleh memiliki pola titik-titik yang mengikuti garis diagonal, maka dapat diasumsikan data yang diperoleh berdistribusi normal.
Uji Multikoleniaritas
Tabel 6
Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics
Tolerance
VIF
TOTAL X1 0,707 1,415
TOTAL X2 0,707 1,415
Sumber: Data penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Uji multikoleniaritas digunakan untuk melihat apakah diantara variabel bebas dalam penelitian memliki masalah multikorelasi atau gejala multikorelasi. Cara yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melihat nilai VIF di dalam proses perhitungan menggunakan SPSS.
Menurut Imam Ghozali (2011:107-108) tidak terjadi multikolinearitas jika nilai Tolerance > 0.100 dan VIF < 10.00.
Dari hasil pengujian menggunakan spss pada tabel 6, dapat dilihat bahwa nilai VIF yang diperoleh tidak lebih dari 10 atau sama dengan 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada gejala multikolinearitas atau gejala multikolinearitas.
Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas digunakan untuk mengetahui varian dari residual tidak sama untuk semua observasi. Scatter plot digunakan untuk menguji apakah terjadi gejala heterokedastisitas atau tidak. Menurut Imam Ghozali (2011:139) tidak terjadi heteroskedastisitas, jika tidak ada pola yang jelas pada gambar scatterplots, serta titik-titik menyebar di atas dan dibwah angka 0 pada sumbu Y.
Gambar 2
Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber: Data penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Dari gambar 2 dapat dilihat bahwa titik-titik tersebar dan tidak berpola, maka dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh tidak ada gejala heterokedastisitas.
Regresi Linear Berganda
Tabel 7
Hasil Analisa Regresi Linear Berganda Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig
B Std. Error Beta
1 (Constant) 7,876 1,350 5,833 ,000
TOTAL_X1 ,201 ,042 ,315 4,773 ,000
TOTAL_X2 ,359 ,059 ,400 6,067 ,000
Sumber: Data penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Perhitungan regresi linear berganda dari data yang diperoleh mengenai atribut produk wisata, EWOM di jejaring sosial instagram, dan keputusan berkunjung menggunakan spss diperoleh data:
Dari hasil analisa di Tabel 6 diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 7,876 + 0,201 X1 + 0,359 X2
Dimana:
Y = Keputusan Berkunjung X1 = Atribut Produk Wisata
X2 = EWOM di Jejaring Sosial Instagram
Uji F
Tabel 8 Hasil Uji F ANOVA
Model Sum of
Squares
Df Mean
Square
F Sig.
1 Regresion 533,513 2 266,756 64,350 0,000
Residual 816,642 197 4,145
Total 1350,155 199
Sumber: Data penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Tabel 9 Model Summary
Model Summary
Mode 1 R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate
Durbin- Watson
1 0,629 0,395 0,389 2,03602 1,911
Sumber: Data Penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel variabel bebas yaitu Atribut Produk Wisata dan EWOM di Jejaring Sosial Instagram pada variabel terikat Keputusan Berkunjung.
Hasil yang diperoleh sebagai berikut :
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh R square sebesar 0.395 yang berarti variabel EWOM di jejaring sosial instagram (X1) dan atribut produk wisata (X2) secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap keputusan berkunjung (Y1) sebesar 38,9% dan 61,1%
lainnya dipengaruhi oleh variabel lain, misalya seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Yusuf (2014) yaitu branding, dan penelitian yang dilakukan oleh Rofiq (2018) variabel kualitas produk, harga, dan lokasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Berdasar perhitungan yang telah dilakukan, didapat F hitung sebesar 64,350 lebih besar daripada Ftabel yaitu 3,04 (64,350 > 3,04), maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yaitu atribut produk wisata dan EWOM di jejaring sosial instagram bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berkunjung.
Uji t
Tabel 10 Hasil Uji T
Model
Unstandarized
Coefficients Std.
Error
Standardized Coefficients
Beta t Sig.
B
1
(Constant) 7,876 1,350 5,833 ,000
TOTAL_X1 ,201 ,042 ,315 4,773 ,000
TOTAL_X2 ,359 ,059 ,400 6,067 ,000
Sumber: Data penelitian Bulan Oktober 2019 yang telah diolah
Uji t digunakan untuk melihat apakah variabel bebas (X1) atribut produk wisata dan (X2) EWOM di jejaring sosial instagram secara parsial berpengaruh terhadap variabel terikat (Y1) keputusan berkunjung. Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung atribut produk wisata lebih besar 4,773 dari t tabel 1,65263 dan nilai sig. uji t pada atribut produk wisata 0.000 < 0,05. Maka H0 ditolak yang artinya (X1) atribut produk wisata secara parsial berpengaruh terhadap keputusan berkunjung.
Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung EWOM di jejaring sosial instagram lebih besar 6,067 dari t tabel 1,65263 dan nilai sig. uji t pada atribut produk wisata 0.000 < 0,05. Maka H0 ditolak yang artinya (X2) EWOM di jejaring sosial instagram berpengaruh terhadap keputusan berkunjung.
Pembahasan
H1: Atribut produk wisata berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan berkunjung
Hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa atribut produk wisata berpengaruh positif terhadap keputusan berkunjung, didukung oleh hasil perhitungan dengan menggunakan spss yaitu 4,773 > 1,65263 serta nilai sig 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa atribut produk wisata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berkunjung, hasil tersebut diharapkan untuk atribut produk wisata dapat menarik konsumen untuk berkunjung ke Saloka.
Variabel atribut produk wisata berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan berkunjung, sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hapsari (2014) yang menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan atribut produk wisata terhadap keputusan berkunjung, juga dapat disimpulkan bahwa atribut produk wisata dapat menarik pengunjung.
H2: EWOM di jejaring sosial instagram berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan berkunjung
Setelah dilakukan perhitungan yang telah dilakukan dengan spss, diperoleh hasil bahwa variabel EWOM di jejaring sosial instagram berpengaruh positif dengan nilai 6,067 > 1,65263 dengan sig 0,000 < 0,05. Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa EWOM di jejaring sosial instagram berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan berkunjung. Hasil tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan dengan postingan yang menarik di instagram. Variabel EWOM di jejaring sosial instagram berpengaruh positif terhadap keputusan berkunjung, sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suwarduki (2016) yang menunjukkan hasil positif siginifikan EWOM terhadap keputusan berkunjung. Hal ini juga dapat diartikan bahwa EWOM di jejaring sosial instagram dapat menarik pengunjung.