BMKG
MEMBANGUN BUDAYA KESIAPSIAGAAN TERHADAP BAHAYA TSUNAMI
Disampaikan pada Webinar Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Jawa Timur”
Jumat, 28 Mei 2021
SUCI DEWI ANUGRAH
BMKG
TATA SAJI
1. Memahami Produk INATEWS
2. Moda Diseminasi dan Alur Penyebarluasan 3. Masyarakat/Komunitas Siaga Tsunami
4. Advokasi dan Edukasi Publik
BMKG
MEMAHAMI PRODUK INATEWS
BMKG
INFORMASI GEMPABUMI
Parameter gempabumi (waktu, lokasi, kekuatan dan kedalaman)
Info Gempa BMKG Shake Map
BMKG
P ERINGATAN D INI T SUNAMI
± 5 menit setelah gempa jika gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.
Terdiri dari parameter gempabumi, Daerah yang terancam Tsunami, Level ancaman
(Awas, Siaga dan Waspada ) serta Estimasi waktu tiba.
BMKG
PERINGATAN DINI TSUNAMI
JENIS PERINGATAN DINI TSUNAMI
TINGKAT ANCAMAN
Perlunya Pemahaman yang benar terhadap
Peringatan Dini Tsunami melalui latihan berkala
untuk dapat merespon cepat dengan didukung oleh
SOP dan SDM yang bersiap 24/7
BMKG
TIMELINE INFORMASI GEMPABUMI
BMKG
BMKG
MODA DISEMINASI
Warning Receiver
System Warning Receiver System New Generation
Email WEB
SMS Fax
Alur Diseminasi InaTEWS
BMKG
REAL TIME INFORMASI GEMPA DAN PERINGATAN DINI TSUNAMI
• Pemasangan 425 Warning Receiver System New Generation untuk memastikan informasi gempabumi real time dapat segera diterima di wilayah rawan gempa dan tsunami
BMKG
PERMASALAHAN DALAM RESPON PERINGATAN DINI
• Pemahaman yang benar tentang Informasi gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami
• Respon Cepat terhadap Produk Sistem Peringatan Dini Tsunami
• Perangkat/Sarana Pendukung Respon Cepat Sistem Peringatan Dini Tsunami
• Operasional 24/7
BMKG
MEMBANGUN MASYARAKAT/KOMUNITAS SIAGA TSUNAMI
BMKG
INDIKATOR MASYARAKAT/KOMUNITAS SIAGA GEMPA DAN TSUNAMI
1. Memiliki peta bahaya tsunami.
2. Memiliki informasi perkiraan jumlah orang yang berada di wilayah bahaya tsunami.
3. Menempatkan papan informasi publik tentang gempa dan tsunami di wilayahnya.
4. Memiliki inventaris dari sumberdaya ekonomi, infrastruktur, politik dan sosial untuk pengurangan risiko bahaya tsunami di tingkatnya.
5. Memiliki peta evakuasi tsunami yang mudah dimengerti, yang disusun bersama dengan pihak berwenang berkolaborasi dengan masyarakat.
6. Memiliki materi pendidikan dan kesiapsiagaan yang didistribusikan
7. Menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Kesiapsiagaan secara rutin 8. Melaksanakan pelatihan tsunami paling tidak dua tahun sekali.
9. Memiliki rencana operasi darurat tsunami.
10. Memiliki kapasitas untuk mendukung pelaksanaan tanggap darurat tsunami.
11. Memiliki kemampuan menerima info gempa dan peringatan dini tsunami 24/7.
12. Memiliki kemampuan menyebarluaskan info gempa dan peringatan dini tsunami 24/7.
BMKG
• Peta bahaya tsunami utamanya adalah peta inundasi/rendaman.
• Peta bahaya tsunami menjadi dasar dalam pembuatan peta evakuasi tsunami.
• Pelibatan pakar untuk membuat peta tersebut.
PETA BAHAYA TSUNAMI
Masyarakat perlu memliki
Peta Bahaya tsunami yang
terupdate (dengan potensi
kegempaan berdasarakan
kajian terbaru)
BMKG
Data meliputi:
• Jumlah penduduk yang tinggal
• Data (Jumlah) penduduk yang rawan
(penyandang disabilitas, Lansia, anak-anak)
• Perkiraan jumlah turis dan pekerja yang tinggal di wilayah tersebut
• Baik juga apabila menambahkan catatan jumlah penduduk terpapar saat malam dan siang
DATA PENDUDUK TERPAPAR
Data Kependudukan yang baik menjadi dasar dalam pembuatan rencana
kedaruratan yang tepat
N o
Kategori Penduduk Rawan Jumlah
1 Laki-laki 5.663 Jiwa
2 Perempuan 5.546 Jiwa
3 Lanjut usia (>60 tahun) 1.253 Jiwa 4 Balita dan anak-anak (0-14
tahun)
2.356 Jiwa
5 Perkiraan wisatawan hari libur Wisman ± 60 orang/tahun Domestik ± 5.565
orang/hari 6 Perkiraan penduduk siang hari 10.867 Jiwa 7 Perkiraan penduduk malam
hari
10.944 Jiwa
8 Disabilitas Belum ada data
Data Penduduk berada di wilayah terpapar Desa Pangandaran (Contoh)
BMKG
1. Papan Informasi Publik dapat berupa:
a) Papan Informasi Wilayah rawan gempa dan atau zona bahaya tsunami;
b) Rambu Evakuasi;
c) Rambu Titik kumpul;
d) Papan Informasi berisi edukasi tanggap tsunami);
e) Peta evakuasi tsunami;
2. Papan Informasi tersebut harus:
a) Dipahami masyarakat lokal
(lebih baik apabila dipahami juga oleh masyarakat Internasional) b) Jumlah papan disesuaikan
dengan luas wilayah rawan gempa dan tsunami;
PAPAN INFORMASI PUBLIK
Contoh Papan Informasi Edukasi Tsunami
Papan Informasi Wilayah Rawan Tsunami
Rambu Evakuasi
BMKG
DATA SUMBER DAYA EKONOMI, INFRASTRUKTUR, KEBIJAKAN, DAN SOSIAL MENDUKUNG PENGURANGAN RISIKO
• Data sumber daya dana darurat di tingkat daerah dan nasional.
• Data bangunan publik yang dapat digunakan sebagai sarana evakuasi sementara atau untuk pertemuan dan pelatihan guna peningkatan kapasitas.
• Rencana operasi kedaruratan
• Data Organisasi sosial dan sukarelawan.
• Asosiasi orangtua untuk sekolah di daerah.
• Data sukarelawan.
BMKG
1. Peta evakuasi tsunami perlu
menggambarkan rute evakuasi tsunami dan daerah berkumpul.
2. Peta berbasis peta rawan bahaya tsunami dan sesuai dengan rencana operasi
kedaruratan masyarakat.
3. Peta perlu dibuat menggunakan cetakan yang sesuai dan/atau media digital.
4. Masyarakat perlu dilibatkan dalam menyiapkan peta evakuasi agar memasukkan pengetahuan lokal
(kemampuan/kesulitan untuk mendapat atau mengambil rute evakuasi tertentu.
PETA EVAKUASI TSUNAMI
BMKG
a) Konten materi edukasi publik dapat berupa: Tips keselamatan, dan informasi kapan dan bagaimana merespon peringatan (termasuk peringatan dari alam terhadap wilayah dengan ancaman tsunami lokal)
b) Media edukasi public dapat berupa: brosur, leaflet, Poster, buku, video yang didistribusikan kepada masyarakat
MATERI EDUKASI PUBLIK
BMKG
BMKG
• Kegiatan edukasi publik perlu dilakukan 3 kali / tahun di tingkat masyarakat.
• Tujuannya adalah untuk
mengedukasi masyarakat, dunia usaha, dan pengunjung,
• Materi berupa: zona bahaya tsunami, rawan tsunami, jalur evakuasi, bagaimana peringatan diterima
• Kegiatan dapat merupakan level nasional, internasional ataupun daerah
• Kegiatan dapat berupa edukasi dari door to door
KEGIATAN EDUKASI PUBLIK
BMKG
• Latihan dapat berfokus pada bahaya gempa/tsunami atau dapat berupa latihan multi-bahaya yang juga memasukkan bahaya tsunami yang dikombinasikan dengan latihan kebakaran, badai, dan gunung berapi.
• Latihan dapat berupa table top, Drill, uji komunikasi, dll
• Latihan secara rutin minimal dilaksanakan 2 tahun sekali
LATIHAN GEMPA DAN TSUNAMI
Uji Komunikasi
BMKG
Dokumen rencana kedaruratan berisi:
• Identifikasi daerah rawan bencana tsunami, sumber, potensi inundasi, tinggi maksimum, sejarah tsunami terdahulu, dan potensi tsunami di masa datang.
• Data komunitas, infrastruktur, dan fasilitas kritis rawan terdampak tsunami.
• SOP Respon Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami.
• Aktivasi tanggap darurat, posko, dan petugas yang melaksanakan tanggap darurat tersebut.
• Kontak institusi terkait termasuk Focal Point peringatan Dini tsunami,
• Rencana evakuasi.
• Peta evakuasi tsunami.
• Kriteria Status aman.
• Pelaporan dampak tsunami.
RENCANA KEDARURATAN
SOP Evakuasi Tsunami
SOP Respon Gempa dan Tsunami
BMKG
1. Memiliki Tim Siaga Bencana Gempa dan Tsunami 24/7 aktivasi tanggap darurat bila terjadi tsunami
2. Tim Siaga tersebut memiliki fungsi untuk:
a) Mengidentifikasi Risiko Gempa dan Tsunami
b) Menerima dan menyebarluaskan informasi gempa dan peringatan dini tsunami
c) Memiliki rencana evakuasi d) Menjaga keamanan saat terjadi
gempa dan tsunami
e) Koordinator Kesehatan saat terjadi gempa dan tsunami
f) Koordinator dalam memastikan
KEMAMPUAN MELAKSANAKAN RENCANA KEDARURATAN
BMKG
1. Masyarakat harus dapat menerima dan menyebarluaskan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami 24/7 dari BMKG atau BPBD
2. Peralatan/sarana penerima informasi dan peringatan dini dapat berupa:
a) Warning Receiver System b) Radio
c) Telepon d) SMS
PERALATAN PENERIMA DAN PENYEBARLUASAN INFO GEMPA DAN PERINGATAN DINI TSUNAMI
Warning Receiver System
Contoh Group Media Sosial sebagai wadah informasi dan peringatan dini
Komunikasi Radio
BMKG
ADVOKASI DAN EDUKASI PUBLIK
BMKG
MEMBANGUN KETERAMPILAN MASYARAKAT DAN PELAKU KEBENCANAAN MELALUI SEKOLAH LAPANG GEMPA
SLG Blitar 2015 SLG Jember 2016 SLG Banyuwangi 2019 SLG Sidoarjo 2019
• BMKG telah melakukan Sekolah Lapang Gempa di beberapa wilayah Jawa Timur.
• BMKG juga melakukan Koordinasi dan Sosialisasi paska Gempabumi Malang 10 April 2021, sebagai respon cepat untuk memberikan ketenangan dan menangkal hoax.
• Tahun 2021, BMKG akan melaksanakan SLG di Kab Malang, dan Pamekasan.
BMKG
SEKOLAH LAPANG GEMPA - TSUNAMI READY
SEKOLAH LAPANG GEMPA – TSUNAMI READY, memberikan pelatihan yang banyak memuat praktik lapangan dalam verifikasi jalur
evakuasi, penyusunan peta evakuasi,
penyusunan Tim Siaga bencana dan SOP
Evakuasi dan Table Top Exercise
BMKG
KESIMPULAN
• Waktu tiba tsunami yang sangat cepat menuntut Kesiapan Respon Masyarakat dan Pemerintah Daerah Rawan Bencana
• Perlu Pelatihan untuk memahami Pemahaman yang benar tentang Informasi gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami, disertai simulasi rutin yang terintegrasi dengan Sistem Peringatan Dini Tsunami
• Peningkatan Respon Cepat terhadap Produk Sistem Peringatan Dini Tsunami perlu dilengkapi dengan kemampuan dan komponen pendukung lainnya (SOP, Tim Siaga 24/7, Rencana
Kontigensi)
• Peta Bahaya Tsunami yang terupdate berdasarkan kajian terbaru menjadi dasar dalam penyusunan rencana kedaruratan gempabumi dan tsunami
• Diperlukan Advokasi pemerintah dan pakar dalam mewujudkan mitigasi gempabumi dan tsunami
• Masyarakat/Komunitas perlu didorong untuk secara mandiri berinisiatif mewujudkan masyarakat siaga gempa dan tsunami dengan melengkapi 12 indikator masyarakat siaga tsunami
• Pelatihan dan edukasi rutin masyarakat, dengan konten materi yang dapat diimplementasikan segera perlu dilakukan secara masiv
BMKG
TERIMA KASIH
Info lebih lanjut:
www.bmkg.go.id, http://inatews.bmkg.go.id
Aplikasi mobile Info BMKG, WRS-BMKG, BMKG-AEIC
@infoBMKG @infoBMKG @infoBMKG