v
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA
PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN MENGGUNAKAN METODE PERMAINAN PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 1
BIRA KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
Disusun Oleh :
IKWAN, S.Pd.
Guru Kelas Ahli Pertama
NDH : 28
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATANCXVIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA 2021
▸ Baca selengkapnya: ikhtisar jabatan guru ahli pertama
(2)(3)(4)viii
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillahirabbil’alamin, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, serta kemudahan dan kelapangan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-Nilai Dasar, Peran Dan Kedudukan Aparatur Sipil Negara yang berjudul “peningkatan hasil belajar operasi hitung perkalian dan pembagian menggunakan metode permainan pada siswa kelas III di SD Negeri 1 Bira Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara”.
Rancangan aktualisasi ini disusun sebagai pijakan dalam mengimplementasi aktualisasi diri pasca mengikuti Latsar Golongan III Angkatan CXVIII yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Buton Utara yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Seluruh kegiatan yang ada dalam rancangan aktualisasi ini diharapkan dapat mencerminkan nilai-nilai dasar profesi ASN yang dapat diterapkan di tempat tugas.
Penyusunan rancangan aktualisasi ini tidak terlepas dari dukungan, bimbingan, arahan, dan masukan dari berbagai pihak. Sebagai bentuk penghargaan, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada:
1. Pemerintah Kabupaten Buton Utara atas segala dukungan selama pelatihan dasar CPNS Tahun 2021;
2. Syahruddin Nurdin, S.E Selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah mennyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar CPNS;
3. Dr. Malesa, S.Pd., M.Si selaku coach yang senantiasa dengan sabar dan teliti dalam proses pembimbingan penyusunan laporan aktualisasi ini;
4. La Hasali, S.Pd.I Selaku Kepala Sekolah SDN 1 Bira yang telah mendukung seluruh laporan aktualisasi yang akan dilaksanakan;
5. Jaya Bakti, SE.,MM selaku penguji dalam seminar aktualisasi ini;
6. Kepada wali kelas A yang sangat ramah dalam memfasilitasi keperluan kami selama di latsar;
7. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat di internalisasikan
ix dan diaktualisasikan di instansi;
8. Seluruh Panitia dan Binsuh yang telah membantu dan menfasilitasi kegiatan latsar 9. Kepada Keluarga saya kedua orangtua saya tercinta serta sudara/I saya yang senangtiasa selalu memberikan doa, dukungan dan motivasi dalam menyelesaikan segala rangkaian kegiatan selama Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2021;
10. Seluruh siswa Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan CXVIII Tahun 2021 yang memberi banyak kesan persahabatan dan persaudaraan, satu rasa dan satu tujuan untuk menjadi PNS 100% selama pelatihan dasar CPNS Tahun 2021;
11. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyusunan laporan aktualisasi ini;
Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan yang mendasar pada laporan ini, oleh karena itu kami berharap kepada semua pihak untuk memberikan saran dan masukan serta kritik yang membangun untuk penyempurnaan laporan ini.
Penulis juga berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan dapat memberikan contoh tentang implementasi nilai-nilai "ANEKA" dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kerja dan masyarakat.
Kendari, 7 September 2021 Penulis
IKWAN, S.P
I DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………. I LEMBAR PERSETUJUAN ………. II LEMBAR PENGESAHAN ……….. III KATA PENGANTAR ……….. IV DAFTAR ISI ………. VI DAFTAR GAMBAR ……… VII DAFTAR TABEL ………. VII DAFTAR LAMPIRAN ………. VIII
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………
B. Tujan .………..
1. Umum ………...
2. Khusus ………..
C. Manfaat ………...
1. Penulis ………..
2. Sekolah ……….
3. Siswa ……….
D. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi ……….
1 3 3 3 3 3 3 3 3 BAB II RANCANGAN AKTUALISASI
A. Gambaran Umum Organisasi ………...
B. Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN ………...
C. Kedudukan dan Peran ASN ………
D. Identifikasi Isu dan Analisis Isu ……….
4 9 15 21
BAB III CAPAIAN AKTUALISASI
A. Kendala dan Antisipasi ………...
B. Hasil Aktualisasi ……….
C. Analisis Dampak ……….
38 40 67 BAB IV PENUTUP
II
A. Kesimpulan ……….
B. Saran ………..
C. Rencana Tindak Lanjut ...
69 70 70
DAFTAR PUSTAKA ………... 71
III DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 struktur organisasi SD Negeri 1 Bira ...
Gambar 3.1 melapor kepada pimpinan ...
Gambar 3.2 mencatat arahan-arahan dari mentor ...
Gambar 3.3 persetujuan aktualisasi ...
Gambar 3.4 mengidentifikasi alat dan bahan ...
Gambar 3.5 menyiapkan alat dan bahan ...
Gambar 3.6 membuat alat peraga ...
Gambar 3.7 membuat soal pretest dan posttest ...
Gambar 3.8 membuat kunci jawaban soal pretest dan posttest ...
Gambar 3.9 melaksanakan pretest ...
Gambar 3.10 melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode ...
Gambar 3.11 melaksanakan posttest ...
Gambar 3.12 menyiapkan tabel penilaian pretest dan posttest ...
Gambar 3.13 melakukan pemeriksaan pretest dan posttest ...
Gambar 3.14 menginput hasil pretest dan posttest ...
Gambar 3.15 melakukan pelaporan ...
8 57 57 57 59 59 60 61 61 62 62 63 65 65 65 66
IV DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Profil SD Negeri 1 Bira ...
Tabel 2.2 Perbedaan Hak PNS dan PPPK ...
Tabel 2.3 Identifikasi Isu ...
Tabel 2.4 Analisis Isu Menggunakan APKL ...
Tabel 2.5 Skala APKL ...
Tabel 2.6 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ...
Tabel 3.1 Kendala dan Antisipasi ...
Tabel 3.2 Hasil Aktualisasi ...
Tabel 3.3 Deskripsi Kegiatan ...
Tabel 3.4 Analisis Dampak ...
4 17 21 22 22 22 38 40 57 67
V
LAMPIRAN – LAMPIRAN ...
Lampiran kegiatan 1 ...
Lampiran kegiatan 2 ...
Lampiran kegiatan 3 ...
Lampiran kegiatan 4 ...
72 73 76 79 86
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negera (ASN) memiliki peranan yang menentukan dalam mengelola prakondisi dan sumber daya pembangunan yang ada sehingga dapat mempercepat peningkatan daya saing bangsa. Sejumlah keputusan-keputusan strategis mulai dari memformulasi kebijakan sampai pada penetapannya dalam berbagai sektor pembangunan ditetapkan oleh ASN. Untuk memainkan peran tersebut diperlukan sosok ASN yang profesional, yaitu ASN yang mampu memenuhi standar kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara efektif dan efisien. Untuk membentuk sosok tersebut di atas perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar).
Menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengamanatkan Instansi pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun masa percobaan. Tujuan dari diklat terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan. Penyelenggaraan Diklat ini mengikuti pola baru di mana masa kegiatan berlangsung secara on-off-on kampus.
Kegiatan on kampus berlangsung di LPMP Kendari yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Buton Utara yang bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara dan kegiatan off kampus berlangsung di instansi masing-masing. Diklat ini bertujuan untuk menginternalisasi pembentukan karakter yakni wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela Negara, analisis isu kontenporer, dan kesiapsiagaan bela Negara serta nilai dasar ASN yang akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA). Selain itu, juga dipaparkan kedudukan dan peran ASN dalam NKRI yakni Manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole of government (WoG).
Guru sebagai Aparatur Sipil Negara sekaligus sebagai pengajar wajib bersikap profesional dalam menjalankan tugas jabatan. Guru yang profesional berarti bekerja dengan keahlian atau kompetensi serta kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran dan menjalankan fungsinya untuk membimbing dan melatih siswa. Proses pembelajaran dan pendidikan bertujuan untuk mendapatkan mutu sumber daya manusia sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. Untuk menjadi guru yang profesional, diperlukan aktualisasi pada instansi kerjanya sebagai upaya untuk memajukan instansi kerja.
2
SDN 1 Bira adalah salah satu SDN yang ada di kabupaten Buton Utara. Sekolah ini berada di suatu desa di kecamatan Kulisusu Utara, yaitu Desa Bira. Berbagai macam keterampilan diterima siswa di SDN 1 Bira. Keterampilan tersebuat antara lain kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbicara dan keterampilan dasar lainya yang bermanfaat bagi siswa. Keterampilan-keterampilan tersebut ada dalam mata pelajaran yang dibelajarkan di sekolah, antara lain meliputi bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan sebagainya.
Sekolah Dasar (SD) merupakan jenjang paling dasar pada pendidikan formal yang dimana bertujuan untuk menyiapkan siswa yang beriman, bertakwa, kreatif, dan inovatif, serta berwawasan keilmuan untuk siap melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Seperti sekolah pada umumnya, sekolah ini juga mempunyai masalah dalam pembelajaran khususnya dalam pelajaran matematika. Penulis melihat peserta didik kesulitan dalam bangun datar, Peserta didik kurang aktif dan tidak bersemangat dalam belajar. Hal ini mengakibatkan rendahnya kemampuan peserta didik dalam memahami materi luas dan keliling persegi panjang. Kurangnya kemampuan tersebut akan berdampak pula pada hasil belajarnya. Rendahnya kemampuan memahami peserta didik dalam materi luas dan keliling persegi panjang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah penggunaan metode pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah tanpa penggunaan alat peraga.
Berdasarkan permasalahan itu, Penulis tertarik untuk mengambil judul
“Peningkatan hasil belajar melakukan operasi hitung perkalian dan pembagian dengan metode permainan pada siswa kelas III di SD Negeri 1 Bira Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara”.
3 B. Tujuan Aktualisasi
Aktualisasi ini akan dilaksanakan dengan tujuan : a. Tujuan Umum
Mengaktualisasikan nilai dasar ASN (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti korupsi) serta peran dan kedudukan sebagai ASN dalam menjalankan tugas seorang guru kelas di kelas III SD Negeri 1 Bira Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara..
b. Tujuan Khusus
Terwujudnya peningkatan operasi hitung perkalian dan pembagian di SD Negeri 1 Bira Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara.
C. Manfaat Aktualisasi a. Bagi Penulis
yaitu penulis dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS;
b. Bagi Organisasi / Sekolah
Mengukur penerapan nilai-nilai dasar profesi ASN (ANEKA) terhadap kegiatan pengolahan data yang bertanggung jawab penuh sebagai abdi Negara pada khususnya dan pelayan masyarakat pada umumnya, sehingga dapat meningkatkan mutu sekolah dan terwujudnya visi misi sekolah;
c. Bagi Siswa
Manfaat kegiatan aktualisasi ini bagi siswa adalah sebagai berikut : 1. Dapat meningkatkan minat belajar siswa
2. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa D. Ruang Lingkup
Penulisan rencana aktualisasi ini dibatasi pada peserta didik kelas III SD Negeri 1 Bira materi luas dan keliling persegi panjang dengan menggunakan alat peraga mata pelajaaran matematika dengan setiap tahapan kegiatannya menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi, yang disingkat menjadi ANEKA .
Kegiatan aktualisasi dilaksanakan mulai tanggal 25 Juli sampai 30 Agustus 2021 atau selama 30 Hari kerja. Pelaksanaan aktualisasi dilaksanakan di SD Negeri 1 Bira yang beralamat di Desa Bira, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara.
4 BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Gambaran Umum Sekolah 1. Profil Sekolah
Sekolah Dasar Negeri Bira sebagai salah satu lembaga pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.
SDN 1 Bira terletak di Jln. Poros Desa Bira, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara
Secara geografis, wilayah SD Negeri 1 Bira berada pada -4.394739,123.011325 dengan posisi sebagai berikut:
a) Sebelah Utara Berbatasan Dengan Jalan Poros Desa Bira b) Sebelah Timur Berbatasan Dengan Rumah Warga
c) Sebelas Selatan Berbatasan Dengan Kebun warga
d) Sebelah Barat Berbatasan Dengan Rumah warga dan Lapangan Sepak Bola Desa
Gambar 2.1 Letak Sekolah SD Negeri 1 Bira
yang memiliki 146 orang peserta didik dengan rincian laki- laki sebanyak 78 orang (53%) dan perempuan sebanyak 68 orang (47%). Jumlah Guru dan tenaga kependidikan berjumlah 10 orang dengan rincian laki-laki sebanyak 8 orang (80%) dan perempuan sebanyak 2 orang (20%) terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 8 orang Guru dan 1 orang Tenaga Administrasi.
5
T a b e l 2 . 1 J u m l a h S i s w a S e k o l a h S D N e g e r i 1 B i r a b e r d a s a r k a n j e n i s k e l a m i n
J E N I S K E L A M I N J U M L A H O R A N G P R E S E N T A S I
L A K I - L A K I 7 8 5 3 %
P E R E M P U A N 6 8 4 7 %
J U M L A H 1 4 6 1 0 0 %
T a b e l 2 . 1 J u m l a h G u r u S D N e g e r i 1 B i r a b e r d a s a r k a n j e n i s k e l a m i n
J E N I S K E L A M I N J U M L A H O R A N G P R E S E N T A S I
L A K I - L A K I 8 8 0 %
P E R E M P U A N 2 2 0 %
J U M L A H 1 0 1 0 0 %
Profil sekolah SDN 1 Bira Secara detail dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 2.1
Profil SD Negeri 1 Bira
IDENTITAS SEKOLAH
Nama Sekolah : SD NEGERI 1 BIRA
NSS :
NPSN : 40403820
Status Sekolah : Negeri
Nama Kepala Sekolah : LA HASALI, S.Pd.I
Alamat : Jalan Bira
RT : 0
RW : 0
Desa/Kelurahan : Desa Bira
Kode Pos : 93742
Kecamatan : Kec. Kulisusu Utara
Kabupaten/Kota : Kab. Buton Utara
6
Provinsi : Sulawesi Tenggara
Nomor HP : -
Email : [email protected]
SK Pendirian Sekolah : -
Tanggal SK Pendirian : 1960-12-31
2. Visi, Misi, Tujuan dan Nilai-Nilai Organisasi 2.1 Visi Sekolah
Unggul dalam prestasi, berbudi pekerti luhur berdasarkan Iman dan Taqwa dan IPTEK sesuai kondisi daerah
2.2 Misi Sekolah
1. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif, kompetitif, sesuai dengan perkembangan zaman;
2. Meningkatkan Profesionalisme dan Kreatifitas guru;
3. Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat;
4. Menciptakan suasana dan lingkungan yang bersih, harmonis, agamis, dan kondusif demi terlaksananya pendidikan.
2.3. Tujuan
1. Meningkatkan Iman dan takwa terhadap tuhan yang Maha Esa 2. Dapat mengamalkan Nilai agama hasil proses pembelajaran 3. Meraih proses akademik maupun non-akademik
4. Menguasai dasar-dasar pengetahuan dan tekhnologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi
5. Menjadi sekolah pelopor dan penggerak dilingkungan masyarakat sekitar 6. Menjadi sekolah yang diminati anak
2.4. Adapun nilai-nilai organisasi sebagai berikut :
1. Cerdas adalah kemampuan untuk menggunakan akal budi baik secara intelektual, emosional maupun spiritual;
2. Terampil dapat diartikan cekap (dlm melaksanakan sesuatu, menyelesaikan masalah, dsb), mampu dan cekatan;
3. Bertakwa yaitu setiap perbuatan selalu berlandaskan pada nilai-nilai kebaikan dan ketaatan pada Tuhan yang Maha Esa
7 B. Struktur Organisasi
Gambar 2. 2 Struktur Organisasi SD Negeri 1 Bira
8 3. Tugas Pokok Guru dan Fungsi Organisasi
Berdasarkan Permendikbud No. 16 tahun 2019 tentang pedoman organisasi dan tata kerja Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu :
1. SD mempunyai tugas mengelola pendidikan umum melalui 6 (enam) tingkat kelas yang terdiri atas:
a. Kelas 1 (satu);
b. Kelas 2 (dua);
c. Kelas 3 (tiga);
d. Kelas 4 (empat);
e. Kelas 5 (lima); dan f. Kelas 6 (enam).
2. Dalam melaksanakan tuags sebagaimana dimaksud pada ayat (1), SD menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan Pendidikan;
b. Pelaksanaan hubungan kerja sama dengan orang tua peserta didik, Komite sekolah, dan masyarakat; dan
c. Pelaksanaan Administrasi.
4. Tugas Guru
Tugas dan fungsi jabatan peserta adalah guru pendidikan kewarganegaraan ahli pertama. Adapun tugas dan tanggung guru diuraikan sebagai berikut.
Tugas guru ini dijelaskan dalam Bab XI Pasal 39 ayat (2) Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 20 undang-undang No. 14 tahun 2005 tantang guru dan dosen serta pasal 52 peraturan pemrintah no 74 tahun 2008 tentang guru yakni:
1. Merencanakan pembelajaran
2. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu 3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran 4. Membimbing dan melatih peserta didik/siswa
5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
6. Melakukan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai dan 7. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara
berkelanjutan
9
Lebih lanjut, tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam permendiknas No. 35 tahun 2010 tentang petunjuk teknis jabatan fungsional guru dan angka kreditnya diantaranaya:
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan peniian;
2. Menyusun silabus pembelajaran
3. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran 4. Melaksanakan kegiatan pemblajaran
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata plajaran
6. Menilai dan mengaevaluasi proses dan hasil belajar pada kelasnya 7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran
8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi
9. Melaksanaan bimbingan dan konseling di kelas yang menjdi tanggung jawabnya (khusus guru kelas)
10. Menjadi pengwas penilaian evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/madrasah dan nasional
11. Membimbing guru pemula dan program induksi
12. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran 13. Melaksanakan pengembangan diri
14. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif ; dan 15. Melakukan presentasi ilmiah
5. Fungsi Guru
Fungsi guru yang dimaksudkan disini juga sudah ermasuk dalam tugas guru yang yang telah dijebarkan diatas, namun terdapat berupa fungsi lain yang terkandung dalam poin d dan e pasal 20 Undang-undang No. 14 tahun 2006 tantang Guru dan Dosen serta poin a, b dan c pasal 40 ayat (2) Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yakni:
1. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
2. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undang, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika
3. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif,dinamis dan idiologis
4. Memelihara komitmen secara professional untuk meningkatkan mutu pendidikan;
dan
10
5. Member teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedaulatan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya
6. Data-data sumber daya yang dimiliki unit kerja dan data-data terkait isu yang di angkat
No. Nama Ruang Jumlah
1 Ruang Belajar 6
2 Ruang Guru/Kepala Sekolah 1
3 Gudang 1
4 Ruang Perpustakaan 1
5 WC 4
Jumlah 13
Adapun jumlah personal di SD Negeri 1 Bira Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara berjumlah 10 orang
Tabel Jumlah Tenaga Guru SD Negeri 1 Bira
No. Nama Jabatan
1 La Hasali, S.Pd.I Kepala Sekolah
2 La Kuhenda, S.Si Guru Mapel PJOK
3 Ridwan, S.Pd Guru Kelas VI
4 La Ode Johan, S.Pd Guru Kelas V
5 Nerliana, S.Pd.SD Guru Kelas I
6 Kadrun, S.Pd Guru Kelas IV
7 Lubis, S.Pd Guru Mapel PAI
8 Ikwan, S.Pd Guru Kelas III
9 Supiati, S.Pd Guru Kelas II
10 Muhammad Jusrin, S.Si Operator Sekolah
C. Identifikasi Isu dan Analisis Dampaknya 1. Identifikasi Isu
Analisis isu dilakukan untuk menetapkan kriteria isu dan kualitas isu. Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas isu tinggi. Di samping itu tidak semua isu bisa di kategorikan menjadi isu aktual, oleh karena itu perlu dilakukan analisis kriteria isu. Alat analisis kriteria isu dengan menggunakan alat analisis APKL (Aktual, Problematik, Khalayak,
11
Layak) terhadap isu-isu yang didapati di lapangan yaitu:
Tabel 2.3 Identifikasi Isu No Tugas dan
Fungsi Kondisi saat ini Kondisi yang
diharapkan Identifikasi isu 1. Melaksanakan
kegiatan pembelajaran
Minat baca siswa masih rendah
Minat baca siswa sudah meningkat
Rendahnya minat baca siswa 2. Melaksanakan
tugas tertentu di sekolah
Masih banyaknya sampah yang berhamburan dilingkungan sekolah
Sudah tidak ada sampah yang berhamburan dilingkungan sekolah
Belum maksimalnya penerapan lingkungan sekolah bersih pada siswa didik 3. Melaksanakan
kegiatan pembelajaran , membuat alat pelajaran/alat peraga
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi operasi hitung perkalian dan pembagian masih rendah
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran
matematika materi operasi hitung perkalian dan pembagian sudah
meningkat
Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi operasi hitung perkalian dan pembagian sehingga tidak tercapai KKM
2. Penetapan Isu
Berdasarkan pengalaman yang penulis alami selama menjalankan tugas di SD Negeri 1 Bira Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara, penulis menemukan tiga isu berdasarkan kondisi saat ini dan kondisi di harapkan, setelah dilakukan konsultasi kepada pimpinan melalui media komunikasi selama penulis mengikuti Latihan Dasar maka ditetapkan satu core isu yang telah mendapatkan persetujuan oleh pimpinan, Adapun core isu tersebut yaitu Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bangun datar sehingga tidak tercapai KKM
Adapun teknik analisis yang penulis lakukan sebagai pisau pemangkas yang digunakan untuk menetapkan satu Core Isu yaitu dengan menggunakan metode analisa APKL. Dimana mentode analisis ini digunakan untuk menentukan tingkat Aktualitas,
12
Problematik, Kekhalayakan dan Layak-nya dan selanjutnya menentukan skala nilai 1-5. Isu yang memiliki total skor tertinggi setelah perankingan merupakan isu prioritas.
Aktual : Benar-benar terjadi, sedang hangat dibicarakan dimasyarakat
Problematik : Isu memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu dicarikan solusinya sesegeramungkin
Kekhalayakan : Isu menyangkut hajat hidup orangbanyak
Kelayakan : Masuk akal, realistis, relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahanmasalah
Tabel 2.4
Analisis isu menggunakan APKL
No Isu Kriteria Skor
Total Ranking A P K L
1. Rendahnya minat baca siswa 4 4 4 4 16 2
2.
Belum maksimalnya penerapan lingkungan sekolah bersih pada siswa didik
4 4 3 4 15 3
3.
Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi perkalian dan pembagian sehingga tidak tercapai KKM
5 4 4 4 17 1
Tabel 2.5
Tabel skala APKL
Skala Keterangan
5 Sangat (Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan) 4 Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan
3 Cukup (Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan) 2 Kurang (Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan) 1 Tidak (Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan)
Berdasarkan metode APKL di atas didapatkan hasil isu prioritas yang memiliki peringkat teratas adalah “Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bangun datar sehingga tidak tercapai KKM”.
3. Analisis Dampak Isu
Adapun dampak jika isu “Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bangun datar ” tidak dapat di selesaikan melalui upaya peningkatan hasil belajar siswa
13
melalui model pembelajaran permainan pada materi operasi hitung perkalian dan pembagian yaitu akan mempengaruhi hasil belajar siswa dan kurangnya minat belajar siswa sehingga nilai KKM siswa tidak tercapai.
4. Peta permasalahan
Materi perkalian dan pembagian
tidak diajarkan dikelas 2
Belum menggunakan media maupun
model pembelajaran
yang efektif
Kurangnya sarana prasarana pembelajaran Metode
pembelajaran yang monoton
Kurangnya antusias belajar
siswa
14
D. Konsep dan Penjelasan Nilai – Nilai Dasar ASN
Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) No.12 Tahun 2018 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, peserta Pelatihan Dasar diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar PNS dengan cara mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas, sehingga peserta diklat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Nilai-nilai dasar PNS yang merupakan seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi PNS.
Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) No.12 Tahun 2018 (LAN,2018) Tentang Lembaga Administrasi Negara menterjemahkan amanat undang – undang tersebut dalam bentuk Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan yang tertuang dalam Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS. Pelatihan ini memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat pelatihan serta ditempat kerja,yang memungkinkan peserta mampu untuk menginternalisasi, menerapkan dan mengaktualisasikan serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS yang profesional.
Nilai-nilai dasar PNS yang merupakan seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi PNS adalah sebagai berikut:
Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki nilai-nilai dasar sebagai seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi dan tugasnya sebagai ASN. Adapun nilai-nilai dasar yang dimaksud adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). Penjelasan dari kelima nilai tersebut dapat dijabarkan sebagaiberikut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kata yang sudah tidak asing lagi kita dengar, namun seringkali kita susah untuk membedakannya dengan responsibilitas. Namun dua konsep tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Lebih lanjut akuntabilitas merujuk pada kewajiban individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Adapun indikator dari nilai akuntabilitas adalah:
15 a. Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan hal tersebut.
b. Transparansi
Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/ institusi.
c. Integritas
Integritas mempunyai makna konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
d. Tanggungjawab
Tanggungjawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggungjawab juga dapat berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
e. Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda maupun orang.
f. Kepercayaan
Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini akan melahirkan akuntabilitas.
g. Keseimbangan
Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja, diperlukan adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas.
Selain itu, adanya harapan dalam mewujudkan kinerja yang baik juga harus disertai dengan keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian (skill) yang dimiliki.
h. Kejelasan
Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui kewenangan, peran dan tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan sistem pelaporan kinerja baik individu maupunorganisasi.
i. Konsistensi
Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai pada tercapainya tujuan akhir.
16
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadiamanahnya.
Aspek-aspek Akuntabilitas meliputi beberapa hal sebagai berikut:
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship);
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results- oriented);
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requiersreporting);
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless withoutconsequences);
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance).
Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu: akuntabilitas vertical (vertical accountability), dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability).
Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi. Akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.
Terdapat lima tingkatan akuntabilitas sebagai berikut:
1. Akuntabilitas Personal (PersonalAccountability) 2. Akuntabilitas Individu
3. Akuntabilitas Kelompok 4. Akuntabilitas Organisasi 5. Akuntabilitas Stakeholder
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan yang menjadi tolak ukur dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya. Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila oleh setiap penyelenggara negara, baik di pusat maupun di daerah.
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan;
menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa;
17
menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggangrasa.
Dalam arti sempit, Nasionalisme merupakan sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sementara secara arti luas, nasionalisme berarti pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah air yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Nilai ini mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Nilai ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa religius yang mengakui adanya Tuhan.
b. Sila 2 (Kemanusiaan yang adil dan beradab)
Nilai ini mengandung arti adanya kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan segala sesuatu sebagaimana mestinya.
c. Sila 3 (Persatuan Indonesia)
Sila ini mengandung nilai bahwa persatuan Indonesia mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Semangat kebangsaan adalah mengakui manusia dalam keberagaman dan terbagi dalam beberapa golongan. Selain kehendak hidup bersama, kebersamaan bangsa Indonesia juga didukung oleh semangat gotong-royong. Dengan kegotong- royongan itulah, Indonesia mampu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, bukan hanya membela atau mendiamkan suatu unsur masyarakat atau bagian tertentu dari teritorial Indonesia. Tujuan nasionalisme yang didasari dari semangat gotong royong yaitu ke dalam dan ke luar. Ke dalam berarti kemajemukan dan keanekaragaman budaya, suku, etnis, agama yang mewarnai kebangsaan Indonesia, tidak boleh dipandang sebagai hal negatif dan sebagai suatu ancaman. Sebaliknya, hal itu perlu disikapi secara positif sebagai limpahan karunia yang bisa saling memperkaya khazanah budaya dan pengetahuan. Ke luar berarti memuliakan kemanusiaan secara universal, dengan menjunjung tinggi persaudaraan, perdamaian dan keadilan antar umat manusia.
18
d. Sila 4 (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan)
Sila ini mengandung makna pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga perwakilan.
e. Sila 5 (Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)
Sila ini mengandung makna sebagai dasar tujuan yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur lahiriah dan batiniah.
3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang standar atau norma yang menentukan baik atau buruk, benar atau salah suatu perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk menentukan apakah suatu perbuatan itu pantas dilakukan, guna menjamin adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup cara- cara dalam pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal yang baik dan yang buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut.
Adapun nilai-nilai dasar dari Etika Publik, antara lain:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila;
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945;
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik;
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah;
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun;
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama;
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan; dan
19
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.
Etika Publik merupakan landasan dasar bagi penuntun perilaku, norma etika justru sangat menentukan perumusan kebijakan maupun pola tindakan yang ada didalam organisasi publik. Jika aparat pemerintah maupun masyarakat sudah memiliki dasar norma etika yang kuat, ketaatan terhadap norma hukum akan mengikuti dan biasanya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan atau bentuk-bentuk penyimpangan lain akan dapat dicegah sejak dini.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap produk/ jasa berupa ukuran baik/buruk. Bidang apapun yang menjadi tanggung jawab pegawai negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan kepada stakeholder.
Indikator komitmen mutu antara lain:
a. Orientasi mutu, berkomitmen untuk senantiasa melakukan pekerjaan dengan arah dan tujuan untuk kualitaspelayanan
b. Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa pemborosan sumber daya dan hematwaktu
c. Efektif adalah berhasil guna, menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
d. Inovatif adalah suatu yang baru sebagai perwujudan ide kreativitas untuk meningkatkan mutupelayanan.
Hal-hal yang berkaitan dengan nilai komitmen mutu adalah :
1. Inovasi: Menurut Kuniyoshi Urabe, inovasi merupakan setiap kegiatan yang tidak bisa dihasilkan dengan satu kali pukul, melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif, meliputi banyak proses pengambilan keputusan, mulai dari penemuan gagasan hingga ke implementasian nya di pasar.
2. Efektif : Pengertian efektif adalah cara mencapai suatu tujuan dengan pemilihan cara yang benar dari beberapa alternatif, kemudian mengimplimentasikan pekerjaan dengan tepat dengan waktu yang cepat.
20
3. Efisien: efisiensi merupakan hubungan atau perbandingan antara keluaran (output) atau hasil barang dan jasa yang dihasilkan dengan masukan (input) yang langka dalam satuan unit kerja atau ketetapan cara (usaha, kerja) dalam melakukan sesuatu (tidak membuang-buang waktu, tenaga dan biaya)
2 Kontrol: Sistem kendali atau sistem kontrol (control system) adalah suatu alat (kumpulan alat) untuk mengendalikan, memerintah, dan mengatur keadaan dari suatu sistem. ... Dalam sistem yang otomatis, alat semacam ini sering dipakai untuk peluru kendali sehingga peluru akan mencapai sasaran yang diinginkan.
5. Tanggung Jawab: adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
6. Kualitas adalah tingkat baik atau buruknya, mutu, taraf atau derajat sesuatu. Dalam hal ini, kata “sesuatu” dapat mewakili banyak hal, baik itu sebuah barang, jasa, keadaan, maupun hal lainnya.
7. Nyaman adalah ketika kita berada di suatu titik atau keadaan yang tidak mengharapkan sesuatu yang lebih dari keadaan kita saat ini dan cenderung ingin terus mempertahankannya.
8. Aman: 1 bebas dari bahaya,2 bebas dari gangguan, 3 terlindung atau tersembunyi;
tidak dapat diambil orang 4 pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko,5 tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa.
9. Kreatifitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik yang benar-benar merupakan hal baru atau sesuatu ide baru yang diperoleh dengan cara menghubungkan beberapa hal yang sudah ada dan menjadikannya suatu hal baru 10. Dapat dipercaya adalah perilaku apabila diberikan kepercayaan/mandat/perintah,dsb
penerima tersebut dapat menjalankannya dengan baik sehingga memberikan rasa aman kepada pemberi kepercayaan.
5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin, yaitu Corruptio yang artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi juga sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Sebagai
21
PNS, dampak korupsi tidak hanya sekedar menimbulkan kerugian keuangan negara, namun juga dapat menimbulkan kerusakan kehidupan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, namun juga secara jangka panjang.
Anti korupsi dapat diidentifikasi ke dalam 9 (sembilan) nilai yang terdiri dari Nilai- nilai anti korupsi antara lain:
b. Kejujuran
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang bisa menjadi pribadi yang berintegritas;
c. Kepedulian
Kepedulian kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih sayang.
Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan uluran tangan;
d. Kemandirian
Sifat kemandirian yang dimiliki seseorang memungkinkan untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara efektif. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat;
e. Kedisiplinan
Ketekunan dan konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya;
f. Tanggung Jawab
Pribadi yang sadar bahwa segala tindakan dan kegiatan yang dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya;
g. Kerja keras, Individu yang memiliki etos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya;
h. Kesederhanaan, gaya hidup yang sederhana yaitu dibiasakan untuk tidak hidup boros;
i. Keberanian, Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan; dan
22
j. Keadilan, Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Bila dia seorang pimpinan maka dia akan memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya.
E. Kedudukan dan Peran ASN
Untuk mewujudkan birokrasi yang professional dalam menghadapi tantangan- tantangan global, pemerintah melalui UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara telah bertekad untuk mengelola aparatur sipil negara menjadi semakin professional.
Undang-undang ini merupakan dasar dalam manajemen aparatur sipil negara yang bertujuan untuk membangun aparat sipil negara yang memiliki integritas, profesional dan netral serta bebas dari intervensi politik, juga bebas dari praktek KKN, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat.
1. Manajemen ASN
Manejemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, beba dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang unggul selaras dengan perkembangan jaman
a. Kedudukan ASN
Kedudukan atau status jabatan PNS dalam sistem birokrasi selama ini dianggap belum sempurna untuk menciptakan birokrasi yang profesional. Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi, maka konsep yang dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas. Berikut beberapa konsep yang ada dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentangASN.
1) Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
2) Pegawai ASN berkedudukan sebagai apartur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partaipolitik.
3) Kedudukan ASN berada di pusat, daerah dan luar negeri. Namun demikian pegawai ASN merupakankesatuan.
b. Peran ASN
Untuk menjalankan kedudukan pegawai ASN, maka pegawai ASN berfungsi dan bertugas sebagai berikut:
23 1) Pelaksana Kebijakan Public
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
2) Pelayan Publik
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional da berkualitas. Pelayanan publik merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundang- undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayananadministratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik dengan tujuan kepuasan pelanggan.
3) Perekat dan Pemersatu Bangsa
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. ASN senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, negara danpemerintah. ASN senantiasa menjunung tinggi martabat ASN serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan diri sendiri, seseorang dan golongan.
c. Hak dan Kewajiban ASN
Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan oleh hukum, suatu kepentingan yang dilindungi oleh hukum, baik pribadi maupun umum. Dapat diatikan bahwa hak adalah sesuatu yang patut atau layak diterima.
Agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, dapatmeningkatkan produktivitas, menjamin kesejateraan ASN dan akuntabel, maka setiap SN diberikan hak. Hak ASN dan PPPK yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN sebagai berikut:
Tabel 2.2
Perbedaan Hak PNS dan PPPK
Hak PNS Hak PPPK
- Gaji, tunjangan danfasilitas - Cuti
- Jaminan pensiun dan jaminan hari tua
- Gaji, tunjangan dan fasilitas - Cuti
- Perlindungan
- Pengembangan kompetensi
24 - Perlindungan
- Pengembangan kompetensi
Selain hak sebagaimana disebutkan di atas, berdasarkan pasal 70 UU No.
5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwasetiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. Berdasarkan Pasal 92 pemerintah juga wajib memberikan perlindungan berupa:
1) Jaminankesehatan;
2) Jaminan kecelakaankerja;
3) Jaminan kematian;dan 4) Bantuan hukum.
Sedangkan kewajiban adalah suatu beban atau tanggungan yang bersifat kontraktual. Dengan kata lain kewajiban adalah suatu yang sepatutnya diberikan.Pegawai ASN berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN wajib:
1) Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pemerintah yang sah;
2) Menjaga persatuan dan kesatuanbangsa;
3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yangberwenang;
4) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
5) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggungjawab;
6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luarkedinasan;
7) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
8) Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
d. Kode Etik dan Perilaku ASN
Dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dankode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN.
Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku agar pegawaiASN.
25
1) Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritastinggi;
2) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dandisiplin;
3) Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpatekanan;
4) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan;
5) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etikapemerintahan;
6) Menjaga kerahasiaan yang menyangkutkebijakan;
7) Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, danefisien;
8) Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalammelaksanakantugasnya;
9) Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingankedinasan;
10) Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat ataumencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk oranglain;
11) Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN;dan
12) Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.
2. Pelayanan Publik
Sebagaimana termuat dalam UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah partisipatif, transparan, responsif, tidak diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien, aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.
26
Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif, artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etiket pelayanan yang perlu diperhatikan oleh ASN terhadap pengguna jasa pada umumnya adalah sebagai berikut: Sikap atau perilaku; Ekspresi wajah; Penampilan; Cara berpakaian; Cara berbicara; Cara mendengarkan; dan Cara bertanya.
Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Selain untuk menjauhkan birokrasi dari pengaruh partai politik, hal ini dimaksudkan untuk menjamin keutuhan, kekompakan dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan segala perhatian, pikiran, dan tenaga pada tugas yang dibebankan kepadanya.
3. Whole of Government
a. Pengertian Whole of Government
Berdasarkan interpretasi analitis dan manifestasi empiris di lapangan maka WoG didefinisikan sebagai “suatu model pendekatan integratif fungsional satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik atau keadaan yang melekat antara lain:
tidak jelas sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku. Sesuai dengan karakteristik wicked problems.
b. Penerapan Whole of Government (WoG) dalam pelayanan terintegrasi
Terdapat beberapa cara pendekatan WoG yang dapat dilakukan, baik dari sisi penataan institusi formal maupun informal. Cara-cara ini pernah dipraktekkan oleh beberapa negara, termasuk Indonesia dalam level-level tertentu.
1) Penguatan koordinasi antar lembaga
Penguatan koordinasi dapat dilakukan jika jumlah lembaga-lembaga yang dikoordinasikan masih terjangkau dan manageable. Dalam prakteknya, span of control atau rentangkendali yang rasional akan sangat terbatas. Salah satu alternatifnya adalah mengurangi jumlah lembaga yang ada sampai
27
mendekatijumlah yang ideal untuk sebuah koordinasi. Dengan jumlah lembaga yang rasional, maka koordinasi dapat dilakukan lebihmudah.
2) Membentuk lembaga koordinasi khusus
Pembentukan lembaga terpisah dan permanen yang bertugas dalam mengkoordinasikan sektor atau kementrian adalah salah satu cara melakukan WoG. Lembaga koordinasi ini biasanya diberikan status lembaga singkatlebih tinggi, atau setidaknya setara dengan kelembagaan yang dikoordinasikan.
3) Membangun gugustugas
Gugus tugas merupakan bentuk pelembagaan koordinasi yang dilakukan di luar struktur formal, yang setidaknya tidak permanen. Pembentukan gugus tugas biasanya menjadi salah satu cara agar sumber daya yang terlibat dalam koordinasi tersebut dicabut sementara dari lingkungan formalnya untuk berkonsentrasi dalam proses koordinasitadi.
Tantangan yang akan dihadapi dalam penerapan WoG di tataran praktek sebagai berikut:
1) Kapasitas SDM daninstitusi
Kapasitas SDM dan institusi-institusi yang terlibat dalam WoG tidaklah sama. Perbedaan kapasitas ini bisa menjadi kendala serius ketika pendekatan WoG, misalnya mendorong terjadinya merger atau akuisisi kelembagaan, dimana terjadi penggabungan SDM dengan kualifikasi yang berbeda.
2) Nilai dan budayaorganisasi
Nilai dan budaya organisasi menjadi kendala ketika terjadi upaya kolborasi samapi dengan kelembagaan.
3) Kepemimpinan
Kepemimpinan menjadi salah satu kunci penting dalam pelaksanaan WoG.
Kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang mampu mengakomodasi perubahan nilai dan budaya organisasi serta meramu SDM yang tersedia guna mencapai tujuan yang diharapkan.
28 BAB III
KEGIATAN AKTUALISASI
Tabel 2.6 Kegiatan Aktualisasi No Kegiatan Tahapan kegiatan Output/hasil
kegiatan
Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan
Konstribusi terhadap Visi dan
Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 1. Melapor
kepada pimpinan terkait rancangan yang akan dilakukan
1.1 Menyediakan bahan konsultasi
Tersedianya bahan konsultasi.
Hasil:
Dokumentasi
Nilai – Nilai Dasar a. Akuntablitas
Pada saat melapor kepada pimpinan penulis akan jujur menyampaikan seluruh kegiatan yang penulis akan laksanakan dalam aktualisasi b. Nasionalisme
Dalam melakukan konsultasi penulis akan bekerja sama dengan pimpinan terkait isu yang akan dilaksanakan c. Etika Publik
Dalam melakukan konsultasi penulis akan berkonsultasi dengan pimpinan dengan bahasa yang sopan sehingga pimpinan merasa dihargai sebagai pimpinan tertinggi disekolah
Implementasi dari visi ke-2 yaitu:
Meningkatkan profesionalisme dan kreatifitas guru
Kerjasama
Disiplin
Tanggung jawab
29
d. Komitmen Mutu
Dalam melakukan konsultasi dengan pimpinan penulis akan merancang kegiatan secara efektif dan efesien dan tetap mengacu pada rancangan aktualisasi yang diseminarkan
e. Anti Korupsi
Dalam melakukan konsultasi dengan pimpinan penulis akan berani menyampaikan rancangan aktualisasi sehingga pimpinan
memahami apa yang penulis akan dilaksanakan
1.2 Mencatat arahana dari mentor
Terlaksananya konsultasi dengan pimpinan Hasil:
Catatan Arahan
Dokumentasi
Nilai – Nilai Dasar a. Akuntabilitas
Dalam mencatat saran dan masukan penulis akan
bertanggung jawab atas apa yang ditulis mentor yang akan dilaksanaka pada saat kegiatan
b. Nasionalisme
Dalam mencatat saran dan masukan penulis akan menjalin kerjasama yang
Implementasi dari visi ke-2 yaitu:
Meningkatkan profesionalisme dan kreatifitas guru
Kerjasama
Disiplin
Tanggung jawab
30
baik dengan mentor c. Etika Publik
Dalam mencatat saran dan masukan penulis akan menerapkan nilai sopan santun sehingga akan terkesan mentor dihargai d. Komitmen Mutu
Dalam mencatat saran dan masukan penulis akan mencatat hasil konsultasi yang disampaikan oleh mentor sehingga pertemuan dapat berlangsung dengan efektif dan efisien
e. Anti Korupsi
Dalam mencatat saran dan masukan penulis akan jujur dengan mencatat sesuai apa yang disampaikan oleh mentor
1.3 Meminta surat persetujuan pelaksanaan aktualisasi
Tersediannya surat persetujuan kegiatan
aktualisasi dari pimpinan Hasil:
Surat
Nilai – Nilai Dasar a. Akuntabilitas
Dalam membuat surat rekomendasi penulis bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi
Implementasi dari visi ke-3 yaitu:
membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat
Kerjasama
Tanggung jawab
Integritas
31 Persetujuan
Dokumentasi
b. Nasionalisme
Dalam membuat surat rekomendasi penulis rela mengorbankan waktu selama membuat rencana kegiatan
c. Etika Publik
Dalam membuat surat rekomendasi penulis menggunakan kalimat yang sopan sehingga merasa dihargai pimpinan d. Komitmen Mutu
Dalam membuat konsep rekomendasi penulis rencana aktualisasi yang inovatif
e. Anti Korupsi Dalam membuat rekomendasi penulis rencana aktualisasi secara disiplin
Keterkaitan dengan Agenda III
Penulis mencoba menempatkan pimpinan pada posisi terhormat, menawarkan konsep perubahan inovatif sehingga pimpinan merasa puas dengan kinerja penulis. Penulis juga mengajak pimpinan turut bekerja sama mewujudkan kegiatan guna mencapai tujuan perbaikan pelayanan institusi. Penulis menunjukkan kesan ASN yang sopan dan beretika dengan sikap sopan penuh penghormatan kepada pimpinan.
ANALISIS DAMPAK
32
1. Dampak Bila Kegiatan tidak terlaksana : Konsultasi dengan pimpinan tertunda 2. Perkiraan Hambatan : Kepala sekolah tidak berada disekolah
3. Alternatif Solusi : Melakukan konsultasi melalui Telepon atau video call
2. Menyiapkan media
pembelajaran
2.1 Mengidentifikasi alat dan bahan yang akan digunakan
Terpilihnya alat dan bahan yang akan digunakan Hasil:
Dokumentasi
Nialai – Nilai Dasar a. Akuntabilitas
Dalam mengidentifikasi alat dan bahan penulis
bertanggung jawab dalam memilih alat dan bahan . b. Nasionalisme
Dalam mengidentifikasi alat dan bahan penulis rela mengorbankan waktu untuk memilih alat dan bahan
c. Etika Publik
Dalam mengidentifikasi alat dan bahan penulis cermat dalam memilih alat dan bahan
d. Komitmen Mutu
Dalam mengidentifikasi alat dan bahan penulis
berorientasi pada mutu dalam memilih alat dan bahan
Implementasi dari visi ke-1 yaitu:
membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif, kompetitif, sesuai dengan perkembangan zaman.
Kerjasama
Disiplin
Tanggung jawab
Mandiri
33
e. Anti Korupsi
Dalam mengidentifikasi alat dan bahan penulis akan bekerja keras dalam memilih alat dan bahan 2.2 Menyiapkan alat
dan bahan yang akan digunakan
Tersedianya alat dan bahan untuk membuat alat peraga Hasil:
Alat dan Bahan yang terkumpul
Dokumentasi
Nilai – Nilai Dasar a. Akuntabilitas
Pada saat menyiapkan alat dan bahan penulis akan bertanggung jawab ketika digunakan dalam proses aktualisasi
b. Nasionalisme
Dalam menyiapkan alat dan bahan penulis rela
berkorban waktu pada saat menyiapkan alat dan bahan.
c. Etika Publik
Dalam menyiapkan alat dan bahan penulis cermat pada saat menyiapkan alat dan bahan
d. Komitmen Mutu
Dalam menyiapkan alat dan bahan penulis berorientasi pada mutu dalam
menyiapkan alat dan bahan e. Anti Korupsi
Implementasi dari visi ke-1 yaitu:
membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif, kompetitif, sesuai dengan perkembangan zaman.
Kerjasama
Disiplin
Tanggung jawab
Mandiri
34
Dalam menyiapkan alat dan bahan penulis bekerja keras pada saat menyiapkan alat dan bahan
2.3 Membuat alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran
Tersedianya alat peraga
Hasil:
Dokumentasi
Niali – Nilai Dasar a. Akuntabilitas
Dalam membuat alat peraga, penulis akan bertanggung jawab pada saat digunakan dalam pembelajaran
b. Nasionalisme Dalam membuat alat peraga, penulis akan rela mengorbankan waktu pada saat membuat alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran c. Etika Publik
Pada saat membuat alat peraga, penulis akan sabar dalam membuat alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaan
d. Komitmen Mutu Pada saat membuat alat peraga, penulis akan
berinovasi dalam membuat
Implementasi dari visi ke-1 yaitu:
membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif, kompetitif, sesuai dengan perkembangan zaman.
Kerjasama
Disiplin
Tanggung jawab
Mandiri
35
alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran e. Anti Korupsi
Pada saat membuat alat peraga, penulis akan mandiri dalam membuat alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran Keterkaitan dengan agenda (Pelayanan Publik, WoG dan Manajemen ASN)
Penulis mencoba bersikap partisipatif dalam merancang media perkalian dan pembagian yang akan di buat, menawarkan konsep mengintegrasikan berbagai keterampilan yang dimiliki sehingga media pembelajaran dapat dirancang dengan sebaik mungkin. Penulis berusaha menunjukkan kesan ASN yang profesionalitas dalam menyiapkan perencanaan pembuatan media perkalian dan pembagian.
ANALISIS DAMPAK :
1. Dampak Bila Kegiatan tidak terlaksana : Penelitian tidak akan berlangsung 2. Perkiraan Hambatan : kurangnya keterampilan siswa
3.Alternatif Solusi : memberikan contoh terlebih dahulu kepada siswa terkait keterampilan merancang
36 3. Membuat
RPP materi perkalian dan pembagian
1 Menysun RPP berdasarkan Langkah-langkah penyusunan RPP
Tersedianya kurikulum K13 sebagai
pedoman
➢ Akuntabilitas
Bertanggung jawab dalam menggunakan kurikulum 2013.
➢ Nasionalisme
Bekerjasama dengan rekan guru dalam membuat perangkat pembelajaran.
➢ Etika Publik
Sopan Saat bersama rekan guru
➢ Komitmen Mutu Berinovatif dalam membuat bahan ajar
➢ Anti Korupsi
Bekerja keras dalam bekerja
Menumbuh
kembangkan potensi siswa sesuai dengan perkembangan IPTEK, serta Meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung
Prifesionalism e dalam membuat RPP, serta Selalu berinovatif dan
membangun Kreatifitas dalam
membuat RPP dan soal pretest dan posttest 2 Mencetak (Print
out) RPP yang sudah baku/jadi
Tersedianya
RPP ➢ Akuntabilitas
Bertanggung jawab dalam membuat RPP
➢ Nasionalisme
Bekerjasama dengan rekan guru dalam membuat perangkat pembelajaran.
➢ Etika Publik
Terbuka kepada rekan guru
➢ Komitmen Mutu Berinovatif dalam membuat bahan ajar
➢ Anti Korupsi
Disiplin menggunakan waktu dalam membuat RPP
37 3 Mengkonsultasikan
RPP kepada pimpinan
Tersedianya Bahan ajar
Akuntabilitas
Integritas dalam memilih bahan ajar yang relevan
Nasionalisme
Kerja sama dengan rekan guru saat memilih buku ajar
Etika Publik
Bersikap hormat kepada rekan kerja
Komitmen Mutu
Berinovatif dalam membuat dan memilih bahan ajar yang relevan Anti Korupsi
Berani dan bertanggung jawab dalam memilih bahan ajar
Keterkaitan dengan Agenda III:
Manajemen ASN akuntabilitas dalam memahami membuat media ajar terkait dengan pembelajaran 4. Meningkatkan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan
menggunakan metode
permainan
3.1 Membuat soal pretes dan postes
Tersedianya soal pretes dan postes Hasil:
Lembaran Soal dan Lembaran jawaban
Dokumentasi
Nilai – Nilai Dasar a. Akuntabilitas
Dalam membuat soal pretest dan postest, penulis akan membuat soal dengan jelas dan singkat sehingga mudah dipahami siswa
b. Nasionalisme
Ketika membuat soal pretest dan postest, penulis akan semangat dalam membuat
Implementasi dari visi ke-3 yaitu:
membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat
Kerjasama
Disiplin
Tanggung jawab
Mandiri