• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 3 Lubuklinggau Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : XI/Ganjil

Tema : Termokimia

Sub Tema : Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm Pertemuan Ke : I (Satu)

Alokasi Waktu : 10 Menit A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui pembelajaran model Discovery Learning dengan demonstrasi diharapkan peserta didik dapat : 1. Menjelaskan pengertian reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.

2. Mengidentifikasi reaksi eksoterm dan endoterm dalam kehidupan sehari-hari.

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Aktivitas Guru Aktivitas Siswa

Pendahuluan  Memberikan salam dan berdoa sebelum memulai pembelajaran.

 Menanyakan kabar dan memeriksa kehadiran peserta didik sebagai bentuk pengkondisian kesiapan peserta didik dan pembentukan karakter disiplin.

 Menyampaikan materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan diajarkan.

 Memberikan pertanyaan mengenai sistem dan lingkungan yang telah dipelajari pada pelajaran sebelumnya.

 Siswa menjawab salam, berdoa dan melakukan presensi

 siswa menjawab kabar dari guru

 siswa memperhatikan guru

 siswa menanggapi pertanyaan yang disampaikan guru sebagai respon apersepsi.

2 Menit

Kegiatan Inti  Guru menyediakan beberapa demonstrasi terkait perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari seperti : pembakaran lilin, dan pelelehan es batu.

 Guru merangsang siswa untuk merumuskan masalah tentang perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm berdasarkan sifatnya.

 Guru memandu demontrasi terkait beberapa fenomena yang sudah disiapkan, lalu mendorong siswa untuk mengamati dan melakukan pencatatan hasil pengamatan.

 Guru mendorong siswa untuk menganalisis hasil pengamatan yang telah dilakukan.

 Guru dan siswa mendorong siswa membahas hasil demonstrasi.

 Guru mendorong siswa menyimpulkan perbedaan antara reaksi eksoterm dan endoterm.

 Guru memberikan beberapa persoalan untuk mendukung pemahaman siswa seputar reaksi eksoterm dan endoterm.

 Siswa memperhatikan beberapa alat dan bahan yang sudah disiapkan guru.

 Siswa mulai bertanya-tanya perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm.

 Siswa memperhatikan setiap demonstrasi yang dilakukan guru, lalu mencatat hasil pengamatan yang telah dilakukan.

 Siswa menganalisis hasil pengamatan yang telah dilakukan.

 Siswa Bersama guru menyimpulkan perbedaan antara reaksi eksoterm dan endoterm.

 Siswa mengerjakan beberapa permasalahan untuk

6 Menit

(2)

reaksi eksoterm dan endoterm Penutup  Guru Bersama siswa menyimpulkan

pembelajaran hari ini.

 Menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

 Do’a Bersama dan salam

 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.

 Siswa mendengar penjelasan dari guru

 Siswa mengikuti doa dan menjawab salam.

2 Menit

C. PENILAIAN PEMBELAJARAN

1. Penilaian sikap dilakukan selama proses pembelajaran dengan cara pengamatan dan observasi.

2. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan cara tes tulis selama proses pembelajaran.

3. Penilaian keterampilan dilakukan dengan cara observasi kinerja saat demonstrasi dan mengkomunikasikan hasil demonstrasi.

Mengetahui, Lubuklinggau, 18 April 2022

Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

PUGUH PURNOMO, S.Pd., M.Pd. SUWARNI, S.Pd., M.Pd.

NIP. 19630907 199003 1 005 NIP. 19810118 200501 2 008

(3)

Lampiran 1

MATERI PEMBELAJARAN

TERMOKIMIA (REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM) A. TERMOKIMIA

Termokimia adalah salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor (panas) suatu zat dalam suatu reaksi kimia. Kalor adalah salah satu bentuk energi yang dapat dipertukarkan antara sistem dan lingkungan. Kalor reaksi adalah perubahan energi dalam reaksi kimia dalam bentuk kalor. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit.

1. Sistem dan Lingkungan

Gbr 1.1 Sistem Terbuka Gbr 1.2 Sistem tertutup Gbr 1.3 Sistem isolasi

Sistem adalah segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian. Sistem merupakan bagian yang sedang diamati perubahan energinya. Misalnya dalam pengamatan proses pelarutan garam dapur dalam air, maka garam dapur dan air merupakan sistem. Lingkungan merupakan bagian diluar sistem.

Contohnya dalam proses pelarutan garam dapur tersebut, maka selain garam dapur dan air merupakan lingkungan, misalnya udara disekitarnya.

Sistem dibagi menjadi tiga, yaitu :

a. Sistem terbuka merupakan sistem yang memungkinkan pertukaran energi dan materi antara sistem dan lingkungan. Contoh melarutkan garam dapur di gelas yang terbuka.

b. Sistem tertutup merupakan sistem yang memungkinkan pertukaran energi antara sistem dan lingkungan, tetapi tidak memungkinkan terjadinya pertukaran energi. Contoh : mengamati perubahan panas pada reaksi pelarutan ditempat gelas yang tertutup. Pada keadaan itu materi tidak dapat keluar atau masuk ke dalam gelas, karena gelas dalam keadaan tertutup. Akan tetapi energi masih dapat keluar masuk gelas tersebut. Hal ini ditandai dengan panas yang menempel pada dinding gelas atau sebaliknya energi panas dapat dialirkan ke dalam sistem tersebut dengan cara dipanaskan di atas nyala api.

c. Sistem terisolasi merupakan sistem yang tidak memungkinkan pertukaran energi dan materi antara sistem dan lingkungan karena adanya batas yang mengisolasi sistem dan lingkungan. Contohnya air dalam termos. Air panas yang disimpan dalam termos tidak mengalami perubahan panas dan volume air tidak berkurang. Dengan demikian, baik benda maupun energi panas tidak mengalami perubahan.

(4)

Reaksi termokimia dapat dibedakan menjadi reaksi endoterm dan reaksi eksoterm.

a. Reaksi Endoterm

Reaksi endoterm merupakan reaksi kimia dari reaktan yang memiliki entalpi rendah, namun menghasilkan produk dengan entalpi tinggi. Karena entalpi reaktannya rendah, sistem membutuhkan energi tambahan untuk melepaskan ikatan sehingga terjadilah penyerapan kalor dari lingkungan sekitarnya ke sistem. Hal ini menyebabkan penurunan suhu pada reaksi endoterm. Reaksi endoterm dirumuskan dengan persamaan berikut :

∆H = Hproduk - Hreaktan > 0

Jadi, entalpi reaksi endoterm akan selalu bernilai positif. Berikut adalah contoh persamaan reaksi endoterm

CO2(g) + H2(g)  CO(g) + H2O(g) ∆H = 43 kj

Reaksi tersebut adalah reaksi pembentukan air dari karbon dioksida. Reaksi tersebut memiliki entalpi positif yang berarti reaksi tersebut menyerap panas dan juga mengalami penurunan suhu. Es batu yang meleleh, penguapan air, bahkan menggoreng makanan dalam wajan juga termasuk reaksi endoterm karena sama-sama menyerap panas dari lingkungan sekitar.

Gbr 2.1 Batu es mencair Gbr 2.2 Penguapan Air Gbr 2.3 Menggoreng Makanan b. Reaksi Eksoterm

Reaksi eksoterm kebalikan dari reaksi endoterm. Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia dari reaktan yang memiliki entalpi rendah. Reaksi eksoterm menghasilkan produk dengan entalpi tinggi karena memiliki energi yang tinggi. Reaksi ini melepaskan panas ke lingkungannya menyebabkan suhu naik seiring dengan berlangsungnya reaksi. Reaksi eksoterm dirumuskan sebagai berikut :

∆H = Hproduk - Hreaktan < 0

Dari persamaan terlihat bahwa entalpi total reaksi eksoterm selalu bernilai negative, hal ini karena reaksi eksoterm yang selalu melepaskan energi pada lingkungannya. Kayu yang dibakar secara api unggun, pembakaran lilin, kembang api saat acara tahun baru, pembuatan es batu serta bom yang dipergunakan dalam perang merupakan contoh reaksi eksoterm.

Gbr 2.4 Api Unggun Gbr 2.5 Pembakaran Lilin Gbr 2.6 Bom Meledak

(5)

Lampiran 2

TABEL PENGAMATAN DEMONSTRASI

Nama :

Kelas : X DPIB 1

Materi : Termokimia

Judul Demonstrasi : Reaksi Eksoterm dan Endoterm dalam Kehidupan Sehari-hari Tujuan Demonstrasi : Mengidentifikasi Perbedaan Reaksi Eksoterm dan Endoterm A. Alat dan Bahan

1. Lilin 2. Korek api

3. Es batu dalam gelas 4. Termometer 5. Penggaris B. Prosedur

Percobaan pertama

1. Ukur suhu ruang yang berjarak 10 cm dari lilin menggunakan termometer sebelum lilin dinyalakan.

2. Nyalakan lilin, amati perubahan termometer selama 1 menit.

3. Ukur suhu ruang yang berjarak 10 cm dari lilin yang telah nyala.

4. Catat semua hasil pengamatan

Percobaan kedua

1. Ukur suhu dalam gelas sebelum diberi es batu

2. Masukkan es batu ke dalam gelas, amati perubahan termometer selama 1 menit.

3. Ukur suhu gelas yang berisi es batu setelah 1 menit 4. Catat semua hasil pengamatan

C. Hasil Pengamatan Percobaan pertama

No Suhu Sebelum (°C) Suhu Sesudah (°C) Hasil Pengamatan Lain Keterangan

Percobaan kedua

No Suhu Sebelum (°C) Suhu Sesudah (°C) Hasil Pengamatan Lain Keterangan

D. Hasil Analisis

………

………

………

………

Nilai Catatan Guru Paraf Guru Paraf Siswa

(6)

SOAL EVALUASI

Soal Kunci

Jawaban

Skor Jawablah pertanyaan berikut dengan teliti dan sungguh-sungguh!

1. Perhatikan beberapa gambar berikut :

(1) (2) (3) (4)

Gambar di atas menunjukkan beberapa fenomena perpindahan kalor di kehidupan sehari-hari. Manakah yang termasuk reaksi eksoterm ?

a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 1 dan 4 d. 2 dan 3 e. 2 dan 4

e. 2 dan 4 1

2. Seorang siswa sedang melakukan percobaan di laboratorium. Ia sedang mereaksikan beberapa zat kimia. Ia mencatat hasil pengamatannya terkait perubahan suhu dari reaksi-reaksi yang dilakukan sebagaimana data berikut : Percobaan ke Reaksi Suhu Sebelum

(°C)

Suhu Sesudah (°C)

1 A + B 25 70

2 A + C 27 49

3 B + C 40 25

4 A + B + C 35 30

Berdasarkan data percobaan di atas, pernyataan yang tepat adalah….

a. Reaksi 1 endoterm, reaksi 3 eksoterm b. Reaksi 2 dan 3 adalah endoterm

c. Reaksi 2 eksoterm, reaksi 4 endoterm d. Reaksi 3 endoterm, reaksi 4 eksoterm e. Reaksi 1,2,3 eksoterm

c. Reaksi 2 eksoterm, reaksi 4 endoterm

1

3. Pernyataan di bawah ini yang termasuk ke dalam reaksi endoterm adalah….

a. Besi berkarat b. Merebus air c. Air mengalir d. Ledakan bom e. Pembakaran lilin

b. Merebus air

1

Skor Total 3

RUBRIK PENILAIAN

Nilai akhir = Skor yang diperoleh x 100 % Skor total

(7)

Lampiran 4. Penilaian Aspek Keterampilan

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN KETERAMPILAN Satuan Pendidikan : SMK Negeri 3 Lubuklinggau

Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/Ganjil

Tema : Termokimia

Sub Tema : Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm Petunjuk :

Berilah tanda cheklist (√) pada aspek keterampilan yang ditunjukkan pada saat peserta didik melakukan unjuk kerja!

No Nama Peserta Didik

Aspek Keterampilan Menyimpulkan

Skor Menuliskan

Data Percobaan

Menghubungkan Data Percobaan dengan Ciri-ciri reaksi eksoterm dan Endoterm

Menyimpulkan Perbedaan

Reaksi Eksoterm dan

Endoterm 1

2 3 dst

RUBRIK PENILAIAN

SKOR KRITERIA

3 Jika semua aspek dipenuhi

2 Jika memenuhi 2 aspek

1 Jika memenuhi 1 aspek

0 Jika tidak memenuhi aspek ketiganya

(8)

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP Satuan Pendidikan : SMK Negeri 3 Lubuklinggau

Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/Ganjil

Tema : Termokimia

Sub Tema : Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm Petunjuk :

Berilah tanda cheklist (√) pada aspek sikap yang ditunjukkan pada saat peserta didik melakukan unjuk kerja!

No Nama Peserta Didik

Aspek Keterampilan Menyimpulkan

Skor Aktif

Mengamati Obyek Pengamatan

Mencatat Hasil Pengamatan

Tekun dalam Melakukan Pengamatan 1

2 3 dst

RUBRIK PENILAIAN

SKOR KRITERIA

3 Jika semua aspek dipenuhi

2 Jika memenuhi 2 aspek

1 Jika memenuhi 1 aspek

0 Jika tidak memenuhi aspek ketiganya

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning dan pendekatan saintifik, peserta didik mampu menentukan sistem dan lingkungan, menentukan perbedaan reaksi endoterm dan

Melalui kegiatan pembelajaran discovery learning dalam membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan hasil percobaan dan diagram tingkat energi, maka

Reaksi eksoterm terjadi jika entalpi standar zat-zat yang bereaksi lebih besar dari entalpi standar zat-zat hasil reaksi.Sehingga pada perubahan kimia sebagian

Membedakan reaksi yang melepas kalor (eksoterm) dengan reaksi yang menerima kalor (endoterm) melalui diagram entalpi reaksi. Menuliskan persamaan reaksi termokimia.

• Peserta didik bersama dengan pendidik membahas atau melakukan tanya jawab mengenai pertanyaan yang terdapat dalam LKPD reaksi eksoterm dan endoterm?. • Peserta

• Peserta didik bersama dengan pendidik membahas atau melakukan tanya jawab mengenai pertanyaan yang terdapat dalam LKPD reaksi eksoterm dan endoterm!. • Peserta

KD : 3.3 Memahami konsep reaski eksoterm dan endoterm, sistem dan lingkungan serta perubahan entalpi dalam

Reaksi kimia bersama sistem melepaskan kalor ke lingkungan yang disebut reaksi eksoterm, sedangkan reaksi kimia dengan sistem menyerap kalor dapat dikenal dengan reaksi endoterm.. Pada