MAKALAH
TEORI PERUBAHAN PERILAKU
Promosi Kesehatan
DOSEN PEMBIMBING : Bunda Sri Sumiati AB, M.Kes.
Disusun oleh :
DIV KEBIDANAN TK. II
POLITEKNIK KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
DIV KEBIDANAN
KATA PENGANTAR
Segala ucap syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya beserta segala kemudahan, sehingga tim penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Teori Perubahan Perilaku” dengan sebaik mungkin dan insya Allah bermanfaat bagi semua pembaca.
Dalam proses penyelesaian makalah ini, tim penulis banyak mendapatkan dorongan serta bimbingan dari berbagai pihak, karenanya pada kesempatan ini tim penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya.
1. Bunda Sri Sumiati AB, M.Kes. selaku dosen
2. Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung ikut membantu penyusunan tugas ini
Dengan selesainya makalah sebagai salah satu tugas “Promosi kesehatan” ini, tim penulis menyadari bahwa makalah penuh dengan kekurangan,oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan untuk makalah yang lebih baik kedepannya. Dan akhirnya dengan penuh harapan semoga makalah ini bermanfaat juga menambah wawasan bagi pembaca.
Bengkulu, Februari 2017
DIV Kebidanan
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... 1
KATA PENGANTAR... 2
DAFTAR ISI... 3
BAB 1. PENDAHULUAN... 4
A. Latar Belakang... 4
B. Rumusan Masalah... 4
C. Tujuan... 4
BAB 2. PEMBAHASAN ... 5
TEORI PERUBAHAN PERILAKU PROMOSI KESEHATAN A. Teori Bloom... 5
B. Teori Lawrence Green... 9
C. Snehandu B Karr... 17
D. Teori WHO... 22
E. Teori HBM... 27
F. Teori Sterss Coping... 37
BAB 3. PENUTUP... 47
A. Kesimpulan... 47
B. Saran ... 47 DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan respon. Perilaku tersebut dibagi lagi dalam 3 domain yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Kognitif diukur dari pengetahuan, afektif dari sikap psikomotor dan tindakan (ketrampilan).
Pengetahuan diperoleh dari pengalaman, selain guru, orang tua, teman, Perubahan perilaku dalam diri seseorang dapat terjadi melalui proses belajar.
lndividu atau masyarakat dapat merubah perilakunya bila dipahami faktor- faktor yang berpengaruh terhadap berlangsungnya dan berubahnya perilaku tersebut. Ada beberapa hal yang mempengaruhi perilaku seseorang, sebagian terletak di dalam individu sendiri yang disebut faktor intern dan sebagian terletak diluar dirinya yang disebut faktor ekstern, yaitu faktor lingkungan.
Faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku adalah perilaku itu sendiri yang dipengaruhi oleh karakteristik individu, penilaian individu terhadap perubahan yang di tawarkan, interaksi dengan petugas kesehatan yang merekomendasikan perubahan perilaku, dan pengalaman mencoba merubah perilaku yang serupa.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana teori perubahan perilaku Bloom ?
2. Bagaimana teori perubahan perilaku Lawrence Green ? 3. Bagaimana teori perubahan perilaku Snehandu B Karr ? 4. Bagaimana teori perubahan perilaku WHO ?
5. Bagaimana teori perubahan perilaku HBM ?
6. Bagaimana teori perubahan perilaku Stress Coping ? C. Tujuan
Untuk memberikan wawasan pengetahuan tentang teori perubahan perilaku Bloom, Lawrence Green, Shehandu B Karr, WHO, HBM, Stress Coping.
TUGAS PROMOSI KESEHATAN
TEORI PERUBAHAN PERILAKU BLOOM
DOSEN PEMBIMBING : SRI SUMIATI, S.Pd. M.Kes KELOMPOK 1
Masdiana
Mutiara Miftahul Jannah Niken Agustina
Tri Susanti Unthia Awanda Oktari
Willia Sari Yolanda Vebyola
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN
KESEHATAN BENGKULU TAHUN AKADEMIK 2016/2017
DIV KEBIDANAN
TEORI BLOOM
Menurut Bloom, 1978, yang termasuk ke dalam determinan kesehatan meliputi genetic, lingkungan, peleyanan kesehatan, dan perilaku individu.
Determinan kesehatan pada penyakit degenerative berupa : genetic: bakat penyakit dari seorang individu yang diturunkan oleh orang tuanya; misalnya
hipertensi, DM dan sebagaianya. Lingkungan meliputi keterpaparan individu dari hal yang menyebabkan penyakit degenerative, misalnya terpapar radiasi dll.
Determinan perilaku dalam hal penyakit degenerative misalnya adalah gaya hidup individu yang menyebabkan munculnya penyakit degenaratif, misanya gemar mengkonsumsi diet yang tinggi kolesterol, MSG, dll. Determinan pelayanan kesehatan pada penyakit degenerative meliputi kemmpuan dan ketersediaan institusi pelayanan kesehatan dalam menangani penyakit degenerative.
Menurut Bloom, seperti dikutip Notoatmodjo (2003), membagi perilaku itu di dalam 3 domain (ranah/kawasan), meskipun kawasan-kawasan tersebut tidak mempunyai batasan yang jelas dan tegas. Pembagian kawasan ini dilakukan untuk kepentingan tujuan pendidikan, yaitu mengembangkan atau meningkatkan ketiga domain perilaku tersebut, yang terdiri dari ranah kognitif (kognitif domain), ranah affektif (affectife domain), dan ranah psikomotor (psicomotor domain).
Dalam perkembangan selanjutnya oleh para ahli pendidikan dan untuk kepentingan pengukuran hasil, ketiga domain itu diukur dari :
1. Pengetahuan (kognitif)
Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Tanpa pengetahuan seseorang tidak mempunyai dasar untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi.
Ada enam tingkatan domain pengetahuan yaitu : a. Tahu (Know)
b. Memahami (Comprehension) c. Aplikasi
d. Analisis e. Sintesa f. Evaluasi
Domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang, ialah:
a. Proses adopsi perilaku b. Awareness
c. Interest d. Evaluation e. Trial
f. Adoption 2. Sikap (afektif)
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap mempunyai tiga komponen pokok :
a. Kepercayaan (keyakinan), ide, konsep terhadap suatu objek b. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek c. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave)
d. Seperti halnya pengetahuan, sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan :
1) Menerima (receiving) 2) Merespon (responding) 3) Menghargai (valuing)
4) Bertanggung jawab (responsible) 3. Praktik atau tindakan (piskomotor)
Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan yang nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas dan faktor dukungan (support) praktik ini mempunyai beberapa tingkatan :
a. Persepsi (perception)
b. Respon terpimpin (guide response) c. Mekanisme (mecanism)
d. Adopsi (adoption)
DAFTAR PUSTAKA
Notoatmodjo, Soelidjo.2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta: Rineka Cipta Notoatmodjo, Soekidjo.2010. Promosi Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta
Notoatmodjo, Soelidjo.2003. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta
Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. 2006. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta. 2003.
Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
Jakarta : Rineka Cipta
MAKALAH
TEORI PERUBAHAN PERILAKU LAWRENCE GREEN
Promosi Kesehatan
DOSEN PEMBIMBING : Bunda Sri Sumiati AB, M.Kes.
Kelompok 2 :
1. Dwi Gita Pratiwi
2. Hanifa
3. Indah Muthara 4. Lucy Dwi Sari 5. Renda Pramesti 6. Siska Winarti 7. Vita Afriani
POLITEKNIK KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2016/2017 DIV KEBIDANAN
TEORI LAWRENCE GREEN
Beberapa teori telah dicoba untuk mengungkapkan deteminan perilaku dari analisis factor-faktor yang memengaruhi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, salah satunya adalah teori Lawrence Green (1980). Green mencoba menganalisis perilaku manusia dari tingkat kesehatan. Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh dua factor pokok ,yaitu factor perilaku (behavior causes) dan faktor diluar perilaku (nonbehavior causes) selanjutnya perilaku itu sendiri ditentukan atau terbentuk dari tiga faktor yang menentukan prilaku sehingga menimbulkan perilaku yang positif adalah sebagai berikut:
a. Faktor predisposisi (predisposing factors)
Faktor predisposisi merupakan faktor anteseden terhadap perilaku yang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku, yang termasuk dalam faktor ini adalah pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, norma social, dan pengalaman. Sebagai contoh: perilaku ibu hamil dalam minum tablet Fe akan termotivasi apabila ibu hamil tersebu tau manfaat dari tablet Fe.
Kepercayaan ibu hamil terhadap tablet Fe dapat mencegahnya anemia akan bertambah apabila ibu tersebut sudah punya pengalaman dari kehamilannya pertama.
b. Faktor pemungkin atau pendukung ( enabling factors)
Faktor pemungkin adalah faktor antecedent terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana yang termasuk dalam faktor ini adalah keterampilan, fasilitas, sarana, atau pra sarana yang
masyarakat. Sebagai contoh: ibu hamil akan mudah mendapatkan tablet Fe apabila tersedianya tablet Fe dipuskesmas atau rumah sakit.
c. Faktor penguat (reinforcing factors)
Faktor penguat merupakan faktor penyerta perilaku atau yang dating sesudah perilaku itu ada. Hal-hal yang termasuk dalam faktor ini adalah keluarga, teman, petugas kesehatan, dan sebagainya. Sebagai contoh: ibu hamil akan teratur minum tablet Fe apabila dia didukung atau diingatkan oleh keluarga, suami, dan sebagainya.
Model ini dapat digambarkan sebagai berikut:
B: f (PF,EF,RF) Dimana: B: Behavior
PF: Predisponding Factors EF: Enabling Factors RF: Reinforcing Factors F: Factors
Adapun skema kategori faktor yang member konstribusi atas perlaku kesehatan menurut L.Green (1980) adalah sebagai berikut.
Tiap-tiap perilaku kesehatan dapat dilihat sebagai fungsi dari pengaruh ketiga faktor yang dapat memengaruhi perilaku tersebut (predisposisi, pendukung, dan penguat). Dengan kata lain, program penyebaran informasi kesehatan tanpa memperhatikan pengaruh dari faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor penguat tidak akan berhasil memengaruhi perilaku.