• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PERENCANAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PERENCANAAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

43 BAB III

METODE PERENCANAAN

3.1 Lokasi Perencanaan

Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya merupakan tempat tinggal bagi mahasiswa selama mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. Asrama Mahasiswa Nusantara memiliki 5 lantai terdiri dari 4 massa bangunan. Proyek Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara berlokasi di Kota Surabaya, tepatnya JL. Jemur Andayani I Kota Surabaya dengan luas lahan 9975 m².

Gambar 3.1 Lokasi Proyek AMN

Gambar 3.2 Akses Lokasi Proyek AMN

(2)

Gambar 3.3 Kondisi Eksisting AMN

Gambar 3.4 Deliniasi Tapak

Gambar 3.5 Kondisi Sekitar Tapak

(3)

3.2 Data Teknis Bangunan

Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara memiliki beberapa Tower. Objek yang ditinjau pada tugas akhir ini adalah Tower A. Bentuk dasar Gedung AMN adalah Bujur Sangkar. Bujur Sangkar merupakan sebuah figur bidang yang memiliki empat sisi yang sama panjangnya dan empat buah sudut tegak lurus. Bujur Sangkar stabil jika diletakkan pada salah satu sisinya dan menjadi dinamis ketika berdiri di atas salah satu sudutnya. Luas bangunan Tower A 4632,3 m² dan untuk tinggi bangunannya sendiri mencapai 19,70 meter dengan tinggi antar lantai dari lantai dasar ke lantai 1 5,10 meter sedangkan tinggi antar lantai dari lantai 2 hingga lantai 5 yaitu 3,65 meter.

Gambar 3.6 Lay Out Asrama Mahasiswa Nusantara

(4)

Gambar 3.7 Denah Lantai Dasar

Gambar 3 8 Denah Lantai 1

(5)

Gambar 3.9 Denah Lantai 2

Gambar 3.10 Denah Lantai 3

(6)

Gambar 3.11 Denah Lantai 4

Gambar 3.12 Denah Atap

(7)

3.3 Data Perencanaan 3.3.1 Data Umum Proyek

Data umum Proyek Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara Kota Surabaya, Jawa Timur sebagai berikut :

• Nama Proyek : Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya

• Lokasi Proyek : JL. Jemur Andayani I Kota Surabaya, Jawa Timur

• Fungsi Bangunan : Asrama Mahasasiswa

• Tinggi Bangunan : 22,00 meter

• Luas Bangunan : 9975 m²

• Tinggi Antar Lantai : Lantai Dasar : 4,50 meter Lantai 2 : 3,65 meter Lantai 3 : 3,65 meter Lantai 4 : 3,65 meter Lantai 5 : 3,65 meter

3.3.2 Data Bahan

Data bahan yang akan digunakan dalam Perencanaan Struktur Gedung Asrama Mahasiswa Surabaya sebagai berikut :

a. Mutu Beton (fc’) : a. Kolom : 40 Mpa b. Balok dan Plat : 35 Mpa b. Mutu Baja (fy) : 400 Mpa

c. Baja Profil : BJ37 240 Mpa d. Tebal Plat : 125 mm

(8)

3.4 Pengumpulan Data 3.4.1 Data Primer

Data primer adalah jenis data yang diperoleh secara langsung dari subjek penelitian (tangan pertama). Data pokok dapat dideskrisikan sebagai jenis data yang diperoleh langsung dari pihak pertama subjek penelitian atau responden atau informan. Data primer pada penelitian ini menggunakan observasi langsung pada lokasi proyek dan survey toko material. Data Primer berupa data proyek yang akan dianalisis dalam tugas akhir ini. Proyek tersebut adalah proyek Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya , Data primer meliputi layout proyek, gambar kerja (shop drawing), data pekerjaan (RAB) ,data material dan sebagainya . Data primer diperoleh dari Konsultan, Kontraktor dan Pengawas pada proyek tersebut.

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder sendiri yaitu data yang didapat atau dikumpulkan peneliti dari semua sumber seperti pihak-pihak yang berhubungan dalam pembangunan gedung asrama mahasiswa nusantara Surabaya . Data sekunder biasanya bersumber dari pihak ketiga, hal ini dikarenakan sebagian besar sumber data berbentuk dokumen atau arsip dan opini para ahli. Data sekunder merupakan data pendukung yang dibutuhkan dalam penyusunan tugas akhir ini. Data sekunder sangat diperlukan, karena umumnya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama penyusunan tugas akhir. Data sekunder yang di butuhkan meliputi Rencana Anggaran Biaya, Time Schedule dan Data Teknis Proyek. Data- data ini diperoleh dari literatur yang berupa referensi dan jurnal, serta wawancara dengan para praktisi manajemen proyek.

3.5 Analisa Data

Analisa data yang akan dilakukan pada Tugas Akhir ini menggunakan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) dan Precedence Diagram Method (PDM). Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) digunakan untuk

(9)

mengeanalisis berapa keuntungan Kontraktor dalam Proyek Tersebut.S Sedangkan Metode PDM digunakan untuk menganalisis jaringan kerja Proyek secara keseluruhan.

Untuk perhitungan volume, analisa harga satuan, rencana anggaran biaya (RAB), produktivitas, durasi, serta kurva S menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2016. Untuk analisa mengenai lintasan kritis pada kegiatan proyek dengan Metode PDM maka menggunakan bantuan program Microsoft Project 2016.

3.5.1 Tahapan Perencanaan Biaya Pelaksanaan Dan Penjadwalan Menggunakan Ms. Excel

Dalam membuat rencana biaya (RAB maupun RAP), penjadwalan serta membuat kurva s dalam suatu proyek, maka dibutuhkan bantuan aplikasi software yaitu Microsoft Excel. Tahapan yang harus dilakukan dalam membuat penjadwalan waktu dan Kurva S antara lain yaitu:

1. Membuat Work Breakdown Structure (WBS) 2. Menghitung Volume Pekerjaan

3. Membuat Analisa Harga Satuan

4. Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) 5. Menentukan Produktivitas

6. Menentukan Durasi Dari Suatu Pekerjaan 7. Membuat Kurva S

(10)

3.5.2 Work Breakdown Structure (WBS)

WBS merupakan sebuah hirarki dekomposisi dari keseluruhan ruang lingkup pekerjaan tim proyek untuk melengkapi tujuan proyek dan deliverables yang dibutuhkan. Dalam membuat WBS kita harus mengetahui kegiatan apa saja yang akan dikerjakan pada suatu proyek.

WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail. hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik. Secara garis besar, melalui WBS dapat membuat jadwal, budgeting, hingga aktivitas apa saja yang harus dilakukan serta ruang lingkup di dalam proyek yang akan di kerjakan. WBS disusun berdasarkan dasar pembelajaran seluruh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi.

Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hierarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci. Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub kegiatan).

3.5.3 Volume Pekerjaan

Volume pekerjaan adalah besaran satuan volume pekerjaan sesuai dengan masing-masing item pekerjaan. Volume dihitung untuk memperoleh besarnya biaya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Dengan menghitung volume pekerjaan berdasarkan item pekerjaan yang telah ditentukan terlebih dahulu. Dengan menghitung volume pekerjaan berdasarkan item pekerjaan yang telah ditentukan terlebih dahulu. Volume pekerjaan umumnya dapat dihitung dalam satuan meter persegi (m2), meter kubik (m3), titik, atau unit. Volume pekerjaan nantinya dikalikan dengan harga satuan pekerjaan, sehingga didapatkan jumlah biaya pekerjaan. Volume pekerjaan tersebut dihitung berdasarkan pada gambar bestek dari bangunan yang akan dibuat. Semua bagian / elemen konstruksi yang ada pada gambar bestek harus dihitung secara lengkap dan teliti untuk mendapatkan perhitungan volume

(11)

pekerjaan secara akurat dan lengkap.

3.5.4 Membuat Analisa Harga Satuan

Harga satuan Pekerjaan merupakan harga satuan untuk tiap jenis/

item pekerjaan yang umumnya dilakukan dalam suatu pembangunan.

Untuk menentukan harga satuan dapat dilakukan analisa sendiri atau menggunakan analisa harga satuan yang sudah ada. Analisa harga satuan merupakan jumlah dari perkalian produktifitas tenaga, produktifitas peralatan, jumlah material yang digunakan dan alat bantu maka sebelum melakukan analisa harga satuan pekerjaan, kita perlu mengetahui harga upah, harga bahan, harga sewa peralatan dan alat bantu yang digunakan untuk pekerjaan ini. Acuan yang digunakan dalam analisa harga satuan dapat menggunakan HSPK daerah setempat maupun SNI.

Tabel 3.1 Analisa Harga Satuan

(12)

3.5.5 Rencana Anggaran Biaya

Rencana Anggaran Biaya dibuat dari analisa yang kita buat berdasarkan hasil perkalian dari item pekerjaan dengan volume serta hasil analisa setiap item pekerjaan. Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan rincian keseluruhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. RAB tersebut meliputi biaya pekerjaan persiapan, biaya izin instansi terkait (bila diperlukan), biaya pekerjaan utama dan biaya pengujian (commissioning) dan pajak yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya berpatokan pada volume dan harga satuan yang telah dihitung di awal. Pada perekapan di akhir biasanya ditambahkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 %.

Maksud dan tujuan penyusunan RAB bangunan adalah untuk menghitung biaya-biaya yang diperlukan suatu bangunan dan dengan biaya ini bangunan tersebut dapat terwujud sesuai dengan yang direncanakan. Tahapan-tahapan harus dilakukan untuk menyusun anggaran biaya adalah sebagai berikut (Ervianto, 2003) :

1. Melakukan pengumpulan data tentang jenis, harga serta kemampuan pasar menyediakan bahan/material konstruksi.

2. Melakukan pengumpulan data tentang upah pekerja yang berlaku di daerah lokasi proyek atau upah pekerja pada umumnya jika pekerja didatangkan dari luar daerah lokasi proyek.

3. Melakukan perhitungan analisis bahan dan upah dengan menggunakan analisis yang diyakini baik oleh si pembuat anggaran.

4. Melakukan perhitungan harga satuan pekerjaan dengan memanfaatkan hasil analisa satuan pekerjaan dan kuantitas pekerjaan.

5. Membuat rekapitulasi

(13)

3.5.6 Produktivitas

Dalam sebuah proyek konstruksi, rasio produktivitas adalah waktu yang diperlukan pada saat pekerjaan kontruksi. Produktivitas berkaitan dengan penggunaan sumber daya secara efisien untuk menghasilkan produk atau jasa. Produktivitas dalam arti adalah kumpulan hasil dan berhubungan dengan penggunaan sumber daya untuk menunjukkan efisiensi dalam menggunakan sumber daya yang digunakan. Dalam menentukan produktivitas proyek, kita dapat menghitung melalui rumus berikut:

a. Mencari Koefisien didapat dari Daftar Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) dari suatu Daerah.

b. Mengalikan Koefisien dengan Harga Satuan yang terdapat pada HSPK.

c. Menentukan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan d. Menentukan Produktivitas

3.5.7 Durasi (Waktu)

Durasi merupakan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan suatu proyek. Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya pekerjaan adalah volume pekerjaan, metode konstruksi, kondisi lapangan, dan keterampilan tenaga kerja pada proyek tersebut. (Maharany dan Fajarwati, 2006).

Durasi proyek umumnya diperkirakan oleh perencana proyek yang membuat durasi proyek. Hal ini berdasarkan pengalaman pada proyek sebelumnya agar durasi yang didapatkan tidak melalui kesepakatan yang sudah ditentukan. Suatu proyek konstruksi tentu mengandung risiko yang berpotensi menambah waktu suatu kegiatan.

Oleh karena itu, durasi yang paling baik diterapkan di lapangan adalah durasi probabilistik. Durasi tersebut yang akan menutupi resiko yang akan membuat proyek mengalami keterlambatan.

(14)

3.5.8 Kurva S

Kurva S merupakan penjadwalan dalam bentuk grafis mengenai kemajuan suatu proyek. hubungan antara nilai kumulatif biaya yang digunakan sebagai penyelesaian pekerjaan terhadap waktu. Dengan perbandingan kurva ini dengan kurva serupa yang dibuat berdasarkan rencana awal proyek tersebut, akan diketahui bahwa proyek sedangan mengalami percepatan atau keterlambatan. Karena kemampuannya untuk mengetahui percepatan maupun keterlambatan dalam pelaksanaan proyek , Kurva S sering digunakan dalam pekerjaan proyek agar proyek tidak mengalami keterlambatan maupun kegagalan.

Dalam Kurva S, sumbu horizontal melambangkan waktu kalender, dan untuk sumbu vertikal melambangkan nilai kumulatif biaya atau jam kerja yang diselesaikan. Kurva berbentuk huruf “S” sebagian besar terbentuk karena proyek tersebut bejalan sesuai dalam pelaksanaan proyek, yaitu:

1. Kemajuan lambat pada awal proyek.

2. Kemudian dilanjutkan dengan suatu kegiatan perjaan yang bergerak cepat dalam tetapi mempunyai jangka waktu yang lebih lama.

3. Pada akhirnya aktivitas menurun lagi dan berhenti di titik akhir proyek.

Kelebihan Kurva S masih banyak digunakan karena mudah dipahami untuk melihat progress proyek apakah mengalami percepatan atau keterlambatan sehingga sangat berguna sebagai pedoman dalam pelaksanaan proyek. Namun, kurva S juga memiliki kelemahan yaitu tidak memberikan informasi yang detail dan hanya terbatas untuk menilai kemajuan suatu proyek. Jika terjadi keterlambatan maka kegiatan proyek yang akan diperbaiki menjadi sulit untuk dilaksanakan. Dalam perhitungannya, Kurva S terdiri dari Keterangan (WBS), Biaya (RAB), Durasi (Waktu), Prosesor, dan Perhitungan Bobot.

(15)

3.5.9 Menentukan Lintasan Kritis Menggunakan MS.PROJECT

Microsoft Project merupakan salah satu progam aplikasi untuk pengolahan data administrasi yang digunakan dalam sebuah proyek untuk melakukan suatu perencanaan, pengelolaan, pengawasan, serta pelaporan secara efisien dan efektif. Tahapan dalam pengoperasian Progam Microsoft Project sebagai berikut:

1. Task

Task adalah salah satu bentuk lembar kerja dalam Microsoft Project yang berisi rincian pekerjaan sebuah proyek. Jenis pekerjaan dalam suatu proyek sering disebut dengan istilah task.Task atau nama kegiatan diurutkan berdasarkan dari pekerjaan awal hingga pekerjaan akhir mulai dari pembersihan lahan hingga finishing.

2. Duration

Duration merupakan jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Untuk mengetahui berapa jam atau jumlah orang dalam menyelesaikan kegiatan suatu proyek yang bersangkutan.

3. Start

Start merupakan nilai tanggal untuk dimulainya suatu pekerjaan sesuai dengan perencanaan jadwal kegiatan proyek.

4. Finish

Pada Progam Ms. Project tanggal akhir pekerjaan disebut finish, yang akan diisi secara otomatis dari perhitungan tanggal mulai (start) ditambah lama pekerjaan (duration).

5. Predecessor

a. FS (Finish to Start)

hubungan yang menunjukkan bahwa mulainya kegiatan berikutnya tergantung dengan selesainya kegiatan yang sebelumnya.

b. FF (Finish to Finish)

hubungan yang menunjukkan bahwa selesainya kegiatan

(16)

berikutnya tergantung dengan selesainya kegiatan yang sebelumnya.

c. SS (Start to Start)

hubungan yang menunjukkan bahwa mulainya kegiatan berikutnya tergantung pada mulainya kegiatan yang selanjutnya.

d. SF (Start to Finish)

hubungan yang menunjukkan bahwa selesainya kegiatan berikutnya tergantung dengan mulainya kegiatan yang sebelumnya.

6. Resources Sheet

Resources Sheet Merupakan lembar kerja yang berisikan sumber daya apa saja yang digunakan dalam pekerjaan proyek. Di dalam jendela resource sheet terdapat kolom yang berisikan nama sumber daya, tipe sumber daya, jumlah maksimal sumber daya, harga, dan lainnya.

7. Baseline

Baseline adalah suatu rencana baik jadwal maupun biaya yang telah disetujui dan ditetapkan. Agar tidak terjadi penyimpangan yang sering disebut variant, yaitu selisih nilai yang terjadi antara scope, time, dan cost perencanaan ( yang dijadikan baseline ).

8. Gantt Chart / Bar Chart

Gantt Chart merupakan lembar kerja yang digunakan untuk menyusun urutan pekerjaan proyek. Pada lembar kerja gant chart terdapat kolom yang berisikan nama pekerjaan, durasi pekerjaan, hubungan ketergantungan (Predecessor), diagram balok (Bar Chart), dan lainnya. Lintasan Kritis biasanya ditandai dengan warna merah 9. Tracking

Tracking adalah Perbandingan schedule yang telah dibuat dan kenyataan yang telah tercapai ( di peroleh ) di lapangan sesuai dengan target Dan untuk mengetahui presentase pelaksanaan proyek dilapangan dai waktu ke waktu.

(17)

3.6 Tahapan Perencanaan

Pertama yang dilakukan dalam proses Perencanaan Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pekerjaan (RAP) adalah pengumpulan data berdasarkan data umum proyek dan gambar rencana, setelah mendapatkan data, maka data tersebut dibagi menjadi 2 macam yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Data Primer berupa observasi lapangan dan dokumentasi. Data Sekunder berupa RAB, Time Schedule, dan Data Teknis. Setelah data yang dibutuhkan terkumpul, kita dapat menganalisa. Analisa yang digunakan pada Tugas Akhir (Skripsi) ini adalah Analisa Data menggunakan Microsoft Excel dan Microsoft Project. Dalam menganalisa data RAB, RAP, dan Kurva S menggunakan Microsoft Excel. Untuk menganalisa PDM (Lintasan Kritis) menggunakan Microsoft Project. Setelah kita menganalisa, kemudian kita mengontrol RAB, RAP, maupun Waktu (Time).

3.7 Studi Literatur

Studi literatur bertujuan untuk mengumpulkan dasar-dasar pemahaman mengenai Perencanaan Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pekerjaan (RAP). Studi Literatur yang digunakan untuk menganalisa harga satuan pada Tugas Akhir antara lain:

1. Harga Satuan Pokok Pekerjaan Daerah Surabaya 2. Bina Marga

3. Cipta Karya

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat

(18)

3.8 Diagram Alir Perencanaan (Flow Chart)

Tahapan proses yang akan dilakukan dalam penelitian ini digambarkan dalam diagram alir berikut ini :

Gambar 3.13 Diagram Alir Perencanaan (Flow Chart)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penulisan ini akan dibahas mengenai bagaimana pengalokasian biaya bersama dengan metode nilai jual relatif untuk menentukan harga pokok produksi dengan metode full costing

Penelitian yang dilakukan oleh Jatmiko (2006) tentang pengaruh sikap wajib pajak terkait pelaksanaan denda, kesadaran pajak, dan pelayanan fiskus terhadap kepatuhan

Dari penjelasan beberapa ahli di atas maka dapat ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan teknik bimbingan individual dalam penelitian ini adalah metode atau cara

Penyebab abortus merupakan gabungan dari beberapa faktor yaitu, kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, Kelainan pada plasenta, Penyakit ibu, Kelainan Traktus

Bagaimana perlindungan konsumen dari jasa Parkir Luar gembira loka , jika harga retribusi parkir melebihi yang di tetapkan 5. Upaya hukum yang dapat dilakukan dari konsumen jasa

Coating Inspector Program Level 1 © NACE International, 2003 January 20071. CIP Level 1 Manual Table

Siswa mengelompokkan jaringan penyusun organ vegetatif ke dalam jaringan pada tumbuhan (termasuk ke dalam) jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong,

Ruangan yang terdapat dalam halaman naskah harus terisi penuh, artinya pengetikan harus dari tepi kiri sampai batas tepi kanan dan jangan sampai ada ruangan