PEMERINTAH KOTA PASURUAN
SALINAN
PERATURAN DAERAH KOTA PASURUAN NOMOR 03 TAHUN 2006
TENTANG
BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA PASURUAN,
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2002 dan Pasal 5 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2005, maka perlu memberikan bantuan keuangan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah kepada Partai Politik yang mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, maka Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2003 tentang Tata Cara Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik perlu disempurnakan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik.
Mengingat : 1. Undang - undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Daerah Kota Kecil Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur ( Berita Negara Republik Indonesia Nomor 46 Tahun
1950 );
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4251 );
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 37);
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286 );
5. Undang…….
5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355 );
6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389 );
7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 ) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4493 );
8. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438 );
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 1982 tentang
Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Pasuruan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3241 );
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952 );
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2005 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4513);
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578 );
13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pembinaan dan Peng-awasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor…, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor…);
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1996;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengajuan, Penyerahan dan Laporan Penggunaan Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2006;
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
17. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 12 Tahun 2005 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik Propinsi Jawa Timur;
18. Peraturan Daerah Kota Pasuruan Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pokok- Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
19. Peraturan Daerah Kota Pasuruan Nomor 09 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Pasuruan Tahun 2006- 2010.
Dengan...
Dengan Persetujuan Bersama,
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PASURUAN Dan
WALIKOTA PASURUAN MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA PASURUAN TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:
1. Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Pasuruan.
2. Walikota adalah Walikota Pasuruan.
3. Bantuan keuangan adalah bantuan berbentuk uang yang diberikan oleh Pemerintah Kota Pasuruan kepada Partai Politik yang mendapatkan kursi di Lembaga Perwakilan Rakyat.
4. Lembaga Perwakilan Rakyat adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pasuruan yang selanjutnya disingkat DPRD.
5. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah selanjutnya disebut APBD adalah rencana keuangan tahunan Pemerintah Kota Pasuruan yang disetujui oleh DPRD dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
6. Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota Pasuruan.
7. Komisi Pemilihan Umum Daerah adalah Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Pasuruan.
BAB II
PEMBERIAN BANTUAN KEUANGAN Pasal 2
(1) Untuk membantu kegiatan dan kelancaran administrasi dan atau sekretariat partai politik, Pemerintah Kota memberikan bantuan keuangan kepada partai politik yang dianggarkan dalam APBD.
(2) Bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada Partai politik yang mendapatkan kursi di DPRD.
(3) Bantuan keuangan kepada Partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan setiap tahun anggaran.
BAB III………
BAB III
BANTUAN KEUANGAN Pasal 3
(1) Bantuan keuangan kepada partai politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diberikan secara proporsional berdasarkan jumlah perolehan kursi di DPRD hasil Pemilihan Umum Tahun 2004.
(2) Besarnya bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk setiap kursi ditetapkan sebesar Rp 17.500.000,- ( tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah) per tahun.
(3) Besarnya bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diubah setiap tahun anggaran dan perubahannya tidak melebihi bantuan keuangan yang diberikan kepada partai politik tingkat Propinsi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur.
BAB IV
TATA CARA PENGAJUAN Pasal 4
(1) Pengajuan bantuan keuangan disampaikan secara tertulis oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Politik Tingkat Kota atau sebutan lain yang sah kepada Walikota.
(2) Surat Pengajuan bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris atau sebutan lain yang sah.
(3) Surat permohonan pengajuan bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilengkapi dengan dokumen pengesahan dari Komisi Pemilihan Umum Daerah.
BAB V
PENYERAHAN BANTUAN Pasal 5
Penyerahan bantuan keuangan kepada partai politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dilakukan oleh Walikota atau Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat kepada Ketua dan Bendahara Dewan Pimpinan
Daerah Partai Politik Tingkat Kota atau sebutan lain yang sah dengan berita acara serah terima.
BAB VI
LAPORAN PENGGUNAAN BANTUAN KEUANGAN Pasal 6
(1) Laporan penggunaan bantuan keuangan partai politik disampaikan oleh Pimpinan Partai Politik kepada Walikota melalui Kepala Badan Kesatuan bangsa dan Perlindungan Masyarakat paling lambat 4 (empat) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran.
(2) Laporan penggunaan bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setelah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
(3) Laporan penggunaan bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tembusannya disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah.
BAB VII
KETENTUAN PENUTUP Pasal 7
Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, maka Peraturan Daerah Kota Pasuruan Nomor 10 Tahun 2003 tentang Tata Cara Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik (diundangkan dalam Lembaran Daerah Kota Pasuruan Tahun 2003, Tanggal 23 Oktober 2003, Seri E Nomor 04) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 8
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Walikota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
Pasal 9
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Pasuruan.
Ditetapkan di Pasuruan
pada tanggal 11 September 2006 WALIKOTA PASURUAN,
Ttd,
AMINUROKHMAN
Diundangkan……..
Diundangkan di : Pasuruan
pada tanggal : 16 Oktober 2006
SEKRETARIS DAERAH KOTA PASURUAN,
Ttd,
Drs. H. SETIYONO, M.Si Pembina Utama Muda NIP. 510062686
LEMBARAN DAERAH KOTA PASURUAN TAHUN 2006 TANGGAL 16 OKTOBER 2006 SERI E NOMOR 01
Disalin
Sesuai dengan aslinya Kepala Bagian Hukum
Ttd,
SUDIONO, SH.MHum.
Pembina Tingkat I NIP. 510100 879
PENJELASAN………
PENJELASAN ATAS
PERATURAN DAERAH KOTA PASURUAN NOMOR 03 TAHUN 2006
TENTANG
BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK
I. UMUM
Bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2005 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai politik, maka mewujudkan perjuangan dan cita-cita para anggota Partai Politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,
perlu memberikan bantuan keuangan sesuai kemampuan keuangan daerah kepada Partai politik yang mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
bahwa bantuan keuangan kepada Partai politik yang mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah disusun dengan harapan adanya akuntabilitas keuangan yang transparan di era reformasi ini.
II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1 : Cukup jelas.
Pasal 2 : Cukup jelas.
Pasal 3 : Cukup jelas.
Pasal 4 : Cukup jelas.
Pasal 5 : Cukup jelas.
Pasal 6 : Cukup jelas.
Pasal 7 : Cukup jelas.
Pasal 8 : Cukup jelas.
Pasal 9 : Cukup jelas.
TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KOTA PASURUAN NOMOR 01