• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

8 BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Penelitian Terdahulu

Dalam penelitian Choi et al. (2013) tentang An Analysis of Australian Carbon Emissions Disclosure di perusahaan besar Australia periode 2006-2008, dengan cheek list index emisi karbon pada CDP (Carbon Disclosure Project) untuk pengukuran emisi karbon. Hasil menunjukan bahwa profitabilitas, tingkat emisi karbon, ukuran perusahaan, dan kualitas corporate governance sebagai pendorong utama dalam menentukan tingkat voluntary carbon emissions disclosure.

Dalam penelitian Jung et al. (2014) tentang The Impact of a firm’s carbon risk profile on the cost of debt : Evidence from Australian firms menggunakan sampel 255 perusahaan selama periode 2009-2013, dengan kuisioner suvei CDP. Hasil menunjukkan bahwa risiko karbon berkorelasi positif signifikan antara biaya hutang dengan dibuktikan melalui survei CDP yang mampu memberikan peningkatan informasi profil risiko karbon perusahaan dimasa depan.

Dalam penelitian Kleimeier dan Viehs (2018) tentang Carbon Disclosure, Emission Levels, and the Cost of Debt menggunakan basis data CDP dari 2009-2016 pada perusahaan di Eropa (The European Centre for Corporate Engagement) dengan LPC Thomson Reuters database DealScan di Compustat Amerika Utara atau Compustat Global

(2)

(ISIN di Worldscape). Hasil menunjukkan hubungan signifikan negatif antara pengungkapan sukarela dan pinjaman bank untuk peminjam yang kurang lengkap informasinya. Emisi karbon yang lebih tinggi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pinjaman bank.

Dalam penelitian Palea dan Drogo (2020) tentang Carbon Emissions and the Cost of Debt in the Eurozone: The role of Public Policies, Climate-related Disclosure and Corporate Governance menggunakan sampel perusahaan zona euro pada periode 2010-2018 di Negara Eropa. Hasil menunjukkan berpengaruh positif dengan memberikan bukti bahwa premi risiko yang dibutuhkan oleh pemberi pinjaman meningkat seiring dengan adanya Carbon Emission Disclosure.

Dalam penelitian Jung et al. (2018) tentang Carbon Risk, Carbon Risk Awareness and the Cost of Debt Financing pada perusahaan di Australia yang terdaftar di ASX dengan sampel 255 selama periode 2009-2013 melalui survei CDP. Hasil menunjukkan bahwa adannya korelasi positif dan signifikan dalam tingkat integritas pengungkapan sukarela emisi karbon karena pasar hutang tampaknya memberi penghargaan kepada perusahaan yang memiliki kesadaran dalam penerapan Carbon Emission Disclosure.

Dalam penelitian Kozak (2021) tentang Will the Reduction of CO2 Emissions Lower of the Cost of Debt Financing? The Case of EU Countries menggunakan sampel 225 perusahaan non-keuangan di 15

(3)

negara Uni Eropa pada tahun 2018-2021. Hasil menunjukkan bahwa adannya korelasi positif dengan mengurangi intensitas CO2 emisi, perusahaan dapat mengurangi biaya hutang.

B. Tinjauan Pustaka 1. Teori Stakeholder

Dalam menjalankan usahanya perusahaan tidak lepas dari stakeholder. Konsep tanggung jawab mulai dikenal awal tahun 1970 yaitu stakeholder theory. Teori stakeholder yakni sekumpulan kebijakan dan praktik yang berkaitan dengan stakeholder, nilai-nilai, pemenuhan kebutuhan, penghargaan masyarakat dan lingkungan (Freeman, 1984). Teori stakeholder mengatakan bahwa perusahaan tidak hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri, namun juga bermanfaat untuk stakeholder. Stakeholder ialah kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi tujuan perusahaan. Kelompok atau individu antara lain pemegang saham, kreditur, pemerintah, karyawan, konsumen, pemasok, komunitas social, dan lainnya (Roberts, 1992).

Perkembangan konsep stakeholder meliputi model perencanaan perusaahan, kebijakan bisnis, dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang mampu peduli lingkungan (Roberts, 1992).

Perusahaan mengatasi masalah lingkungan dengan melakukan Carbon Emission Disclosure sebagai salah satu strategi untuk menarik minat para stakeholder berinvestasi dalam mendukung biaya yang diberikan ke perusahaan berupa pinjaman bank yaitu biaya hutang

(4)

untuk membiayai emisi karbon. Dukungan stakeholder dapat membantu kelangsungan hidup perusahaan, maka pengungkapan informasi oleh perusahaan sebagai salah satu alat untuk memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan salah satunya yaitu stakeholders (Gray et al., 1995).

2. Carbon Emissions

Emisi karbon merupakan pelepasan karbon ke atmosfer hal ini terjadi karena proses pembakaran bahan bakar fosil terhadap senyawa karbon. Emisi karbon adalah zat, energi, atau komponen karbon yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang berpotensi menimbulkan unsur pencemaran. Selain itu, pembakaran bahan bakar ataupun bahan-bahan organik menyebabkan emisi karbon maka terjadi peningkatan suhu permukaan bumi dan perubahan iklim yang sangat ekstrim.

Emisi karbon sebagai kontributor perubahan iklim dan penyebab terbentuknya gas rumah kaca. Menurut Protocol (1997) menyepakati bahwa senyawa-senyawa dapat digolongkan dalam gas rumah kaca antara lain Karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Nitrogen Oksida (N2O), Chloro-Flouro-Carbon (CFC), Hidro-Flouro- Carbon (HFCs), dan Sulfur Heksaflourida (SF).

Dalam memenuhi Carbon Emmision, perusahaan memerlukan indeks Carbon Emissions Disclosure yaitu 18 skor dimana informasi tersebut terdapat pada Sustainability Report. Penyajian hasil data terkait dengan indeks Carbon Emissions Disclosure pada perusahaan

(5)

manufaktur disajikan pada lampiran 2. Secara umum terpenuhinya keseluruhan indeks CED berkaitan dengan biaya modal khususnya biaya hutang berupa pinjaman bank untuk membayar biaya emisi karbon, dimana semakin tinggi perusahaan melaporkan indeks CED maka biaya hutang yang dikeluarkan semakin besar.

Adannya perubahan iklim dalam dunia binis yang semakin kompetitif menjadikan perusahaan sadar akan pentingnya kepeduliaan dan pengungkapan terhadap kondisi lingkungan (Carbon Emissions Disclosure ) dan membuat citra perusahaan baik dimata stakeholder.

3. Carbon Emmissions Disclosure (CED)

Carbon Emissions Disclosure (CED) dilakukan sebagai perlakuan akuntansi untuk isu-isu lingkungan atau isu-isu lain yang ada dan menjadi kepentingan global (Tommy Andrian, 2021). Perlakuan akuntansi pada laporan keuangan CED masuk sebagai biaya tambahan seperti alat-alat mesin berupa cerobong asap, Infra Red Gas Analyzer, Cartec Seri CET 210 yang dibutuhkan untuk mencegah emisi karbon.

Untuk melaporkan biaya tambahan terkait emisi karbon, perusahaan harus memenuhi indeks CED yang telah ditentukan. Dalam penelitian carbon emissions menggunakan indeks yang telah dikembangakan oleh Choi et al. (2013) yakni lembar permintaan informasi yang disediakan oleh Carbon Disclosure Project (CDP) dengan 18 skor yang harus dipenuhi. CDP adalah lembaga nirlaba independen yang memegang database terbesar informasi perubahan iklim dan emisi karbon

(6)

perusahaan (Choi et al., 2013). Berikut lembar Indeks Carbon Emission Disclosure.

Tabel 1. 1

Indeks Carbon Emission Disclosure

Kategori Item

Climate Change: Risiko dan Peluang

CC-1: Penilaian/deksripsi terhadap risiko (peraturan atau regulasi baik khusus maupun umum) dan tindakan yang diambil untuk mengelola risiko tersebut.

CC-2: Penilaian/deskripsi saat ini (dan masa depan) dari implikasi keuangan, bisnis, dan peluang dari perubahan iklim.

Green House Accounting GHG-1: Deksripsi metodologi yang di gunakan untuk menghitung emisi gas rumah kaca (mis., GHG Protokol atau ISO).

GHG-2: Keberadaan verifikasi eksternal kuantitas emisi GRK oleh siapa dan atas dasar apa.

GHG-3: Total emisi gas rumah kaca (metric ton CO2-e) yang dihasilkan.

GHG-4: Pengungkapan scope 1 dan 2 atau scope 3 emisi GRK langsung.

GHG-5: Pengungkapan emisi GRK berdasarkan asal dan sumbernya. (mis., batu bara, listrik, dll.).

GHG-6: Pengungkapan emisi GRK berdasarkan fasilitas atau segmen.

GHG-7: Perbandingan emisi GRK dengan tahun-tahun sebelumnya.

Energyz Consumption Accounting

EC-1: Jumlah energy yang dikonsumsi (mis., tera-joule, PETA-joule).

EC-2: Kuantifikasi energy yang digunakan dari sumber daya yang dapat diperbaharui.

EC-3: Pengungkapan menurut jenis, fasilitas, dan segmen GHG Reduction and Cost RC-1: Detail/rincian dari rencana atau strategi untuk

mengurangi emisi GRK.

RC-2: Spesifikasi dari target tingkat/level dan tahun pengurangan emisi GRK.

RC-3: Pengurangan emisi dan biaya atau tabungan (cost or savings) yang dicapai saat ini sebagai akibat dari rencana pengurangan emisi karbon.

RC-4: Biaya emisi masa depan yang diperhitungkan

(7)

Carbon Emission Accountability

AEC-1: Indikasi dimana dewan komite (atau badan eksekutif lainnya) memiliki tanggung jawab atas tindakan yang berkaitan dengan perubahan iklim.

AEC-2: Deskripsi mekanisme dimana dewan (atau badan eksekutif lainnya) meninjau kemajuan perusahaan mengenai perubahan iklim.

Sumber: (Choi et al., 2013) 4. Biaya Hutang

Biaya Hutang adalah tingkat pengembalian yang dibutuhkan oleh kreditur saat melakukan pendanaan dalam suatu perusahaan.

Hutang yang dilakukan perusahaan dapat berupa obligasi, pinjaman, maupun bentuk lainnya. Biaya hutang terdiri dari tingkat bunga yang harus dibayar perusahaan ketika melakukan pinjaman. Terdapat 2 jenis biaya hutang yaitu biaya hutang sebelum pajak dan biaya hutang setelah pajak. Biaya Hutang merupakan suku bunga sebelum pajak yang harus dibayar perusahaan kepada pemberi pinjamannya dari lembaga ataupun perseorangan. Perusahaan yang menggunakan sebagian sumber dananya dari hutang yang akan terkena kewajiban membayar bunga.

Bunga merupakan salah satu bentuk beban bagi perusahaan (interest expense). Perhitungan Biaya Hutang yaitu besarnya beban bunga yang

dibayarkan perusahaan pada periode satu tahun dibagi dengan total hutang jangka panjang yang menghasilkan bunga tersebut, semakin tinggi hutang maka biaya hutang yang dikeluarkan juga semakin besar (Fabozzi, 2007).

(8)

C. Pengembangan Hipotesis

Pengaruh Carbon Emissions Disclosure terhadap Biaya Hutang Rencana Carbon Emission Disclosure digambarkan sebagai salah satu reformasi ekonomi dan lingkungan paling signifikan dan komprehensif dalam bisnis perusahaan. Biaya tambahan terkait karbon ini dapat mempengaruhi biaya modal hutang perusahaan. Di satu sisi, pemegang hutang akan enggan menanggung biaya emisi dan mungkin memerlukan suku bunga yang lebih tinggi atau perjanjian hutang yang lebih ketat untuk mengurangi risiko tambahan terkait emisi.

Sesuai dengan teori stakeholder, yang mampu membantu keberlangsungan hidup perusahaan terkait CED (peduli lingkungan) didukung oleh stakeholder (kreditur). Dimana Carbon Emission Disclosure sebagai salah satu strategi untuk menarik minat para stakeholder berinvestasi dalam mendukung biaya yang diberikan ke perusahaan berupa pinjaman bank yaitu biaya hutang untuk membiayai emisi karbon. Menurut (Palea dan Drogo, 2020) hasil penelitian menunjukkan berpengaruh positif, bukti bahwa premi risiko yang dibutuhkan oleh pemberi pinjaman meningkat seiring dengan adannya Carbon Emission Disclosure dan peran pengungkapan terkait iklim yang mampu mengurangi biaya modal hutang perusahaan. Jadi, meningkatnya CED yang lebih tinggi dapat mengurangi sumber daya ekonomi yang tersedia untuk membayar hutang maka biaya hutang berkorelasi positif dengan intensitas emisi perusahaan. Secara umum

(9)

meningkatnya biaya litigasi dan remediasi terkait dengan emisi karbon yang lebih tinggi dapat mengurangi sumber daya ekonomi yang tersedia untuk membayar hutang. Sejalan dengan penelitian Kleimeier dan Viehs (2018) emisi karbon yang lebih tinggi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap biaya hutang.

H1 : Carbon Emissions Disclosure berpengaruh terhadap Biaya Hutang

D. Kerangka Pemikiran

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Carbon Emissions

Disclosure (CED) (X)

Rasio Profitabilitas (Return On Equity/

ROE)

Variabel Independen

Variabel Dependen

Variabel Kontrol

Biaya Hutang (Y)

H1

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka PemikiranCarbon Emissions Disclosure  (CED) (X) Rasio Profitabilitas (Return On Equity/ ROE) Variabel Independen  Variabel Dependen Variabel Kontrol Biaya Hutang (Y) H1

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini perusahaan menetapkan harga jual yang terbaru dan masih berlaku pada pasar dari produk tersebut, maka dari itu dengan metode target costing

Perusahaan yang tergolong manipulators memiliki indikasi kecurangan (fraud) terhadap penyajian laporan keuangannya. Misalkan dalam laporan keuangan, nilai asset dimanipulasi

Perusahaan yang lebih besar tentunya memiliki manajerial yang lebih lengkap dan kompleks sehingga cenderung meningkatkan laba untuk dilihat oleh investor, maka dari itu

Hasil zakat adalah terdiri daripada kutipan zakat dan fitrah pada setiap umat Islam di negeri Selangor seperti mana kuasa yang telah diberikan kepada Majlis melalui seksyen

Pada uji efektivitas bakterisida nabati, minyak serai wangi konsentrasi 1 - 2% menunjukkan daya hambat yang lebih tinggi dibanding minyak cengkeh dengan konsentrasi yang sama..

Terdapat empat fungsi pajak yang dikemukakan oleh Siti Resmi (2009:3) yaitu Fungsi Budgetair (Sumber Keuangan Negara) merupakan fungsi pajak sebagai salah satu sumber

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PJOK) Nomor 55/PJOK.04/2015 menyatakan bahwa Komite Audit paling kurang terdiri dari 3 (tiga) orang anggota yang berasal dari Komisaris

Berdasarkan dari definisi oleh beberapa ahli diatas, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa manajemen laba adalah suatu tindakan yang dilakukan manajer untuk merekayasa angka-