PENGARUH FEE BASED INCOME TERHADAP
PROFITABILITAS BANK UMUM SWASTA NASIONAL
DEVISA YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2010-2013
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sidang Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Akuntansi
Disusunoleh :
NITA NUR ASTRI NIM. 1001202
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
Saya yang bertandatangan di bawahini :
Nama Lengkap : Nita Nur Astri
NIM : 1001202
Program Studi : Pendidikan Akuntansi FPEB UPI
Menyatakandengansebenarnya, bahwaskripsi yang berjudul :
Pengaruh Fee Based Income terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang terdaftar di BEI periode 2010-2013
Adalah hasil karya saya sendiri.
Saya menyatakan pula bahwa saya tidak melakukan pengutipan sebagian atau seluruh gagasan, pemikiran, atau tulisan orang lain dengan cara-cara yang melanggar hokum dan etika penulisan karya ilmiah. Sebagian atau seluruh gagasan, pemikiran atau tulisan orang lain yang saya kutip dalam skripsi ini telah saya cantumkan sumbernya dalam naskah skripsi dan daftar pustaka.
Oleh :
Nita Nur Astri NIM. 1001202
Telah disetujui oleh :
Pembimbing
BadriaMuntashofi, S.Pd, M.Si NIP. 19800628 200501 2 001
Mengetahui,
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined.
UCAPAN TERIMA KASIH ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI ... 1
DAFTAR TABEL ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR GAMBAR ... Error! Bookmark not defined.
BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.
1.1. Latar Belakang Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1.2. Rumusan Masalah Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... Error! Bookmark not defined.
1.4. Kegunaan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1.4.1. Kegunaan Teoritis ... Error! Bookmark not defined.
1.4.2. Kegunaan Praktis ... Error! Bookmark not defined.
BAB II LANDASAN TEORI ... Error! Bookmark not defined.
2.1. Pengertian Bank ... Error! Bookmark not defined.
2.2. Fungsi Bank ... Error! Bookmark not defined.
2.3. Jenis-jenis Bank ... Error! Bookmark not defined.
2.4. Kegiatan Bank ... Error! Bookmark not defined.
2.5. Pendapatan Bank ... Error! Bookmark not defined.
2.6. Fee based income ... Error! Bookmark not defined.
2.6.1. Pengertian Fee based income ... Error! Bookmark not defined.
2.6.2. Sumber-sumber yang menghasilkan fee based income Error! Bookmark
not defined.
2.6.3. Unsur-unsur Fee based income ... Error! Bookmark not defined.
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2.7.1. Pengertian Profitabilitas ... Error! Bookmark not defined.
2.7.2. Analisis Rasio Profitabilitas ... Error! Bookmark not defined.
2.8. Penelitian Terdahulu ... Error! Bookmark not defined.
2.9. Kerangka Pemikiran ... Error! Bookmark not defined.
2.10. Hipotesis Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
BAB III METODE PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined.
3.1. Desain Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.2. Operasionalisasi Variabel ... Error! Bookmark not defined.
3.3.1. Populasi Penelitian... Error! Bookmark not defined.
3.3.2. Sampel Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.4. Teknik Pengumpulan Data ... Error! Bookmark not defined.
3.5. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.
3.5.1. Teknik Analisis Data ... Error! Bookmark not defined.
3.5.2. Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.
BAB IV PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not defined.
4.1. Gambaran Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.2. Deskripsi Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.2.1. Fee Based Income ... Error! Bookmark not defined.
4.2.2. Profitabilitas ... Error! Bookmark not defined.
4.3. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis PenelitianError! Bookmark not defined.
4.3.1. Koefisien Korelasi ... Error! Bookmark not defined.
4.3.2 Koefisien Determinasi ... Error! Bookmark not defined.
4.4. Pembahasan dan Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... Error! Bookmark not defined.
5.1. Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined.
5.2. Saran ... Error! Bookmark not defined.
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
PENGARUH FEE BASED INCOME TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA YANG TERDAFTAR DI BEI
PERIODE 2010-2013
Nita Nur Astri (1001202)
Pembimbing :Badria Muntashofi, S.Pd, M.Si
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fee based income terhadap profitabilitas pada Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) Devisa yang terdaftar di BEI periode 2010-2013. Besarnya jumlah fee based income yang dimiliki suatu bank akan berdampak pada jumlah laba yang diterima. Laba merupakan salah satu indikator dalam mengetahui nilai profitabilitas yang dimiliki oleh suatu bank. Rasio yang digunakan dalam mengukur tingkat profitabilitas dalam penelitian ini adalah return on asset (ROA).Penelitian ini menggunakan metode deskriftif asosiatif, sedangkan sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan Bank Umum Swasta Nasional Devisa berupa neraca dan laporan laba/rugi periode 2010-2013. Analisis data menggunakan analisis korelasi pearson product moment dan koefisien determinasi. Dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t.Berdasarkan pengujian statistik korelasi pearson product moment diperoleh hasil bahwa fee based income berpengaruh positif sebesar 14,44 % terhadap profitabilitas, sedangkan sisanya sebesar 85,56% dipengaruhi oleh faktor lain. Artinya, semakin tinggi fee based
income maka semakin tinggi pula profitabilitasnya. Sehingga hipotesis yang
penulis rumuskan dapat diterima. Seiring dengan persaingan di dunia perbankan yang tinggi bank harus dapat meningkatkan pendapatan non bunga (fee based
income) tanpa menghilangkan fungsi utama bank itu sendiri yaitu sebagai
lembaga intermediasi.
THE EFFECT OF FEE-BASED INCOME TOWARDS THE PROFITABILITY OF NATIONAL PRIVATE FOREIGN EXCHANGE BANKS LISTED IN INDONESIA
STOCK EXCHANGE IN 2010 – 2013
Nita NurAstri (1001202)
Supervisor :BadriaMuntashofi, S.Pd, M.Si
This study is aimed to find out the effect of fee based income towards the profitability on national private foreign exchange banks listed in Indonesia stock exchange in 2010-2013.. The total number of fee-based income which is owned by a bank would have the impact to the total of the profit gained.Profit is one of the indicators in finding out the value of profitability possessed by a bank. The ratio used to measure the profitability level in this research was Return on Asset (ROA).Associative descriptive method was employed in this study,while the data resources utilized were the secondary data obtained from the financial statement of BUSN which contain the balance and the statements of profit or loss in 2010 – 2013. The data were analyzed by using correlation analysis of Pearson Product Moment and the coefficient of determination.Moreover, t-test was used in hypothesis testing.Based on the statistical test result that fee based incomewas 14,44% positive impact to profitability, while the remaining 85,56% is influenced by other factors that are not discussed in this research. It means, the higher fee based income, the profitability will also be higher. As a result, the hypothesis formulated can be acceptable.Along with the high competition in the banking word, every bank must be able to increase the fee based income without abolishing the principal function of the bank itself as intermediary institution.
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Penelitian
Semua aktivitas dalam dunia bisnis baik ruang lingkup besar, menengah
maupun ruang lingkup kecil tidak akan lepas dari transaksi keuangan, dimana
transaksi keuangan tersebut akan melibatkan perbankan sebagai perantara.
Perbankan telah dikenal oleh masyarakat luas, teknologi saat ini dapat
memudahkan masyarakat dalam mengetahui sumber informasi yang mereka
perlukan salah satunya ialah informasi mengenai perbankan.Hal tersebut memicu
masyarakat lebih selektif menanamkan dananya pada bank tertentu karena
mudahnya informasi yang mereka peroleh.Tingkat kesehatan dan laporan
keuangan bank dapat dengan mudah dilihat dari berbagai media yang ada, oleh
masyarakat.
Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan
kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”. Industri perbankan syarat dengan
risiko, karena melibatkan pengelolaan uang masyarakat yang diputar dalam
berbagai investasi seperti pembelian surat berharga, pemberian kredit dan
penanaman dana lainnya. Untuk mengetahui kinerja suatu bank baik atau buruk,
dilakukan penilaian terhadap bank apakah bank tersebut sehat atau tidak. Semakin
banyak bank yang sehat, maka akan memperlancar lalu lintas keuangan suatu
Negara.
Dalam peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 tentang penilaian
tingkat kesehatan bank umum, faktor-faktor penilaian tingkat kesehatan bank
dengan cakupan sebagai berikut: profil Risiko, Good Corporate Governance
digunakan dalam menilai kinerja bank adalah dengan menganalisa tingkat
likuiditas, solvabilitas, serta tingkat profitabilitas bank.
Dikemukakan oleh Bambang Riyanto (2001 : 35) “Profitabilitas adalah
kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama suatu periode tertentu”. Berdasarkan pendapat tersebut profitabilitas merupakan salah satu aspek penting dalam penilaian kinerja keuangan bank terutama dalam menghasilkan
laba.Profitabilitas menunjukan kemampuan bank dalam menghasilkan laba
dimana laba tersebut yang menjadi pendukung dalam perkembangan suatu
bank.Kinerja bank dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasi bank, dapat
terlihat dari tingkat profitabilitas yang dimiliki oleh bank tersebut.
Profitabilitas penting bagi berbagai pihak, tidak hanya bagi pengelola bank
saja.Bagi perusahaan profitabilitas penting dalam menilai dan mengukur
pendapatan yang diperoleh. Bagi masyarakat tidak akan merasa ragu untuk
menyimpan uangnya di bank, bila bank yang bersangkutan memiliki tingkat
profitabilitas yang baik. Bagi pemerintah bank yang memiliki profitabilitas tinggi,
maka bank tersebut dapat dikategorikan ke dalam bank yang sehat.
Tingkat profitabilitas bank dapat diukur dengan cara menganalisis laporan
keuangan bank dan menganalisis rasio-rasio didalamnya. Menurut Lukman
Dendawijaya (2009:118), analisis rasio untuk mengukur profitabilitas suatu bank
umumnya yaitu: Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Rasio Biaya
Operasional (BOPO), dan Net Profit Margin (NPM).
Return on assets (ROA) merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk
menilai tingkat profitabilitas bank. ROA menunjukan tingkat efisiensi dalam
pengelolaan aset yang dilakukan bank juga menunjukan perbandingan antara laba
sebelum pajak dengan total aset bank. Dikemukakan oleh Frianto Pandia
(2012:71) return on assets adalah:
Rasio yang menunjukkan perbandingan antara laba (sebelum pajak) dengan
total aset bank, rasio ini menujukkan tingkat efisiensi pengelolaan aset yang
dilakukan oleh bank bersangkutan. ROA merupakan indikator kemampuan
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Lukman Dendawijaya (2009:118) mengemukakan bahwa semakin besar
ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank, dan
semakin baik posisi bank tersebut dari segi penggunaan aset.Berdasarkan
pernyataan tersebut ROA dapat mengukur tingkat laba yang diperoleh oleh bank
dan sebeberapa baik bank dalam mengelola aset yang dimilikinya.
Berbagai permasalahan yang ada dalam dunia perbankan menimbulkan
persaingan yang sangat ketat di dalamnya, bank swasta maupun bank milik
pemerintah saling bersaing demi mencapai tingkat kesehatan bank yang baik.
Namun pada kenyataannya usaha yang dilakukan oleh berbagai lembaga
perbankan tidak semua sesuai dengan target yang direncakan. Terdapat beberapa
dari bank swasta dan bank milik pemerintah yang mengalami permasalahan di
dalam tingkat kesehatan bank itu sendiri.
Lembaga perbankan di indonesia meliputi Bank Persero, Bank Umum
Swasta Nasional Devisa, Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa, Bank
Pemerintah Daerah, Bank Perkreditan Rakyat, Bank Syariah, Bank Campuran dan
Bank Asing. Bank yang digunakan dalam penelitian ini merupakan bank umum
swasta nasional (BUSN) devisa yang terdaftar di bursa efek indonesia (BEI).
Alasan memilih bank tersebut karena bank devisa merupakan bank yang dapat
melakukan kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing, sehingga aktivitas bank
di bidang jasa dapat lebih luas dibandingkan dengan bank non devisa. Selain itu
penelitian yang terkait, dengan menggunakan objek Bank Umum Swasta Nasional
Tabel 1.1
Profitabilitas (ROA) BUSN Devisa yang Terdaftar di BEI
NO Nama Bank ROA (%)
Sumber :Hasil pengolahan data, Bursa Efek Indonesia tahun 2014
Berdasarkan tabel 1.1 di atas dapat terlihat pencapaian profitabilitas Bank
Umum Swasta Nasional Devisa pada periode 2010 sampai dengan 2013. Secara
keseluruhan tingkat ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa pada empat
tahun terakhir fluktuatif dan cenderung menurun. Beberapa bank yang terdaftar
memiliki tingkat ROA kurang dari standar minimal ROA yang ditetapkan dalam
surat edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 yaitu1,5%.
Dari 22 bank selama empat periode, didapat 88 ROA dan terdapat 25 atau sekitar
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
terdapat beberapa bank yang memiliki tingkat ROA yang negatif seperti bank
kesawan dan bank ICB bumiputra.
Melihat kondisi tersebut, dapat dikatakan bahwa Bank Umum Swasta
Nasional Devisa yang terdaftar di BEI memiliki permasalahan dalam
mengoptimalkan kinerja keuangannya sehingga pencapaian tingkat profitabilitas
bank belum optimal. Profitabilitas merupakan salah satu indikator penilaian tingkat kesehatan bank. Diungkapkan oleh Kasmir (2008:44) “Bank yang sehat adalah bank yang diukur secara profitabilitas terus meningkat di atas standar yang
telah ditetapkan.” Ketika profitabilitas bank tersebut tinggi maka akanmemberikan
nilai yang tinggi pada penilaian kesehatan bank sehingga bank tersebut dinilai
sehat. Namun sebaliknya ketika profitabilitas bank tersebut rendah maka akan
memberikan nilai yang rendah pada penilaian kesehatan bank sehingga bank
tersebut di nilai kurang sehat. Dampak dari profitabilitas bank yang rendah juga
akan mengakibatkan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut,
dikemukakan oleh Sastradipoera (2004:275) “…profitabilitas yang rendah akan menurunkan kredibilitas nasabah terhadap manajemen bisnis perbankan..”.
Profitabilitas ialah pendukung di dalam menjaga keberlangsungan usaha
bank, seperti diungkapkan oleh Boy Leon dan Sony Ericson (2008:31) “Bank
harus senantiasa menjaga profitabilitasnya untuk menjaga keberlangsungan usahanya”.
Kinerja manajemen dalam mengelola perbankan harus dilakukan secara
profesional sehingga dapat memperoleh keuntungan yang maksimal
terus-menerus. Bank merupakan lembaga intermediasi yang berfungsi sebagai penyalur
dan penghimpun dana masyarakat. Keuntungan utama yang diperoleh bank,
bersumber dari selisih bunga pinjaman terhadap bunga simpanan, dimana bunga
pinjaman lebih tinggi dari bunga simpanan. Selain laba yang diperoleh bank
bersumber dari selisih bunga,laba yang diperoleh bank juga dapat diperoleh dari
biaya-biaya yang dibebankan kepada nasabah melalui jasa-jasa bank lainnya yang
dikenal dengan Fee based. Pengelolaan spread based dilakukan bersamaan
Mengingat persaingan di dalam dunia perbankan saat ini sangat ketat
terutama dalam segi produk bank , menuntut pihak manajemen bank harus lebih
inovatif dan kreatif dalam menarik nasabah. Sehingga selain aktivitas
menghimpun dan menyalurkan dana, perbankan juga melakukan kegiatan
jasa-jasa pendukung lainnya yang bertujuan untuk memperlancar dan mendukung
proses yang dilakukan perbankan dalam menghimpun dana dan menyalurkan
dana. Jasa-jasa tersebut dilakukan oleh bank adalah bagian dari strategi dari
perbankan dalam menarik nasabah. Bank yang memiliki berbagai jenis jasa di
dalam aktivitasnya maka akan semakin baik bank tersebut karena nasabah dapat
melakukan berbagai macam aktivitas perbankan di dalam satu bank saja. Dan hal
ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan tingkat profitabilitas dari
suatu bank.
Dikemukakan oleh Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah (dalam Ezer, 2011) :
Perbankan nasional diperkirakan akan merevisi Rencana Bisnis Bank (RBB) pada semester II- 2012 ini untuk mengantisipasi kebijakan BI yang akan mengerem laju kredit perbankan. Sebab pertumbuhan kredit yang terlampau tinggi berpotensi menimbulkan overheating ekonomi.Selain merevisi RBB, bank nasional dapat mendorong peningkatan pendapatan non bunga (fee
based income).Dengan demikian, bank nasional tetap dapat menjaga laba
tinggi meskipun pendapatan dari bunga kredit agak menipis karena pengucuran kredit direm.
Dikarenakan pertumbuhan kredit yang tinggi akan menyebabkan suatu
kondisi dimana pertumbuhan ekonomi melebihi kapasitas ekonomi. Bank
Indonesia (BI) menerapkan kebijakan untuk mengerem laju kredit perbankan.
Oleh karena itu perbankan tidak hanya dapat mengandalkan keuntungan yang
diperolehnya dari Spread based saja bank juga dapat memperoleh keuntungan dari
kegiatan jasa-jasa lainnya (fee based income). Fee based income dapat
meningkatkan pendapatan bank dengan cara menjual jasa-jasa bank seperti
kiriman uang, kliring, inkaso dan lain sebagainya. Dengan fee based income bank
dapat memperoleh keuntungan secara efektif dan dapat terbebas dari resiko kredit
macet. Peningkatan keuntungan yang diperoleh oleh bank secara efektif dan
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Fee based income memperoleh pendapatan dari biaya-biaya jasa lainnya
yang diterima oleh bank. Dikemukakan oleh Kasmir (2008:6) biaya yang
dipungut dari jasa-jasa bank lainnya”… meliputi biaya kirim, biaya tagih, biaya
administrasi, biaya provisi dan komisi, biaya iuran, biaya sewa dan biaya-biaya lainnya.”
Banyak usaha yang dilakukan oleh lembaga perbankan, salah satunya ialah
dengan menambah aktivitas perbankan di dalam jasa-jasa lainnya. Dikutip dari
artikel Rosiana dan Bagus (2012) “PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) gencar
meningkatkan pendapatan non bunga, hingga akhir 2012 menargetkan tambahan
pendapatan berbasis biaya (fee based income) sebesar Rp 1 triliun dari penggunaan elektronik banking.” Di sisi lain, dikutip dari artikel Franedya (2012): PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus berusaha meningkatkan pendapatan non bunga (fee based income) untuk mendukung kinerja keuangan. Salah satunya memperbanyak kerjasama dengan institusi lain dalam pengiriman uang. Seperti dengan PT Telekominikasi Indonesia Tbk. Dalam kerjasama ini, BTN bertindak sebagai agen produk Delivery Money
Access atau Delima milik Telkom.Jadi, setiap pengiriman uang melalui
layanan Delima dapat dicairkan di cabang BTN. Nasabah dikenakan fee Rp 12.000 per transaksi.
Peningkatan jasa-jasa lainnya yang dilakukan oleh berbagai lembaga
perbankan memperkuat pentingnya meningkatkan berbagai produk jasa yang
dimiliki oleh suatu bank. Mandala Manurung dan Prathama Rahardja (2004:155) mengungkapkan, bahwa “… Pendapatan non-bunga harus ditingkatkan dengan cara memperbanyak dan meningkatkan kuantitas dan kualitas produk jasa-jasa perbankan”
Berikut ini merupakan berbagai teori mengenai hubungan fee based
income terhadap profitabilitas bank :
Dikemukakan oleh Graddy dan Spencer (1990:26)
Sumber pendapatan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: (1) Sumber pendapatan utama (main source revenue) adalah selisih suku bunga (spread
based) antara suku bunga yang diterima dari pinjaman yang diberikan
disebut fee based income. Pada total aset yang sama, semakin tinggi fee
based income akan menghasilkan ROA yang semakin tinggi.
Sedangkan Kusuma (2005:39) mengemukakan hubungan pengaruh fee
based income terhadap return on assets “Apabila Fee based income dan Return
On Asset (ROA) dalam keadaan yang normal, dan sama-sama bertujuan untuk
menghasilkan pendapatan bagi perusahaan (Bank), maka disini fee based income
mempunyai pengaruh terhadap return on asset (ROA)”.
Penelitian mengenai fee based income terhadap profitabilitas bank telah
dilakukan oleh berbagai pihak. Penelitian-penelitian tersebut menghasilkan
berbagai kesimpulan mengenai hubungan keduanya. Berikut ini merupakan hasil
dari berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai fee based
income terhadap profitabilitas bank.
Dalam Jurnal Analisis Hubungan Spread of Interest Rate, Fee based
income, dan Loan to Deposit Ratio dengan ROA pada Perbankan di Jawa Timur
Vol.1 oleh Pompong B. Setiadi : Terdapat hubungan positif yang signifikan antara
Spread of Interest Rate, Fee based income, dan Loan to Deposit Ratio dengan
profitabilitas (ROA) pada Bank Pemerintah. Artinya bahwa, secara bersama-sama
spread of interest rate, fee based income, dan loan to deposit ratio sangat
mempengaruhi profitabilitas (ROA) Bank Pemerintah, Bank Umum Swasta
Nasional, dan Bank Asing.
Jurnal Determinants of Bank Profitability in a Developing Economy :
Empirical Evidence From The Philippines, Vol. 4, 2008 oleh Fadzlan Sufian dan
Royfaizal Razali Chong : Temuan empiris menunjukkan bahwa ukuran, risiko
kredit, dan perilaku preferensi beban yang berhubungan negatif dengan
profitabilitas bank, sedangkan pendapatan non-bunga dan kapitalisasi memiliki
dampak positif.
Jurnal Analisis Fee based income Dampaknya Terhadap Profitabilitas
(Studi Kasus Pada PT. Bank Negara Indonesia. Tbk), Vol.9, 2010 oleh Sri Dewi
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Y=1.725629242+1.51635E-06 dan koefisien korelasi menunjukan pengaruh fee
based income dan profitabilitas sangat kuat dan searah
Jurnal berikutnya Determinants and consequences of non-interest income
diversification of commercial banks in OECD countries, vol 12, oleh Joon-Ho
Hahm :menemukan bahwa sementara bank dengan saham pendapatan non - bunga
yang lebih tinggi cenderung menunjukkan ROA serentak lebih tinggi.
Selanjutnya dalam skripsi pengaruh fee based income terhadap
profitabilitas pada bank asing 2010 oleh Dwi nopalia, dapat diketahui fee based
income memberikan pengaruh sebesar 14,6% terhadap profitabilitas yang diukur
dengan ROA.
Perbedaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian-penelitian
sebelumnya ialah didalam segi objek penelitian. Dimana yang akan menjadi objek
penelitian adalah Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang terdaftar di BEI.
Diharapkan fee based income dapat menjadi salah satu aktivitas perbankan
yang mempunyai andil besar terhadap pencapaian laba, dan laba yang dihasilkan
oleh bank tersebut akan berpeluang menaikan tingkat profitabilitas suatu bank.
Berdasarkan fenomena dan permasalahan yang terjadi maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh fee based income terhadap
profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang terdaftar di BEI periode
2010-2013” .
1.2.Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan diatas maka
permasalahan yang akan ditelaah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana gambaran fee based income pada Bank Umum Swasta
Nasional Devisa yang terdaftar di BEI.
2. Bagaimana gambaran profitabilitas pada Bank Umum Swasta Nasional
Devisa yang terdaftar di BEI.
3. Bagaimana pengaruh fee based income terhadap profitabilitas Bank Umum
1.3.Maksud dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini dimaksudkan ialah untuk memperoleh data dan informasi
yang berkaitan dengan proporsi fee based income dan tingkat profitabilitas Bank
Umum Swasta Nasional Devisa yang terdaftar di BEI. Serta menganalisa lebih
dalam bagaimana kinerja keuangan dari Bank Umum Swasta Nasional Devisa
yang terdaftar di BEI. Tujuan penelitian ini ialah untuk :
1. Mengetahui gambaran fee based income pada Bank Umum Swasta
Nasional Devisa yang terdaftar di BEI.
2. Mengetahui gambaran profitabilitas pada Bank Umum Swasta Nasional
Devisa yang terdaftar di BEI.
3. Mengetahui pengaruh fee based income terhadap profitabilitas Bank
Umum Swasta Nasional Devisa yang terdaftar di BEI.
1.4.Kegunaan Penelitian 1.4.1. Kegunaan Teoritis
Secara teoritis hasil dari penelitian ini diharapkan dapat
memperkuat teori yang ada mengenai kesehatan suatu bank terutama
profitabilitas bank itu sendiri. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat
menambah kajian ilmu yang ada mengenai dunia perbankan.
1.4.2. Kegunaan Praktis
Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber
masukan dan referensi terhadap penyelesaian masalah yang ada mengenai
tingkat kesehatan suatu bank terutama profitabilitas bank. Selain itu juga
diharapkan dapat menjadi rujukan pertimbangan kinerja keuangan suatu
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III
METODE PENELITIAN
1.1.Desain Penelitian
“Desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan
menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan
tujuan penelitian itu” (nasution, 2009: 23).
Metode penelitian merupakan sebuah langkah yang dilakukan peneliti agar
dapat memberikan gambaran untuk memecahkan masalah penelitian secara
terarah. Menurut Sugiyono (2010:1) “metode penelitian adalah cara ilmiah untuk
mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan
dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan
untuk memahami dan memecahkan masalah”.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif asosiatif dengan
jenis pendekatan studi kasus yaitu dengan melihat fenomena permasalahan yang
ada di perusahaan sehubungan dengan masalah yang akan diteliti. Data yang
diperoleh selama penelitian kemudian akan diolah, dianalisis dan diproses lebih
lanjut dengan dasar teori-teori dan penelitian terdahulu yang telah dipelajari.
“Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
nilai variabel, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat hubungan antara
variabel satu dengan variabel yang lain” (Sugiyono, 2010:5). Dalam penelitian
deskriftif dapat diketahui nilai suatu variabel yang akan diteliti tanpa membuat
hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya.
Sedangkan penelitian asosiatif menurut Sugiyono (2010:5) adalah
“penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau
lebih.”
Metode deskriftif asosiatif dapat menyajikan data variabel fee based
income dan variabel profitabilitas,yang kemudian dilakukan analisis terhadap
1.2.Operasionalisasi Variabel
Untuk meneliti bagaimana pengaruh fee based income terhadap
profitabilitas, penulis menentukan definisi variabel sebagai berikut :
a. Variabel Independen atau Variabel Bebas (Variabel X)
Variabel independen yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain yang
tidak bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel X yaitu “fee
based income”.“Fee based income merupakan keuntungan yang didapat
dari transaksi yang diberikan dalam jasa-jasa bank lainnya atau dari jasa
non pinjaman yang diberikan.”(Sofyan syafri Harahap, 2008:323 ; Kasmir, 2004:136).
b. Variabel Dependen atau Variabel Tidak Bebas (Variabel Y)
Variabel dependen yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas,
maka yang menjadi variabel Y adalah “profitabilitas”.“Profitabilitas
menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama
periode tertentu” (Boy Leon & Sonny Ericson,2008:31). Profitabilitas
diukur dengan menggunakan return on asset (ROA), skala pengukuran
variabel adalah skala rasio.
Variabel, indikator, dan skala pengukuran yang digunakan baik variabel X
maupun variabel Y dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Dimensi Indikator Skala
Fee based income
Profitabilitas (Y) Return on asset
(ROA)
Laba sebelum pajak
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1.3.Populasi dan Sampel Penelitian
1.3.1. Populasi Penelitian
Populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subyek
yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” Sugiyono
(2010:61).
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum
Swasta Nasional Devisa yang terdaftar di BEI dengan karekteristik tertentu,
yaitu: (1) perusahaan yang menjadi populasi penelitian termasuk kedalam
emiten sektor perbankan, (2) populasi telah terdaftar di BEI sejak tahun 2010
sampai tahun 2014, (3) menerbitkan laporan keuangan tahunan, (4) memperoleh
pendapatan jasa non bunga. Terdapat dua puluh dua Bank Umum Swasta
Nasional Devisa yang terdaftar di BEI yang memenuhi kriteria. Berikut ini
Tabel 3.2
Daftar BUSN Devisa yang terdaftar di BEI
No Kode Bank Nama bank
1 INPC Bank Artha graha internasional, Tbk
2 PNBN Pan indonesia bank, Tbk
3 BBNP Bank nusantara parahyangan, Tbk
4 NISP Bank OCBC NISP, Tbk
5 BBCA Bank central asia, Tbk
6 BNLI Bank Permata, Tbk
7 BNGA Bank CIMB Niaga, Tbk
8 BNBA Bank Bumi arta, Tbk
9 BKSW Bank Kesawan, Tbk
10 MEGA Bank Mega, Tbk
11 MCOR Bank Windhu kencana internasional, Tbk
12 BSWD Bank Of india indonesia, Tbk
13 BBKP Bank Bukopin, Tbk
14 SDRA Bank Himpunan saudara, Tbk
15 AGRO Bank BRI agroniaga, Tbk
16 BDMN Bank Danamon, Tbk
17 BAEK Bank Ekonomi Raharja, Tbk
18 BABP Bank ICB Bumiputra, Tbk
19 BSIM Bank Sinarmas, Tbk
20 BNII Bank Internasional Indonesia, Tbk
21 BCIC Bank Mutiara
22 MAYA Bank Mayapada Internasional, Tbk
Sumber : Bursa Efek Indonesia, diolah 2014
1.3.2. Sampel Penelitian
Yang dimaksud dengan sampel menurut Sugiyono (2010:62) adalah
“…bagian dari jumlah dan karakterikstik yang dimiliki oleh populasi”.Sampel
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
puluh dua Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang terdaftar di BEI. Teknik
pengambilan sampel yang dilakukan adalah sampel jenuh yaitu cara
pengambilan sampel dengan menggunakan semua populasi sebagai sampel
penelitian. Menurut Sugiyono (2007:124) yang dimaksud dengan sampel jenuh
adalah “teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel”.
1.4.Teknik Pengumpulan Data
Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan studi dokumen sebagai
teknik untuk mengumpulkan data sekunder. Menurut Sugiyono (2010:240)
“Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa
berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.”
Studi dokumen yang digunakan oleh peneliti di dalam penelitian ini
berbentuk tulisan yaitu laporan keuangan Bank Umum Swasta Nasional Devisa
yang terdaftar di BEI pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2013.
Di dalam laporan keuangan tersebut, peneliti dapat melihat
indikator-indikator dari setiap variabel yang akan diteliti. Indikator dari variabel fee based
incomedan profitabilitas dapat diketahui melalui neraca dan laporan laba rugi
bank. Data yang telah diperoleh dari dokumen tersebut dapat digunakan sebagai
landasan penelitian di dalam pengujian hipotesis yang telah di rumuskan oleh
peneliti.
1.5.Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 1.5.1. Teknik Analisis Data
Setelah data yang diperoleh dikumpulkan maka analisis diperlukan
didalam proses pengolahan data tersebut untuk dapat memutuskan hipotesis
yang dibuat.Menurut Sugiyono (2010:244) “analisis data adalah proses mencari
danmenyusun data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
bahan-bahan lain secara sistematis sehingga mudah dipahami dan temuannya
Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik dengan
menggunakan analisis korelasi pearson product momen. Statistik diperlukan
untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan
data yang telah terkumpul yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Di dalam penelitian ini terdapat satu variabel bebas dan satu variabel
terikat. Data setiap variabel yang telah diperoleh, kemudian dicari bagaimana
variabel-variabel tersebut akan dapat saling mempengaruhi. Langkah-langkah
yang akan dilakukan dalan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Menghitung proporsi fee based income
2. Menghitung rasio profitabilitas dengan Return on Assets (ROA) sesuai
dengan
� �= � �
�
3. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk kalimat.
4. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk statistik.
5. Membuat tabel penolong untuk menghitung nilai korelasi.
6. Memasukan angka-angka statistik dari tabel penolong dengan rumus
korelasi pearson product moment.
7. Menentukan besarnya sumbangan variabel X terhadap variabel Y dengan
rumus koefisien penentu(KP).
8. Menguji signifikasi dengan rumus ℎ �
9. Menarik kesimpulan mengenai pengaruh fee based income terhadap
profitabilitas.
(1) Koefisien Korelasi
Korelasi pearson product moment digunakan untuk menentukan
sebeberapa kuat hubungan suatu variabel dengan variabel lain. Dan di dalam
penelitian ini variabel tersebut ialah hubungan antara variabel fee based
income dan profitabilitas. Berikut merupakan rumus korelasi pearson
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
= . − .
{ . 2−( )2}. { . 2−( )2}
Keterangan :
= Koefisien korelasi
n = Banyaknya sampel
X =Fee based income
Y = Profitabilitas
(Sugiyono, 2007:231)
Untuk kekuatan hubungan variabel, nilai koefisien korelasi berada di
antara -1 dan +1. Untuk bentuk arah hubungan, nilai koefisien korelasi
dinyatakan dalam positif (+) dan negatif (-), atau (-1= r = +1)
Jika koefisien korelasi bernilai positif maka variabel-variabel berkorelasi positif, artinya semakin dekat nilai koefisien korelasi ke
+1, semakin kuat korelasi positifnya.
Jika koefisien korelasi bernilai negatif maka variabel-variabel berkorelasi negatif, artinya semakin dekat nilai koefisien korelasi ke
-1, semakin kuat korelasi negatifnya.
Jika koefisien korelasi bernilai 0 (nol) maka variabel tidak menunjukan korelasi.
Jika koefisien korelasi bernilai +1 atau -1 maka variabel-variabel menunjukan korelasi positif atau negatif sempurna.
(Iqbal Hasan, 2004 :99)
(2) Koefisien determinasi
Koefisien determinasi atau koefisien penentu merupakan teknik yang
variabel dependen. Berikut merupakan rumus yang digunakan untuk
mengetahui koefisien determinan :
= 2� 100%
Keterangan :
KP = Besarnya koefisien penentu (determinan)
2= Nilai koefisien korelasi product moment
(Riduwan, 2012 : 76)
Nilai koefisien penentu berada 0 sampai 1 (0 = KP = 1).
Jika nilai koefisien penentu = 0, berarti tidak ada pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y)
Jika nilai KP = 1, berarti variabel variasi (naik/turunnya) variabel dependen (Y) adalah 100% dipengaruhi oleh variabel independen (X)
Jika nilai KP berada di antara 0 dan 1 (0 < KP< 1) maka besarnya pengaruh variabel independen terhadap variasi (naik/turunnya)
variabel dependen adalah sesuai dengan nilai KP itu sendiri, dan
selebihnya berasal dari faktor-faktor lain.
(Iqbal hasan, 2004:113)
1.5.2. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis merupakan suatu prosedur yang dapat menghasilkan
keputusan, apakah diterima atau ditolaknya hipotesis penelitian.Keputusan
dalam pengujian hipotesis bisa benar atau salah sehingga dapat menimbulkan
resiko dalam penelitian.
Dalam pengujian hipotesis digunakan uji signifikansi dengan
menetapkan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Hipotesis nol
merupakan hipotesis yang menyatakan tidak ada pengaruh antara variabel satu
dengan variabel lain. Dan hipotesis alternatif merupakan hipotesis yang
menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel satu dengan
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Ho : ρ = 0 : Tidak terdapat pengaruh fee based income terhadap profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang terdaftar di bursa
efek indonesia.
Ha : ρ > 0 : Terdapat pengaruh positif fee based income terhadap profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang
terdaftar di bursa efek indonesia.
Untuk menguji hipotesis penelitian, peneliti menggunakan uji t. Menurut
Riduwan (2012:76) uji signifikansi berfungsi apabila peneliti ingin mencari
makna pengaruh variabel X dan variabel Y, rumusnya adalah :
ℎ � = −
2 (1− 2)
Keterangan:
t = t hitung
r = Koefisien korelasi pearson product moment
n = Banyaknya sampel
Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan cara
membandingkan hasil hitung t hitung dengan t tabel dengan taraf nyata ɑ = 0,05
dan derajat kebebasan (dk = n-2), kriteria keputusan hipotesis adalah sebagai
berikut :
1. Jika ℎ �> � ; maka Ho ditolak dan Ha diterima, atau terdapat
pengaruh positif fee based income terhadap profitabilitas bank yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia
2. Jika ℎ � ≤ � ; maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak
terdapat pengaruh fee based income terhadap profitabilitas bank yang
Nita Nur Astri, 2014
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh fee based
income terhadap profitabilitas pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa periode
2010-2013 dengan analisis dan berbagai teori yang ada dan pembahasan yang
telah dijelaskan, maka ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Fee based income pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa pada periode
2010-2013 memiliki rata-rata nilai yang positif dan terus meningkat setiap
tahunnya. Nilai fee based income tertinggi dipegang oleh Bank Central
Asia Tbk pada tahun 2014 sedangkan nilai fee based income terendah
dipegang oleh BRI Agroniaga Tbk pada tahun 2010.
2. Profitabilitas yang diukur dengan ROA pada Bank Umum Swasta
Nasional Devisa periode 2010-2013 memiliki rata-rata nilai yang fluktutif
dan cenderung menurun. Pencapaian ROA tertinggi di raih oleh Bank
Central Asia Tbk dan Bank Of India Indonesia Tbk Sedangkan ROA
terendah diraih oleh Bank Mutiara Tbk.
3. Hasil penelitian, terdapat pengaruh positif fee based income terhadap
profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebesar 14,44% dan
sisanya sebesar 85,56% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Hal tersebut menunjukan ketika terjadi peningkatan pada fee based income
maka akan berdampak pula pada kenaikan profitabilitas.
5.2. Saran
Setelah hasil penelitian yang diperoleh, berikut ini merupakan saran dari
penulis sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi Bank Umum Swasta
Nasional Devisa :
1. Bank sebaiknya berupaya meningkatkan keuntungan dari fee based
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pelayanan jasa yang variatif yang ditunjang pula dengan SDM yang handal
dan teknologi yang maju sesuai dengan perkembangan zaman.
2. Dengan melihat ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang
fluktuatif, managemen bank sebaimya berupaya memperbaiki nilai ROA
yang diperolehnya. Pihak bank dapat memfokuskan pada peningkatan
pendapatan yang diperoleh bank. Kinerja keuangan bank perlu
ditingkatkan dalam menjalankan aktivitas perbankan.
3. Fee based income memberikan pengaruh positif terhadap profitabilitas
Bank Umum Swasta Nasional Devisa, namun bank sebaiknya tetap
meningkatkan interest income yang diperolehnya. Karena bagaimanapun
bank adalah lembaga intermediasi yang memperoleh pendapatan utamanya
dari selisih bunga (spread based). Bank perlu dapat meningkatkan labanya
baik yang bersumber dari interest income maupun dari fee based income.
4. Untuk peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian terhadap
perbandingan proporsi fee based income dengan interest income pada
Nita Nur Astri, 2014
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Arikunto, Suharsimi.(2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Bambang, Riyanto. (2001). Dasar-dasar pembelajaran perusahaan. Yogyakarta: BEP.
Boy Leon dan Sony Ericson. (2008).Manajemen Aktiva Pasiva Bank Devisa, Jakarta: Grasindo.
Damawi, Herman. (2011). Manajemen Perbankan .Jakarta : PT Bumi Aksara.
Fahmi, Irham. (2011). Analisis Laporan Keuangan.Bandung : Alfabeta
Frianto Pandia.(2012). Manajemen Dana dan Kesehatan Bank, Rineka Cipta, Jakarta.
Ghozali, Imam. (2007). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program
SPSS.Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang
Graddy, Duance B. and Spencer, Austin H. (1990).Managing Commercial Banks
Community, Regional and Global.New Jersey: Prentice Hall International Inc.
Harahap, S. (2008).Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada
Hasan, Iqbal. (2004). Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara
Hasibuan, Malayu. (1996). Manajemen pengkreditan. Jakarta: BumiAksara Putra
_______________. (2009). Dasar-dasar Perbankan.Jakarta : PT Bumi Aksara
Ikatan Akuntansi Indonesia.(2009). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) No.31.Tentang akuntansi Perbankan.Jakarta : Salemba Empat
Indriantoro, dan Supomo. (2002).Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Lapoliwa, N dkk.(2007). Akuntansi Perbankan.Jakarta : Institusi Bankir Indonesia
Lukman, Dendawijaya.(2009).Manajemen Perbankan.Edisi Kedua.Jakarta :Ghalia Indonesia
Kasmir.(2004). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.Jakarta: PT. Raja grafindo persada
______.(2008). Dasar-dasar perbankan.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
______.(2012). Manajemen Perbankan. Jakarta: Rajawali Pers.
Kusuma, Handri. (2005). Analisis Proporsi Pengolahan Fee base income Bank di
Indonesia (Periode 1999-2003). Yogyakarta: Sinergi Kajian Bisnis dan
Manajemen
Manurung, Mandala dan Prathama Rahardja.(2004). Uang, Perbankan, dan
Ekonomi Moneter (Kajian Kontekstual Indonesia).Jakarta : Lembaga Penerbit FE
UI.
Munawir. (2010). Analisis Laporan Keuangan .Yogyakarta : Liberty
Nasution, S. (2009). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta : Bumi Aksara
Pedoman Operasional Penulisan Skripsi (POPS). (2013). UPI: Program Studi
Pendidikan Akuntansi.
Riduwan.(2012). Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabeta
Sastradipoera, K. (2004). Strategi Manajemen Bisnis Perbankan. Bandung: Kappa-Sigma
Sugiyono.(2010). Metode penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Penerbit: Alfabeta
_______. (2007).Metode Penelitian Pendidikan.Bandung: CV Alfabeta.
Taswan.(2006). Manajemen Perbankan.Yogyakarta : UPP STIM YKPN
Triandaru, Sigit dan Totok Budisantoso. (2006). Bank dan Lembaga Keuangan
lainnya .Jakarta : Salemba empat.
Nita Nur Astri, 2014
B. Setiadi. “Analisis Hubungan Spread of Interest Rate, Fee based income, dan Loan to Deposit Ratio dengan ROA pada Perbankan di Jawa Timur “. Vol.1
Candra Dewi dan Handri Kusuma. 2005. “Analisis proporsi perolehan fee based income bank pembangunan daerah di indonesia”
Fadzlan Sufian dan Royfaizal Razali Chong . 2008. “Determinants of Bank Profitability in a Developing Economy : Empirical Evidence From The Philippines” . Vol. 4.Philippines
Joon-Ho Hahm. 2008. “Determinants and consequences of non-interest income diversification of commercial banks in OECD countries”. vol 12. Korea
Sri Dewi Aggraeni.2010. “ AnalisisFee based income Dampaknya Terhadap
Profitabilitas (Studi Kasus Pada PT. Bank Negara Indonesia. Tbk”. Vol.9
Dokumen
Bursa Efek Indonesia.(2009-2013). Laporan tahunan perusahaan yang terdaftar. Jakarta: Bursa Efek Indonesia
Peraturan Bank Indonesia.No. 13/1/PBI/2011.tentang penilaian tingkat kesehatan
bank umum
Surat Edaran Bank Indonesia. No.6/23/DPNP. 31 Mei 2004 Perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum
Undang-Undang RI (1998). Undang-undang perbankan No10 tahun 1998. Jakarta. Sinar diagram
Karya Imiah
Diana Rostika. (2009). Pengaruh Fee Based Income Terhadap Rentabilitas Pada
PT. Bank Eksekutif Internasional, Tbk,.Bandung : Program Studi Pendidikan
Akuntansi Universitas Pendidikan Indonesia.
Dwi Nopalia. (2011). Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Pada
Bank Asing. Skripsi.Bandung : Pendidikan Akuntansi Universitas Indonesia
Resti Pujawati. (2010). Pengaruh Efisinensi Biaya Operasional dan Fee Based
Income Terhadap Profitabilitas Pada Bank Pemerintah Tahun 2005-2009.Bandung : Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Pendidikan
Nita Nur Astri, 2014
Pengaruh Fee Based Income Terhadap Profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Internet
Eben Ezer S. (2012). Perbankan Antisipasi Langkah BI Rem Laju Pertumbuhan kredit.[Online].Tersedia :
http://jaringnews.com/ekonomi/perbankan/21672/perbankan-antisipasi- langkah-bi-rem-laju-pertumbuhan-kredit [25 Januari 2014]
Gita Rosiana, dan Whisnu Bagus. (2012). BRI Targetkan Tambahan Fee Based Income Rp1 Triliun. [Online].Tersedia :
http://www.beritasatu.com/mobile/ekonomi/77334-bri-targetkan-tambahan-fee-based-income-rp1-triliun.html [25 Januari 2014]