• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

32

Dalam suatu penelitian, metodologi memiliki peran sangat penting karena metodologi merupakan proses, prinsip, dan prosedur yang dilakukan oleh peneliti untuk mendekati masalah dan mencoba untuk mencari jawaban. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

3.1 Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kuantitatif. Deskriptif dalam pengertian bahwa penelitian ini ingin lebih menggambarkan secara jelas iklim komunikasi organisasi dan motivasi kerja karyawan PT Commeta Niaga Raya Jakarta.

Penelitian kuantitatif menurut Rachmat Kriyantono yaitu riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis. Periset lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data atau hasil riset dianggap merupakan respresentasi dari seluruh populasi.1

1

Rachmat Kriyantoro, Teknik Praktis Riset Komunikasi Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public relations, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran, Jakarta: Kencana, 2009, hal 55

(2)

Sedangkan penelitian deskriptif menurut Jalaludin Rachmat dikemukakan bahwa sebagaimana adanya keadaan yang sebenarnya terdapat objek tersebut, sehingga bersifat analisa dalam mengungkapkan fakta mengenai keadaan yang sebenarnya yang menjadi objel penelitian. Lebih lanjut, dikemukakan penelitian deskriptif bertujuan untuk:

1. Mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada.

2. Mengidentifikasikan masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku.

3. Menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yan akan datang.

4. Membuat perbandingan atau evaluasi.2

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut Suharsimi Arikunto, peneliti kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga pemahaman akan kesimpulan penelitian akan lebih baik apabila disertai tabel, grafik, bagan, gambar

2

Jalaludin Rachmat, Metode Penelitian Komunikasi, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2005, Hal.25-26

(3)

atau tampilan lain. Selain data yang berupa angka, penelitian kuantitatif juga ada data berupa informasi kualitatif.3

Varian penelitian kuantitatif yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei. Metode penelitian survei yaitu riset yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta tentang gejala-gejala atas permasalahan yang timbul. Kajiannya tidak perlu mendalam sampai menyelidiki kenapa gejala-gejala tersebut ada atau sampai menganalisis hubungan-hubungan atas gejala-gejala. Fakta-fakta yang ada lebih digunakan untuk pemecahan masalah daripada digunakan untuk pengujian hipotesis.4

Penelitian survei dapat dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner/ angket kepada responden yang akan diteliti.

3.3 Populasi dan Sampel

Data yang digunakan pada penelitian ini berupa populasi. Populasi adalah semua bagian atau anggota dari objek yang akan diamati. Populasi dapat berupa

3

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT Rineka Cipta. 2002 hal 10

4

Umar Husein, Metode Riset Komunikasi Organisasi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 2002, hal 42

(4)

orang, benda, objek, peristiwa atau apapun yang menjadi objek dari survei. Populasi ditentukan oleh topik dan tujuan survei.5

Populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.6

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan dan pejabat perusahaan di PT Commeta Niaga Raya, yang menurut pihak SDM di kantor tersebut jumlah karyawan sebanyak 58 orang.

Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.7Sampel merupakan sebagian dari populasi, atau bisa saja hanya wakil dari populasi. Penentuan sampel dapat dilakukan dengan metode sampling.

Metode sampling adalah pembicaraan bagaimana menata berbagai teknik dalam penarikan atau pengambilan sampel penelitian, bagaimana kita merancang tata cara pengambilan sampel agar menjadi sampel yang representatif.8

Bila kita meneliti seluruh unsur populasi, maka kita melakukan sensus

(total sampling).9Sensus mudah dilakukan jika jumlah populasi terbatas.

5

Elvinaro Ardianto, Metodologi Penelitian untuk Public Relations Kuantitatif dan Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010 hal 170

6

Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-ilmu Sosial lainnya, Jakarta: Kencana, 2005 hal 99

7

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta 2006 hal 131

8

(5)

Karena dalam penelitian ini jumlah populasinya terbatas, maka teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah jumlah dari seluruh populasi.

Tabel 3.3.1

Daftar Karyawan PT Commeta Niaga Raya

Sumber : Data HRD PT Commeta Niaga Raya

9

Jalaludin Rakhmat. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007 hal 78

Divisi Jumlah

HRD/ GA 6 Orang

Gudang 4 Orang

Accounting & Finance 10 Orang

Purchasing 5 Orang

Marketing 9 Orang

Call Center 8 Orang

EDP 2 Orang Telemarketing 2 Orang Design 3 Orang Tissor 7 Orang IT 2 Orang TOTAL 58 Orang

(6)

3.4 Definisi Konsep dan Operasionalisasi Konsep

3.4.1 Definisi Konsep

a. Iklim Komunikasi Organisasi

Iklim komunikasi organisasi merupakan kondisi yang terdapat dalam organisasi yang berasal dari persepsi tiap individu mengenai kondisi komunikasi internal yang mempengaruhi setiap anggota organisasi dalam berperilaku dan berkomunikasi.

b. Motivasi Kerja Karyawan

Motivasi kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaan dengan baik serta disiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal.

Motivasi secara umum mengarah pada pencapaian suatu tujuan. Setiap individu memiliki dorongan kuat yang muncul dari dalam dirinya sendiri yang menjadikan seseorang mampu melaksanakan sesuatu secara maksimal tanpa adanya tekanan.

3.4.2 Operasionalisasi Konsep

Dalam penelitian ini, menggunakan variabel bebas (X) yaitu Iklim Komunikasi dan variabel terikat (Y) yaitu Motivasi Kerja Karyawan. Pada kerangka konsep ini variabel penelitian perlu dioperasionalisasikan dan diberikan indikator guna mempermudah dalam pengukurannya.Indikator merupakan alat

(7)

untuk mengukur variabel.Indikator merupakan alat untuk mengukur variabel.Indikator menjabarkan variabel agar mudah dipahami, dijelaskan dan diukur. Berikut ini adalah dimensi-dimensi dan indikator untuk diuji:

Tabel 3.4.2.1 Operasionalisasi Konsep

Variabel Dimensi Indikator Skala Pengukuran

Skala Likert Iklim

Komunikasi Organisasi (Variabel X)

Kepercayaan Atasan memberikan kepercayaaan penuh kepada bawahan dalam bekerja 1. Sangat Tidak Setuju 2. Tidak Setuju 3. Ragu-ragu 4. Setuju 5. Sangat Setuju Atasan menunjukkan kredibilitasnya dalam bekerja dan memimpin bawahan

Informasi yang diterima dari teman kerja dapat dipercaya kebenarannya Pembuatan Keputusan Partisipatif Bawahan merasa diikutsertakan memberikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan perusahaan

Bawahan merasa atasan memberikan kebebasan kepada bawahan dalam menyatakan pendapat Pendapat bawahan yang digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan cukup besar

(8)

Kejujuran Atasan jujur kepada bawahan dalam menceritakan masalah perusahaan

Promosi kerja dilaksanakan secara transparan dan jujur kepada karyawan yang memenuhi kriteria Karyawan memiliki kejujuran dalam mengisi absensi

Keterbukaan dalam Komunikasi

Komunikasi yang terjalin antara atasan dengan bawahan berjalan dengan lancar

Karyawan merasa bebas dalam mengungkapkan isi pikiran mereka Tersedianya ruang komunikasi untuk berkonsultasi Mendengarkan dalam komunikasi keatas

Atasan merasa informasi yang diterima dari

bawahan dianggap penting

Atasan terbuka untuk mendengarkan ide-ide dan metode kreatif dari

bawahan Atasan bersedia

mendengarkan saran dan laporan masalah bawahan

(9)

Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi

Semua karyawan

menerima informasi yang dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk mengkoordinasikan pekerjaan mereka dengan karyawan atau bagian lainnya

Karyawan mengetahui dengan jelas tujuan-tujuan atau program-program kerja yang dilakukan perusahaan

Keberhasilan berkinerja tinggi dikomunikasikan dan disosialisasikan dengan baik kepada karyawan

Variabel Dimensi Indikator Skala Pengukuran

Skala Likert Motivasi Kerja (Variabel Y) Kebutuhan Fisiologis Perusahaan memberikan gaji yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang dilaksanakan oleh karyawan 1. Sangat Tidak Setuju 2. Tidak Setuju 3. Ragu-ragu 4. Setuju 5. Sangat Setuju Perusahaan memberikan

tunjangan perumahan bagi karyawan

Pendapatan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup karyawan

(10)

Jaminan

Keselamatan dan Keamanan

Perusahaan memberikan kompensasi kesehatan seperti penggantian biaya berobat, jaminan sosial tenaga kerja dan asuransi Perusahaan memberikan jaminan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Perusahaan menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memenuhi standarisasi

Rasa memiliki Adanya saling pengertian dan saling menghargai antar karyawan

Karyawan menjunjung tinggi visi, misi, serta tujuan organisasi Karyawan mempunyai keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik untuk kemajuan

perusahaan Pemberian

penghargaan

Perusahaan memberikan perhatian yang lebih terhadap karyawan yang berprestasi untuk

mengembangkan prestasinya

Perusahaan memberikan kesempatan promosi jabatan bagi karyawan yang memenuhi kriteria Perusahaan memberikan bonus tahunan atau bonus lainnya yang merupakan perwujudan terimakasih atas prestasi yang semakin meningkat

(11)

Aktualisasi Diri Perusahaan memberikan training dan pelatihan bagi karyawan untuk lebih meningkatkan keterampilan dan kemampuan dibidangnya masing-masing Atasan memberikan dukungan terhadap karyawan dalam meningkatkan motivasi kerja Perusahaan memberikan kesempatan dan beasiswa bagi karyawan yang berprestasi

3.5 Validitas dan Relibilitas

3.5.1 Uji Validitas

Validitas dimaksudkan untuk menyatakan sejauh mana instrument (misal kuesioner) akan mengukur apa yang ingin diukur. Apakah benar, alat ukur kita itu dapat mengukur sifat objek yang kita teliti atau mengukur sifat yang lain.10

Suatu alat ukur dikatakan valid atau mempunyai nilai validitas tinggi apabila alat ukur tersebut memang dapat mengukur apa yang hendak kita ukur. Apabila uji validitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan pengujian validitas konstruksi dilakukan menggunakan analisis faktor yaitu dengan mengkorelasikan antar skor faktor dengan skor total.

10

(12)

Analisis faktor merupakan cara yang digunakan untuk mengindentifikasi suatu jumlah kecil faktor yang menerangkan pola hubungan dalam suatu himpunan, bisa juga digunakan pada reduksi data untuk mengindentifikasikan suatu jumlah kecil faktor yang memiliki beberapa kepemimpinan karakter.11

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Jadi validitas ingin mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner yang sudah kita buat betul-betul dapat mengukur apa yang hendak kita ukur. Uji validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi bervariabel antara masing-masing indikator dengan skor konstruk atau bisa juga dibandingkan antara nilai r hitung dengan nilai r tabel, apabila nilai r hitung lebih besar daripada r tabel maka hasilnya valid sedangkan apabila nilai r hitung lebih kecil dari tabel meka hasilnya tidak valid.

Dari tampilan output SPSS terlihat bahwa korelasi antara masing-masing indicator (X1, X2, X3, X4, …dsb) terhadap total skor konstruk (total) menunjukkan hasil signifikan. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikannya dibawah 0,05 atau tanda (*) pada kolom Total yang mempunyai arti:

Tanda bintang satu (*): correlation is significant at the 0,05 level (2- tailed) (korelasi signifikan pada level 0,05)

Tanda bintang dua (**): correlation is significant at the 0,01 level (2- tailed) (korelasi signifikan pada level 0,01)

11

Andi dan wahana computer, pengolahan data statistic dengan SPSS12, Yogyakarta, 2004, hal 147

(13)

Seperti yang telah dikemukakan bahwa, analisis faktor dilakukan dengan cara mengkorelasikan jumlah skor total. Bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya 0,2 ke atas maka faktor tersebut merupakan konstruk yang kuat. Jadi berdasarkan analisis faktor itu dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki validitas konstruksi yang baik.12

Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 58 orang dengan demikian n = 58, makan nilai df = n- 2 = 58 – 2= 56. Nilai r tabel dengan melihat nilai df= 56 adalah sebesar 0,258 ( tabel r terlampir).

Validitas yang diuji berjumlah 2 variabel yaitu variabel Iklim Komunikasi Organisasi (X) dan variabel Motivasi Kerja (Y).

a. Variabel Iklim Komunikasi Organisasi

Tabel 3.5.1.1

Uji Validitas Variabel Iklim Komunikasi Organisasi (X)

12

Dali Santun Naga, Teori sekor pada pengukuhan mental edisi kedua, Jakarta 2012, hal 289 No

Kuesioner

r-butir r-tabel Keterangan

1 0.492 0.258 Valid 2 0.679 0.258 Valid 3 0.440 0.258 Valid 4 0.793 0.258 Valid 5 0.680 0.258 Valid 6 0.719 0.258 Valid 7 0.683 0.258 Valid 8 0.567 0.258 Valid 9 0.434 0.258 Valid 10 0.693 0.258 Valid

(14)

Sumber : Hasil Kuesioner Iklim Komunikasi Organisasi

Pada variabel iklim komunikasi organisasi ini memiliki total 18 pertanyaan. Nilai korelasi dihitung dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment, melalui program SPSS 20. Pada variabel ini tidak ada pertanyaan yang didrop dikeluarkan dari perhitungan karena secara keseluruhan nilai korelasinya adalah >0.258, sehingga dapat dikatakan valid. (Hasil output SPSS uji validitas Iklim Komunikasi Organisasi terdapat di lampiran).

b. Variabel Motivasi Kerja (Y)

Selanjutnya adalah analisis validitas dengan variabel yang diuji adalah variabel Y yaitu variabel Motivasi Kerja.Variabel ini terdiri dasri 15 pertanyaan, nilai validitas pertanyaan pada variabel Motivasi Kerja dapat dilihat pada tabel berikut ini. 11 0.664 0.258 Valid 12 0.484 0.258 Valid 13 0.457 0.258 Valid 14 0.654 0.258 Valid 15 0.652 0.258 Valid 16 0.611 0.258 Valid 17 0.736 0.258 Valid 18 0.721 0.258 Valid

(15)

Tabel 3.5.1.2

Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja (Y)

Sumber : Hasil Kuesioner Motivasi Kerja

Hasil uji validitas untuk Motivasi Kerja (Y) secara keseluruhan nilai korelasinya adalah > 0.258, sehingga dapat dikatakan valid dan dapat dilanjutkan ke analisis berikutnya. (Hasil output SPSS uji validitas Motivasi Kerja di lampiran).

No Kuesioner

r-butir r-tabel Keterangan

1 0.835 0.258 Valid 2 0.829 0.258 Valid 3 0.651 0.258 Valid 4 0.699 0.258 Valid 5 0.631 0.258 Valid 6 0.785 0.258 Valid 7 0.684 0.258 Valid 8 0.638 0.258 Valid 9 0.600 0.258 Valid 10 0.808 0.258 Valid 11 0.738 0.258 Valid 12 0.837 0.258 Valid 13 0.776 0.258 Valid 14 0.809 0.258 Valid 15 0.875 0.258 Valid

(16)

3.5.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama di lain kesempatan. Jika suatu alat ukur digunakan untuk melakukan pengukuran secara berulang kali maka alat tersebut tetap memberikan hasil yang sama, tetapi perlu diingat bahwa kondisi saat pengukuran tersebut sama dan tidak berubah.13

Reliabilitas merupakan instrumen dalam penelitian yang memiliki makna penting karena menunjukkan ketepatan dan kemantapan suatu penelitian. Reliabilitas mencerminkan ketepatan instrument penelitian yang digunakan dalam mengukur dan menggali informasi yang diperlukan.

Adapun aspek yang penting dalam reliabilitas dapat diandalkan (dependality), dapat diramalkan (predictable), dan menunjukkan ketepatan dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji relibilitas yang dilakukan dengan cara one shot (cronbach alpha) dimana suatu kuesioner dikatakan reliable jika nilai cobranch alpha lebih besar dari 0,60.

Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dan variabel atau konstruk suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

13

(17)

1. Repeated Measure atau pengukuran ulang: disini seseorang akan disodori pernyataan yang sama pada waktu yang berbeda dan kemudian dilihat apakah ia tetap konsisten dengan jawabannya.

2. One Shot atau pengukuran sekali saja: disininya pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antara jawaban pertanyaan SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistic Cronbach Alpha (a). suatu kontruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai cronbach alpha>0,06. Rumus Pearson Product Moment:

=

− ⅀ ⅀

{

(⅀

) }{

(⅀

) }

Keterangan: r : Koefisien korelasi N : Jumlah Responden ⅀X : Jumlah X ⅀Y : Jumlah Y

⅀XY : Jumlah hasil perkalian dari X dan Y ⅀X² : Jumlah X yang dikuadratkan

(18)

Untuk uji reliabilitas dengan menjumlahkan skor pertanyaan genap dan ganjil dan mencari nilai korelasinya.Dalam uji reliabilitas ini data dikatakan stabil apabila nilai korelasinya signifikan.

Tabel 3.5.2.1.

Uji Reliabilitas Variabel Iklim Komunikasi Organisasi (X)

No Variabel Reliabel Nilai Alpha Cronbach

1 Iklim Komunikasi Organisasi 0,6 0,896

Berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat nilai alpha cronbach lebih besar dari 0,60, sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa variabel dalam Iklim Komunikasi Organisasi dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data yang cukup baik. (Hasil output SPSS uji reliabilitas Iklim Komunikasi Organisasi terdapat di lampiran).

Tabel 3.5.2.2

Uji ReliabilitasVariabel Motivasi Kerja Karyawan (Y)

No Variabel Reliabel Nilai Alpha Cronbach

1 Motivasi Kerja 0,6 0,941

Dari tabel diatas dapat kita lihat nilai alpha cronbach lebih besar dari 0,60, sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa variabel dalam Motivasi Kerja dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data yang cukup baik, sehingga penelitian ini dapat dilanjutkan . (Hasil output SPSS uji reliabilitas Motivasi Kerja terdapat dilampiran).

(19)

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dan informasi dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara, yaitu:

3.6.1 Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari sumber utamanya/ diperoleh langsung dari responden. Dalam penelitian ini data primer untuk efektivitas iklim komunikasi organisasi PT Commeta Niaga Raya dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan sebagai berikut:

1. Kuesioner

Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menggunakan pertanyaan yang harus dikerjakan atau dijawab oleh orang yang meliputi sasaran angket tersebut. Dalam penelitian ini kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data mengenai iklim komunikasi organisasi dan seputar motivasi kerja karyawan pada PT Commeta Niaga Raya.

3.6.2 Data Sekunder

Data sekunder berasal dari sumber kedua, ketiga dan seterusnya, artinya melewati satu atau lebih bukan peneliti sendiri. Data penelitian ini tidak sepenuhnya diusahakan oleh peneliti sendiri yang tujuannya adalah untuk melengkapi data primer.

(20)

Data tersebut diperoleh antara lain dari:

1. Buku-buku

2. Internet atau website

3. Skripsi atau Tesis terdahulu yang membahas materi yang sama 4. Jurnal serta dokumen-dokumen lainnya.

3.7 Teknik Analisa Data

Analisa data adalah proses penyederhanaan kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Pada penelitian ini, analisa data dapat dilakukan setelah data yang dibutuhkan terkumpul dan kemudian dan diolah melalui tahap-tahap tertentu.

Sesuai dengan penelitian dan pembahasan masalah untuk menganalisa hubungan iklim komunikasi organisasi dengan motivasi kerja karyawan PT Commeta Niaga Raya yaitu dengan menggunakan analisa kuantitatif.

Skala dalam pengukuran data variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini adalah skala likert.Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi orang tentang fenomena sosial.14 Variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator dijabarkan sebagai tiik tolak dalam menyusun pernyataan positif dan pernyataan negatif yang kemudian masing-masing pernyataan diberi skor.

14

(21)

Tabel 3.7.1

Skor Jawaban tentang Iklim Komunikasi Organisasi dan Motivasi Kerja Karyawan

Jawaban Pertanyaan Skor Jawaban

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Ragu-ragu 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

Dalam penelitian ini, yang akan menjadi objek penelitian terdiri dari dua variabel yaitu:

1. Variabel X adalah variabel bebas (independent variabel). Dalam penelitian ini variabel X nya adalah Iklim Komunikasi Organisasi.

2. Variabel Y adalah variabel tidak bebas (dependent variabel). Dalam penelitian ini variabel Y nya adalah Motivasi Kerja Karyawan.

Pengolahan dan analisis data dapat dilakukan dengan teknik statistik inferensial yaitu teknik atau alat yang dipakai dalam membuktikan kebenaran mengenai hubungan-hubungan antar gejala-gejala sosial yang muncul, untuk membuat ramalan terhadap gejala-gejala yang akan terjadi maupun untuk kontrol terhadap kemungkinan gejala yang timbul. Adapun bagian dalam teknik pengolahan data dan analisis statistik inferensial adalah:15

15

(22)

Taraf signifikansi dan taraf kepercayaan. Taraf signifikansi adalah kesediaan dan keberanian peneliti untuk secara maksimal mengambil resiko kesalahan dalam menguji hipotesis, sedangkan taraf kepercayaan adalah sisi balik dari signifikansi, apabila taraf signifikansi sebesar 5% maka taraf kepercayaan 95%. Peneliti mengambil taraf signifikansi sebesar 5% dengan taraf kepercayaan sebesar 95%.

Gambar

Tabel 3.4.2.1  Operasionalisasi Konsep

Referensi

Dokumen terkait

45 FK Dewi Puri Astiti, S.Fil, M.Si pengetahuan pendidik PAUD di Denpasar tentang Prinsip dan Tahap perkembangan anak usia dini serta aplikasi dalam pembelajaran 46 FK I Gusti Ayu

Sedangkan pengaturan pelaksanaan pemberian kredit dengan Jaminan Hak Tanggungan haruslah disertai pembebanan hak tanggungan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang

Seiring dengan rencana redevelopment gedung gereja dan kantor ORPC, yang sedianya akan dilaksanakan pada tahun ini; maka baiklah kita sebagai bagian dari ORPC mendoakan

Tabel 7 menunjukan tabel Reliability Statistics yang menunjukan suatu variabel dikatakan reliabel atau handal jika jawaban terhadap pertanyaan selalu konsisten dan

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari konstruk, dikatakan reliable jika jawaban dari responden terhadap pernyataan

Sebagai generasi penerus bangsa anak merupakan tunas bangsa yang akan melanjutkan eksistensi suatu bangsa, dalam hal ini adalah bangsa Indonesia. Namun pada

Reliabilitas adalah data untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk.. Menurut Juliandi (2013:83) reliabilitas memiliki

merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Dalam hal ini suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah