• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengambilan Keputusan Manajerial

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengambilan Keputusan Manajerial"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL PERKULIAHAN

Pengambilan

Keputusan

Manajerial

Modul Final Semester

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Ekonomi dan Bisnis Manajemen

11

- Andre M. Lubis, ST, MBA

Abstract

Kompetensi

Mampu mengidentifikasi masalah dan memahami model-model pengambilan keputusan dalam berbagai situasi

Mampu merespon sebuah masalah dalam keputusan, dalam berbagai situasi yang dihadapi

(2)

Modul 11

Latar Belakang

Ilmu pengetahuan utama tentang bentuk antrean,yang sering disebut teori antrean (queuing theory), merupakan sebuah bagian penting operasi dan alat yang sangat berharga bagi manajer operasi. Model antrian sangat berguna baik dalam bidang manufaktur dan jug ajasa. Analisis antrian dalam bentuk panjang antrian, rata-rata waktu menunggu dan factor lain membantu untuk memahami sistem jasa (seperti kasir di Bank), aktivitas pemeliharaan (perbaikan mesin rusak) dan aktivitas pengendalian shop-floor.

Isi

Pengambilan Keputusan Pelayanan: Metode Antrian Model jalur Tunggal dan Jalur Berganda

Pendahuluan

Antrean (waiting line/queue) adalah sebuah situasi umum sebagai contoh,lihat

bentuk deretan mobil yang menunggu untuk diperbaiki, pekerjaan fotokopi yang sedang menunggu untuk diselesaikan,atauorang orang yangsedang berlibur menunggu untuk masuk wahana Dunia Fantasi/Ancol.

Tabel 11.1. Situasi umum antrian

Karakteristik Sistem Antrian.

1. Kedatangan atau masukan sistem. Kedatangan memiliki karakteristik seperti ukuran populasi, perilaku, dan sebuah distribusi statistik.

(3)

2. Disiplin antrean atau antrean itu sendiri. Karakteristik antrean mencakup apakah panjangnya antrean terbatas atau tidak, dan disiplin orang-orangnya atau barang yang ada di dalamnya.

3. Fasilitas layanan. Karakteristiknya meliputi desain dan distribusi statistik waktu pelayanan.

Karakteristik Kedatangan

Sumber input yang menghadirkan kedatangan pelanggan bagi sebuah sistem pelayanan memiliki tiga karakteristik utama:

1. Ukuran populasi kedatangan. 2. Perilaku kedatangan.

3. Pola kedatangan (distribusi statistik).

Ukuran Populasi (Sumber) Kedatangan dibagi menjadi tidak terbatas atau terbatas. Jika jumlah kedatangan pengunjung atau kedatangan pada waktu tertentu hanyalah sebagian kecil dari semua kedatangan yang potensial, maka populasi kedatangan dianggap sebagai populasi yang tidak terbatas.

Contoh populasi yang tidak terbata sadalah mobil yang datang ke sebuah tempat pencucian mobil, para pengunjung yang tiba di sebuah supermarket, dan para siswa yang datang untuk mendaftarkan diri di sebuah universitas besar. Sebagian besar model antrean berasumsi bahwa populasi kedatangan tidak terbatas.

Sebuah contoh, populasi terbatas ditemukan dalam sebuah toko percetakan yang memiliki delapan mesin cetak. Setiap mesin cetak merupakan seorang “pelanggan” potensial yang mungkin rusak dan memerlukan pemeliharaan.

(4)

Pola Kedatangan pada Sistem

Pelanggan tiba disebuah fasilitas pelayanan baik karena memiliki jadwal tertentu (sebagai contoh,1 pasien datang setiap 15 menit atau 1siswa datang setiap ½ jam) atau datang secara acak.

Kedatangan diangap sebagai acak apabila kedatangan tersebut tidak terikat satu sama lain dan kedatangan tidak dapat diperdiksi tepat. Biasanya, jumlah kedatangan setiap satuan waktu dapat di perkirakan dengan sebuah probabilitas distribusi yang dikenal distribusi poisson. Untuk setiap waktu kedatangan (2 pelanggan per jam atau 4 truk per menit), sebuah distribusi poisson dapat ditetapkan menggunakan rumus:

Karakteristik pelayanan

Sebuah system antrean jalur tunggal (single channel queuing system) dengan satu kasir biasanya merupakan pos yang dilewati kendaraan (drive-inbank) dengan hanya satu kasir yang dibuka. Atau sistem antrean jalur majemuk (Multiple Channel QS) kebalikannya.

(5)

Gambar 11.3 sistem antrian jalur tunggal/ganda dan Sistem 1 tahap/berganda

Distribusi waktu layanan

Pola pelayanan serupa dengan pola kedatangan dimana pola ini konstan ataupun acak. Waktu layanan biasanya terdistribusi secara acak. Dalam banyak kasus digambarkan sebagai pola distribusi probabilitas ekponensial negatif.

(6)

Gambar 11.4

Menghitung Kinerja Antrian

Dengan menganalisis antrean,kita dapat memperoleh banyak perhitungan kinerja sebuah sistem antrean berikut:

1. Waktu rata rata yang dihabiskan pelanggan dalam antrean. 2. Rata-rata panjang antrean.

3. Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan dalam sistem (waktu tunggu ditambah waktu pelayanan).

4. Jumlah pelanggan rata-rata sistem.

5. Kemungkinan fasilitas layanan akankosong. 6. Faktor kegunaan sistem.

7. Kemungkinan beberapa pelanggan didalam sistem. Gambar 11.5. biaya antrian

(7)

Tabel 11.2 Model antrian (keragaman)

Model Keterangan Contoh Jumlah

Jalur Tahapan Jumlah Tingkat Pola

Kedatangan

Pola Waktu

Pelayanan Populasi Ukuran Antrean Disiplin

A Sistem Jalur Tunggal/ (M/M/1) Pusat Informasi di Pertokoan

Tunggal Tunggal Poisson Eksponensial Tidak

terbatas FIFO B Jalur Majemuk/ (M/M/S) Tempat pembelian tiket di bandara

Ganda Tunggal Poisson Eksponensial Tidak

terbatas FIFO C Layanan Konstan/ (M/D/1) Tempat cuci mobil otomatis

Tunggal Tunggal Poisson Konstan Tidak

terbatas FIFO D Populas Terbatas Toko dengan 12 mesin yang mungkin rusak

Tunggal Tunggal Poisson Eksponensial Tidak

terbatas FIFO

Contoh soal 1, sebuah antrian jalur tunggal

1. Tom Jones, seorang montir di Golden Muffl er Shop, dapat memasang knalpot baru rata-rata sebanyak 3 buah per jam (atau 1 knalpot setiap 20 menit) berdasarkan distribusi eksponensial negatif. Pelanggan yang menginginkan pelayanan ini tiba di bengkel dengan rata-rata 2 orang per jam, dengan mengikuti distribusi Poisson. Mereka dilayani

(8)

dengan aturan first-in, first-out dan berasal dari populasi yang sangat besar (hampir tak terbatas)

(9)

Soal 2.

Pemilik golden muffler shop memperkirakan biaya waktu menunggu pelanggan, dalam kaitannya dengan ketidakpuasan pelanggan dan hilangnya kesempatan, adalah $10 per jam dari waktu menunggu yang dihabiskan dalam antrian. Oleh karena rata-rata mobil memiliki waktu menunggu selama 2/3 jam (Wq) dan terdapat sekitar 16 mobil yang dilayani per hari (2 kedatangan per jam dikalikan dengan waktu kerja 8 jam per hari), total jumlah waktu yang dihabiskan oleh pelanggan untuk menunggu setiap hari untuk memasang knalpot adalah

2/3 (16) = 32/3 = 10 2/3 jam Jadi, dalam kasus ini,

Biaya waktu menunggu pelanggan = $10 (10 2/3) = $107 per hari

Satu-satunya biaya lain yang dapat diidentifikasi oleh pemilik golden dalam situasi antrian adalah gaji jones, si montir yang mendapatkan $7 per jam atau $56 per hari. Jadi:

(10)
(11)

Karakteristik model dua jalur ini dapat dirangkum dan dibandingkan dengan model jalur tunggal sebagai berikut:

Satu jalur Dua Jalur

P0 0,33 0,5

Ls 2 mobil 0,75 mobil

Ws 60 menit 22,5 menit

Lq 1,33 mobil 0,083 mobil

Wq 40 menit 2,5 menit

Peningkatan pelayanan memiliki efek dramatis pada hamper seluruh karakteristik. Khususnya, waktu yang dihabiskan untuk menunggu dalam antria berkurang dari 40 menit menjadi hanya 2,5 menit.

(12)
(13)
(14)
(15)

Daftar Pustaka

Heizer Jay, B. Render, (2006), Operations Management (Manajemen Operasi),

Salemba Empat, Edisi Ketujuh, Jakarta

Gambar

Tabel 11.1. Situasi umum antrian
Gambar 11.2. Tiga komponen dari sistem antrian, tempat cuci mobil
Gambar 11.3 sistem antrian jalur tunggal/ganda dan Sistem 1 tahap/berganda
Tabel 11.2  Model antrian (keragaman)

Referensi

Dokumen terkait

Persoalan pengambilan keputusan dengan tujuan jamak (multiple attribute decision making) menjadi lebih mudah apabila pengambil keputusan mampu membuat ranking kepentingan dari

Jika jumlah unsur dalam populasi sedemikian besar dan dianggap homogen, dan ketika peneliti tidak mempunyai alat pengambilan sampel secara acak yang baik, pakailah cara ini.

• INDIVIDUAL DECISION MAKING Pengambilan Keputusan Manajerial yang dilakukan oleh Seorang Manajer2. • GROUP

Teori inkremental dalam pengambilan keputusan mencerminkan suatu teori pengambilan keputusan yang menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan (seperti dalam teori rasional

Pardee (1969) mengusulkan super goal (sasaran super) sebagai atribut acuan dalam masalah pengambilan keputusan dengan tujuan jamak.. Super goal merupakan atribut yang

Proses inilah yang disebut dengan metode perbandingan berpasangan ( pairwise comparison ) untuk menganalisis prioritas elemen-elemen dalam hirarki. Prioritas ditentukan

Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang relatif sama dan dianggap bisa mewakili populasi (Singarimbun, 1995:171). Karena keterbatasan

Berhasil atau gagalnya seorang manajer dalam menjalankan tugasnya, dapat dilihat dari keputusan-keputusan yang diambilnya, ini dikemukakan oleh Atmosudirjo 1982:24 menyatakan bahwa