• Tidak ada hasil yang ditemukan

2005). JURNAL GIGI DAN MULUT VOL.3, NO. 1, APRIL 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2005). JURNAL GIGI DAN MULUT VOL.3, NO. 1, APRIL 2016"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak merupakan faktor penting yang harus diperhatikan sedini mungkin, sebab kerusakan gigi yang terjadi pada usia anak-anak, dapat mempengaruhi p e r t u m b u h a n g i g i p a d a u s i a s e l a n j u t n y a . Pengetahuan, sikap, dan perilaku dari seluruh komponen tersebut mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut pada anak. Masalah kesehatan gigi anak menujukkan kecenderungan yang terus meningkat di pedesaan maupun perkotaan.

Penyuluhan kesehatan gigi pada anak sekolah dasar umur 6-12 tahun sangat penting karena pada usia tersebut adalah kritis, baik bagi pertumbuhan gigi geliginya juga bagi perkembangan jiwanya sehingga memerlukan berbagai metode dan pendekatan untuk menghasilkan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang sehat khususnya kesehatan gigi dan mulut (Rahayu, 2005).

SD N Kandangan I dan II yang berjumlah 202 siswa, termasuk daerah kabupaten Sleman. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan November 2014 dengan wawancara kepada 10 siswa tentang penyuluhan kesehatan gigi dan mulut belum pernah dilakukan secara langsung. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah SDN Kandangan I dan II dan rencana pelaksanaan program kurikulum kesehatan gigi yang belum terlaksana, maka perlu diberikan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut para siswa.Permasalahan: Apakah ada pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dan mulut terhadap pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut siswa SDN Kandangan I dan II Sleman Mergodadi Seyegan Sleman Yogyakarta? Tujuan Penelitian adalah diketahuinya pengaruh penge-tahuan dan sikap siswa terhadap kesehatan gigi dan mulut siswa setalah diberikan penyuluhan.

Metode penelitian: eksperimen, dengan Pretest and Posttest with control Group Design. Sampel: 60 sampel dengan teknik quota sampling Uji Statistik T

Test. Ada pengaruh yang signifikan p = 0,00 < 0,05 tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswi SD N Kandangan I yang telah diberikan perlakuan dengan siswa-siswi SD N Kandangan II yang tidak diberikan perlakuan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.Ada pengaruh nilai sikap kesehatan gigi dan mulut antara siswa-siswi SD N Kandangan I dan II adalah p = 0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan sikap kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswi SD N Kandangan I yang telah diberikan perlakuan dengan siswa-siswi SD N Kandangan II yang tidak diberikan perlakuan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.

Kata kunci : penyuluhan kesehatan gigi, pengetahuan, sikap

ABSTRACT

Dentaland oralhealth in children is an important factor that must be considered as early as possible, because the tooth decay that occurs in the age of the children, can affect tooth growth at later age. Knowledge, attitudes, and behavior of all components affecting the status of oral health in children. Dental health problems children showed the increasing trend in both rural and urban areas.

Dental health education in elementray school children aged 6-12 years is critical because at that age is critical, both for the growth of molars also for the development of the soul so that it requires a variety of methods and approaches to generate knowledge, attitudes, and behaviors that are particularly dental and oral health (Rahayu, 2005).

SDN Kandangan I and II, which amounted to 202 students, including Sleman district. Based on the preliminary results of a study conducted in November 2014 with interviews of 10 students about dental and oral health education has never been carried out directly. From interviews with the principal of SDN Kandangan I and II and the implementation plan

TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT

SISWA SDN KANDANGAN I DAN II MERGODADI SEYEGAN

SLEMAN YOGYAKARTA.

Dwi Eni Purwati , Susilarti

Dosen Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jl. Kyai Mojo no. 56. Pingit, Yogyakarta

(2)

dental health curriculum program that has not been done, then it should be given counseling in order to improve the dental and oral health knowledge of students.

Problem: Is there any effect of dental and oral health education on knowledge and attitude of students' dental and oral health SDN Kandangan I and II MergodadiSeyeganSleman Yogyakarta?Research Purposes : Knowing the influence of students' knowledge and attitudes towards dental and oral health after the students are given counseling.

Methods: experimental, with pretest and posttest with control group design. Samples: 60 samples with quota sampling technique T Test Test statistics. There is a significant effect p = 0.00 < 0.05 the level of knowledge of dental and oral health in students of SD N Kandangan I have been given treatment by the students of SD N II Kandangan were not given the treatment of dental and oral health education. There is the influence of the value of dental and oral health attitudes among students of SD N Kandangan I and II are p = 0.00 < 0.05 so it can be concluded that there are significant differences dental and oral health attitudes in students SD N Kandangan I have been given treatment by the students of SD N Kandangan II were not given the treatment of dental and oral health education.

Keywords : dental health education, knowledge, attitudes

berbagai pihak, dalam hal ini anak itu sendiri, orangtua, dan dokter. Pengetahuan, sikap, dan perilaku dari seluruh komponen tersebut mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut pada anak.

M a s a l a h k e s e h a t a n g i g i a n a k menujukkan kecenderungan yang terus meningkat di pedesaan maupun perkotaan. Di wilayah perkotaan, prevalensi penyakit periodontal pada anak meningkat dari 62%-72% dan prevalensi karies meningkat dari 72%-73%. Di daerah pedesaan, prevalensi penyakit periodontal pada anak meningkat dari 68%-89% dan prevalensi karies meningkat dari 66%-71% ( Priyono dan

3

Hendartini, 2001 cit. Isrofah, 2007) . Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada masyarakat Indonesia. Penyebab utama penyakit periodontal adalah plak. Oleh karena itu perlu dilakukan penghilangan plak, melalui peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat (Tjatja dan Lely,

4 2005) .

2 M e n u r u t d a t a D e p k e s R I ( 2 0 1 0 ) Prevalensi kesehatan gigi dan mulut di Indonesia terhadap tingkat karies sebesar 70% dan 505 dianataranya adalah golongan umur balita, mengingat penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 240 juta jiwa dan masih terus meningkat. (Hutagalung, 2010 cit. Madyastuti dkk. 2013). Kebersihan gigi dan mulut yang baik berdampak pada kesehatan mulut, sebaliknya kebersihan mulut yang kurang terjaga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada rongga mulut sebagai akibat akumulasi debris dan kalkulus

6 (Tuhateru, dkk, 2014) .

Penyuluhan kesehatan gigi pada anak sekolah dasar umur 6-12 tahun sangat penting karena pada usia tersebut adalah kritis, baik bagi pertumbuhan gigi geliginya juga bagi perkembangan jiwanya sehingga memerlukan berbagai metode dan pende-katan unuk menghasilkan pengetahuan,

PENDAHULUAN

Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investai untuk keberhasilan pembangunan bangsa. Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian dari kesehatan dasar yang harus diketahui dan diupayakan oleh

2

setiap orang. (DepKes RI, 2009) . Kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak merupakan faktor penting yang harus diperhatikan sedini mungkin, sebab kerusakan gigi yang terjadi pada usia anak-anak, dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi pada usia selanjutnya. Selain itu masa anak merupakan awal dari pembentukan perilaku, oleh sebab itu diharapkan mendidik anak untuk berprilaku yang benar terhadap kesehatan gigi dan mulutnya. Pemeliharaan kesehatan gigi pada anak semestinya melibatkan interaksi

(3)

sikap dan perilaku yang sehat khususnya 7 kesehatan gigi dan mulut (Rahayu, 2005) . SD N Kandangan I dan II mempunyai siswa sebanyak 202 orang. SD tersebut termasuk daerah kabupaten Sleman. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah SDN K a n d a n g a n I d a n I I d a n r e n c a n a pelaksanaan program kurikulum kesehatan gigi yang belum terlaksana, maka perlu diberikan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut para siswa. Berdasarkan latar belakang masalah di atas peneliti bermaksud memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang kemudian menilai tingkat pengetahuan dan sikap siswa dalam kesehatan gigi dan mulut di SD N Kandangan I dan II.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental Pretest and Posttest with Control Group Design. Pemilihan metode ini untuk menguji pengaruh penyuluhan k e s e h a t a n g i g i d a n m u l u t t e r h a d a p pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar tentang kesehatan gigi dan mulut di SD N Kandangan I dan II.

Penelian ini akan dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kandangan I dan II Mergodadi Seyegan Sleman Yogyakarta

Sampel penelitian adalah SD N Kandangan I dan II sebanyak 60 siswa. Dengan kriteria Inklusi berusia 9-11 tahun, bisa membaca, menulis, memiliki nilai ujian tengah semester rata-rata 6,5 dan bersedia menjadi responden.Teknik penarikan sampel dengan quota sampling.

Variabel penelitian ini adalah: variabel bebas: penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan variabel terikat: pengetahuan dan sikap anak mengenai kesehatan gigi dan mulut. Analisis data dengan menggunakan analisis Paired Sampel T-Test

HASIL PENELITIAN

Penelitian tentang “Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada SD N Kandangan I dan II Sleman” yang telah dilaksanakan dengan responden sejumlah 60 siswa.

Tabel 1 . Rata-rata (x) Skor Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD N Kandangan I dan II

Variabel Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD N Kandangan I Tanpa Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD N Kandangan II Mean (x) Sebelum 11,77 11,33 Sesudah 12,93 11,30 Selisih 1,16 -0,03

Tabel 1 menunjukkan nilai rata-rata skor pengetahuan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di SD N Kandangan I lebih besar jika dibandingkan dengan nilai rata-rata skor pengetahuan kesehatan gigi dan mulut di SD N Kandangan II.

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penyuluhan terhadap sikap pada 60 responden siswa SD N Kandangan I dan II, Margodadi, Seyegan, maka dilakukan uji statistik dengan m e n g g u n a k a n u j i P a i r e d s a m p e l T- t e s t

berdasarkan tingkat signifikansi atau probabilitas yaitu p < 0,05.

Tabel. 2. Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan siswa di SD N Kandangan I dan II, Seyegan, Sleman, Yogyakarta Pengetahuan Penyuluhan Tanpa Penyuluhan t 4.568 sig 0,00 No. 1 2

Hasil perhitungan pada tabel 2 dapat dilihat bahwa dg tingkat sig 0,00 < 0,05, hal tersebut m e n u n j u k k a n b a h w a a d a p e n g a r u h penyuluhan dg pengetahuan kesehatan gigi.

(4)

Tabel 3 menunjukkan selisih rata-rata skor sikap sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di SD N Kandangan I (13,33) lebih besar jika dibandingkan d e n g a n s e l i s i h r a t a - r a t a s k o r s i k a p kesehatan gigi dan mulut di SD N Kandangan II (3,06).

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penyuluhan terhadap sikap pada 60 responden siswa SD N Kandangan I dan II, Margodadi, Seyegan, maka dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji Paired Sampel T-test berdasarkan tingkat signifikansi atau probabilitas yaitu p < 0,05.

Berdasarkan tabel 2 didapatkan bahwa tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswi SD N Kandangan I signifikansinya adalah p=0,000 nilai p<0,05, maka terdapat pengaruh yang bermakna pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan g i g i d a n m u l u t p a d a s i s w a S D N K a n d a n g a n I S l e m a n Yo g y a k a r t a . Pengaruh ini disebabkan karena m e n i n g k a t n y a p e n g e t a h u a n p a d a responden setelah diberi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Sesuai dengan

8

pendapat Notoatmodjo (2007) yang m e n y a t a k a n b a h w a p e n y u l u h a n kesehatan adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, kelompok, atau individu dengan harapan bahwa dengan adanya penyuluhan atau pesan tersebut maka masyarakat, kelompok, atau individu mendapatkan pengetahuan yang lebih baik.

Penelitian ini didukung oleh pendapat 9

Setiawati (2014) yang menyatakan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi melalui metode ceramah berpengaruh signifikan terhadap perubahan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa SMP Negeri 9 Surakarta. Slamet cit

10 penelitian Presska dkk. (2012) juga m e n y a t a k a n b a h w a p e n y u l u h a n kesehatan masyarakat adalah upaya memberdayakan individu, kelompok dan m a s y a r a k a t u n t u k m e m e l i h a r a , meningkatkan dan melindungi kesehatan, melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran dan kemampuan, serta mengembangkan iklim yang mendukung, yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat, sesuai dengan sosial budaya dan kondisi setempat. Penelitian ini juga d i d u k u n g o l e h p e n e l i t i a n P r i s s k a ,

Tabel 3 . Rata-rata (x) Skor Sikap Kesehatan Gigi dan Mulut di SD N Kandangan I dan II

Variabel Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD N Kandangan I Tanpa Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD N Kandangan II Mean (x) Sebelum 42 43,27 Sesudah 55,33 46,33 Selisih 13,33 3,06

Tabel. 4. Pengaruh penyuluhan terhadap Sikap siswa di SD Kandangan I dan II, Seyegan, Sleman, Yogyakarta

Pengetahuan Penyuluhan Tanpa Penyuluhan t 3.870 sig 0.000 No. 1 2

Hasil perhitungan pada tabel 4 dapat dilihat bahwa dengan tingkat sig 0.00 < 0,05, hal tersebut menunjukkan bahwa ada p e n g a r u h p e n y u l u h a n d e n g a n s i k a p kesehatan gigi.

PEMBAHASAN

1. Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada siswa di SD N Kandangan I dan II Sleman Yogyakarta

(5)

1 0

Salawati, dan Astuti (2012) yang menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan kesehatan tentang kecacingan dengan menggunakan metode cerita bergambar, maupun metode ceramah. Novitasari

1 1

(2013) dalam penelitiannya juga m e n g u n g k a p k a n b a h w a t e r d a p a t perbedaan rerata pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswa SMP Negeri 24 Surakarta.

Penelitian ini didukung oleh hasil 1 2

p e n e l i t i a n P r i y o n o ( 2 0 1 2 ) y a n g menyatakan bahwa hasil kelompok yang d i b e r i k a n p e r l a k u a n p e n y u l u h a n kesehatan menggunakan media poster menunjukan pengetahuan lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol dimana poster merupakan alat bantu pendidikan.

2. Sikap Kesehatan Gigi dan Mulut pada siswa di SD N Kandangan I dan II Sleman Yogyakarta

Berdasarkan tabel 4 didapatkan bahwa nilai sikap kesehatan gigi dan mulut s e b e l u m d a n s e s u d a h d i b e r i k a n penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswi SD N Kandangan I dan II adalah sebesar p=0,00< 0,05 maka , ada pengaruh yang bermakna pada nilai sikap siswa-siswi SD N Kandangan I dan II , hal ini berbeda sesuai dengan pendapat Notoatmodjo dalam penelitian Presska,

1 0

Salawati, dan Astuti (2012) yang menyatakan bahwa pengaruh sikap terjadi karena responden mengalami 3 tingkatan yaitu menerima, merespon, menghargai dan bertanggung jawab. Responden menerima stimulus yang diberikan berupa media cerita bergambar yang berisi tentang konsep penyakit k e c a c i n g a n , k e m u d i a n r e s p o n d e n

merespon isi dari cerita tersebut dengan dibuktikan menjawab pertanyaan dengan benar yang pada akhirnya responden menghargai dan berusaha bertanggung jawab atas segala sesuatu sikap yang telah dipilihnya.

Penelitian ini juga didukung oleh 1 Machfoed dalam penelitian Alfian (2013) yang menyatakan bahwa Pendidikan Kesehatan adalah proses perubahan yang bertujuan untuk mengubah individu, kelompok dan masyarakat menuju hal-hal yang bersifat positif secara terencana melalui proses belajar. Perubahan tersebut mencangkup pengetahuan, sikap d a n k e t r a m p i l a n m e l a l u i p r o s e s Pendidikan Kesehatan.

KESIMPULAN

Hasil penelitian terhadap 60 responden di SD N Kandangan I dan II Sleman Yogyakarta dengan judul “Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada SD N Kandangan I dan II Sleman Yogyakarta” dapat disimpulkan bahwa:

1. Ada pengaruh tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswi SD N Kandangan I yang telah diberikan perlakuan dengan siswa-siswi SD N Kandangan II yang tidak diberikan perlakuan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.

2. Ada pengaruh nilai sikap terhadap kesehatan gigi dan mulut antara siswa-siswi SD N Kandangan I dan II .

SARAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat peneliti sampaikan adalah:

1. Bagi Instansi Pendidikan

Sebagai bahan masukan dan sumber i n f o r m a s i u n t u k m e n i n g k a t k a n

(6)

pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan mengadakan kegiatan promotif khususnya bagi siswa-siswi sekolah dasar.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini dapat digunakan sebagai a c u a n d a n r e fe r e n s i b a g i p e n e l i ti selanjutnya dalam memberikan gambaran tentang pengaruh penyuluhan kesehatan g i g i d a n m u l u t t e r h a d a p t i n g k a t pengetahuan dan sikap responden.

DAFTAR PUSTAKA

1. A l fi a n , M u k h t i . ( 2 0 1 3 ) . P e n g a r u h P e m b e r i a n P e n d i d i k a n K e s e h a t a n terhadap Sikap Remaja Anak Jalanan tentang Penyakit Menular Seksual di Rumah Singgah Hafara Yogyakarta 2013. Jurnal Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

2. D e p a r t e m e n K e s e h a t a n R e p u b l i k Indonesia. (2009). Pedoman Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta.

3. Isrofah. (2007). Pengaruh PKG terhadap Pengetahuan dan Sikap Anak Usia Sekolah di SD Boto Kembang Kulon Progo Yogyakarta. Skripsi.

4. Tjaahja, I. dan Lely S. (2005). Hubungan Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Pengetahuan dan Sikap Responden di Beberapa Puskesmas di Propinsi Jawa Barat. Jurnal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan vol. 15 , no.4 5. Madyastuti, L., Setiawan N. H., dan

Twitiandayani, R. (2013). Hubungan P e r i l a k u I b u t e n t a n g P e r a w a t a n Kebersihan Gigi dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Pra Sekolah. Jurnal Kesehatan Lembaga dan Penelitian P e n g a b d i a n M a s y a r a k a t L P P M ) Universitas Gresik

6. Tuhateru. D, Lampus, Woworo. (2014). Status Kebersihan Gigi dan Mulut Pasien Poliklinik Gigi Puskesmas Paniki Bawah Manado. Junal e Gigi, vol 2 No. 2.

7. Rahayu, E. M. (2005). Pengaruh PKG terhadap Pengetahuan dan Sikap Anak K e l a s V d i S D M u h W i r o b r a j a n Yogyakarta. Skripsi.

8. Notoatmodjo, S. (2007). Penyuluhan Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

9. S e t i a w a t i , K a r i n a A i s y a h . ( 2 0 1 4 ) . P e n g a r u h P e n y u l u h a n K e s e h a t a n Reproduksi Melalui Metode Ceramah t e r h a d a p T i n g k a t P e n g e t a h u a n Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMP Negeri 9 Surakarta. Jurnal Fakultas Kedokteran UMS.

10.Presska, Cicilia A. K., Salawati Trixie, R a h a y u A s t u t i . ( 2 0 1 2 ) . P e n g a r u h P e n y u l u h a n K e s e h a t a n t e n t a n g Kecacingan terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Madrasah Ibtidaiyah An Nur Kelurahan Pedurungan Kidul Kota Semarang. Jurnal Penyuluhan Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2.

11.Novitasari, Rilla. (2013). Pengaruh P e n y u l u h a n t e r h a d a p T i n g k a t P e n g e t a h u a n t e n t a n g K e s e h a t a n Reproduksi pada Siswa SMP Negeri 24 Surakarta. Jurnal Fakultas Kedokteran UMS.

12.Priyono, Putri Kusumawati. (2012). P e r b e d a a n P e n g a r u h P e n y u l u h a n Kesehatan Metode Simulasi dengan Metode Simulasi dan Poster tentang Teknik Menyusui terhadap Pengetahuan dan Perilaku Ibu Menyusui. Jurnal Ilmu Kesehatan, Vol. IV, No. 2.

Gambar

Tabel 1 . Rata-rata (x) Skor Pengetahuan              Kesehatan Gigi dan Mulut di              SD N Kandangan I dan II
Tabel 3 . Rata-rata (x) Skor Sikap Kesehatan               Gigi dan Mulut di SD N Kandangan               I dan II

Referensi

Dokumen terkait

1) Doakan program MSB untuk mengelola pelayanan baru di Jambi dan Bengkulu agar terjadi sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Doakan supaya ada jiwa yang Tuhan siapkan

Pada proses tersebut senyawa yang tidak larut, dalam hal ini resin menerima ion positif atau negatif tertentu dari larutan dan melepaskan ion lain kedalam

Pada iklan produk kecantikan, kaum perempuan di dorong untuk merasa tidak nyaman dengan keadaan dirinya saat tidak sesuai dengan standar tertentu yang telah

Barangsiapa yang mengambil barang atau sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian,

Pengaruh Tekanan dan Penambahan Cu Terhadap Kekerasan Hasil Coran Aluminium Paduan Pada Proses Squeeze Casting.. Diajukan

Berdasarkan Surat Penetapan Nomor : 08/PJK-TR_03/2014 tanggal 24 Juni 2014 bersama ini kami umumkan nama penyedia jasa pada Pengadaan Langsung Jasa Konsultansi :. Kegiatan :

Berdasarkan paparan di atas, maka tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh non debt tax shield (perlindungan pajak

‫قرنفلة ‪ " :‬لم يكن ضحية لى كما قد تظن ‪ ,‬كان ضحية ضعفه‪6"...‬‬ ‫الخطاب أعاله هو شكل من أشكال فعل الكالم الجازم في شكل