• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENYULUHAN PERNIKAHAN DINI TERHADAP SIKAP TENTANG PERNIKAHAN DINI REMAJA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DLINGO BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2014 NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Penyuluhan Pernikahan Dini terhadap Sikap tentang Pernikahan Dini Remaja Kelas VIII S

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENGARUH PENYULUHAN PERNIKAHAN DINI TERHADAP SIKAP TENTANG PERNIKAHAN DINI REMAJA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DLINGO BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2014 NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Penyuluhan Pernikahan Dini terhadap Sikap tentang Pernikahan Dini Remaja Kelas VIII S"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Karakteristik responden berdasarkan umur dan jenis kelamin
Tabel 9. Sikap tentang pernikahan dini pada kelompok yang

Referensi

Dokumen terkait

Dari 63 responden yang diteliti oleh peneliti didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden berpengetahuan tinggi tentang dampak pernikahan dini yaitu sebanyak 56 responden

Hasil dari skema diatas didapatkan bahwa informan primer yaitu 15 remaja di SMAN 1 Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta, didapatkan hasil bahwa mayoritas informan

Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap pernikahan usia dini pada siswa kelas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi di MTSN Dlingo Bantul Yogyakarta 2013 sebagian besar termasuk

Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh harga koefisien hubungan Chi Square antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap Pernikahan Dini pada Remaja di

Hasil dari skema diatas didapatkan bahwa informan primer yaitu 15 remaja di SMAN 1 Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta, didapatkan hasil bahwa mayoritas informan

Berdasarkan tabel 2 tentang distribusi frekuensi perbedaan sikap siswimengenai pernikahan dini sebelum dan setelah diberikan penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di SMA

Pernikahan usia dini yang terjadi di Pleret Kabupaten Bantul dipengaruhi secara tidak langsung dengan keberadaan struktur sosial budaya karena ketentutuan minimal