KEJADIAN ALAM SEMESTA MENURUT KONSEP BARAT DAN ISLAM
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS ILMU ALAMIAH DASAR
Dosen Pembimbing : Burhan Nudin
Disusun Oleh :
1. Suratiningsih ( 16422118 ) 2. Adyin Whan Sandy ( 16422119 )
3. Sulistiani Palupi ( 16422141 )
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA
A. PENDAHULUAN
Manusia tidak akan lepas dari sejarah hidupnya, sedangkan kehidupan diawali dengan penciptaan alam semesta. Karena keingintahuan manusia yang tinggi, mereka selalu mencari tahu tentang waktu dan proses penciptaan alam semesta. Keingintahuan tersebut memunculkan beberapa teori dan pandangan yang dikemukakan oleh para ilmuwan. Lama – kelamaan, dengan banyaknya eksperimen yang dilakukan, beberapa teori gugur dan menyisakan satu dua teori yang diyakini para ilmuwan. Teori tersebut menyatakan bahwa alam semesta dimulai dari ketiadaan yang diawali dengan ledakan besar. Dalam hal ini, peran Sang Pencipta begitu terasa. Ia yang dengan sempurna menciptakan alam semesta lengkap dengan benda – benda di dalamnya.
Makalah ini tidak hanya membahas penciptaan alam semesta dari perspektif barat, namun juga menilik dari sisi Islam, dimana sesungguhnya kebenarannya telah tercantum dalam Al – Quran yang turun 1400 tahun yang lalu, jauh sebelum ilmuwan membuktikan kebenaran teori mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa teori yang dikemukakan para ilmuwan barat sejalan dengan kebenaran yang termaktub dalam Al – Quran.
B. RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah yang berjudul “Kejadian Alam Semesta Menurut Konsep Barat dan Konsep Islam” ini, kami akan membahas tentang :
1. Pengertian alam semesta
2. Teori terbentuknya alam semesta
3. Tahap – tahap pembentukan alam semesta 4. Pengertian galaksi dan tata surya
5. Teori pembentukan galaksi dan tata surya
C. PEMBAHASAN
Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan
makrokosmos. Mikromosmos adalah benda – benda yang mempunyai ukuran sangat kecil, misalnya atom, molekul, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos adalah benda - benda yang memiliki ukuran sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi1. Para ahli astronom menggunakan istilah alam semesta untuk menyebut ruang angkasa dan benda – benda langit yang terdapat di dalamnya. Persoalan mengenai terbentuknya alam semesta selalu ramai diperbincangkan di kalangan para ahli. Mereka berlomba – lomba mencari jawaban atas pertanyaan bagaimana alam semesta dapat tercipta. Banyak ahli yang akhirnya memunculkan teori, seperti Albert Einstein, Friedman, Hubble, Sir Fred Hoyle, dan banyak lainnya.
Tahun 1917, Albert Einstein merumuskan persamaan matematis yang melukiskan sifat alam semesta. Namun ia gagal menemukan persamaan yang menunjukkan bahwa alam semesta bersifat statis. Teori itu dipecahkan oleh Friedman pada tahun 1922. Dengan persamaan yang dibuat Albert Einstein, ia mengatakan bahwa alam semesta tidak statis, namun berkembang. Banyak orang yang tidak setuju dengan hal tersebut. Bahkan Albert Einstei akhirnya menambahkan konstanta pada persamaannya, sehingga didapat persamaan bahwa alam semesta itu statis. Di kemudian hari, Einstein menyebutnya sebagai “kesalahan terbesar sepanjang kariernya”
C.2 Teori Terbentuknya Alam Semesta
Teori – teori yang muncul di kalangan para ahli antara lain :
1. Teori keadaan tetap ( steady state theory )
Teori ini dikemukakan oleh Sir Fred Holy pada pertengahan abad 20. Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta dimanapun dan bagaimanapun selalu sama. Teori ini didukung oleh kenyataan bahwa jumlah galaksi baru sebanding dengan galaksi lama. Dengan demikian teori ini secara ringkas menyatakan bahwa tiap – tiap galaksi terbentuk, tumbuh, tua, lalu mati. Teori ini menyangkal adanya Sang Pencipta, karena menganggap
bahwa alam semesta tidak mempunyai awal dan akhir, semua sama, dan tidak ada akhirnya.
2. Teori dentuman besar ( Big Bang )
Pada tahun 1929, di observatorium Mount Wilson di California, seorang astronom Amerika bernama Edwin Hubble membuat salah satu temuan penting dalam dunia astronomi. Ketika tengah mengamati bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa cahaya yang dipancarkan bintang – bintang bergeser ke ujung merah spektrum. Pengamatan Hubble memberikan arti bahwa bintang – bintang tersebut senantiasa menjauhi bumi. Dengan menggunakan hukum – hukum fisika dan dengan mengetahui kecepatan radial galaksi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin jauh jarak galaksi terhadap bumi, maka kecepatannya lebih besar dibanding galaksi yang terletak lebih dekat dengan bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju panjang gelombang yang lebih besar yaitu menuju merah, yang hal ini sering dikenal dengan pergeseran merah. Sehingga dapat dikatakan bahwa ruang alam ini bersama dengan galaksi – galaksi berekspansi sesuai dengan model kosmos yang ditemukan Friedman dengan menggunakan persamaan awal yang dibuat oleh Albert Einstein. Tidak lama setelah itu, Hubble membuat temuan penting lain yaitu tidak hanya galaksi yang menjauhi bumi, namun galaksi – galaksi tersebut bergerak saling menjauh. Hal tersebut mengandung makna bahwa alam semesta ini senantiasa memuai. Hal ini dapat diilustrasikan dengan balon. Balon sebelumnya diberi titik – titik menggunakan spidol. Bila balon tersebut diisi dengan udara, maka titik – titik tersebut akan bergerak saling menjauh. Begitupun dengan alama semesta. Alam semesta bertambah luas seiring dengan pemuaian tersebut. Semakin bertambah luas, maka semakin menunjukkan bahwa alam semesta dapat bergerak mundur dalam hal waktu. Dengan demikian, alam berasal dari “ titik tunggal “ , artinya semua materi dan zat yang terdapat di alam semesta berasal dari ketiadaan atau bisa disebut dengan volume nol. Alam semesta terjadi karena ledakan pada titik tunggal. Ledakan hebat yang menandakan terbentuknya alam semesta itulah yang dinamakan Dentuman Besar ( Big Bang ).
ننوكنييفي ننكن هنلي لنوقنيي اميننيإإفي اررمنأي ىىضيقي اذيإإوي ضإرنأيلناوي تإاوياميسنيلا عنيدإبي
Artinya : Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.
) Q.S. Al – Baqarah : 117 (
Meskipun fakta tersebut ditemukan pada adab 20, Allah telah memberitahukan fakta tersebut dalam Al – Quran 1400 tahun yang lalu
نيوعنسإومنلي اننيإإوي ددينأيبإ اهيانييننيبي ءياميسنيلاوي
“ Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan ( Kami ) dan sesungguhnya Kami benar – benar meluaskannya” ( Q.S. Adz – Dzariyaat, 51 : 47 )
Tahun 1948, George Gamov mempertegas teori Big Bang. Ia mengatakan bahwa setelah terbentuknya alam semesta melalui ledakan besar, terjadilah radiasi yang meluas di alam semesta. Radiasi semakin menyebar secara merata pada alam semesta. Tahun 1965, dua orang peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan gelombang radiasi tersebut secara kebetulan. Gelombang radiasi tersebut kemudian dinamakan “ Radiasi Kosmos “ yang tidak dipancarkan dari sumber tertentu namun meliputi seluruh ruang angkasa.
konsentrasi hidrogen helium di alam semesta sesuai dengan perhitungan konsentrasi hidrogen helium yang merupakan sisa dari ledakan dahsyat.
Dengan demikian, terbukti benar bahwa alam semesta muncul dari ketiadaan. Itulah bukti konkret mengapa manusia wajib meyakini bahwa Tuhan yang Maha Menciptakan itu ada. Selain itu, manusia sebagai satu dari ribuan ciptaanNya wajib bersyukur atas segala penciptaan yang tak ada cacat satu pun.
ذيخإتنيمن تنننكن اميوي منهإسإفنننأي قيلنخياليوي ضإرنأيلناوي تإاوياميسنيلا قيلنخي منهنتندنهيشنأي امي
ادرضنعي نييلنإضإمنلنا
Artinya: “ Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.”(Q.S. Al-Kahfi [18] :51 )
C.3. Tahap – Tahap Pembentukan Alam Semesta
Peristiwa penciptaan alam semesta digambarkan dalam enam masa, dimana waktunya sesuai dengan kebenaran Al – Quran serta disetujui oleh para peneliti dari barat. Sebagaimana dalam Al - Qur’an (Q.S. Al-Sajdah [32] :4 ):
ىويتيسنا منيثن مداينيأي ةإتنيسإ يفإ اميهننيينبي اميوي ضيرنأيلناوي تإاوياميسنيلا قيليخي يذإلنيا هنلنيلا
نيورنكنيذيتيتي اليفيأي عديفإشي اليوي يندلإ وي ننمإ هإنإودن ننمإ منكنلي امي شإرنعيلنا ىليعي
Artinya : “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy.Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”
Adapun keenam tahapan tersebut ialah :
1. Tahap pertama
ءإاميلنا نيمإ انيلنعيجيوي اميهنانيقنتيفيفي اقرتنري اتينياكي ضيرنأيلناوي تإاوياميسنيلا ننيأي اورنفيكي نييذإلنيا رييي منليويأي
نيوننمإؤنين اليفيأي يندحي ءدينشي لنيكن
Artinya: “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30)
Tahap pertama terjadi sejak penciptaan sampai suhu kosmos turun menjadi seratus juta-juta-juta-juta-juta derajat. Tahap pertama penciptaan alam semesta terjadi kira – kira 13,7 milyar tahun yang lalu. Dalam tahap ini, seluruh kosmos yang terdiri atas ruang, materi, dan radiasi telah ditentukan interaksinya, sifat, serta kelakuannya. Tahap pertama ini juga disebut sebagai masa batas dinding Planck, yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-43 detik berdasarkan hasil perhitungan Panck. Pada tahap pertama, alam semesta didominasi oleh hidrogen yaitu bahan pembentuk bintang, yang dalam Al – Quran disebut dukhan (kabut). Ketika temperatur dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, mulai ada reaksi nuklir yang membentuk helium. Reaksi nuklir inilah yang menjadi sumber energi bintang dengan mengikuti persamaan E = mc2 yang menunjukkan bahwa energi setara dengan selisih massa hidrogen dengan helium. Pada waktu itu, segala macam interaksi antara materi dan radiasi sama kuat, dan dipandang bahwa keduanya simetri dengan menunjuk pada bagian akhir ayat 3 surat Al – Mulk
تدونافيتي ننمإ نإميىحنرنيلا قإلنخي يفإ ىىريتي امي اقرابيطإ تداوياميسي عيبنسي قيليخي يذإلنيا
رﻭطنفن ننمإ ىىريتي لنهي ريصيبيلنا عإجإرنافي
2. Tahap kedua
ن
ن ههاونس
س فسءءامسس
ن لا ىلسإء ى
ى وستسس
س ام
ن ثه اععيمءجسض
ء رسلس
س ايفءامسمسكهلس قسلسخس يذءلنا وسهه
مميلإعي ءدينشي لنإكنبإ وي هنوو
وي تداوياميسي عيبنسي
Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu” (Q.S. Al-Baqarah [2] : 29)
Sejak berakhirnya tahap pertama sampai suhu kosmos turun hingga mencapai 100.000 juta derajat. Kerapatan materi dalam alam semesta adalah 4 juta ton tiap liter. Dalam tahap ini, bahan penyusun nuklir, yaitu penyusun inti – inti atom telah tertentu jumlahnya. Masa ini disebut juga masa Jiffy, yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-23 detik, dengan jari – jari alam semesta 10-13 cm dengan kerapatan 1055 kali kerapatan air. Masa ini adalah pembentukan langit. Pengetahuan saat ini menunjukan bahwa langit biru hanyalah disebabkan hamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel atmosfer. Di luar atmosfer langit biru tak ada lagi, yang ada hanyalah titik cahaya bintang , galaxy, dan benda-benda langit lainnya. Jadi, langit bukanlah hanya kubah biru yang ada di atas sana, melainkan keseluruhan yang ada di atas sana (bintang-bintang, galaxy, dan benda-benda langit lainnya), maka itulah hakikat langit yang sesungguhnya.
3. Tahap ketiga
اهياحيضن جيريخنأيوي اهيليينلي شيطيغنأيوي
Artinya : “dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.” Q.S An-Nazi’at [79] : 29
kelistrikan di alam semesta telah ditetapkan. Tahap ketiga disebut juga masa Quark, yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-4 detik. Pada masa ini, partikel – partikel saling bertumpang tindih dan tidak berstruktur serta diikuti dengan terbentuknya hadron yang mempunyai kerapatan 109 ton tiap sentimeter kubik. Pada tahap ketiga terjadi proses pembentukan matahari sekitar 4,6 miliar tahun lalu dan mulai dipancarkannya cahaya dan angin matahari.
4. Tahap keempat
Sejak berakhirnya tahap ketiga sampai suhu kosmos (keteraturan/ susunan) berada di bawah 100 juta derajat. Kerapatan materinya hanya sepersepuluh kilogram tiap liter. Dalam tahap ini dimulai penyusunan inti – inti atom. Selain itu, ada kemungkinan terjadinya beberapa pengelompokan materi sebagai akibat dari adanya ketidakseragaman lokal, yang nantinya akan berevolusi menjadi galaksi – galaksi. Tahap keempat dikenal dengan nama lain masa pembentukan lipton, yaitu masa dimana alam semesta berumur setelah 10-4 detik. Bumi yang terbentuk dari debu-debu antarbintang yang dingin mulai menghangat dengan pemanasan sinar matahari dan pemanasan dari dalam (endogenik) dari peluruhan unsure-unsur radioaktif di bawah kulit bumi.
Akibat pemanasan endogenik materi di bawah kulit bumi menjadi debu,antara lain muncul sebagai lava dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi dasar lautan dan granit yang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil pembekuan materi leburan tersebut. Pemadatan kulit bumi yang menjadi dasar lautan dan daratan itulah yang tampaknya dimaksudkan “penghamparan bumi” .sebagaimana Allah SWT berfirman :
اهياحيدي كيلإذي ديعنبي ضيرنأيلناوي
Artinya :“dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”(Q.S. an-Naziat [79] :30)
Sejak berakhirnya tahap keempat sampai mulai terbentuk atom – atom sehingga elektron bebas dalam kosmos menjadi sangat berkurang jumlahnya. Dalam tahap ini cahaya mengisi sekuruh ruang kosmos. Tahap kelima dinamakan juga masa radiasi, yaitu masa alam semesta berumur 1 detik sampai satu juta kemudian pada saat terbentuknya fusi hidrogen menjadi helium mempunyai suhu 109 derajat Kelvin. Pada saat usia alam semesta berumur 105 sampai 106 tahun mempunyai suhu 3000 derajat Kelvin. Hadirnya air dan atmosfer di bumi menjadi prasyarat terciptanya kehidupan di bumi. Sebagaimana firmanAllah SWT :
…
ننوننممؤؤين النفنأن يييحن ءييؤشن لينكن ءمامنلؤا ننمم اننلؤعنجنون
Artinya :“…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup… “ (Q.S. al-anbiya [21] : 30
Selain itu, pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca di bumi, yakni awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan kondisi atmosfer purba yang kaya akan gas metan (CH4) dan ammonia (NH3) serta sama sekali tidak mengandung oksigen bebas dengan bantuan energy listrik dan halilintar diduga menjadi awal kelahiran senyawa organic. Senyawa organic yang mengikuti aliran air akhirnya tertumpuk di laut. Kehidupan diperkirakan bermula dari laut yang hangat sekitar 3,5 miliar tahun lalu berdasarkan fosil tertua yang pernah ditemukan. Sebagaimana dikembalikan pada surat Al Anbiya [21] ayat 30 yang telah menyebutkan bahwasannya semua makhluk hidup berasal dari air.
6. Tahap keenam
geologis yang menyebabkan pergeseran lempengan tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi terus berlanjut.
C.4. Pengertian Galaksi dan Tata Surya
Galaksi adalah bintang – bintang yang beredar mengikuti suatu pusat yang berupa suatu kabut gas pijar yang sangat besar, yang dilindungi oleh kelompok – kelompok bintang yang sangat dekat satu sama lain ( cluster ) dan juga dikelilingi oleh gumpalan – gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya ( nebula ), serta terdiri atas tebaran ribuan bintang – bintang. Galaksi dimana bumi berinduk dinamakan galaksi Bhima Sakti atau Milky Way. Bhima Sakti memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang. Selain itu masih terdapat gumpalan – gumpalan kabut gas maupun semacam galaksi kecil yang banyak jumlahnya. Di dalam galaksi, terdapat kumpulan 1011 atau 100 milyar bintang – bintang. Kumpulan bintang – bintang di dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih atau berbentuk cakram. Dimana garis tengahnya mempunyai panjang 100 tahun cahaya, tebalnya satu tahun cahaya. Matahari berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi. Galaksi yang terdekat dengan Bhima Sakti adalah galaksi Andromeda. Kedua pusat galaksi tersebut berjarak 1,5 juta tahun cahaya. Dalam satu detik cahaya menempuh jarak 3.105 atau 300.000 km. Jarak bumi dengan matahari dinyatakan sebagai satuan jarak astronomi atau Astronomical Unit ( AU ). Jarak bumi ke matahari dihitung sebanyak 8.33 menit yang setara dengan 150 juta km
C.5. Teori Pembentukan Galaksi dan Tata Surya
Teori yang menjelaskan terbentuknya galaksi dan tata surya, antara lain :
1. Teori Nebular
bola bulat menjadi semacam cakram. Sebagian besar materi akan mengumpul di pusat cakram, yang kemudian menjadi matahari. Sedang sisanya yang tertinggal akan tetap berputar, dan terbentuklah planet beserta satelitnya. Jadi menurut teori ini, planet Saturnus yang dikelilingi oleh cincin Saturnus itu merupakan bakal satelitnya. Namun terdapat beberapa kritik terhadap teori ini dikarenakan ditemukannya dua buah bulan pada Jupiter dan sebuah bulan di Saturnus yang berputar berlawanan arah dengan rotasi planet – planet tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa satelit tersebut bukan merupakan bagian dari planetnya sesuai hipotesis Kant dan Laplace.
2. Hipotesis Planettesimal
Dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini berasumsi bahwa terbentuknya planet – planet itu tidak harus satu badan tetapi diasumsikan ada bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat dekat bintang di mana tata surya merupakan bagiannya. Kabut gas dari bintang itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari dan setelah mendingin terbentuklah benda – benda yang disebut planettesimal. Planettesimal merupakan benda – benda kecil yang padat. Karena daya tarik menarik antar benda itu sendiri, benda – benda kecil itu akan bergumpal menjadi besar dan menjadi panas. Hal ini disebabkan oleh tekanan akibat akumulasi dari massanya. Teori ini dapat menjawab pertanyaan mengapa ada satelit – satelit pada Jupiter maupun Saturnus yang mempunyai orbit berlawanan dengan rotasi planet – planet itu.
3. Teori Tidal
D. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut :
1. Alam semesta terdiri dari ruang angkasa dan benda – benda langit yang terdapat di dalamnya. Dalam alam semesta, terdapat makromosmos ( benda – benda berukuran kecil ) seperti atom, sel, partikel, amuba, dll. Selain mikromosmos, juga terdapat makrokosmos ( benda – benda berukuran besar ) seperti planet, bintang, galaksi, dll.
secara seragam dari berbagai arah di angkasa ini merupakan sisa dari dentuman besar pembentuk alam semesta.
3. Tahapan penciptaan alam semesta dibagi menjadi enam tahap, seperti tercantum dalam Q.S. As-Sajdah [32] :4.
a. Pada tahap pertama, alam semesta didominasi oleh hidrogen yaitu bahan pembentuk bintang. Ketika temperatur hidrogen mencapai 20 juta derajat celcius, mulai ada reaksi nuklir yang membentuk helium.
b. Tahap kedua adalah masa pembentukan langit. Yang dimaksud langit disini adalah bintang-bintang, galaxy, dan benda-benda langit lainnya.
c. Pada tahap ketiga terjadi proses pembentukan matahari sekitar 4,6 miliar tahun lalu dan mulai dipancarkannya cahaya dan angin matahari.
d. Tahap keempat, bumi yang terbentuk dari debu-debu antarbintang yang dingin mulai menghangat dengan pemanasan sinar matahari dan pemanasan dari dalam (endogenik) dari peluruhan unsur - unsur radioaktif di bawah kulit bumi. Akibat aktivitas endogenik, terbentuk lava di gunung berapi. Batuan basalt yang menjadi dasar lautan dan granit yang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil pembekuan materi leburan tersebut.
e. Pada tahap kelima, pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca dibumi, yakni awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan kondisi atmosfer purba yang kaya akan gas metan (CH4)dan ammonia (NH3) serta sama sekali tidak mengandung oksigen bebas dengan bantuan energy listrik dan halilintar diduga menjadi awal kelahiran senyawa organic. Senyawa organic yang mengikuti aliran air akhirnya tertumpuk di laut.
f. Masa keenam dalam proses penciptaan alam ini adalah dengan lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan.
kelompok bintang yang sangat dekat satu sama lain ( cluster ) dan juga dikelilingi oleh gumpalan – gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya ( nebula ), serta terdiri atas tebaran ribuan bintang – bintang.
E. Daftar Pustaka
1. Drs. Abdullah Aly dan Ir. Eny Rahma. 1991. Ilmu Alamiah Dasar ( MKDU ). Jakarta : Bumi Aksara.
2. Drs. Herabudin, M.Pd., M.Si.. 2010. Ilmu Alamiah Dasar. Bandung : Pustaka Setia.
3. Harun Yahya. 2009. Pustaka Sains Populer Islami, Jilid 10 : Manusia dan Alam Semesta . Jakarta : Sygma Daya Insani.
aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. (Al-Kahfi: 51)
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" lalu jadilah ia. (Al-Baqarah: 117)
mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui. (Al-An’am: 73)
Sesungguhnya Perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", Maka jadilah ia. (Annahl: 40)
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, Maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", Maka jadilah ia. (Al-Mu’min: 68)
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Al-Fushilat: 53)
[1452] Yang dimaksud dengan: yang Awal ialah, yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, yang akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yang Zhahir ialah, yang nyata adanya karena banyak bukti-buktinya dan yang Bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.
(Al-Fath: 23). sebagai suatu sunnatullah[1403] yang telah Berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan peubahan bagi sunnatullah itu.
[1403] Sunnatullah Yaitu hukum Allah yang telah ditetapkannya.
(Al-An’am: 101). Dia Pencipta langit dan bumi. bagaimana Dia mempunyai anak Padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
47. dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa 48. dan bumi itu Kami hamparkan, Maka Sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). (Addzariyat)
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
(Al-Ambiya: 32). dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara[959], sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.(An-Naml: 88). dan kamu Lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, Padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Al-Fushilat: 11). kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
(Annaziat: 27). Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,
(Arrahman: 10). dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).
(Ali Imran: 190). Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
(Atthalaq: 12). Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
(Al-Mulk: 3). yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang?
4. kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam Keadaan payah.
(As-Sajadah: 4). Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy[1188]. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at[1189]. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?
[1188] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini[712] tidak lain hanyalah sihir yang nyata".
[711] Maksudnya: Allah menjadikan langit dan bumi untuk tempat berdiam makhluk-Nya serta tempat berusaha dan beramal, agar nyata di antara mereka siapa yang taat dan patuh kepada Allah.
[712] Maksud mereka mengatakan bahwa kebangkitan nanti sama dengan sihir ialah kebangkitan itu tidak ada sebagaimana sihir itu adalah khayalan belaka. menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan kata ini ialah Al Quran ada pula yang menafsirkan dengan hari berbangkit.
(Al-Araf: 54). Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.
LEMBAR KERJA MAHASISWA MATAKULIAH ILMU ALAMIAH DASAR TENTANG ALAM SEMESTA
No. Penjelasan Surah Nama Surah dan Ayat 1 KEJADIAN ALAM
1. Al-Kahfi: 51 (1) 2. Al-Baqarah: 117
AZZUMAR 68-69 Hud: 7
39. dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu Dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya[1042].
[1042] Orang-orang kafir, karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, tidaklah mendapatkan Balasan dari Tuhan di akhirat walaupun di dunia mereka mengira akan mendapatkan Balasan atas amalan mereka itu.
1. aku bersumpah demi hari kiamat,
2. dan aku bersumpah dengan jiwa yang Amat menyesali (dirinya sendiri)[1530].
3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? 4. bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. 5. bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.
6. ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?"
6. ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?" 7. Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), 8. dan apabila bulan telah hilang cahayaNya, 9. dan matahari dan bulan dikumpulkan,
10. pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat berlari?" 11. sekali-kali tidak! tidak ada tempat berlindung!
30. dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
53. yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
45. dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
18. dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.