• Tidak ada hasil yang ditemukan

TESIS MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BAB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TESIS MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BAB"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: SMA Kristen 2 Binsus Tomohon
  • Mata Pelajaran: Manajemen Pendidikan
  • Topik: Manajemen Pendidikan Karakter
  • Tipe: tesis
  • Kota: Tomohon

I. PENDAHULUAN

Bab ini memberikan latar belakang mengenai pentingnya pendidikan karakter di Indonesia. Pendidikan karakter dianggap sebagai kebutuhan fundamental untuk membentuk generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia. Dalam konteks ini, undang-undang pendidikan nasional menekankan tujuan pendidikan yang berfokus pada pengembangan potensi peserta didik. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini mencakup perilaku menyimpang dan penurunan nilai moral di kalangan remaja, sehingga sekolah diharapkan menjadi pusat perubahan. Fokus penelitian ini adalah manajemen pendidikan karakter di SMA Kristen 2 Binsus Tomohon.

1.1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menyatakan bahwa pendidikan karakter merupakan cita-cita bangsa Indonesia yang harus diimplementasikan di sekolah. Hal ini penting untuk menghadapi perubahan nilai dan perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan remaja. Pendidikan karakter diharapkan dapat membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan karakter di SMA Kristen 2 Binsus Tomohon.

1.2. Fokus Penelitian dan Rumusan Masalah

Fokus penelitian ini adalah manajemen pendidikan karakter di SMA Kristen 2 Binsus Tomohon. Rumusan masalah mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan karakter di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana pendidikan karakter dikelola dan diimplementasikan di lingkungan sekolah.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan karakter di SMA Kristen 2 Binsus Tomohon. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan karakter di sekolah tersebut.

1.4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoretis dan praktis. Secara teoretis, penelitian ini akan mengembangkan keilmuan dalam bidang manajemen pendidikan dan model pendidikan karakter. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi pimpinan yayasan, pimpinan sekolah, dan guru dalam merumuskan kebijakan pendidikan karakter.

II. ACUAN TEORETIK

Bab ini membahas teori-teori dasar yang berkaitan dengan manajemen pendidikan dan pendidikan karakter. Konsep manajemen pendidikan mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Pendidikan karakter diartikan sebagai usaha untuk membentuk pribadi yang baik melalui nilai-nilai etika. Teori-teori yang diuraikan dalam bab ini menjadi landasan untuk memahami bagaimana manajemen pendidikan karakter dapat diimplementasikan di sekolah.

2.1. Deskripsi Teoretik

Deskripsi teoretik mencakup pengertian manajemen pendidikan dan fungsi-fungsinya. Manajemen pendidikan adalah proses untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kerjasama. Fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Setiap fungsi memiliki peran penting dalam memastikan bahwa pendidikan karakter dapat terlaksana dengan baik.

2.2. Konsep Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter didefinisikan sebagai usaha untuk membantu individu memahami dan menerapkan nilai-nilai etika dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini mencakup pengertian karakter sebagai sifat bawaan dan binaan. Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk siswa menjadi individu yang memiliki moral dan etika yang baik, sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

III. MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER

Bab ini menjelaskan tentang bagaimana pendidikan karakter dikelola di sekolah. Manajemen pendidikan karakter mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi dalam sistem pendidikan. Pengelolaan yang baik akan menghasilkan pendidikan karakter yang efektif dan berkelanjutan.

3.1. Perencanaan Pendidikan Karakter

Perencanaan pendidikan karakter harus mengacu pada nilai-nilai yang ingin dicapai dan melibatkan semua komponen sekolah. Rencana kegiatan dan anggaran sekolah perlu disusun dengan jelas untuk memastikan bahwa pendidikan karakter dapat dilaksanakan secara efektif. Aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan meliputi tujuan, bentuk kegiatan, dan evaluasi.

3.2. Pelaksanaan Pendidikan Karakter

Pelaksanaan pendidikan karakter melibatkan pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam setiap aspek pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dapat berupa keteladanan, pembiasaan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung agar siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai karakter dengan baik.

3.3. Evaluasi Pendidikan Karakter

Evaluasi pendidikan karakter dilakukan untuk menilai efektivitas program yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi digunakan sebagai umpan balik untuk perbaikan program di masa mendatang. Penilaian dapat dilakukan melalui observasi, penilaian diri, dan indikator-indikator yang telah ditetapkan sebelumnya.

Referensi Dokumen

  • Evaluasi Pendidikan Karakter ( Koesoema )

Gambar

Gambar 3.1 Model interaktif dalam analisis
Tabel 4.1. Integrasi Kecakapan Hidup dalam Mata Pelajaran
Tabel 4.2. Rapor Akhlak Mulia dan Kepribadian

Referensi

Dokumen terkait

Tiga objektif telah dibentuk bagi membangunkan satu kajian yang baharu iaitu dengan mengenal pasti metafora konsepsi yang terdapat dalam mantera, menganalisis akal budi

barang tersalah jenama. v) Bayar insurans kedai dengan cek berjumlah RM600. vi) Cik Dorin menjual perabot peribadinya berjumlah RM8 000, RM3 000 dimasukkan ke dalam akaun

pelaksanaan kebijakan program sertifikasi, bahwasanya implementasi kebijakan perlu dikerjakan secara bersama dalam organisasi tanpa terkecuali agar tujuan dan harapan yang

Pengharapan adalah sauh (jangkar) yang kuat bagi jiwa kita. Dengan pengharapan dan iman, orang percaya tetap menanti kedatangan Yesus Kristus. Sebab Dia akan datang untuk

Hal ini menegaskan bahwa tafsir ilmi Kemenag tentang para Nabi pra-Ibrahim berposisi kontra dengan hipotesa yang dibangun oleh kalangan tafsir sastra yang berpendapat kisah para

ketidakpastian [4]. Parameter yang akan diestimasi harus diukur dan dinilai sebelum PL dibangun, bahkan sebelum seluruh kebutuhan PL selesai diidentifikasi. RAND

Alat ini dapat membedakan warna kerupuk kemplang ikan Lele Dumbo dengan penambahan kaldu kepala udang Vannamei berdasarkan tiga nilai yaitu :lightness (L), chroma (C),