• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perjanjian Kerjasama Pengelolaan dan Pengoperasian Ship Transit Anchorage di Perairan Nipah Antara PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT. Maxsteer Dyrynusa Perdana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perjanjian Kerjasama Pengelolaan dan Pengoperasian Ship Transit Anchorage di Perairan Nipah Antara PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT. Maxsteer Dyrynusa Perdana"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

PT.Pakuwon Darma dalam perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak memenuhi syarat subyektif dan syarat obyektif sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1320 KUHPerdata dan

ketentuan Pasal 1320 ayat (4) KUH Perdata tentang Syarat-syarat sahnya suatu perjanjian yaitu objek tersebut tidak terlarang menurut undang- undang.Adanya prinsip

Syarat sahnya suatu perjanjian seperti yang terdapat dalam pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata merupakan syarat sahnya perjanjian jual beli dimana perjanjian jual

Pendapat yang menyatakan bahwa Pasal 1266 ” Kitab Undang-Undang Hukum Perdata merupakan ” aturan yang bersifat memaksa (dwingend recht) ” karena syarat batal dianggap

Disebabkan hal-hal tersebut (yang harus dibuktikannya) bertentangan dengan syarat kata sepakat Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Apabila perjanjian

Demikian menurut pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Dua syarat yang pertama, dinamakan syarat-syarat subyektif, karena mengenai orang-orangnya atau yang

Undang-undang bagi mereka yang mem- buatnya, sepanjang memenuhi ketentuan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Sedangkan menurut ketentuan Pasal 1870

Hukum perjanjian juga menganut asas itikad baik seperti yang diatur dalam Pasal 1338 ayat (3) Kitab Undang–Undang Hukum Perdata yang menyatakan, “Perjanjian harus