PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING TEMA LINGKUNGAN SAHABAT KITA
DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION DI KELAS V
PROPOSAL TESIS
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan
Oleh Novi Yuliyanti
0103513023
JURUSAN PENDIDIKAN DASAR S2 (Kons. IPA) PROGRAM PASCASARJANA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Model pembelajaran diartikan sebagai pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan termasuk didalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan belajar dan pengelolaan kelas. Menurut (Trianto, 2007) model pembelajaran diartikan sebagai suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran tutorial.
Tabel 1.1 Nilai ulangan harian
No Rentang Nilai Siswa Jumlah siswa
1 40 – 48 1
2 49 – 57 4
3 58 – 66 11
4 67 – 75 6
5 76 – 84 3
6 85 – 93 1
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pemisahan mata pelajaran secara tegas akan menimbulkan kesulitan bagi siswa karena hanya akan memberikan pengalaman belajar yang bersifat artificial atau pengalaman belajar yang dibuat-buat. Oleh karena itu, proses pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar harus memperhatikan karakteristik anak yang akan menghayati pengalaman belajar tersebut sebagai satu kesatuan yang utuh.
pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah (sciantific approach). Sciantific approach dalam pembelajaran sebagaimana dimaksudkan meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan dan mengkomunikasikan untuk semua mata pelajaran.
Penerapan Outdoor Learning adalah solusi untuk meningkatkan sikap ilmiah dan rasa ingin tahu siswa tentang lingkungan sekitar sekolah. Suyadi menyebutkan bahwa pembelajaran Outdoor Learning mempunyai banyak manfaat bagi siswa karena kemasan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan bagi anak, serta pembelajaran tersebut lebih bermakna karena akan dihadapkan pada situasi dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami (Husamah, 2013: 25), selain itu sumber belajar lebih variatif dan rekreatif sehingga siswa tidak jenuh dan bosan dalam belajar serta siswa lebih bersemangat dan lebih berkonsentrasi pada pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Outdoor Learning juga sebagai wahana belajar siswa yang lebih luas sehingga siswa lebih mengenal dunia nyata dan akan tertanam image pada diri siswa bahwa dunia sebagai kelas. Hal ini didukung dengan asumsi convincing preservice teachers that they can affectively teach science is another goal, the outdoor field experiences described in this study can contibute to meeting these goals (Sarah, J.C &North. C, 2009: 10).
sesuai dengan indikator keberhasilan dalam penelitian ini. Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan sikap ilmiah dan rasa ingin tahu siswa dalam area pendidikan di sekolah dasar yang berfokus pada siswa, maka penulis menyusun suatu program untuk meningkatkan sikap ilmiah dan rasa ingin tahu siswa, program ini penulis kemas melalui sebuah judul penelitian yang berjudul “PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING TEMA LINGKUNGAN SAHABAT KITA DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION DI KELAS V”.
1.2 Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dapat diidentifikasikan bahwa sikap ilmiah dan rasa ingin tahu siswa perlu diupayakan peningkatannya dalam pengembangan model pembelajaran Outdoor Learning pada tema “Lingkungan Sahabat Kita” dengan motode Group Investigation di kelas V.
1.3 Pembatasan Masalah
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, yang menjadi rumusan masalah adalah:
1.4.1 Bagaimana mengembangkan pembelajaran Outdoor Learning pada pembelajaran tematik di SD kelas V?
1.4.2 Bagaimana korelasi mengembangkan pembelajaran Outdoor Learning dapat meningkatkan sikap ilmiah dan rasa ingin tahu siswa kelas V? 1.4.3 Bagaimana efektifitas mengembangkan pembelajaran Outdoor Learning
diimplementasikan pada tema “Lingkungan Sahabat Kita”?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini ada dua yakni tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum penelitian ini adalah menghasilkan suatu model pembelajaran outdoor learning dengan menggunakan metode group investigation tema lingkungan sahabat kita untuk meningkatkan sikap ilmiah dan rasa ingin tahu siswa. Tujuan khususnya adalah:
1.5.1 Mengetahui proses penerapan pembelajaran tematik di SD.
1.5.2 Adanya peningkatan sikap ilmiah dan rasa ingin tahu siswa SD melalui penerapan pembelajaran Outdoor Learning.
1.5.3 Untuk mengetahui keefektifan penerapan pembelajaran Outdoor Learning pada tema “Lingkungan Sahabat Kita”.
1.6.1 Manfaat Teoritis
Memberikan kontribusi pada penerapan model pembelajaran Outdoor Learning khususnya pada pembelajaran tematik di SD sebagai upaya membantu meningkatkan sikap ilmiah dan rasa ingin tahu siswa.
1.6.2 Manfaat Praktis
1.6.2.1 Bagi siswa diharapkan menjadi bahan masukan dalam meningkatkan sikap ilmiah dan rasa ingin tahu.
1.6.2.2 Bagi guru diharapkan mengakomodasi pembelajaran tematik untuk membantu siswa dalam meningkatkan sikap ilmiah dan rasa ingin tahu. 1.6.2.3 Bagi sekolah diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sumbangan pikiran
bagi para guru pendidikan dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.s
1.7 Spesifikasi Produk yang Dikembangkan
Produk dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Outdoor Learning dengan metode group investigation yang terimplementasi dalam silabus, RPP, bahan ajar dan alat evaluasi (tes hasil belajar).
1.8 Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan 1.8.1 Asumsi
1.8.2 Keterbatasan
1.8.2.1 Subjek yang dijadikan penelitian adalah siswa kelas V SD, sehingga hasil penelitian belum tentu sama ketika diujikan dalam kelas dan sekolah yang berbeda.
1.8.2.2 Keterbatasan Evaluasi Penerapan Program