ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG
BAIK DAN BENAR PADA SPANDUK, PAPAN NAMA,
BAIK DAN BENAR PADA SPANDUK, PAPAN NAMA,
BALIHO, DLL.
BALIHO, DLL.
Diajukan sebagai tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia
Diajukan sebagai tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia
Disusun oleh :
Disusun oleh :
Ridha
Ridha Rahmah
Rahmah Sufri
Sufri
1207101010013
1207101010013
Anita
Anita Purnama
Purnama Sari
Sari
1207101010007
1207101010007
Pocut
Pocut Adilla
Adilla Nadiva
Nadiva
1207101010160
1207101010160
M.
M. Siddiq
Siddiq Wananda
Wananda
1207101010
1207101010
Nurmanisa
1207101010120
Nurmanisa
1207101010120
Muharrir
1207101010031
Muharrir
1207101010031
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
BANDA ACEH
2013
2013
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami Alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami menyelesaikan laporan ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan NYA mungkin menyelesaikan laporan ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan NYA mungkin penyusun tidak akan
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan sanggup menyelesaikan dengan baik. dengan baik. Selawat dan Selawat dan salam salam semoga terlimpahsemoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni nabi Muhammad SAW.
curahkan kepada baginda tercinta yakni nabi Muhammad SAW.
Laporan ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang penulisan spanduk, Laporan ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang penulisan spanduk, papan
papan nama, nama, baliho, baliho, dll. dll. yang yang sesuai sesuai kaidah kaidah Bahasa Bahasa indonesia, indonesia, dan dan kami kami sajikan sajikan berdasarkanberdasarkan pengamatan
pengamatan dari dari berbagai berbagai sumber. sumber. Laporan Laporan ini ini disusun disusun oleh oleh penyusun penyusun dengan dengan berbagaiberbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri
rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun denganpenyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh
penuh kesabaran kesabaran dan dan terutama terutama pertolongan pertolongan dari dari allah allah SWT SWT akhirnya akhirnya makalah makalah ini ini dapatdapat terselesaikan.
terselesaikan.
Semoga laporan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Semoga laporan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
kritiknya. Terima kasih.
Banda Aceh, 13 Januari 2013 Banda Aceh, 13 Januari 2013
Penyusun Penyusun
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
A. Latar Belakang Masalah
Latar Belakang Masalah
Laporan penelitian ini kami buat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia. Dengan Laporan penelitian ini kami buat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia. Dengan dibuatnya laporan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dari pembaca.
dibuatnya laporan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dari pembaca.
Sekarang
Sekarang ini, banyak ini, banyak sekali pelajar bahkan masyarakat yang sekali pelajar bahkan masyarakat yang masih rancu menempatkanmasih rancu menempatkan kata dalam kalimat. Disadari atau tidak, penggunaan kata sering sekali tidak tepat dalam kata dalam kalimat. Disadari atau tidak, penggunaan kata sering sekali tidak tepat dalam penggunaannya.
penggunaannya. Disamping Disamping itu itu kerancuan kerancuan pun pun kerap kerap membingungkan membingungkan masyarakat masyarakat dalamdalam penggunaan
penggunaan bahasa bahasa baku. baku. Pelajar Pelajar atau atau masyarakat masyarakat sering sering kali kali tidak tidak memperhatikan memperhatikan apakahapakah tulisannya sesuai aturan atau tidak. Yang penting tujuan dan maksud mereka tersampaikan. tulisannya sesuai aturan atau tidak. Yang penting tujuan dan maksud mereka tersampaikan. Selain itu ketidakpahaman penggunaan tanda baca, menyebabkan banyak tulisan-tulisan di Selain itu ketidakpahaman penggunaan tanda baca, menyebabkan banyak tulisan-tulisan di spanduk, papan nama, selembaran, dan mading tidak sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Banyak spanduk, papan nama, selembaran, dan mading tidak sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Banyak ditemui kata yang tidak baku dan juga ditemukan kesalahan dalam penulisan tanda baca yang ditemui kata yang tidak baku dan juga ditemukan kesalahan dalam penulisan tanda baca yang tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Hal itulah yang menyebabkan dalam sebuah tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Hal itulah yang menyebabkan dalam sebuah tulisan kerap tidak sesuai dengan EYD ataupun bahasa baku.
tulisan kerap tidak sesuai dengan EYD ataupun bahasa baku.
Sebagai bahasa baku, terdapat standar tertentu yang harus dipenuhi dalam penggunaan Sebagai bahasa baku, terdapat standar tertentu yang harus dipenuhi dalam penggunaan ragam bahasa. Standar tersebut meliputi penggunaan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia ragam bahasa. Standar tersebut meliputi penggunaan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Tata bahasa Indonesia yang baku salah satunya meliputi penggunaan kata, yang disempurnakan. Tata bahasa Indonesia yang baku salah satunya meliputi penggunaan kata, dan EYD yang sesuai dengan kaidah baku. Kaidah tata bahasa Indonesia yang baku adalah dan EYD yang sesuai dengan kaidah baku. Kaidah tata bahasa Indonesia yang baku adalah kaidah tata bahasa Indonesia sesuai dengan aturan berbahasa yang ditetapkan oleh Pusat Bahasa kaidah tata bahasa Indonesia sesuai dengan aturan berbahasa yang ditetapkan oleh Pusat Bahasa Indonesia. Sementara itu, kaidah ejaan bahasa Indonesia yang baku adalah kaidah ejaan bahasa Indonesia. Sementara itu, kaidah ejaan bahasa Indonesia yang baku adalah kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.
Indonesia yang disempurnakan.
B.
B. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah
Apa saja kesalahan pada spanduk, papan nama, baliho, dll. yang tidak sesuai kaidah Apa saja kesalahan pada spanduk, papan nama, baliho, dll. yang tidak sesuai kaidah Bahasa indonesia, baik penulisan kata yang tidak baku maupun penggunaan tanda baca?
Bahasa indonesia, baik penulisan kata yang tidak baku maupun penggunaan tanda baca?
C.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian
Mendeskripsikan kesalahan-kesalahan penggunaan tata bahasa baku dan tanda baca, pada Mendeskripsikan kesalahan-kesalahan penggunaan tata bahasa baku dan tanda baca, pada spanduk, papan nama, baliho, dll.
D.
D.
Manfaat Penulisan
Manfaat Penulisan
Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi, bagaimana penggunaan bahasa baku dan Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi, bagaimana penggunaan bahasa baku dan tanda baca yang sesuai dengan kaidah ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. Sehingga tanda baca yang sesuai dengan kaidah ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. Sehingga kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang lagi pada setiap kegiatan menulis.
BAB II
BAB II
HASIL ANALISIS
HASIL ANALISIS
1.
1. Kesalahan penulisan kata serapan jemaah.
Kesalahan penulisan kata serapan jemaah.
Kata serapan adalah kata dalam Bahasa Indonesia yang bersumber atau diserap dari Kata serapan adalah kata dalam Bahasa Indonesia yang bersumber atau diserap dari bahasa
bahasa asing asing untuk untuk keperluan keperluan mencari mencari padanan padanan kata kata yang yang tepat. tepat. Penyerapan Penyerapan bahasa bahasa dilakukandilakukan berdasarkan ketentuan berikut :
berdasarkan ketentuan berikut :
1.
1. Istilah serapan yang dipilih lebih cocok karena konotasinya.Istilah serapan yang dipilih lebih cocok karena konotasinya. 2.
2. Istilah serapan yang dipilih lebih singkat dibandingkan dengan terjemahanIstilah serapan yang dipilih lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya.
Indonesianya. 3.
3. Istilah serapan yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilahIstilah serapan yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesia terlalu banyak sinonimnya.
Indonesia terlalu banyak sinonimnya.
Kata-kata serapan tersebut kebanyakan telah disesuaikan dengan kondisi Bahasa Kata-kata serapan tersebut kebanyakan telah disesuaikan dengan kondisi Bahasa Indonesia, baik lafal maupun ejaannya. Jika kita ragu-ragu atau belum tau arti dan penggunaan Indonesia, baik lafal maupun ejaannya. Jika kita ragu-ragu atau belum tau arti dan penggunaan kata serapan tersebut, kita dapat meli
kata serapan tersebut, kita dapat melihatnya di kamus, misalnya Kamus Besar Bahasa Indonesia.hatnya di kamus, misalnya Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Dilihat dari taraf penyerapannya ada tiga macam kata serapan, yaitu : Dilihat dari taraf penyerapannya ada tiga macam kata serapan, yaitu :
1.
1. Kata asing yang sudah diserap sepenuhnya ke dalam Bahasa Indonesia.Kata asing yang sudah diserap sepenuhnya ke dalam Bahasa Indonesia. Misalnya :
Misalnya : kab, sirsak, iklan, perlu, kab, sirsak, iklan, perlu, hadir, badan, waktu, kamar, botol, sekolah, ember.hadir, badan, waktu, kamar, botol, sekolah, ember. 2.
2. Kata asing yang dipertahankan karena sifat keinternasionalan-nya, penulisan danKata asing yang dipertahankan karena sifat keinternasionalan-nya, penulisan dan pengucapan masih mengikuti cara asing .
pengucapan masih mengikuti cara asing . Misalnya :
Misalnya : shuttle cock, knock out, time out, check in, built up, complete knock down, shuttle cock, knock out, time out, check in, built up, complete knock down, fitnes, chip, server, web, linux, gigabyte, microsoft word,
3.
3. Kata asing yang berfungsi untuk memperkaya peristilahan, ditulis sesuai Kata asing yang berfungsi untuk memperkaya peristilahan, ditulis sesuai EYD,EYD, Misalnya : komputer (
Misalnya : komputer (computer computer ), matematika (), matematika (mathemathicmathemathic), bisnis (), bisnis (bussinesbussines), karakter), karakter ((character character ), tim (), tim (teamteam), aset (), aset (asset asset ), praktik (), praktik ( practice practice).).
Berdasarkan gambar di atas, jelas terlihat di sana terdapat kesalahan dalam penulisan kata Berdasarkan gambar di atas, jelas terlihat di sana terdapat kesalahan dalam penulisan kata serapan jemaah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata serapan untuk penulisan di atas serapan jemaah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata serapan untuk penulisan di atas adalah :
adalah :
jemaah /je
jemaah /je·ma·ah/·ma·ah/ nn 11 kumpulan atau rombongan orang beribadah; -- kumpulan atau rombongan orang beribadah; -- haji; haji;22 orang orang banyak; publik.
banyak; publik.
berjemaah /ber·je·ma·ah/
berjemaah /ber·je·ma·ah/ vv bersama-sama (salat dsb). bersama-sama (salat dsb).
Jadi, untuk penulisan kata
Jadi, untuk penulisan kata “jama‟ah” pada gambar di atas harus diganti menjadi kata“jama‟ah” pada gambar di atas harus diganti menjadi kata “jemaah”.
“jemaah”.
2.
2. Kesalahan penulisan kata praktik, penempatam kata jam, dan
Kesalahan penulisan kata praktik, penempatam kata jam, dan
penulisan singkatan sampai dengan.
penulisan singkatan sampai dengan.
a.
a. Penulisan kata praktikPenulisan kata praktik
Telah dijelaskan pada poin pertama tentang penulisan kata serapan. Dengan begitu untuk Telah dijelaskan pada poin pertama tentang penulisan kata serapan. Dengan begitu untuk
penulisan kata
penulisan kata “praktek” “praktek” pada gambar pada gambar di atas di atas harus diganti harus diganti menjadi kata menjadi kata “praktik”. Karena “praktik”. Karena katakata
praktik diserap dari Bahasa Inggris
Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata serapan Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata serapan praktik adalah :
praktik adalah :
praktik /prak·tik/
praktik /prak·tik/ nn 11 pelaksanaan secara nyata apa pelaksanaan secara nyata apa yg disebut dl teoriyg disebut dl teori;;22 pelaksanaan pelaksanaan pekerjaan
pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb);(tt dokter, pengacara, dsb);33 perbuatan menerapkan teori (keyakinan dsb). perbuatan menerapkan teori (keyakinan dsb). berpraktik
berpraktik /ber·prak·t/ber·prak·tik/ik/ vv melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb).
dsb).
mempraktikka
mempraktikkan n /mem·prak·t/mem·prak·tik·kan/ik·kan/ vv melakukan (apa yg tsb dl teori, pelajaran, dsb); melakukan (apa yg tsb dl teori, pelajaran, dsb); melaksanakan; menunaikan.
melaksanakan; menunaikan.
a.
a. Penulisan singkatan sampai denganPenulisan singkatan sampai dengan
Menurut Ejaan yang Disempurnakan (EYD), singkatan adalah bentuk singkat
Menurut Ejaan yang Disempurnakan (EYD), singkatan adalah bentuk singkat yang terdiriyang terdiri atas satu huruf atau lebih. Bentuk yang mirip dengan singkatan adalah akronim yang oleh EYD atas satu huruf atau lebih. Bentuk yang mirip dengan singkatan adalah akronim yang oleh EYD didefiniskan sebagai singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. didefiniskan sebagai singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. Secara sederhana, untuk membedakan singkatan dengn akronim adalah dari cara membacanya. Secara sederhana, untuk membedakan singkatan dengn akronim adalah dari cara membacanya. Umumnya, sebuah singkatan dibaca satu per satu huruf, tidak sekaligus, sedangkan akronim Umumnya, sebuah singkatan dibaca satu per satu huruf, tidak sekaligus, sedangkan akronim dibaca sekaligus, dianggap sebuah kata utuh.
dibaca sekaligus, dianggap sebuah kata utuh.
Aturan pemakaian singkatan sebagai berikut : Aturan pemakaian singkatan sebagai berikut :
1. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti tanda titik di
1. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti tanda titik di belakangbelakang tiap-tiap singkatan itu.
tiap-tiap singkatan itu. Contoh: Contoh: A.H. Nasution A.H. Nasution M.B.A. M.B.A. M.Hum. M.Hum. Bpk. Bpk. Sdr. Sdr. Kol. Kol.
2. Singkatan yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. 2. Singkatan yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. Contoh: Contoh: jml. (jumlah) jml. (jumlah) kpd. (kepada) kpd. (kepada) tgl. (tanggal) tgl. (tanggal) yg. (yang) yg. (yang) dl. (dalam) dl. (dalam) No. (nomor) No. (nomor)
3. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri titik. 3. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri titik. Contoh: Contoh: dll. (dan lain-lain) dll. (dan lain-lain) dsb. (dan sebagainya) dsb. (dan sebagainya) Yth. (yang terhormat) Yth. (yang terhormat)
4. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam surat menyurat) 4. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam surat menyurat) masing-masing diikuti tanda titik.
masing-masing diikuti tanda titik. Contoh:
Contoh:
a.n. (atas nama) a.n. (atas nama) s.d.(sampai dengan) s.d.(sampai dengan) u.b. (untuk beliau) u.b. (untuk beliau) u.p. (untuk perhatian) u.p. (untuk perhatian)
5. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, s 5. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, s ertaerta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.
tidak diikuti dengan tanda titik. Contoh:
Contoh:
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) WHO (World Health Organization) WHO (World Health Organization)
PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
6. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takar
6. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikutian, timbangan, dan mata uang tidak diikuti dengan titik. dengan titik. Contoh: Contoh: Cu (kuprum) Cu (kuprum) cm (sentimeter) cm (sentimeter) kg (kilogram) kg (kilogram)
kVA (kilovolt ampere) kVA (kilovolt ampere) Rp (rupiah)
Rp (rupiah) TNT (
TNT (trinitrotoluenetrinitrotoluene))
Jadi, kalau diperhatikan dengan seksama, tanda baca yang boleh ada dalam penulisan Jadi, kalau diperhatikan dengan seksama, tanda baca yang boleh ada dalam penulisan singkatan adalah titik (.), tanda baca lain tidak diperkenankan, seperti garis miring (/). Sebab itu, singkatan adalah titik (.), tanda baca lain tidak diperkenankan, seperti garis miring (/). Sebab itu, penulisan s/d (sampai dengan) tidak sesuai ejaan, yang benar adalah s.d
b.
b. Penempatan kata jamPenempatan kata jam
Menurut
Menurut Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2 (BPBI 2), kata(BPBI 2), kata jam jam dandan pukul pukul masing- masing-masing mempunyai makna send
masing mempunyai makna sendiri yang berbeda satu sama lain (Sugoniri yang berbeda satu sama lain (Sugono, 2007). Kata o, 2007). Kata jamjam menunjukkan makna „jangka waktu‟, sedangkan kata
menunjukkan makna „jangka waktu‟, sedangkan kata pukul pukul mengandung mengandung pengertianpengertian „saat„saat tertentu‟. Pertanyaan “berapa jam?” (untuk menanyakan jangka waktu) dan
tertentu‟. Pertanyaan “berapa jam?” (untuk menanyakan jangka waktu) dan ”pukul berapa?””pukul berapa?” (untuk menanyakan saat tertentu) merupakan contoh singkat yang dapat menggambarkan (untuk menanyakan saat tertentu) merupakan contoh singkat yang dapat menggambarkan perbedaan penggunaan kedu
perbedaan penggunaan kedua kata ini.a kata ini.
Sebenarnya, KBBI tidak secara tegas
Sebenarnya, KBBI tidak secara tegas „melarang‟ penggunaan„melarang‟ penggunaan jam jam untuk menyatakanuntuk menyatakan „saat tertentu‟.
„saat tertentu‟.Inilah pengertian KBBI untuk jam Inilah pengertian KBBI untuk jam dan pukuldan pukul ini:ini:
1 1
jam
jamnn11 alat untuk mengukur waktu (spt arloji, lonceng dinding); alat untuk mengukur waktu (spt arloji, lonceng dinding); 22 waktu yg lamanya 1/24 hari waktu yg lamanya 1/24 hari (dr sehari semalam);
(dr sehari semalam);33 saat tertentu, pd arloji jarumnya yg pendek menunjuk angka tertentu dan saat tertentu, pd arloji jarumnya yg pendek menunjuk angka tertentu dan jarum
jarum panjang panjang menunjuk menunjuk angka angka 12 12 (pd (pd lonceng lonceng disertai disertai dng dng dentang dentang suara suara bandul bandul memukulmemukul logam atau bel); pukul:
logam atau bel); pukul: ia bangunia bangun — — lima pagi; lima pagi; 44 waktu; saat: waktu; saat: – – berangkat kereta api senja ke berangkat kereta api senja ke
Yogyakarta ialah pukul enam sore. Yogyakarta ialah pukul enam sore.
2 2
pu·kul
pu·kul n saat yg menyatakan waktu. n saat yg menyatakan waktu.
Kata
Kata jam jam berasal dari bahasa Arab berasal dari bahasa Arab zām zām (Jones, 2008), sedangkan kata (Jones, 2008), sedangkan kata pukul pukul tampaknya tampaknya
merupakan kosakata asli bahasa Melayu. merupakan kosakata asli bahasa Melayu.
Dengan begitu kata
Dengan begitu kata “jam“jam”” pada gambar di atas jelas bukan menunjukan waktu. pada gambar di atas jelas bukan menunjukan waktu.
Seharusnya kata
Seharusnya kata “jam”“jam” diganti menjadi kata diganti menjadi kata “pukul“pukul”” yang merupakan menunjukan waktu. Jadi yang merupakan menunjukan waktu. Jadi
kata
kata“jam”“jam” di atas kurang tepat penempatannya yang seharusnya menggunakan kata di atas kurang tepat penempatannya yang seharusnya menggunakan kata “pukul”.“pukul”.
3.
Kata depan (preposisi) yang terletak di tengah penulisan judul tidak ditulis dengan huruf Kata depan (preposisi) yang terletak di tengah penulisan judul tidak ditulis dengan huruf besar
besar pada pada huruf huruf pertamanya. pertamanya. Apabila Apabila kata kata depan depan ditulis ditulis di di awal awal penulisan penulisan judul, judul, makamaka menggunakan huruf besar pada huruf pertamanya.
menggunakan huruf besar pada huruf pertamanya. Daftar Kata-kata Depan:
Daftar Kata-kata Depan: di, ke, pada, kepada, dari, daripada, terhadap, dll.di, ke, pada, kepada, dari, daripada, terhadap, dll.
Contoh: Contoh:
--DiDi Hampar Biru Tudung Langit Hampar Biru Tudung Langit - Keluhan Petani Pantura
- Keluhan Petani Pantura terhadapterhadap Kelangkaan Pupuk SP 36 Kelangkaan Pupuk SP 36 - Dukungan Pelaksanaan FFI 2007
- Dukungan Pelaksanaan FFI 2007 didi Pekanbaru Pekanbaru
Jadi, untuk penulisan kalimat di atas yang benar adalah “
Jadi, untuk penulisan kalimat di atas yang benar adalah “Buanglah Sampah padaBuanglah Sampah pada Kontainer yang Telah Disediakan”.
Kontainer yang Telah Disediakan”.
4.
4. Kesalahan penulisan kata november.
Kesalahan penulisan kata november.
Dari spanduk yang ada pada gambar tersebut, dapat kita lihat kesalahan yang sangat Dari spanduk yang ada pada gambar tersebut, dapat kita lihat kesalahan yang sangat umum terjadi pada penulisan kata november. Pada spanduk tersebut tertulis “nopember”, umum terjadi pada penulisan kata november. Pada spanduk tersebut tertulis “nopember”, seharusnya penulisan baku untuk kata nopember a
seharusnya penulisan baku untuk kata nopember adalah november.dalah november.
Kita juga dapat melihat bahwa pemakain tanda hubung (-) setelah angka 2012 tidak perlu Kita juga dapat melihat bahwa pemakain tanda hubung (-) setelah angka 2012 tidak perlu digunakan. Mereka dapat mengmbil alternatif lain seperti tanda koma (,).
digunakan. Mereka dapat mengmbil alternatif lain seperti tanda koma (,).
5.
5. Kesalahan penulisan kata elite, dan preposisi
Kesalahan penulisan kata elite, dan preposisi
di di..
a.
a. Penulisan preposisiPenulisan preposisi di di
Menurut Warsidi (2005:20) “Preposisi adalah kata yang berfungsi untuk mengintrodusir Menurut Warsidi (2005:20) “Preposisi adalah kata yang berfungsi untuk mengintrodusir kata/frase benda, dan membentuk frase baru bernama frase preposisional. Umumnya, preposisi kata/frase benda, dan membentuk frase baru bernama frase preposisional. Umumnya, preposisi digunakan sebagai penanda waktu, lokasi, posisi, dan arah”. Sedangkan, menurut K
Bahasa Indonesia, “kata depan atau preposisi adalah kata Bahasa Indonesia, “kata depan atau preposisi adalah kata
yang biasanya terdapat di depan nomina, msl,
yang biasanya terdapat di depan nomina, msl, dari dari ,,
de
dengan, dingan, di ,, dandan ke” ke” (Pusat Bahasa, 1990 : 700). Dari (Pusat Bahasa, 1990 : 700). Dari pengertian
pengertian menurut menurut Warsidi Warsidi dan dan KBBI, KBBI, dapatdapat disimpulkan bahwa kata depan adalah kata yang disimpulkan bahwa kata depan adalah kata yang membentuk frase preposisional di dalam kalimat yang membentuk frase preposisional di dalam kalimat yang penulisannya
penulisannya biasanya biasanya mendahului mendahului nomina nomina (kata (kata benda)benda) sebagai penanda waktu, lokasi, posisi dan arah.
sebagai penanda waktu, lokasi, posisi dan arah. Menurut Edi Warsidi (2005:20), penggunaan Menurut Edi Warsidi (2005:20), penggunaan preposisi
preposisidi di ada beberapa macam, yaitu : ada beberapa macam, yaitu :
Preposisi,Preposisi, di di ditulis terpisah dari keterangan tempat yang mengikutinya. Contoh : di rumah, di ditulis terpisah dari keterangan tempat yang mengikutinya. Contoh : di rumah, di pasar, di jalan, di restoran, di Manado.
pasar, di jalan, di restoran, di Manado.
Untuk keterangan tempat yang lebih spesifik, preposisiUntuk keterangan tempat yang lebih spesifik, preposisi di di mendapat tambahan kata yang mendapat tambahan kata yang sesuai dengan kekhususan tersebut, seperti atas, bawah, luar, dalam, muka. Dalam konteks sesuai dengan kekhususan tersebut, seperti atas, bawah, luar, dalam, muka. Dalam konteks ini, preposisi
ini, preposisi di di tetap ditulis terpisah dari kata tambahan tersebut. Contoh: di atas meja, di tetap ditulis terpisah dari kata tambahan tersebut. Contoh: di atas meja, di bawah ranjang, di luar rumah, di d
bawah ranjang, di luar rumah, di dalam kamar, di muka toko.alam kamar, di muka toko.
PreposisiPreposisi di di juga ditulis terpisah jika diikuti kata-kata seperti antara (di antara), samping (di juga ditulis terpisah jika diikuti kata-kata seperti antara (di antara), samping (di samping), mana (di mana), sana (di sana).
samping), mana (di mana), sana (di sana).
Jika menunjukan waktu (senja,masa), kata ganti orang (saya, kamu), kata benda abstrakJika menunjukan waktu (senja,masa), kata ganti orang (saya, kamu), kata benda abstrak (pertandingan, pertemuan), keterangan tempat yang didahului oleh angka (sebuah rumah, dua (pertandingan, pertemuan), keterangan tempat yang didahului oleh angka (sebuah rumah, dua kamar), keterangan tempat yang tidak sebenarnya (wajahmu, dagu) kata depan
kamar), keterangan tempat yang tidak sebenarnya (wajahmu, dagu) kata depan di di tidak boleh tidak boleh dipakai tetapi menggunakan kata depan
dipakai tetapi menggunakan kata depan pada pada
Menurut KBBI, kata depan
Menurut KBBI, kata depan di, ke, dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya,di, ke, dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata, seperti
kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata, seperti kepadakepada dan dan daripada
daripada””(Pusat Bahasa, 1990 : 1028)(Pusat Bahasa, 1990 : 1028) Perbedaan Kata Depan
Perbedaan Kata Depan DDi i Dengan Imbuhan (prefiks)Dengan Imbuhan (prefiks) DDii- - adalah prefiks " adalah prefiks "di di --" selalu" selalu diikuti oleh verba (kata kerja) dan ditulis serangkai dengan verba tersebut. Sedangkan sebagai diikuti oleh verba (kata kerja) dan ditulis serangkai dengan verba tersebut. Sedangkan sebagai preposisi,
preposisi, ""di di " selalu diikuti oleh kata yang menerangkan tempat. Dalam hal ini, "" selalu diikuti oleh kata yang menerangkan tempat. Dalam hal ini, "di di " ditulis" ditulis terpisah dari keterangan tempat yang mengikutinya. Contoh prefiks: ditulis, dimakan, dan terpisah dari keterangan tempat yang mengikutinya. Contoh prefiks: ditulis, dimakan, dan didorong. Contoh preposisi: di jalan, di
didorong. Contoh preposisi: di jalan, di kantor, dan di Bandung (Keraf, 1984 : 81).kantor, dan di Bandung (Keraf, 1984 : 81).
Jadi, penulisan kata DIKAWASAN dan DIBANDA ACEH yang benar untuk gambar di Jadi, penulisan kata DIKAWASAN dan DIBANDA ACEH yang benar untuk gambar di atas adalah DI KAWASAN dan DI BANDA ACEH.
b.
b. Penulisan kata elitePenulisan kata elite
Telah dijelaskan pada poin pertama tentang penulisan kata serapan. Dengan begitu untuk Telah dijelaskan pada poin pertama tentang penulisan kata serapan. Dengan begitu untuk penulisan
penulisan kata kata ““elitelit” pada gambar di atas harus diganti menjadi kata “” pada gambar di atas harus diganti menjadi kata “eliteelite”. Karena kata”. Karena kata eliteelite diserap dari Bahasa Inggris
diserap dari Bahasa Inggriseliteelite
Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata serapan Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata serapan Elit adalah :
Elit adalah :
elite /eli·te/
elite /eli·te/ /élité/ /élité/nn 11 orang-orang terbaik atau pilihan dl suatu kelompok; orang-orang terbaik atau pilihan dl suatu kelompok; 22 kelompok kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dsb).
dsb).
6.
6. Kesalahan penulisan kata fotokopi.
Kesalahan penulisan kata fotokopi.
Dari gambar tersebut, dapat kita lihat kesalahan yang sangat umum terjadi pada penulisan Dari gambar tersebut, dapat kita lihat kesalahan yang sangat umum terjadi pada penulisan kata fotokopi. Pada gambar tersebut tertulis “foto copy” yang merupakan gabungan dari kata fotokopi. Pada gambar tersebut tertulis “foto copy” yang merupakan gabungan dari penulisan
penulisan kata kata indonesia indonesia dan dan inggris, inggris, seharusnya seharusnya penulisan penulisan baku baku Bahasa Bahasa Indonesia Indonesia untuk untuk katakata foto copy adalah fotokopi. Karena kata fotokopi diserap dari Bahasa Inggris
foto copy adalah fotokopi. Karena kata fotokopi diserap dari Bahasa Inggris photo copy photo copy..
Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata fotokopi Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata fotokopi adalah :
adalah :
fotokopi /
fotokopi /fo·to·ko·fo·to·ko·pi/pi/ nn hasil reproduksi (penggandaan) fotografis thd barang cetakan hasil reproduksi (penggandaan) fotografis thd barang cetakan (tulisan).
(tulisan).
memfotokopi
7.
7. Kesalahan penulisan kata apotek.
Kesalahan penulisan kata apotek.
Dari gambar tersebut, dapat kita lihat kesalahan yang sangat umum terjadi pada penulisan Dari gambar tersebut, dapat kita lihat kesalahan yang sangat umum terjadi pada penulisan kata apotek. Pada gambar tersebut tertulis “apotik”, seharusnya penulisan baku untuk kata apotik kata apotek. Pada gambar tersebut tertulis “apotik”, seharusnya penulisan baku untuk kata apotik adalah apotek.
adalah apotek.
Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata apotek Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata apotek adalah :
adalah :
apotek /apo·tek/
apotek /apo·tek/ /apoték/ /apoték/ nn toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis; rumah obat.
dokter serta memperdagangkan barang medis; rumah obat.
8.
8. Kesalahan penulisan kata dijual.
Kesalahan penulisan kata dijual.
Telah dijelaskan pada penjelasan Telah dijelaskan pada penjelasan gambar 5 tentang penggunaan prefiks gambar 5 tentang penggunaan prefiks didi,, prefiks
prefiks ""di di --" selalu diikuti oleh verba" selalu diikuti oleh verba (kata kerja) dan ditulis serangkai dengan (kata kerja) dan ditulis serangkai dengan verba tersebut. Contoh prefiks: ditulis, verba tersebut. Contoh prefiks: ditulis, dimakan, dan didorong.
dimakan, dan didorong.
Maka, jelas terlihat penggunaan Maka, jelas terlihat penggunaan prefiks
prefiksdidi pada gambar salah. Seharusnya, pada gambar salah. Seharusnya, penulisan kata
penulisan kata DI JUAL DI JUAL yang benar yang benar padapada gambar adalah DIJUAL.
9.
9. Kesalahan penulisan harga.
Kesalahan penulisan harga.
Bilangan mata uang dapat ditulis dengan Bilangan mata uang dapat ditulis dengan angka ataupun huruf. Penulisan bilangan dengan angka ataupun huruf. Penulisan bilangan dengan angka menggunakan
angka menggunakan tanda titik tanda titik sebagai pemisahsebagai pemisah ribuan (
ribuan (thousands thousands separator separator ) ) dandan tanda tanda koma
koma sebagai penanda desimal (sebagai penanda desimal (decimal mark decimal mark ),), misalnya Rp50.000,00. Jika bilangan ditulis misalnya Rp50.000,00. Jika bilangan ditulis dengan huruf, lambang mata uang tidak dapat dengan huruf, lambang mata uang tidak dapat dipakai dan digunakan ejaan mata uang, dipakai dan digunakan ejaan mata uang, misalnya
misalnya lima puluh ribu rupiahlima puluh ribu rupiah tidak dapat tidak dapat ditulis
ditulis Rp li Rp lima ma puluh ribupuluh ribu. Kedua cara penulisan. Kedua cara penulisan bilangan
bilangan (dengan (dengan angka angka atau atau dengan dengan huruf) huruf) iniini tidak perlu digunakan sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta atau kuitansi, tidak perlu digunakan sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta atau kuitansi, misalnya,
misalnya,“Nilai kontrak ini adalah“Nilai kontrak ini adalahRp5.000.000,Rp5.000.000,0000 (lima juta rupiah).”(lima juta rupiah).”
Terkait dengan penulisan bilangan dengan huruf, besaran kelipatan ribuan yang cukup Terkait dengan penulisan bilangan dengan huruf, besaran kelipatan ribuan yang cukup umum dikenal adalah
umum dikenal adalah riburibu,, juta juta,,miliar miliar , dan, dan biliunbiliun. Sebenarnya kita masih punya. Sebenarnya kita masih punya sistem bilangan sistem bilangan besar
besar berikutnya, berikutnya, yaituyaitu kuadriliunkuadriliun,,kuintiliunkuintiliun,, sekstiliun sekstiliun,, septiliun septiliun,,oktiliunoktiliun,, noniliunnoniliun,, dan
dandesiliun.desiliun.
Jadi, penulisan harga yang tepat untuk gambar di atas adalah Rp10.000,00 (sepuluh ribu Jadi, penulisan harga yang tepat untuk gambar di atas adalah Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).
rupiah).
10.
Telah dijelaskan pada penjelasan gambar 9 tentang penulisan harga yang sesuai EYD. Telah dijelaskan pada penjelasan gambar 9 tentang penulisan harga yang sesuai EYD. Dari gambar terlihat kesalahan penulisan harga. Seharusnya harga pada gambar di atas ditulis Dari gambar terlihat kesalahan penulisan harga. Seharusnya harga pada gambar di atas ditulis Rp269.000,00 (dua ratus enam puluh sembilan ribu rupiah).
Rp269.000,00 (dua ratus enam puluh sembilan ribu rupiah).
Penulisan beberapa kalimat pada gambar di atas juga terdapat kesalahan. Penulisan Penulisan beberapa kalimat pada gambar di atas juga terdapat kesalahan. Penulisan
kalimat “3x sehari”, seharusnya penulisan kalimat tersebut ditulis “3 kali sehari” atau “ti
kalimat “3x sehari”, seharusnya penulisan kalimat tersebut ditulis “3 kali sehari” atau “tiga kaliga kali
sehari”. Juga pada kalimat “Rute Baru dari Jakarta (gambar pesawat) Surabaya”, kalimat ini sehari”. Juga pada kalimat “Rute Baru dari Jakarta (gambar pesawat) Surabaya”, kalimat ini
dapat memusingkan orang karena maknanya tidak jelas. Seharusnya penulisan kalimat tersebut dapat memusingkan orang karena maknanya tidak jelas. Seharusnya penulisan kalimat tersebut
adalah “Rute Baru dari Jakarta ke Surabaya”. Penulisan
adalah “Rute Baru dari Jakarta ke Surabaya”. Penulisan keke tidak perlu diganti dengan gambar tidak perlu diganti dengan gambar pesawat.
pesawat.
11.
11.Kesalahan penulisan kata fotokopi dan ekspres.
Kesalahan penulisan kata fotokopi dan ekspres.
Dari gambar tersebut, dapat kita lihat kesalahan yang sangat umum terjadi pada penulisan Dari gambar tersebut, dapat kita lihat kesalahan yang sangat umum terjadi pada penulisan
kata ekspres. Pada gambar tersebut tertulis “express” yang merupakan penulisan kata dalam kata ekspres. Pada gambar tersebut tertulis “express” yang merupakan penulisan kata dalam
Bahasa Inggris, seharusnya penulisan baku Bahasa Indonesia untuk kata express adalah ekspres Bahasa Inggris, seharusnya penulisan baku Bahasa Indonesia untuk kata express adalah ekspres ..
Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata fotokopi Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata fotokopi adalah :
adalah :
ekspres /eks·pres /
ekspres /eks·pres //éksprés//éksprés/ aa cepat; pesat cepat; pesat
Kesalahan kata fotokopi telah di jelaskan pada penjelasan
12.
12.Kesalahan penulisan kata disewakan.
Kesalahan penulisan kata disewakan.
Telah dijelaskan pada penjelasan gambar Telah dijelaskan pada penjelasan gambar 5 tentang penggunaan prefiks
5 tentang penggunaan prefiks didi, prefiks ", prefiks "di di --"" selalu diikuti oleh verba (kata kerja) dan selalu diikuti oleh verba (kata kerja) dan ditulis serangkai dengan verba tersebut. ditulis serangkai dengan verba tersebut. Contoh prefiks: ditulis, dimakan, dan Contoh prefiks: ditulis, dimakan, dan didorong.
didorong.
Maka, jelas terlihat penggunaan prefiks Maka, jelas terlihat penggunaan prefiks didi pada
pada gambar gambar salah. salah. Seharusnya, Seharusnya, penulisanpenulisan kata DI SEWAKAN yang benar pada gambar kata DI SEWAKAN yang benar pada gambar adalah DISEWAKAN. Antara kata di dan adalah DISEWAKAN. Antara kata di dan sewakan tidak perlu diberi spasi.
BAB III
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
A. Simpulan
Simpulan
Sudah selayaknyalah kalau semua orang/warga negara Indonesia mempunyai sikap Sudah selayaknyalah kalau semua orang/warga negara Indonesia mempunyai sikap positif
positif terhadap terhadap Bahasa Bahasa Indonesia. Indonesia. Dalam Dalam berkomunikasi berkomunikasi menggunakan menggunakan Bahasa Bahasa Indonesia Indonesia baikbaik tulisan maupun lisan, haruslah mempertimbangkan tepat tidaknya ragam bahasa yang digunakan. tulisan maupun lisan, haruslah mempertimbangkan tepat tidaknya ragam bahasa yang digunakan. Kita sebagai warga negara Indonesia harus mempunyai sikap seperti itu karena siapa lagi yang Kita sebagai warga negara Indonesia harus mempunyai sikap seperti itu karena siapa lagi yang menghargai Bahasa Indonesia selain warga negara Indonesia. Menggunakan Bahasa Indonesia menghargai Bahasa Indonesia selain warga negara Indonesia. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar memang sudah seharusnya diterapkan, karena hal itu akan menunjukan jati yang baik dan benar memang sudah seharusnya diterapkan, karena hal itu akan menunjukan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia.
diri kita sebagai bangsa Indonesia.
B.
B. Saran
Saran
Penggunan Bahasa Indonesia yang sesuai kaidah memang seharusnya kita terapkan. Penggunan Bahasa Indonesia yang sesuai kaidah memang seharusnya kita terapkan. Didalam penulisan memang seharusnya mengikuti kaidah-kaidah penulisan. Untuk itu sabaiknya Didalam penulisan memang seharusnya mengikuti kaidah-kaidah penulisan. Untuk itu sabaiknya kita harus mengikuti peraturan yang sudah disepakati tersebut. Saran saya kepada pembaca kita harus mengikuti peraturan yang sudah disepakati tersebut. Saran saya kepada pembaca setiap kali pembaca ingin menulis. Ada baiknya pembaca memahami dulu kaidah-kaidah setiap kali pembaca ingin menulis. Ada baiknya pembaca memahami dulu kaidah-kaidah penulisan,
penulisan, salah-satunya salah-satunya yaitu yaitu penggunaan penggunaan kata kata yang yang baku baku dan dan penggunaan penggunaan EYD. EYD. AgarAgar tulisannya sesuai dengan kaidah penulisan yang sudah disepakati penggunaan kata dan tanda tulisannya sesuai dengan kaidah penulisan yang sudah disepakati penggunaan kata dan tanda bacanya.