SUB MODUL PARASITOLOGI
SUB MODUL PARASITOLOGI
Oleh :
Oleh :
STAF LABORATORIUM PARASITOLOGI
STAF LABORATORIUM PARASITOLOGI
LABORATORIUM PARASITOLOGI
LABORATORIUM PARASITOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
MALANG
2011
2011
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
DAFTAR
DAFTAR ISIISI ... ... IIIIII PHYLUM
PHYLUM ARTHROPODA...ARTHROPODA... ... 11 PENDAHULUAN...
PENDAHULUAN... ... 11 MEDICAL
MEDICAL ENTOMOLOGIENTOMOLOGI ... ... 11 SIKLUS
SIKLUS HIDUP HIDUP ARTHROPODAARTHROPODA ... ... 66 PEMBAGIAN
PEMBAGIAN PHYLUM PHYLUM ARTHROPODAARTHROPODA ... ... 77 A.
A. Class Class CRUSTACEACRUSTACEA ... ... 77 B.
B. Class Class ARACHNIDAARACHNIDA ... ... 88 C.
C. Class Class CHILOPODA CHILOPODA (CENTIPEDES)(CENTIPEDES) ... ... 99 D.
D. Class Class DIPLOPODA DIPLOPODA (MILLIPEDES (MILLIPEDES atau atau Kaki Kaki seribu)seribu) ... ... 99 E.
E. Class Class PENTASTOMIDAPENTASTOMIDA ... ... 99 F.
F. Class Class HEXAPODA HEXAPODA (INSECTA)...(INSECTA)... ... 1010 INSECTA
INSECTA DAN DAN ORDO-ORDONYA ORDO-ORDONYA YANG YANG PENTINGPENTING ... ... 1414 NYAMUK (MOSQUITOES)
NYAMUK (MOSQUITOES) ... ... 1515 CIRI-CIRI
CIRI-CIRI UMUM...UMUM... ... 1515 MORFOLOGI
MORFOLOGI NYAMUKNYAMUK ... ... 1515 SIKLUS
SIKLUS HIDUP...HIDUP... ... 1717 1.
1. Genus Genus Anopheles...Anopheles... ... 1919 2.
2. Genus Genus Aedes...Aedes... ... 2020 3.
3. Genus Genus CulexCulex ... ... 2121 4.
4. Genus Genus Mansonia Mansonia ... ... 2121 PROGRAM
PROGRAM PEMBERANTASAN PEMBERANTASAN NYAMUKNYAMUK ... ... 2222 Order
Order : : DIPTERA...DIPTERA... ... 2424 A.
A. Sub Sub Order Order : : BRACHYCERABRACHYCERA ... ... 2424 Family
Family : : TABANIDAETABANIDAE ... ... 2525 B.
B. Sub Sub order order : : CYCLORRAPHA CYCLORRAPHA ... ... 2525 1.
1. Family Family MUSCIDAE...MUSCIDAE... ... 2525 a.
a. Genus Genus GLOSSINAGLOSSINA ... ... 2525 b.
b. Genus Genus STOMOXYS...STOMOXYS... ... 2727 c.
c. Genus Genus MUSCAMUSCA ... ... 2828 d.
d. Genus Genus FANNIA...FANNIA... ... 2929 e.
2.Family
2.Family : : CALLIPHORIDAECALLIPHORIDAE ... ... 3131 a.
a. Sub Sub family family CALLIPHORINAECALLIPHORINAE ... ... 3131
Genus Genus CHRYSOMYIA...CHRYSOMYIA... ... 3131
Genus Genus CALLITROGACALLITROGA ... ... 3232
Genus Genus LUCILIA...LUCILIA... ... 3232 b.
b. Sub Sub family family SARCOPHAGINAESARCOPHAGINAE ... ... 3232 M
M Y Y I I A A S S I I SS ... ... 3232 Ordo
Ordo : : ANOPLURA...ANOPLURA... ... 3636 A.
A. Pediculus humanusPediculus humanus... ... 3636 B.
B. Phthirus pubis (crab louse)Phthirus pubis (crab louse)... ... 3838 Ordo
Ordo : : HEMIPTERA HEMIPTERA (True (True bugs)bugs)... ... 3939 A.
A. Family Family CIMICIDAE...CIMICIDAE... ... 3939 B.
B. Family Family : : REDUVIIDAEREDUVIIDAE ... ... 4040 TRIATOMINE
TRIATOMINE BUGSBUGS ... ... 4040 CLASS
CLASS ARACHNIDAARACHNIDA ... .... 4242 ORDER
ORDER : : SIPHONAPTERA SIPHONAPTERA (FLEAS)(FLEAS) ... ... 4545 A.
A. COMBLESS COMBLESS FLEAS...FLEAS... ... 4848 B.
B. COMBED COMBED FLEAS...FLEAS... ... 5050 ORDER
ORDER ORTHOPTERA ORTHOPTERA (COCKROACHES)(COCKROACHES) ... ... 5555 ARHTROPODA
ARHTROPODA BERACUNBERACUN ... ... 5656 A. A. SPIDERSSPIDERS ... ... 5757 B. B. SCORPIONSSCORPIONS ... ... 6464 C. C. HYMENOPTERA...HYMENOPTERA... ... 6666 ARTHROPODE
ARTHROPODE CONTROLCONTROL ... ... 7272 A.
A. PEMBERANTASAN PEMBERANTASAN SERANGGASERANGGA ... ... 7272 B.
B. INSEKTISIDA INSEKTISIDA DAN DAN RESISTENSIRESISTENSI ... .... 7474 INSEKTISIDA
INSEKTISIDA ... ... 7474 RESISTENSI...
PHYLUM ARTHROPODA
PENDAHULUAN
Beberapa penyakit di daerah tropis seperti misalnya malaria, filariasis disebarkan dan dipindahkan oleh Arthropoda. Agar cara pengendalian (control method) Arthropoda pemindah penyakit ini berhasil dengan baik, perlu dipelajari siklus hidup dan morfologinya. Sejak semula manusia menyadari akan keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan oleh serangga, misalnya beberapa jenis tanaman untuk pertumbuhannya membutuhkan serangga dalam hal penyerbukan, manusia dapat menikmati madu yang dihasilkan oleh lebah, sedang kerugiannya serangga menimbulkan gangguan baik dalam bidang pertanian maupun bidang kesehatan manusia dengan jalan racun yang dikeluarkannya, gigitannya ataupun perannya sebagai pembawa dan penyebar penyakit.
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani "anthron" berarti sendi dan "pous" y ang berarti kaki, jadi Arthropoda ialah binatang yang berkaki dan beruas-ruas atau berbuku-buku.
Entomologi berarti ilmu yang mempelajari tentang serangga dan berasal dari bahasa Yunani "ENTOMON". Medical Entomologi adalah ilmu yang mempelajari sejumlah serangga yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia. Walaupun berbeda atau bervariasi dalam hal bentuk, siklus hidup dan habitat, tetapi makhluk tersebut mempunyai gambaran anatomis termasuk phylum Arthropoda.
MEDICAL ENTOMOLOGI Phylum : Arthropoda
Beberapa Arthropoda memberikan keuntungan pada manusia antara lain : 1. Sebagai penyerbuk tanam-tanaman yang penting untuk perekonomian. 2. Pemakan bahan-bahan organik yang membusuk.
3. Predator (pemakan) serangga lain yang berbahaya.
Disisi lain Arthropoda merugikan kehidupan kita sebagai perusak tanam-tanaman yang sedang ditanam atau bahan makanan yang disimpan, juga sebagai pembawa dan penyebar (vektor) penyakit baik untuk manusia maupun binatang piaraan sehingga dapat
menimbulkan penyakit-penyakit zoonosis, penyakit-penyakit epidemis bahkan sampai menimbulkan kematian.
Biasanya Arthropoda yang mengganggu kehidupan manusia dibagi menjadi tiga kelompok :
1. Arthropoda yang mempengaruhi kesehatan manusia dengan merusak persediaan makanan, sehingga dapat mengakibatkan malnutrition.
2. Arthropoda yang langsung merugikan manusia, baik karena bersifat parasit maupun karena gigitan, sengatannya ataupun kerena dapat menimbulkan reaksi alergi.
3. Arthropoda yang merugikan manusia oleh perannya sebagai pemindah dan penyebar penyakit (transmmitter)
Dalam bidang Ilmu Kedokteran, Arthropoda yang merugikan atau mengganggu manusia dapat dibagi menjadi 2 golongan :
1. Langsung mengganggu kesehatan (Directly injurious Arthropoda) : 1.1. Entomophobi : menimbulkan rasa takut.
1.2. Kelainan yang ditimbulkan oleh trauma mekanis. Arthropda pengisap darah menimbulkan luka tusuk atau luka lecet. Misalnya nyamuk dengan bagaian mulut yang halus dan panjang, pada waktu menghisap darah probocisnya ditusukkan kedalam lumen kapiler darah sedang glossina akan menimbulkan luka lecet. Trauma yang ditimbulkan tergantung pada besar kecilnya bagian mulut Arthropda tersebut. 1.3. Kelainan yang ditimbulkan oleh sekunder infeksi. Larva beberapa jenis Diptera yang
hidup dalam jaringan manusia menimbulkan trauma mekanis, kadang- kadang disertai invasi bakteri. Myiasis yang ditimbulkan oleh larva Diptera akan lebih parah dengan adanya invasi bakteri.
1.4. Kelainan oleh masuknya bahan-bahan yang dalam keadaan normal tidak berbahaya, kedalam host yang sensitive. Reaksi yang ditimbulkan bersifat alergi, biasanya dalam bentuk "delayed hypersensitivity", tidak pernah dalam bentuk "immediate-hypersensitivity", sering berhubungan dengan gigitan serangga penghisap darah. Reaksi alergi ini sangat specific, seseorang yang bereaksi terhadap sejenis serangga tidak perlu bereaksi dengan cara yang sama bila digigit oleh jenis serangga lain, walaupun keduanya termasuk genus yang sama. Seseorang dapat sensitive terhadap Pulex irritans ("human flea") tetapi tidak sensitive terhadap Ctenocephalides canis ("dog flea). Arthropoda yang dapat menimbulkan reaksi alergi dalam bentuk dermatitis, misalnya : kutu manusia, kutu tikus (flea), kutu anjing (Ctenocephalides) kutu busuk(Cimex), nyamuk dan sebagainya.
1.5. Kelainan yang ditimbulkan oleh masuknya bahan-bahan yang berbahaya. Gangguan yang disebabkan oleh sengatan lebah, scorpion atau gigitan laba-laba (spider) dapat menimbulkan gejala yang serius. Racun yang dikeluarkan oleh beberapa jenis Arthropoda dipakai sebagai pertahanannya misalnya :
a. Order Hymenoptera (tawon,lebah,semut)oleh sengatan b. Order Lepidoptera (kupu).
c. Order Coleoptera (kumbang "vesicating fluid") oleh iritasi. d. Order Aranaeida (laba-laba) oleh gigitan.
e. Order Scorpionida (Scorpion) oleh sengatan. f. Class Chilopoda (centipedes = kelabang) g. Class Diplopoda (milipedes= kaki seribu).
2. Tidak langsung mengganggu kesehatan manusia (indirectly injurious Arthropoda). Dalam hal ini Arthropoda bertindak sebagai vektor baik mekanis maupun biologis.
2.1. Pembawa dan pemindah penyakit secara mekanis (Mechanical transmission of disease).
Dalam hal ini parasit dalam tubuh Arthropoda tidak mengalami perubahan baik secara morfologis maupun biologis. Mikroorganisme yang dipindahkan secara mekanis adalah telur-telur cacing, Protozoa, bacteri dan virus.
2.2. Terjadi perkembangan, perubahan biologi di dalam tubuh Arthropoda (= cyclicae transmission of disease). Dalam tubuh Arthropoda parasit mengalami perubahan-perubahan baik dalam bentuk maupun jumlah kemudian menjadi bentuk infektif.
2.2.1. Propagative transmission :
Di dalam tubuh Arthropoda, mikro organisme mengalami perubahan dalam jumlah, hanya memperbanyak diri tanpa mengalami perubahan bentuk, misalnya virus, bacteri, rickettsia, spirochoeta.
2.2.2. Cyclodevelopment :
Di dalam tubuh Arthropoda, mikro organisme hanya mengalami perubahan bentuk tanpa bertambah jumlahnya.
Contoh: mikrofilaria.
2.2.3. Cyclo-propogative transmission :
Dalam tubuh Arthropoda parasit mengalami perubahan bentuk dan jumlahnya.
Cara-cara Pengendalian/Pengawasan Terhadap Gangguan Yang Diakibatkan Oleh Arthropoda (Arthropoda Borne Disease).
Untuk menurunkan incidence "arthropoda-borne infection" ditempuh beberapa cara : 1. Pengendalian ("control") terhadap parasit.
2. Pengendalian ("control") terhadap reservoir host.
3. Pengendalian ("control") terhadap Arthropoda sebagai vektor.
ad.1. Pengendalian terhadap parasit, dalam hal ini dapat digunakan cara : 1.1. Chemotherapi :
Dipakai obat-obat untuk membunuh parasit bila parasit sudah masuk dan mengganggu host, atau dengan perkataan lain menyembuhkan penderita.
1.2. Chemo-prophylactie :
Penggunaan obat-obat untuk mencegah pertumbuhan parasit lebih lanjut didalam tubuh host sebelum menimbulkan gangguan, misalnya terhadap malaria.
1.3. Vaccinasi :
Dengan memasukkan antigen kedalam tubuh host sehingga dapat ditimbulkan kekebalan (immunity) terhadap parasit tertentu.
ad.2. Pengendalian terhadap reservoir host :
Beberapa penyakit misalnya yellow fever, trypanosomiasis, leishmaniasis, mempunyai reservoir host binatang. Penyakit pes dan scrub typhus sesungguhnya merupakan penyakit pada binatang mengerat (rodent), manusia merupakan accident host.
Plasmodium sp ( penyebab penyakit malaria ), Wuchereria bancrofti dan Onchocerca volvulus (penyebab filariasis ) dikatakan tidak mempunyai reservoir host, sedangkan Brugia malayi, Loa-loa, Dipetalonema perstans mempunyai reservoir host. Cara mencegah penyebaran penyakit-penyakit yang mempunyai reservoir host adalah mencegah kontak antara manusia dengan binatang reservoir atau membinasakan binatang reservoir seperti misalnya dalam hal tikus.
ad.3. Pengendalian terhadap arthropoda vektor :
3.l. Mencegah kontak antara vektor dengan manusia : 3.1.1. Barier biologis :
3.1.2. Barier mekanis :
Pemakaian selambu, kawat kasa di rumah-rumah, pakaian dengan lengan panjang, sepatu boots dsb
3.1.3. Barier chemis :
Pemakaian repellent agar tidak digigit serangga misalnya oil of cetronella. 3.2. Membasmi vektor :
Dalam praktek pembasmian secara mekanis biasanya digunakan perangkap serangga ("fly trap"), untuk nyamuk, lalat dsb.
3.2.1. Secara chemis: Dengan menggunakan insecticide. 3.2.2. Secara biologis:
a. Perubahan fauna yang mempengaruhi vektor. Fauna mempengaruhi persediaan makanan dan perlindungan bagi vektor.
Contoh: - Dengan membasmi tikus berarti juga membasmi "flea" - Dengan memelihara ikan gabus yang dapat makan
jentik- jentik nyamuk.
b. Perubahan flora yang mempengaruhi vektor.
Contoh: - Dengan membersihkan semak-semak berarti mengusir Glossina yang merupakan vektor Trypanosomiasis.
- Dengan membuang/membersihkan tanaman air Pistia berarti membinasakan nyamuk Mansonia yang merupakan
vektor Filariasis.
c. Perubahan keadaan alam sekitar yang mempengaruhi vektor.
Contoh: - Di daerah tropis, pada musim panas populasi serangga lebih sedikit dibanding dengan musim hujan, karena tidak didapatkan genangan-genangan air yang merupakan tempat perindukan beberapa jenis nyamuk.
Uraian Phylum Arthropoda Dan Pembagiannya Menjadi Klas-Klas Yang Penting Dalam Bidang Kedokteran.
Walaupun berbeda/bervariasi dalam hal bentuk, siklus hidup dan habitat, tetapi mahluk yang termasuk Phylum Arthropoda mempunyai gambaran anatomis dengan sifat-sifat:
2. Mempunyai kerangka luar yang disebut EXOSKELETON yang terdiri dari bahan CHITINE.
3. Mempunyai tonjolan-tonjolan yang disebut appendages yang berpasangan dan bersegmen-segmen.
4. Mempunyai rongga tubuh yang disebut HAEMOCELE dan berisi cairan yang disebut HAEMOLYMPH dimana organ-organ tubuh terapung di dalamnya.
5. Tractus circulatorius terletak dibagian dorsal tubuh. 6. Tractus nervosus terletak dibagian ventral tubuh.
Exoskeleton membuat tubuh menjadi kaku dan melindungi organ-organ dalam. Tiap segmen terdiri dari bagian dorsal disebut tergun atau notum, bagian ventral sternum, bagian lateral pleuron yang masing-masing dihubungkan oleh suatu lapisan membrane sehingga memungkinkan suatu pergerakan.
Pada arthropoda yang primitif, bentuk tubuh seperti cacing terdiri dari segmen-segmen yang hampir sama, pada masing-masing segmen terdapat sepasang atau 2 pasang kaki. Sedang pada golongan Insecta, kaki hanya tiga pasang terdapat pada thorax. Pada Arachnida terdapat empat pasang kaki pada cephalothorax.
SIKLUS HIDUP ARTHROPODA
Arthropoda dalam siklus hidupnya mengalami perubahan baik dalam bentuk, ukuran, strukturnya yang disebut METAMORPHOSE.
Kita kenal beberapa istilah : 1. Ametamorphose :
Yang muda merupakan bentuk miniatur daripada induknya. Contoh : Silver fish (kutu buku)
2. Incomplete metamorphose = simple metamorphose atau HEMIMETABOLUS METAMORPHOSE :
Yang muda berbeda daripada bentuk orang tuanya, dan perubahan bentuk tersebut perlahan-lahan. Dari telur nymph dewasa.
Contoh : Kutu manusia, Kutu busuk
3. Complete metamorphose = Complex metamorphose atau HOLOMETABOLOUS METAMORPHOSE :
Telur Larva Pupa Dewasa. Contoh : Nyamuk, Lalat, Kutu tikus.
PEMBAGIAN PHYLUM ARTHROPODA
Phylum Arthropoda dibagi menjadi beberapa klas yang penting dalam bidang Kedokteran:
1. Dengan dua pasang antennae :
Lima pasang kaki untuk bergerak, bernafas dengan "blood gills" (insang) hidup secara aquatic atau semi aquatic: CRUSTACEA
2. Tanpa antennae ;
Kaki empat pasang, respirasi aerial: ARACHNIDA 3. Dengan satu pasang antennae :
Respirasi aerial, kaki tiga pasang, dengan satu, dua pasang sayap atau tanpa sayap: HEXAPODA
4. Kaki lebih dari tiga pasang, tanpa sayap,
- dengan sepasang kaki pada tiap segmen: CHILOPODA - dengan dua pasang kaki pada tiap segmen: DIPLOPODA
A. Class CRUSTACEA
Mempunyai antennae 2 pasang, kaki 5 pasang.
Hidupnya aquatic atau semi aquatic, bernafas dengan insang. Termasuk Class Crustacea adalah :
a. Crabs (kepiting), lobster (udang laut), shrimp (udang tambak), cray fish (udang sungai), yang merupakan intermediate host dari Paragonimus westermani.
Dikenal 2 jenis crab :
1. Tiwari potamon (water fall crab = kepiting air terjun), carapestnya halus dan datar.
2. Somanian thalphusa (Field crab = kepiting sawah), carapestnya convex, tepi antero lateral bergerigi.
b. Copepods :
Adalah Arthropoda yang hidup dan berenang dalam air tawar. Tubuhnya kecil (1-5 mm) berbentuk buah pir, pipih dorsoventral, dibagi kepala, thorax, abodomen yang terdiri dari 17 segmen dengan appendages 11 pasang. Terdiri dari beberapa jenis, antara lain CYCLOPS merupakan intermediate host dari Gnathostoma, DIAPTOMUS merupakan intermediate host dari Diphyllobothrium dan Dracunculus.
B. Class ARACHNIDA
Tidak mempunyai antennae dan tidak mempunyai sayap.
Tubuh dibagi menjadi dua bagian; Yaitu Cephalothorax (bagian kepala dan thorax yang menjadi satu) dan abdomen. Pada cephalothorax terdapat 6 pasang appendages yang terdiri dari 4 pasang kaki dengan type "walking leg", untuk berjalan; 2 pasang appendage pertama berfungsi sebagai mulut (mouth part). Sepasang appendage yang pertama disebut CHELICERAE berbentuk seperti pincer (= catut) berfungsi sebagai alat penusuk dan perobek kulit mangsanya, sedang sepasang appendage yang kedua disebut PEDIPALPS berfungsi sebagai organ sensory.
Siklus hidup
Pada umumnya ovipar, tetapi beberapa species vivipar. Telur menetas menjadi larva yang mirip dengan bentuk dewasa hanya kakinya tiga pasang. Larva "moulting" menjadi stadium nympha dengan kaki 4 pasang tetapi belum mempunyai "genetal organ". Sehingga siklus hidupnya disebut : incomplete metamorphosis atau hemi metabolous metamorphosis.
Class Arachnida terdiri dari beberapa order : 1. Order Scorpionida : SCORPION
Cephalothorax tidak bersegmen-segmen dengan 4 pasang kaki, Pedipalp besar berakhir dengan "claw" yang kuat. Abdomen terdiri dari 7 segmen anterior yang lebar dan 6 segmen posterior yang sempit dan panjang, ujung caudal dilengkapi dengan pyriform telson yang berakhir dengan alat penyengat (= hook stinger) yang mengeluarkan racun (= poisonous sting).
2. Order Araneida : SPIDER = laba-laba
Tubuh terdiri dari cephalothorax dengan 4 pasang kaki dan abdomen yang tak bersegmen berbentuk seperti kantong, pada permukaan ventral dekat ujung posterior terdapat SPINNERETS (silk-spinning organ), organ yang menghasilkan benang-benang seperti sutera untuk sarangnya.
Batas antara cephalothorax dan abdomen jelas. Bagian mulut dilengkapi dengan sepasang rahang yang beracun (chelicerae) dari ujungnya dikeluarkan racun yang berasal dari cephalothorax.
3. Order Acarina : TICKS dan MITES
Cephalothorax dan abdomen menjadi satu. Bagian mulut (mouth parts) berasal dari ujung anterior tubuh dan membentuk kepala palsu ( = false head), yang dikenal sebagai capitulum pada ticks dan gnathostoma pada mites. Struktur yang membentuk bagian mulut adalah chelicera dan palp.
Order Acarina terdiri dari beberapa Family yang penting ; 1. Family IXODIDAE: hard tick
2. Family ARGASIDAE: soft tick 3. Family TROMBICULIDAE: chigger 4. Family SARCOPTIDAE: itch mites 5. Family DEMODICIDAE: follicle mites 6. Family TYROGLYPHIDAE: vanilla mites 7. Family DERMATOPHAGOIDES: dust mites
C. Class CHILOPODA (CENTIPEDES)
Mempunyai kepala dan tubuh yang panjang serta pipih dorso ventral, terdiri dari banyak segmen yang hampir sama ukurannya tidak terdapat perbedaan yang jelas antara thorax dan abdomen. Pada kepala terdapat satu pasang antennae dan mouth part. Pada tiap segmen tubuh terdapat satu pasang kaki kecuali 2 segmen yang terakhir. Sepasang kaki yang pertama modifikasi menjadi "claw" yang beracun. Genital opening terdapat pada ujung posterior tubuh.
D. Class DIPLOPODA (MILLIPEDES atau Kaki seribu)
Tubuh cylindris terdiri dari banyak segmen yang hampir sama besar, pada setiap segmen terdapat beberapa pasang kaki. Genital opening terdapat pada ujung anterior tubuh, pada kepala terdapat mouth part dan sepasang antennae. Millipedes merupakan intermediate
host dari pada Hymenolepis diminuta.
E. Class PENTASTOMIDA
Merupakan endoparasit pada binatang dan hidup dalam tubuh manusia Bentuk dewasa nymphnya menyerupai cacing yang penting untuk bidang Kedokteran adalah genus Linguatula dan Porocephalus. Bentuk dewasa dan stadium nymph daripada L. serrata ditemukan dalam hidung dan sinus paranasalis daripada anjing dan carnivora yang lain, sedang stadium larva didalam herbivora. Infeksi pada manusia oleh bentuk dewasa jarang dijumpai, tetapi telah dilaporkan di Eropa, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan sejumlah infeksi oleh bentuk larva. Telur bila ditelan oleh mammalia menetas menjadi larva yang berkaki empat, menembus dinding usus, encystasi didalam liver, paru, lien dan kelenjar-kelenjar mesenterica. P. armillatus di Afrika dan P. moniliformis di Asia ditemukan pada manusia, bentuknya cylindris menyerupai kalung merjan. Bentuk dewasa ditemukan dalam
Phyton atau ular yang lain. Bentuk nymph didapatkan dalam binatang piaraan juga pada organ manusia seperti hepar, paru, conjuctiva, mucosa usus.
F. Class HEXAPODA (INSECTA)
Merupakan class yang terpenting dan terbesar dengan anggota yang terbanyak dengan tanda-tanda Arthropoda pada umumnya, dengan beberapa ciri-ciri yang khas ;
1. Tubuh dibagi menjadi tiga bagian : kepala, thorax, abdomen. 2. Mempunyai satu pasang antennae.
3. Mempunyai tiga pasang kaki. Kepala :
Terdiri dari 6 segmen yang menjadi satu. Padanya terdapat appendage satu pasang, bersegmen-segmen yang disebut antennae. Terdapat satu pasang "compound eyes" yang terdiri dari banyak facet dan satu simple eyes yang disebut ocelli. Bila kedua compound eyes saling berdekatan disebut holoptic (pada yang jantan) dan bila saling berjauhan disebut dichoptic (pada yang betina); daerah antara kedua mata disebut vertex, dibawahnya disebut frons dimana keluar antennae, dibawah frons terdapat clypeus.
Pada kepala juga terdapat bagian mulut yang disebut mouth part yang terdiri dari : - labrum = upper lip (bibir atas)
- mendibula - maxilla
- labium = lower lip (bibir bawah) - hypopharynx
Pada cockroach (kecoak), type mulutnya "chewing" (memamah), susunannya sangat sederhana terdiri dari sebuah bibir atas, sepasang rahang atas, sepasang rahang bawah dan sebuah bibir bawah, sedang pada nyamuk dan golongan "blood sucking insect" yang lain type mulutnya piercing and sucking, struktur dan susunannya lengkap dan panjang disebut "proboscis", bentuknya seperti stylet panjang berfungsi untuk menusuk dan menghisap darah mangsanya.
Thorax :
Thorax terdiri dari 3 segmen : - prothorax - mesothorax - metathorax
Masing-masing segmen terdapat satu pasang kaki yang berfungsi untuk berjalan. Pada Insecta yang tidak bersayap, masing-masing segmen sama besar. Sedang pada Insecta yang
bersayap 2 pasang, sayapnya terdapat pada meso dan metathorax, segmen-segmen tersebut lebih besar daripada prothorax, sedang insecta yang bersayap satu pasang (Diptera = tru flies), sayap terdapat pada mesothorax, dan sepasang sayap yang kedua berubah menjadi "halter" yang berfungsi sebagai alat keseimbangan.
Pada beberapa jenis Diptera, tergum atau notum (bagian dorsal) dibagi oleh suture (tempat melekatnya otot) menjadi scutum dan scutelum.
Sayap :
Terdiri dari membrane dan beberapa penebalan yang disebut "wing vein" yang berisi haemolymph, syaraf, trachea, pembuluh darah.
Gambar 1. Sayap Kaki :
Tiap kaki terdiri dari Coxa, trochanter, femur, tibia, tarsus yang juga bersegmen-segmen dan berakhir dengan satu pasang cakar (claw)
Abdomen:
Terdiri dari 10-11 segmen, pada segmen 8 dan 9 terdapat genital organ, juga terdapat sepasang "spiracular opening" (lubang spiracle) pada tiap segmen. Alat kelamin jantan terdiri dari : sepasang testis, sepasang vas deferens, seminal vesicle, ejaculatory duck dan aedeagus, dilengkapi dengan sepasang accesory gland. Alat kelamin betina terdiri dari : sepasang ovary, sepasang oviduct, common oviduct, vagina, dilengkapi dengan spermatheca dan accessory gland.
Siklus hidup:
Insecta pada umumnya bertelur, telur menetas menjadi larva beberapa jenis melahirkan larva (misal Glossina). Pertumbuhan Insecta selalu diikuti oleh sederetan moulting atau acdyses (= pergantian kulit), periode diantaranya disebut instar. Beberapa jenis insecta mengalami "hemi metabolous matamorfose misalnya kutu kepala, beberapa jenis yang lain mengalami "holo metabolous metamorfosis" seperti pada lalat dan nyamuk.
1. syaraf
2. pemb. Darah 3. tracea
Pembagian Class HEXAPODA
Hexapoda dibagi menjadi 25 order, yang meliputi sejumlah species yang secara tidak langsung mengantungkan atau merugikan kesehatan manusia. Empat order dari class Insecta yang penting dalam bidang Kedokteran adalah :
1. Order DIPTERA
Mempunyai satu pasang sayap dan satu pasang halter. Merupakan order terbesar dalam class Hexapoda, terdiri dari 50.000 species, tersebar diseluruh dunia, tidak hanya bentuk dewasa mengganggu kehidupan manusia, bentuk larva dari beberapa jenis Insecta dapat menimbulkan "myiasis".
Berdasarkan bentuk antennae, order Diptera dibagi menjadi tiga sub order: 1.1. Sub Order NEMATOCERA
Antennae lebih panjang daripada kepala dan thorax terdiri dari banyak segmen yang hampir sama panjang (type antennae : filiformis). Hanya 4 dari 15 Family yang termasuk sub order Nematocera, penting dalam bidang Kedokteran ialah :
a. Family CULICIDAE (nyamuk) b. Family PSYCHODIDAE (sand flies)
c. Family SIMULIIDAE (buffalo flies)
d. Family CERATOPOGONIDAE (bitting midges = Culicoides) 1.2. Sub Order BRACHYCERA
Antene pendek, terdiri dari 3 segmen, segmen ke 3 membesar dan annulated, mempunyai terminal bristle atau stylete. Terdiri dari 14 family, hanya satu yang penting dalam bidang Kedokteran :
Family : TABANIDAE = horse fly Genus :- CHRYSOPS
h. TABANUS
1.3. Sub Order CYCLORRAPHA :
Antene terdiri dari 3 segmen, segmen pertama dan kedua sukar dilihat, segmen ketiga besar, pada permukaan dorsal terdapat bristle yang disebut arista, dapat berbulu atau
tidak. terdiri dari 32 family, yang penting dalam bidang Kedokteran adalah : Family MUSCIDAE
Family CALLIPHORIDAE 2. Order SIPHONAPTERA (Fleas).
Tubuh pipih lateral kecil (1-8 mm), tidak bersayap, kaki type "jumping", mulut type biting. Kepala berbentuk segitiga, padanya terdapat satu pasang antennae yang terdapat
dalam "antenal grooves", dapat ditonjolkan keluar, terdiri dari 3 segmen, segmen ke 1 dan ke 2 kecil, ke 3 seperti tongkat (club-shaped). Type siklus hidupnya : holometabolous metamorphoses.
3. Order ANOPLURA
Tubuh pipih dorso- ventral, tidak bersayap, type mulutnya "sucking mouth part", type kakinya grasping. Type siklus hidupnya hemi metabolous metamorfosis. Merupakan ecto parasit pada mammalia termasuk manusia, hidup dan meletakkan telur-telurnya pada
rambut atau pakaian, mengambil makanannya dengan jalan menghisap darah. Terdiri dari 6 Family tapi hanya 2 species yang penting :
Pediculus humanus Pthirus pubis
4. Order HEMIPTERA
Tersebar diseluruh dunia, mempunyai type siklus hidup hemimetabolous metamorphosis. Rupa dan ukurannya bervariasi, probocisnya disesuaikan untuk menghisap (type mulutnya "sucking type"), terdiri dari 4 segmen, dibengkokkan dibawah kepala dan tubuh. Mempunyai 2 pasang sayap, kecuali Family CIMICIDAE tidak bersayap. Atas dasar sifat sepasang sayap yang pertama order Hemiptera dibagi menjadi 2 sub order : 4.1. Sub Order HOMOPTERA
Mempunyai 2 pasang sayap yang membraneous, species-species yang termasuk sub order ini merupakan pemakan tanaman tidak penting dalam bidang Kedokteran. 4.2. Sub Order HETEROPTERA
Mempunyai 2 pasang sayap yang melipat satu sama lain menutupi abdomen, sepasang sayap kedua membraneus, sedang bagian pangkal dari sepasang sayap pertama tebal dan keras, sisanya membraneous, type ini disebut hemielytron. Dua
Family yang penting : 1. Family REDUVIIDAE 2. Family CIMICIDAE
Hemielytra menjadi rudiment, berbentuk seperti scale. Proboscisnya pendek dan halus terletak dalam lekukan pada bagian ventral kepala.
Beberapa order dibawah ini jarang menimbulkan kelainan yang serius walaupun beberapa species mengganggu manusia, misalnya oleh karena sengatannya atau
merupakan vektor daripada penyakit. 5. Order ORTHOPTERA (Cockroaches)
Merupakan vektor mekanis untuk micro-organisme yang pathogen dan intermediate host daripada beberapa jenis cacing.
6. Order COLLEMBOLA (Springtail) 7. Order EPHEMERIA (Mayflies : Ashma) 8. Order TRICHOPTERA (Caddis Flies) 9. Order MALLOPHCGA (Bird Life)
10. Order COLEOPTERA (Beetles), mempengaruhi kesehatan manusia dengan: - vesicating dan poisonous effect (MELOIDAE : blister beetle)
- Parasitic larva (canthariasis infection of man by beetles at any stage of their life cycle)
- intermediate host : Hymenolepis nana, Hymenolepis diminuta - Vektor mekanis.
11. Order LEPIDOPTERA (Butterflies & Moths) :
- Sayap ditutup oleh scales, proboscis melingkar, type mulutnya sucking mouthpart. Bentuk larva disebut caterpillars, pupae terdapat didalam " coccoon". 12. Order HYMENOPTERA (Ant, Bees, Wasp)
Mempunyai dua pasang sayap yang membraneous. 13. Order ODONATA (Dragon flies)
INSECTA DAN ORDO-ORDONYA YANG PENTING
Phylum Class Ordo Sub Ordo Family
Arthropoda Insecta 1. Diptera Nematocera Culicidae (Hexapoda) (Mosquitoes &
Flies) Simuliidae Psychodidae Ceratopogonidae Bracchycera Tabanidae Cyclorrapha Calliphoridae (Athericera) Muscidae 2.Siphonaptera 3.Anoplura 4.Hemiptera 5.Orthoptera
NYAMUK (MOSQUITOES)
Order : Diptera
Sub order : Nemetocera Family : Culicidae
Sub family : Culicinae
Tribus : - Anophelini - Culicini
CIRI-CIRI UMUM
• Tubuh: terdiri dari tiga bagian, yaitu kepala, thorax dan abdomen yang nampak terbagi
dengan jelas.
• Antena: satu pasang, panjang, filiformis, lebih panjang dari kepala dan thorax. • Mata : majemuk (compound eyes)
• Kaki : tiga pasang (Hexapoda), beruas-ruas tiga pasang keluar dari tiap segmen thorax
yaitu
- prothorax - mesothorax - metathorax
• Sayap : satu pasang, terdapat pada mesothorax
• Mempunyai type metamorphose sempurna (Holometabolous)
Sub family culicinae terdiri tiga tribus (tribes), yaitu : - Tribus Anophelini : Genus Anopheles
- Tribus Culicini : Genus Culex, Aedes, Mansonia - Tribus Megharinini: Genus Toxorhychites
Megharinini; merupakan nyamuk yang besar yang tak pernah menghisap darah. Larvanya bersifat "cannibal", sehingga dapat merupakan predator larva nyamuk yang lain.
Masa hidupnya cukup panjang (kurang lebih 6 bulan).
MORFOLOGI NYAMUK 1. Dewasa :
Mata ; satu pasang mata majemuk (compound eyes yang pada nyamuk jantan menyatu (holoptic) dan pada nyamuk betina nampak jelas terpisah (dichoptic).
Antena ; satu pasang antena yang panjang terdiri dari l4-l5 ruas, setiap ruas ditumbuhi bulu- bulu yang lebat pada yang jantan (plumose), sedang pada yang betina jarang (pilose). Mulut (mouth part) ;
- termasuk jenis penusuk dan penghisap (piercing and sucking), - terdiri dari dua palpus dan satu proboscis,
- proboscis ini merupakan alat penusuk yang tersusun atas: Satu buah labium, Satu buah hypopharynx,
Satu pasang mandibula, Satu pasang maxilla,
Satu pasang labium yang diujungnya terdapat s epasang labella. Thorax ;
- terdiri dari tiga segmen, tiap segmen terdapat sepasang kaki, - dari mesothorax, selain sepasang kaki juga keluar sepasang sayap,
- dari metathorax, selain sepasang kaki juga terdapat sepasang halter, yaitu sayap yang rudimenter/kecil, berguna untuk mengatur keseimbangan tubuh,
- dari sisi dorsal bagian thorax ini nampak berbentuk ovoid atau segi empat, tertutup bulu-bulu atau sisik, mesonatum terpisah dengan scutellum oleh suatu garis
transversal. Bentuk sctellum ini dapat dijadikan pedoman identifikasi species. Abdomen ;
- berbentuk memanjang, silindris,
- terdiri dari sepuluh segmen, dua segmen terakhir mengadakan modifikasi menjadi alat genitalia dan anus, sehingga yang nampak hanya delapan segmen.
2. Telur :
Bentuknya bermacam-macam, tergantung speciesnya. (Lihat di halaman lain dari diktat ini).
3. Larva :
- Terdiri dari empat stadium larva, yaitu: Larva 1, Larva 2, Larva 3, Larva 4.
- Ciri-ciri morfologi larva dapat dipelajari dengan mudah pada Larva 3 dan Larva 4. - Pada dasarnya larva juga terdiri dari tiga bagian tubuh yaitu; kepala, thorax,
Kepala ;
- berbentuk oval atau segi empat, pipih dalam arah dorso ventral, - mempunyai satu pasang antena yang pendek,
- mempunyai satu set mulut (mouth part dan satu pasang "mouth brushes" yang diperlukan untuk makan,
- juga terdapat sepasang mata majemuk. Thorax ;
- terdiri dari tiga segmen yang bergabung satu sama lain sehingga berbentuk segi empat,
- tidak mempunyai kaki. Abdomen :
- berbentuk silindris, makin ke ujung posterior makin ramping,
- terdiri dari sepuluh segmen, setiap segmen satu sampai dengan delapan mempunyai sepasang spiracle,
- segmen ke delapan mempunyai siphon (pada tribus culicini), dan dua segmen tarakhir melekuk ke ventral dan berisi brushes dan anal gills.
4. Pupa :
- Suatu bentukan yang menyerupai koma,merupakan stadium yang "non feeding" (tidak makan).
- Kepalanya menyatu dengan thorax, dan disebut sebagai cephalothorax.
- Gerakannya khas (jerky movement), dan pada waktu istirahat akan mendekati permukaan air untu bernafas dengan breething tube (breething trumpet) yang
terdapat pada sisi dorsal thorax.
- Pada segmen terakhir dari abdomen terdapat sepasang "paddles" untuk berenang.
SIKLUS HIDUP :
• Nyamuk mempunyai type metamorphose sempurna (holometabolous) yaitu melalui
empat tahap stadium ; dewasa, telur, larva dan pupa.
• Bentuk dewasa dapat hidup selama kurang lebih dua minggu sampai beberapa bulan.
Nyamuk jantan hidup dengan menghisap air gula atau cairan buah-buahan, sedangkan nyamuk betina selain makanan tersebut membutuhkan darah untuk pemasakan sel telurnya. Oleh karenanya hanya nyamuk betina saja yang menghisap darah. Ini disebut dengan siklus gonadotrophic.
• Setelah kawin beberapa waktu kemudian nyamuk betina mulai bertelur. Telur-telurnya
diletakkan di tempat yang berair secara bergerombol atau pun sendiri-sendiri tergantung speciesnya. Proses penetasan telur menjadi larva dipengaruhi suhu dan sangat bervariasi, mulai beberapa jam, hari ataupun bulan baru menetas menjadi larva.
• Pertumbuhan larva terdiri dari empat stadium, yaitu larva stadium 1, larva stadium 2,
larva stadium 3 dan larva stadium 4. Kecepatan pertumbuhan larvapun juga bervariasi, tergantung beberapa faktor, antara lain :
- kondisi air, - suhu,
- jumlah dan jenis makanan dan plakton yang terdapat di air. Pertumbuhan larva rata-rata berlangsung sepuluh hari atau lebih untuk ke mudian menjadi pupa.
• Pertumbuhan pupa ke dewasa bervariasi, antara 1-5 hari.
• Nyamuk yang baru menetas/keluar dari pupa secara potensial sudah mampu untuk kawin,
karenanya merekapun sudah mampu untuk menggigit. Nyamuk-nyamuk tersebut mempunyai sifat/kebiasaan menggigit mangsanya sendiri-sendiri, tergantung species dan strainnya. Dari kebiasaan menggigit nyamuk, dikenal istilah antara lain :
- Anthropophilic - Zoophilic
- Zooanthropophilic - Day biter
- Night biter
- Day and night biter - Indoor/Outdoor biter - Endo/Exophilic
Untuk membedakan morfologi beberapa genus nyamuk dapat dipergunakan kunci/pedoman sebagai berikut :
SUBFAMILY CULICINAE
TRIBUS ANOPHELINES CULICINES
GENUS ANOPHELES AEDES CULEX MANSONIA
E G G Boat shape Float (+) Laid singly On water Rugby shape Float (-) Laid singly On dump surface Banana shape Float (-) l00-200 eggs Laid in rafts on water Float (-) Laid in clusters Under leaves
L A R V A
Rest pararel to the water surface. No siphon Rest at angle to the water surface Siphon with. one hair tufts, short,
fat and dark colour
Rest at angle to the water surface. Siphon with many hair tufts, long and slender
Attached to root Siphon with piercing valve
PUPA Trumpet short and flare
Trumpet long and slender Trumpet with piercing valve Scutelum: Semilunar Trilobe Female: Eyes dischoptic Antenna pilose Palpus and Proboscis more-less equalength Dishoptic eyes Antennae pilose Palpus minute Male: Eyes holoptic Antena plumose Palpus clubshape Rest at angle Eyes holoptic Antena plumose
Palpus equalength with proboscis Rest pararel
Wing:
Usually with patches of
coloures scales
Usually lack of patches ADULT
Thorax & Abdom.:
No band black or dense brown
light brown black or brown with dark/light band
Tiap genus/species nyamuk mempunyai kebiasaan hidup, tempat perindukan dan kesukaan menggigit yang bermacam-macam.
1. Genus Anopheles
Tempat perindukan (breeding places) berbeda untuk tiap species.
• Anopheles minimus :
- Air tenang yang menggenang, - Air yang mengalir perlahan.
• Anopheles balabacencis :
- Air hujan,
- Air selokan/genangan, - Mutan.
• Anopheles aconitus :
- Kolam renang - Danau
- Air sawah/persawahan - Aliran yang deras
• Anopheles sundaicus :
- Air payau
• Anopheles maculatus :
- Seepages - Persawahan
- Air yang mengalir
- Air yang terkena matahari.
Sifat yang berhubungan dengan perannya sebagai vektor antara lain - indoor/aout of door biter,
- anthropophilic/zooanthropophilic,
- night biter (kurang lebih pukul l8.00 - 20.00). Kepentingan medis
Sebagai vektor biologis dari penyakit-penyakit : *). Malaria *). Filariasis
2. Genus Aedes
Tempat perindukan larva (breeding place) :
• Aedes aegypti
• Aedes albopictus ---> di air tergenang yang jernih
seperti : - air bak mandi,
- penyimpanan air minum, - pot-pot bunga,
- perangkap semut. Sifat :
• Anthropophilic • Day biter
Kepentingan medis
Vektor biologis dari penyakit :
• Filariasis : Wuchereria bancrofti, Brugia malayi.
• Dengue fever/Dengue haemorhagic fever: Arbovirus group B. • Yellow fever
• Eastern Equine Encephalomyelitis • California Encephalomyelitis
• Venezuelan Equine Encephalomyelitis
3. Genus Culex Breeding place :
- Air yang tergenang
- Segala macam air, terutama air yang kotor (poluted water)
• Culex pipienfatigans = Culex quenquefasciatus
- See page (poluted water)
• Culex tritaenorhynchus :
- Rice field Sifat-sifat :
• Zooanthropophilic • Night biters
• Menyukai tempat-tempat yang gelap
Kepentingan medis
Vektor biologis dari penyakit-penyakit :
• Filariasis (Brugia malayi dan Wuchereria bancrofti) • Japanese B Encephalitis
• St. Louis Encephalitis
• Western Equine Encephalomyelitis • California encephalomyelitis
4. Genus Mansonia Tempat perindukan :
* Mansonia uniformis
* Mansonia indiana mengandung banyak tumbuhan air. * Mansonia bonnea
* Mansonia dives ---> Rawa-rawa dekat hutan * Mansonia annulata Rawa-rawa dibawah pohon Sifat-sifat :
* Zooanthropophilic * Night biters
* Out of door biter
Kepentingan medis Intermediate host dari :
* Filariasis (Malayan)
* Eastern Equine Encephalomyelitis
PROGRAM PEMBERANTASAN NYAMUK
Istilah kontrol terhadap populasi nyamuk (Mosquitoes controle) mungkin lebih tepat daripada pembrantasan nyamuk (Mosquitoes erradication). Untuk berhasilnya program ini perlu diperhatikan hal-hal antara lain :
• Sifat atau kebiasaan nyamuk • Iklim dan topografi lingkungan
• Keadaan dan tingkat sosial ekonomi penduduk
Bentuk pelaksanaannya bermacam-macam tergantung sasaran yang dituju. a. Terhadap tempat perindukan :
• pengaturan pengairan • pengeringan rawa-rawa
• pembersihan tumbuh-tumbuhan air • kontrol bak-bak mandi, kolam dsb
Untuk pelaksanaannya membutuhkan biaya.
b. Terhadap larva :
• Kontrol biologis ; dengan memelihara predator ;
- ikan Gambusia - larva Megarhinini
• Kontrol chemis ; dengan menggunakan obat-obatan/bahan-bahan kimia ;
- Oiling - DDT, Abate - Malathion dsb.
c. Terhadap nyamuk dewasa :
Order :
Order : DIPTERA
DIPTERA
A.
A. Sub Order : BRACHYCERASub Order : BRACHYCERA
Serangga-serangga yang termasuk sub order Brachycera bertubuh besar, kuat, Serangga-serangga yang termasuk sub order Brachycera bertubuh besar, kuat, bersayap
bersayap dua dua pasang, pasang, antenae antenae pendek pendek terdiri terdiri dari dari tiga tiga segmen, segmen, segmen segmen ke ke tiga tiga membesar,membesar, annulated atau mempunyai bristle yang disebut stylete. Brachycera mempunyai mulut yang annulated atau mempunyai bristle yang disebut stylete. Brachycera mempunyai mulut yang disesuaikan untuk menusuk kulit (piercing type).
disesuaikan untuk menusuk kulit (piercing type).
Sub order Brachycera terdiri dari 14 family, tetapi yang penting dalam bidang Sub order Brachycera terdiri dari 14 family, tetapi yang penting dalam bidang kedokteran hanya family Tabanidae.
kedokteran hanya family Tabanidae.
Gambar 2. Antennae : Gambar 2. Antennae : A.
A. Wohlfahrtia vigil s., B. Musca domestica betina, C. Glossina morsitans jantan, D.Wohlfahrtia vigil s., B. Musca domestica betina, C. Glossina morsitans jantan, D. Tabanus sp. Jantan,
Family : TABANIDAE Family : TABANIDAE
Serangga yang termasuk Family Tabanidae disebut juga "horse fly" atau "deer fly", Serangga yang termasuk Family Tabanidae disebut juga "horse fly" atau "deer fly", ukurannya bervariasi dari sebesar lalat rumah sampai
ukurannya bervariasi dari sebesar lalat rumah sampai 1 inci panjang tubuhnya.1 inci panjang tubuhnya.
Kepala : besar berbentuk semilunar, mata besar, "biting mouth part". antenae lebih pendek Kepala : besar berbentuk semilunar, mata besar, "biting mouth part". antenae lebih pendek
dari pada kepala (pada chrysops, antennae lebih
dari pada kepala (pada chrysops, antennae lebih panjang).panjang).
Thorax : kuat dan gemuk, padanya terdapat satu pasang sayap yang lebar, squamae yang Thorax : kuat dan gemuk, padanya terdapat satu pasang sayap yang lebar, squamae yang
besar, dilengkapi dengan kaki
besar, dilengkapi dengan kaki 3 pasang.3 pasang. Abdomen : terdiri dari 7 segmen, lebar
Abdomen : terdiri dari 7 segmen, lebar dan kuat, pipih dorso-ventral kadang-kadang silindris.dan kuat, pipih dorso-ventral kadang-kadang silindris. Siklus hidup:
Siklus hidup:
Setelah fertilasi dan menghisap darah, yang betina bertelur diatas air, lumpur, Setelah fertilasi dan menghisap darah, yang betina bertelur diatas air, lumpur, tumbuhan air atau diatas batu-batu, telur-telur diletakkan berdiri, bergerombol dalam jumlah tumbuhan air atau diatas batu-batu, telur-telur diletakkan berdiri, bergerombol dalam jumlah 50-700 butir. Telur berbentuk cerutu berukuran 1-2 mm panjangnya, berwarna krem sampai 50-700 butir. Telur berbentuk cerutu berukuran 1-2 mm panjangnya, berwarna krem sampai orange atau hitam. Setelah
orange atau hitam. Setelah kira-kira satu mingg
kira-kira satu minggu telur akan menetas mu telur akan menetas menjadi larva enjadi larva berbentuk silindris yang mberbentuk silindris yang meruncingeruncing pada
pada kedua kedua ujungnya, ujungnya, mempunyai mempunyai kepala kepala yang yang kecil kecil kemudian kemudian diikuti diikuti oleh oleh thorax thorax dandan abdomen yang terdiri dari 11 segmen.
abdomen yang terdiri dari 11 segmen.
Beberapa jenis larva memakan arthropoda yang hidup dalam air seperti misalnya larva Beberapa jenis larva memakan arthropoda yang hidup dalam air seperti misalnya larva nyamuk. Kemudian larva tersebut bermigrasi kebagian tepi dari "breeding place"nya, yaitu nyamuk. Kemudian larva tersebut bermigrasi kebagian tepi dari "breeding place"nya, yaitu ketempat yang le
ketempat yang lebih kering untuk bih kering untuk berubah menjadi berubah menjadi pupa yang berwarpupa yang berwarna coklat, panjangna coklat, panjang antara 1/3-1 1/2 inci, mepunyai cephalothorax dan abdomen. Pupa berdiri tegak sebagian antara 1/3-1 1/2 inci, mepunyai cephalothorax dan abdomen. Pupa berdiri tegak sebagian tubuhnya tertanam didalam lumpur. Setelah beberapa hari samnpai 2 minggu, imago akan tubuhnya tertanam didalam lumpur. Setelah beberapa hari samnpai 2 minggu, imago akan keluar dari pupa kemudian menjadi dewasa.
keluar dari pupa kemudian menjadi dewasa.
Genus yang penting dalam bidang Kedokteran adalah CHRYSOPS yang merupakan Genus yang penting dalam bidang Kedokteran adalah CHRYSOPS yang merupakan intermediate host dari Loa-loa.
intermediate host dari Loa-loa.
B.
B. Sub Sub order order : : CYCLORRAPHACYCLORRAPHA
Sub order Cyclorrapha mempunyai satu pasang sayap, satu pasang antennae yang Sub order Cyclorrapha mempunyai satu pasang sayap, satu pasang antennae yang terdiri dari 3 segmen, segmen pertama dan kedua kecil sukar dilihat, segmen ketiga besar. terdiri dari 3 segmen, segmen pertama dan kedua kecil sukar dilihat, segmen ketiga besar. pada permukaan
pada permukaan dorsal terdapat dorsal terdapat "bristle" yang "bristle" yang disebut Arista.ada disebut Arista.ada yang berbulu yang berbulu dan ada dan ada yangyang tidak. Wing venasinya sangat variable, tetapi beberapa species mempunyai sifat yang tidak. Wing venasinya sangat variable, tetapi beberapa species mempunyai sifat yang karakteristik.
karakteristik.
Bentuk larvanya seperti kerucut, ujung anterior
Bentuk larvanya seperti kerucut, ujung anterior runcing, mempunyai sepasang anteriorruncing, mempunyai sepasang anterior spiracle dan sepasang posterior spiracle, yang
spiracle dan sepasang posterior spiracle, yang dapat dapat membantu untuk identifikasi genus.membantu untuk identifikasi genus. Siklus hidupnya : hemi metabolous
Sub order Cyclorrapha terdiri dari 32 Family, hanya 2 yang penting di bidang Sub order Cyclorrapha terdiri dari 32 Family, hanya 2 yang penting di bidang Kedokteran; Fam.Muscidae & Fam.Calliphoridae.
Kedokteran; Fam.Muscidae & Fam.Calliphoridae.
1.
1. Family MUSCIDAEFamily MUSCIDAE
Ukurannya sedang, antennae selalu dilengkapi dengan arista dan biasanya berbulu. Ukurannya sedang, antennae selalu dilengkapi dengan arista dan biasanya berbulu. Pada umumnya berwarna hitam , abu-abu atau coklat tua dengan garis-garis hitam pada Pada umumnya berwarna hitam , abu-abu atau coklat tua dengan garis-garis hitam pada thorax. Yang betina biasanya bertelur tetapi genus
thorax. Yang betina biasanya bertelur tetapi genus Glossina melahirkan larva.Glossina melahirkan larva. Lalat-lalat yang termasuk Fam. Muscidae dapat
Lalat-lalat yang termasuk Fam. Muscidae dapat dibagi menjadi 2 kelompok :dibagi menjadi 2 kelompok : - blood sucking musids (biting flies/lalat pemghisap darah)
- blood sucking musids (biting flies/lalat pemghisap darah) Contoh : - Genus Glossina
Contoh : - Genus Glossina - Genus Stomoxys - Genus Stomoxys - non blood
- non blood sucking mucids (non sucking mucids (non biting biting flies)flies) Contoh : - Genus Musca
Contoh : - Genus Musca - Genus Muscina - Genus Muscina - Genus Fannia - Genus Fannia
Lalat yang termasuk "biting flies", bagian mulutnya (mouth part) berfungsi untuk Lalat yang termasuk "biting flies", bagian mulutnya (mouth part) berfungsi untuk manusuk kulit dan menghisap darah (type piercing and sucking mouth part), walaupun tidak manusuk kulit dan menghisap darah (type piercing and sucking mouth part), walaupun tidak mempunyai mandibula dan maxilla, labiumnya bermodifikasi menjadi kaku dan bertanduk, mempunyai mandibula dan maxilla, labiumnya bermodifikasi menjadi kaku dan bertanduk, sedang lalat yang termasuk "non biting flies" proboscisnya lunak dan retractile disesuaikan sedang lalat yang termasuk "non biting flies" proboscisnya lunak dan retractile disesuaikan untuk mengambil bahan makanan cair , setengah cair dan keras bagian mulutnya termasuk untuk mengambil bahan makanan cair , setengah cair dan keras bagian mulutnya termasuk "sponging type part "
"sponging type part "
a.
a. Genus GLOSSINAGenus GLOSSINA
Disebut juga "tsetse" fly, ukuran sedang panjang tubuhnya antara 6-l5 mm, berwarna Disebut juga "tsetse" fly, ukuran sedang panjang tubuhnya antara 6-l5 mm, berwarna kuning sampai coklat tua, kepalanya besar dengan sepasang compound eyes, proboscis yang kuning sampai coklat tua, kepalanya besar dengan sepasang compound eyes, proboscis yang menonjol, langsing dan kaku, type mulutnya "piercing and sucking ". Antennae satu pasang menonjol, langsing dan kaku, type mulutnya "piercing and sucking ". Antennae satu pasang terdiri dari 3 segmen pada segmen ketiga terdapat arista dengan rambut-rambut yang terdiri dari 3 segmen pada segmen ketiga terdapat arista dengan rambut-rambut yang bercabang-cabang dan ter
bercabang-cabang dan terdapat pada permukaan atas arista.dapat pada permukaan atas arista.
Thorax gemuk dengan garis-garis dan bintik-bintik coklat gelap pada permukaan Thorax gemuk dengan garis-garis dan bintik-bintik coklat gelap pada permukaan dorsal. Pada thorax terdapat satu pasang sayap yang panjang, dalam keadaan istirahat/tidak dorsal. Pada thorax terdapat satu pasang sayap yang panjang, dalam keadaan istirahat/tidak terbang saling menutup satu sama lain seperti gunting, " wing-vein" ke
terbang saling menutup satu sama lain seperti gunting, " wing-vein" ke 4 dan ke 5 membentuk4 dan ke 5 membentuk bentukan
Abdomen berwarna coklat tua dengan garis-garis transversal berwarna coklat muda. Abdomen berwarna coklat tua dengan garis-garis transversal berwarna coklat muda. Glossina jantan mudah dibedakan dengan yang betina. Peritropic membrane dari tractus Glossina jantan mudah dibedakan dengan yang betina. Peritropic membrane dari tractus digestivusnya disesuaikan untuk transmisi penyakit Trypanosoma.
digestivusnya disesuaikan untuk transmisi penyakit Trypanosoma. Siklus hidup:
Siklus hidup:
Telur menetas didalam uterus menjadi larva, sehingga lalat ini melahirkan larva di Telur menetas didalam uterus menjadi larva, sehingga lalat ini melahirkan larva di tanah yang
tanah yang gembur, kering gembur, kering teduh, biasanya dibteduh, biasanya dibawah pohon awah pohon dan semak-semak, dan semak-semak, dibawahdibawah karang, mulut goa, kadang-kadang dilubang pohon, seperempat jam kemudian berubah karang, mulut goa, kadang-kadang dilubang pohon, seperempat jam kemudian berubah menjadi pupa, satu bulan kemudian menetas menjadi lalat dewasa. Life spannya tergantung menjadi pupa, satu bulan kemudian menetas menjadi lalat dewasa. Life spannya tergantung pada
pada musim, musim, pada pada musim musim panas panas umurnya umurnya lebih lebih pendek. pendek. Rata-rata Rata-rata umur umur Glossina Glossina 3-5 3-5 bulan.bulan. Lalat betina biasanya melahirkan 2-3 ekor larva, lalat jantan maupun betina menghisap darah Lalat betina biasanya melahirkan 2-3 ekor larva, lalat jantan maupun betina menghisap darah vertebrata sebagai makanannya.
vertebrata sebagai makanannya.
Glossina banyak didapat pada permulaan
Glossina banyak didapat pada permulaan musim hujanmusim hujan Kepentingan medis:
Kepentingan medis:
Merupakan vektor Trypanosomiasis yang disebabkan oleh Trypanosoma gambiense dan Merupakan vektor Trypanosomiasis yang disebabkan oleh Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodesiense.
Trypanosoma rhodesiense.
b.
b. Genus : STOMOXYSGenus : STOMOXYS
Disebut juga "stable fly" (lalat kandang), terdapat dimana-mana, mengganggu ternak Disebut juga "stable fly" (lalat kandang), terdapat dimana-mana, mengganggu ternak atau manusia oleh gigitannya. Tubuhnya sebesar Musca, berwarna abu-abu gelap dengan 4 atau manusia oleh gigitannya. Tubuhnya sebesar Musca, berwarna abu-abu gelap dengan 4 garis longitudinal berwarna hitam pada thorax bagian dorsal.
garis longitudinal berwarna hitam pada thorax bagian dorsal.
Pada kepala terdapat proboscis yang langsing, panjang, kaku non retractile,dan pada Pada kepala terdapat proboscis yang langsing, panjang, kaku non retractile,dan pada antennae terdapat arista yang berbulu pada permukaan atas
antennae terdapat arista yang berbulu pada permukaan atas saja.saja. Siklus hidup :
Siklus hidup :
Lalat betina bertelur 4-20 butir, kadang-kadang sampai 70 butir pada kotoran kuda dan Lalat betina bertelur 4-20 butir, kadang-kadang sampai 70 butir pada kotoran kuda dan binatang
binatang lain, lain, sayur-sayuran sayur-sayuran yang yang membusuk, membusuk, tumpukan tumpukan rumput, rumput, sampah sampah dari dari ladang ladang dsb.dsb. Satu sampai empat empat hari kemudian telur menetas menjadi larva stadium 1 (L1), l0 hari Satu sampai empat empat hari kemudian telur menetas menjadi larva stadium 1 (L1), l0 hari kemudian menjadi larva stadium 3 (L3), dalam keadaan dingin membutuhkan waktu lebih kemudian menjadi larva stadium 3 (L3), dalam keadaan dingin membutuhkan waktu lebih lama sampai 1 bulan, kemudian menjadi pupa, satu sampai 3 minggu kemudian menjadi lama sampai 1 bulan, kemudian menjadi pupa, satu sampai 3 minggu kemudian menjadi dewasa.
dewasa.
Kepentingan medis : Kepentingan medis :
Baik yang jantan maupun yang betina mengisap darah. Gigitannya sangat Baik yang jantan maupun yang betina mengisap darah. Gigitannya sangat mengganggu menimbulkan iritasi pada kulit merupakan vektor penyakit cacing dan protozoa mengganggu menimbulkan iritasi pada kulit merupakan vektor penyakit cacing dan protozoa pada binatang piaraan.
c. Genus : MUSCA
Species : Musca domestica
Disebut juga lalat rumah, terdapat dimana-mana disekitar kita, kosmopolitan (seluruh dunia) terutama didaerah tropis. Tempat perindukannya terutama di tempat-tempat yang kotor, tempat sampah, pembantaian dsb.
Kepala : berbentuk oval, kedua mata yang jantan pada yang betina dan bertemu digaris tengah. Antennae type Cyclopharcous dengan arista yang dilengkapi dengan bulu rambut pada bagian dorsal dan ventral. Bagian mulut yang dikenal dengan proboscis dapat ditarik dan ditonjolkan dan bertype sponging.
Thorax : Pada bagian dorsal terdapat 4 garis longitudinal berwarna hitam. Terdapat 3 pasang kaki yang masing-masing dilengkapi dengan satu pasang cakar dan satu pasang pulvili dan satu pasang sayap dengan wing venasi yang specific, wing vein ke 4
membelok tajam kearah costa mendekati wing venasi ke 3 pada tepi sayapnya.
Abdomen: biasanya berwarna abu-abu dengan garis-garis atau bercak-bercak orange, yang tampak hanya 4 segmen, sisanya tertarik kedalam, pada yang betina segmen yang tertarik kedalam ini dimodifikasi menjadi bentukan seperti tabung yang dapat ditonjolkan keluar pada waktu bertelur.
Siklus hidup :
Type siklus hidup : holo-metabolous metamorphosis.
Dua-tiga hari setelah kawin lalat betina bertelur ditempat tempat yang kotor, misalnya ditempat-tempat sampah, sayur-sayur yang membusuk, faeces manusia dan binatang terutama pada siang hari. Telur berbentuk pisang berukuran 0,8 - 1,00 mm dilengkapi dengan 2 buah "dorsal ridge", tempat keluarnya larva; berwarna putih krem. Setelah 6-12 jam telur menetas menjadi larva stadium 1(L1), sehari kemudian menjadi larva stadium 2 (L2), setelah kurang lebih satu minggu menjadi larva stadium 3 (L3). Larva stadium 3 yang hampir menjadi pupa akan berhenti makan, bergerak dari tempat perindukannya mencari tempat yang kering, kemudian menjadi pupa, 4-5 hari kemudian keluar lalat dewasa.
Dengan mempelajari ujung posterior larva lalat dapat ditentukan stadium dan speciesnya. Pada ujung posterior terdapat bentukan yang disebut "posterior spiracle", bila padanya terdapat satu slit (lubang memanjang), maka larva terdapat stad 1, bila 2 buah slit menunjukkan stadium 2 dan bila 3 buah slit maka larva tersebut stadium 3. Bentuk slit menunjukkan jenis lalat, misalnya pada Musca domestica bentuk slitnya berkelok-kelok.
Kepentingan medis :
Lalat rumah merupakan vektor mekanis untuk virus, bacteri, protozoa dan telur-telur cacing yang terutama menimbulkan penyakit-penyakit gastro-intestinalis, conjungtivitis. Juga dapat menimbulkan " myiasis "
d. Genus FANNIA
Mirip dengan Musca, berbeda dalam hal : - tubuhnya lebih kecil
- arista pada antennaenya tidak berambut
- terdapat 3 garis longitudinal berwarna coklat pada thorax - wing-venasi ke 4 pada tepi sayap wing-vein ke 3
Siklus hidupnya mirip Musca.
Lalat betina bertelur 50-100 butir ditempat yang basah misalnya urine/faeces man/bin, kejudan ikan yang membusuk.
Juga dapat menimbulkan intestinal dan urinary myiasis.
e. Genus MUSCINA
Juga mirip Musca, berbeda dalam beberapa hal: - Tubuhnya lebih besar
- Pada thorax juga terdapat 4 garis longitudinal
- Wing veinasi ke 4 pada tepi segmen menjauhi wing vein ke 3
- Larva mirip Musca, posterior spiracle bulat dengan tiga buah split yang berbentuk "crescent" pada L3 (larva stadium 3 )
Gambar 3. Posterior spiracular pattern representative fly larvae (left spiracular plate only). 1. Callipohoravomitoria,2. Chrysomya bezziana, 3. Chocliomyiamacellaria, 4. Cordylobia anthropophaga, 5. Auchmeromyia senegalensis,6. Phaenicia sericata, 7. Ohormia regina,
8. Musca domestica, 9. Muscina stabulans, 10. Stomoxys calcitrans, 11. Sarcophaga fuscicauda, 12. Wohlfahrtia vigil sensu lato, 13. Dermatobia hominis, 14. Gasterophilus
2. Family : CALLIPHORIDAE
Terdiri dari ribuan species termasuk yang domestic, dikenal dengan sebutan "blue bottle", "green botle" dan "flesh flies". Arista pada antenaenya berbulu pada kedua sisi. Tidak
seekor lalatpun yang termasuk Family Calliphoridae penghisap darah, bagian mulutnya bertype seperti Musca.
Untuk membedakan genus, diperhatikan squamae dan "bristle" pada bagian dorsal thorax.
Family Calliphoridae dibagi menjadi 2 sub fa mily : - Calliphorinae
- Sarcophaginae
a. Sub family CALLIPHORINAE
Sub family CALLIPHORINAE dibagi menjadi 2 kelo mpok : 1. Metalic, tubuhnya berwarna biru, hijau atau ungu.
Bentuk larvanya seperti kerucut, posterior spiracle berbentuk buah pear, dengan peritrem, slitnya lurus. Genus : - Chrysomyia - Callitroga - Lucilia - Calliphora - Phormia
2. Non metalic, berwarna hitam, abu-abu atau kuning seperti tanah. Bentuk larvanya oval, bentuk posterior spiracle bermacam-macam dengan slit yang lurus atau seperti sinous.
Genus : - Cordylobia - Stasisia
- Auchmeromyia
Genus CHRYSOMYIA
Disebut juga "Old World Scren Worm". Obligate parasit pada jaringan hidup manusia dan binatang, berwarna hijau sampai biru kehijauan. Muka (antara ke 2 mata) berwarna kuning. Jumlah bristle pada thorax sedikit, squamae berbulu.Posterior spiracle daripada larva mempunyai peritreme yang incomplete.
Genus CALLITROGA
Disebut juga " New World Scren Worm ", obligate parasit pada jaringan hidup. Berwarna biru kehijauan, bristle pada thorax sedikit lebih banyak daripada Chrysomyia, squamae berbulu. Bentuk larvanya dapat menimbulkan myiasis terutama pada lubang-lubang alam seperti hidung, mulut, vagina bahkan lesi kecil atau goresan pada kulit bila terinfestasi oleh larva dapat menimbulkan myiasis.
Genus LUCILIA
Berwarna biru kehijauan, dorsal bristle pada thorax banyak squamae tidak berbulu, muka putih. Berkembang biak pada bangkai, dapat juga menimbulkan myiasis. Peritreme pada posterior spiraclenya complete.
b. Sub family SARCOPHAGINAE
Berukuran 8-15 mm panjangnya, berwarna abu-abu, disebut juga "flesh flies" dengan garis-garis longitudinal berwarna hitam pada thorax, gambaran papan catur pada abdomen. Lalat betina melahirkan larva stadium pertama (L1). Posterior spiracle terdapat pada lekukan yang dalam dari ujung posterior.
Terdiri dari 2 genus : 1. Wohlfahrtia 2. Parasarchophaga Genus Parasarchophaga bersifat larviparous Kepentingan medis : dapat menimbulkan myiasis
M Y I A S I S
Myiasis adalah invasi jaringan hidup oleh larva lalat yang termasuk order Diptera. Beberapa macam pembagian Myiasis
I. Dibagi menjadi "internal myiasis" dan "external myiasis". External myiasis atau dermal myiasis :
Adalah invasi kulit mucosa dan conjunctiva oleh larva lalat-lalat : - Chrysomia
- Callitroga metalic Calliphorinae - Wohlfahntia (Sarcophaginae)
- Dermatobia
- Hypoderma termasuk Family Oestridae - Gasterophylus
Internal myiasis :
Biasanya menyerang intestine atau genito-urinary tract. Dalam hal genito-urinary myiasis, infestasi larva lalat mulai dari lubang excreta, biasanya terdapat luka atau pus pada lubang tsb. larva lalat akan naik keatas dan hidup disitu. Dalam hal intestinal myiasis, manusia mendapat infeksi secara accidental menelan telur atau larva lalat yang terdapat pada makanan, atau dapat juga melalui anus naik keatas.
Lalat yang dapat menimbulkan internal myiasis adalah : Musca, Muscina, Fannia, Parasarcophaga, Stomoxys dan Lucilia.
II. Pembagian menurut Patton : 1. Specific Myiasis
2. Semi specific Myiasis 3. Accidental Myiasi 1. Specific Myiasis :
Pada golongan ini, larva ditemukan dalam jaringan hidup, lalat mencari organ atau jaringan tertentu sesuai dengan jenisnya. Mungkin menyerang luka, kulit, lubang tubuh bagian luar. tidak pernah pada tractus digestivus
2. Semi specific Myiasis
Dalam keadaan normal ditemukan pada binatang yang mati, sayur-sayuran, kadang-kadang meletakkan telur atau larvanya pada jaringan manusia yang sakit. Lalat betina tidak meletakkan telur atau larvanya pada kulit yang utuh.
3. Accidental Myiasis :
Kadang-kadang larvanya sampai ke tractus digestivus manusia, melalui makanan, kadang-kadang sampai ke saluran dan kandung kemih.
III. Pembagian menurut Bishopp's ; 1. traumatic myiasis
2. myiasis mulut, hidung, sinus 3. Aural myiasis
4. Occural myiasis
5. Myiasis daerah anus dan vagina 6. Myiasis saluran dan kandung kemih
8. Creeping dermal atau sub dermal myiasis 9. Enteric myiasis
1. Traumatic myiasis
Infestasi luka pada manusia atau binatang oleh larva Diptera, dapat sampai fatal bila penyebabnya Wolfahrtia magnifica, Callitroga americana atau Chrysomya bezziana. 2. Myiasis mulut, hidung dan sinus yang berdekatan :
Biasanya disebabkan oleh W. magnifica, C. americana, C. bezziana. Lalat masuk hidung pada waktu penderita tidur ditempat terbuka. Hidung dan muka membengkak, nyeri kepala, panas excresi hidung berupa nanah bercampur lendir, dapat sampai merusak septum nasi, palatum mole, palatum durum, pharynx, os hyoid, dll sehingga berakibat fatal.
3. Aural myiasis
Myiasis telinga sering menyertai myiasis hidung dan mulut . Penyebabnya Lucilia sericata. Gejala :- Nyeri, tuli, telinga berdenging, cairan yang puralent keluar dari telinga.
4. Ocular myiasis :
Penyebabnya W. magnifica, C. americana, C.bezziana, L. sericata 5. Myasis daerah anus dan vagina :
Penyebabnya : W.magnificana.,C.bezziana dan lalat yang termasuk family Sarcophagidae dan Calliphoridae. Lalat tertarik pada excreta yang berbau, larvanya mengadakan invasi kedaerah anus dan vagina dan dikeluarkan bersama faeses dan urine.
6. Myiasis saluran dan kandung kemih :
Penyebabnya Fannia canicularis, F.scalaris dan Musca domestica. Infestasi terjadi pada waktu tidur tanpa pakaian, menggunakan toilet yang kurang bersih.
Gejala : nyeri dan sulit waktu Mictie, erectie, ejakulasi. 7. Furuncular dermal atau subdermal myiasis
Disebabkan oleh lalat penyebab specific myiasis, yang masuk kedalam kulit yang utuh, luka dikulit, hair follicle. Larva yang tumbuh membentuk tumor, furuncle yang menimbulkan rasa nyeri.
Penyebabnya : D. hominis, W. olgil, W.opace, Cardylobia antropolog, Stasisia rodhaini. 8. Creeping dermal atau subdermal myiasis :
Penyebabnya Gasterophilus dan Hypoderma
Terowongan dalam kulit lapisan atas yang dibentuk oleh Gastephilus, sempit, merupakan garis yang timbul, menyilang satu sama lain. Larva yang menyebar menimbulkan rasa gatal, tetapi tidak nyeri, sedangkan Hypoderma membentuk terowongan yang lebar pada jaringan subcutan, menimbulkan rasa nyeri.
9. Enteric Myiasis :
Penyebabnya : Fannia, Sarcophaga haemorrrhoidalis, Muscina stabulas. Infestasi terjadi melalui makanan, minuman, tangan yang kotor.
Ordo : ANOPLURA
LICE
- relatif kecil, tidak mempunyai sayap - badan pipih dorso ventral
- mempunyai 3 pasang kaki Menurut ordonya lice dibagi dalam :
* Biting lice (Mallophaga) * Sucking lice (Siphunculata) Ordo Mallophaga (Biting lice) :
- disebut juga wool eaters - tubuh dilapisi chitin - thorax memiliki 3 segmen
- kepalanya lebih lebar daripada panjangnya. Ordo Siphunculata (Sucking lice) :
- bentuknya pipih dorso ventral, tidak mempunyai sayap, mempunyai 3 pasang kaki yang berakhir dengan cakar, berguna untuk memegang rambut.
- metamorphose incomplete
Family yang penting untuk manusia adalah Family Pediculidae, mempunyai genus yaitu: - Pediculus spp : Pediculus humanus var. capitis
Pediculus humanus var corporis - Phthirus spp : Phthirus pubis
A. Pediculus humanus
Varian corporis mempunyai ukuran lebih besar daripada varian capitis, juga lebih sering sebagai transmitter dari beberapa jenis penyakit.
Morfologi:
- Ukuran : betina ; 3-4 mm jantan ; 2-3 mm warna putih keabu-abuan.
- Kepala : lonjong agak meruncing; mempunyai antena pendek dan proboscis yang bertipe menusuk dan menghisap.
- Thorax : segmentasinya tak jelas; mempunyai 3 pasang kaki yang kuat
- Abdomen : terdiri dari 9 segmen pada bagian dorso lateral terdapat spiracle. Pada yang betina; ujung segmen terakhir berbentuk "V" terbalik. Anus dan genital
openingnya
terletak dibagian ventral dengan 2 gonopode pada sisi lateralnya, dan berguna untuk untuk melekatkan diri pada rambut atau pada serat-serat pakaian. Pada yang jantan; ujung abdomen membulat dan mempunyai
aediagus.
- Telur : Berbentuk lonjong, mempunyai operculum, melekat pada rambut pada sisi lain. Siklus hidup :
Satu sampai dua hari setelah fertilisasi Pediculus betina bertelur dan melekatkan telur kurang lebih 7 - 10 butir pada rambut, setelah kurang lebih 4-14 hari kemudian menetas menjadi nymph dan setelah moulting tiga kali kemudian kemudian menjadi dewasa. Dari telur menjadi dewasa butuh waktu 24-27 hari, panjang hidup kurang lebih 1 bulan.
Kepentingan medis :
1. Pediculosis: diakibatkan oleh gigitan dan atau salivanya menjadikan iritasi pada kulit sampai dapat menjadi dermatitis, disebut juga Vagabond disease (Morbus errorum).
2. Sebagai vektor dari penyakit-penyakit, antara lain : * Epidemic relapsing fever ;
disebabkan oleh Borellia reccurentis, kuman-kuman ini terdapat pada lambung pediculus dan pada waktu mengisap korban, terjadi muntahan kembali isi lambung sehingga kuman-kuman masuk tubuh korban melalui luka tadi.
* Epidemic typhus :
disebabkan oleh Ricketsia prowazeki, yang berkembang biak dalam usus kutu, cara penularannya dengan menulari luka dengan faeces kutu tersebut.
* Trenc fever :
disebabkan oleh Ricketsia quintana, cara penularannya sama dengan Epidemic typhus. Terapi :
1. Beri pakaian dengan insecticide 2. Untuk Pediculosis capitis :
- pemberian salep lindane/Benzyl Hexa Chloride 1%
- pemberian bedak insecticide pada rambut ; bila perlu gunduli kepala, antibiotic (bila ada secundair infection).
B. Phthirus pubis (crab louse) Morfologi :
Bentuk : oval sampai bulat Ukuran : Jantan : 0,8-1 mm
Betina : 1-1,2 mm
Gambar 4: Phthirus pubis (crab louse) Habitat : Rambut pubis, dapat pula pada axilla, kadang-kadang pada bulu mata, alis, perianal, bulu tubuh.
Siklus hidup : Mirip pediculus
Gejala penyakitnya : Gigitan dan atau salivanya dapat menyebabkan Vagabound disease. Penularan melalui kontak langsung atau lewat pakaian-pakaian/alat-alat toilet yang terkontaminir.
Terapi: kurang lebih sama dengan Pediculosis. Mempunyai 3 pasang kaki yang berakhir dengan cakar (claw), dimana sepasang kaki pertama lebih besar daripada kaki kedua dan