• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III (Yg Hampir Fix

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III (Yg Hampir Fix"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

58 58

(Ini mse gbgan smo bab3 yg (Ini mse gbgan smo bab3 yg HE)HE) 3.1 Judul

3.1 Judul

Menghitung

Menghitung kinerja kinerja alat alat Reboiler Reboiler Debutanizer Debutanizer FLRS-E-107 FLRS-E-107 pada pada UnitUnit RFCC (

RFCC ( Riser Fluidized Catalityc Crangking  Riser Fluidized Catalityc Crangking ) di PT. Pertamina (Persero) RU III) di PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sei. Gerong

Plaju-Sei. Gerong 3.2

3.2 Latar Latar BelakangBelakang Riser Fluidized

Riser Fluidized Catalytic CrackCatalytic Cracking Uning Unit it (( RFCCU ) diRFCCU ) di Refinery Unit IIIRefinery Unit III Sungai Gerong merupakan salah satu

Sungai Gerong merupakan salah satu Secondary Processing Unit untuk mengolahSecondary Processing Unit untuk mengolah komponen

komponen crudecrude menjadi produk-produk turunannya yang mempunyai nilaimenjadi produk-produk turunannya yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Fungsi RFCCU adalah merengkah fraksi berat yaitu gasoil dan ekonomis tinggi. Fungsi RFCCU adalah merengkah fraksi berat yaitu gasoil dan long residu menjadi

long residu menjadi minyak fraksi minyak fraksi ringan dengan ringan dengan bantuan panas bantuan panas dan katalis,dan katalis, katalis yang digunakan adalah Silika Alumina (Al

katalis yang digunakan adalah Silika Alumina (Al22OO33-SiO-SiO22). Pada bagian RFCCU). Pada bagian RFCCU

terdapat kolom FLRS

terdapat kolom FLRS T-102 yang T-102 yang berfungsi sebagai berfungsi sebagai tempat pemisahan tempat pemisahan butanebutane dengan fraksi propane nya denganmemanfaat kan proses destilasi panas. Panas dengan fraksi propane nya denganmemanfaat kan proses destilasi panas. Panas  pada

 pada kolom kolom FLRS FLRS T-102 T-102 didapatdari didapatdari reboiler reboiler FLRS FLRS E-107 E-107 yang yang memanfaatkanmemanfaatkan  panas

 panas dari dari top top produk produk tower tower FCT-1 FCT-1 berupa berupa MPA MPA panas. panas. Bahan Bahan yang yang didih didih kankan oleh Reboiler berupa napthahasil dari

oleh Reboiler berupa napthahasil dari bottom produk kolom FLRS T-403.bottom produk kolom FLRS T-403.

Reboiler merupakan peralatan perpindahan panas yang Reboiler merupakan peralatan perpindahan panas yang  berfungsimendidihkan

 berfungsimendidihkan kembali kembali (reboil) (reboil) serta serta menguapkan menguapkan sebagian sebagian cairan cairan yangyang di

di proses. proses. Reboiler Reboiler FLRS FLRS E-107 E-107 merupakan merupakan reboiler reboiler berbentuk berbentuk heatheat exchanger

exchanger yang berupa shell yang berupa shell and tube dan and tube dan jika dilihat jika dilihat dari posisi dari posisi nya, E-107nya, E-107  bertipehorizontal thermoshyphone

 bertipehorizontal thermoshyphone

Pemakaian alat perpindahan panas secara terus menerus dapat Pemakaian alat perpindahan panas secara terus menerus dapat mengakibatkan penurunan kemampuan kerja alat yang diakibatkan timbulnya mengakibatkan penurunan kemampuan kerja alat yang diakibatkan timbulnya kerak atau kotoran yang ditimbulkan oleh media yang digunakan. kerak atau kotoran yang ditimbulkan oleh media yang digunakan. Untuk

Untuk mengetahui mengetahui kelayakan kelayakan suatu suatu alat alat perpindahan perpindahan panas, panas, makamaka diperlukan

(2)

 perpindahan

 perpindahan panas panas tersebut. tersebut. Perhitungan Perhitungan ini ini memerlukan memerlukan data-data data-data yang yang diambildiambil  baik

 baik secara secara langsung langsung atau atau pun pun didapat didapat dari dari alat alat ukur ukur yang yang sudah sudah terpasang terpasang didi alat

alat perpidahan perpidahan panas panas tersebut. tersebut. Untuk Untuk melihat melihat kelayakan kelayakan alat alat tersebut,tersebut, hasil perhitungan actual dapat di bandingkan dengan desain alatnya.

hasil perhitungan actual dapat di bandingkan dengan desain alatnya.

3.3 Tujuan 3.3 Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini adalah : Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini adalah : Untuk mengetahui

Untuk mengetahui proses proses perpindahan perpindahan panas panas yang terjyang terjadi adi dan dan MenghitungMenghitung efisiensi kinerja

efisiensi kinerja  Reboiler Debutanizer FLRS-E-107  Reboiler Debutanizer FLRS-E-107  pada  pada Unit Unit RFCC RFCC PT.PT. PERTAMINA RU III dengan melihat nilai Fouling Factor (Rd) dan Press

PERTAMINA RU III dengan melihat nilai Fouling Factor (Rd) dan Pressure Dropure Drop  pada Tube side.

 pada Tube side.

3.4 Manfaat 3.4 Manfaat

Adapun manfaat dari pembuatan laporan ini adalah: Adapun manfaat dari pembuatan laporan ini adalah:

1.

1. Memberikan informasi serta masukan kepada Industri mengenai kondisiMemberikan informasi serta masukan kepada Industri mengenai kondisi kinerja alat Reboiler Debutanizer FL

kinerja alat Reboiler Debutanizer FLRS-E-107 pada RS-E-107 pada Unit Unit RFCCU di PRFCCU di PT.T. Pertamina (Persero)

Pertamina (Persero) RU III RU III Plaju-Sei. Gerong Plaju-Sei. Gerong yang yang dilakukan dilakukan dengandengan  perhitungan

 perhitungan manual manual berdasarkanberdasarkan data kondisi design dan aktual dengandata kondisi design dan aktual dengan menggunakan metode

menggunakan metode Kern Kern sekarang ini. sekarang ini.

2.

2. Mengaplikasikan ilmu yang didapat selama proses pembelajarMengaplikasikan ilmu yang didapat selama proses pembelajar an di bangkuan di bangku kuliah dalam skala Industri, khusunya di PT. PERTAMINA RU III kuliah dalam skala Industri, khusunya di PT. PERTAMINA RU III Plaju-Sei. Gerong.

Sei. Gerong. 3.5 Rumusan Masalah

3.5 Rumusan Masalah (PILIH SALAH SATU GAA)(PILIH SALAH SATU GAA)

 Bagaimana cara menghitungBagaimana cara menghitung pressure drop pressure drop dan efisiensi kinerja alatdan efisiensi kinerja alat

 pada peralatan Reboiler Debutanizer FLRS-E-107 pada Unit

 pada peralatan Reboiler Debutanizer FLRS-E-107 pada Unit RFCCRFCC (( Riser Fluidized Catalityc Crangking  Riser Fluidized Catalityc Crangking ) di PT. Pertamina (Persero) RU) di PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sei. Gerong

III Plaju-Sei. Gerong

 Dalam penyusunan laporan kerja praktek iDalam penyusunan laporan kerja praktek ini, penyusunni, penyusun

membatasi pokok permasalahan mengenai evaluasi kinerja membatasi pokok permasalahan mengenai evaluasi kinerja

Reboiler FLRS-E-107 pada unit RFCC (Riser Fluidized Catalytic Reboiler FLRS-E-107 pada unit RFCC (Riser Fluidized Catalytic

(3)

Cracking) ditinjau dari nilai

Cracking) ditinjau dari nilai f  f ouling factor yang terhitung di unit PTouling factor yang terhitung di unit PT Pertamina RU III Plaju-Sungai Gerong.

Pertamina RU III Plaju-Sungai Gerong.

3.6Tinjauan Pustaka

3.6Tinjauan Pustaka (CEE EDIT LAGI )(CEE EDIT LAGI ) 3.6.1 Pengertian Heat Exchanger

3.6.1 Pengertian Heat Exchanger

Reboiler

Reboiler merupakan peralatan perpindahan panas yang berfungsi untukmerupakan peralatan perpindahan panas yang berfungsi untuk mendidihkan kembali (

mendidihkan kembali (reboil reboil ) atau menguapkan sebagian produk) atau menguapkan sebagian produk bottombottom  dari  dari kolom distalasi sehingga fraksi-fraksi ringan yang terikut bottom produk dapat kolom distalasi sehingga fraksi-fraksi ringan yang terikut bottom produk dapat diuapkan kembali.

diuapkan kembali. .. 3.6.2

3.6.2 Komponen-komKomponen-komponen ponen Utama Utama Shell Shell and and Tube Tube Heat Heat ExchangerExchanger 1.

1. ShellShell

Komponen alat yang merupakan cangkang atau pembungkus Komponen alat yang merupakan cangkang atau pembungkus  berkas pembuluh, dimana salah satu fluida mengalir masuk dan k

 berkas pembuluh, dimana salah satu fluida mengalir masuk dan keluar.eluar. 2.

2. TubeTube

Komponen alat yang dialiri fluida lainnya, yang dindingnya Komponen alat yang dialiri fluida lainnya, yang dindingnya merupakan lintas pertukaran panas. Berkas t

merupakan lintas pertukaran panas. Berkas tube,ube, dirangkum olehdirangkum oleh ”tube”tube  sheet”,

 sheet”, dan tersusun dalam pola segitigadan tersusun dalam pola segitiga (triangular),(triangular),  pola  pola bunjurbunjur sungkar

sungkar (square)(square) atau pola diagonalatau pola diagonal (diagonal square).(diagonal square). 3.

3.  Baffle Baffle

Komponen ini merupakan lempengan logam yang dipasang tegak Komponen ini merupakan lempengan logam yang dipasang tegak lurus poros

lurus poros “shell”“shell”  dan berfungsi mengatur pola aliran fluida dalam  dan berfungsi mengatur pola aliran fluida dalam  shell,

 shell, dengan tujuan untuk memperbaiki kontak antara fluida dalam dengan tujuan untuk memperbaiki kontak antara fluida dalam  shell  shell  dengan

dengan tubetube  ny  nya, sehingga, sehingga pertuka pertukaran aran panas dapat panas dapat berlangsung berlangsung lebihlebih sempurna.

sempurna. 4.

4. Channel Channel 

Komponen alat ini berfungsi untuk membalikan arah aliran fluida Komponen alat ini berfungsi untuk membalikan arah aliran fluida dalam

dalam tubetube pada jenis pada jenis fixed tube  fixed tube exchanger exchanger . Pada konstruksi lain disebut. Pada konstruksi lain disebut  juga

(4)

5.

5.  Nozzle Nozzle

Komponen alat ini merupakan saluran masuk dan keluar fluida Komponen alat ini merupakan saluran masuk dan keluar fluida kedalam

kedalam shell  shell  dan kedalam dan kedalam tube.tube.

3.6.3

3.6.3 Pengertian Pengertian Perpindahan Perpindahan PanasPanas

Proses perpindahan panas yang terjadi pada suatu fluida proses merupakan Proses perpindahan panas yang terjadi pada suatu fluida proses merupakan  bagian terpenting

 bagian terpenting dalam dalam proses industri proses industri kimia. Mkimia. Mekanisme ekanisme perpindahan panas perpindahan panas iniini disebabkan beda

disebabkan beda temperaturetemperature antara fluida  antara fluida yang satu dengan fluida yang lain, baikyang satu dengan fluida yang lain, baik  perpindahannya

 perpindahannya secara secara konduksi, konduksi, konveksi konveksi maupun maupun radiasi. radiasi. Sifat Sifat perpindahanperpindahan  panas

 panas adalah adalah bila bila dua dua buah buah benda benda mempunyai mempunyai suhu suhu yang yang berbeda berbeda mengalamimengalami kontak baik secara langsung maupun tidak langsung, maka panas akan mengalir kontak baik secara langsung maupun tidak langsung, maka panas akan mengalir dari benda yang suhunya lebih tinggi ke

dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah.benda yang suhunya lebih rendah. Heat Exchanger (HE)

Heat Exchanger (HE)

Di industri-industri kimia banyak memanfaatkan heat exchanger utk Di industri-industri kimia banyak memanfaatkan heat exchanger utk  pertukaran panas, dan yg sering digu

 pertukaran panas, dan yg sering digunakan adalah 2 tipe dibawah ini :nakan adalah 2 tipe dibawah ini : 1.

1. STHE (Shell and STHE (Shell and Tube Heat Exchanger)Tube Heat Exchanger)

Adalah penukar panas yang terdiri dari bagian luar (shell) dan bagian Adalah penukar panas yang terdiri dari bagian luar (shell) dan bagian dalam (tube)

dalam (tube) Karakteristik : Karakteristik :

a.

a. Luas perpindahan panas > 120 ft2Luas perpindahan panas > 120 ft2

 b.

 b. Utk kapasitas aliran besarUtk kapasitas aliran besar

c.

c. Perawatan mudahPerawatan mudah

d.

d. Efisien tempatEfisien tempat

e.

e. Digunakan untuk range suhu yg besar (Digunakan untuk range suhu yg besar (-100 C sd 600 C)-100 C sd 600 C)

f.

(5)

Gambar 3.1 Shell and Tube Heat Exchanger Gambar 3.1 Shell and Tube Heat Exchanger

2.

2. DPHE (Double Pipe Heat Exchanger) DPHE (Double Pipe Heat Exchanger)

Adalah alat penukar panas yang terdiri dari 2 pipa (annulus = luar d Adalah alat penukar panas yang terdiri dari 2 pipa (annulus = luar d anan inner pipe = dalam)

inner pipe = dalam) Karakteristik : Karakteristik :

a.

a. Digunakan untuk kapasitas aliran kecilDigunakan untuk kapasitas aliran kecil

 b.

 b. Luas perpindahan panas < 120 ft2Luas perpindahan panas < 120 ft2

c.

c. Boros tempatBoros tempat

d.

d. Sulit pembersihanSulit pembersihan

Gambar 3.2 Double Pipe Heat Exchanger Gambar 3.2 Double Pipe Heat Exchanger

(6)

Istilah-istilah yg sering muncul pada perancangan heat exchanger (HE) : Istilah-istilah yg sering muncul pada perancangan heat exchanger (HE) :

a.

a. Fouling factor (Rd), tingkat kekotoran dari HE, digunakan untukFouling factor (Rd), tingkat kekotoran dari HE, digunakan untuk menghitung efisiensi alat dari tahun ke tahun dan pada STHE untuk menghitung efisiensi alat dari tahun ke tahun dan pada STHE untuk  pembersihan

 pembersihan tube tube per per satu-satu satu-satu sehingga sehingga alat alat tetap tetap bisa bisa bekerja. Rd bekerja. Rd > > RdRd ketetapan maka over desain dan Rd < Rd ketetapan maka under desain

ketetapan maka over desain dan Rd < Rd ketetapan maka under desain

 b.

 b. Baffle, penghalang aliran pada DPHE sehingga aliran dari pipa luar lebihBaffle, penghalang aliran pada DPHE sehingga aliran dari pipa luar lebih lama kontak dengan aliran bagian dalam

lama kontak dengan aliran bagian dalam

c.

c. Uc, tahanan panas dalam keadaan bersihUc, tahanan panas dalam keadaan bersih

d.

d. Ud, tahanan panas dalam keadaan kotorUd, tahanan panas dalam keadaan kotor

e.

e. Pressure Drop (ΔP)Pressure Drop (ΔP), penurunan tekanan karena aliran fluida. Untuk, penurunan tekanan karena aliran fluida. Untuk liquid max 10 psi dan gas 2 psi

liquid max 10 psi dan gas 2 psi

f.

f. Co-Current, aliran antar fluida searahCo-Current, aliran antar fluida searah

g.

g. Counter-Current, aliran antar fluida berlawanan arahCounter-Current, aliran antar fluida berlawanan arah

Gambar 3.3 aliran fluida Gambar 3.3 aliran fluida

(7)

Alasan fluida ditempatkan pada pipa bagian

Alasan fluida ditempatkan pada pipa bagian dalamdalam adalah adalah a.

a. Fluida yang mudah menguap dan mahal harganyaFluida yang mudah menguap dan mahal harganya  b.

 b. Fluida panas, karena kalau diletakkan di bagian dalam lebih rendah heatFluida panas, karena kalau diletakkan di bagian dalam lebih rendah heat loss-nya

loss-nya c.

c. Fluida dengan laju alir yang besar, karena kalau didalam alFluida dengan laju alir yang besar, karena kalau didalam al at tidak goyangat tidak goyang d.

d. Pada STHE, fluida mudah mengendap, jadi kalau Pada STHE, fluida mudah mengendap, jadi kalau diletakkan di tube akandiletakkan di tube akan mudah pembersihannya

mudah pembersihannya

3.6.4 Macam

3.6.4 Macam –  –  macam proses perpindahan panas macam proses perpindahan panas

Proses perpindahan panas yang terjadi di dalam proses-proses kimia dapat Proses perpindahan panas yang terjadi di dalam proses-proses kimia dapat  berlangsung dengan tiga cara yaitu :

 berlangsung dengan tiga cara yaitu : 1.

1. Perpindahan Panas Secara KonduksiPerpindahan Panas Secara Konduksi

Perpindahan panas secara konduksi adalah perpindahan panas antara Perpindahan panas secara konduksi adalah perpindahan panas antara molekul-molekul yang saling berdekatan antara satu sama lain dan tidak molekul-molekul yang saling berdekatan antara satu sama lain dan tidak diikuti oleh perpindahan molekul-molekul secara fisis. Perpindahan diikuti oleh perpindahan molekul-molekul secara fisis. Perpindahan secara konduksi ini dapat berlangsung pada benda padat. Contoh secara konduksi ini dapat berlangsung pada benda padat. Contoh  perpindahan panas

 perpindahan panas secara secara konduksi konduksi adalah adalah perpindahan perpindahan panas panas dalam dalam zatzat  padat

 padat yang yang tidak tidak tembus tembus cahaya, cahaya, seperti seperti dinding dinding bata bata pada pada tungku tungku atauatau dinding logam pada tabung.

dinding logam pada tabung.

2.

2. Perpindahan Panas secara KonveksiPerpindahan Panas secara Konveksi

Perpindahan panas secara konveksi adalah perpindahan panas yang Perpindahan panas secara konveksi adalah perpindahan panas yang terjadi dari suatu tempat ke tempat lain dengan gerakan partikel secara terjadi dari suatu tempat ke tempat lain dengan gerakan partikel secara fisis.

(8)

Perpindahan panas secara konveksi menurut terjadinya ada dua macam, Perpindahan panas secara konveksi menurut terjadinya ada dua macam,

yaitu: yaitu: a.

a. Konveksi bebasKonveksi bebas natural convectionnatural convection

Adalah proses perpindahan panas yang berlangsung secara Adalah proses perpindahan panas yang berlangsung secara alamiah, dimana perpindahan panas molekul-molekul dalam zat alamiah, dimana perpindahan panas molekul-molekul dalam zat yang dipanaskan terjadi dengan sendirinya tanpa adanya tenaga dari yang dipanaskan terjadi dengan sendirinya tanpa adanya tenaga dari luar.

luar.  b.

 b. Konveksi paksaKonveksi paksa forced convection forced convection

Adalah proses perpindahan panas yang terjadi karena adanya Adalah proses perpindahan panas yang terjadi karena adanya tenaga dari luar, misalnya pengadukan. Jika dalam suatu alat tenaga dari luar, misalnya pengadukan. Jika dalam suatu alat dikehendaki pertukaran panas, maka perpindahan panas terjadi dikehendaki pertukaran panas, maka perpindahan panas terjadi secara konveksi paksa karena laju panas yang dipindahkan naik secara konveksi paksa karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan.

dengan adanya aliran atau pengadukan. c.

c. Perpindahan Panas secara RadiasiPerpindahan Panas secara Radiasi

Radiasi adalah istilah yang digunakan untuk perpindahan Radiasi adalah istilah yang digunakan untuk perpindahan energi panas melalui ruang oleh gelombang elektromagnetik. energi panas melalui ruang oleh gelombang elektromagnetik. Perambatan gelombang elektromagnetik dapat berlangsung baik Perambatan gelombang elektromagnetik dapat berlangsung baik dalam suatu medium maupun dalam ruang hampa (

dalam suatu medium maupun dalam ruang hampa (vacuumvacuum).).

Jika radiasi berlangsung melalui ruang hampa, maka partikel Jika radiasi berlangsung melalui ruang hampa, maka partikel –  –   partikel

 partikel tidak tidak ditransformasikan ditransformasikan menjadi menjadi kalor kalor atau atau bentuk bentuk lain lain daridari energi, dan tidak pula terbelok dari lintasannya. Tetapi sebaliknya, energi, dan tidak pula terbelok dari lintasannya. Tetapi sebaliknya, apabila terdapat zat pada lintasannya, maka radiasi akan terjadi apabila terdapat zat pada lintasannya, maka radiasi akan terjadi transmisi, refleksi, dan absorpsi.

(9)

A.

A. JenisJenis –  –  jenis jenis heat exchanheat exchan geger r  berdasarkan bentuknya berdasarkan bentuknya  Heat

 Heat Exchanger Exchanger   dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam  dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam  berdasarkan bentuknya, yaitu :

 berdasarkan bentuknya, yaitu :

Gambar 3.4 Straight-Tube Heat Exchanger Gambar 3.4 Straight-Tube Heat Exchanger

 Heat ExchangerHeat Exchanger

Heat

Heat Exchanger Exchanger jenis jenis ini ini adalah adalah alat alat yang digunakan yang digunakan untukuntuk menukarkan

menukarkan panas panas dari dari temperatur temperatur tinggi tinggi ketemperatur ketemperatur rendah rendah melaluimelalui  perantara (konduksi) media perantaranya meggunakan tubing

 perantara (konduksi) media perantaranya meggunakan tubing. Fluida Yang. Fluida Yang akan dipanaskan atau didinginkan merupakan fluida yang sama. Contoh akan dipanaskan atau didinginkan merupakan fluida yang sama. Contoh fluidanya adalah "minyak dengan minyak".

fluidanya adalah "minyak dengan minyak".

Gambar 3.5 Cooler Gambar 3.5 Cooler

(10)

 CoolerCooler

Adalah Heat Exchanger yang berfungsi untuk mendinginkan fluida. Adalah Heat Exchanger yang berfungsi untuk mendinginkan fluida. Fluida utama adalah fluida yang didinginkan. Fluida pendinginnya Fluida utama adalah fluida yang didinginkan. Fluida pendinginnya  biasanya

 biasanya mengunakan mengunakan air(water). air(water). Cooler Cooler ini ini penukaran penukaran panas panas melaluimelalui  perantara (konduksi) media perantaranya adalah cubing.

 perantara (konduksi) media perantaranya adalah cubing.

Gambar 3.6 Chiller Gambar 3.6 Chiller

 ChilerChiler

Chiler adalah alat penukar panas yang fungsinya hampir sama Chiler adalah alat penukar panas yang fungsinya hampir sama dengan cooler yaitu mendinginkan fluida utama. hanya saja fluidanya dengan cooler yaitu mendinginkan fluida utama. hanya saja fluidanya  pendinginnya menggu

 pendinginnya menggunakan refigeran, vreon.nakan refigeran, vreon.

Gambar 3.7 Reboiler Gambar 3.7 Reboiler

(11)

 ReboilerReboiler

Alat penukar panas yang digunakan untuk memanaskan dan Alat penukar panas yang digunakan untuk memanaskan dan menguapkan sebagian dari fluida utama. fluida utama akan menjadi dua menguapkan sebagian dari fluida utama. fluida utama akan menjadi dua fasa (cair dan gas). Fluida yang bbiasa untuk memanaskannya fasa (cair dan gas). Fluida yang bbiasa untuk memanaskannya menggunakan steam. menggunakan steam. Gambar 3.8 Condenser Gambar 3.8 Condenser   CondenserCondenser

Adalah alat yang digunakan untuk merubah fasa fluida dari gas Adalah alat yang digunakan untuk merubah fasa fluida dari gas menjadi

menjadi cair. cair. Proses Proses ini ini disebut disebut dengan dengan proseskondensasi. proseskondensasi. Hasil Hasil daridari condensasi ini dinamakan kondensat. Condensor ini untuk posisi pada condensasi ini dinamakan kondensat. Condensor ini untuk posisi pada umumnya adalah vertikal. Fluida untuk pendinginannya menggunakan air umumnya adalah vertikal. Fluida untuk pendinginannya menggunakan air  bertekanan rendah dan mempuny

 bertekanan rendah dan mempunyai flow yang rendah.ai flow yang rendah.

3.6.5

3.6.5 Kategori penukaKategori penukar panas berdasar panas berdasarkan penggunaarkan penggunaannyannya

Berdasarkan jenis penggunaannya alat penukar panas dapat dikategorikan Berdasarkan jenis penggunaannya alat penukar panas dapat dikategorikan sebagai berikut :

sebagai berikut : 1.

1.  Preheater Preheater

Alat ini digunakan untuk mentransfer panas dari fluida yang masih bersuhu Alat ini digunakan untuk mentransfer panas dari fluida yang masih bersuhu tinggi ke fluida yang bersuhu rendah yang bertujuan untuk dimanfaatkan tinggi ke fluida yang bersuhu rendah yang bertujuan untuk dimanfaatkan oleh fluida yangbersuhu rendah sebelum masuk ke

oleh fluida yangbersuhu rendah sebelum masuk ke  furnace furnace, yang mnan, yang mnan  bertujuan agar kerja

(12)

2.

2. CondensorCondensor

Alat ini digunakan untuk menurunkan suhu dari uap atau

Alat ini digunakan untuk menurunkan suhu dari uap atau vapourvapour sampaisampai mencapai titk pengembunan atau kondensasi ke suhu cair, dengan mencapai titk pengembunan atau kondensasi ke suhu cair, dengan mentransfer panasnya ke fluida lain, biasanya air, dapat air tawar ataupun mentransfer panasnya ke fluida lain, biasanya air, dapat air tawar ataupun air laut.

air laut.

3.

3.  Reboiler Reboiler

Alat ini digunakan untuk memproduksi uap dari

Alat ini digunakan untuk memproduksi uap dari liquid liquid , dimana, dimana liquidliquid tersebut dipanaskan dengan melewatkan uap air yang ada pada

tersebut dipanaskan dengan melewatkan uap air yang ada pada tubetube bundle

bundle.yang mana media pemanas biasa digunakan adalah steam..yang mana media pemanas biasa digunakan adalah steam. Perpidahan panas yang terjadi juga disertai perubahan fase, tetapi dari Perpidahan panas yang terjadi juga disertai perubahan fase, tetapi dari  bentuk

 bentuk liquidliquid menjadimenjadi vapourvapour dengan sumber panas dari fluida prosesdengan sumber panas dari fluida proses maupun sistem.

maupun sistem.

4.

4. CoolerCooler

Alat ini digunakan untuk mendinginkan

Alat ini digunakan untuk mendinginkan liquid liquid   yang panas sampai  yang panas sampai mencapai

mencapai suhu tertentu ysuhu tertentu yang dikehendaki. ang dikehendaki. Peristiwa perpindahan Peristiwa perpindahan panaspanas yang terjadi tanpa perubahan fasa.

yang terjadi tanpa perubahan fasa.

5.

5. ChillerChiller

Alat ini digunakan untuk mendinginkan fluida pada suhu yang lebih Alat ini digunakan untuk mendinginkan fluida pada suhu yang lebih rendah. Dimana media pendingin biasanya dapat digunakan berupa air, rendah. Dimana media pendingin biasanya dapat digunakan berupa air,  propane

 propane,, freon freon, ataupun, ataupun ammoniaammonia..

6.

6.  Evaporator Evaporator Alat

Alat ini ini digunakan digunakan untuk untuk menguapkan menguapkan fluida fluida cair cair dengan dengan menggunakanmenggunakan suatu media pemanas (

(13)

7.

7. Cooling towerCooling tower

Alat ini digunakan untuk mendinginkan fluida dengan menggunakan Alat ini digunakan untuk mendinginkan fluida dengan menggunakan hembusan udara.

hembusan udara.

8.

8.  Furnace Furnace

Alat ini digunakan bertujuan untuk menaikan suhu feed sampai Alat ini digunakan bertujuan untuk menaikan suhu feed sampai temperatur tertentu sebelum diproses dikolom CDU, HVU, dan RFFU. temperatur tertentu sebelum diproses dikolom CDU, HVU, dan RFFU.

3.6.6

3.6.6 Tipe Penukar PanasTipe Penukar Panas 1.

1.  Direct Direct

Pada peralatan

Pada peralatan tipe direct tipe direct , kedua fluida yang akan dipertukarkan, kedua fluida yang akan dipertukarkan  panasnya bercampur menjadi satu.

 panasnya bercampur menjadi satu.

2.

2.  Indirect  Indirect  Pada peralatan

Pada peralatan tipe indirect tipe indirect , kedua fluida yang akan dipertukarkan, kedua fluida yang akan dipertukarkan  panasnya ti

 panasnya tidak dak bersentuhan bersentuhan langsung sehingga langsung sehingga perpindahan panasnyaperpindahan panasnya terjadi melalui dinding pemisah.

terjadi melalui dinding pemisah.

3.6.7

3.6.7 KlasifikasiKlasifikasiHH eeat Exchanat Exchan geger r  Berdasarkan Bentuk Berdasarkan Bentuk

1.

1.  Pipe Exchanger Pipe Exchanger

Heat Exchanger ini adalah jenis yang paling sederhana yang hanya Heat Exchanger ini adalah jenis yang paling sederhana yang hanya terdiri atas pipa besar dan kecil yang disusun secara konsentris. Jenis terdiri atas pipa besar dan kecil yang disusun secara konsentris. Jenis ini biasanya digunakan untuk mendinginkan atau memanaskan fluida ini biasanya digunakan untuk mendinginkan atau memanaskan fluida  proses.

 proses.

2.

2. Shell and Tube ExchangerShell and Tube Exchanger

Merupakan Heat Exchanger yang terdiri dari suatu pipa besar yang Merupakan Heat Exchanger yang terdiri dari suatu pipa besar yang  berisi sejumlah t

 berisi sejumlah tube yang lebih kecil. Jube yang lebih kecil. J enis ini dapat enis ini dapat dugunakan untukdugunakan untuk mendinginkan atau memanaskan fluida proses.

(14)

3.

3.  Flate and Fram Exchan Flate and Fram Exchanger ger 

Merupakan Heat Exchanger yang terdiri atas plate-plate yang Merupakan Heat Exchanger yang terdiri atas plate-plate yang dipasang sebagai penyekat antara fluida dingin dan fluida panas.

dipasang sebagai penyekat antara fluida dingin dan fluida panas.

4.

4.  Air Cooled Exchanger Air Cooled Exchanger

Alat ini digunakan untuk mendinginkan suatu cairan dengan udara Alat ini digunakan untuk mendinginkan suatu cairan dengan udara sebagai fluida pendinginnya. Cairan disalurkan kedalam pipa dan sebagai fluida pendinginnya. Cairan disalurkan kedalam pipa dan udara dialirkan kebagian luar pipa tersebut.

udara dialirkan kebagian luar pipa tersebut.

5.

5.  Box Cooler Box Cooler

Merupakan alat pendingin yang terdiri dari suatu coil pipa yang Merupakan alat pendingin yang terdiri dari suatu coil pipa yang direndam dalam

direndam dalam sebuah tangki terbusebuah tangki terbuka ( segi emka ( segi empat ).pat ).

3.6.8

3.6.8 Jenis-jenis AJenis-jenis Aliranliran

Berdasarkan konfigurasi arah aliran, maka alat penukar panas dapat Berdasarkan konfigurasi arah aliran, maka alat penukar panas dapat dikategorikan pada tiga jenis konfigurasi aliran yaitu :

dikategorikan pada tiga jenis konfigurasi aliran yaitu :

1.

1. Aliran Sejajar (Aliran Sejajar (CoCo –  –  current flow current flow))

Kedua jenis fluida masuk dari satu sisi secara bersamaan, mengalir pada Kedua jenis fluida masuk dari satu sisi secara bersamaan, mengalir pada arah yang sama dan keluar dari sisi

arah yang sama dan keluar dari sisi lainnya yang sama.lainnya yang sama.

Gambar 3.9 Aliran Sejajar (

(15)

Keterangan : Keterangan :

To = Fluida panas yang keluar ( To = Fluida panas yang keluar (00C)C) Ti = Fluida panas yang masuk ( Ti = Fluida panas yang masuk (00C)C)

t o = Fluida dingin yang keluar ( t o = Fluida dingin yang keluar (00C)C) t i = Fluida dingin yang masuk ( t i = Fluida dingin yang masuk (00C)C)

2.

2. Aliran berlawanan arah (Aliran berlawanan arah (CounterCounter –  –  current flow current flow))

Dua jenis fluida masuk dari arah yang berlawanan dan keluar dari sisi Dua jenis fluida masuk dari arah yang berlawanan dan keluar dari sisi yang berlawanan pula.

yang berlawanan pula.

Gambar 3

Gambar 3.10 A.10 Aliran berlawanan liran berlawanan arah arah ((Counter- current flow)Counter- current flow) Keterangan :

Keterangan :

To = Fluida panas yang keluar ( To = Fluida panas yang keluar (00C)C)

Ti = Fluida panas yang masuk ( Ti = Fluida panas yang masuk (00C)C)

t o = Fluida dingin yang keluar ( t o = Fluida dingin yang keluar (00C)C)

t i = Fluida dingin yang masuk ( t i = Fluida dingin yang masuk (00C)C)

(16)

3.

3. Aliran kombinasi (gabungan)Aliran kombinasi (gabungan)

Satu fluida masuk dari satu sisi kemudian berbagi arah ke arah sisi masuk, Satu fluida masuk dari satu sisi kemudian berbagi arah ke arah sisi masuk, sedangkan fluida lainnya masuk dan keluar dari sisi

sedangkan fluida lainnya masuk dan keluar dari sisi yang berlainan.yang berlainan.

Gambar 3.11 Aliran kombinasi (gabungan) Gambar 3.11 Aliran kombinasi (gabungan) Keterangan :

Keterangan :

T1 = Fluida panas yang masuk ( T1 = Fluida panas yang masuk (00C)C)

T2= Fluida panas yang keluar ( T2= Fluida panas yang keluar (00C)C)

t 1 = Fluida dingin yang masuk ( t 1 = Fluida dingin yang masuk (00C)C)

t 2 = Fluida dingin yang keluar ( t 2 = Fluida dingin yang keluar (00C)C)

Shell

Shell dandan Tube Exchanger Tube Exchanger  sejauh ini paling umum digunakan untuk proses sejauh ini paling umum digunakan untuk proses  perpindahan

 perpindahan panas panas di di industri industri kimia. kimia. Keuntungan Keuntungan yang yang diperoleh diperoleh daridari heatheat exchanger 

exchanger  jenis ini adalah : jenis ini adalah :

a.

a. Konfigurasinya memberikan luas permukaan yang besar dengan volumeKonfigurasinya memberikan luas permukaan yang besar dengan volume yang kecil

yang kecil

 b.

 b. Secara mekanis, bentuknya cocok untuk proses bertekananSecara mekanis, bentuknya cocok untuk proses bertekanan

c.

c. Teknik pembuatannya lebih mudahTeknik pembuatannya lebih mudah

d.

d. Lebih mudah dibersihkanLebih mudah dibersihkan

e.

e. Prosedur perancangannya mudahProsedur perancangannya mudah

f.

f. Dapat digunakan untuk berbagai jenis bahan prosesDapat digunakan untuk berbagai jenis bahan proses

g.

(17)

3.6.9 Susunan

3.6.9 Susunan Tube Tube 

Komponen untuk melepas atau menerima panas suatu alat penukar panas Komponen untuk melepas atau menerima panas suatu alat penukar panas dipengaruhi oleh besarnya luas permukaan (

dipengaruhi oleh besarnya luas permukaan (heating surfaceheating surface)) dimana besarnyadimana besarnya luas permukaan tergantung dari panjang, ukuran dan jumlah

luas permukaan tergantung dari panjang, ukuran dan jumlah tubetube. Susunan. Susunan tubetube mempengaruhi besarnya penurunan tekanan aliran fluida dalam

mempengaruhi besarnya penurunan tekanan aliran fluida dalam shell. shell. 1.

1. TubeTube dengan susunan bujur sangkardengan susunan bujur sangkar (square pitch)(square pitch)

Gambar 3.12

Gambar 3.12 Tube Tube  dengan susunan  dengan susunan bujur sangkarbujur sangkar (s (squarquar e e pitch)pitch)

2.

2. TubeTube dengan susunan segitigadengan susunan segitiga (trianguler pitch)(trianguler pitch)

Gambar 3.13

(18)

3.

3. TubeTube dengan susunan belah ketupat atau bentuk bujur sdengan susunan belah ketupat atau bentuk bujur sangkar yangangkar yang diputar 45

diputar 4500(square pitch rotate)(square pitch rotate)

Gambar 3.14

Gambar 3.14 Tube Tube  dengan susunan belah ketupat diputar 45 dengan susunan belah ketupat diputar 45oo(square(square

pitch r

pitch r otateotated)d)

4.

4. TubeTube susunan segitiga dengan garis pembersihsusunan segitiga dengan garis pembersih (triangular pitch with(triangular pitch with cleaning liners)

cleaning liners)

Gambar 3.15

Gambar 3.15 Tube Tube  susunan dengan garis pembersih susunan dengan garis pembersih (trianguler (trianguler pitcpitchh with

(19)

Macam

Macam –  –  macam pengaturan macam pengaturan tubetube di dalamdi dalamshellshell

a.

a.  Inline Square Pitch Inline Square Pitch

 Baik untuk kondisi perbedaan tekanan yang rendahBaik untuk kondisi perbedaan tekanan yang rendah 

 Koefisien perpindahan panas lebih rendah daripadaKoefisien perpindahan panas lebih rendah daripada triangular pitchtriangular pitch

b.

b.  Diamond Square P Diamond Square Pitchitch

 Digunakan untuk perbedaan tekanan rendah, tetapi tidak serendahDigunakan untuk perbedaan tekanan rendah, tetapi tidak serendah

inline Square pitch inline Square pitch

 Mempunyai koefisien perpindahan panas yang lebih sebandingMempunyai koefisien perpindahan panas yang lebih sebanding inlineinline

 square pitch  square pitch c.

c.  Inline Triangular Pitch Inline Triangular Pitch

 Tidak banyak digunakan sepertiTidak banyak digunakan seperti triangular pitchtriangular pitch 

 Koefisien perpindahan panasnya lebih baik dibandingKoefisien perpindahan panasnya lebih baik dibanding square pitch square pitch 

 Perbedaan tekanan medium cukup tinggiPerbedaan tekanan medium cukup tinggi 

 Baik untuk fluida yang mudahBaik untuk fluida yang mudah fouling fouling

d.

d. Triangular PitchTriangular Pitch

 Sangat umum digunakan, baik untukSangat umum digunakan, baik untuk iron fouling iron fouling   ataupun  ataupun  fouling fouling

 service  service

 Perbedaan tekanan medium tinggiPerbedaan tekanan medium tinggi 

 Mempunyai koefisien perpindahan panas yang paling baikMempunyai koefisien perpindahan panas yang paling baik 

 PengaturanPengaturan tubetube dandan shell  shell  yang paling baik yang paling baik

Dasar pertimbangan fluida yang mengalir di

Dasar pertimbangan fluida yang mengalir di bagianbagian shell shell  dan dan tube tube 

1.

1. Fluida yang kotor selalu melalui bagian yang mudah dibersihkan, yaituFluida yang kotor selalu melalui bagian yang mudah dibersihkan, yaitu melalui

melalui tubetube, terutama jika, terutama jika tube bundletube bundle bisa diambil. Tapi dapat melalui bisa diambil. Tapi dapat melalui  shell 

 shell , bila kotorannya mengandung banyak, bila kotorannya mengandung banyak cokecoke, maka harus melalui, maka harus melalui  shell 

 shell  karena lebih mudah dibersihkan. karena lebih mudah dibersihkan. 2.

2. Fluida yang cepat memberikan kotoran, tekanan tinggi, korosif dan airFluida yang cepat memberikan kotoran, tekanan tinggi, korosif dan air selalu melalui

selalu melalui tubetube  tahan terhadap tekanan tinggi dan biaya  tahan terhadap tekanan tinggi dan biaya  pemeliharaan

(20)

3.

3. fluida dalam bentuk campuranfluida dalam bentuk campuran non condensablenon condensable  gas melalui  gas melalui tubetube agaragar non condensable

non condensable gas tidak terjebak. gas tidak terjebak. Dari beberapa spesifikasi

Dari beberapa spesifikasi heat exchanger heat exchanger  yang telah dijelaskan di atas maka yang telah dijelaskan di atas maka kita dapat mengetahui jenis

kita dapat mengetahui jenis heat exchanger heat exchanger   yang dipakai sesuai dengan jenis  yang dipakai sesuai dengan jenis fluida yang masuk.

fluida yang masuk.

F

F oulinoulin g facg factor tor  (Rd) (Rd)  Fouling

 Fouling factor factor   adalah suatu angka yang menunjukkan hambatan akibat  adalah suatu angka yang menunjukkan hambatan akibat adanya kotoran yang terbawa oleh fluida yang mengalir dalam

adanya kotoran yang terbawa oleh fluida yang mengalir dalam heat exchanger heat exchanger ,, yang melapisi bagian dalam dan luar

yang melapisi bagian dalam dan luar tubetube..  Fouling  Fouling factor factor   sangat berpengaruh  sangat berpengaruh terhadap proses perpindahan panas, karena pergerakannya terhambat oleh deposit. terhadap proses perpindahan panas, karena pergerakannya terhambat oleh deposit.  Fouling

 Fouling factor factor   ditentukan berdasarkan harga koefisien perpindahan panas  ditentukan berdasarkan harga koefisien perpindahan panas menyeluruh untuk kondisi bersih maupun kotor pada alat penukar panas yang menyeluruh untuk kondisi bersih maupun kotor pada alat penukar panas yang digunakan.

digunakan.  Nilai

 Nilai fouling factor  fouling factor  didapat dari perhitungan dan desain yang dapat dilihat didapat dari perhitungan dan desain yang dapat dilihat dari Tabel 12 Kern. Apabila nilai

dari Tabel 12 Kern. Apabila nilai fouling factor  fouling factor  hasil perhitungan lebih besar dari hasil perhitungan lebih besar dari nilai

nilai  fouling  fouling factor factor   desain maka perpindahan panas yang terjadi di dalam alat  desain maka perpindahan panas yang terjadi di dalam alat tidak memenuhi kebutuhan prosesnya adan harus segera

tidak memenuhi kebutuhan prosesnya adan harus segera dibersihkan. Nilaidibersihkan. Nilai fouling fouling  factor 

 factor   dijaga agar tidak melebihi nilai  dijaga agar tidak melebihi nilai  fouling  fouling factor factor   desainnya agar alat  desainnya agar alat heatheat exchanger

exchanger dapat mentransfer panas lebih besar untuk keperluan prosesnya.dapat mentransfer panas lebih besar untuk keperluan prosesnya. Perhitungan

Perhitungan fouling factor  fouling factor  berguna dalam mengetahui apakah terdapat kotoran di berguna dalam mengetahui apakah terdapat kotoran di dalam alat dan kapan harus dilakukan pencucian.

dalam alat dan kapan harus dilakukan pencucian.  Fouling

 Fouling dapat terjadi dikarenakan adanya :dapat terjadi dikarenakan adanya : 1.

1. Pengotor beratPengotor berat  Hard  Hard Deposit Deposit , yaitu kerak keras yang berasal dari hasil, yaitu kerak keras yang berasal dari hasil korosi atau

korosi atau cokecoke keras. keras. 2.

2. Pengotor berporiPengotor berpori  Porous  Porous Deposit Deposit , yaitu kerak lunak yang berasal dari, yaitu kerak lunak yang berasal dari dekomposisi kerak.

(21)

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya  fouling  fouling   pada alat  pada alat heat exchangerheat exchanger adalah :

adalah : a.

a. Kecepatan aliran fluidaKecepatan aliran fluida  b.

 b. Temperatur fluidaTemperatur fluida c.

c. Temperatur permukaan dindingTemperatur permukaan dinding tubetube d.

d. Fluida yang mengalir di dalam Fluida yang mengalir di dalam dindingdinding tubetube

Pencegahan

Pencegahan fouling  fouling  dapat dilakukan dengan tindakan dapat dilakukan dengan tindakan –  – tindakan tindakan sebagai berikut sebagai berikut :: a.

a. Menggunakan bahan konstruksi yang tahan terhadap korosi.Menggunakan bahan konstruksi yang tahan terhadap korosi.  b.

(22)

3.6.10

3.6.10 Metode Metode Perhitungan dan Perhitungan dan PembahasanPembahasan

Reboiler FLRS-E-107 di RFCC unit merupakan suatu alat penukar panas Reboiler FLRS-E-107 di RFCC unit merupakan suatu alat penukar panas yang digunakan untuk memanaskan fluida. Fluida yang dipanaskan berupa yang digunakan untuk memanaskan fluida. Fluida yang dipanaskan berupa  Naptha

 Naptha dengan media pemanasdengan media pemanas MPA (MPA ( Middle Pump Around  Middle Pump Around )).. Untuk menghitung nilai

Untuk menghitung nilai  fouling  fouling factor, factor, pressure pressure dropdrop dan effisiensidan effisiensi Reboiler Debutanizer FLRS-E-107 dilakukan dengan beberapa tahap Reboiler Debutanizer FLRS-E-107 dilakukan dengan beberapa tahap  penyelesaian. Adapun tahap-tahap yang h

 penyelesaian. Adapun tahap-tahap yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :arus dilakukan adalah sebagai berikut : 1.

1. Perhitungan Neraca Panas (Perhitungan Neraca Panas (HH eeat at BallBall ance ance )) (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern) Panas yang diberikan oleh MPA (

Panas yang diberikan oleh MPA ( Middle Pump Arround  Middle Pump Arround ) :) : Q

Q = = m m . Cp . Cp . ∆t. ∆t (D.Q. (D.Q. Kern) Kern) ... . (1)(1) Panas yang diterima oleh Naptha:

Panas yang diterima oleh Naptha: Q

Q = = m m . . ∆h∆h ... (2)... (2) 2.

2. PerhitunganPerhitunganLL og Meaog Mean Tn T eempemperature Dirature Di ffff eerent, LMrent, LM TDTD(sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern) Untuk alat penukar panas aliran

Untuk alat penukar panas aliran counterflow,counterflow,  beda temperatur rata-rata  beda temperatur rata-rata dihitung dengan beda temperatur rata-rata logaritmik

dihitung dengan beda temperatur rata-rata logaritmik

LMTD = LMTD =

 

 

 

 



 

22 11



2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 1 1 llnn t t  T  T  t t  T  T  t t  T  T  t t  T  T 

... ... (3)... (3)

Setelah didapat harga LMTD, menghitung Faktor koreksi dengan Setelah didapat harga LMTD, menghitung Faktor koreksi dengan menghitung R dan S. Suatu koreksi LMTD dinyatakan dengan faktor Koreksi menghitung R dan S. Suatu koreksi LMTD dinyatakan dengan faktor Koreksi (F

(FTT), oleh sebab itu untuk tujuan tersebut dibutuhkan besaran R dan S.), oleh sebab itu untuk tujuan tersebut dibutuhkan besaran R dan S.

S menyatakan efisiensi temperatur dan R merupakan pembanding daya S menyatakan efisiensi temperatur dan R merupakan pembanding daya tampung kalor fluida dingin dan fluida panas,

tampung kalor fluida dingin dan fluida panas, R R ==

 



 

22 11



2 2 1 1 t t  t t  T  T  T  T 

... ... ... (4)(4) S S ==

 



 

11 11



1 1 2 2 t  t  T  T  t  t  t  t      ... ... ... (5)(5)

(23)

Dengan besaran R dan S tersebut didapat F

Dengan besaran R dan S tersebut didapat FTT menggunakan kurva pada menggunakan kurva pada

 Fig.18 Kern

 Fig.18 Kern sehingga didapat :sehingga didapat : Δt

Δt = = FFTT  x LMTD  x LMTD ... (6)... (6)

3.

3. Perhitungan TemperPerhitungan Temperatur Kalorik (Tc atur Kalorik (Tc dan tc)dan tc) (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern) Temperatur caloric ditafsirkan sebagai temperatur rata-rata fluida yang Temperatur caloric ditafsirkan sebagai temperatur rata-rata fluida yang terlibat dalam pertukaran panas.

terlibat dalam pertukaran panas. Tc = T

Tc = T22  + Fc (T  + Fc (T11 –  T –  T22)) ... . (7)(7)

tc = T

tc = T11  + Fc (t  + Fc (t22 –  t –  t11)) ... ... (8)(8)

Dari Fig.17 Kern, 1965 didapat harga K 

Dari Fig.17 Kern, 1965 didapat harga K cc  dan F  dan Fcc  dengan perbandingan  dengan perbandingan

2 2 1 1 1 1 2 2 t  t  T  T  t  t  T  T  T  T  t  t  c c c c           ... ... ... (9)(9) 4.

4. PerhitunganPerhitunganFF low Arelow Area a  (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern)  Flow area

 Flow area merupakan luas penampang yang tegak lurus arah aliran merupakan luas penampang yang tegak lurus arah aliran

Tube sideTube side

a

att = = NNTT x a’t / (144 x n)x a’t / (144 x n) ... ... (10)(10)

5.

5. PerhitunganPerhitunganMM asass Ves Velociloci tyty (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern) Kecepatan massa merupakan perbandingan laju alir dengan

Kecepatan massa merupakan perbandingan laju alir dengan flow area flow area

Tube sideTube side

G

Gtt = = wwtt / a / att ... ... (11)(11)

6.

6. PerhitunganPerhitunganReReynold Nuynold Nu mbemberr (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern)  Reynold 

 Reynold  number menunjukkan tipe aliran fluida di dalam pipa number menunjukkan tipe aliran fluida di dalam pipa

Tube sideTube side

Re

(24)

7.

7. PerhitunganPerhitunganHH eeat Trat Tr ansansfer Ffer F acactor tor  (J (JHH)) (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern) 

Tube sideTube side

 Nilai J

 Nilai JHH untuk sisi tube dapat diketahui dari untuk sisi tube dapat diketahui dari Fig.24 Kern Fig.24 Kern

8.

8. MenentukanMenentukan OutsOutside fiide fi lm lm CoeCoeffff icienticient (ho)(ho) da dan In I nside nside FF ilil m Coem Coeffff icienticient(hi)(hi) (sumber : D.Q. Kern) (sumber : D.Q. Kern) Untuk harga h Untuk harga hii : : h  h i i  = j H = j H 3 3 // 1 1



 

 

 

 



 

 

 

 

k  k  cc  D  D k  k     Ф Фtt ... ... (13)(13) OD OD  ID  ID  x  x h h h h t t  ii t t  io io

... ... (14)(14)

Dan untuk harga h

Dan untuk harga hoo  dilakukan dengan menggunakan trial dan error dengan  dilakukan dengan menggunakan trial dan error dengan

rumus: rumus: ∆ ∆t t w w ==     (Tc-tc)  (Tc-tc)  ... ... (15)(15) h ho = o =        ... ... ... (16)(16)

-- Memasukkan harga hMemasukkan harga hoo sembarang ke persamaan (15) sembarang ke persamaan (15)

-- Didapat hargaDidapat harga ∆∆ttww kemudian mencari harga h kemudian mencari harga hvv dan h dan hss dengan grafikdengan grafik

hubungan ∆t

hubungan ∆tww dengan h, maka akan didapat harga h dengan h, maka akan didapat harga hvv dan h dan hss

-- Memasukkan harga hMemasukkan harga hvv dan h dan hss ke dalam persamaan (2) ke dalam persamaan (2)

Dimana

Dimana : : hhoo == Outside film coefficient Outside film coefficient  (Btu/hr.ft (Btu/hr.ft 00F)F)

h

(25)

9.

9. MenentukanMenentukan TuTu be be wall wall TeTempemperaturratur e e ,t,tww (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern)

Temperatur dinding rata-rata tube dapat dihitung dengan temperature Temperatur dinding rata-rata tube dapat dihitung dengan temperature kalorik, jika diketahui nilai koefisien perpindahan panas fluida shell dan tube kalorik, jika diketahui nilai koefisien perpindahan panas fluida shell dan tube  pada kondisi operasi sedang berlangsung

 pada kondisi operasi sedang berlangsung..

Tw

Tw = = tc tc ++  

 (Tc-tc) (Tc-tc) ... (17) ... (17) 10.

10. PerhitunganPerhitunganCleaClean n OveOveralral l l CoeCoeffff icient icient , Uc, Uc (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern) Uc merupakan

Uc merupakan overall heat transfer coefficient overall heat transfer coefficient   jika tidak terjadi  jika tidak terjadi  fouling   fouling /kerak./kerak. U  U C C  == o o io io o o io io h h h h h h  x  x h h

... ... (18)(18) 11.

11. Perhitungan Dirty Overall Coefficient, UPerhitungan Dirty Overall Coefficient, UDD (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern)

U

UDD  merupakan  merupakan overall heat transfer coefficient overall heat transfer coefficient   jika terjadi  jika terjadi

 fouling   fouling /kerak./kerak. A A = = NNTT x a” x Lx a” x L ... ... (19)(19) Maka : Maka : U  U D D  == t t   x  x  A  A Q Q

... ... (20)(20) Dimana : U

Dimana : UDD = = Overall heat transfer coefficient Overall heat transfer coefficient  (Btu/hr.ft (Btu/hr.ft2 o2 oF)F)

12.

12. Perhitungan Dirt Factor, RdPerhitungan Dirt Factor, Rd (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern)

Rd = Rd =  D  D C  C   D  D C  C  U  U   x  x U  U  U  U  U  U 

... ... ... (21)(21)

(26)

13.

13. Perhitungan Pressure DropPerhitungan Pressure Drop (sumber : D.Q. Kern)(sumber : D.Q. Kern) ΔP ΔPtt == t t  t t   x  x  s  s  x  x  D  D  x  x n n  x  x  L  L  x  x G G  x  x  f    f  

10 10 2 2 10 10 22 22 ,, 5 5 ... ... (22)(22) ∆Pr  ∆Pr  ==        ((     x x    ) ) ... ... (23)(23) Maka : Maka : ΔP ΔPTT = = ΔPΔPtt + + ΔPΔPrr ... ... (24)(24) 3.8

3.8 Hasil Hasil dan dan PembahasPembahasanan (Belom aku edit ga bingung)(Belom aku edit ga bingung) 1.

1. Data Hasil Perhitungan HE Data Hasil Perhitungan HE FC-E-2A/DFC-E-2A/D

Tabel 3.1 Data Perbandingan Nilai Aktual dan Nilai Design pada alat

Tabel 3.1 Data Perbandingan Nilai Aktual dan Nilai Design pada alat HE FC-E-2A/DHE FC-E-2A/D di unit RFCC

di unit RFCC(( Riser Fluidized Catalityc Crangking  Riser Fluidized Catalityc Crangking ))

Perhitungan Perhitungan

Nilai

Nilai Aktual Aktual Nilai Nilai DesignDesign Shell Side Shell Side (Fresh Feed) (Fresh Feed) Tube Side Tube Side (Slurry) (Slurry) Shell Side Shell Side (Fresh Feed) (Fresh Feed) Tube Side Tube Side (Slurry) (Slurry) Flow

Flow Rate Rate (lb/hr) (lb/hr) 2323451,875 2323451,875 554098,125 554098,125 265873 265873 282343282343 Temp.

Temp. Inlet Inlet (F) (F) 474,8 474,8 503,6 503,6 404,6 404,6 698698

Temp.

Temp. Outlet Outlet (F) (F) 606,2 606,2 404,6 404,6 575,6 575,6 521,6521,6

API

API 27,19 27,19 28 28 55,92 55,92 5,85,8

Total

Total Duty Duty (Btu/hr) (Btu/hr) 21677035,83 21677035,83 11456530,9 11456530,9 3130952331309523

LMTD LMTD 85,331 85,331 151,88151,88 Caloric Temperature Caloric Temperature ((ooF)F) 543,128 543,128 489,2 489,2 609,8609,8 Overall Clean Overall Clean Coefficient Coefficient (Btu/hr.ft (Btu/hr.ft22..ooF)F) 85,73381 85,73381 Min 31,1 Min 31,1 Overall Coefficient Overall Coefficient (Btuhr.ft

(Btuhr.ft22..ooF)F) 21,9221,92 Min 21,36Min 21,36

Fouling Factor Fouling Factor (hr.ft

(27)

Pressure

Pressure Drop Drop (Psi) (Psi) 0,8933 0,8933 1,541,54 Max 7,254Max 7,254 Max 8,39Max 8,39

Effisiensi (%)

Effisiensi (%) 69,234639 %69,234639 % 6565 –  –  75 % 75 % Data tanggal 22 juli 2013

Data tanggal 22 juli 2013

Sumber : Data Sheet JGC Corporation Sumber : Data Sheet JGC Corporation

2.

2. PembahasanPembahasan

Berdasarkan hasil perhitungan HE FC-E-2A-D dengan menggunakan Berdasarkan hasil perhitungan HE FC-E-2A-D dengan menggunakan metode Kern, maka diperoleh beberapa nilai yang berkaitan dengan kinerja Heat metode Kern, maka diperoleh beberapa nilai yang berkaitan dengan kinerja Heat Exchanger FC-E-2A-D seperti Overal Heat Coeficint (U

Exchanger FC-E-2A-D seperti Overal Heat Coeficint (UDD), Fouling Factor (R ), Fouling Factor (R DD),),

Pressure Drop serta Efisiensi

Pressure Drop serta Efisiensi yang kemudian akan dibahas pada bab ini.yang kemudian akan dibahas pada bab ini.  Heat

 Heat ExchangerExchanger FC-E-2A-DFC-E-2A-D ini ini digunakan digunakan untuk untuk memanaskan memanaskan fluidafluida  berupa

 berupa Total Total Fresh Fresh Feed Feed dari dari D6 D6 dengan dengan memanfaatkan memanfaatkan media media panas panas berupaberupa slurry yang diperoleh dari bottom T1. Untuk hal ini flow Total Fresh Feed inlet slurry yang diperoleh dari bottom T1. Untuk hal ini flow Total Fresh Feed inlet HE FC-E-2A-D di jaga sebesar 2550 T/D hingga maksimal 2670 T/D sedangkan HE FC-E-2A-D di jaga sebesar 2550 T/D hingga maksimal 2670 T/D sedangkan flow slurry inlet HE FC-E-2A-D dijaga sebesar 6000 T/D.

flow slurry inlet HE FC-E-2A-D dijaga sebesar 6000 T/D.

Dari hasil perhitungan dapat terlihat bahwa nilai Fouling Factor pada HE Dari hasil perhitungan dapat terlihat bahwa nilai Fouling Factor pada HE FC-E-2A-D yaitu sebesar 0,03575 Btu/hr.ft2.F, sedangkan pada design 0,0106 FC-E-2A-D yaitu sebesar 0,03575 Btu/hr.ft2.F, sedangkan pada design 0,0106 Btu/hr Ft

Btu/hr Ft22.F besarnya nilai Fouling Factor ini menunjukkan adanya kotoran yang.F besarnya nilai Fouling Factor ini menunjukkan adanya kotoran yang terakumulasi didalam Heat Exchanger. Kotoran ini berasal dari fluida yang terakumulasi didalam Heat Exchanger. Kotoran ini berasal dari fluida yang mengalir didalam Heat Exchanger. Fouling Factor ini mempengaruhi efisiensi mengalir didalam Heat Exchanger. Fouling Factor ini mempengaruhi efisiensi kinerja Heat Exchanger khususnya pada HE FC-E-2A-D karena proses pertukaran kinerja Heat Exchanger khususnya pada HE FC-E-2A-D karena proses pertukaran  panas

 panas yang yang terjadi terjadi akan akan mengalami mengalami gangguan. Kotoran gangguan. Kotoran yang yang terbawa terbawa dari dari fluidafluida tersebut akan menumpuk dan melapisi dinding dalam dan luar tube, sehingga tersebut akan menumpuk dan melapisi dinding dalam dan luar tube, sehingga  panas yang terserap akan terhalang oleh adanya ko

(28)

Pada nilai Overal Heat Coefficient (U

Pada nilai Overal Heat Coefficient (UDD) yang didapat dari perhitung ini) yang didapat dari perhitung ini

sebesar 21,92196642 BTU/ hr.ft

sebesar 21,92196642 BTU/ hr.ft22 00F nilai ini juga dipengaruhi oleh adanyaF nilai ini juga dipengaruhi oleh adanya Fouling Factor karena semakin banyak kotoran yang menempel pada tube maka Fouling Factor karena semakin banyak kotoran yang menempel pada tube maka nilai Overal Heat Coefficint ini akan mengalami penurunan.

nilai Overal Heat Coefficint ini akan mengalami penurunan. Harga

Harga  Pressure  Pressure DropDrop yang diperoeh baik diyang diperoeh baik di  shell  shell  maupun maupun didi tubetube hasilhasil  perhitungan

 perhitungan jauh jauh berada berada di di bawah bawah desain, desain, hal hal ini ini menunjukkan menunjukkan bahwa bahwa hilanghilang tekan pada saat proses berlangsung tidak begitu besar sehingga

tekan pada saat proses berlangsung tidak begitu besar sehingga heat exchanger heat exchanger  tersebut dinyatakan masih layak dioperasikan.

tersebut dinyatakan masih layak dioperasikan. Effisiensi kerja alat

Effisiensi kerja alat  Heat  Heat ExchangerExchanger FC-E-2A-D didapat sebesarFC-E-2A-D didapat sebesar

69,234639

69,234639 % dan alat ini masih layak untuk digunakan karena rentang effisiensi% dan alat ini masih layak untuk digunakan karena rentang effisiensi yang dapat dikatakan layak yaitu sekitar 65%-75%.

(29)

3.9 Kesimpulan dan Saran 3.9 Kesimpulan dan Saran 1.

1. KesimpulanKesimpulan

Berdasarkan analisa dan perhitungan terhadapan kinerja dari

Berdasarkan analisa dan perhitungan terhadapan kinerja dari  Heat Heat  Exchanger

 Exchanger FC-E-2A-D di unit RFCC, dapat diperoleh beberapa kesimpulanFC-E-2A-D di unit RFCC, dapat diperoleh beberapa kesimpulan  berupa :

 berupa : a.

a. Fouling Factor sangat berpengaruh terhadap proses perpindahan panas danFouling Factor sangat berpengaruh terhadap proses perpindahan panas dan sangat mempengaruhi kinerja Heat Exchanger, karena pergerakkannya sangat mempengaruhi kinerja Heat Exchanger, karena pergerakkannya terhambat oleh deposit. Dari hasil perhitungan terlihat bahwa besarnya nilai terhambat oleh deposit. Dari hasil perhitungan terlihat bahwa besarnya nilai Fouling Factor yang didapat ialah sebesar

Fouling Factor yang didapat ialah sebesar 0,03376 Btu/hr ft0,03376 Btu/hr ft2 02 0F F sedangkan sedangkan daridari design sebesar 0,0106 Btu/hr ft

design sebesar 0,0106 Btu/hr ft2 02 0F hal ini dikarenakan adanya pengotoran yangF hal ini dikarenakan adanya pengotoran yang terbawah oleh fluida yang mengalir dalam Heat Exchanger. Kotoran tersebut terbawah oleh fluida yang mengalir dalam Heat Exchanger. Kotoran tersebut akan menempel didinding dalam dan luar tube.

akan menempel didinding dalam dan luar tube.

 b.

 b. Pada perhitungan Efisiensi kinerja Heat Exchanger yang didapat yaitu sebesarPada perhitungan Efisiensi kinerja Heat Exchanger yang didapat yaitu sebesar 69%.

69%. Faktor-faktor Faktor-faktor yang yang dapat mempengdapat mempengaruhi aruhi penurunan penurunan efisiensi kinerjaefisiensi kinerja Heat Exchanger antara lain seperti Overal Heat Coefficient (U

Heat Exchanger antara lain seperti Overal Heat Coefficient (UDD), Fouling), Fouling

Factor (R 

Factor (R DD), serta Pressure Drop.), serta Pressure Drop.

c.

c. Adapun kinerjaAdapun kinerja Heat Exchanger Heat Exchanger FC-E-2A-D di unit RFCC tersebut berada diFC-E-2A-D di unit RFCC tersebut berada di antara 65 % hingga 75 % dan dinyatakan masih layak untuk dioperasikan.

antara 65 % hingga 75 % dan dinyatakan masih layak untuk dioperasikan. 2. Saran

(30)

Setelah dianalisis dari hasil perhitungan dan permasalahan yang terjadi Setelah dianalisis dari hasil perhitungan dan permasalahan yang terjadi  pada

 pada  Heat  Heat ExchangerExchanger FC-E-2A-D, penulis dapat memberikan saran sebagaiFC-E-2A-D, penulis dapat memberikan saran sebagai  berikut :

 berikut : a.

a. Apabila NilaiApabila Nilai  fouling  fouling factorfactor hasil perhitungan lebih besar dari nilai foulinghasil perhitungan lebih besar dari nilai fouling factor pada design maka perpindahan panas yang terjadi didalam alat tidak factor pada design maka perpindahan panas yang terjadi didalam alat tidak memenuhi kebutuhan prosesnya dan harus segera dibersihkan agar tidak memenuhi kebutuhan prosesnya dan harus segera dibersihkan agar tidak menghambat jalannya suatu proses produksi.

menghambat jalannya suatu proses produksi.

 b.

 b. Kondisi Heat Exchanger FC-E-2A-D perlu dijaga serta dirawat dari kebocoranKondisi Heat Exchanger FC-E-2A-D perlu dijaga serta dirawat dari kebocoran  pada

 pada pipa pipa saluran saluran fluida fluida yang yang akan akan masuk masuk atau atau keluar keluar HE. HE. Sebab Sebab jika jika terjaditerjadi tetesan minyak panas keluar HE kemudian kontak dengan udara panas melalui tetesan minyak panas keluar HE kemudian kontak dengan udara panas melalui kebocoran saluran

kebocoran saluran tersebut maka akan tersebut maka akan terjadi terjadi flash dan flash dan bisa mengakibbisa mengakibatkanatkan kebakaran.

kebakaran. c.

c. Sistem isolasi yang ada pada Heat Exchanger FC-E-2A-D masih kurang baik,Sistem isolasi yang ada pada Heat Exchanger FC-E-2A-D masih kurang baik, karena masih adanya permukaan shell yang belum terisolasi secara sempurna. karena masih adanya permukaan shell yang belum terisolasi secara sempurna. Hal ini dapat mengakibatkan cukup banyak heat loss yang terjadi pada bagian Hal ini dapat mengakibatkan cukup banyak heat loss yang terjadi pada bagian shell. Untuk itu disarankan membuat sistem isolasi yang baik Heat Exchanger shell. Untuk itu disarankan membuat sistem isolasi yang baik Heat Exchanger FC-E-2A-D,sehingga

(31)

Gambar

Gambar 3.1 Shell and Tube Heat ExchangerGambar 3.1 Shell and Tube Heat Exchanger
Gambar 3.3 aliran fluidaGambar 3.3 aliran fluida
Gambar 3.4 Straight-Tube Heat ExchangerGambar 3.4 Straight-Tube Heat Exchanger
Gambar 3.7 ReboilerGambar 3.7 Reboiler
+4

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengujian, agen-agen cerdas otonomos yang dibangun terlihat telah mampu menunjukkan kemampuan proaktif setiap saat untuk mencari dan menyajikan informasi

Oleh karena itu, perlu diadakan suatu penelitian untuk memperoleh bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui seperti sekam padi, sehingga dapat dihasilkan briket

Sawi awi boros di Tuhan Jesus Monginwagu koposion tokou Mogigion doid kalansanan.. Ngavi-Ngavi

Dalam menyimpulkan bentuk perhatian yang diberikan para pengasuh terhadap interaksi sosial di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Medan, dapat diambil kesimpulan bahwa

Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa: (1) Kesulitan yang dialami peserta didik dengan kriteria tinggi yaitu pada sub pokok bahasan Hukum Kirchoff dengan persentase

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga telur ayam ras di Kota Makassar dalam kurun waktu bulan Januari tahun 2016 sampai bulan Desember 2020 baik

Menurut putusan MK menyebutkan bahwa untuk perkumpulan orang, perseorangan tokoh umat Islam (alim ulama), atau pengurus/ takmir masjid/musholla di suatu komunitas

Hasil penelitian ini adalah terdapat komunikasi interpersonal dengan memanfaatkan vlog sebagai media promosi album baru, proses komunikasi interpersonalnya adalah bertanggung