• Tidak ada hasil yang ditemukan

6 Motor Listrik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "6 Motor Listrik"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

ELECTRIC MOTORS &

ELECTRIC MOTORS &

ALPICATIONS

ALPICATIONS

 Apa ?Apa ?

cara mengetahui jenis dan penggunaan motor cara mengetahui jenis dan penggunaan motor

 Mengapa ?Mengapa ?

- motor listrik banyak jenis - motor listrik banyak jenis

- penggunaan harus tepat - penggunaan harus tepat

- menuju efektifitas dan efisiensi - menuju efektifitas dan efisiensi

- ada spesifikasi pengguan yang beragam- ada spesifikasi pengguan yang beragam

 Bagaimana ? Bagaimana ?

- mengetahui karakteristik tiap motor- mengetahui karakteristik tiap motor

- mengetahui karakteristik mesin beban - mengetahui karakteristik mesin beban

- - memilih jenis yang akan digunakan memilih jenis yang akan digunakan

- menentukan ukuran daya yang akan dipasang - menentukan ukuran daya yang akan dipasang

- menjalankan menginstalasi dengan aman, efektif dan - menjalankan menginstalasi dengan aman, efektif dan efisien

(2)

Rotasi Konverter Energi Elektro-Mekanik

Rotasi Konverter Energi Elektro-Mekanik

Efek Medan Magnet

Efek Medan Magnet

Gambar Rotasi Dasar Mesin Elektrik Gambar Rotasi Dasar Mesin Elektrik

(3)

Rotasi Konverter Energi Elektro-Mekanik

Rotasi Konverter Energi Elektro-Mekanik

Efek medan magnet

Efek medan magnet

 Gambar Terjadinya gaya elektro-magnetikGambar Terjadinya gaya elektro-magnetik

(4)

C. Jenis motor

C. Jenis motor

1. Dilihat dari sumber

1. Dilihat dari sumber

listrik

listrik

a. Motor Arus Searah (DC)

a. Motor Arus Searah (DC)

b. Motor Arus Bolak Balik (AC)

b. Motor Arus Bolak Balik (AC)

c. Motor serempak (

c. Motor serempak (

synchronous) (AC da DC)

synchronous) (AC da DC)

2.

2.

Dilihat dari kronstruksi rotor

Dilihat dari kronstruksi rotor

a. rotor sangkar

a. rotor sangkar

(5)

Jenis :

Jenis :

1. motor seri

1. motor seri

2. motor shunt

2. motor shunt

3. motor kompon

3. motor kompon

Penguat magnit

Penguat magnit

1. penguat terpisah

1. penguat terpisah

2. penguat sendiri

2. penguat sendiri

Penggunaan

Penggunaan

Pesawat-pesawat angkat : misal kereta

Pesawat-pesawat angkat : misal kereta

listrik (KRL), traksi, derek, dll

listrik (KRL), traksi, derek, dll

D. Motor DC

(6)

E. Karakteristik

1. Motor Seri T Ia n n Ia Ta +

Kar.KopelKar.Kopel Kar. Kecepatan Kar. Kecepatan Kar. MekanisKar. Mekanis

a. Rangkaian Ia = IL Ra V RSE + -Eb c. Persamaan 1. Arus : IL = Ia 2. Tegangan : V = Ea+ IRa b. karakteristik

(7)

T Ia n Ia n a. Rangkaian 2. Motor Shunt Ra RV RSh V -+ Ia If I b . k a b. Karakteristik

Kar.KopelKar.Kopel Kar. Kecepatan Kar. Kecepatan Kar. MekanisKar. Mekanis Ta

c. Persamaan

1. Arus : IL = Ia + If 2. Tegangan : V = Ea=If R f Ea

(8)

n Ta Ra RV RSh RSE V -+ 3. Motor kompound a. Rangkaian c. Persamaan 1. Arus : IL = Ia + If 2. Tegangan : V = (Eb+ IaRa+ISERSE) = IShRSh b. Karaktristik If IL ISE Ia

(9)

F. Aliran daya seperti gambar di bawah :

F. Aliran daya seperti gambar di bawah :

PI A F E D C B Daya masuk (Pi) = V IL Rugi I Se Rugi R borstelL Rugi Ra

Rugi histerisis dan eddyL

Rugi gesek bantalan borstel dan angin Rugi RShunt

VIa

(10)

G. Persamaan daya :

G. Persamaan daya :

1.

1. Kopel beban nominal (T = C IKopel beban nominal (T = C Ia a ))

2. Putaran (n) = 2. Putaran (n) =

C

R

I

V

n

a a 3. Efisiensi ( )

rugi

dayamasuk

Dayakeluar

(11)

H. Motor AC

H. Motor AC

1. Motor satu fasa, jenis :

1. Motor satu fasa, jenis :

a. split phase, capasitor, shaded-pole

a. split phase, capasitor, shaded-pole

b.

b.

Repulsi Motors, (inductive-series motor)

Repulsi Motors, (inductive-series motor)

c. A .C. series motor

c. A .C. series motor

b.

b.

Unxcited synchronous motors

Unxcited synchronous motors

2.

2.

Motor tiga fasa (

Motor tiga fasa (

polly phase motor

polly phase motor

)

)

a. rotor sangkar (

a. rotor sangkar (

squirrel-cage rotor

squirrel-cage rotor

)

)

b. rotor lilit (

b. rotor lilit (

wound-rotor

wound-rotor

)

)

3. Motor komutator (

3. Motor komutator (

Commutator motors)

Commutator motors)

a. series ( single-phase, dan universal)

a. series ( single-phase, dan universal)

b. compensated (conductively, dan

b. compensated (conductively, dan

inductively

(12)

I. Konversi energi listrik

I. Konversi energi listrik

Apabila pada bagian input stator dihubungkan

Apabila pada bagian input stator dihubungkan

dengan sumber listrik AC, maka mengalir arus

dengan sumber listrik AC, maka mengalir arus

sebesar :

sebesar :

Arus input

Arus input

I = V

I = V

ii

/Z Ampere (A)

/Z Ampere (A)

Power faktor input Cos q

Power faktor input Cos q

11

= (r

= (r

11

+R

+R

ff

)/Z

)/Z

Daya input riil P

Daya input riil P

II

= V

= V

11

I

I

11

Cos

Cos

11

Watt (W)

Watt (W)

Daya reaktif input Q

(13)

Power faktor rotor Cos

Power faktor rotor Cos

22

= r

= r

22

/(r

/(r

2+2+

JX

JX

s2s2

)

)

Daya input rotor P

Daya input rotor P

gg

= E

= E

11

I

I

22

Cos

Cos

22

=

=

I

I

2 2

(r

(r

22

/s) Watt

/s) Watt

= I

= I

1122

R

R

ff

Torsi elektromanetik atau internal torsi

Torsi elektromanetik atau internal torsi

T

T

ee

= (I

= (I

1122

R

R

ff

)/

)/

22

Daya mekanik P

Daya mekanik P

mm

= P

= P

gg

– I

– I

22

r

r

22

= P

= P

gg

– s P

– s P

gg

= (1-s) P

= (1-s) P

gg

Daya output P

Daya output P

22

= (1-s) P

= (1-s) P

gg

– P

– P

oo

==> P

==> P

oo

= rugi

= rugi

rotasi

rotasi

P

P

oo

= rugi angin + rugi gesek (2 %)

= rugi angin + rugi gesek (2 %)

Torsi output P

(14)

100 %100 %

Daya masuk (PDaya masuk (P11 = E = E11 I I11 Cos q Cos q11 ).…100 % ).…100 %

rugi tembaga ( Irugi tembaga ( I22 R R

1

1 ) ……….. 3,5 % ) ……….. 3,5 %

PPgg

rugi inti stator ……….2,5 %rugi inti stator ……….2,5 %

Daya input rotor (PDaya input rotor (P22)= E )= E 2 2 I I 2 2 CosCos22

Rugi rotor = IRugi rotor = I2222 R R22 ………3,5 % ………3,5 %

Rugi gesek dan angin ………2 %Rugi gesek dan angin ………2 %

P Poutout = 88,5 % = 88,5 %

J. Aliran Daya

(15)

K. JENIS, KARAKTERISTIK, DAN PEMANFAATAN

K. JENIS, KARAKTERISTIK, DAN PEMANFAATAN

1. Motor DC

1. Motor DC

Jeni s Ran gkaian Kar akteristik Peman faatan Jeni s Ran gkaian Kar akteristik Peman faatan 1. Shunt 1. Shunt 2. Se ri 2. Se ri 3. ko mpo n 3. ko mpo n M

n

T

V

Mesin yang memerlukan kecepatan konstan

(mesin perkakas)

Mesin yang memerlukan arus start besar

(KRL, kran, dan mesin pengangkat)

n

T

M M

n

T

Mesin yang memerlukan arus start besar dan beban berubah tiba-tiba

(pompa torak, mesin canai, rolling mills)

(16)

2. Motor AC satu fasa

2. Motor AC satu fasa

a. Rotor sangkara. Rotor sangkar

jenis Rangkaian Karakteristik Pemanfaatan

jenis Rangkaian Karakteristik Pemanfaatan

T n B U R B

Motor start rendah, mesin kantor,

daya 1/3 hp 1. fasa belah/split fasa belah/split

V

U

V

n

(17)

2. Rotor sangkar start kapasitor 3. Rotor 3. Rotor sangkar, sangkar, capasitor- capasitor- split split permanen permanen n 4. Rotor sangkar , kutub magnit dialingi T

n

RV

u

U V V Motor yang mengalami beban kelebihan, misal gerinda, dan

gerinda amplas, daya 1/3 hp Sistem yang memerlukan momen rendah, seperti kipas

angin kecil daya dalam ukuran angka

pecahan B

U V

Star lebih besar, refrigerator daya 3 hp n T n T

(18)

8. Rotor sangkar, kapasitor dua

harga V

n

T

Paling baik diantara motor satu fasa, operasi sangat tenang, daya sampai 20 hp

u

start

(19)

2. Rotor lilit

2. Rotor lilit

jenis Rangkaian Karakteristik Pemanfaatan

jenis Rangkaian Karakteristik Pemanfaatan

n T n T RV U V

Tarikan lebih bagus, untuk beban berat

T RV U V n Digunakan sitem star beban penuh, konveyor dan stoker 1. lilitan rotor 1. lilitan rotor repulsi repulsi ((repulsionrepulsion)) 2. lilitan rotor, tolakan imbasan (repulsion-induction) 3. lilitan rotor, satu fasa, start repulsi. V n T Rv U Digunakan motor satu fasa dengan komutator yang paling populer untuk pabrik

(20)

L. MOTOR SEREMPAK

L. MOTOR SEREMPAK

Motor serempak, relaktansi, satu fasa

Motor serempak, relaktansi, satu fasa

T

n Untuk beban ringan, harga

murah, sederhana

• Motor serempak histerisis, satu fasa

T

n Semua motor histerisis

seperti jam, mekanisme waktu disply advertensi

(21)

M. MOTOR 3 FASA

M. MOTOR 3 FASA

Motor induksi, rotor sangkar (

Motor induksi, rotor sangkar (

squrrel cage

squrrel cage

)

)

Penggunaan :

serbaguna, beban berat (blower, bor-pres), cocok untuk daerah yang mudah ternbakar

• Motor induksi, rotor lilit

T n

Penggunaan : mesin diperlukan arus start, beban berat, beban berubah-ubah

rendah medium

Tingi

}

(22)

N. Motor

N. Motor

serempak, arus bolak-balik

serempak, arus bolak-balik

DC

Penggunaan :

alat listrik penentu waktu (timing) mesin bekerja tanpa slip, fluktuasi beban tidak diharapkan

T n

AC

AC

(23)

Jenis Motor

Jenis Kendali

Pemanfaatan

1. perkakas mesin (untuk spidel utama)

2. perkakas mesin (untuk peloloh

3. Mesin tekan

4. Mesin gurinda 5. Mesin gurdi

MTS sangkar, kutub bantu roda gigi, rem

MTS kurungan macam konduktor rotor hambatan tinggi

MTS kurungan macam konduktor rotor hambatan tinggi

MTS sangkar

MTS sangkar, kutub bantu

(24)

Pemanfaatan

Jenis Motor

Jenis Kendali

6. Fris rol logam

7. Mesin gunting

8. Mesin jahit industri

9. mesin perkakas persisi

10. Mesin kerja kayu 11. Mesin gurinda 12. Pengaduk

13. Pencampur

Motor kutub berubah, MTS rotor belitan

MTS kurungan, rotor hambatan tinggi, motor kopling

motor kopling gesek Motor kutub berubah, motor

roda gigi, motor rem

MTS sangkar, Motor kutub berubah

MTS sangkar, Motor kutub berubah, motor kopling arus pusar MTS sangkar, motor roda gigi, Sistem kreamer, scherbius

(25)

Peremas • Mesin coran • Pengering • Mesin gulung • Hidro ekstraktor • Mesin tekstil

• Mesin pembuat kertas • Mesin pemproses daging • Mesin pemproses umpan ternak

9 Perkakas tenun otomatik

MTS sangkar, motor roda gigi MTS sangkar, motor roda gigi MTS sangkar, motor roda gigi MTS sangkar, motor roda gigi motor kutub berubah, motor kopling arus pusar

MTS sangkar, motor roda gigi MTS sangkar, motor roda gigi MTS sangkar, motor roda gigi MTS sangkar, motor roda gigi MTS sangkar, motor roda gigi MTS sangkar, motor rem

Kendali tegangan Primer

(26)

10. Pemisah sentrifugal 11. Mesin keling

12. Pencampur beton

13. Mesin serat sintetis dan pemintal

14. Mesin kertas

15. Mesin celupan

16. Bingkai pemintalan

17. Pompa

MTS sangkar, motor roda gigi MTS sangkar, motor kopling gesek

MTS sangkar

MTS sangkar, motor kutub berubah

MTS sangkar, motor kopling arus pusar

MTS sangkar, motor kopling arus pusar

MTS sangkar, motor kutub berubah

MTS sangkar, motor kutub berubah, motor kopling arus pusar, M rotor lilitan

Kendali tegangan Primer Kendali, rotor lilitan, hambatan skunder, tegangan primer, frekuensi

(27)

18.Kompresor 19.Penghembus udara 20.Kran 21.Kerek 22.Wins 23.Elevator MTS sangkar, M rotor lilitan

MTS sangkar, motor kutub berubah, motor kopling arus pusar, M rotor lilitan MTS sangkar, M. roda gigi motor kran, M. rotor lilitan MTS kurungan macam konduktor rotor hambatan tinggi, M. roda gigi, M. rem MTS sangkar, motor kutub berubah, M. rem

MTS kurungan macam konduktor rotor hambatan tinggi, motor kutub berubah, M. rotor lilitan hambatan skunder, Kendali tegangan primer, frekuensi hambatan skunder, Kendali,tegangan primer, hambatan skunder, kendali tegangan primer hambatan skunder, Kendali tegangan primer,

(28)

24.Konveyor

25. Mesin pengepak otomatis

26.Mesin transportasi otomatis

27.Operasi pintu air

28.Tirai pintu air 29.Operasi pintu air

MTS. Sangkar, M. rem , M. Gerigi, M. kutub berubah, M kopling arus pusar, MTS. Rotor belitan,

MTS. Sangkar, M. rem

MTS. Sangkar, M. rem

MTS kurungan macam konduktor rotor hambatan tinggi, M. rem, M kopling arus pusar

MTS. Sangkar, M. rem

MTS kurungan macam konduktor rotor hambatan tinggi

Kendali tegangan Primer

(29)

P. Motor Fasa Tunggal

P. Motor Fasa Tunggal

Jenis M.K

1. Mesin gurdi meja 2. Gurinda meja 3. Pembakar minyak 4. Kompresor kecil 5. Pengh. udara kecil 6. Kipas angin ventilasi 7. Kipas angin 8. Pompa kecil 9. Ekstraktor hidro 10. Mesin cuci

11. Mesin cuci piring 12. Pompa bensin 13. Proyektor bioskup 14. Proyektor slide

Fasa belah Asut Kapasitor Run Kapasitor Kumparan Naungan o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

(30)

15. Pembuat air sari buah 16. Penggiling kopi

17. Pemutar piring hitam 18. Alat peredam 19. Pengg. Rambut elektrik 20. Pengering rambut 21. Penggun. Pertaniam 22. Mesin jahit 23. Pendingin ruangan

o o o o o o o o o o o o o

Jenis M.K Fasa belah Asut Kapasitor Run Kapasitor Kumparan

(31)

Q. MENENTUKAN SPESIFIKASI ELEKTRIK

Q. MENENTUKAN SPESIFIKASI ELEKTRIK

MOTOR

MOTOR

 Mengenai mesin beban harus diperiksa : Mengenai mesin beban harus diperiksa :

1.

1. Macam mesin beban (dinamikanya)Macam mesin beban (dinamikanya)

2. Karakteristik perputaran kopel

2. Karakteristik perputaran kopel

3. Macam tugas 9kontinyu, singkat,

3. Macam tugas 9kontinyu, singkat,

ubah, atrau siklus)ubah, atrau siklus) 4. frekuensi pengasutan

4. frekuensi pengasutan

5. Kendali perputaran

5. Kendali perputaran

6. Momen inersia beban

6. Momen inersia beban

7. Kecepatan per menit

7. Kecepatan per menit

8. Daya beban

8. Daya beban

9. Cara pengasutan (otomatis atau tidak)

9. Cara pengasutan (otomatis atau tidak)

10. Cara pengereman apakah pemberhentian cepat atau tidak)

10. Cara pengereman apakah pemberhentian cepat atau tidak)

11. Apakah pembalikan putaran diperlukan

11. Apakah pembalikan putaran diperlukan

12. Lokasi mesin dipasang( lembab atau panas)

12. Lokasi mesin dipasang( lembab atau panas)

13. Kondisi ambien dari lokasi (kondisi gas, korosif, kelembaban

13. Kondisi ambien dari lokasi (kondisi gas, korosif, kelembaban

tinggi, debu,

tinggi, debu,

bising.bising.

14. Cara kopling (rantai, gigi, langsung atau sabuk)

14. Cara kopling (rantai, gigi, langsung atau sabuk)

15. Cara instalasi

(32)

Mengenai Motor Listrik

Mengenai Motor Listrik

1.

1.

Karakteristik perputaran kopel dari motor

Karakteristik perputaran kopel dari motor

2.

2.

Kopel asut dan kopel pengunci

Kopel asut dan kopel pengunci

3.

3.

Apakah kecepatan dapat dikendalikan ?

Apakah kecepatan dapat dikendalikan ?

4.

4.

Kemampuan nominal (kontinyu, waktu singkat,

Kemampuan nominal (kontinyu, waktu singkat,

siklus)

siklus)

5.

5.

Kecepatan motor

Kecepatan motor

6.

6.

Jenis motor

Jenis motor

7.

7.

Keluaran nominal motor

Keluaran nominal motor

8.

8.

Kapasitas, frekuensi, tegangan, jumlah kutub dari

Kapasitas, frekuensi, tegangan, jumlah kutub dari

sumber daya0

sumber daya0

9.

9.

Kelas isolasi

Kelas isolasi

10.

10.

Kendali yang dipakai

Kendali yang dipakai

11.

11.

Bentuk pelindung dari perumahan

Bentuk pelindung dari perumahan

12.

12.

Ukuran poros

Ukuran poros

13.

13.

Kedudukan mesin (horizontal, vertikal atau flens)

Kedudukan mesin (horizontal, vertikal atau flens)

14.

(33)

R. PENGHITUNGAN DAYA LISTRIK pada

R. PENGHITUNGAN DAYA LISTRIK pada

PEMBEBANAN

PEMBEBANAN

Beban geser ( misal konveyor, pengopak

Beban geser ( misal konveyor, pengopak

otomatis, pres cetak, mesingurinda, fris

otomatis, pres cetak, mesingurinda, fris

penghancur :

penghancur :

Daya P yang diperlukan untuk obyek bergerak

Daya P yang diperlukan untuk obyek bergerak

dengan kecepatan v(m/s) melawan kakas geser

dengan kecepatan v(m/s) melawan kakas geser

sbb:

sbb:

P = F v (W)

P = F v (W)

P = µ W v (W)

P = µ W v (W)

bila obyek membuat gerak putar, kopel T

bila obyek membuat gerak putar, kopel T

T = µ W r (Nm/rad)

T = µ W r (Nm/rad)

P =

(34)

bila obyek membuat gerak putar, kopel T

bila obyek membuat gerak putar, kopel T

T = µ W r (Nm/rad)

T = µ W r (Nm/rad)

P =

P =

µ

µ

W

W

r (W)

r (W)

dengan : r = jari-jari girasi bantalan (m/rad)dengan : r = jari-jari girasi bantalan (m/rad)

WW = tekanan vertikal pada bantalan (N) = tekanan vertikal pada bantalan (N)

µ = koefisien geser dinamis (kg)/tonµ = koefisien geser dinamis (kg)/ton

µµss = koefisien geser statis = koefisien geser statis

Koefisien geser bantalan Koefisien geser bantalan

Macam bnatalan Macam bnatalan

µ

µ

µ

µ

s s Bantalan selonsong Bantalan selonsong 0,001 – 0,0060,001 – 0,006 0,05 – 0,200,05 – 0,20 Bantalan bola atau

Bantalan bola atau

rol

rol 0,001 – 0,007

(35)

Beban akselerasi (percepatan)

diperlukan kopel akselerasi untuk mengakselerasikan

obyek,maka energi kinetik harus ditambahkan

Daya untuk akselerasi (P) = F v = m.a.v (W)

untuk gerak putar kopel (T) = J

(Nm/rad)

Daya

(P) = T

= J

(W)

dengan : J : momen kelembaman (kgm2/rad2)

 : kecepatan sudut (rad/s)  : akselerasi sudut (rad/s2

)

(36)

Beban Gravitasi

Obyek diangkat melawan gravitasi

Kakas F diperlukan untuk

mengangkat obyek dengan masa m

(kg)

pada kecepatan (m/s) adalah :

F = m g

(N)

(37)

MENENTUKAN DAYA YANG

MENENTUKAN DAYA YANG

DIPERLUKAN UNTUK BEBAN KONSTAN

DIPERLUKAN UNTUK BEBAN KONSTAN

Pengangkatan obyek :

Pengangkatan obyek :

untuk pengangkatan beban diperlukan

untuk pengangkatan beban diperlukan

daya (P)

daya (P)

P = 9,8

P = 9,8

W

W

v x 100/

v x 100/

( W)

( W)

= 9,8

= 9,8

W

W

v x 10

v x 10

-3 -3

x 100/

x 100/

(kW)

(kW)

atau :

atau :

P

P

m m

= (

= (

W

W

v)/102 x 100/

v)/102 x 100/

( kW)

( kW)

(38)

Contoh :

Contoh :

Pesawat angkat mengangkat beban 4,5

Pesawat angkat mengangkat beban 4,5

ton dengan kecepatan 12 m/min dengan

ton dengan kecepatan 12 m/min dengan

wins koefisien 85 %. Berapa daya mekanik

wins koefisien 85 %. Berapa daya mekanik

?

?

Jawab : dengan persamaan di atas :

Jawab : dengan persamaan di atas :

(4,5 x 1000 x 12/60 x100

(4,5 x 1000 x 12/60 x100

= 10,4 kW

)

)

102 x 85

(39)

Menggerakan obyek secara horisontal (misal

Menggerakan obyek secara horisontal (misal

konveyor)

konveyor)

(C

(C

11

v l

v l

+C

+C

22

Q l) (C

Q l) (C

11

v +C

v +C

22

Q ) l

Q ) l

Nilai C1 dan C2 tergantung keahlihan pembuatan C2 = 0,01 - 0,015 nilai C1 lihat tabel

Lebar sabuk 0,3 0,4 0,5 0,6 0,8 1.0

C1 (kgW/m 0,48 0,77 1,24 1,47 2,06 2,90

102

x100

=

102

(40)

Beban cairan (pompa cairan)

daya listrik yang diperlukan :

P

m

=

K x 1000 Q H 100

102

x

(kW)

K = koefisien kesalahan dan perancangan ( 1.1 - 1.2)

Efisiensi pompa standart

Kuantitas pompaan Q (m3/min) 0.1 0.3 1.0 10 30 100

(41)

Contoh :

Contoh :

Berapa banyak kWs daya kira-kira diperlukan

Berapa banyak kWs daya kira-kira diperlukan

untuk pompa motor menaikan air melawan

untuk pompa motor menaikan air melawan

ketinggian 4 m pada kecepatan 10 m

ketinggian 4 m pada kecepatan 10 m

33

per

per

menit, efisiensi pompa 76 %

menit, efisiensi pompa 76 %

Jawab ;

Jawab ;

Menggunakan rumus seperti di atas maka

Menggunakan rumus seperti di atas maka

ukuran motor dapat dicari

ukuran motor dapat dicari

(1,2 x 1000 x 10/60 x 4 x 100)/(102 x 76)

(1,2 x 1000 x 10/60 x 4 x 100)/(102 x 76)

= 10,32 kW

= 10,32 kW

ukuran motor dipilih 11 kW

ukuran motor dipilih 11 kW

(42)

Menentukan daya dengan beban yang

Menentukan daya dengan beban yang

berubah-ubah

berubah-ubah

daya motor sulit ditentukan

daya motor sulit ditentukan

cara :

cara :

1. kuadrat rata-rata

1. kuadrat rata-rata

T

t

P

t

P

t

P

t

P

P

a 5 2 5 4 2 4 2 2 2 1 2 1

6 5 4 3 2 1

t

t

t

t

t

t

T

Koefiensi akselerasi dan deselerasi = koefisien ketika berhenti

=

(43)

Tabel

Macam Macam

Motor tak serempak (macam terbuka)

Motor tak serempak (macam terbuka) 0,60,6 0,30,3 Motor tak serempak (macam ventilasi tertutup

Motor tak serempak (macam ventilasi tertutup seluruhnya

seluruhnya 0,7

0,7 0,40,4 Motor arus searah

Motor arus searah 0,70,7 0,50,5

Kurva beban berulan :

t1 t2 t3 t4 t5 t6 T P1 P2 P3 P4 P5 P6

(44)

MOTOR LINEAR

MOTOR LINEAR

Motor linear

Motor linear

pengembangan motor

pengembangan motor

konvensional (motor induksi)

konvensional (motor induksi)

Prinsip kerja = seperti motor induksi

Prinsip kerja = seperti motor induksi

Keluaran mekanik bekerja secara

Keluaran mekanik bekerja secara

translasi (bukan gerak rotasi)

translasi (bukan gerak rotasi)

Prinsip kerja :

Prinsip kerja :

A

A’ primer

sekunder ferromanegnik

(45)

Lilitan tiga fasa

sekunder

c. Sekunder pendek d. dobel primer Gambar b digunaka untuk jarak yang panjang

c jarak pendek

d. dilengkapi dengan daya tarik magnetik Perubahaqn kecepatan :

Untuk motor rotasi - ns = 2 fs/p perusahaan detik

(46)

Kecepatan motor linear

Kecepatan motor linear

v

v

ss

= 2 f

= 2 f

ss

m per detik

m per detik

Atau v

Atau v

ss

= (1 – s) v

= (1 – s) v

ss

m per detik

m per detik

Hubungan kecepatan dengan langkah kutub

Hubungan kecepatan dengan langkah kutub

0,2 0,4 0,6 0,8. . . . me te r/ d e ti k Kecepatan Vr G a y a g e se

r Dengan konduktor plat

(47)

Plat ferromagnetik Tegangan Penurunan G a y a g e se r Kecepatan Penurunan frekuensi G a y a g e se r Kecepatan

C efek perubahan tegangan sumber d. efek variasi kecepatan

Gaya geser : 1

cos

2

2

B

ac

L

W

F

av m  

Newton Daya elektromagnetik :

2

e

P

k

k

Z

I

v

s

i

r ab p b

cos

2

)

2

3

(

1

Watt

(48)

Dengan

Dengan

:

:

L

L

mm

= p = L

= p = L

mm

L

W

p

B

m r av

 Lm W Field system rotor

Edge effect End effect

Direction Of motion A A’ b a

Sistem kemagnitan motor linear

(49)

APLIKASI MOTOR LINEAR

APLIKASI MOTOR LINEAR

Linear motor Sabuk berjalan (Conveyer) a

b

R B

Y

Filed system

(50)

Penggunaan

Penggunaan

a Sistem medan tetap dan konduktor travel

a Sistem medan tetap dan konduktor travel

dari plat

dari plat

- pintu dorong otomatis dan kereta listrik

- pintu dorong otomatis dan kereta listrik

- conveyer (sabuk berjalan)

- conveyer (sabuk berjalan)

- alat peralatan mekanik

- alat peralatan mekanik

- pesawat dorong

- pesawat dorong

B Sistem medan bergerak

B Sistem medan bergerak

- motor linear kecepatan medium dan

- motor linear kecepatan medium dan

tinggi

tinggi

- motor linear kecepatan tinggi (motor

- motor linear kecepatan tinggi (motor

kerek)

kerek)

(51)

Operasional Motor DC

Operasional Motor DC

Tugas :

Tugas :

A. Bagaimana mengoperasikan :

A. Bagaimana mengoperasikan :

1. Start, run, dan stop motor

1. Start, run, dan stop motor

2. membalik arah putaran

2. membalik arah putaran

B. Bagaimana menghitung tahanan start

(52)

MESTARTER MOTOR DC

MESTARTER MOTOR DC

Menstater motor DC adalah mengatur arus start tidak

Menstater motor DC adalah mengatur arus start tidak

melebihi batas harga kritis

melebihi batas harga kritis

Harga arus start dapat mencapai 5 s/d 7 kali arus

Harga arus start dapat mencapai 5 s/d 7 kali arus

nominal

nominal

Pada waktu start diperlukan Torsi yang besar agar

Pada waktu start diperlukan Torsi yang besar agar

motor bekerja

motor bekerja

Torsi besar dibutuhkan arus besar

Torsi besar dibutuhkan arus besar

Arus start yang dapat diijinkan motor antara (2,5 – 3 )

Arus start yang dapat diijinkan motor antara (2,5 – 3 )

I

I

nn

Pda waktu start n = 0, sehingga I

Pda waktu start n = 0, sehingga I

aa

= V/R

= V/R

a a

Ilustrasi :

Ilustrasi :

misal V = 100 Volt, R

misal V = 100 Volt, R

aa

= 0,1 Ohm, maka arus

= 0,1 Ohm, maka arus

start (I

start (I

aa

) = 100/0,1 = 1000 A, arus 1000 A sangatlah

) = 100/0,1 = 1000 A, arus 1000 A sangatlah

besar, dapat mengganggu beban yang lain

besar, dapat mengganggu beban yang lain

(53)

Harga minimum R

Harga minimum Raa adalah 0,0265, harga I adalah 0,0265, harga Iaa lebih rebdah akan menyebabkan lebih rebdah akan menyebabkan

arus armatur melampaui dua kali harga ukuran saat kontaktor 3a tertutup

arus armatur melampaui dua kali harga ukuran saat kontaktor 3a tertutup

Besarnya tahanan untuk menghidupkan motor tiap satuan adalah :

Besarnya tahanan untuk menghidupkan motor tiap satuan adalah :

R R3 3 = 0,125 – 0,0625 = 0,0625= 0,125 – 0,0625 = 0,0625 R R22 = 0,125 – 0,0625 – 0,0625 = 0,125 = 0,125 – 0,0625 – 0,0625 = 0,125 R R11 = 0,50 – 0,0625 – 0,0625 – 0,125 = 0,375 = 0,50 – 0,0625 – 0,0625 – 0,125 = 0,375

Tepat sebelum kontak 1A tertutup

Tepat sebelum kontak 1A tertutup

V

Va1a1 = E = Ea1a1 + I + IaaRRaa = 0,50 + 1,00(0,0625) = 0,563 = 0,50 + 1,00(0,0625) = 0,563

Dengan cara yang sama :

Dengan cara yang sama :

V

Va2a2 = 0,75 + 1,00(0,0625) = 0,813 = 0,75 + 1,00(0,0625) = 0,813

V

Va3a3 = 0,875 + 1,00(0,0625) = 0,938 = 0,875 + 1,00(0,0625) = 0,938

Kecepatan berbanding dengan E

Kecepatan berbanding dengan Ea, a, jadi pada tjadi pada t11, t, t22, dan t, dan t3 3 berturut-turut adalah ;berturut-turut adalah ;

n n11 = 0,50/0,938(1,00) = 0,538 = 0,50/0,938(1,00) = 0,538 n n22 = 0,75/0,938(1,00) = 0,800 = 0,75/0,938(1,00) = 0,800 n n33 = 0,875/0,938(1,00) = 0,933 = 0,875/0,938(1,00) = 0,933

Besaran-besaran dasar motor adalah :

Besaran-besaran dasar motor adalah :

tegangan dasar : 230 V, arus armatur daar 37 A, dan R

tegangan dasar : 230 V, arus armatur daar 37 A, dan Raa = 230/37 = 6,22 = 230/37 = 6,22

Ohm

Ohm

kecepatan dasar 500 p/men

(54)

Harga minimum R

Harga minimum Raa adalah 0,0265, harga I adalah 0,0265, harga Iaa lebih rebdah akan menyebabkan lebih rebdah akan menyebabkan

arus armatur melampaui dua kali harga ukuran saat kontaktor 3a tertutup

arus armatur melampaui dua kali harga ukuran saat kontaktor 3a tertutup

Besarnya tahanan untuk menghidupkan motor tiap satuan adalah :

Besarnya tahanan untuk menghidupkan motor tiap satuan adalah :

R R3 3 = 0,125 – 0,0625 = 0,0625= 0,125 – 0,0625 = 0,0625 R R22 = 0,125 – 0,0625 – 0,0625 = 0,125 = 0,125 – 0,0625 – 0,0625 = 0,125 R R11 = 0,50 – 0,0625 – 0,0625 – 0,125 = 0,375 = 0,50 – 0,0625 – 0,0625 – 0,125 = 0,375

Tepat sebelum kontak 1A tertutup

Tepat sebelum kontak 1A tertutup

V

Va1a1 = E = Ea1a1 + I + IaaRRaa = 0,50 + 1,00(0,0625) = 0,563 = 0,50 + 1,00(0,0625) = 0,563

Dengan cara yang sama :

Dengan cara yang sama :

V

Va2a2 = 0,75 + 1,00(0,0625) = 0,813 = 0,75 + 1,00(0,0625) = 0,813

V

Va3a3 = 0,875 + 1,00(0,0625) = 0,938 = 0,875 + 1,00(0,0625) = 0,938

Kecepatan berbanding dengan E

Kecepatan berbanding dengan Ea, a, jadi pada tjadi pada t11, t, t22, dan t, dan t3 3 berturut-turut adalah ;berturut-turut adalah ;

n n11 = 0,50/0,938(1,00) = 0,538 = 0,50/0,938(1,00) = 0,538 n n22 = 0,75/0,938(1,00) = 0,800 = 0,75/0,938(1,00) = 0,800 n n33 = 0,875/0,938(1,00) = 0,933 = 0,875/0,938(1,00) = 0,933

Besaran-besaran dasar motor adalah :

Besaran-besaran dasar motor adalah :

tegangan dasar : 230 V, arus armatur daar 37 A, dan R

tegangan dasar : 230 V, arus armatur daar 37 A, dan Raa = 230/37 = 6,22 = 230/37 = 6,22

Ohm

Ohm

kecepatan dasar 500 p/men

(55)

Harga mutlak :

Harga mutlak :

Harga R

Harga R Tegangan (V)Tegangan (V) Arus, momen. Torsi Arus, momen. Torsi R R11 = 1,56 = 1,56 R R22 = 0,778 = 0,778 R R3 3 = 0,389= 0,389 Rele 1A = 129 Rele 1A = 129 Rele 2A = 187 Rele 2A = 187 Rele 3A = 216 Rele 3A = 216 I Iaa 1,00 = 37 A 1,00 = 37 A

Momen kakas elektromagnetik 1,0 =

Momen kakas elektromagnetik 1,0 =

152 N-m

152 N-m

Momen kakas elektromagnetik dasar = 60/2Πn(EaIa)

60/2Π(500) {230- 37(0,0625)(6,22)}(37) = 152 N-m

Tahanan armatur adalah :

(56)

Tahapan arus start

Tahapan arus start

I I 1 In I2 I1 yang dijinkan (2,5 – 3) In

Gambar tahapan arus pengasutan

N1 n2 n3 n 0

(57)

Rangkaian konektor :

Rangkaian konektor :

M = F B f c M P N C/b RSh L R F B f c P N L R M = C/b RSh M

(58)

 Rangkaian konektor :Rangkaian konektor :

Rangkaian Motor seri/deret Penguatan sendiri M = B F c f P N C/b RSe L R M = B S c s P N C/b RSe L R

(59)

Rangkaian konektor :

Rangkaian konektor :

Rangkaian Motor kompound

M RSe M = F B f S/c s P N C/b RSh L R M = F B f S s/c P N C/b RSh L R M RSe

(60)

b. Seri-parallel

b. Seri-parallel

Ia = I/2 ~ Ia  M = Ia Ea I I I V c. Medanya diatur dengan divertor

M = Ia Ea I I/2 I/2 V Rd

(61)

Kontrol kecepatan motor DC

Kontrol kecepatan motor DC

dapat dilakukan dengan mengatur :

dapat dilakukan dengan mengatur :

a. fluksi ( )

a. fluksi ( )

b. tegangan (V)

b. tegangan (V)

c. Tahanan R

c. Tahanan R

a a

dari rangkaian jangkar

dari rangkaian jangkar

Kontrol motor Shunt

Kontrol motor Shunt

a.

a. Kontrol motor dengan mengatur Fluksi ( ) Kontrol motor dengan mengatur Fluksi ( )

IL RShunt M = Ea V Ia Ra ISh RV

(62)

Mengatur kecepatan motor seri

Mengatur kecepatan motor seri

a. kontrol fluksi

a. kontrol fluksi

M = Ea Ia Ra RSe V RV b. Divertor jangkar M = Ea Ia Ra RSe V RV M = Ea Ia Ra RSe V RV

(63)

3.

3. medannya seri tersebut –tap-tap, (Imedannya seri tersebut –tap-tap, (Iss dan I dan Iaa) diatur) diaturdengan dengan

merubah tap-tap medan merubah tap-tap medan

M = Ia Ea V Tap-tap R

4. Memparellkan kumparan-kumparan medan a. secara seri M = Ia Ea I I = I a ~ Ia

(64)

b. Seri-parallel

b. Seri-parallel

Ia = I/2 ~ Ia  M = Ia Ea I I I V c. Medanya diatur dengan divertor

M = Ia Ea I I/2 I/2 V Rd

(65)

Kendali putaran dengan kontrol tegangan

Kendali putaran dengan kontrol tegangan

Sistem

Sistem

Ward Leonard

Ward Leonard

G

M

+

(66)

-Pengereman

Pengereman

Usaha untuk : Usaha untuk :

1.

1. Stop (berhenti secara cepat setalah sakelar off Stop (berhenti secara cepat setalah sakelar off 2.

2. Melawan gaya ketika terjadi penurunanMelawan gaya ketika terjadi penurunan

Cara yang dapat dilakukan : Cara yang dapat dilakukan :

1. Dinamik, setelah off ujung tertiminal disambung dengan 1. Dinamik, setelah off ujung tertiminal disambung dengan

rangkaian R (lihat ganbar) rangkaian R (lihat ganbar)

M = Ea Ia Ra RSe V RSh RL

Gambar

Gambar tahapan arus  pengasutan

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini kami mengundang penyedia yang telah lulus pada tahapan Evaluasi Administrasi, Teknis dan Harga, Pengadaan/Pelelangan Jasa Lainnya : Pengawasan Pengadaan Dan

Tet api masih diperlukan lebih banyak lagi pe- nelit ian karena serat j uga mempunyai peran ant agonis t erhadap kesehat an, unt uk it u perlu dilakukan lebih banyak lagi

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala berkat, rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “KARAKTERISASI SEDIAAN DAN PELEPASAN NATRIUM

Dari pengumpulan data tersebut didapatkan hasil bahwa lebih dari setengah responden (53,2%) memiliki dukungan keluarga yang tidak mendukung, lebih dari setengah

Pada hari ini Senin tanggal Tiga Puluh bulan April Tahun Dua Ribu Dua Belas, dimulai pukul 09.30 WIB dengan mengambil tempat Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota

Puji syukur kepada Bapa di surga, karena berkat kasih-Nya yang luar biasa dan tidak pernah berakhir penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik, sebagai syarat

Konsentrasi PVA dan waktu sonikasi dalam komponen submikro partikel PLGA-BMV berpengaruh terhadap respon persen enkapsulasi dan kadar BMV yang diperoleh setelah

Laporan tentang hasil survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kegiatan kemahasiswaan yang: (1) komprehensif, (2) dianalisis dengan metode yang tepat, (3)