LAPORAN
PELAKSANAAN
KKN
LOKASI
TAHAP
IA
DESA
BANDUNG,
KECAMATAN MAYONG, KABUPATEN JEPARA
PUSAT
PENGEMBANGAN
KKN
LEMBAGA
PENELITIAN DAN
PENG
PENGABDIAN
KEPADA
MASYARAKAT
Febri Dwi Haryanto Affuan 3111416033 Nur Lailatul Isnaeni 2111416013 Ari Fitrianingrum 2611416016
Arum Mulyani 4411416002
Ajeng Karima D 6411416042
M. Lintang Syach P. 6211416014 Novi Nur Setianingsih 7111416069 Katrin Prismanitra 7211416136 Muhammad Fathurrohman 7211416155
Nurluviyana 7311416165
Anjar Budi Nursyahid 8111416227 Yolanda Ainun Wiguna 8111416233
2. Dosen Pembimbing Lapangan
Nama : Eta Yuni Lestari, S.Pd., M.H. NIP : 198706152015042001
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya, karena sampai saat ini kita masih diberi nikmat kesehatan sehingga dapat menjalankan aktivitas kita sebagai mana mestinya dan tak lupa sholawat serta salam juga kami panjatkan kepada junjungan kita, Nabi agung Muhammad SAW yang kita nantikan syafa’atnya di yaumul akhir.
Adik – adik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang kami cintai dan kami banggakan, kami sangat mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan di Desa Bandung, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Karena dengan kegiatan – kegiatan yang dilakukan adik – adik KKN telah membawa banyak perubahan baik. Perubahan tersebut mengarah kemajuan dan perkembangan perilaku masyarakat Desa Bandung serta Desa Bandung itu sendiri. Adik – adiklah yang menjadi pelopor dari kemajuan tersebut, baik pembangungan fisik maupun pembangunan mental spiritual masyarakat Desa Bandung.
Kami selaku petinggi dan wakil masyarakat desa mengucapakan terima kasih kepada mahasiswa KKN
loyalitasnya selama melakukan pengabdian di Desa Bandung. Kami sangat berat dan terharu melupaskan adik – adik mahasiswa KKN yang telah berjuang selama 45 hari mengabdikan diri demi kemajuan desa kami. Kami berterimakasih atas semua bantuan tenaga, pikiran dan materi yang telah diberikan kepada Desa bandung. Kami juga meminta maaf apabila dalam bersikpa dan bertutur kata kurang berkenan di hati.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa merahmati dan meridhoi kita semua. Allahuma Aamiin. Terima kasih.
Bandung merupakan desa yang terletak di lereng gunung Muria. Jarak Desa Bandung menuju Kecamatan Mayong sekitar 10 Km dan jarak keKabupaten Jepara yaitu 34 Km. Desa Bandung berjarak 56 Km dari Universitas Negeri Semarang. Desa Bandung memiliki luas wilayah 330.035 Ha. Desa Bandung memiliki jumlah penduduk yaitu lebih dari 2.063 jiwa. Dengan potensi - potensi yang ada di Desa Bandung, pemanfaatannya masih belum maksimal. Masih banyak potensi desa yang bisa di gali.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang. Kegiatan KKN Lokasi yang kami laksanakan di Desa Bandung, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. KKN Lokasi ini berlangsung selama 45 hari terhitung dari tanggal 17 Juli sampai dengan 28 Agustus 2019. Program kerja yang telah dilaksanakan terdiri dari 4 bidang yaitu bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang kesehatan serta bidang lingkungan dan konservasi.
Kegiatan di bidang pendidikan (meliputi: Gerakan Gemar Membaca, Gerakan Gemar
bidang ekonomi (meliputi: Legalitas Produk, Branding Packaging Produk, Pelatihan Akuntansi), kegiatan di bidang kesehatan (meliputi: Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Senam Pagi Anak-anak, Pendampingan Survei Gizi, dan Sosialisasi TB paru serta Pendampingan Posyandu Lansia), serta kegiatan di bidang lingkungan dan konservasi (meliputi: Plangisasi, Sosialisasi Pemilahan Sampah, Pendataan KTP dan KIA, Daur Ulang Sampah Plastik dan Apotek Hidup).
Hasil yang telah dicapai adalah terlaksannya semua program kerja KKN Lokasi Tahap 1A UNNES di Desa Bandung sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam melaksanakan program kerja, kami mengalami bebrapa hambatan, namun hal tersebut dapat terkoordinir dengan baik. Secara keseluruhan, program kerja KKN terlaksana dengan baik dan memperoleh output sesuai harapan.
TIM PENYUSUN ... i
KATA PENGANTAR PETINGGI DESA BANDUNG ... ii
RINGKASAN ...iv
DAFTAR ISI ...vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ...ix
BIDANG PENDIDIKAN ... 1
Gerakan Gemar Membaca ... 2
Gerakan Ayo Menabung ... 6
Fun Science Experiment ... 10
BIDANG EKONOMI ... 14
Pelatihan Pencatatan Pembukuan Sederhana UMKM... 15
Branding Packaging Produk UMKM... 19
Sosialisasi Legalitas Produk UMKM ... 23
BIDANG KESEHATAN ... 27
Sosialisasi CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun)... 28
Sosialisasi Penyakit TB Paru ... 39
Pendampingan Posyandu Lansia ... 42
BIDANG LINGKUNGAN ... 45
Plangisasi ... 46
Sosioalisasi Pemilahan Sampah ... 49
Pendataan E-KTP dan KIA ... 53
Apotek Hidup ... 57
Daur Ulang Sampah Plastik Bungkus Kopi ... 59
Tabel 1. Penanaman Pohon Tabel 2. Potensi Desa
Lampiran 1. Biodata Mahasiswa
Lampiran 2. Peta Lokasi Desa Bandung Lampiran 3. Tabel Penanaman Pohon
Lampiran 4. Pernyataan Bebas Tanggungan di Lokasi KKN
Lampiran 5. Tabel Potensi Desa Lampiran 6. Dokumentasi Kegiatan
Lampiran 7. Rinciaan Penggunaan Biaya Kegiatan
BIDANG
PENDIDIKAN
✓
Gerakan Gemar Membaca
✓
Gerakan Ayo Menabung
Gerakan Gemar Membaca
“Dari budaya baca akan melahirkan insan-insan cerdas, berakhlak, bernurani dan bertanggung jawab
dalam mempersiapkan kesejahteraan masa depannya.”
Latar Belakang
Upaya pembudayaan membaca bagi siswa sekolah merupakan suatu langkah strategis dalam mencerdaskan kehidupan siswa sejak dini. Siswa yang gemar membaca, akan memberikan pencerahan
pada dirinya, keluarga dan lingkungan dalam menatap masa depan. Siswa akan mampu memahami fenomena-fenomena dan tantangan yang terjadi disekitarnya, sehingga akan membantu dirinya dalam mengantisipasinya. Salah satu tempat yang sangat strategis dan kondusif dalam membudayakan minat baca siswa adalah perpustakaan sekolah,
Salah satu program pendidikan sebagai tindak lanjut dan implementasi program pemerintah yang turut mendukung keberhasilan pembangunan di dunia pendidikan adalah adanya Program Gerakan Gemar Membaca. Dengan Program Gerakan Gemar Membaca ini diharapkan nantinya dapat mewujudkan siswa-siswi yang gemar belajar (learning society) dengan salah satu indikatornya berupa gemar membaca (reading society).
Pelaksanaan Kegiatan
Gemar membaca merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juli 2019 pukul 08.00 WIB dengan sasaran siswa-siswi SD N 01 Bandung.
Program ini dilakukan dengan menata ulang buku-buku yang terdapat di perpustakaan. Penataan ulang tersebut dilakukan dengan mengelompokkan 2 jenis buku menjadi buku fiksi dan non fiksi. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan pada hari Jum’at, 26 Juli 2019 pada pukul 09.00 WIB dengan menghias perpustakaan menggunakan kertas origami yang telah dibentuk berbagai bentuk binatang serta memasang plang “Perpustakaan” sebagai tanda nama ruangan.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Adanya penataan ulang serta hiasan dinding perpustakaan, diharapkan siswa - siswi menjadi lebih tertarik untuk mengunjungi perpustakaan dan membaca buku sehingga akan meningkatkan minat membaca sekaligus meningkatkan wawasan mereka. Dari situlah akan terciptanya penerus bangsa yang
memiliki wawasan yang luas serta berjiwa kreatif dan inovatif.
i
Kondisi Perpustakaan Sebelum Dihias
Gerakan Ayo Menabung
“ Dengan membiasakan untuk menabung terbentuknya karakter siswa-siswi yang hemat, cerdas
dan rajin menabung.“
Latar Belakang
Menabung merupakan sebuah kebiasaan yang harus ditanamkan dan dimulai sejak dini. Kebiasaan menabung akan sangat sulit dilaksanakan apabila tidak dibiasakan sejak dini. Adanya kegiatan menabung dapat merencakanan masa depan anak yang lebih baik. Menabung merupakan salah satu
kegiatan positif yang bertujuan membangun dan harus dibiasakan sejak dini, karena menabung mengajarkan kita bagaimana cara menghemat dan menyimpan uang agar tidak menjadi manusia yang boros.
Pembinaan untuk keinginan dan kebutuhan terhadap anak dirasa perlu dilakukan agar kelak anak tersebut tidak menjadi anak yang boros tetapi anak yang rajin menabung sehingga mampu menggapai apa yang diharapkan dan dicita-citakan.
Pelaksanaan Program
Ayo menabung mengajarkan siswa-siswi untuk mengenal kebutuhan dan keinginan, sehingga mereka dapat menentukan skala prioritas diri sendiri agar nantinya mampu meraih cita-cita dan harapan mereka.
Program Ayo Menabung mengajarkan siswa – siswi sekolah dasar untuk membiasakan menabung sejak dini agar mampu meraih cita -cita mereka. Kegiatan diadakan pada hari Rabu, 2 Agustus 2019 pada kelas IV SD N 02 Bandung dengan jumlah siwa sebanyak 21 siswa..
Selain sosialisasi dan memberikan materi, kami juga mengajarkan membuat prakarya berupa celengan yang terbuat dari botol plastik bekas, toples maupun kaleng bekas. Selain memanfaatkan barang bekas, celengan ini akan bermanfaat untuk menyimpan uang siswa-siswi tersebut.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Kedepannya, dengan adanya celengan yang telah dibuat bersama dikelas, siswa – siswi dapat membiasakan diri untuk rajin menabung setiap harinya agar nantinya dapat dipergunakan untuk meraih cita-cita dan harapan mereka.
Timbulnya kesadaran anak-anak untuk dapat menyisihkan sebagian dari uang yang mereka punya agar dapat di tabung ke celengan serta adanya
dorongan dari orang tua mereka untuk membiasakan menabung dengan memasukkan uang ke dalam celengan. Dengan membiasakan untuk menabung terbentuknya karakter siswa-siswi yang hemat, cerdas dan rajin menabung.
Fun Science Experiment
“Mengetahui dan memahami Ilmu Pengetahuan Alam lebih mudah dan menarik jika dilakukan dengan
praktek atau eksperimen.”
Latar Belakang
Sistem pembelajaran di Sekolah Dasar umumnya hanya melalui teori saja. padahal ada beberapa ilmu pengetahuan yang perlu dipahami bukan hanya melalui teori nanum juga perlu adanya praktek karena jika hanya melalui teori saja siswa belum tentu bisa memahami dengan baik materi yang disampaikan
oleh guru. Salah satu ilmu pengetahuan yang memerlukan pemahaman melalui praktek yaitu Ilmu Pengetahuan Alam.
Mengetahui dan memahami Ilmu Pengetahuan Alam lebih mudah dan menarik jika dilakukan dengan praktek atau eksperimen. Fun Science Experiment merupakan program kerja yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa melalui praktek atau eksperimen mengenai ilmu pengetahuan alam yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka dapat memahami dengan mudah dan dapat berfikir secara kritis tentang peristiwa alam yang terjadi disekitar.
Pelaksanaan Kegiatan
Fun Science Experiment dilaksanakan di SD N 1 Bandung dan SD N 2 Bandung serta sasaranya adalah siswa kelas 6 dan kelas 5. Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa, 6 Agustus dan hari Kamis, 8 Agustus 2019 2019 pukul 08.00 WIB. Tujuan dari program ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa SD N 1 dan SD N 2 Bandung melalui praktek atau eksperimen mengenai ilmu pengetahuan alam yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Materi yang disampaikan yaitu meliputi eksperimen tentang pelangi, terjadinya lisrtik statis dan pengetahuan umum mengenai antariksa. Media yang digunakan dalam ekperimen ini adalah bahan-bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ekperimen tentang pelangi. media yang digunakan yaitu permen warna-warni dan air. Untuk eksperimen terjadinya listrik statis alat yang digunakan yaitu penggaris plastik dan kertas yang disobek menjadi kecil-kecil. Untuk menimbulkan listrik statis penggaris plastik digosok-gosokan pada rambut yang kering atau pada buku tebal. Pengetahuan umum mengenai antariksa dipaparkan melalui video yang menarik untuk siswa.
Selain itu juga diajarkan pemahaman mengenai berbagi peristiwa alam seperti terjadinya pelangi, terbentuknya listrik statis dan pengetahuan tentang
antariksa menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa sehingga meningkatkan antusiasme siswa dalam memperoleh dan memahami materi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Kegiatan ini berjalan dengan lancar. Seluruh siswa menunjukan antusiasme yang tinggi. Kami selaku Tim KKN UNNES merasa senang dengan antusiasme yang ditunjukan oleh seluruh siswa. Harapan kami dengan adanya program ini dapat memberikan pemahaman meningkatkan ketertarikan siswa pada ilmu pengetahuan alam.
Dengan adanya kegiatan tersebut dapat menigkatkan kreativitas siswa dan melatih siswa untuk berfikir kiritis terhadap fenomena-fenomena alam yang terjadi disekitar melalui pembelajaran IPA yang menyenangkan.
BIDANG
EKONOMI
✓
Pelatihan Pencatatan Pembukuan
Sederhana UMKM
✓
Branding Packaging Produk UMKM
✓
Sosialisasi Legalitas Produk
Pelatihan Pencatatan Pembukuan Sederhana
UMKM
“Adanya kegiatan ini pemilik UMKM memperoleh pengetahuan atau pemahaman lebih mengenai pembukuan yang selanjutnya dapat diaplikasikan
dalam mengelola keuangan usahanya.”
Latar Belakang
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu penggerak perekonomian rakyat yang memberikan kontribusi signifikan dalam memacu
perekonomian nasional. Di Desa Bandung Kecamatan Mayong terdapat UMKM yang mengolah produk dari bahan singkong karena Desa Bandung merupakan desa yang terkenal dengan komoditi singkongnya. Hampir di sepanjang jalan Desa Bandung terdapat kebun singkong yang merupakan milik sebagian warganya.
Kurangnya pengetahuan dan kesadaran pemilik UMKM dalam pencatatan dan pembukuan keuangan menjadi alasan kami mengadakan pelatihan mengenai pencatatan pembukuan sederhana.
Pelaksanaan Kegiatan
Pelatihan Pencatatan Pembukuan dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2019 yang berlokasi di tempat UMKM “HARUNA” Desa Bandung pada pukul 16.00 WIB. Dalam pelatihan ini, pembicaranya berasal dari Tim KKN UNNES Desa Bandung. Pelatihan ini diikuti oleh pemilik UMKM “HARUNA”. Pelatihan ini dimulai dengan
menyampaikan informasi atau referensi materi
mengenai pembukuan sederhana secara umum.
Tim KKN UNNES menjelaskan dari awal mengenai pengertian dan tujuan pembukuan sederhana hingga
menjelaskan mengenai pencatatan dasar akuntansi dan laporan laba/ rugi.Setelah menyampaikan informasi atau referensi materi, Tim KKN UNNES dan pemilik UMKM mempraktikkannya dari pencatatan dasar akuntansi hingga laporan laba/ rugi.
Dalam pelatihan ini, pemilik UMKM juga aktif bertanya dan pada akhir pelatihan Tim KKN UNNES memberikan informasi atau referensi materi kepada pemilik UMKM sebagai pegangan untuk kedepannya sehingga pelatihan ini berjalan dengan baik. Di Desa Bandung terdapat dua UMKM.
Hambatan pada pelatihan ini adalah Tim KKN UNNES hanya bisa memberikan pelatihan pada salah satu UMKM saja. Hal ini dikarenakan UMKM yang satunya sudah pernah mendapatkan pelatihan pencatatan pembukuan sederhana sehingga tidak perlu mendapat pelatihan lagi. Harapan kedepannya pemilik UMKM dapat mengaplikasikan materi yang telah disampaikan.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Adanya kegiatan ini pemilik UMKM memperoleh pengetahuan atau pemahaman lebih mengenai pembukuan yang selanjutnya dapat diaplikasikan dalam mengelola keuangan usahanya. Pemilik dapat membuat pembukuan sendiri yang lebih baik tertib dalam melakukan pencatatan keuangannya sehingga dapat terukur pengeluaran, pemasukan, dan keuntungannya yang diperoleh serta dapat diketahui perkembangan usahanya.
Branding Packaging Produk UMKM
“Adanya kegiatan ini meningkatkan kemampuan pemilik UMKM dalam membuat kemasan produk yang menarik, mencantumkan beberapa hal yang
diperlukan dalam kemasan sehinga dapat meningkatkan penjualan mereka.”
Latar Belakang
UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Produksi dari UMKM beragam mulai dari pakaian, asesoris, makanan sampai minuman.
Desa Bandung di kecamatan Mayong, Jepara yang merupakan salah satu desa penghasil singkong. Terdapat beberapa UMKM yang mengolah singkong menjadi keripik singkong. Keripik singkong yang diproduksi memiliki kemasan yang masih sangat sederhana. Sehingga, untuk dapat meningkatkan kemenarikan dari keripik singkong tersebut, dibuatlah packaging/kemasan yang dapat menarik minat beli konsumen. Kemasan yang baik dan menarik adalah kunci dari laku tidaknya sebuah produk. Ketika rasa enak tetapi kemasan tidak menarik, konsumen pastilah tidak berminat untuk membelinya.
Pelaksanaan Kegiatan
Program kerja ini dilakukan pada tanggal 31 Juli 2019 yang berlokasi di rumah pemilik UMKM di Desa Bandung pada pukul 15.30 WIB. Program kerja ini diikuti oleh pemilik UMKM dengan bahan dasar singkong yang ada di Desa Bandung. Program kerja ini dilakukan oleh Tim KKN UNNES sebagai pembicara.
Pelaksanaan dimulai dengan memberikan materi kepada pemilik UMKM mengenai standar packaging produk. Selain pemaparan materi, Tim KKN juga memberikan contoh – contoh packaging yang
sesuai standar. Dengan pengetahuan tersebut, pemilik UMKM dapat memperbaiki packaging produk mereka agar menjadi lebih menarik. Setelah packaging lebih menarik dan informasi dalam packaging telah tertera, pemasaran produk akan menjadi lebih mudah dan lebih luas.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Adanya kegiatan ini meningkatkan kemampuan pemilik UMKM dalam membuat kemasan produk yang menarik, mencantumkan beberapa hal yang diperlukan dalam kemasan sehinga dapat meningkatkan penjualan mereka.
Pemilik UMKM di Desa Bandung memperoleh pengetahuan dan informasi baru terkait packaging produk yang dapat meningkatkan penjualan produk. Selain pengetahuan, pemilik UMKM juga memperbaiki packaging mereka dengan memberikan stiker berwarna dalam kemasannya. Plastik yang digunakan untuk membungkus juga mengalami peningkatan kualitas. Ukuran produk per kemasan telah menyesuaikan dengan permintaan pasar yang ada.
Permintaan pasar yang semakin beragam membuat pemilik usaha harus dapat membuat produk dan packaging produk yang menarik. Dengan packaging yang baik dan menarik, permintaan pasar menjadi lebih banyak. Makin bertambahanya pengetahuan pemilik UMKM tentang kemasan olahan singkong dan tentang standarisasi kemasan UMKM yang sesuai.
Sosialisasi Legalitas Produk UMKM
“Melalui kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada pemilik UMKM mengenai penjelasan terkait PIRT, Pentingnya memiliki izin PIRT, serta cara mengurus
izin PIRT ke Dinas Kesehatan Kabupaten setempat agar kelak pemilik UMKM dapat melegalkan
produknya.”
Latar Belakang
Salah satu produk hasil pertanian unggulan di Desa Bandung adalah singkong. Singkong mentah apabila dijual harganya murah, sehingga beberapa
warga Desa Bandung mengolah singkong menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, yaitu keripik singkong. Keripik singkong ini belum bisa dipasarkan ke supermarket besar karena belum memiliki izin keamanan pangan.
Dengan kondisi yang demikian, tim KKN UNNES mencanangkan program “Sosialisasi Legalitas Produk UMKM” sebagai salah satu solusinya. Legalitas produk yang dimaksud yaitu PIRT yang merupakan sertifikat pangan bagi industri skala rumah tangga yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan kabupaten setempat. Dengan memiliki izin PIRT, produk industri rumahan dapat diterima oleh toko-toko besar karena sudah terjamin keamanannya.
Pelaksanaan Kegiatan
Sosialisasi legalitas produk dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2019 yang berlokasi di UMKM “Haruna” Desa Bandung pada pukul 16.00 WIB. Pelatihan ini diikuti oleh pemilik UMKM “Haruna” yang menjual produk berupa keripik singkong dan aneka makanan ringan lainnya. Pembicara dalam sosialisasi ini adalah anggota tim KKN UNNES Desa Bandung, yakni Novi Nur Setianingsih.
Sosialisasi legalitas produk difokuskan mengenai izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang merupakan sertifikat pangan untuk produk industri berskala rumah tangga. Sosialisasi diawali dengan memberikan penjelasan mengenai pengertian PIRT, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pentingnya memiliki izin PIRT dan diakhiri dengan penjelasan tentang bagaimana cara mengurus izin PIRT serta persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dalam mengurus izin PIRT. Sosialisasi legalitas produk dilaksanakan secara door to door ke UMKM yang ada di Desa Bandung.
Di Desa Bandung terdapat dua UMKM. Hambatan dalam sosialisasi legalitas produk UMKM tersebut adalah tim KKN hanya bisa melakukan sosialisasi di salah satu UMKM yang ada. Hal ini dikarenakan UMKM yang satunya sudah pernah mendapat materi mengenai sosialisasi perizinan usaha sehingga tidak perlu sosialisasi lagi.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Melalui kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada pemilik UMKM mengenai penjelasan terkait PIRT, Pentingnya memiliki izin PIRT, serta cara mengurus
izin PIRT ke Dinas Kesehatan Kabupaten setempat agar kelak pemilik UMKM dapat melegalkan produknya. Pemilik UMKM dapat mengetahui cara mengurus izin PIRT ke Dinas Kesehatan Kabupaten setempat agar kelak pemilik UMKM dapat melegalkan produknya.
Kedepannya diharapkan para pemilik UMKM dapat mendaftarkan produknya untuk memperoleh izin PIRT sehingga produk yang dijual menjadi legal dan dapat diterima di toko-toko besar sehingga memiliki pasar yang semakin luas.
BIDANG
KESEHATAN
✓
Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun
(CTPS)
✓
Senam Pagi Anak-anak
✓
Pendampingan Survei Gizi
✓
Sosialisasi penyakit TB Paru
✓
Pendampingan Posyandu Lansia
Sosialisasi CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun)
“Adanya Sosialiasai Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang mencuci tangan dengan sabun kepada siswa serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya manfaat cuci tangan dan perubahan perilaku untuk membiasakan melakukan praktik cuci tangan yang baik dan benar.”
Latar Belakang
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu kebutuhan wajib semua orang. Tak terkecuali, bagi para siswa di sekolah. Salah satu kegiatan di sekolah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan mereka adalah
dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Salah satunya adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun.
Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu upaya pencegahan berbagai penyakit. Hal tersebut karena tangan menjadi pembawa kuman dan bakteri penyebab penyakit yang dapat berpindah dari satu orang ke orang yang lain, baik dengan kontak fisik secara langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunkan permukaan-permukaan lain, seperti handuk, piring, gelas, dan sebagainya).
Mengingat akan pentingnya manfaat dari kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), terutama untuk anak-anak usia dini menjadikan alasan bagi tim KKN UNNES untuk melaksanakan program kerja sosialisasi CTPS di Sekolah Dasar (SD).
Pelaksanaan Program
Ada 7 langkah cara cuci tangan yang baik dan benar. Cuci Tangan Pakai Sabun biasa disingkat dengan CTPS.
Program sosialisasi CTPS ini diselenggarakan di sekolah. Sasaran dari program ini adalah siswa SD, sehingga program ini dilaksanakan dua kali bertempat
di SD N 01 Bandung dan SD N 02 Bandung. Sosialisasi CTPS bertujuan untuk mengetahui manfaat dan membiasakan cuci tangan pakai sabun pada anak usia sekolah. Dalam program kerja sosialisasi CTPS, mahasiswa KKN mengajarkan pengertian cuci tangan, manfaat cuci tangan, waktu penting untuk cuci tangan, serta cara melakukan cuci tangan yang baik dan benar dengan menggunakan media lagu “7 Langkah Cara Cuci Tangan”.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Melakukan sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) kepada para siswa dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai cuci tangan, waktu penting untuk cuci tangan, serta cara melakukan cuci tangan yang baik dan benar dengan
menggunakan media lagu “7 Langkah Cara Cuci Tangan”.
Adanya Sosialiasai Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang mencuci tangan dengan sabun kepada siswa serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya manfaat cuci tangan dan perubahan perilaku untuk membiasakan melakukan praktik cuci tangan yang baik dan benar
Kegiatan ini menjadikan para siswa memiliki kesadaran akan kesehatan diri dan lingkungan mereka serta memiliki bekal pengetahuan untuk mempraktikkan dan menanamkan aktivitas mencuci tangan yang baik dan benar sejak usia sedini mungkin untuk memenuhi standar kesehatan.
Para siswa SD sangat antusias untuk melakukan praktik cuci tangan dengan baik dan benar. Mereka juga lebih mudah menghafal langkah-langkahnya dengan didukung dengan lagu yang diajarkan sebagai media pembelajaran yang mudah diterima dan diingat.
Senam Pagi Anak-anak
“ Adanya Program Senam Pagi Anak-anak meningkatkan taraf kesehatan dan kebugaran anak-anak di desa Bandung. Selain itu juga untuk mempererat hubungan antara peserta senam dengan Tim KKN. “
Latar Belakang
Senam pagi anak- anak merupakan program yang dilakukan dalam rangka meningkatkan semangat, kesehatan dan kebugaran anak-anak. Senam pagi ini sangat baik untuk dilaksanakan karena dapat melatih fisik dan merenggangkan otot yang kaku. Selain itu, senam ini juga dilakukan untuk mempererat hubungan antara peserta anak- anak maupun anggota KKN.
Pelaksanaan Kegiatan
Senam ini dilakukan pada setiap hari libur sekolah yaitu hari minggu yang berlangsung pada pukul 08.00 pagi di halaman posko kami, senam yang dilakukan adalah senam kebugaran.
Senam kebugaran ini diikuti oleh kurang lebih 25 peserta anak- anak yang didominasi oleh peserta anak- anak perempuan. Peserta yang mengikuti senam ini terdiri dari anak- anak mulai dari usia balita sampai anak usia 13 tahun. Senam ini dilakukan dengan dua kali pengulangan karena durasi senam ini yang hanya berlangsung 15 menit.
Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh anggota KKN Desa Bandung dari yang turut mengikuti senam ini pada barisan belakang, respon positif ditunjukkan oleh anak- anak yang mengikuti senam ini. Banyak diantara mereka yang meminta pengulangan senam dilakukan kembali. Namun, karena keterbatasan waktu senam ini hanya dilakukan dua kali pengulangan.
Respon baik pun lebih ditunjukkan pada saat akhir kegiatan senam, yaitu saat pembagian air minum untuk seluruh peserta senam. Tindak lanjut dari program ini adalah diharapkan kepada anak- anak agar tetap menjaga kesehatan tubuh mereka serta
tetap mempertahankan hubungan batin dengan temannya.
Faktor pendukung dari program ini adalah partisipasi anak-anak yang mau mengikuti kegiatan senam pagi. Selain itu, kerja sama yang ditunjukkan oleh peserta KKN Desa Bandung juga ikut andil dalam mensukseskan program ini. Sedangkan faktor penghambat pada program ini adalah keterbatasan waktu dalam pelaksanaan senam ini. Mengingat banyak kegiatan lain yang dilakukan setelah program ini
Hasil Kegiatan dan Luaran
Senam pagi ini merupakan aktifitas yang sangat baik untuk dilaksanakan karena dapat melatih fisik dan merenggangkan otot yang kaku. Program Senam Pagi Anak-anak sebagai salah satu kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk kebugaran dan kesehatan para peserta yang menigikuti senam pagi yang di adakan oleh tim KKN UNNES.
Adanya Program Senam Pagi Anak-anak meningkatkan taraf kesehatan dan kebugaran anak-anak di desa Bandung. Selain itu juga untuk
mempererat hubungan antara peserta senam dengan Tim KKN.
Anak-anak Desa Bandung menunjukan antusiasme yang luar biasa dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan senam pagi anak-anak yang bertujuan meningkatkan kebugaran. berbagai macam gerakan dan lagu diputar sesuai ritme dan irama yang tepat. Senam dilakukan dengan lagu dan gerakan yang menghibur sehingga antusiasme pengikut senam sangat baik.
Pendampingan Survei Gizi
“Desa Bandung sebagai salah satu bagian masyarakat yang sadar akan pengentasan Balita Stunting rutin diadakan Pengecekan Status Gizi Anak serta terpantaunya tumbuh kembang anak di desa bandung melalui survei gizi.”
Latar Belakang
Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur akibat kurangnya penyerapan nutrisi. Kejadian balita stunting (pendek) merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir, pendek memiliki
prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk. Untuk itu kami turut serta dalam mendampingi Survei Penilaian Status Gizi Anak yang diselenggarakan.
Pelaksanaan Kegiatan
Pendampingan Survei Gizi Anak di Desa Bandung dilaksanakan di Posyandu yang ada di Desa Bandung. Di Desa Bandung terdapat tiga posyandu yakni Tunas Jaya I, Tunas Jaya II, dan Tunas Jaya III. Lokasi Tunas Jaya I yakni di Poli Kesehatan Desa yan teretak di samping Balai Desa. Tunas Jaya II terletak di RT 01 RW 02 dan Tunas Jaya III terletak di Dukuh Tenggareng. Kegiatan posyandu dilaksanakan pada tanggal 6,7,8 Agustus dimulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Jumlah balita yang mengikuti kegiatan ini berkisaran sejumlah 130 balita.
Kegiatan posyandu bertujuan untuk memantau
kesehatan Ibu dan Anak serta memantau
perkembangan serta pertumbuhan anak sedangkan survei gizi sendiri bertujuan untuk mengetahui status gizi anak tersebut. Kegiatan ini melibatkan Bidan Desa, Kader Posyandu serta Petugas Puskesmas Mayong I. sasaran dari kegiatan ini adalah ibu yang memiliki
anak balita serta anak balita. Selain mendampingi kegiatan tersebut mahasiswa KKN UNNES juga memberikan makanana tambahan bagi balita berupa pudding
Hasil Kegiatan Dan Luaran
Pada bulan Agustus diadakan Survei Status Gizi bertepatan dengan kegiatan Posyandu. Desa Bandung sebagai salah satu bagian masyarakat yang sadar akan pengentasan Balita Stunting rutin diadakan Pengecekan Status Gizi Anak serta terpantaunya tumbuh kembang anak di desa bandung melalui survei gizi. Adanya kegiatan ini dapat memantau tumbuh kembang anak yang seharusnya pada seusianya dan dapat memberikan sebuah pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat desa setempat.
Sosialisasi Penyakit TB Paru
“Bagi kader posyandu dan tim KKN yang sudah mengikuti sosialisasi penyakit TB Paru tersebut, kedepannya diharapkan dapat menerapkan materi sosialisasi tersebut di masyarakat, terutama dalam mendeteksi orang yang terkena penyakit TB Paru serta tindakan pencegahan penularannya.”
Latar Belakang
Tuberkullosis (TB) Paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru sehingga disebut TB Paru. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan TB juga bisa menyerang tulang, otak,
dan anggota tubuh lainnya. TB menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah sedang berupaya untuk mencegah penularan penyakit TB agar penyakit TB tidak merajalela lagi. Upaya ini harus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Desa Bandung.
Pelaksanaan Kegiatan
Sosialisasi penyakit TB Paru dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Juli 2019 pukul 10.30 WIB yang bertempatkan di Balai Desa Bandung. Sosialisasi ini diikuti oleh beberapa ibu-ibu kader posyandu beserta anggota Tim KKN Desa Bandung. Pembicara dalam sosialisasi ini adalah pegawai dari puskesmas Kecamatan Mayong. Sosialisasi ini sengaja diberikan kepada para kader posyandu agar lebih efektif karena nantinya yang akan mengawasi penyakit TB Paru ini di Desa Bandung adalah para kader tersebut dibantu oleh Tim KKN.
Sosialisasi penyakit TB Paru diawali dengan penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan penyakit TB, khususnya TB Paru. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai bagian tubuh mana saja yang dapat terserang penyakit TB, bagaimana
ciri-ciriya, cara penularannya dan bagaimana cara mengatasinya. Sosialisasi ini diakhiri dengan penjelasan mengenai langkah-langkah apa yang harus dilakukan para kader maupun tim KKN jika mengetahui ada masyarakat yang dicurigai terkena penyakit TB Paru.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Sosialisasi tersebut dapat berjalan lancar. Peserta mendengarkan penjelasan pembicara dengan baik. Hasil dari sosialisasi penyakit TB Paru tersebut adalah para kader dan tim KKN dapat mengetahui mengenai penyakit TB Paru sehingga nantinya bisa membantu mengawasi masyarakat yang kemungkinan terkena penyakit TB Paru.
Bagi kader posyandu dan tim KKN yang sudah mengikuti sosialisasi penyakit TB Paru tersebut, kedepannya diharapkan dapat menerapkan materi sosialisasi tersebut di masyarakat, terutama dalam mendeteksi orang yang terkena penyakit TB Paru serta tindakan pencegahan penularannya. Sehingga, angka penyakit TB Paru bisa ditekan dan penyakit tersebut tidak semakin berkembang di masyarakat.
Pendampingan Posyandu Lansia
“Adanya peran keluarga yang baik dan mendukung akan memberikan motivasi dalam diri lansia untuk menjaga kesehatannya dan teratur datang ke posyandu lansia.”
Latar Belakang
Posyandu lansia merupakan pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan pada lanjut usia. Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lanjut usia, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan lanjut usia ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lanjut usia untuk mencapai masa tua
bahagia dan berguna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya.
Sebagai wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada lanjut usia, pemerintah telah mencanangkan pelayanan pada lanjut usia melalui beberapa jenjang. Pelayanan ditingkat masyarakat adalah Posyandu Lansia, pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar adalah Puskesmas, dan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan adalah Rumah Sakit.
Pelaksanaan Kegiatan
Pendampingan Posyandu Lansia dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2019 pukul 09.00 yang diselenggarakan di Klinik Bidan Desa Bandung. Agenda tersebut meliputi : membantu memeriksa kesehatan para lansia serta mengajarkan gerakan – gerakan senam lansia yang dipimpin oleh Ajeng Karima.
Lansia yang datang dilakukan pengecekan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah dan berat badan serta diberikan makanan tambahan. Kemudian setelah dilakukan medical check up dari Tim KKN Unnes mengajak para lansia untuk melakukan senam.
Senam lansia ini terdiri dari gerakan senam yang sederhana. Gerakan-gerakan senam tersebut berfungsi unuk mencegah stroke dan diabetes. Para lansia sangat partisipatif dengan adanya pendampingan tersebut. Nantinya, para lansia tersebut dapat mempraktekan gerakan senam lansia tersebut di rumah masing –masing untuk melatih kebugaran.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Tim KKN Unnes membantu mendampingi dalam memberikan pelayanan kesehatan pada lansia serta mensosialisasikan senam lansia kepada para lansia. Harapannya para lansia menjadi lebih sadar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran diri serta lebih aktif bergerak agar badan tetap fit
BIDANG
LINGKUNGAN
✓
Plangisasi
✓
Sosialisasi Pemilahan Sampah
✓
Pendataan E-KTP dan KIA
✓
Apotek Hidup
✓
Daur Ulang
Plangisasi
“Program kerja di bidang lingkungan dan infrastruktur meliputi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan segi fisik serta pelestarian lingkungan dan menjaga lingkungan agar tetap nyaman dan sehat.”
Latar Belakang
Progam kerja plangisasi merupakan program pembuatan papan penunjuk arah. Plang yang dibuat berupa papan penunjuk arah yang diletakan di beberapa titik lokasi tertentu. Tujuannya untuk menunjukan arah, lokasi, rumah ketua RT, ketua RW, rumah petinggi, dan larangan membuang sampah.
Kondisi desa Bandung awalnya belum ada penunjuk arah menuju lokasi tiap RT dan belum ada plang nama lokasi seperti batas RT, batas RW, penunjuk rumah ketua RT/RW dan rumah petinggi desa. Selain itu, belum semua RT di desa Bandung memiliki gapura, sehngga tidak ada batas tiap RT. Tentunya hal ini sedikit membingungkan para pendatang baru yang mencari lokasi atau ketua RT misalnya.
Pelaksanaan Kegiatan
Program KKN Bidang Infrastruktur dan Lingkungan yang telah dilaksanakan oleh tim KKN Desa Bandung antara lain Plangisasi RT/RW, Plangisasi Larangan membuang sampah sembarangan, Plangisasi arah penunjuk jalan.
Plangisasi Arah Penunjuk Jalan, RT/RW, Larangan Membuang Sampah merupakan merupakan salah salah satu program KKN yang bertujuan memudahkan masyarakat untuk mencari informasi arah jalan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2019 pukul 14.00 WIB - selesai dan Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2019 pukul 08.00 WIB – selesai di depan balai Desa Bandung dan dusun tenggareng.
Hasil dari kegiatan ini sebagai kenang-kenangan KKN UNNES 2019 untuk masyarakat Desa Bandung.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan keindahan dan kebersihan, kegiatan ini sangat cocok dan relevan karena sepanjang jalan dusun tenggaring begitu banyak sampah berserakan karena hal itu diharapkan dengan kegiatan ini membuka mata masyarakat di Desa Bandung untuk tidak membuang sampah di sepanjang jalan dusun Tenggareng.
Sosioalisasi Pemilahan Sampah
“Sekolah yang bersih dan rapi akan mencetak generasi-generasi muda yang bermutu dan berkualitas karena didukung oleh lingkungan yang nyaman. Dengan lingkungan yang nyaman, maka siswa dan siswi akan belajar dengan tenang dan tertib. “
Latar Belakang
Sampah adalah suatu bahan atau hasil aktivitas manusia yang sudah tidak dipakai lagi. Bagi warga desa Bandung terkait permilihan dan pengolahan sampah masih menjadi hal yang jarang dan awam
bagi warga. Sampah yang dihasilkan oleh masyarakaat hanya di buang di satu tempat kemudian dibakar.
Salah satu fasilitas umum yang ada di desa Bandung adalah sekolah dasar. Pemilahan sampah sangat penting dilakukan bagi lingkungan sekolah. Pemilihan sampah selain memberi manfaat bagi lingkungan juga memberikan meningkatkan kreativitas siswa dan siswi dalam mengolah barang bekas menjadi barang yang bermanfaat.
Sekolah yang bersih dan rapi akan mencetak generasi-generasi muda yang bermutu dan berkualitas karena didukung oleh lingkungan yang nyaman. Dengan lingkungan yang nyaman, maka siswa dan siswi akan belajar dengan tenang dan tertib.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Progja lainya yang berkaitan dengan bidang lingkungan adalah Sosialisasi Pemilahan Sampah. Kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah dilakukan oleh siswa siswi SD1 Bandung dan SD 2 Bandung bersama Tim KKN UNNES pada hari Rabu, 7 Agustus 2019 dan Jum’at, 9 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB sampai selesai. Sosialisasi Pemilahan Sampah
dilakukan bertujuan untuk. Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa SD 1 Bandung dan SD 2 Bandung tentang pentingnya pemilahan sampah.
Kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah dilakukan di sekolah SD 1 Bandung dan SD 2 Bandung semua siswa dan warga sekolah ikut berpartisipasi. Kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan suatu apapun. Untuk mendukung program kerja ini kami memberikan 4 buah tong sampah yang telah dikelompokan menjadi tempat sampah anorganik dan organik.
Semua warga SD 1 Bandung dan SD 2 Bandung ikut berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah di Sekolah. Dengan adanya Sosialisasi Pemilahan Sampah lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan indah serta sehat. Sebagai bentuk dukungan program ini kami memberikan 4 tong sampah untuk setiap sekolah.
Adanya Sosialisasi Pemilahan Sampah adalah terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan rapi sehingga menciptakan generasi penerus bangsa yang bermutu dan berkualitas. Siswa dapat membedakan antara sampah organic dan non organic. Selain itu kami pun memberikan beberapa tong sampah yang sudah dibedakan antara organic dan non organik
Pendataan E-KTP dan KIA
“Program pendataan ini bertujuan membantu mendata masyarakat yang belum mempunyai E-KTP dan yang belum membuat KIA dan hasil dari data tersebut diserahkan kepada dinas DUKCAPIL Kabupaten Jepara. Diharapkan dari program ini masyarakat bisa mengetahui pentingnya pendataan penduduk.”
Latar Belakang
E-KTP atau Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik
secara segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi.
Sedangkan Kartu Identitas Anak ( KIA) adalah kartu yang diterbitkan Pemerintah untuk melakukan pendataan, memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional anak – anak yang ada di Indonesia. Di Kabupaten Jepara sendiri Program KIA di canangkan untuk anak berumur 0 sampai dengan 5 tahun.
Program pendataan ini bertujuan membantu mendata masyarakat yang belum mempunyai E-KTP dan yang belum membuat KIA dan hasil dari data tersebut diserahkan kepada dinas DUKCAPIL Kabupaten Jepara. Diharapkan dari program ini masyarakat bisa mengetahui pentingnya pendataan penduduk.
Pelaksanaan Program
Dilaksanakan pada tanggal 24 Juli yang berlokasi di Balai Desa Bandung dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB. Sasaran program ini yaitu seluruh masyarakat Desa Bandung yang belum perekaman E-KTP dan bagi anak-anak yang berusia 0-5 tahun belum memiliki Kartu Identitas Anak. Pada
kegiatan pendataan E-KTP dan KIA memiliki beberapa hambatan seperti : warga belum mengetahui pentingnya KIA, kesadaran warga mengenai mengurus akte kelahiran sehingga sulit memenuhi syarat pembuatan KIA, dalam pelaksanaan pendataan KIA mengharuskan tim KKN datang dari rumah ke rumah warga, sebagaian besar masyarakat sudah melakukan perekaman E-KTP namun belum jadi.
Dari tim KKN mengalami kekhawatiran dalam pendataan warga yang belum memiliki akte kelahiran hal ini dikarenakan jika telat mengurus akte akan dikenakan denda, dalam hal kerjasama dengan Dinas ada hambatan yaitu: Dinas DUKCAPIL menargetkan minimal 50 warga yang belu perekaman E-KTP dan 100 KIA. Pada kenyataan data yang kami peroleh di lapangan hanya 15 E-KTP dan 8 KIA. Hal inilah yang menyebabkan kerjasama dengan Dinas DUKCAPIL dibatalkan karena kurang dari target permintaan dan mendekati hari penarikan KKN.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Tim KKN UNNES juga memberikan informasi mengenai kesadaran akan pentingnya E-KTP dan KIA yaitu bekerjasama dengan Dinas DUKCAPIL. Program pendataan E-KTP dan KIA diharapkan bisa membantu Pemerintah dalam mentuntaskan pendataan kependudukan.
Apotek Hidup
“Dengan adanya apotek hidup disekitar rumah, dapat membantu masyarakat ketika mengalami beberapa penyakit yang membutuhkan obat dengan segera.”
Latar Belakang
Apotek hidup adalah memanfaatkan sebagian tanah untuk ditanami tanaman obat – obatan untuk keperluan sehari – hari. Obat tradisional umumnya lebih alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat – obat buatan pabrik. Dengan adanya apotek hidup disekitar rumah, dapat membantu masyarakat ketika mengalami beberapa penyakit yang membutuhkan obat dengan segera.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pembuatan apotek hidup melibatkan ibu – ibu PKK untuk bergotong royong bersama menanam berbagai macan tanaman obat. Kegiatan penanaman apotek hidup dilaksanakan pada 2 Agustus 2019 pukul 10.00 WIB di pekarangan ketua PKK Desa Bandung.
Proses pembuatan kebun apotek hidup dimulai dengan mencari tanah lalu digempurkan dan kemudian dicampur dengan pupuk kompos. Setelah tercampur kemudian dimasukkan ke dalam polybag lalu ditanami tanaman apotek hidup dan disiram. Adapun tanaman yang ditaman meliputi kunyi, jahe, lengkuas, serai, dan lidah buaya. Sebelum penanaman dilakukan, tim KKN melakukan penyuluhan singkat mengenai apotek hidup, jenis tanamannya, manfaatnya sebagai obat serta pengolahannya untuk dikonsumsi sebagai obat.
Hasil Kegiatan dan Luaran
Melalui kegiatan ini Tim KKN Unnes memperkenalkan jenis-jenis tanaman obat – obatan kepada ibu PKK, memberikan pemahaman mengenai pentingnya apotek hidup dalam lingkungan rumah, memahami manfaat dari berbagai macam tanaman apotek hidup. Adanya kegiatan ini Ibu – ibu PKK mulai memahami pentingnya jenis dan manfaat tanaman obat dalam lingkungan sekitar serta Ibu – ibu PKK dapat menularkan pengetahuannya kepada masyarakat lain.
Daur Ulang Sampah Plastik Bungkus Kopi
“Salah satu cara pemanfaatan kembali sampah plastik bungkus kopi adalah dengan membuat suatu kerajinan tangan dari plastik bekas bungkus kopi menjadi tas dan dompet.”
Latar Belakang
Penggunaan plastik dalam kehidupan masyarakat saat ini semakin meningkat. Peningkatan tersebut disebabkan karena sifat plastik yang praktis, mudah didapat serta dapat digunakan untuk banyak hal.
Salah satu cara pemanfaatan kembali sampah plastik bungkus kopi adalah dengan membuat suatu kerajinan tangan dari plastik bekas bungkus kopi
menjadi tas dan dompet. Proses pemanfaatan sampah plastik bungkus kopi untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan.
Pelaksanaan Kegiatan
Adapun tahap-tahap yang ditempuh dalam pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut. 1) Persiapan
Pada tahap ini melakukan latihan terlebih dahulu dengan pengrajin tas dari daur ulang sampah plastic serta persiapan tempat pelatihan yang bertempat di kediaman Petinggi Desa Bandung.
Program ini menyasar para remaja putri di Desa Bandung sebagai peserta dengan jumlah peserta 23 orang. Persiapan kegiatan yakni :
a. Persiapan Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan antara lain:
• Bungkus Kopi Lem
• Kain Benang
• Ritsleting Jarum
• Gunting
Program kegiatan dilaksanakan di rumah Kepala Desa Bandung yang terletak di RT 3 RW 1 Desa Bandung Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara
2) Pelaksanaan
Program ini dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2019. Pelaksanaan pelatihan ini meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut.
a. Penyampaian Materi
Materi yang disampaikan oleh mahasiswa KKN kepada peserta terkait dengan pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan tangan yang berguna dan memiliki nilai ekonomis.
b. Praktik
Berikut ini tahapan peraktik kerajinan
• Langkah pertama bersihkan plastik dari isi yang masih melekat di dalam plastik.
• Langkah kedua potong bagian ujung plastik yang tidak akan dipakai.
• Langkah ketiga lipat plastik ke arah dalam menjadi bentuk persegi panjang dengan panjang sesuai panjang plastik dan lebar satu ruas jari.
• Langkah keempat anyam plastik yang telah dilipat menjadi bentuk kerajinan tangan yang diinginkan.
• Langkah kelima setelah anyaman jadi, jahit kain sebagai bagian dalam dan beri ritsleting dan tali sebagai pegangan pada bagian atas anyaman.
Hasil kegiatan dan Luaran
Dengan pelatihan pembuatan kerajinan tangan menggunakan bahan dasar sampah plastik, khususnya sampah plastik bungkus kopi diharapkan menjadi bekal keterampilan bagi para remaja putri
Dari pelatihan yang telah diberikan, program ini sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik khususnya bungkus kopi di Desa Bandung dan telah meningkatkan kreativitas serta antusias anakr emaja yang ada di Desa Bandung. Selain itu menghasilkan kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi
L
A
M
P
I
R
A
N
Lampiran 1
Biodata Mahasiswa KKN
1. Nama : Febri Dwi Haryanto Affuan
NIM : 3111416033
Jurusan/Fakultas : Ilmu Sejarah/FIS
TTL : Klaten, 07 Februari 1998 No Telp. : 089667871738
Alamat : Desa Kalikangkung RT 04 RW 02 Kecamatan Pangka Kabupaten Tegal
2. Nama : Nur Lailatul Isnaeni
NIM : 2111416013
Jurusan/Fakultas : Sastra Indonesia/FBS
TTL : Pemalang, 14 September 1998 No Telp. : 089607947136
Alamat : Jl. Tanggul Asri RT 7 RW 2, Pedurungan, Semarang
3. Nama : Ari Fitrianingrum
NIM : 2611416016
Jurusan/Fakultas : Sastra Jawa/FBS
TTL : Magelang, 30 Januari 1998 No Telp : 085725892827
Alamat : Dlimas, Tegalrejo, Magelang 4. Nama : Arum Mulyani
NIM : 4411416002
Jurusan/Fakultas : Biologi/FMIPA
TTL : Tegal, 27 Agustus 1998 No Telp. : 085876932852
Alamat : Desa Kemuning RT 04/ 02, Kramat, Tegal
5. Nama : M. Lintang Syach P.
NIM : 6211416014
Jurusan/Fakultas : Ilmu Keolahragaan/FIK
TTL : Magelang, 17 November 1998 No Telp : 081392613498
Alamat : Jl Sriwijaya ( Genuk Karanglo ) RT 4 RW 2 No 38
6. Nama : Ajeng Karima D
NIM : 641141642
Jurusan/Fakultas : IKM/FIKM
TTL : Lampung, 11 Juli 1998 No Telp. : 08813762423
Alamat : Perumahan Permata Regensi Blok H1 32
7. Nama : Novi Nur Setianingsih
NIM : 7111416069
Jurusan/Fakultas : Ekonomi Pembangunan/FE TTL : Ujung Pandang, 10 Februari 1998 No Telp. : 085713481480
Alamat : Sumberjo, Talang, Bayat, Klaten 8. Nama : Katrin Prismanitra
NIM :721141636
Jurusan/Fakultas : Akuntansi/FE
TTL : Semarang, 18 Maret 1998 No Telp. : 081223816995
Alamat : JL. Lebdosari 1 no 16
9. Nama : Muhammad Fathurrohman
NIM : 7211416155
Jurusan/Fakultas : Akuntansi/FE
TTL : Grobogan, 03 Februari 1998 No Telp. : 081225040261
Alamat : Desa Nambuhan RT03/ RW 10, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah
10. Nama : Nurluviyana
NIM : 7311416165
Jurusan/Fakultas : Manajemen/FE
TTL : Temanggung, 7 Juni 1996 No Telp : 081228524416
Alamat : Desa Bantir RT 03/RW 01, Kec. Candiroto, Kab. Temanggung
11. Nama NIM Jurusan/Fakultas TTL No Telp. Alamat
: Yolanda Ainun Wiguna : 8111416233
: Ilmu Hukum/FH
: Semarang, 15 April 1998 : 088216472859
: Jalan Puspanjolo Timur V No 14 B 12. Nama NIM Jurusan/Fakultas TTL No Telp. Alamat
: Anjar Budi Nursyahid : 8111416227
: Ilmu Hukum/FH
: Banjarnegara, 20 April 1998 : 081225286550
: Jalan Panjang Baru Makmur Gg 2, Desa Panjang, Kec. Bae, Kab. Kudu
Lampiran 2
Lampiran 3
Tabel Penanaman Pohon
Jenis Jumlah Lokasi Sumber Estimasi
Dana
Pohon Pohon Penanaman Pohon
(Rp)
Kunyit
20 Kebun PKK Dana Sendiri Kuning
19.000,-Jahe 20 Kebun PKK Dana Sendiri
Lengkuas 20 Kebun PKK Dana Sendiri
Sirih 20 Kebun PKK Sumbangan -Warga
Lidah
20 Kebun PKK Sumbangan
-Buaya Warga
Serai 20 Kebun PKK Sumbangan -Warga
Lampiran 4
Tabel Potensi Desa
INSTRUMEN POTENSI DESA/KELURAHAN
Desa/Kelurahan : Bandung RT/RW : 02/01
Kecamatan : Mayong Kabupaten/Kota : Jepara
I. IDENTITAS RESPONDEN Nama sertakan gambar Parmi
responden
Umur 35 tahun
Jenis Kelamin 1.Laki-laki 2. Perempuan
Pendidikan Terakhir 1.SD 4. D1-D3-D4
masyarakat
MataPencaharian Utama Bidan
Nomor KTP/SIM*(bila ada)
Unsur Lokasi (sertakan Deskripsi Pemilik/ No. HP
Gambar) Penanggungja
wab
Pertanian Padi Pertanian padi
merupakan salah satu
mata pencaharian
utama penduduk desa Bengkok Desa
Bandung, di desa
terdapat lahan
Ekonomi pertanian.
Perkebunan Disepanjang jalan dan
Kapuk di kebun – kebun
warga terdapat Pak Ruskan banyak tanaman kapuk.
Singkong penghasil singkong adalah Desa Bandung. Terdapat banyak kebun singkong di
Desa Bandung. Pak Maskun
Seperti pada gambar disamping yang
menunjukkan kebun singkong yang baru dipanen.
Perkebunan Komoditas sengon Sengon banyak terdapat di
kebun yang terletak di Pak Subani Desa Bandung.
Pendidika Sekolah Dasar, TK Di Desa bandung
n terdapat 2 sekolah
dasar yakni SD N 1
Pak Zaenudin Bandung dan SDN 2
Bandung. Selain
Kanak/TK dan juga Madrasah Diniyah Kesehatan Posyandu Kegiatan ini dilakukan
rutin setiap bulan. Bertempatkan di
Posyandu Tunas Jaya Ibu Parmi 1, Posyandu Tunas
Jaya 2 dan Posyandu Tunas Jaya 3.
Lingkunga Sendang/Mata Sendang ini digunakan
n Air warga sebagai sumber
air. Walaupun sekarang sudah ada
sumber air dari sumur, Dukuh tetapi warga masih Tengaring
banyak yang
menggunakan
sendang ini untuk mandi..
Lampiran 6
Dokumentasi Kegiatan A. Bidang Pendidikan
1. Gerakan Gemar Membaca
2. Gerakan Ayo Menabung
B. Bidang Ekonomi
1. Sosialisasi Legalitas Produk
2. Branding Packaging Produk
3. Pelatihan Pencatatan Pembukuan Sederhana UMKM
C. Bidang Kesehatan
1. Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
2. Senam Pagi Anak – Anak
4. Sosialisasi Penyakit TB Paru
5. Pendampingan Posyandu Lansia
D. Bidang Lingkungan 1. Plangisasi
2. Sosialisasi Pemilahan Sampah
3. Pendataan E-KTP dan KIA
Rincian Dana
RINCIAN PENGGUNAAN DANA KKN LOKASI TAHAP I DESA BANDUNG KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA TAHUN
2019
No Rincian Pengeluaran Volume Satuan Harga Total
Satuan 1. PROGRAM KERJA
A) BIDANG PENDIDIKAN
1 Gemar Membaca
Kertas Mas 4 Buah Rp 1.500,- Rp
6.000,-1 Bungku Rp 1.000,- Rp
1.000,-Jarum s
7.500,-2 Sosialisasi Menabung 1 Gulung Rp 1.200,-Kertas Kado Rp
Kertas Kado 3 Gulung Rp 800,- Rp
2 Kotak Rp Rp
Jajan Gerry Donuts 10.800,-
2 Kotak Rp Jajan Richeese Rp 8.500,-
Sub Total Sosialisasi Menabung Rp
3 Fun Science Experiment
Permen Kacamata 20 Buah Rp 450,- Rp
Cuka 1 Botol Rp 4.000,- Rp 2 Kotak Rp Jajan Richeese Rp 8.500,- 2 Kotak Rp Jajan Tango Rp 9.500,-
Sub Total Fun Science Experiment Rp
TOTAL BIDANG PENDIDIKAN Rp 105.700,-B) BIDANG EKONOMI 1 Pelatihan Akuntansi - - -Keuangan 2 Legalitas Produk - -
-3 BrandingProduk Packaging - -
-C) BIDANG KESEHATAN
1 Pendampingan Survei Gizi
1 Kg Rp Rp Gula Pasir 11.500,- 7 Bungku Rp Puding Instan s Rp 9.000,- 3 Bungku Rp 6.000,-Sendok Kecil s Rp
2.000,-8 Bungku Rp
Puding Instan s Rp 8.500,-
68.000,-2 Kaleng Rp Rp
Susu 10.000,-
20.000,-Sub Total Pendampingan Survei Gizi Rp
2 Senam
3 Kardus Rp Rp
Air Mineral Cup 18.000,-
54.000,-Sub Total Senam Rp
3 Sosialisasi CTPS 4 Kotak Rp Jajan Siip Rp 9.000,- 36.000,-3 Kotak Rp Rp Jajan Chocolatos 11.000,- 33.000,-2 Botol Rp Rp
52.000,-4 Buah Rp
Serbet Rp 3.000,-
12.000,-2 Buah Rp Rp
Banner 15.000,-
30.000,-Sub Total Sosialisasi CTPS Rp
TOTAL PENGELUARAN BIDANG KESEHATAN Rp
D) BIDANG LINGKUNGAN 1 Plangisasi 20 Potong Rp 5.000,-Rp Plat Plang
100.000,-Jasa Potong Plang 20 Potong Rp 1.000,- Rp
20.000,-Kayu Pinus 5 Buah Rp 8.000,- Rp
40.000,-2 Buah Rp Rp
1 Kaleng Rp Rp
14.000,-Pilok 14.000,-
2 Buah Rp 16.000 Rp
32.000,-Papan ,-
Potong Papan 5 Buah Rp 5.000,- Rp
25.000,-1 Kaleng Rp Rp
50.000,-Cat Sunfres Putih 50.000,-
Cutter 2 Buah Rp 6.500,- Rp
13.000,-1 Buah Rp Rp
10.000,-Tukar Cat 10.000,-
1 Botol Rp Rp
12.000,-Thiner 12.000,-
Buku Gambar 2 Buah Rp 3.000,- Rp
6.000,-Sub Total Plangisasi Rp
5 Kaleng Rp Rp Cat Minyak 15.000,- 75.000,-1 Buah Rp Rp Sapporo Hitam 26.000,- 26.000,-1 Botol Rp Rp Thiner 12.000,- 12.000,-4 Kaleng Rp Rp 60.000,-Cat Katalux 15.000,- Kuas 2" 2 Buah Rp 7.000,- Rp 14.000,-1 Kaleng Rp Rp Pilok Black 26.000,-
26.000,-Jajan Richeese 2 Kotak Rp 8.500,- Rp
17.000,-Jajan Tango 2 Kotak Rp 9.500,- Rp
19.000,-Sub Total Sosialisasi Pemilahan Sampah Rp
273.000,-3 Sensus KIA - - -
661.000,-1 Daur Ulang Sampah Plastik
Bungkus Kopi 1 Karung Rp20.000,- Rp
Jahit Tas 1 Paket Rp125.000,- Rp
Sub Total Daur Ulang Sampah Plastik Rp
145.000,-2 Apotek Hidup
Bahan Tanaman 1 Set 19.000,-Rp 19.000,-Rp
Polibag 1 Kg Rp40.000,- 40.000,-Rp
Sub Total Apotek Hidup Rp
59.000,-TOTAL PENGELUARAN KONSERVASI Rp
2. BIAYA MAKAN
Iuran Makan 43 Hari 12 Anak Rp 860.000,- Rp
3. BIAYA EXPO KECAMATAN
Iuran Expo 1 Kali Rp400.000,- Rp
400.000,-Air Mineral Botol 2 Botol Rp 5.000,- Rp
10.000,-Keripik Singkong 15 Bungku Rp 4.000,-Rp s
60.000,-Air Mineral Cup 1 Dus Rp17.500,- Rp
17.500,-Jajanan 26
Bungku
Rp 1.000,-Rp
s
26.000,-Susu Indomilk 14 Kotak Rp
2.500,-Rp
35.000,-TOTAL PENGELUARAN EXPO KECAMATAN Rp
Sarung Tenun 2 Buah Rp90.000,- Rp
Sarung Songket 1 Buah Rp70.000,- Rp
Gelas 1 Paket Rp57.000,- Rp
Mangkok 1 Buah Rp20.000,- Rp
Kertas Kado 1 Paket Rp13.000,- Rp
TOTAL PENGELUARAN KENANG - KENAGAN Rp
5. BIAYA PERPISAHAN
Ingkung 5 Potong Rp130.000,- Rp
140.000,-Tahu 7 Bungku Rp 2.500,- Rp
s
17.500,-Tempe 1 Buah Rp10.000,- Rp
10.000,-Kelapa 2 Buah Rp 7.000,- Rp
14.000,-Minyak Goreng 1 Liter Rp
16.000,-Rp 16.000,-Kerupuk Gandum 0.5 Kg Rp 6.000,- Rp 6.000,-Semangka 2 Buah Rp 16.000,-Rp 32.000,-Jeruk 3 Kg Rp 12.000,- Rp 36.000,-Semangka 4 Buah Rp 6.000,- Rp 24.000,-4 Kg Rp 9.000,-Rp Jeruk
36.000,-6. BIAYA LAIN - LAIN
Sewa Mobil Pick Up 2 Kali Rp250.000,- Rp
Trashbag 1 Pack Rp26.000,- Rp
Fc + Jilid Buku Individu 12 Rangkap Rp 7.500,- Rp
90.000,-1 Buah Rp Rp
24.800,-MMT Posko 24.800,-
Listrik 1,5 Bulan Rp 500.000,- Rp
750.000,-Biaya Keperluan Posko 1 Periode Rp 530.000,- Rp
530.000,-TOTAL BIAYA LAIN - LAIN Rp
TOTAL PENGELUARAN SELAMA KKN Rp
Lampiran 8 Daftar Hadir
PENUTUP
KKN atau Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk pengabdian dari mahasiswa untuk masyarakat. KKN Lokasi Tahap I UNNES Tahun 2019 di Desa Bandung, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara selama 45 hari berjalan dengan lancar dan telah melaksanakan program kerjanya dengan baik. Dari penjelasan program yang telah dipaparkan di bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa Tim KKN Lokasi Tahap I UNNES 2019 di Desa Bandung telah menjalankan berbagai program meliputi bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang lingkungan, bidang ekonomi serta program pendampingan kegiatan desa. Selain itu, Tim KKN Desa Bandung telah mendapatkan banyak ilmu dari masyarakat sekitar melalui kegiatan sosialisasi dengan ibu-ibu PKK, muslimatan, karang taruna, perangkat desa, dan bidan beserta para kadernya. Masyarakat Desa Bandung turut berpartisipasi dalam program yang diadakan oleh Tim KKN sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat dari program tersebut.
Dalam pelaksanaan program tersebut, terdapat kendala dan faktor pendukung saat program kerja dijalankan. Seperti terkendalaa oleh waktu yang kurang sesuai dengan kegiatan warga sehingga Tim KKN kesulitan mengumpulkan warga untuk mengikuti kegiataan yang telah direncanakan. Namun, terdapat pula faktor pendukung yaitu adanya dukungan dari Bapak Petinggi serta tersedianya sarana prasarana yang memadai yang menjadikan program kerja tim KKN berjalan dengan lancar.
Harapan kami setelah diadakan program ini, dapat terjalin silaturahmi antara Tim KKN, Bapak Petinggi, perangkat desa, warga
desa serta Universitas Negeri Semarang. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak –pihak yang telah membantu kegiatan Tim KKN Unnes di Desa Bandung, mulai dari Bapak Petinggi, perangkat desa hingga masyarakat Desa Bandung.