REFERA
REFERAT Hipertensi T Hipertensi Krisis Pada Anak Krisis Pada Anak
BAGIAN I
BAGIAN ILMU PENYAKIT ANAKLMU PENYAKIT ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN 2! 2! BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN An
Anak ak babahkahkan n babayi yi dadapat pat memengngalalamami i hihipepertrtenensisi, , babahkahkan n pepenyanyakikit t inini i dapdapatat menimbulkan kematian. Penting dilakukan deteksi dini dengan pengukuran darah secara menimbulkan kematian. Penting dilakukan deteksi dini dengan pengukuran darah secara rutin pada setiap anak usia 3 tahun ke atas paling sedikit sekali setahun. Hipertensi pada rutin pada setiap anak usia 3 tahun ke atas paling sedikit sekali setahun. Hipertensi pada anak dibagi dua kategori, yaitu hipertensi primer bila penyebab hipertensi tidak dapat anak dibagi dua kategori, yaitu hipertensi primer bila penyebab hipertensi tidak dapat dijelaskan atau tidak diketahui penyakit dasarnya, biasanya berhubungan dengan faktor dijelaskan atau tidak diketahui penyakit dasarnya, biasanya berhubungan dengan faktor keturunan, masukan garam, stres, dan kegemukan. Sedangkan hipertensi sekunder terjadi keturunan, masukan garam, stres, dan kegemukan. Sedangkan hipertensi sekunder terjadi akibat adanya penyakit lain yang mendasarinya. Dari penelitian selama ini menunjukkan akibat adanya penyakit lain yang mendasarinya. Dari penelitian selama ini menunjukkan hipertensi pada anak kebanyakan (!"# bersifat sekunder akibat penyakit lain.
hipertensi pada anak kebanyakan (!"# bersifat sekunder akibat penyakit lain.
Satu sampai tiga dari $!! anak yang diperiksa tekanan darahnya menunjukkan hipertensi Satu sampai tiga dari $!! anak yang diperiksa tekanan darahnya menunjukkan hipertensi dan !,$" di antaranya merupakan hipertensi berat. Hipertensi pada anak memerlukan dan !,$" di antaranya merupakan hipertensi berat. Hipertensi pada anak memerlukan penanganan
penanganan yang yang cepat cepat dan dan adekuat. adekuat. %eterlambatan %eterlambatan tata tata laksana laksana hipertensi hipertensi dapatdapat berakibat
berakibat fatal fatal bagi bagi pasien. pasien. &erbeda &erbeda dengan dengan de'asa, de'asa, hipertensi hipertensi pada pada anak anak mempunyaimempunyai kekhus
kekhususan dalam usan dalam hal cara hal cara pengukupengukuran ran tekantekanan an darah, kriterdarah, kriteria ia diagnosdiagnosis hipertensiis hipertensi, , dandan penyebab hipertensi. Prealensi hipertensi pada anak diperkirakan $)3".
penyebab hipertensi. Prealensi hipertensi pada anak diperkirakan $)3".
Hipertensi pada anak dapat dibedakan menjadi hipertensi krisis dan non krisis. Hipertensi Hipertensi pada anak dapat dibedakan menjadi hipertensi krisis dan non krisis. Hipertensi kri
krisis sis dapdapat at timtimbul bul mendmendadaadak k tantanpa pa dikdiketaetahui hui penpenyakiyakit t sebsebeluelumnymnya a ataatau u mermerupakupakanan aki
akibat bat hiphipertertensensi i yanyang g sudsudah ah ada ada sebsebeluelumnymnya. a. HipHipertertensensi i krikrisis sis dapadapat t menmenyebyebabkaabkann ensefalopati, gagal jantung, gagal ginjal, edema paru, dan retinopati. Penanggulangan ensefalopati, gagal jantung, gagal ginjal, edema paru, dan retinopati. Penanggulangan hip
hipertertensensi i krikrisis sis harharus us segsegera era dildilakukakukan an untuntuk uk menmencegacegah h kerkerusausakan kan ororgan gan tartargetget.. *ambaran klinis krisis hipertensi berupa tekanan darah yang sangat tinggi (umumnya *ambaran klinis krisis hipertensi berupa tekanan darah yang sangat tinggi (umumnya tekanan darah diastolik + $! mmHg# dan menetap pada nilai)nilai yang tinggi dan tekanan darah diastolik + $! mmHg# dan menetap pada nilai)nilai yang tinggi dan terjadi dalam 'aktu yang singkat dan menimbulkan keadaan klinis yang ga'at. Seberapa terjadi dalam 'aktu yang singkat dan menimbulkan keadaan klinis yang ga'at. Seberapa
besar tekanan darah yang dapat menyebabkan krisis hipertensi tidak dapat dipastikan, sebab hal ini juga bisa terjadi pada penderita yang sebelumnya normotensi atau hipertensi ringan-sedang. alaupun telah banyak kemajuan dalam pengobatan hipertensi, namun para klinisi harus tetap 'aspada akan kejadian krisis hipertensi, sebab penderita yang jatuh dalam keadaan ini dapat membahayakan ji'a-kematian bila tidak ditanggulangi dengan cepat dan tepat. Pengobatan yang cepat dan tepat serta intensif lebih diutamakan daripada prosesur diagnostik karena sebagian besar komplikasi krisis hipertensi bersifat reersibel.
BAB II HIPERTENSI
"# De$inisi
Hipertensi adalah suatu keadaan tekanan darah sistolik dan atau diastolik /persentil ke)01 untuk umur dan jenis kelamin pada pengukuran 3 kali berturut)turut. (Hardiono et al,!!1#
2# Teknik Men%&k&r Tekanan Dara'
2 ekanan darah harus diukur sekali dalam setahun pada setiap anak, sebaiknya menggunakan manometer graitasi merkuri. ('''.emedicine.com#. eknik doppler dan oscilometri dapat digunakan pada bayi infant dan anak lebih kecil yang pengukuran tekanan darah auskultasinya sulit untuk di dapatkan. (Singadipoera,$003#
2 4anset yang digunakan harus cocok untuk ukuran anak. &ila menggunakan manset yang terlalu sempit akan menghasilkan angka pengukuran yang lebih tinggi, sebaliknya bila menggunakan manset yang terlalu lebar akan memberikan hasil angka pengukuran lebih rendah. (Husein Alatas et al,!!#
2 Pengukuran yang diulang pada beberapa 'aktu disarankan untuk memperoleh informasi yang berarti. ('''.emedicine.com#
2 5kuran 4anset yang sesuai sangat penting untuk pengukuran tekanan darah yang akurat. 4anset harus cukup panjang untuk mengelilingi lengan dan cukup lebar untuk menutupi kira)kira 6 panjang dari bahu ke siku. ('''.emedicine.com# 2 Anak yang diukur harus santai atau rileks dan dalam posisi duduk yang nyaman
atau posisi supinasi dengan lengan kanan diletakkan sejajar jantung. ('''.emedicine.com#
2 4anset harus dipompa pada tekanan kira)kira ! mm lebih besar dari pulsasi radius menghilang dan kemudian dikempeskan pada rata)rata )3 mmHg perdetik sampai terdengar bunyi suara lembut. ('''.emedicine.com#
2 &unyi korotkof pertama menunjukkan tekanan sistolik. 7ase pertama ini kemudian disusul oleh fase , yang ditandai dengan suara bising (murmur#, lalu disusul dengan fase 3 berupa suara yang keras, setelah itu suara mulai melemah (fase 8# dan akhirnya menghilang (fase 1#. 7ase 8 dan fase 1 biasanya terjadi secara
berkesinambungan, dan fase 1 bisa tidak terdengar sama sekali. Pada anak fase 1 sulit didengar, maka fase 8 digunakan sebagai petunjuk tekanan diastolik. he Second ask 7orce on &lood Pressure 9ontrol in 9hildren menganjurkan menggunakan fase 8 sebagai petunjuk tekanan diastolik untuk anak)anak berusia kurang dari $3 tahun, sedang fase 1 digunakan sebagai petunjuk tekanan diastolik untuk anak)anak usia $3 tahun keatas. (Hardiono et al,!!1#
Ø ekanan darah sistolik pada ekstremitas ba'ah harus diukur saat ketinggian tekanan darah sistolik pada ekstremitas atas yang pertama kali dicatat dan ketika si pemeriksa menemukan amplitudo dari denyut arterial di kaki lebih rendah daripada di tangan. %etidak sesuaian antara nilai)nilai ini merupakan indikasi koarktasio aorta. Dengan pasien pada posisi supinasi tempatkan manset pada betis. 4anset harus cukup lebar untuk menutupi minimal -3 dari panjang lutut ke pergelangan kaki. 5ltrasound dopler dapat digunakan untuk mendeteksi permulaan aliran darah, menunjukkan tekanan darah sistolik pada posterior tibial ataupun arteri dorsalis pedis. :ilai tersebut harus dibandingkan dengan kesamaan yang didapatkan pada tekanan darah sistolik dopler pada lengan. ('''.emedicine.com;#
3. Patofisiologi
ingkat tekanan darah ditentukan oleh keseimbangan curah jantung dan tahanan perifer. Peningkatan pada kedua ariabel ini, (dengan tidak adanya penurunan kompensasi diantara salah satunya#, hal inilah yang sebenarnya yang meningkatkan tekanan darah. &anyak faktor yang mengatur curah jantung dan tahanan perifer (lihat abel $#. Sebagai tambahan, beberapa faktor ini dipengaruhi oleh perubahan dalam elektrolit homeostasis, khususnya peubahan)perubahan dalam sodium, kalsium dan potasium. Pada kondisi normal, jumlah sodium yang diekskresikan dalam urine setara dengan jumlah yang dicerna. Hasilnya hampir tetap dengan olume ekstraselular. <etensi dari sodium meningkatkan olume ekstraseluler yang dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah. =e'at keberagaman mekanisme fisik dan hormonal. Pemicu)pemicu ini mengubah *lomerular 7iltration <ate dan tubular reabsorption Sodium, menghasilkan ekskresi sodium yang berlebihan dan perbaikan keseimbangan sodium.
Peningkatan konsentrasi intraselular dari kalsium yang diakibatkan oleh perubahan konsentrasi plasma kalsium, meningkatkan kontraktilitas pembuluh darah. Sebagai tambahan, kalsium menstimulasi pelepasan renin, sintesis dari epinefrin, dan aktiitas dari sistem saraf simpatis. Disisi lain peningkatan pengambilan potasium mennsupresi produksi dan pelepasan renin dan menginduksi pengeluaran natrium, oleh karena itu
menurunkan tekanan darah. %omplesitas dari sistem tersebut menjelaskan kesulitan pada saat mengidentifikasi mekanisme ri'ayat hipertensi pada pasien tertentu. >ni menjelaskan mengapa pada sebagian besar pasien, pengobatan lebih kepada faktor regulator daripada penyebab penyakit. ('''.emedicine.com#
abel $. 7aktor yang mempengaruhi tekanan darah ('''.emedicine.com#
9urah ?antung ahanan Perifer &aroreseptor
@olume ekstraseluler @olume sirkulasi
Atrial :atriuretic hormon 4ineralokortikoid
Angiotensin %atekolamin
Sistem Saraf Simpatis
ang membuat tekanan
Angiotensin >>
%alsium (intraseluler# %atekolamin
Sistem Saraf Simpatis
ang menurunkan ekanan Atrial :atriuretic hormon Bndothelial <elaCing 7actors %inin
Prostaglandin B Prostaglandin >
8.Batasan Dan K(asi$ikasi Hipertensi
ekanan darah normal anak)anak berariasi, oleh karena banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain umur, jenis kelamin, tinggi, dan berat badan. Dengan bertambahnya umur, berat badan, dan tinggi badan, ikut pula bertambah sampai anak mencapai usia de'asa. %eadaan ini akan berpengaruh terhadap nilai tekanan darah anak. Anak yang lebih berat, dan atau lebih tinggi, mempunyai nilai
tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak sebaya yang badannya lebih kurus dan berat badannya kurang.( Husein Alatas et al,!!#.ekanan darah bayi dan anak bergantung pada umur. 4akin tinggi umur makin tinggi pula tekanan darahnya, oleh karena itu, penentuan batas tekanan darah disesuaikan dengan umur. &erdasarkan ask 7orce on &lood Pressure 9ontrol in 9hildren, batasan tekanan darah normal dan hipertensi pada anak sesuai dengan kriteria berikut
$ ekanan darah normal tekanan darah E+
ekanan darah normal tinggi (high normal atau border line# tekanan darah antara persentil 0! dan 01 berdasarkan umur dan jenis kelamin.
3 Hipertensi tekanan darah + persentil 01 dengan pemeriksaan 3 kali berturut)turut, yang dapat dibagi menjadi
a. Hipertensi bermakna jika tekanan darah antara persentil 01)00 berdasarkan umur dan jenis kelamin
b. Hipertensi berat jika tekanan darah antara + persentil 00 berdasarkan umur dan jenis kelamin ('''.idai.or.id;#
!# Fakt)r Yan% Me*pen%ar&'i Tekanan Dara' Pada Anak
<as he ask 7orce mencatat tidak ada perbedaan tekanan darah antara anak)anak ras kulit hitam dan kulit putih. :amun anak)anak ras kulit hitam pada berbagai usia memiliki tahanan ascular perifer yang lebih tinggi dan sensitifitas tekanan darah terhadap konsumsi garam yang lebih besar dibandingkan anak)anak ras kulit putih.
?enis %elamin idak ada perbedaan yang signifikan tekanan darah antara anak laki)laki dan perempuan usia F tahun. dari usia tersebut sampai pubertas tekanan darah pada anak) anak perempuan sedikit lebih tinggi dibanding anak laki)laki. Dari pubertas dan seterusnya, pria memiliki tekanan darah sedikit lebih tinggi dibandingkan 'anita.
5sia ekanan darah dipengaruhi oleh berat dan tinggi badan. :amun hubungan ini tidak menjadi suatu bukti sampai anak menginjak usia sekolah. Data standar yang diterbitkan olehhe ask 7orce tahun $0G, mempertimbangkan faktor)faktor ini.
<i'ayat
Sejarah yang bisa dipercaya menyediakan petunjuk)petunjuk tentang penyebab hipertensi diantaranya
8 Prematuritas
1 &ronkopulmonary Displasia
F <i'ayat katerisasi arteri umbilikal G %egagalan pertumbuhan
<i'ayat trauma pada kepala dan abdomen
0 Penyakit keturunan (misalnya neurofibromatosis, hipertensi#
$! Pengobatan (misalnya amphetamin, steroid, antidepresan trisiklik, penyalahgunaan obat#
$$ Pyelonefritis
*ejala)gejala yang timbul dan tidak spesifik pada neonatus dan tidak terdapat pada anak) anak yang usianya lebih de'asa kecuali hipertensi berat. anda)tanda dan gejala yang harus di'aspadai oleh dokter terdapat diba'ah ini
:eonatus Anak
%egagalan Pertumbuhan Sakit kepala Serangan yang tiba)tiba %elelahan
=ethargy Penglihatan buram
<espiratory Distress Bpistaksis *agal jantung 9ongestie &ell palsy ('''.emedicine.com#
+# Eti)()%i Hipertensi
5mumnya hipertensi pada anak merupakan hipertensi sekunder yang perlu dicari penyebabnya dan sebagian besar dapat ditanggulangi sehingga pemberian obat seumur hidup dapat dihindari. Secara umum, penyebab hipertensi pada anak dapat disebabkan penyebab renal, askular, endokrin, dan lain) lain. Hipertensi pada anak terutama disebabkan oleh kelainan renoparenkim dengan penyebab terbanyak adalah glomerulonefritis akut pasca streptokokus. &eberapa penyebab hipertensi pada anak antara lain
abel . Penyebab hipertensi akut dan kronik pada penyakit anak ('''. pedsinreie'.aappublications.org#
Ak&t Kr)nik
*injal
• *lomerulonefritis akut pasca
streptokokus
•Sindrom hemolitik uremik
*injal
•*agal *injal %ronis •*lomerulopati kronis •5ropati bstruktif
• :efritis akut •*agal ginjal akut
•perasi traktus urinarius dan ginjal
•Polikistik *injal (dominan - resesif# • :efropati <efluk
•ransplantasi Postrenal
@askular
•Bmbolus- trombosis arteri renal •Patent Ductus Arteriosus
@askular
•Stenosis arteri renal •%oarktasio Aorta •@askulitis Sistemik •Syndrom illiam bat)obatan •Steroid •Dekongestan •ral kontrasepsi • Amphetamine, 9ocain, Phencyclidine •&eta)Adrenergik agonis-theophylin •9afein-nikotin bat)obatan •Steroid •Britropoetin •Siklosporin-acrolimus •ral %ontrasepsi rauma •=uka bakar
•raksi (terutama femur#
•Peningkatan tekanan >ntrakranial •rauma Spinal
Bndokrin
•Pheochromacytoma •Sindrom 9ushing
•Hiperplasia adrenal kongenital •Hipo-hypertiroid
• :euroblastoma •Hiperparatiroid
•Hiperaldoteronism primer
•Bndokrinopatis hipertensi genetik
=ain)lain
•Peningkatan olume intraascular •Hiperkalsemia
•Disfungsi tonom (*uillain &arre# •Ansietas
=ain)lain
•Hipertensi esensial •besitas
•&ronkopulmonary displasia •Peningkatan tekanan intrakranial •%ehamilan
abel 3. Penyebab ersering Hipertensi pada berbagai kelompok umur ('''.emedicine.com#
Ne)nat&s ",+ ta'&n -,"2 ta'&n Ad)(esen
• rombosis ena atau
arteri renal • Anomali <enal %ongenital • &ronkopulmonary Displasia •%oarktasio Aorta • Stenosis Arteri <enal • Penyakit parenkim *injal •umor ilms • :euroblastoma •%oarktasio aorta • Penyakit parenkim ginjal • Abnormal <enoaskular • Penyebab endokrin • Hipertensi esensial •PrematurI • Hipertensi esensial • Penyakit parenkim ginjal • Penyebab endokrin •PrematurI
G. ahapan Pemeriksaan Penunjang pada Hipertensi (Hardiono et al,!!1#
J Pemeriksaan tahap > untuk ealuasi diagnostik kearah penyebab hipertensi sekunder Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit ginjal
5rinalisis, biakan urin
%imia darah (kolesterol, albumin, globulin, asam urat, ureum, kreatinin# %lirens kreatinin dan ureum
Darah lengkap
Pielograf intraena (bila skanning ginjal dan 5S* tak tersedia Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit endokrin
Blektrolit serum
Aktiitas renin plasma dan aldosteron %atekolamin plasma
%atekolamin urin dan metabolitnya dalam urin Aldosteron dan metabolit steroid dalam urin ($G ketosteroid dan $G hidrokortikosteroid# Baluasi akibat hipertensi terhadap organ target B%*, foto <ontgen dada dan ekokardiografi
J Pemeriksaan tahap >> ealuasi diagnostik ke arah penyebab hipertensi sekunder AS, %omplemen (93#, kultur apus tenggorok-keropeng infeksi kulit Sel =B, uji serologi untuk S=B
4iksio sistouretrografi (4S5# &iopsi *injal
9 *injal
c 00m DPA atau D4SA Scan, <enografi Arteriografi
Digital Substraction Angiography (DSA# 9 kelenjar adrenal atau abdomen
Scanning Adrenal dengan > $3$ meta)iodobenKilguanidin %atekolamin ena kaa
Analisis aldosteron dan elektrolit urin 5ji Supresi dengan deksametason <enin @ena renalis
. Dosis bat Anti Hipertensi ral Pada Anak (Hardiono et al,!!1# %lasifikasi-:ama
bat
Dosis per hari A'al
Dosis per hari 4aksimal >nteral dosis Diuretika HidroklorotiaKid %lortalidon Spironolakton 7urosemid $ mg-kg $ mg-kg $ mg-kg mg-kg 8 mg-kg mg-kg 3 mg-kg F mg-kg tiap $ jam sekali sehari tiap $ jam tiap F) jam Penghambat Adrenergik Penghambat &eta Propanolol !,1 mg -kg $! mg-kg iap jam Penghambat alfa !,!1 mg-kg !,8 mg iap jam
PraKosin
Penghambat alfa) beta
=abetalol $)3 mg-kg 3 mg-kg iap $ jam Antiadrenergik sentral %lonidin 4etildopa !,!! mg-kg 1 mg-kg !,!F mg 8! mg-kg iap jam iap F) jam &ekerja pada ujung)ujung saraf simpatik
<eserpin !,!)!,!G mg-kg ,1 mg Sekali sehari @asodilator langsung HidralaKin 4inoksidil $) mg-kg !,$)!, mg-kg mg-kg $) mg-kg iap )$ jam iap $ jam 9alcium 9hannel &lockers :ifedipine DiltiaKem !,1 mg-kg mg-kg $ mg-kg 3,1 mg-kg iap F) jam iap $ jam A9B >nhibitors 9aptopril Bnalapril !,1 mg-kg, :eonatus !,!1)!,1 mg-kg !,!)!,$ mg-kg 1 mg-kg $ mg-kg iap jam iap 8 jam
BAB# III
KRISIS HIPERTENSI
"# De$inisi Krisis Hipertensi
Hipertensi krisis merupakan peninggian tekanan darah secara akut yang mengganggu fungsi organ ital tubuh yang dapat mengancam ji'a. Hipertensi krisis didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik + $! mmHg dan atau diastolik + $! mmHg atau setiap tingkat hipertensi (sistolik E+ $ L kali batas atas tekanan darah normal berdasarkan umur dan jenis kelamin. ('''.idai.or.id;#
. 4anifestasi %linik Hipertensi
Pada keadaan krisis hipertensi yang ditunjukkan dengan naiknya tekanan darah secara mendadak dalam 'aktu yang cepat dapat timbul ensefalopati hipertensif yang ditandai kejang baik kejang fokal maupun kejang umum, diikuti dengan penurunan kesadaran dari somnolen sampai koma.
4anifestasi klinik ini lebih sering terlihat pada hipertensi anak daripada orang de'asa. 4anifestasi krisis hipertensi ini sering dikacaukan dengan epilepsi dan bila tekanan darah tidak diukur maka diagnosis krisis hipertensi sebagai penyebab ensefalopati akan terle'atkan begitu saja. 4anifestasi lain ensefalopati hiper tensif adalah hemiplegia, gangguan penglihatan dan pendengaran, parese nerus fasialis.
Pada pemerikasaan funduskopi dapat ditemukan kelainan retina berat berupa perdarahan, eksudat, edema pupil, atau penyempitan pembuluh darah arteriol retina.
%risis hipertensi jarang meninggalkan gejala sisa, bila penurunan tekanan darah segera dilaksanakan dengan menggunakan obat antihipertensi secara adekuat. alaupun demikian, ditemukan atrofi otak pada pemeriksaan computer tomography. 4anifestasi
klinik krisis hipertensi lainnya adalah dekompensatio cordis dengan edema paru yang ditandai dengan gejala edema, dispnu, sianosis, takikardi, ronkhi, kardiomegali, suara bising jantung dan hepatomegali.
Pada pemeriksaan foto thoraks terlihat pembesaran jantung dengan edema paru. Sedang pada pemeriksaan B%* kadang)kadang dapat ditemukan pembesaran entrikel kiri. 4anifestasi dekompensatio cordis ini lebih sering ditemukan pada bayi. *angguan faal ginjal selain dapat diakibatkan oleh krisis hipertensi juga dapat ditimbulkan oleh hipertensi berat kronik yang menetap.
5mumnya manifestasi klinik hipertensi berat atau krisis hipertensi pada bayi dan anak hampir selalu penyebabnya berkaitan dengan hipertensi sekunder. (Husein Alatas et al,!!#
3. Pengobatan %risis Hipertensi
Prinsip pengobatan hipertensi krisis adalah menurunkan tekanan darah secepat mungkin dengan obat antihipertensi yang onsetnya cepat, mencegah dan menanggulangi kerusakan organ target, dan mencari penyebab hipertensi. bat)obat yang bekerjanya paling cepat adalah obat parenteral seperti natrium nitroprusid dan diaKoksida tetapi kedua obat ini jarang digunakan. :atrium nitroprusid diberikan melalui pompa infus dengan dosis yang dititrasi, !,1 ) mg-kgbb per menit. Penggunaan obat ini memerlukan penga'asan ketat dan biasanya dilakukan di ruang pera'atan intensif. DiaKoksida diberikan secara intraena dengan dosis ) 1 mg-kgbb dengan bertahap. <espons obat ini sangat cepat dan responsnya sering tidak dapat diprediksi.
bat yang sering digunakan adalah klonidin drip. :ifedipin sublingual-oral mulai banyak digunakan karena pemberiannya mudah, tidak memerlukan ruang pera'atan intensif, dan hasilnya cukup memuaskan.
"# K()nidin
%lonidin diberikan per drip dikombinasi dengan furosemid. %lonidin dilarutkan dalam $!! ml glukosa 1" dalam buret infus dan diberikan secara infus menggunakan mikrodrip. Dosis a'al klonidin drip adalah !.!! mg-kgbb- jam atau $ tetes mikrodrip per menit dengan dosis maksimal 3F tetes mikrodrip per menit (3 kali lipat dosis a'al atau !,!!F mg-kgbb- jam#. ekanan darah diukur secara berkala setiap 3! menit sampai tekanan darah diastolik E $!! mmHg, dan selanjutnya setiap $)3 jam sampai tekanan darah stabil.
diberikan klonidin $ tetes mikrodrip per menit. &ila tekanan darah tidak turun, setiap 3! menit dosis dinaikkan F tetes per menit sampai tekanan darah diastolik turun di ba'ah $!! mmHg dengan dosis maksimal 3F tetes mikrodrip per menit. %lonidin drip dikombinasi dengan diuretik furosemid $) mg-kgbb-kali diberikan )3 kali sehari. &ila dengan klonidin drip dosis maksimal tekanan darah diastolik belum turun di ba'ah $!! mmHg, ditambahkan kaptopril oral dosis !,3 mg-kgbb-kali )3 kali sehari dengan dosis maksimal kaptopril adalah mg-kgbb-kali. &ila tekanan darah turun di ba'ah $!! mmHg, tetesan klonidin drip diturunkan bertahap sambil diberikan kaptopril oral dengan dosis sama seperti di atas. &ila tekanan darah belum turun juga, dapat ditambahkan obat beta bloker atau alfa)metil dopa.
. :ifedipin
:ifedipin diberikan sublingual dosis !.$ mg-kgbb-kali dan bila tekanan darah tidak turun, dosis dinaikkan !,$ mg-kgbb-kali setiap 3! menit sampai tekanan darah diastolik turun di ba'ah $!! mmHg dengan dosis maksimal $! mg-kali. ekanan darah diukur secara berkala setiap 3! menit sampai tekanan darah diastolik E styleMNN+ stabil.
Secara praktisnya, nifedipin disediakan dalam kemasan pulis ,1 mg per bungkus. Pemberian obat dia'ali dengan nifedipin !,$ mg-kgbb-kali ($ pulis atau ,1 mg# dan bila tekanan darah tidak turun, dosis dinaikkan setiap 3! menit menjadi 1 mg ( pulis#, kemudian G,1 mg (3 pulis# sampai tekanan darah diastolik turun di ba'ah $!! mmHg dengan dosis maksimal $! mg-kali (8 pulis#.
:ifedipin dikombinasi dengan diuretik furosemid $) mg-kgbb-kali diberikan kali sehari. &ila tekanan darah diastolik sudah E $!! mmHg, diberikan nifedipin oral dengan dosis !,1 ) $ mg-kgbb-hari 3)8 kali sehari. &ila dengan nifedipin dosis maksimal tekanan darah diastolik belum turun di ba'ah $!! mmHg, ditambahkan kaptopril oral dosis !,3 mg-kgbb-kali diberikan )3 kali sehari dengan dosis maksimal kaptopril mg-kgbb-kali. &ila tekanan darah belum turun juga, dapat ditambahkan obat beta bloker atau alfa)metil dopa.
Selain pemberian obat antihipertensi, dilakukan juga terapi suportif seperti diet rendah garam, mengatasi manifestasi klinis yang terjadi, serta mencari penyebab hipertensi dan menanggulanginya ('''.idai.or.id#
BAB I. KESIMPULAN
4engenal hipertensi pada anak jauh lebih sulit daripada orang de'asa, karena batasan hipertensi tergantung pada umur, jenis kelamin, tinggi dan berat badan. &erbagai etiologi sebagai penyebab hipertensi perlu ditegakkan secara teliti sebelum menyatakan bentuk hipertensi mengingat hipertensi pada anak)anak dan adolesen adalah tipe sekunder. Hipertensi pada anak memerlukan penanganan yang cepat dan adekuat. %eterlambatan tata laksana hipertensi dapat berakibat fatal bagi pasien.
Hipertensi krisis dapat timbul mendadak tanpa diketahui penyakit sebelumnya atau merupakan akibat hipertensi yang sudah ada sebelumnya. Hipertensi krisis dapat menyebabkan ensefalopati, gagal jantung, gagal ginjal, edema paru, dan retinopati. Penanggulangan hipertensi krisis harus segera dilakukan untuk mencegah kerusakan organ targetsebagai akibat tingginya tekanan darah
DAFTAR PUSTAKA
$. Husein Alatas, et al.!!. Buku Ajar Nefrologi Anak edisi . ?akarta >katan Dokter Anak >ndonesia. Hal 8)G
. Hardiono D. Pusponegoro, et al.!!1. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak edisi $. ?akarta >katan Dokter Anak >ndonesia. Hal $FF)$G1
3. Singadipoera, &oed S,dr, DSA%.$003. Ilmu Kesehatan Anak Nefrologi Anak . &andung 7% 5:PAD)<S Hasan Sadikin. Hal 8F)F0
8. Sudung Pardede.!!8. Tata laksana Hipertensi Krisis Pada Anak . '''.>DA>.or.id; 1. :anan Sekar'ana. Hipertensi Pada Anak .'''.>DA>.or.id;
F. @ictoria 7. :or'ood, 4D. !!. Hypertension.
http--pedsinreie'.aappublications.org;