• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. Nama Proyek : Proyek Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL DAN ANALISIS. Nama Proyek : Proyek Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Bab IV Hasil dan Analisis

BAB IV

HASIL DAN ANALISIS

4.1 Data Umum Proyek

Nama Proyek : Proyek Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing

Pemilik Proyek : PT. Cibitung Tanjung Priok Tollways (PT.CTP Tollways)

Tanggal SPMK : 18 September 2017

Waktu Pelaksanaan : 24 bulan setelah SPMK

Sistem Pengoprasian : Tertutup

Panjang Jalan : ±34,375 km

Kecepatan rencana : 100 km/jam

Jumlah Jalur : 2 x 3 lajur

Lebar Jalur : 3,60 m

Lebar Bahu Luar : 3,00 m

Lebar Bahu Dalam : 1,50 m

Konstruksi Perkerasan : Rigit Pavement & PileSlab

Jumlah Jembatan : 50 Buah (panjang Total 5,272 km)

Jumlah Overpass : 11 Buah

Jumlah Underpass : 3 Buah

Jumlah Interchange : 5 Buah

(2)

- IC Telaga Asih

- IC Tambelang

- IC Tarumajaya

- IC Cilincing

Stake Holder :

- Konsultan Design Seksi 1 : PT. Bina Karya

- Konsultan Design Seksi 2,3,4 : PT. Purnajasa Binapratama

- Konsultan Supervisi : KSO Virama Karya – SMEC Denka

- General (Main)Kontraktor : PT. Waskita Karya (Infra II)

- Kontraktor Seksi 4(Pile Slab) : PT. Waskita beton Precast TBK

Pengawasan Teknik Pembangunan Jalan Tol Cibitung – Cilincing, Seksi 3 yang kemudian didetailkan dalam Work Breakdown Struktur (WBS) sebagai berikut :

Konsultan Supervisi : PT Virama Karya – SMEC Denka

No. Kontrak : CTP-ADM-CTR-X-2017-00001

Tanggal Kontrak : 4 Oktober 2017

Panjang Jalan : ±10 km (Sta. 19+200 s/d sta. 29+200)

Pile Slab : 10 km (Sta 19+200 s/d Sta 29+200)

Kecepatan rencana : 100 km/jam (rural area)

80 km/jam (urban area)

Jumlah Jalur : 2 x 3 lajur

(3)

Bab IV Hasil dan Analisis

Lebar Bahu Luar : 3,00 m (urban area)

Lebar Bahu Dalam : 1,50 m

Lebar Rumija (ROW) : 40 – 60

Jumlah Jembatan : 13 Buah (panjang Total 780.7 m)

Jumlah Overpass : 4 buah : JUP tarumajaya 1, JOP Taruma Jaya 2, JOP Pantai

Makmur, JOP Tanah Baru

Jumlah Utama : 8 buah : JUP Anak Sungai, JUP Pertamina1,JUP Pertamina

2, JUP Pertamina 3, JUP Sungai Karatan, JUP Sungai Pangkalan, JUP Akses TarumaJaya IC, JUP Kali Blencong. Jumlah Box Underpass : 1 Buah : BUP Sukamekar

: 1 Buah : IC Tarumajaya

4.2 Metode Kerja

4.2.1 Metode Kerja Crawler Crane (kapasitas 50 ton)

Setting Crane, Crawler crane disetting pada bentang yang akan di erection dengan

mempertimbangkan pada panjang aktual Precast Full Slab, jarak bersih, dan semua objek yang dapat akan mengganggu pada saat dilakukan pekerjaan erection. Tanah yang akan menjadi tumpuan Crawler Crane harus dipastikan kuat dan stabil, untuk menghindari displacement crawler crane pada saat proses erection yang akan membahayakan untuk pekerjaan. Metode kerja akan dijelaskan pada Gambar 4.1, 4.2, 4.3, 4.4, dan 4.5.

Sling crane di pasang di titik handling / jacking yang terdapat pada Fullslab. Digunakan

pengaman sling pada bagian atas yang kemudian dikencangkan. Setelah sling crane terpasang maka siap dilakukan pengangkatan. Spesifikasi Alat Berat pada Lampiran-1.

(4)

Gambar 4.1 Langkah 1 Pengambilan Fullslab Precast

Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Gambar 4.2 Langkah 2 swing pertama menuju lokasi erection

(5)

Bab IV Hasil dan Analisis

Gambar 4.3 Langkah 3 menuju lokasi erection Fullslab Precast Sumber: Dokumen Proyek, 2019

(6)

Perletakan Precast, setelah itu precast berjalan secara perlahan menuju lokasi pemasangan, jika diperlukan crawler crane ikut bergerak kearah tempat pemasangan precast tersebut jika tidak masuk dalam jangkauan lengan crane tersebut, lalu Fullslab

precast diletakkan di posisinya. Setelah dipastikan pemasangan dilakukan dengan tepat

dan benar, sling crane di lepas.

Gambar 4.5 Langkah 5 menyusun Fullslab Precast hingga 1 grid main road

Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Proses erction dilakukan secara berulang pada satu baris hingga semua Fullslab terpasang.

4.2.2 Metode Kerja Mobile Crane (kapasitas 55 ton)

Setting Crane, Pemasangan Outriggers (kaki Mobile Crane) Setiap akan mengankat

beban, outriggers harus dipasang atau dikeluarkan, semakin jauh bentang outriggers maka semakin stabil dan aman. Untuk lebih aman lagi, setiap tapak sepatu outriggers masih harus diganjal dengan balok-balok kayu atau plat besi agar tidak terjadi penurunan tanah pada saat mengangkat beban karena penurunan sebelah outriggers dapat berakibat fatal dan dapat mengakibatkan crane terguling.

(7)

Bab IV Hasil dan Analisis

Sling crane di pasang di titik handling / jacking yang terdapat pada Fullslab. Digunakan

pengaman sling pada bagian atas yang kemudian dikencangkan. Setelah sling crane terpasang maka siap dilakukan pengangkatan. Untuk pengangkatan pertama, angkat

Fullslab Precast setinggi 50 cm dari atas sliper dan dilakukan hanging selama +- 5 menit.

Proses erection dilakukan berulang kali dengan memindah alat berat ketempat yang diingkan dan mengulang kembali setting crane outriggers pada alat berat.

Syarat yang harus dipenuhi untuk metode ini yaitu Fullslab harus berada pada truk Trailer atau produk sudah berada di samping/dekat dengan alat berat. Dibutuhkan alat bantu berupa truk Trailer agar memudahkan proses erection Fullslab sehinggan produk Fullslab dapat dimobilisasi dari stockyard ketempat erection Fullslab. Spesifikasi Alat Berat pada

Lampiran-2 dan Lampiran-3.

Gambar 4.6 Langkah 1 Pengambilan Fullslab Precast pada truk Trailer Sumber: Dokumen Proyek, 2019

(8)

Gambar 4.7 Langkah 2 swing pertama langsung erection Fullslab Precast Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Gambar 4.8 Langkah 3 Penyusunan Fullslab Precast pada setiap kinematik Sumber: Dokumen Proyek, 2019

(9)

Bab IV Hasil dan Analisis

Gambar 4.9 Langkah 4 Berpindah khinematik ke 2 ulangi langkah 1 sampai langkah 3 Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Gambar 4.10 Langkah 5 berpindah Khinematik ke 3 hingga penyusunan 1 grid Fullslab

selesai Sumber: Dokumen Proyek, 2019

(10)

Perletakan Precast, Setelah dipastikan pemasangan dilakukan dengan tepat dan benar,

sling crane di lepas. Kembali ketahap awal dan koordinasi dengan supir truk Trailer agar

dapat melakukan kemabli langkah awal hingga setiap 1 grid main road terpasang Fullslab

Precast. Metode kerja akan dijelaskan pada Gambar 4.1, 4.2, 4.3, 4.4, dan 4.5.

Spesifikasi Alat Berat pada Lampiran-2.

4.2.3 Metode Kerja 1 Crawler Crane dengan 1 Mobile Crane

Pengangkatan erection Fullslab Precast dengan metode ini memaksimalkan alat Crawler

Crane sebagai mobilisasi yang sangat tinggi ke area yang jauh dari lokasi stockyard tanpa

bantuan truk Trailer sehingga Crawler crane harus mobilisasi secara individu ke masing masing area, lalu dengan bantuan Mobile Crane untuk lokasi yang tidak memungkinkan

Crawler Crane dapat berjalan mulus seperti area yang mempunyai lahan yang

bergelombang sangat tinggi sehingga Outriggers dari Mobile Crane dapat menggantikan alat berat Crawler Crane. Sebagai Skema yang di lakukan yaitu Alat Crawler Crane berjalan di area yang tidak bergelombang terlalu tinggi, dan Alat Mobile Crane menggantikan posisi pada area lahan bergelombang tinggi. Sebagai berikut langkah-langkah yang digunakan dengan metode 1 Crawler Crane dengan 1 Mobile Crane

(11)

Bab IV Hasil dan Analisis

Gambar 4.11 Langkah 1 metode kerja 1 Crawler Crane dengan 1Mobile Crane Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Crawler Crane mengambil Fullslab Precast dari stockyard, sedangkan Mobile Crane

mengambil Fullslab Precast pada Truk Trailer yang sudah berada pada radius Mobile Crane.

(12)

Gambar 4.12 Langkah 2 metode kerja 1 Crawler Crane dengan 1Mobile Crane Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Crawler Crane melakukan swing pertama menuju lokasi penempatan Slab Precast ke 11,

sedangkan Mobile Crane melakukan swing pertama dan langsung erection pada slab

(13)

Bab IV Hasil dan Analisis

Gambar 4.13 Langkah 3 metode kerja 1 Crawler Crane dengan 1Mobile Crane Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Crawler Crane melakukan erection Fullslab Precast pada lokasi ke 11, sedangkan

Mobile Crane melakukan swing kedua dan mengambil kembali Slab Precast pada truk

(14)

Gambar 4.14 Langkah 4 metode kerja 1 Crawler Crane dengan 1Mobile Crane Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Crawler Crane kembali menuju stockyard mengambil Slab Precast lalu swing kembali

menuju lokasi slab precast ke 10, sedangkan Mobile Crane melakukan swing ketiga dan

(15)

Bab IV Hasil dan Analisis

Gambar 4.15 Langkah 5 metode kerja 1 Crawler Crane dengan 1Mobile Crane Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Crawler Crane menaruh Slab Precast pada lokasi penempatan ke 10, sedangkan Mobile

(16)

Gambar 4.16 Langkah 6 metode kerja 1 Crawler Crane dengan 1Mobile Crane Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Crawler Crane melakukan langkah 1 dan 2 , sedangkan Mobile Crane melakukan swing

(17)

Bab IV Hasil dan Analisis

Gambar 4.17 Langkah 7 metode kerja 1 Crawler Crane dengan 1Mobile Crane Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Crawler Crane mengulangi langkah sebelumnya hingga Slab Precast tersusun 1 grid

sedangkan Mobile Crane menyusun Slab Precast dan mulai berpindah Khinematik, lalu mengulangi langkah sebelumnya.

Metode kerja ini menggunakan gabungan Crawler Crane dengan Mobile Crane sebagai alternatif pada area/ lahan pekerjaan yang tidak memungkinkan alat berat Crawler Crane melewati area sepenuhnya dikarenakan area tersebut memiliki elevasi tanah serta gelombang yang sangat berbeda. metode ini dapat sebagai alternatif jika Fullslab precast sedang dalam perjalanan menuju proyek sehingga ketika Fullslab precast datang dapat langsung menaikan Fullslab precast yang berada di stockyard dan berada pada truk

(18)

4.2.4 Metode Kerja Truk Trailer 20 Ton

Truk Trailer digunakan sebagai alat yang diperlukan untuk mobilisasi material Fullslab

Precast khusus untuk metode 1 Mobile crane dan metode 1 Crawler Crane dengan 1

Mobile Crane dapat mengangkat Fullslab Precast pada tempat yang sudah ditentukan.

Truk Trailer harus menunggu sampai Fullslab Precast yang di bawa terpasang

seluruhnya.

4.3 Analisis Produktifitas

Dalam penulisan naskah diperlukan untuk menganalisa produktivitas alat berat dari masing masing metode. Adapun waktu pengerjaan dari masing masing metode yaitu :

a. Metode 1 Crawler Crane

Proses pemasangan Hook : 0,5 menit

Proses Lifting precast rata-rata : 4 menit

Mobilisasi menuju perletakan rata-rata : 5 menit

Proses perletakan rata-rata : 5 menit

Mobilisasi kembali ke tahap awal rata-rata : 4 menit

Waktu 1 siklus yang dibutuhkan : 18,5 menit/Fullslab Precast

Untuk menyelesaikan 1 grid main road atau 14 unit Fullslab Precast yaitu 259 menit. Untuk menyelesaikan 1 modul main road atau 140 unit Fullslab Precast yaitu 2590 menit.

b. Metode 1 Mobile Crane

Proses setting outriggers rata-rata : 2,5 menit

Proses Pemasangan Hook : 0,5 menit

Proses Lifting precast rata-rata : 3 menit

(19)

Bab IV Hasil dan Analisis

Mobilisasi kembali ke tahap awal : 3 menit

Waktu 1 siklus yang dibutuhkan : 13 menit/Fullslab Precast

Untuk menyelesaikan 1 khinematik yaitu lebar 12 m main road atau 5 unit Fullslab

Precast yaitu 65 menit. Untuk menyelesaikan 1 grid main road dengan 3 khinematik atau

14 unit Fullslab Precast yaitu 182 menit. Untuk menyelesaikan 1 modul main road atau 140 unit Fullslab Precast yaitu 1820 menit.

c. Metode 1 Crawler Crane dengan 1 Mobile Crane

1 siklus untuk Crawler Crane : 18,5 menit

Untuk menyelesaikan 1 grid atau 11 Fullslab Precast : 203,5 menit

Untuk menyelesaikan 1 Modul atau 110 Fullslab Precast : 7 menit

1 siklus untuk Mobile Crane : 13 menit

Untuk menyelesaikan 6 Fullslab Precast : 78 menit

Untuk menyelesaikan 30 Fullslab Precast : 390 menit

Didapatkan rekapitulasi ukuran Fullslab Precast dan perhitungan Produktivitas setiap metode yang disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.1 Ukuran dan Tipe Fullslab Precast

Sumber: Olahan Penulis, 2019

Tabel 4.2 Rekapitulasi Produktivitas setiap metode

No Tipe Panjang (m) Lebar (m) Tebal (m) Luas (m2)

1 Type 1B - uk (7,125m x 2,580m x 0,35m) 7,125 2,58 0,35 18,3825 2 Type 2B - uk (6,800m x 2,580m x 0,35m ) 6,8 2,58 0,35 17,544 3 Type 1B-1 - uk (7,125m x 2,580m x 0,35m ) 7,125 1,65 0,35 11,75625 4 Type 2B-1 - uk (6,800 m x 1,65 m x 0,35m) 6,8 1,65 0,35 11,22 5 Type 1C - uk (7,125m x 1,65m x 0,35m) 7,125 1,65 0,35 11,75625 6 Type 2C - uk (6,800m x 1,65m x 0,35m) 6,8 1,65 0,35 11,22

(20)

Sumber: Olahan Penulis, 2019

4.4 Perhitungan Biaya Metode Pekerjaan

Data Biaya diambil dari perhitungan dengan estimasi alat berat baru yang didapatkan dari data proyek Cibitung-Cilincing Seksi 3 PT. Waskita Karya sehingga penulis dapat menghitung rincian sewa alat per-jam.

metode Khine matik unit slab (unit) CT (menit) total waktu (menit) total waktu (menit) total waktu (jam) 1 14 18,50 259,00 1 14 18,50 259,00 3 5 13,00 182,00 3 5 13,00 182,00 1 11 18,50 203,50 1 11 18,50 203,50 1 6 13,00 78,00 Crawler Crane dengan Mobile Crane

Mobile Crane Crawler Crane produktivitas 1,148 518 8,083 slab/jam 4,615 slab/ jam 1,076 0,726 menit/ m2 6,067 8,633 485 slab/ jam 3,243 3,464 menit/ m2 menit/ m2 364

(21)

Bab IV Hasil dan Analisis

4.4.1 Analisis Harga Sewa Alat

Tabel 4.3 Harga Sewa alat berat Crawler Crane

Sumber: PERMEN PUPR NO.28/PRT/M/2016

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KET.

A. URAIAN PERALATAN

1. Jenis Peralatan pek. Berat

2. Tenaga Pw 125,0 HP

3. Kapasitas Cp 50,0 Ton

4. Alat Baru : a. Umur Ekonomis A 5,0 Tahun

b. Jam Kerja Dalam 1 Tahun W 2.000,0 Jam

c. Harga Alat B 1.645.556.250 Rupiah

B. BIAYA PASTI PER JAM KERJA

1. Nilai Sisa Alat = 10 % x B C 164.555.625 Rupiah

2. Faktor Angsuran Modal = i x (1 + i)^A D 0,26380

-(1 + i)^A - 1 3. Biaya Pasti per Jam :

a. Biaya Pengembalian Modal = ( B - C ) x D E 195.342,12 Rupiah

W

b. Asuransi, dll = 0,002 x B F 1.645,56 Rupiah

W

Biaya Pasti per Jam = ( E + F ) G 196.987,67 Rupiah C. BIAYA OPERASI PER JAM KERJA

1. Bahan Bakar = (12%-15%) x Pw x Ms H 142.500,00 Rupiah

2. Pelumas = (2.5%-3%) x Pw x Mp I 82.812,50 Rupiah

Biaya bengkel (6.25% dan 8.75%) x B J 71.993 Rupiah

W

3. Perawatan dan (12,5 % - 17,5 %) x B K 102.847,27 Rupiah

perbaikan = W

4. Operator = ( 1 Orang / Jam ) x U1 L 15.700,00 Rupiah

5. Pembantu Operator = ( 1 Orang / Jam ) x U2 M 12.100,00 Rupiah

Biaya Operasi per Jam = (H+I+K+L+M) P 427.952,85 Rupiah D. TOTAL BIAYA SEWA ALAT / JAM = ( G + P ) S 624.940,52 Rupiah

E. LAIN - LAIN

1. Tingkat Suku Bunga i 10,00 % / Tahun

2. Upah Operator / Sopir U1 15.700,00 Rp./Jam

3. Upah Pembantu Operator / Pmb.Sopir U2 12.100,00 Rp./Jam

4. Bahan Bakar Bensin Mb 8.500,00 Liter

5. Bahan Bakar Solar Ms 9.500,00 Liter

6. Minyak Pelumas Mp 26.500,00 Liter

7. PPN diperhitungkan pada lembar Rekapitulasi Biaya Pekerjaan

(22)

Tabel 4.4 Harga Sewa alat berat Mobile Crane

Sumber: PERMEN PUPR NO.28/PRT/M/2016

Tabel 4.5 Harga Sewa Alat berat Truk Trailer Trailer

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KET.

A. URAIAN PERALATAN

1. Jenis Peralatan pek berat

2. Tenaga Pw 237,0 HP

3. Kapasitas Cp 55,0 Ton

4. Alat Baru : a. Umur Ekonomis A 5,0 Tahun b. Jam Kerja Dalam 1 Tahun W 2.000,0 Jam c. Harga Alat B 1.939.031.250 Rupiah

B. BIAYA PASTI PER JAM KERJA

1. Nilai Sisa Alat = 10 % x B C 193.903.125 Rupiah 2. Faktor Angsuran Modal = i x (1 + i)^A D 0,26380

-(1 + i)^A - 1 3. Biaya Pasti per Jam :

a. Biaya Pengembalian Modal = ( B - C ) x D E 230.180,20 Rupiah W

b. Asuransi, dll = 0,002 x B F 1.939,03 Rupiah

W

Biaya Pasti per Jam = ( E + F ) G 232.119,23 Rupiah C. BIAYA OPERASI PER JAM KERJA

1. Bahan Bakar = (12%-15%) x Pw x Ms H 270.180,00 Rupiah 2. Pelumas = (2.5%-3%) x Pw x Mp I 157.012,50 Rupiah

Biaya bengkel (6.25% dan 8.75%) x B J 84.833 Rupiah

W

3. Perawatan dan (12,5 % - 17,5 %) x B K 121.189,45 Rupiah

perbaikan = W

4. Operator = ( 1 Orang / Jam ) x U1 L 15.700,00 Rupiah 5. Pembantu Operator = ( 1 Orang / Jam ) x U2 M 12.100,00 Rupiah

Biaya Operasi per Jam = (H+I+K+L+M) P 661.014,57 Rupiah D. TOTAL BIAYA SEWA ALAT / JAM = ( G + P ) S 893.133,80 Rupiah

E. LAIN - LAIN

1. Tingkat Suku Bunga i 10,00 % / Tahun

2. Upah Operator / Sopir U1 15.700,00 Rp./Jam

3. Upah Pembantu Operator / Pmb.Sopir U2 12.100,00 Rp./Jam

4. Bahan Bakar Bensin Mb 8.500,00 Liter

5. Bahan Bakar Solar Ms 9.500,00 Liter

6. Minyak Pelumas Mp 26.500,00 Liter

7. PPN diperhitungkan pada lembar Rekapitulasi Biaya Pekerjaan

(23)

Bab IV Hasil dan Analisis

Sumber: PERMEN PUPR NO.28/PRT/M/2016

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KET.

A. URAIAN PERALATAN

1. Jenis Peralatan pek berat

2. Tenaga Pw 175,0 HP

3. Kapasitas Cp 20,00 Ton

4. Alat Baru : a. Umur Ekonomis A 6,0 Tahun b. Jam Kerja Dalam 1 Tahun W 2.000,0 Jam c. Harga Alat B 450.000.000 Rupiah

B. BIAYA PASTI PER JAM KERJA

1. Nilai Sisa Alat = 10 % x B C 45.000.000 Rupiah 2. Faktor Angsuran Modal = i x (1 + i)^A D 0,22961

-(1 + i)^A - 1 3. Biaya Pasti per Jam :

a. Biaya Pengembalian Modal = ( B - C ) x D E 46.495,49 Rupiah W

b. Asuransi, dll = 0,002 x B F 450,00 Rupiah

W

Biaya Pasti per Jam = ( E + F ) G 46.945,49 Rupiah C. BIAYA OPERASI PER JAM KERJA

1. Bahan Bakar = (12%-15%) x Pw x Ms H 199.500,00 Rupiah 2. Pelumas = (2.5%-3%) x Pw x Mp I 115.937,50 Rupiah

Biaya bengkel (6.25% dan 8.75%) x B J 19.688 Rupiah

W

3. Perawatan dan (12,5 % - 17,5 %) x B K 28.125,00 Rupiah

perbaikan = W

4. Operator = ( 1 Orang / Jam ) x U1 L 15.700,00 Rupiah 5. Pembantu Operator = ( 1 Orang / Jam ) x U2 M 12.100,00 Rupiah

Biaya Operasi per Jam = (H+I+K+L+M) P 391.050,00 Rupiah D. TOTAL BIAYA SEWA ALAT / JAM = ( G + P ) S 437.995,49 Rupiah

E. LAIN - LAIN

1. Tingkat Suku Bunga i 10,00 % / Tahun

2. Upah Operator / Sopir U1 15.700,00 Rp./Jam

3. Upah Pembantu Operator / Pmb.Sopir U2 12.100,00 Rp./Jam

4. Bahan Bakar Bensin Mb 8.500,00 Liter

5. Bahan Bakar Solar Ms 9.500,00 Liter

6. Minyak Pelumas Mp 26.500,00 Liter

7. PPN diperhitungkan pada lembar Rekapitulasi Biaya Pekerjaan

(24)

4.4.2 Analisis Biaya Tidak Langsung

Pada komponen biaya tak langsung terdiri dari biaya gaji karyawan, biaya persiapan, biaya utilitas, biaya umum, transportasi dan biaya mobilisasi alat.

Gaji karyawan adalah pekerja yang nantinya akan menangani pekerjaan tersebut sehingga diperlukan seperti pada tabel berikut :

Tabel 4.6 Rekapitulasi Gaji Karyawan

Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Biaya utilitas yang dimaksud berupa voucher untuk media komunikasi pekerja yang nantinya akan menangani pekerjaan tersebut.

Tabel 4.7 Rekapitulasi Biaya Utilitas

Sumber: Olahan Penulis, 2019

Biaya Persiapan adalah biaya yang digunakan sebelum metode pekerjaan dilaksanakan sehingga dibutuhkan item-item yang sudah direkapitulasi seperti Tabel 4.8.

Tabel 4.8 Rekapitulasi Biaya Persiapan

Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Gaji / Bulan Jumlah Total

(Rp) (Personil) (Rp) 1 Site Manager 8.000.000 1 1 8.000.000,0 2 Pelaksana 7.500.000 1 1 7.500.000,0 3 Mekanik 4.500.000 1 1 4.500.000,0 4 Tenaga Harian 2.500.000 1 4 10.000.000,0 6 Keamanan 3.000.000 1 2 6.000.000,0 Total 9 36.000.000 No U r a i a n Koefisien

Biaya / Bulan Jumlah Total

(Rp) (Personil) (Rp) 1 Voucher HP 150.000 1 9 1.350.000 Voucher HP Total 1.350.000 No U r a i a n Koefisien Biaya Total (Rp) (Rp)

1 Landasan Alat Berat

Plat Baja 5 mm x 4 x 8 811.000 1 6 4.866.000 Sleeper 750.000 1 6 4.500.000 2 Rambu area Kerja

Rambu penghalang lalu-lintas jenis plastik 300.000 1 8 2.400.000 Rambu penghalang lalu-lintas jenis beton 500.000 1 2 1.000.000 Rambu Peringatan 350.000 1 2 700.000 Rambu Petunjuk 350.000 1 1 350.000 Peralatan komunikasi dan Lainnya 1.500.000 1 2 3.000.000

Total 16.816.000

Koefisien Kuantitas No U r a i a n

(25)

Bab IV Hasil dan Analisis

Biaya Transportasi adalah biaya yang digunakan untuk pekerja mobilisasi terhadap pekerjaan tersebut.

Tabel 4.9 Rekapitulasi Biaya Transportasi

Sumber: Olahan Penulis, 2019

Biaya Intensif adalah biaya yang digunakan untuk menjamu tamu yang hadir dalam pekerjaan tersebut.

Tabel 4.10 Rekapitulasi Biaya Insentif

Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Biaya Umum adalah biaya yang digunakan untuk bekerja terhadap administrasi dan kehidupan sehari hari selama pekerjaan tersebut berlangsung.

Biaya Kuantitas Total

(Rp) (Rp)

1 Sewa motor operasional 1.000.000 1 6 6.000.000

2 BBM u/motor 140.000 1 6 840.000 Total 6.840.000 No U r a i a n Koefisien Basic Total (Rp) (Rp) 1 Project Officer 8.000.000 1 8.000.000 2 LSM 2.000.000 1 2.000.000 3 Konsultan 5.000.000 1 5.000.000 4 Owner 2.000.000 1 2.000.000 17.000.000 No U r a i a n Koefisien Keterangan

(26)

Tabel 4.11 Rekapitulasi Biaya Umum

Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Biaya Mobilisasi adalah biaya yang digunakan untuk mobilisasi dan demobilisasi alat berat yang digunakan dalam metode erection Fullslab Precast.

Tabel 4.12 Rekapitulasi Biaya Mobilisasi

Sumber: Dokumen Proyek, 2019

Total (Rp)

1 Sewa rumah u/ kantor & mess 15.000.000 /bulan 1 1 15.000.000 2 Perlengkapan kantor / mess

Bangku + meja 1.000.000 1 2 2.000.000 Kasur 300.000 1 9 2.700.000 AC 1/2 PK 1.500.000 1 2 3.000.000 Dispenser 150.000 1 1 150.000 4 Komputer 4.000.000 1 1 4.000.000 5 Printer A3 3.000.000 1 1 3.000.000 Printer A4 1.500.000 1 1 1.500.000 6 ATK 1.000.000 1 1 1.000.000 7 Foto copy 1.000.000 1 1 1.000.000

8 Biaya Makan Karyawan 840.000 /bulan 1 9 7.560.000

9 Air Minum Ktr & Mess 1.500.000 1 1 1.500.000

10 Alat Pelindung Diri

SepatuSafety 350.000 1 9 3.150.000 Rompi 100.000 1 9 900.000 Helm 100.000 1 9 900.000 Total 47.360.000 No Biaya (Rp) Koefisien U r a i a n Kuantitas Total Mobilisasi (Rp) Demobilisasi (Rp) (Rp) Crawler Crane

dibawa dengan Truk Trailer 10.000.000 10.000.000 1 2 40.000.000

Mobile Crane 8.000.000 8.000.000 1 1 16.000.000

Trailer pembawa Fullslab Precast 5.000.000 5.000.000 1 3 30.000.000

86.000.000 Total U r a i a n Basic KoefisienKuantitas

(27)

Bab IV Hasil dan Analisis

4.5 Perhitungan Waktu Metode Pekerjaan

Hasil dari analisis produktivitas ditunjukan Tabel 4.13 berikut ini:

Tabel 4.13 Rekapitulasi Produktivitas setiap metode

Sumber: Olahan Penulis, 2019

Total waktu setiap pekerjaan setiap metode erection Fullslab Precast yang disajikan pada

Tabel 4.14 berikut ini :

Tabel 4.14 Rekapitulasi waktu setiap metode

Sumber: Olahan Penulis, 2019

Kenyataan dilapangan alat dari setiap metode tersebut beroperasi selama 8 jam sehari yang artinya 480 menit sehari. Selanjutnya dapat dilakukan perhitungan penyelesaian proses erection Fullslab Precast perhari.

a. Metode Crawler Crane

Jumlah erection Fullslab Precast : 140 buah

Cycle time / Fullslab Precast : 18,5 menit / Fullslab Precast

Total waktu pekerjaan : 2590 menit

metode Khine matik unit slab (unit) CT (menit) total waktu (menit) total waktu (menit) total waktu (jam) 1 14 18,50 259,00 1 14 18,50 259,00 3 5 13,00 182,00 3 5 13,00 182,00 1 11 18,50 203,50 1 11 18,50 203,50 1 6 13,00 78,00 Crawler Crane dengan Mobile Crane

Mobile Crane Crawler Crane produktivitas 1,148 518 8,083 slab/jam 4,615 slab/jam 1,076 0,726 menit/m2 6,067 8,633 485 slab/ jam 3,243 3,464 menit/ m2 menit/ m2 364 metode total waktu (menit) total waktu (jam) Crawler Crane dengan Mobile Crane 2425 40,42 Mobile Crane 1820 30,33 Crawler Crane 2590 43,17

(28)

Total waktu (hari) : 2590 / 480 menit : 5,4 hari ≈ 6 hari b. Metode Mobile Crane

Jumlah erection Fullslab Precast : 140 buah

Cycle time / Fullslab Precast : 13 menit / Fullslab Precast

Total waktu pekerjaan : 1820 menit

Total waktu (hari) : 1820 / 480 menit

: 3,8 hari ≈ 4 hari

c. Metode 1 Crawler Crane dengan 1 Mobile Crane

Jumlah erection Fullslab Precast : 140 buah

Total waktu pekerjaan : 2425 menit

Total waktu (hari) : 2425 / 480 menit

: 5,1 hari ≈ 6 hari

Perhitungan di atas murni dilakukan secara matematis, asumsi proses erection Fullslab

Precast berjalan lancar tanpa kendala teknis ataupun kendala alam. Dalam perhitungan

diatas dapat dibandingkan untuk metode 1 menyelesaikan pekerjaanya 6 hari, metode 2 sanggup menyelesaikan pekerjaanya 5 hari dan metode 3 sanggup menyelesaikan pekerjaan 6 hari.

(29)

Bab IV Hasil dan Analisis

4.6 Perhitungan Rekapitulasi Biaya Harga satuan Pekerjaan

Nilai biaya langsung dan biaya tidak langsung dari masing – masing metode pelaksanaan dapat disimpulkan untuk setiap metode pelaksanaan. Hasil analisis biaya langsung dan tidak langsung dari metode metode pekerjaan erection Fullslab precast direkapitulasi pada Tabel 4.15 untuk metode pelaksanaan Crawler Crane, Tabel 4.16 untuk metode pelaksanaan Mobile Crane, dan Tabel 4.17 untuk metode pelaksanaan 1 Crawler Crane dengan 1 Mobile Crane.

Tabel 4.15 Rekapitulasi Biaya metode 1 Crawler Crane

Sumber: Olahan Penulis, 2019

volume satuan Harga Satuan Harga Biaya Langsung

1 Crawler Crane 43,17 jam 624.941 26.976.599 2 Mobile Crane

3 Trailer

1 Pekerja 200 jam 17.260 3.451.925

Biaya Tidak Langsung

1 Biaya Gaji Karyawan 1 Ls 36.000.000 36.000.000 2 Biaya Utilitas 1 Ls 1.350.000 1.350.000 3 Biaya Umum 1 Ls 47.360.000 47.360.000 4 Biaya Transportasi 1 Ls 6.840.000 6.840.000 5 Biaya Persiapan 1 Ls 12.316.000 12.316.000 6 Biaya Intensif 1 Ls 17.000.000 17.000.000 7 Biaya Mob Demob 1 Ls 40.000.000 40.000.000 191.294.524 8.608.254 6.695.308 206.598.086 Jumlah Total 1 Crawler Crane Total SCF (4,5%) PPh (3%) No Deskripsi Tenaga Alat

(30)

Tabel 4.16 Rekapitulasi Biaya metode 1 Mobile Crane

sumber: Olahan Penulis, 2019

Tabel 4.17 Rekapitulasi Biaya metode 1 Crawler Crane dengan 1 mobile crane

sumber: Olahan Penulis, 2019

Analisis Biaya harga satuan pekerjaan metode 1 Crawler Crane terlihat pada Tabel 4.15 tersebut mempunyai analisis biaya harga satuan pekerjaan yang lebih ekonomis yaitu Rp.

volume satuan Harga Satuan Harga Biaya Langsung

1 Crawler Crane

2 Mobile Crane 30,33 jam 893.134 27.091.725 3 Trailer 30,33 jam 437.995 13.285.863

1 Pekerja 200 jam 17.260 3.451.925

Biaya Tidak Langsung

1 Biaya Gaji Karyawan 1 Ls 36.000.000 36.000.000 2 Biaya Utilitas 1 Ls 1.350.000 1.350.000

3 Biaya Umum 1 Ls 47.360.000 47.360.000

4 Biaya Transportasi 1 Ls 6.840.000 6.840.000 5 Biaya Persiapan 1 Ls 11.950.000 11.950.000 6 Biaya Intensif 1 Ls 17.000.000 17.000.000 7 Biaya Mob Demob 1 Ls 46.000.000 46.000.000 210.329.514 9.464.828 7.361.533 227.155.875 Jumlah Total 1 Mobile Crane Total SCF (4,5%) PPh (3%) No Deskripsi Tenaga Alat

volume satuan Harga Satuan Harga Biaya Langsung

1 Crawler Crane 33,92 jam 624.940,52 21.195.899 2 Mobile Crane 6,50 jam 893.133,80 5.805.370

3 Trailer 6,50 jam 437.995,49 2.846.971

1 Pekerja 200 jam 17.260 3.451.925

Biaya Tidak Langsung

1 Biaya Gaji Karyawan 1 Ls 36.000.000 36.000.000 2 Biaya Utilitas 1 Ls 1.350.000 1.350.000 3 Biaya Umum 1 Ls 47.360.000 47.360.000 4 Biaya Transportasi 1 Ls 6.840.000 6.840.000 5 Biaya Persiapan 1 Ls 16.816.000 16.816.000 6 Biaya Intensif 1 Ls 17.000.000 17.000.000 7 Biaya Mob Demob 1 Ls 86.000.000 86.000.000 244.666.165 11.009.977 8.563.316 264.239.458 Jumlah Total

1 Crawler Crane dengan 1 Mobile Crane

Total SCF (4,5%) PPh (3%) No Deskripsi Tenaga Alat

(31)

Bab IV Hasil dan Analisis

206.598.086,00/ 140 unit Fullslab Precast metode 2 dengan 1 Mobile Crane terlihat pada

Tabel 4.16 yaitu Rp. 227.155.875,00/ 140 unit Fullslab Precast dan 1 Crawler Crane

dengan 1 Mobile Crane terlihat pada Tabel 4.17 yaitu Rp 264.239.458,00/ 140 unit

Fullslab Precast. Harga Total masing masing metode pada Tabel 4.18.

Tabel 4.18 Harga total setiap metode

sumber: Olahan Penulis, 2019

4.7 Perhitungan Schedule Waktu Pelaksanaan

Waktu dari setiap metode erection Fullslab Precast hingga akhir dari pelaksanaan pekerjaan tersebut didapat Dari pengamatan dilapangan serta analisis setiap metode pekerjaan erection Fullslab Precast. Mobilisasi alat berat pada masing masing metode selama 1,5 hari dilanjutkan dengan persiapan landasan alat berat atau merakit alat berat

Crawler Crane dan Mobile Crane. Percobaan erection Fullslab Precast diperlukan

Loading Test sebagai acuan pertama alat berat dapat beroperasi. Data pengamatan

pekerjaan erection Fullslab Precast yang dapat dilihat pada Tabel 4.19.

Tabel 4.19 Data waktu pengamatan pekerjaan Erection Fullslab Precast

sumber: Olahan Penulis, 2019

No Metode Total Biaya Total Slab

1 1 Crawler Crane Rp 206.598.086 140 unit

2 1 Mobile Crane Rp 227.155.875 140 unit

1 Crawler Crane dengan 1 Mobile 3 Rp 264.239.458 140 unit 1 1 Crawler Crane 1,5 2,1 0,6 0,3 5,40 2 2 1 Mobile Crane 1,5 - 0,1 0,3 3,80 0,1 2,1 0,5 0,7 2,1 1,5 0,90 4,30 1 Crawler Crane dengan 1 Mobile Crane 3 Bongkar Alat (hari) Loading Test (hari) Persiapan Landasan (hari) Perakitan Alat (hari) Mobilisasi (hari) Metode No Erection (hari)

(32)

Rangkaian pekerjaan setiap metode dibuat schedule pekerjaan erection Fullslab Precast menjadi satu kesatuan dan diakhiri dengan pembongkaran alat berat. Schedule pekerjaan

erection Fullslab Precast dapat dilihat pada Tabel 4.20 berikut ini :

Tabel 4.20 Schedule pelaksanaan pekerjaan Erection Fullslab Precast

sumber: Olahan Penulis, 2019

4.8 Pembahasan

Berikut tabel rekapitulasi perbandingan durasi dan biaya setiap metode pekerjaan Erection Fullslab Precast.

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

1 Crawler Crane

Mobilisasi Rakit crawler crane persiapan landasan alat berat loading test

Pengangkatan Bongkar crawler crane Finish

2 Mobile Crane

Mobilisasi

persiapan landasan alat berat loading test

Pengangkatan Finish

3 1 Crawler dengan 1 Mobile Crane

Mobilisasi Rakit crawler crane persiapan landasan alat berat loading test

Pengangkatan (Mobile Crane) Pengangkatan (Crawler Crane) Bongkar crawler crane Finish

No Metode

Waktu Pengamatan (2019) Oktober

(33)

Bab IV Hasil dan Analisis

Tabel 4.21 Total Biaya dan Waktu metode erection Fullslab Precast

sumber: Olahan Penulis, 2019

Hasil dari perbandingan biaya dan waktu didapat metode 1 Crawler Crane mempunyai harga yang lebih ekonomis tetapi mempunyai waktu yang lebih lama dibandingkan dengan metode lainnya. Metode 1 Crawler Crane mempunyai keuntungan saat melakukan erection Fullslab Precast karena tidak membutuhkan truk Trailer sebagai alat bantu mobilisasi material Fullslab Precast. Metode 1 Mobile Crane mempunyai waktu pekerjaan yang lebih singkat dibandingkan metode lainnya, tetapi mempunyai biaya lebih besar dibandingkan dengan metode 1 Crawler Crane. Metode 1 Mobile Crane tidak dapat melakukan erection Fullslab Precast jika tidak dibantu dengan truk Trailer sebagai alat mobilisasi Fullslab Precast. Metode 1 Crawler Crane dengan 1 Mobile Crane mempunyai biaya yang besar dibandingkan dengan metode lainnya karena alat berat yang digunakan Crawler Crane dengan Mobile Crane. Waktu yang didapat lebih besar dibandingkan dengan metode 1 Mobile Crane tetapi lebih cepat dibandingkan dengan 1

Crawler Crane. Metode 1 Crawler Crane dengan 1 Mobile Crane mempunyai

keuntungan pada lahan area pekerjaan yang mempunyai elevasi tanah berbeda-beda.

4.9 Validasi Pakar

Hasil validasi pakar yang terhadap hasil analisis yang dilakukan, dapat dilihat pada

Lampiran-3. Crawler Crane 1 Truk Trailer 0 Mobile Crane 1 Truk Trailer 3 Crawler Crane 1 Mobile Crane 1 Truk Trailer 3

3 metode 3 140 unit Rp 264.239.458 10 hari

1 metode 1 140 unit Rp 206.598.086 12 hari

140 unit Rp 227.155.875 7 hari

metode 2 2

Metode

No Total

Slab Total Biaya WaktuTotal

Jumlah Alat Jenis Alat

Gambar

Gambar 4.1  Langkah 1 Pengambilan Fullslab Precast
Gambar 4.3  Langkah 3 menuju lokasi erection Fullslab Precast                                                                Sumber: Dokumen Proyek, 2019
Gambar 4.5  Langkah 5 menyusun Fullslab Precast hingga 1 grid main road
Gambar 4.6  Langkah 1 Pengambilan Fullslab Precast pada truk Trailer                                                                  Sumber: Dokumen Proyek, 2019
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penampilan beberapa !ariabel yang diamati, yaitu kedinian pembentukan tunas, jumlah tunas per eksplan, dan tinggi tunas, diketahui baha pemberian kinetin dengan

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 6, Pasal 14, Pasal 21, Pasal 22 dan Pasal 24 Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 2 Tahun 2009, tentang Kesehatan Ibu, Bayi Baru

ANALISIS CLASH DETECTION RUAS JALAN TOL CIBITUNG - CILINCING SEKSI 4 DENGAN METODE BIM yang disusun oleh Liana Mega Ristyani Bekti (NIM 4117010003) telah dipertahankan dalam

Seluruh pihak yang terlibat pada pembangunan Proyek Jalan Tol Cibitung- Cilincing Seksi 4 harus memperhatikan dan menindaklanjuti faktor yang dapat menjadi penyebab

Sebelum alat tersebut dapat dijalankan, maka dibutuhkan simulasi kendaraan darat / mobil offroad (All Terrain Vehicle) yang dapat menghasilkan data training berupa

4) Sering dikenal dengan restricted earth fault, pada waktu terjadi gangguan di daerah pengamannya, maka kedua arus sekunder CT besarnya tidak sama oleh karena itu, akan ada arus

Umundu yeesi ulli hangaki he kyimiiko 21 anyaala wakholola siilaamo Umundu yeesi ulli hangaki he kyimiiko 21 anyaala wakholola siilaamo Umundu ukhoola siilamo akha waakhoola nga

− Kelebihan air sungai Bribin dengan air sungai pada umumnya dilihat dari parameter air dan dibandingkan dengan baku mutu air, menurut SK Gubernur 91/SK MENKES RI 2002