i USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
PETIR SUKU YODA
(PREJUDICE TERHADAP WARGA INDONESIA TIMUR (NTT, MALUKU, DAN PAPUA) PADA WARGA SUKU JAWA DI YOGYAKARTA YANG TINGGAL DI
ASRAMA WARGA DAERAH SETEMPAT). BIDANG KEGIATAN:
PKM-PENELITIAN (PKM-P)
Diusulkan oleh:
1. Fajar Bening Wahyuningsih MS 11320263
2. Diana Arum Terani 11320273
3. Aziz Rahmat Tarmizi 11320171
4. Siti Kholidiyatus Sa’diyah 12320312
5. Nita Widyastuti 13521085
Universitas Islam Indonesia
Yogyakarta
iii
a. HALAMAN SAMPUL ... i
b.HALAMAN PENGESAHAN ………... ii
c. DAFTAR ISI ………... iii
d.RINGKASAN ………... 1
BAB 1. PENDAHULUAN ………... 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ………... 4
BAB 3. METODE PENELITIAN ……… 6
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ……… 9
4.1 Anggaran Biaya ……… 9
4.2 Jadwal Kegiatan ……… 9
DAFTAR PUSTAKA ……… 10
LAMPIRAN-LAMPIRAN ……… Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota ……… iv
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ……… ix
Lampiran 3. Susunan Oganisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas ……… xii
RINGKASAN
Penelitian ini mengemukakan tentang prejudice yang diduga sebagai pemicu utama penyebab konflik warga Indonesia Timur dengan warga suku jawa di Yogyakarta. Dilihat lagi dari berita-berita yang sudah banyak di media saat ini, warga Indonesia Timur sering terlibat dalam suatu kasus, khususnya di Yogyakarta. Dari kasus-kasus tersebut, akhirnya membuat warga suku jawa di Yogyakarta menyamaratakan sikap terhadap warga Indonesia Timur, tidak terkecuali warga yang baik-baik ataupun tidak. Terlebih lagi warga Indonesia Timur memiliki identitas fisik yang khas dan mudah dikenali, sehingga mudah dievaluasi dibanding dengan warga lainnya. Evaluasi tersebut bisa dikatakan sebagai prejudice atau prasangka, yaitu sikap negatif terhadap kelompok sosial tertentu yang hanya didasarkan atas keanggotaan dalam kelompok yang lain (Brown, 2006).
Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin menelusuri lebih dalam sejauh mana prejudice pada suku jawa di Yogyakarta terhadap warga Indonesia timur yang tinggal di asrama daerah setempat. Selain menelusuri peneliti ingin melihat faktor-faktor apa saja yang memicu munculnya prejudice tersebut, sehingga peneliti dapat membuktikan bahwa memang terdapat prejudice pada warga suku jawa Yogyakarta terhadap warga Indonesia Timur.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengambilan berupa wawancara dan observasi. Wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur berdasarkan pedoman wawancara dan bentuk observasi yang digunakan adalah overt dan alamiah serta ditunjang dengan rekaman suara maupun video sebagai alat bantu. Desain dari penelitian ini adalah desain penelitian studi kasus, agar lebih fokus memahami dan mendalami lebih jauh tentang prejudice antar kelompok. Tahap penelitian yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi masalah, membuat pedoman wawancara, menentukan subjek, melakukan wawancara, menganalisis data, penyimpulan hasil, dan melaporkan hasil. Total estimasi waktu untuk penelitian adalah 5 bulan sampai pada tahap melaporkan hasil penelitian ini.
Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana prejudice pada warga suku jawa Yogyakarta terhadap warga Indonesia Timur yang tinggal di asrama warga daerah setempat.
Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberi pemahaman bahwa prejudice terhadap suatu kelompok akan menimbulkan konflik antar kelompok. Maksudnya adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat umum, terutama warga suku jawa Yogyakarta, bahwa tidak semua warga Indonesia Timur memiliki sifat ke-khas-an yang jelek dan pantas mendapat pandangan yang buruk. Seperti masyarakat biasanya, apabila ada satu orang dari daerah tertentu berbuat salah, tidak semua warga dari daerah tersebut memiliki watak seperti itu karena terdapat individul differences pada setiap orang dalam suatu daerah tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini sangat bermanfaat untuk memberi wawasan baru pada masyarakat dan menjadi awal mulanya perubahan sikap maupun pandangan terhadap warga Indonesia Timur yang ada di Yogyakarta.
BAB 1. PENDAHULUAN
Indonesia di kenal dengan keanekaragaman budaya, suku, bahasa, adat istiadat, agama dan lain sebagainya. Berdasarkan keanekaragaman tersebut, Indonesia mempunyai semboyan pemersatu bangsa yaitu Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu. Seperti halnya di Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pendidikan. Yogyakarta merupakan kota yang sangat diminati oleh masyarakat di Indonesia disebabkan oleh beberapa alasan. Salah satu alasan tersebut adalah karena kualitas pendidikannya yang baik. Hal ini ditandai dengan banyaknya universitas negeri maupun swasta yang memiliki kualitas baik berada di kota Yogyakarta. Sehingga, tidak mengherankan jika Kota Yogyakarta di cap sebagai kota pendidikan yang berkualitas (Herianto, 2010). Tidak hanya itu, di beberapa artikel serta berita juga memuat bahwa kota Yogyakarta memiliki slogan Yogyakarta berhati nyaman karena warga asli Yogyakarta sering distereotypekan sebagai warga yang sangat santun, saling menghormati, segan, menjunjung tinggi etika, dan berbicara halus (PERDA KOTA YOGYAKARTA, 1992).
Berdasarkan alasan-alasan tersebut, banyak para pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang berada di Yogyakarta, terutama pelajar yang ingin melanjutkan study-nya. Hal tersebut menjadikan warga yang ada di Yogyakarta semakin bervariatif. Jika memang Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, seharusnya para pendatang yang memiliki kebudayaan
Bukti konkritnya yaitu, pada hari sabtu, tanggal 23 Maret 2013 dini hari, terjadi kasus penembakan di Lapas Sleman yang menewaskan 4 pemuda berasal NTT (Teko, 2013). Kasus ini di duga karena adanya balas dendam antara kopasus dengan warga NTT. Dari kejadian tersebut, warga Indonesia Timur pun tidak aman di Yogyakarta. Sampai Gubernur Yogyakarta, yaitu Sultan HB X, menjamin keamanan bagi pendatang di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Pada tanggal 26 Maret 2013, akhirnya Sultan HB X membuka dialog dan menghimbau bahwa keamanan bagi pelajar di Yogyakarta dijamin dan tidak perlu khawatir. Selain kasus tersebut, ternyata tidak lama juga Sultan HB X itu membuka dialog kepada seluruh warga Indonesia Timur yang ada di Yogyakarta, yaitu apabila sekali lagi di antara mereka melakukan sesuatu yang sifatnya kekerasan, mereka harus keluar dari Yogyakarta (Red, 2013). Hal itu berarti keseluruhan dari warga Indonesia Timur, tidak terkecuali warga yang memang baik maupun tidak. Sempat kami sedikit mewawancarai satu anak pelajar asal Indonesia Timur, yaitu Ternate, mengaku bahwa setelah kejadian itu, dirinya merasa tidak aman di Yogyakarta sampai harus menyembunyikan diri karena ikut dikejar-kejar dan dianggap sebagai preman padahal dirinya tidak tahu-menahu kasus persis yang seperti apa yang terjadi, tetapi dirinya yang kena (13/5/13). Mungkin berita bahwa 14.000 warga Indonesia Timur di Yogyakarta merasa was-was (Susila, 2013) adalah kondisi yang benar-benar nyata yang terjadi pada pelajar Indonesia Timur yang ada di Yogyakarta. Hal tersebut lebih tidak adil ketika terdapat berita yang menyatakan bahwa polisi seharusnya bertindak tegas pada warga Yogyakarta yang bertindak keras, seperti preman, kepada warga Indonesia Timur (Aditya, 2013).
yang begitu konkrit terjadi dari tahun ke tahun, menjadi dasar peneliti mengangkat tema ini. Peneliti ingin mengetahui apa sebenarnya yang dirasakan warga suku jawa di Yogyakarta terhadap warga Indonesia Timur. Berdasarkan hal tersebut, kami menemukan faktor yang sangat memungkinkan terjadinya konflik, yaitu prejudice (prasangka).
Menurut Brown (Wibisono, 2012), prejudice adalah sikap negatif terhadap kelompok sosial tertentu yang hanya didasarkan atas keanggotaan dalam kelompok yang lain. Sherif & Sherif (Wibisono, 2012) menegaskan bahwa prejudice merupakan sikap negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok lain
yang berangkat dari norma satu kelompok tersebut.
Hal tersebut sepertinya merumuskan suatu pertanyaan, apakah prejudice adalah pemicu utama dari konflik semakin memanas? Bagaimanakah prosesnya? Mengapa prejudice tersebut bisa muncul pada warga suku jawa di Yogyakarta?
Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa prejudice adalah penyebab konflik antar warga suku jawa di Yogyakarta dan Indonesia Timur. Selain itu, peneliti juga ingin mengeksplor lebih dalam lagi sejauh mana prejudice yang ada pada warga suku jawa di Yogyakarta dan menelusuri faktor-faktor yang menyebabkan munculnya prejudice tersebut.
Berdasarkan tujuan yang sudah dijelaskan, urgensi dari penelitian ini adalah sebagai solusi atas prejudice yang diberikan kepada warga pendatang khususnya warga asal Indonesia Timur, sehingga konflik berkurang dan menjadikan slogan Yogyakarta benar-benar tercipta lagi, yaitu Yogyakarta berhati nyaman.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Prejudice adalah sebuah prasangka yang mengarahkan sikap (negatif atau positif) terhadap anggota kelompok tertentu, semata berdasarkan keanggotaan mereka dalam kelompok tersebut (Wibisono, 2012), sedangkan menurut Sherif & Sherif (Wibisono, 2012) menegaskan bahwa prejudice merupakan sikap negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok lain yang berangkat dari norma satu kelompok tersebut. Biasanya, prejudice muncul akibat perilaku sekelompok orang dari daerah tertentu yang tidak sesuai norma, kemudian diartikan oleh warga lainnya bahwa satu orang yang teridentifikasi sebagai kelompok yang tidak sesuai norma tadi memiliki perilaku yang sama.
Norma itu sendiri adalah kesepakatan-kesepakatan informal yang terbangun melalui suatu proses dan kemudian menjadi aturan tidak tertulis yang disepakati bersama (Wibisono, 2012). Norma antara kelompok satu dengan kelompok lain jelas berbeda dan memang seharusnya antar kelompok budaya harus saling menghormati satu sama lain seperti prinsip Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Namun, pada kenyataannya kelompok-kelompok budaya yang ada di masyarakat justru berpotensi untuk timbulnya konflik (Ancok, 2004). Hal tersebut dikarenakan adanya cara pandang outgroup dan ingroup (Wibisono, 2012) yang memandang bahwa normanya-lah yang paling benar sebagai ingroup dan yang tidak sesuai akan dianggap sebagai norma yang salah yang tidak seharusnya ada sebagai outgroup. Dari norma yang berbeda ini akan memunculkan suatu prejudice bahwa kelompoknya adalah yang paling baik dan mengarahkan sikap
negatif pada anggota kelompok lain yang termasuk dalam kelompok yang tidak disukai.
kelompok tertentu, dijadikan sebagai informasi negatif yang terus menguatkan dan menjadi sebuah lingkaran kognitif yang tertutup dan cernderung dirasa akurat seiring berjalannya waktu dikarenakan schema pikir yang salah atau negatif pada awalnya.
Implikasi kedua dari sikap prejudice adalah apabila schema pikiran sudah terbentuk negatif, maka akan muncul sikap negatif pada kelompok tertentu tersebut. Prejudice juga melibatkan perasaan dan emosi, jadi tidak heran apabila pprejudice sudah muncul, selalu ada rasa tidak suka sampai sikap membenci. Hal tersebut merupakan fenomena awal mulanya konflik muncul, sehingga yang awalnya hanya sikap negatif kemudian berubah menjadi diskriminasi antar kelompok (Wibisono, 2012).
Sebetulnya prejudice muncul bukan hanya perbedaan norma yang mereka buat sendiri, melainkan ada 2 hal yang mampu menjelaskan mengapa prejudice bisa muncul (Wibisono). Pertama dengan memiliki prejudice negatif, akan meningkatkan citra diri kelompoknya. Dalam arti bahwa dengan merendahkan kelompok lain, membuat kelompoknya sendiri yakin akan harga diri mereka dan merasa puas apabila memang diakui bahwa kelompoknya-lah yang superior dibanding kelompok lainnya. Seperti Stephan, dkk. (Wibisono, 2012) yang mengidentifikasi bahwa prejudice lahir dalam diri individu sebagai implikasi perasaan terancam. Hal yang kedua adalah dengan memiliki prejudice, akan menghemat usaha kognitif dan menjadikannya sebuah pemikiran yang tertutup. Terkait dengan prejudice, seseorang dalam suatu kelompok tidak perlu mencari kebenaran akan kelompok lainnya secara lebih kompleks, sehingga yang terjadi adalah menghemat pemahaman akan kelompok lain dengan melakukan prejudice. Awal mulanya bisa dikarenakan oleh stereotype pada budaya tertentu dan menjadikannya sebagai suatu cap bertanda bahwa pada kelompok ini berarti anggotanya seperti ini.
BAB 3. METODE PENELITIAN
penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara, catatan lapangan, gambar, foto, rekaman video, dan lain-lain. Metode penelitian kualitatif dalam penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu observasi wawancara. Peneliti memilih metode pengambilan data dengan observasi wawancara karena peneliti ingin memperhatikan masalah yang terjadi dan mengeksplorasi lebih dalam lewat pertanyaan-pertanyaaan yang berusaha untuk menelusuri sejauh mana prejudice yang ada pada warga asli Yogyakarta terhadap warga Indonesia Timur. Bentuk wawancaranya adalah wawancara terstruktur yang didasari dengan pedoman wawancara secara umum, sedangkan bentuk observasi yang digunakan adalah overt dan alamiah. Overt yaitu keadaan dimana responden menyadari bahwa dirinya sedang di observasi, sedangkan alamiah dilakukan dalam situasi observasi yang tidak terkontrol. Observasi tersebut ditunjang dengan bantuan alat berupa rekaman
Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus merupakan penelitian yang mendalam tentang individu, satu kelompok, satu organisasi, satu prgram kegiatan, dan sebagainya dalam waktu tertentu. Tujuannya untuk memperoleh deskripsi yang utuh, fokus, dan mendalam dari sebuah kasus. Tahapan penelitian yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1.Identifikasi masalah
Ketika mengidentifikasi sebuah masalah, peneliti harus mengetahui berita terkini yang disesuaikan dengan tujuan penelitian agar sejalan dengan kondisi yang terjadi pada saat ini. Mengidentifikasi berarti mencari lagi faktor utama, yaitu prejudice, terhadap munculnya konflik. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mampu mengarahkan penelitian ini dengan tepat. Diperlukan estimasi waktu selama 1 bulan untuk mengidentifikasi masalah bersamaan dengan membuat pedoman wawancara.
2.Membuat pedoman wawancara
sesuai dengan konten yang dituju. Estimasi waktu yang diperlukan bersamaan dengan identifikasi masalah, yaitu 1 bulan.
3.Menentukan subjek wawancara
Pemilihan subjek dilakukan dengan turun langsung ke asrama warga Indonesia Timur yang berada di daerah sekitar warga asli Yogyakarta. Wawancara akan dilakukan dengan 2 kelompok subjek utama, yang pertama ada beberapa warga dari suku jawa Yogyakarta dan yang kedua adalah beberapa warga dari Indonesia Timur. Setiap kelompok, nantinya akan melakukan perjanjian dengan peneliti untuk menentukan waktu wawancara dan adapun peneliti mewawancarai langsung tanpa perjanjian penentuan waktu. Menentukan subjek penelitian ini diperlukan estimasi waktu 1 bulan.
4.Melakukan wawancara dan observasi
Adapun tahapan dalam melakukan wawancara, yaitu pembukaan, isi wawancara, dan penutup (Sulistyarini, 2012). Hal tersebut lebih dijelaskan lagi oleh Shea (Sulistyarini, 2012) menjadi 5 tahap, yaitu mengenali, membuka, mendalami, menutup dan menghentikan. Selanjutnya dalam observasi peneliti dibantu dengan alat rekaman wawancara. Selama proses wawancara observasi peneliti harus memiliki kemampuan pesan verbal maupun nonverbal dalam .
5.Menganalisis data yang diperoleh
Strauss dan Corbin (Sulistyarini, 2012) menyampaikan bahwa setelah melakukan pengambilan data melalui wawancara, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data. Terdapat tiga jalur analisis data menurut Miles dan Hubermas (Sulistyarini, 2012), yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Diperlukan estimasi waktu 1 bulan bersamaan dengan penyimpulan hasil.
6.Menyimpulkan hasil
penganalisisan data, yaitu 1 bulan. 7.Melaporkan hasil
Setelah data disajikan dan disimpulkan hasilnya, langkah selanjutnya melaporkan hasil yang dilakukan dalam bulan ke 5 setelah penelitian.
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN a. Biaya
No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan penunjang, ditulis sesuai kebutuhan
(15–25%) Rp 5.754.000,00
2. Bahan habis pakai, ditulis sesuai dengan
kebutuhan (20–35%) Rp 2.968.000,00
3. Perjalanan, jelaskan kemana dan untuk tujuan apa
(15–25%) Rp 432.000,00
4. Lain-lain: administrasi, publikasi, seminar,
laporan, lainnya Rp 2.850.000,00
Jumlah
Rp12.004.000,00
b.Jadwal Kegiatan
Tahap Penelitian Bulan I
Bulan II
Bulan III
Bulan IV
Bulan V 1. Identifikasi
DAFTAR PUSTAKA
Aditya, Ivan. 2013. Sesepuh Warga Papua Minta Polisi Bertindak Tegas. Diunduh dari : http://krjogja.com/read/189634/sesepuh-warga-papua-minta-polisi-bertindak-tegas. kr. 27/10/2013.
Herianto, Eko. 2010. Analisis Potensi dan Permasalahan Terhadap Peluang Implementasi Kebijakan Pedestrianisasi di Kawasan Malioboro. Jurnal Penelitian: 5.
Jordan, Ray. 2012. Papua Ingin Diperlukan Bak Warga Yogyakarta & Surabaya. Diunduh dari :
http://news.detik.com/read/2012/06/16/124541/1942846/10/papua-ingin-diperlakuka n-bak-warga-yogyakarta-surabaya.27/10/2013.
Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta (PERDA KOTA YOGYAKARTA) No. 1 Tahun 1992 (1/1992) Tentang Yogyakarta Berhati Nyaman Poerwandari, E.K. 1998. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Jakarta:
Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Universitas Indonesia.
Red. 2013. Sultan: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Belajar di Yogyakarta. Diunduh dari : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/03/26/150524/Sultan-M asyarakat-Tak-Perlu-Khawatir-Belajar-di-Jogja. 05/05/2013.
Sulistyarini, R. I. 2012. Wawancara Sebagai Metode Efektif Untuk Memahami Perilaku Manusia. Bandung: Karya Putra Darwati.
Susila, S. B. 2013. Ada 14.000 Warga NTT di Yogya, Mereka Was-was. Diukur dari : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/400501-ada-14-000-warga-ntt-di-yogya--mereka-was-was. 05/05/2013.
Teco. 2013. Empat Warga Tewas Ditembak di Lapas Sleman. Diunduh dari : http://www.nttterkini.com/empat-warga-ntt-tewas-ditembak-di-lapas-sleman/.
iv A.Identitas diri
1 Nama lengkap (dengan gelar) Fajar Bening Wahyuningsih MS
2 Jenis kelamin Perempuan
3 Program studi Psikologi
4 NIM 11320263
5 Tempat Tanggal Lahir Kuamang Kuning, 14 April 1993
6 E-mail [email protected]
7 No telepon/HP 087738872798
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 180/II Mulia Bhakti, Pelepat
SMPN 5 Pelepat SMAN 1 Pelepat Ilir
Jurusan - - IPA
Tahun masuk-lulus 2000-2005 2005-2008 2008-2011
C.Pemakalah seminar ilmiah (oral presentation) No. Nama pertemuan
ilmiah/seminar
Judul Artikel ilmiah Waktu dan Tempat 1 Psikologi Ilmiah Weton dalam Persepektif
Psikologi Islami
6 Juli 2013 di Gedung Kuliah Umum, Universits Islam Indonesia
D.Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau instuisi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi pemberi
Penghargaan
Tahun 1
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PETIR SUKU YODA (Prejudice terhadap Warga Indonesia Timur (NTT, Maluku, dan Papua) pada Warga Suku Jawa di Yogyakarta yang Tinggal di Asrama Warga Daerah Setempat).
Yogyakarta, 30 Oktober 2013 Pengusul,
iv 1. Nama lengkap (dengan gelar) Nita Widyastuti
2. Jenis kelamin Perempuan
3. Program studi Teknik Kimia
4. NIM 13521085
5. Tempat Tanggal Lahir Sumber Harapan, 26 oktober 1994
6. E-mail [email protected]
7. No telepon/HP 087745354733
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 136//II sumber Harapan
SMP N 1 PELEPAT ILIR
SMA N 1 PELEPAT ILIR
Jurusan - - IPA
Tahun masuk-lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013
C.Pemakalah seminar ilmiah (oral presentation)
No. Nama pertemuan ilmiah/seminar Judul Artikel ilmiah Waktu dan Tempat 1.
D.Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau instuisi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi pemberi
Penghargaan
Tahun 1.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PETIR SUKU YODA (Prejudice terhadap Warga Indonesia Timur (NTT, Maluku, dan Papua) pada Warga Suku Jawa di Yogyakarta yang Tinggal di Asrama Warga Daerah Setempat).
Yogyakarta,30 Oktober 2013 Pengusul,
iv 1 Nama lengkap (dengan gelar) Diana Arum Terani
2 Jenis kelamin Perempuan
3 Program studi Psikologi
4 NIM 11320263
5 Tempat Tanggal Lahir Semarang, 1 Desember 1992
6 E-mail [email protected]
7 No telepon/HP 081226612460
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 02-03 Pedurungan Kidul
SMPN 9 Semarang SMAN 11 Semarang
Jurusan - - IPA
Tahun masuk-lulus 1999-2004 2004-2007 2007-2010
C.Pemakalah seminar ilmiah (oral presentation)
No. Nama pertemuan ilmiah/seminar Judul Artikel ilmiah
Waktu dan Tempat 1
D.Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau instuisi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi pemberi
Penghargaan
Tahun 1
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PETIR SUKU YODA (Prejudice terhadap Warga Indonesia Timur (NTT, Maluku, dan Papua) pada Warga Suku Jawa di Yogyakarta yang Tinggal di Asrama Warga Daerah Setempat).
Yogyakarta, 30 Oktober 2013 Pengusul,
iv 1 Nama lengkap (dengan gelar) Aziz Rahmat Tarmizi
2 Jenis kelamin Laki-laki
3 Program studi Psikologi
4 NIM 11320171
5 Tempat Tanggal Lahir Sleman, 11 April 1993
6 E-mail [email protected]
7 No telepon/HP 089655595505
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Rejodani MTS Pondok Pabelan
MA Pondok Pabelan
Jurusan - - IPA
Tahun masuk-lulus 2000-2005 2005-2008 2008-2011
C.Pemakalah seminar ilmiah (oral presentation)
No. Nama pertemuan ilmiah/seminar Judul Artikel ilmiah
Waktu dan Tempat 1
D.Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau instuisi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi pemberi
Penghargaan
Tahun 1
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PETIR SUKU YODA (Prejudice terhadap Warga Indonesia Timur (NTT, Maluku, dan Papua) pada Warga Suku Jawa di Yogyakarta yang Tinggal di Asrama Warga Daerah Setempat).
Yogyakarta, 30 Oktober 2013 Pengusul,
iv 1 Nama lengkap (dengan gelar) Siti Kholidiyatus Sa’diyah
2 Jenis kelamin Perempuan
3 Program studi Psikologi
4 NIM 12320312
5 Tempat Tanggal Lahir Purbalingga, 31 Mei 1994
6 E-mail [email protected]
7 No telepon/HP 085729492631
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 3 Bajong SMPN 3 Purbalingga
SMAN 1 Purbalingg
Jurusan - - IPS
Tahun masuk-lulus 2001-2006 2006-2009 2009-2012
C.Pemakalah seminar ilmiah (oral presentation)
No. Nama pertemuan ilmiah/seminar Judul Artikel ilmiah
Waktu dan Tempat 1
D.Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau instuisi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi pemberi
Penghargaan
Tahun 1
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PETIR SUKU YODA (Prejudice terhadap Warga Indonesia Timur (NTT, Maluku, dan Papua) pada Warga Suku Jawa di Yogyakarta yang Tinggal di Asrama Warga Daerah Setempat).
Yogyakarta, 30 Oktober 2013 Pengusul,
xi
Subjek Timur 6 Rp100.000,00 Rp 600.000,00 Subjek Jawa 6 Rp100.000,00 Rp 600.000,00
Tape Recorder 1 Rp500.000,00 Rp 500.000,00
Kamera Digital 1 Rp1.000.000,00 Rp1.000.000,00
AlatTulis Notebook 5 Rp 25.000,00 Rp 125.000,00
BukuBesar 2 Rp 30.000,00 Rp 60.000,00
Pena 12 Rp 3.000,00 Rp 48.000,00
Spidol 5 Rp 7.000,00 Rp 35.000,00
Steples 1 Rp20.000,00 Rp20.000,00
Isi Steples 2 pcs Rp3000,00 Rp6000,00
Solasi 1 Rp12.000,00 Rp12.000,00
Pulsa Pulsa
Handphone
5 org Rp 101.000,00 Rp 505.000,00 Pulsa Internet 5 org Rp 101.000,00 Rp 505.000,00
Percetakan Print 200 Rp 1500,00 Rp 300.000,00
Fotokopi 2.500 Rp 200,00 Rp 500.000,00
Booklet 50 Rp8000,00 Rp400.000,00
Foto 24 Rp2000,00 Rp48.000,00
Scan 200 Rp2000,00 Rp400.000,00
Penjilidan 6 Rp15.000,00 Rp90.000,00
Modem 1 Rp 300.000,00 Rp 300.000,00
Whiteboard 1 Rp180.000,00 Rp 180.000,00
Papan Alas 3 Rp 25.000,00 Rp 25.000,00
Penyimpanan data
CD 3 Rp 5.000,00 Rp 15.000,00
DVD 3 Rp 10.000,00 Rp 30.000,00
Flashdisk 3 Rp 150.000,00 Rp 450.000,00
SUB TOTAL (Rp) Rp5.754.000,00
2. Bahan Habis Pakai
Konsumsi Peneliti Makan Berat 5x10 kali Rp 12.000,00 Rp 600.000,00 Konsumsi Subjek Makan Berat
Makan Ringan
xi 3. Perjalanan
xi 4. Lain-lain
Material Justifikasi Pemakaian
Kuantitas Harga Satuan (Rp)
Keterangan
Dokumentasi Pembuatan Video
2 Rp225.000,00 Rp 450.000,00
Reward Subjek 12 Rp 200.000,00 Rp 2.400.000,00
SUB TOTAL (Rp) Rp 2.850.000,00
xii No. Nama/Nim Program Studi Bidang
Ilmu
Alokasi waktu (Jam/Minggu)
Uraian Tugas 1 Fajar Bening W.MS
(11320263)
Psikologi - 5 Jam/Minggu Koordinator semua kegiatan 2 Diana Arum Terani
(11320273)
Psikologi - 6 Jam/Minggu Membuat isi laporan 3 Aziz Rahmat Tarmizi
(11320171)
Psikologi - 4 Jam/Minggu Fasilitator pelaksanaan wawancara 4 Siti Kholidiyatus
Sa’diyah (12320312)
Psikologi - 3 Jam/Minggu Publikasi penelitian, dokumentasi 5 Nita Widyastuti
(13521085)