• Tidak ada hasil yang ditemukan

134493260 Proposal Pengajuan Modal Ventura

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "134493260 Proposal Pengajuan Modal Ventura"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PENGAJUAN MODAL VENTURA PT. BETTER FUTURE INDOSMART

1. PROFIL SINGKAT PERUSAHAAN

PT. Better Future Indosmart adalah sebuah perseroan yang bergerak di bidang penjualan buku dan alat-alat tulis (book and stationary store). Berdiri sejak 2005, PT. Better Future Indosmart yang dikenal masyarakat dengan Toko Buku : BETTER FUTURE BOOKSTORE ini adalah salah satu dari dua toko buku terbesar di Jawa Tengah terutama di kota Semarang.

Perseroan didirikan dengan nama PT. Better Future Indosmart. Berdasarkan akta Nomor 7 tanggal 9 Juli 2005, dibuat di hadapan Prabu Harya Yudhistira, SH, Notaris di Semarang, yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C-0681.HT.01.01.TH.2005 tanggal 15 Juli 2005. Perseroan ini telah didaftarkan dalam daftar Perusahaan tentang Wajib Daftar Perusahaan di kantor wilayah PJP Jawa Tengah, kantor Pelayanan Pajak kota Semarang Nomor PEM-1668/WPJ.20/KP.0203/2005, pada tanggal 10 Juli 2005 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 78 tanggal 20 Juli 2005, Tambahan No.2998.

(2)

perusahaan yang berupa toko buku ini, sehingga dalam waktu yang relatif singkat, yaitu kurang lebih dua tahun sejak berdirinya, Perusahaan ini telah mampu untuk memperluas lahan serta selalu menambah koleksi bukunya.

2. KEGIATAN DAN LOKASI PERUSAHAAN

PT. Better Future Indosmart yang berlokasi di Jalan Pleburan Raya No.11 Semarang ini melakukan usaha yang bergerak di bidang penjualan buku dan alat-alat tulis (book and stationary store). Dengan luas lahan yang cukup luas, kurang lebih 600 meter persegi, maka toko buku ini termasuk luas dan memiliki koleksi lengkap. Adapun toko buku ini terdiri dari dua lantai seluas 400 meter. Lantai pertama dikhususkan untuk menjual produk-produk alat tulis (stationary) mulai dari alat tulis sekolah sampai dengan alat tulis kantor ( ATK) sedangkan lantai dua dikhususkan untuk menjual aneka buku, baik buku pelajaran, pengetahuan sampai hoby dan kerajinan. Penjualan yang dilakukan adalah penjualan sistem partai maupun eceran. Fasilitas-fasilitas yang ditawarkan adalah :

 Sistem database buku yang dijual

Tujuan : memudahkan konsumen untuk mengetahui buku apa yang diinginkan, harga, stok, serta komentar dan resensi singkat buku.

 Adanya buku contoh display (satu buku satu contoh)

Tujuan : agar konsumen dapat mengetahui sekilas mengenai buku yang diinginkannya, apakah benar buku tersebut sesuai dengan kebutuhan konsumen.

(3)

Tujuan : memberikan masukan bagi manajemen serta kinerja perusahaan

 Konsep delivery bagi konsumen partai besar

Tujuan : memudahkan konsumen dengan memberikan layanan terbaik.

 Manajemen sistem pemberian layanan terbaik

Misalnya : pemberian layanan baik agar tercapai kepuasan konsumen.

Berikut adalah denah PT. Better Future Indosmart : Keterangan :

Lantai 1 : stationary store Lantai 2 : bookstore

Indeks Peta Denah Lokasi PT Better Future Indosmart : Lantai 1 (stationary store)

Parkir

(4)

Rencana inovasi yang akan dilakukan oleh manajemen dilatar belakangi oleh sifat dari buku atau lebih tepatnya informasi sendiri yang selalu menjadi kebutuhan masyarakat, selain itu perkembangan teknologi serta informasi juga turut mendorong keputusan inovasi yang akan dilakukan oleh pihak manajemen. Perkembangan tekhnologi ini dikembangkan dalam rangka efisiensi serta efektifitas usaha dalam rangka mendapatkan keuntungan bagi perusahaan. Adapun inovasi yang akan dilakukan oleh manajemen perusahaan adalah :

Penggabungan konsep toko buku & alat tulis (book and stationary store) dengan konsep library, cafe serta hot spot

(5)

Rencana inovasi penggabungan dua konsep tersebut akan dikonsepkan sebagai berikut :

1. Lantai 1 dipergunakan untuk library dan hot spot café 2. Lantai 2 dipergunakan untuk toko buku dan stationary

Penggunaan lantai 1 yang sebelumnya dipergunakan seluruhnya untuk penjualan produk alat tulis sedangkan setelah adanya konsep inovasi ini, stationary dipindah ke lantai 2, dan lantai 1 dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : library dan hot spot café didasarkan pada pertimbangan bahwa pada konsep baru ini stationary yang dijual tetap dengan kualitas yang sama baik bahkan lebih, hanya saja mungkin kuantitas yang ditawarkan berkurang, artinya untuk sistem partai hanya disediakan display atau contohnya sedangkan konsep lantai 2 sebagai toko buku tetap dipertahankan karena sejak awal pembentukannya konsep yang diusung utama adalah toko buku, selain itu selama ini brand image yang telah lekat dengan masyarakat jika mendengar PT. Better Future Indosmart adalah BETTER FUTURE BOOKSTORE sebagai nama marketnya.

Berikut adalah denah PT. Better Future Indosmart yang baru : Keterangan :

(6)

4. RENCANA DAN TATA CARA PEMASARAN Rencana Pemasaran :

1. Pemasaran PT. Better Future Indosmart ini dilakukan melalui iklan-iklan seperti iklan di koran, radio, baliho, bahkan promosi ke sekolah dan kampus-kampus.

2. Pengiklanan melalui website (www.betterfuture.com).

3. Menggunakan sistem pelayanan konsumen yang baik, seperti : mengantarkan barang pesanan dalam jumlah besar.

Tata Cara Pemasaran :

1. Konsumen dapat memiliki Better Future Member Card yaitu menjadi anggota library dengan membayar Rp. 50.000,- per bulan. Fasilitas yang didapatkan oleh pelanggan adalah : dapat membaca buku sepuasnya dan bebas hot spot (dengan membawa laptop sendiri) serta potongan harga buku di akhir tahun.

Lantai 1

Café Hot Spot

Library

Parkir

Insert : Lantai 2

Lanta i 2

(7)

2. Pelanggan yang tidak memiliki keanggotaan/membership dapat menikmati fasilitas hot spot dengan melakukan pembelian buku atau stationary/makanan dan minuman di kafe minimal sebesar Rp. 30.000,-.

5. LATAR BELAKANG PENGAJUAN MODAL VENTURA

PT. Better Future Indosmart mengajukan pilihan pengajuan dana melalui modal ventura, karena dengan modal ventura tidak hanya bantuan secara financial, seperti yang diperoleh melalui bank tetapi dapat juga meliputi perbaikan manajemen perusahaan. Hal ini sesuai dengan prinsip GCG (Good Corporate Goverment) yang menjadi wacana bagi banyak perusahaan untuk mengadopsinya dalam manajemen perusahaan. Dengan diterapkannya GCG diharapkan kinerja perusahaan dapat efektif dan efisien guna mencapai tujuan perusahaan.

6. JANGKA WAKTU PENGAJUAN MODAL VENTURA

Penentuan jangka waktu modal ventura yang kami ajukan adalah selama 8 (delapan) tahun, yaitu sejak 1 Januari 2008-1Januari 2016. Penentuan ini merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham. Adapun pertimbangan yang mendasarinya adalah sebagai berikut :

(8)

keuntungan yang dapat dinikmati oleh kedua belah pihak. (Keterangan terlampir pada bagian proyeksi laba/keuntungan).

2. Jangka waktu 8 (delapan) tahun dianggap cukup bagi kedua belah pihak untuk masing-masing mendapatkan keuntungan. Perusahaan Modal Ventura dapat memperoleh keuntungan dari hasil kinerja perusahaan sedangkan Perusahaan kami selain memperoleh bantuan modal, selama jangka waktu tersebut juga akan mendapatkan bantuan lain terutama dalam hal manajemen dan perbaikan kualitas pada perusahaan sendiri.

Penentuan jangka waktu modal ventura ini sifatnya tidak mutlak, hal-hal di atas adalah kisaran jangka waktu yang disetujui oleh pihak manajemen perusahaan. Pihak manajemen perusahaan masih menerima adanya suatu musyawarah mufakat untuk penentuan jangka waktu dengan Perusahaan Modal Ventura.

6. IKLIM USAHA

Iklim usaha yang menggabungkan konsep teknologi dengan konsep awal/tradisional saat ini bisa dibilang cukup menjamur, tetapi konsep-konsep yang ada tersebut biasanya hanya bersifat penunjang tanpa memiliki faktor korelasi yang cukup kuat dengan konsep usaha awal yang ditawarkan, jadi bisa dikatakan secara singkat bahwa perusahaan yang memanfaatkan teknologi yang ada saat ini sifatnya pragmatis/terpisah dan tidak korelasi.

(9)

depan lebih baik. Dengan berkembangnya teknologi, maka informasi tidak hanya dapat diperoleh dari media cetak tetapi juga melalui media elektronik dalam hal ini dunia internet yang perkembangan informasinya sangat cepat.

7. RENCANA USAHA

Perencanaan pengembangan perusahaan ini difokuskan pada dua point penting, yaitu pertama, rencana pengadaan alat-alat untuk menggabungkan konsep awal toko buku dan stationary dengan konsep tambahan library serta hot spot café sebagai satu kesatuan yang integral dimana konsumen dapat menemukan semua informasi pada satu tempat yang sama dengan kenyamanan seperti di rumah sendiri, karena suasana homy yang berusaha diciptakan perusahaan melalui penataan tempat, musik yang mengalun, serta ketersediaan café yang menjual makanan dan minuman di dalamnya. Sedangkan point penting kedua adalah pengembangan manajemen yang ada. Jika dahulu manajemen yang tertata dengan baik adalah sebuah proses pembelajaran dan evaluasi dari periode ke periode maka diharapkan dengan diterapkannya GCG dapat memperbaiki kualitas manajemen tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang telah menjadi ciri khas perusahaan selama ini, contoh perbaikan kualitas manajemen yang akan dilakukan adalah memberikan pemahaman serta pelatihan pada setiap elemen yang terlibat dalam kegiatan perusahaan.

(10)

Dana yang didapat perseroan dari PMV akan digunakan untuk pengembangan perusahaan sebagai berikut :

1. Sebesar 60 % (enam puluh persen) untuk pengadaan barang modal yaitu berupa renovasi ruangan, serta peralatan/infrastruktur IT based on satellite (pengadaan jaringan hot spot);

2. Sebesar 40 % (empat puluh persen) untuk pengembangan manajemen, baik manajemen yang bersifat internal maupun eksternal perusahaan.

9. RIWAYAT PERUSAHAAN

Riwayat perusahaan disini berisi hal-hal mengenai : 1. Riwayat Kepemilikan Saham

Kepemilikan saham sejak dibentuknya perusahaan yaitu tanggal 9 (sembilan) Juli 2005 sampai dengan saat proposal ini dibuat yaitu pada tahun 2007, kepemilikan saham yang ada belum mengalami perubahan sehingga hal-hal mengenai kepemilikan saham dapat dilihat pada akta pendirian perusahaan yang terlampir selain itu PT Better Future Indosmart juga belum atau tidak memiliki saham pada PT atau perusahaan lain, sehingga jika proposal ini disetujui maka tidak ada perusahaan di luar PT Better Future Indosmart yang ikut terafiliansi.

2. Riwayat Kondisi Perusahaan

(11)

penghargaan sebagai Perusahaan Terpuji II Tingkat Jawa Tengah Pada Tahun 2006.

3. Kepemilikan Harta Kekayaan Perusahaan Aset-aset yang dimiliki perusahaan adalah :

1. Sebidang tanah sertifikat HM No 394 yang terletak di Jalan Pleburan Raya No. 11 Semarang seluas 600 meter persegi Atas nama Rr Diyah Ratnajati, SH

2. Sebuah bangunan sertifikat HM No 400 berlantai dua seluas 400 meter persegi yang terletak di Jalan Pleburan Raya No 11 Semarang Atas Nama Rr Diyah Ratnajati, SH dan digunakan sebagai toko buku dan stationary.

3. 3 ( tiga) buah mobil boks merk Toyota warna putih, masing-masing dengan nomor polisi H 4144 BT, H 4145 BT, dan H 4146 BT. Ketiganya diatasnamakan dan merupakan asset dari PT Better Future Indosmart.

4. 1 ( satu) buah mobil pick up merk Toyota warna hitam dengan nomor polisi H 2303 RR atas nama PT Better Future Indosmart.

Semua Asset yang dimiliki PT Better Future Indosmart dalam keadaan likuid atau tidak ada yang sedang dalam penjaminan bank ataupun sedang dihipotekkan.

4. Asuransi yang Diikuti

Asuransi adalah salah satu upaya antisipatif yang dilakukan manajemen perusahaan untuk mengantisipasi resiko-resiko yang tidak bisa diperkirakan datangnya. Adapun jenis asuransi yang diikuti oleh perusahaan adalah asuransi : kebakaran, kerusuhan, serta asuransi tenaga kerja.

(12)

Tenaga kerja yang digunakan disini untuk sementara masih meliputi tenaga kerja lokal. Adapun sistem penggajian yang dilakukan adalah sistem bulanan dengan pemberian reward bagi tenaga kerja yang berprestasi, selain itu perusahaan juga memberikan Tunjangan Hari Raya setiap tahunnya. Besarnya upah yang diberikan telah disesuaikan dengan Upah Minimum Regional maupun Upah Minimum Kota/ Daerah. Selain gaji, reward dan THR para pekerja/karyawan juga diberikan fasilitas cuti, kesehatan, maupun asuransi. Perusahaan kami juga telah mengikuti program Jamsostek.

10. KEBUTUHAN MODAL

Rencana inovasi usaha adalah penggabungan dua konsep antara toko buku dan stationary dengan library dan hot spot café, sehingga tujuan serta visi dan misi agar konsumen memperoleh informasi secara integrated dan nyaman, memerlukan beberapa aspek teknis yang cukup mendasar terutama yang berhubungan dengan pengadaan sarana dan prasarana termasuk pengadaan area hot spot. Berikut adalah rincian taksiran kebutuhan-kebutuhan teknis tersebut (secara lebih detail dapat dibaca pada Tabel Keuangan di lampiran proposal ini) :

Pembelian buku untuk Bookstore dan Library : Rp 135.500.000,00

Keperluan Hot Spot dan Café : Rp

14.940.000,00

(13)

Total kebutuhan modal untuk inovasi usaha : Rp 187.490.000,00

Selama ini dua kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan PT. Better Future Indosmart, yaitu : bookstore dan stationary dilakukan dalam satu manajemen. Dengan adanya inovasi ini otomatis perusahaan memiliki 4 usaha yang dikelola, yaitu : bookstore, stationary, library, serta hot spot café. Berdasarkan pada konsep awal serta tujuan, visi, dan misi yang hendak dicapai yaitu menyediakan informasi dengan integral pada konsumen secara nyaman, maka meskipun memiliki 4 unit usaha, manajemen yang ada tetap satu, hanya kemudian secara lebih rinci akan dibangun menjadi 3 divisi besar yang masing-masing tetap ada pada satu manajemen utama yaitu : manajemen PT. Better Future Indosmart. Perincian 3 divisi memerlukan suatu penataan manajemen yang lebih baik, disinilah kemudian peran PMV dalam pelatihan GCG turut serta. Penataan manajemen yang diinginkan disini tetap harus berpegang pada nilai tradisional yang telah menjadi bagian tradisi perusahaan dan merupakan ciri khas perusahaan ini. Nilai tradisional tersebut adalah : disiplin, ramah, tepat waktu, loyalitas serta kekeluargaan. Kekeluargaan yang dimaksudkan disini bukanlah suatu bentuk penyimpangan akan halnya nepotisme, tetapi pegawai dan seluruh bagian perusahaan merupakan satu keluarga besar yang semua permasalahan dapat dibicarakan, sehingga hubungan yang tercipta adalah kekeluargaan dan rasa saling loyal satu sama lain.

(14)

Market/pangsa pasar yang berusaha untuk dibidik dengan adanya inovasi ini, menjadi lebih luas. Tidak lagi terbatas pada kalangan pelajar, mahasiswa, maupun akademisi tetapi juga meliputi pegawai kantor, eksekutif muda, ibu-ibu bahkan keluarga. Konsep perpustakaan dengan sistem membership/keanggotaan lebih banyak dibidik untuk keluarga dan kalangan akademisi. Dengan hanya membayar Rp 50.000,- perbulan, konsumen dapat menikmati layanan yang ada. Orang tua tidak perlu mengkhawatirkan kebosanan hobi membaca pada anaknya, karena ada layanan café dan library. Bagi non-membership dapat memanfaatkan layanan hot spot gratis setiap pembelian minimal Rp.30.000,- di stationary and bookstore atau pembelian makanan minuman di café.

12. PROSPEK USAHA

(15)

Pengadaan bookstore, library dan hot spot café secara tidak langsung telah berusaha untuk mengkhususkan perusahaan ini kepada layanan jasa penyediaan informasi. Konsumen yang dibidik pun tidak hanya kalangan akademisi tetapi juga pegawai, eksekutif muda, ibu-ibu, dan keluarga. Di Jawa Tengah sendiri saat ini konsep seperti ini belum banyak yang mengusung bahkan bisa dikatakan belum ada.

13. RESIKO USAHA SERTA UPAYA PENCEGAHAN

Resiko usaha yang dihadapi oleh perusahaan yang menjual informasi dan kenyamanan, pada dasarnya dapat dikelompokkan sebagai berikut :

I. Resiko Alam

Resiko ini adalah resiko-resiko yang ditimbulkan oleh factor-faktor alam, misalnya : banjir, gempa bumi, tanah longsor, kerusuhan, serta kebakaran.

Upaya antisipatif yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan adalah mengikuti program asuransi dan penyimpanan dana cadangan perusahaan.

II. Resiko Manusia

(16)

III. Resiko Masyarakat

Resiko ini adalah resiko-resiko yang ditimbulkan oleh factor-faktor yang ada di dalam masyarakat, resiko-resiko tersebut diantaranya :

1. Kesiapan pasar 2. Budaya masyarakat

3. Perubahan kebijakan aturan pemerintah 4. Perubahan nilai tukar mata uang

5. Cepatnya Arus Informasi Global

Upaya antisipatif yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan adalah melakukan promosi, sosialisasi pentingnya informasi bagi masyarakat serta evaluasi dan perbaikan kualitas manajemen perusahaan.

14. STRUKTUR PERUSAHAAN

Struktur perusahaan dipilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham, dimana susunan pengurusnya juga ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham tersebut. Meskipun sampai saat ini perusahaan berbentuk PT tertutup, tetapi nilai kesadaran dari tiap elemen perusahaan termasuk para pengurus intinya, menetapkan bahwa nilai kekeluargaan yang dijunjung adalah kekeluargaan yang diimbangi dengan profesionalisme sehingga dalam pengangkatan pengurus perusahaan juga didasari dengan profesionalisme dan pengalaman yang ada.

(17)

I. Dew an

Komisaris, terdiri dari : ( Hak, kewajiban, pengaturan kedudukan terdapat dalam akta pendirian PT )

1. Komisaris Utama : Tuan Aman Jagau 2. Komisaris : Tuan Ora Sudiro

II. Dewan Direksi, terdiri dari : ( Hak, kewajiban, pengaturan kedudukan terdapat dalam akta pendirian PT )

1. Direktur Utama : Tuan Aditya Yuli Sulistyawan, SH 2. Direktur : Nona Rr Diyah Ratnajati, SH III. Manajer Book Store : Tuan Bhuono Dewandaru IV. Manajer Stationary : Nona Khairaseina

Pembagian unit usaha menjadi 2 divisi, yaitu divisi book store dan stationary, dimana masing-masing dipimpin oleh seorang manajer dimaksudkan untuk efektifitas dan efisiensi kerja dalam perusahaan. Adapun hak, kewajiban, serta pengaturan kedudukan manajer dalam perusahaan tidak tercantum dalam akta pendirian , hal ini didasarkan dari sifat konsep kepemimpinan manajer pada perusahaan ini yang teknis operasional.

(18)

Rapat Direksi sendiri berhak untuk melakukan evaluasi terhadap hasil kerja para manajer, dari evaluasi tersebut dapat diketahui seberapa efektif serta efisien hak serta kewajiban para manajer.

Adapun tugas pokok dari para manajer adalah memimpin dan mengawasi kegiatan usaha pada divisinya masing-masing. Tiap divisi sifatnya independent (antara divisi book store dan divisi stationary tidak dapat saling campur tangan) tetapi tetap merupakan satu kesatuan tidak terpisahkan dari perusahaan.

Dengan konsep usaha baru yang menggabungkan bookstore dan stationary dengan fasilitas library dan hot spot café, maka struktur Perusahaan nantinya akan berubah seperti berikut ini :

Pem ba

gian divisi usaha menjadi 3 (tiga) divisi usaha didasarkan pada pertimbangan :

Divisi bookstore& stationary dirasakan cukup efektif untuk digabungkan karena keduanya adalah divisi usaha lama yang meskipun sifatnya independent tetapi tetap integral sehingga kedua

(19)

divisi ini sebelumnya meskipun terpisah banyak bekerjasama terutama karena adanya aturan evaluasi dari direksi. Penggabungan ini diusahakan untuk seminimal mungkin mengubah manajemen lama yang ada. Sedangkan kedua divisi baru lainnya pembagiannya didasarkan pada konsep awalnya yaitu kenyamanan informasi sehingga dengan memisahkan divisi antara café hot spot dengan library diharapkan akan didapatkan efektifitas dan efisiensi kerja.

Dengan disetujuinya PT Better Future Indosmart sebagai Perusahaan Pasangan Usaha atau Partner dari Perusahaan Modal Ventura yang bapak/ibu pimpin sekiranya diharapkan visi maupun misi pemberian kenyamanan informasi yang berlandaskan tujuan untuk mencerdaskan dan memberikan masa depan yang baik bagi generasi penerus bangsa dapat tercapai.

Semarang, 23 Maret

2007

Direktur Utama PT Better Future Indosmart

(20)

Referensi

Dokumen terkait

bidang perencanaan dan promosi BKPM melalui Bidang perencanaan dan Promosi. Awal pengembangan e-government masih bersifat statis. Sejalan dengan berkembangnya internet

Rencana induk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) adalah rencana jangka panjang (15-20 tahun) yang merupakan bagian atau tahap awal dari perencanaan air minum

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisa model alat ukur kesegaran jasmani yang merupakan pengembangan dari MFT dalam rangka menciptakan alat ukur

Tahapan kegiatan pertama yaitu penyuluhan dan pelatihan yang dalam hal ini kegiatan tersebut difokuskan untuk para peserta dapat memahami konsep awal dari proses pegolahan

Konsep dasar perencanaan hutan kota rekreasi dikembangkan menjadi empat rencana pengembangan yang meliputi (1) rencana tata ruang hutan kota, (2) rencana aksesibilitas

bidang perencanaan dan promosi BKPM melalui Bidang perencanaan dan Promosi. Awal pengembangan e-government masih bersifat statis. Sejalan dengan berkembangnya internet

Perencanaan dalam pembuatan alat adalah langkah yang sangat penting dengan pertimbangan faktor umum, bahan, desain, komponen, konsep dasar dan perhitungan kekuatan alat dalam menahan

Perencanaan dalam pembuatan alat adalah langkah yang sangat penting dengan pertimbangan faktor umum, bahan, desain, komponen, konsep dasar dan perhitungan kekuatan alat dalam menahan