Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
i
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
ii
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur serta berkat rakhmat Tuhan Yang Maha Kuasa, akhirnya Rencana Strategis Dinas PendidikanKota MalangTahun 2013-2018 dapat diwujudkan. Hal ini berkat kerja keras semua pihak khususnya:
1. Tim Penyusun Rencana Strategis DinasKota Malang, yang telah menyiapkan dokumen Renstra.
2. Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang, yang telah memberikan masukan mengenai sitematika Renstra.
3. Anggota DPRD, Dewan Pendidikan, perwakilan dari kepala sekolah, guru, LSM, dan stakeholder pendidikan lainnya yang telah meriview dan memberikan masukan Renstra dalam forum SKPD.
Salah satu faktor yang menentukan pembangunan bidang pendidikan akan mencapai sasarannya adalah perencanaan yang baik. Perencanaan yang baik tentunya mensyaratkan tersedianya dukungan data yang benar- benar mencerminkan keadaan yang sebenarnya ( akurat ) dan mutakhir.
Syarat lain yang tidak kalah pentingnya adalah proses penyusunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan daerah, melibatkan seluruh stakeholder pendidikan dan akuntabel.
Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Malang Tahun 2013-2018 ini, merupakan bagian dari upaya untuk menjabarkan salah satu misi WaliKota Malang, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang periode 2013-2018. Fokus pada Program Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) dan Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) untuk menuntaskan Wajib Belajar Pendidikan Menengah (Wajar Dikmen) 12 tahun sesuai dengan Peraturan Daerah no 6 tahun 2007 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan.
Upaya mewujudkan hal tersebut diperlukan tekad yang kuat disertai tindakan yang sungguh-sungguh baik yang ada di Satuan Pendidikan (sekolah) maupunDinas Pendidikan serta Pemangku Kepentingan Pendidikan (Stake Holder).
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
iii
Tim Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Malang mengharapkan kritik, saran dan masukan dari semua pihak, demi suksesnya seluruh kegiatan yang telah diprogramkan dalam rencana strategis ini. Semoga niat yang mulia ini mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin.
Malang, September 2013 Kepala Dinas Pendidikan
Kota Malang
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
iv
DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Kata Pengantar ... ii
Daftar Isi ... iv
BAB I : Pendahuluan ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Maksud Dan Tujuan ... 4
1.3. Landasan Hukum ... 6
1.4. Metode Penyusunan Renstra ... 9
1.5. Hubungan Renstra SKPD Metode Penyusunan Rensta .. 10
1.6. Sistematika Penulisan ... 11
BAB II : Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan ... 13
2.1. Struktur Organisasi ... 13
2.2. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan ... 14
2.3. Susunan Kepegawaian ... 17
BAB III : Gambaran Pelayanan SKPD ... 19
3.1. Kondisi Pendidikan Di Kota Malang 3 Tahun Terakhir ... 19
3.2. Analisis Lingkungan Internal dan External ... 60
3.3. Isu-isu Strategis ... 69
3.4. Faktor Kunci Keberhasilan ... 70
BAB IV : VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 73
4.1. Visi dan Misi ... 73
4.2. Nilai-nilai Organisasi ... 77
4.3. Tujuan dan Sasaran ... 80
4.4. Strategi ... 81
4.5. Kebijakan ... 82
BAB V : PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA ... 85
5.1. Indikator Kinerja SKPD Berdasarkan Tujuan Dan Sasaran RPJMD ... 86
5.2. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran Dan Pendanaan Indikatif ... 88
BAB VI : PENUTUP ... 112
LAMPIRAN 1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Pendidikan ... 114
2. Rencana Stratejik Dinas Pendidikan Kota Malang Th. 2014 s.d 2018. 122 3. Tabel Indikasi Rencana Program Prioritas yang Disertai Kebutuhan Pendanaan ... 133
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pembangunan Indonesia pada masa depan bersandar pada visi Indonesia jangka panjang, yaitu terwujudnya negara-bangsa (nation-state) Indonesia modern yang aman dan damai, adil dan demokratis, serta sejahtera dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kemerdekaan, dan persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pembangunan pendidikan nasional ke depan didasarkan pada paradigma membangun manusia Indonesia seutuhnya, yang berfungsi sebagai subyek, yang memiliki kapasitas untuk mengaktualisasikan potensi dan dimensi kemanusiaan secara optimal. Dimensi kemanusiaan itu mencakup tiga hal paling mendasar, yaitu (a) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis; (b) kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (c) psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis. Fokus pembangunan pendidikan nasional ke depan diarahkan untuk meningkatkan mutu dan daya saing SDM Indonesia pada era perekonomian berbasis pengetahuan (knowledge based economy) dan pembangunan ekonomi kreatif.
Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik, yang kemungkinkan ketiga dimensi kemanusiaan paling elementer di atas dapat berkembang secara optimal.
Dengan demikian, pendidikan seyogyanya menjadi wahana strategis bagi upaya mengembangkan segenap potensi individu, sehingga cita-cita membangun manusia Indonesia seutuhnya dapat tercapai.Selain itu, pembangunan pendidikan nasional juga diarahkan untuk membangun
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
2
karakter dan wawasan kebangsaan bagi peserta didik, yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.
Di saat dunia sedang mengalami berbagai pergeseran dan perubahan, mulai dari yang sifatnya kebijakan, kesepakatan, maupun strategi-strategi untuk bertahan dari masing-masing negara. Gelombang perubahan yang terjadi di Indonesia baik yang bersifat politik, ekonomi, sosial dan budaya membawa dampak yang begitu besar dan mendatangkan konsekuensi bagi semua komponen bangsa, ketika membangun manusia melalui pendidikan.
Sistem yang kita bangun dituntut tidak hanya untuk membangun kemampuan intelektual peserta didik. Sistem harus mampu pula membangun kemampuan untuk mengekspresikan dan mengatualisasikan dirinya melalui buah pikiran dan perasaannya dengan tetap memperhatikan moral, etika, dan kaidah- kaidah agama. Tidak hanya itu, sistem harus memperhitungkan arena persaingan talenta yang harus dihadapi oleh para lulusan pendidikan nasional di kemudian hari. Hal tentu menjadi tanggung jawab kita bersama, baik Pemerintah ( dalam hal ini Pemerintah Pusat, Propinsi dan Daerah ) maupun segenap masyarakat. Oleh karena itu, PemerintahKota Malang melalui Dinas PendidikanKota Malang bersama seluruh stakeholders yang ada, dituntut agar mampu memenuhi harapan kita bersama, khususnya masyarakat Kota Malang.Untuk itu Dinas Pendidikan Kota Malang, menyusun sebuah Rencana Strategis ( Renstra ) Tahun 2013-2018.
Terdapat dua hal yang menjadi dasar penyusunan Renstra ini, yaitu : Pertama adalah keadaan yang diinginkan di masa depan (das sollen) yang disesuaikan dengan rencana dan program Pemerintah Kota Malang. Kedua adalah kondisi saat sekarang (das sein). Untuk mencapai kondisi das sollen, juga diperhitungkan tantangan dan hambatan yang akan dihadapi dalam perjalanan tersebut. Diantaranya adalah kondisi politik, ekonomi, sosial- budaya, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertimbangan lain yang juga sangat mempengaruhi penyusunan Renstra ini adalah adanya kebijakan otonomi daerah, sehingga Dokumen ini akan menjadi acuan dasar perencanaan, implementasi, dan pemantauan gerak langkah dunia pendidikan. Dalam kaitan dengan pelaksanaan kebijakan desentralisasi pemerintahan, Renstra merupakan pedoman penyusunan rencana strategis
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
3
dan operasional bagi Walikota termasuk Kepala Dinas Pendidikan dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan operasional daerah. secara efektif berdasarkan urusan wajib, urusan pilihan, dan sumberdaya pendukung yang tersedia. Implikasinya, pengelolaan pelayanan pendidikan perlu memperkuat mekanisme partisipasi dan akuntabilitas publik di setiap tingkatan manajemen pendidikan. Disamping itu Otonomi Daerah saat ini juga mempengaruhi masalah pendanaan, karenanyaDinas Pendidikan berusaha untuk melihat sejauh mana kemampuan keuangan PemerintahKota Malang.
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, hal tesebut dapat diartikan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama dan gender. Hal ini mendorong Pemerintah Kota Malang untuk mengembangkan pendidikan tidak hanya aspek intelektual saja melainkan juga watak, moral, sosial dan fisik peserta didik.
Beberapa aspek tersebut di atas dalam pelaksanaannya menghadapi kendala-kendala, diantaranya pendanaan yang terbatas pada wilayah Kota (bantuan SPP) dan bervariasinya tingkat (potensi) sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut disebabkan belum tersusunnya dokumen perencanaan yang terprogram dan berkesinambungan pada Dinas Pendidikan, sehingga hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan oleh semua pihak. Oleh karena itu perlu menyusun sebuah perencanaan yang matang dalam membangun khususnya di bidang pendidikan.
Adapun Ruang Lingkup Perencanaan adalah :
1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJPD );
2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD );
3. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah ( Renstra-SKPD );
4. Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD );
5. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah ( Renja-SKPD ).
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
4
PENYIAPAN RENCANA STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN KOTA MALANG
Dinas Pendidikan Kota Malang selaku penanggungjawab pembangunan dibidang pendidikan bertekad mewujudkan cita-cita luhur, diawali dengan menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pendidikan Kota Malang Tahun 2013-2018 yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Malang Tahun 2013-2018. RENSTRA Dinas PendidikanKota Malang diharapkan dapat memandu semua pihak khususnyaDinas Pendidikan Kota, UPTD dan Satuan-Satuan Pendidikan dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan pendidikan 5 (lima) tahun ke depan.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan disusunnya Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Malang ini adalah sebagai berikut :
1. Maksud Penyusunan Rencana Strategis
a. Untuk mengetahui keadaan yang diinginkan di masa depan (das sollen) yang disesuaikan dengan rencana dan program Pembangunan
Renstra Depdiknas
Renstra SKPD Propinsi Jatim
RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah
RENSTRA Dinas Pendidikan Kota Malang
Tahun 2013-2018
Informasi dan DataPendidikan
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
5
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Malang Tahun 2013-2018;
b. Menggambarkan kondisi saat sekarang (das sein). dan kecenderungan (trend) masa mendatang pendidikan di Kota Malang;
c. Menetapkan arah, visi, dan misi, serta strategi Dinas Pendidikan Kota Malang dalam mencapai visi dan misi pada Tahun 2013-2018;
d. Mensinkronisasikan, mengintegrasikan, dan menyelaraskan pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan baik yang ditangani oleh Badan dan Dinas lain yang terkait serta Jajaran Dinas Pendidikan Kota Malang baik yang ada di tingkat Kecamatan maupun pada Satuan-Satuan Pendidikan.
2. Tujuan Penyusunan Rencana Strategis.
a. Memberikan pedoman, petunjuk dan referensi dalam menyusun program dan kegiatan pembangunan pendidikan baik di tingkat UPTD ataupun Satuan-Satuan Pendidikan;
b. Mengetahui dan menilai rencana strategis Dinas Pendidikan dalam melaksanakan tugas dan fungsi di bidang pendidikan;
c. Menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja Dinas Pendidikan;
d. Harus merupakan suatu sistem yang dapat menjamin pelaksanaan pendidikan secara konsisten dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
e. Harus dapat menunjukkan tujuan dan sasaran yang akan dituju;
f. Harus berorientasi pada visi dan misi;
g. Peningkatan perencanaan di segala bidang, baik perencanaan penggunaan sumber daya organisasi;
h. Meningkatkan kredibilitas instansi dimana instansi yang lebih tinggi dan akhirnya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap instansi;
i. Mewujudkan instansi pemerintah yang dapat mengemban amanah dan melaksanakan tugas dan fungsinya secara efisien, efektif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat di lingkungannya.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
6
1.3. Landasan Hukum
Landasan hukum Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang Tahun 2013- 2018 adalah sebagai berikut :
a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b. Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;
c. Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
d. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
e. Undang-Undang No. 1 Tahun 2004tentang Perbendaharaan Negara;
f. Undang-Undang No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
g. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
h. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
i. Undang-Undang No. 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan;
j. Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
k. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah;
l. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
m. Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan;
n. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;
o. Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
p. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;
q. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan;
r. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
7
s. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
t. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
u. Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan;
v. Peraturan Presdiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;
w. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
x. Permendikbud. No. 23/2013 tentang Standar Pelayanan Minimal;
y. Permendikbud. No. 54/2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
z. Pemendiknas. No. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;
aa. Permendikbud. No. 66/2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
bb. Permendiknas. No. 24/2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana;
cc. Permendikbud. No. 65/2013 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
dd. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan;
ee. Peraturan Daerah No.6 Tahun 2012 tentang organisasi dan tata kerja Dinas Daerah;
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan landasan filosofis serta berbagai prinsip dasar dalam pembangunan pendidikan. Berdasarkan landasan filosofis tersebut, sistem pendidikan nasional menempatkan peserta didik sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya dengan tugas memimpin kehidupan yang berharkat dan bermartabat serta menjadi manusia yang bermoral, berbudi luhur, dan berakhlak mulia.
Pendidikan merupakan upaya memberdayakan peserta didik untuk berkembang menjadi manusia Indonesia seutuhnya, yaitu yang menjunjung tinggi dan memegang dengan teguh norma dan nilai sebagai berikut :
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
8
a. Norma agama dan kemanusiaan untuk menjalani kehidupan sehari-hari, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk individu, maupun makhluk sosial;
b. Norma persatuan bangsa untuk membentuk karakter bangsa dalam rangka memelihara keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
c. Norma kerakyatan dan demokrasi untuk membentuk manusia yang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kerakyatan dan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan
d. Nilai-nilai keadilan sosial untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang merata dan bermutu bagi seluruh bangsa serta menjamin penghapusan segala bentuk diskriminasi dan bias gender serta terlaksananya pendidikan untuk semua dalam rangka mewujudkan masyarakat berkeadilan sosial.
Pilar strategis landasan filosofis Dinas Pendidikan mengacu pada strategi pembangunan pendidikan nasional sebagaimana ditetapkan dalam penjelasan umum UU Sisdiknas, yaitu sebagai berikut.
a. Pendidikan Agama serta Akhlak Mulia
b. Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi c. Proses Pembelajaran yang Mendidik dan Dialogis
d. Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi Pendidikan yang Memberdayakan e. Peningkatan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan f. Penyediaan Sarana Belajar yang Mendidik
g. Pembiayaan Pendidikan sesuai dengan Prinsip Pemerataan dan Berkeadilan
h. Penyelenggaraan Pendidikan yang Terbuka dan merata i. Pelaksanaan Wajib Belajar
j. Pelaksanaan Otonomi Satuan Pendidikan k. Pemberdayaan Peran Masyarakat
l. Pusat Pembudayaan dan Pembangunan Masyarakat
m. Pelaksanaan Pengawasan dalam Sistem Pendidikan Nasional
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
9
1.4. Metode Penyusunan Renstra
Proses penyiapan Renstra Dinas PendidikanKota Malang dilakukan dengan tahap-tahap berikut:
1. Analisis Layanan Pendidikan
Pada tahap ini dilakukan analisis layanan pendidikan baik eksternal maupun internal.Analisis eksternal merupakan analisis mengenai perkembang an penduduk usia sekolah, kebutuhan masyarakat akan pendidikan, dalam hal ini dilihat indeks kemiskinan penduduk, kebijakan yang berpengaruh terhadap pendidikan, dan nilai- nilai yang berkembang di masyarakat yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan analisis internal berkaitan dengan profil pendidikan kabupaten/kota yang dapat memberikan gambaran yang jelas tentang penyelenggaraan pendidikan di Kota Malang.
2. Menyiapkan Visi, Misi, dan Tata Nilai
Visi, Misi, dan Tata Nilai dirumuskan berdasarkan visi dan misi WaliKota Malang periode 2013-2018, RPJMD serta visi, misi, dan tata nilai yang merupakan budaya luhur yang dianut dan berkembang di daerah.
3. Merumuskan Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan
Tujuan dan sasaran dirumuskan agar visi dan misi dapat diwujudkan dan dirumuskan dengan memperhatikan profil layanan pendidikan. Strategi dirumuskan agar program dan kegiatan yang dirumuskan dapat benar- benar terarah untuk mencapai tujuan. Sedangkan kebijakan ditetapkan agar program dan kegiatan tidak menyimpang dari koridor aturan-aturan yang ada.
4. Merumuskan Program dan Kegiatan
Perumusan program dan kegiatan dimulai dengan memformulasikan prioritas kebijakan yang akan menjadi panduan penyusunan target/sasaran. Kalau target sudah tersusun, program dan kegiatan terkait akan segera teridentifikasi untuk memenuhi target yang diinginkan.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
10
5. Menyiapkan Rencana Pembiayaan
Tujuan tahap ini adalah mempersiapkan rencana kebutuhan dana setiap program dan kegiatan, serta dari sumber mana kebutuhan tersebut akan dibiayai.
6. Menyiapkan Rencana Monitoring dan Evaluasi Implementasi Renstra
Tujuan tahap ini adalah memberikan umpan balik terhadap implementasi perencanaan, karena perencanaan dipandang sebagi suatu siklus yang berkelanjutan dan dinamis sesuai dengan perkembangan kondisi situasi baik secara internal maupun eksternal. Perubahan tersebut akan berdampak pada sasaran-sasaran yang diharapkan dicapai. Oleh sebab itu, pada implementasi Resntra harus dilakukan monitoring dan evaluasi secara periodik dan berkelanjutan.
1.5. Hubungan Renstra SKPD dengan Metode Penyusunan Renstra
Rencana Strategis Dinas PendidikanKota Malang2013-2018 merupakan perencanaan pengembangan pendidikan multi sumber, maka menjadi penting bahwa rencana ini dikaitkan dengan rencana pengembangan pendidikan di tingkat Satuan Pendidikan, Provinsi dan Nasional.Dengan cara ini sinergi antara berbagai sumber pembiayaan akan dapat diwujudkan, jadi Rencana Strategis ini dirancang agar peka terhadap perubahan kondisi Eksternal dan kebutuhan sekolah yang di identifikasi dalam rencana pengembangan/kerja sekolah (RPS/RKS) yaitu rencana yang disusun oleh sekolah. Program-program sekolah yang tidak efisien dan tidak mampu dilaksanakan oleh sekolah, maka program tersebut akan dimasukkan menjadi program Dinas Pendidikan maupun UPTD.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
11
Sedangkan hubungan Renstra Dinas Pendidikan dengan dokumen perencanaan lainnya dapat digambarkan dalam gambar berikut ini :
Gambar 2. Hubungan Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang dengan Renstra lainnya
1.6. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang tahun 2013-2018 adalah sbb :
Bab I : Pendahuluan
Bab ini memuat latar belakang Maksud dan Tujuan, landasan hukum penyusunan Renstra SKPD, Hubungan Renstra SKPD dengan dokumen perencanaan lainnya, metode penyusunan Renstra dan sistematika penulisan.
Bab II : Tugas dan Fungsi SKPD
Bab ini berisikan struktur organisasi Dinas Pendidikan Kota Malang, susunan kepegawaian, serta Tugas dan Fungsi SKPD.
Bab III : Gambaran Pelayanan SKPD
Bab ini gambaran dan data kondisi Dinas Pendidikan Kota Malang tahun terakhir. Kondisi yang diinginkan dan dari proyeksi ke depan serta hal-hal lain yang dianggap perlu.
Bab IV : Visi, Misi, Tujuan, Strategi Dan Kebijakan.
Bab ini berisikan visi-misi, tujuan, strategi dan kebijakan.
Pada bab ini berisikan Tupoksi dan isu-isu strategis Dinas Pendidikan Kota Malang.
RENSTRA DEPARTEMEN
PENDIDIKAN NASIONAL
RENSTRA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROPINSI JATIM
RENSTRA PEMERINTAH KOTA
MALANG
RENSTRA DINAS PENDIDIKAN
KOTA MALANG
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
12
Bab V : Program dan Kegiatan.
Bab ini berisikan penjelasan Umum dan Program Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan indikatif.
Bab VI : Penutup
Bab ini berisikan Program Transisi dan Kaidah Pelaksanaan.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
13
BAB II
TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN
2.1. Struktur Organisasi
Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana
Kepala Seksi Pelaksanaan Kurikulum
Kepala Bidang SD & PKLK
Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana
Kepala Seksi Pelaksanaan Kurikulum
Kepala Bidang SMP, SMA, SMK & PKLK
Kepala Seksi Pengembangan Minat & Bakat
Kepala Seksi K e s i s w a a n
Kepala Seksi Kelembagaan Kepala Bidang
PAUDNI
Kepala Seksi
Fungsional Non Guru & Non Formal Kepala Seksi
Fungsional Pendidikan Menengah Kepala Seksi
Fungsional Pendidikan Dasar Kepala Bidang Fungsional Kependidikan
Kepala Sub Bagian Umum Kepala Sub Bagian
Keuangan Kepala Sub Bagian
Penyusunan Program
SEKRETARIS KEPALA DINAS
Kepala UPT Dikdas Kec. Klojen
Kepala UPT Dikdas Kec. Ked.Kandang Kepala UPT
Dikdas Kec. Lowokwaru Kepala UPT
Dikdas Kec. Blimbing Kepala UPT
Dikdas Kec. Sukun Kepala UPT
Sanggar Kegiatan Belajar
Kelp. Jab. Fungsional
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
14
2.2. Tugas Pokok Dan Fungsi Dinas Pendidikan
Tugas Pokok dan fungsi Dinas Pendidikan Kota Malang sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kota Malang adalah ;
a. Tugas Pokok
Dinas Pendidikan mempunyai tugas pokok penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pendidikan sesuai dengan kebijakan Kepala Daerah.
b. Fungsi
Untuk melaksanakan tugas pokok, Dinas Pendidikan mempunyai fungsi;
1. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan;
2. Penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang pendidikan;
3. Pelaksanaan dan sosialisasi standar nasional pendidikan;
4. Penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal;
5. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan sekolah dasar bertaraf internasional;
6. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah;
7. Pemberian dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan pelayanan pendidikan;
8. Pemantauan dan evaluasi satuan pendidikan sekolah dasar bertaraf internasional;
9. Peremajaan data dalam sistem infomasi manajemen pendidikan nasional;
10. Pelaksanaan koordinasi dan supervisi pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan dasar;
11. Pelaksanaan sosialisasi kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah;
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
15
12. Pelaksanaan sosialisasi dan implementasi standar isi dan standar kompetensi lulusan pendidikan dasar;
13. Pelaksanaan sosialisasi dan fasilitasi implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar;
14. Pengawasan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pendidikan dasar;
15. Pengawasan terhadap pemenuhan standar nasional sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal;
16. Pengawasan pendayagunaan bantuan sarana dan prasarana pendidikan;
17. Pengawasan penggunaan buku pelajaran pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal;
18. Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal sesuai kewenangannya;
19. Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal;
20. Pembantuan pelaksanaan ujian nasional pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal;
21. Pelaksanaan koordinasi, fasilitasi, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan ujian sekolah;
22. Pelaksanaan evaluasi pengelola, satuan, jalur, jenjang, dan jenis pendidikan pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal;
23. Pelaksanaan evaluasi pencapaian standar nasional pendidikan pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan nonformal;
24. Pembantuan pemerintah dalam akreditasi pendidikan nonformal;
25. Pelaksanaan supervisi dan fasilitasi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
16
nonformal dalam penjaminan mutu untuk memenuhi standar nasional pendidikan;
26. Pelaksanaan supervisi dan fasilitasi satuan pendidikan bertaraf internasional dalam penjaminan mutu untuk memenuhi standar internasional;
27. Pelaksanaan supervisi dan fasilitasi satuan pendidikan berbasis keunggulan lokal dalam penjaminan mutu;
28. Pengevaluasian pelaksanaan dan dampak penjaminan mutu satuan pendidikan;
29. Pelaksanaan dan pembinaan kesiswaan di bidang kepemudaan, olah raga, kesenian dan budaya;
30. Pemberian pertimbangan teknis perizinan di bidang pendidikan;
31. Pemberian dan pencabutan perizinan di bidang pendidikan yang menjadi kewenangannya;
32. Pelaksanaan penyidikan tindak pidana pelanggaran di bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan;
33. Pelaksanaan pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi;
34. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi;
35. Pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya;
36. Pelaksanaan pendataan potensi retribusi daerah;
37. Pelaksanaan pemungutan penerimaan bukan pajak daerah;
38. Pelaksanaan standar pelayanan minimal (spm);
39. Penyusunan dan pelaksanaan standar pelayanan publik (spp) dan standar operasional dan prosedur (sop);
40. Pelaksanaan pengukuran indeks kepuasan masyarakat (ikm) dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas layanan;
41. Pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang pendidikan;
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
17
42. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan publik secara berkala melalui web site pemerintah daerah;
43. Pengelolaan administrasi umum meliputi penyusunan program, ketatalaksanaan, ketatausahaan, keuangan, kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan, kehumasan, kepustakaan dan kearsipan;
44. Pemberdayaan dan pembinaan jabatan fungsional;
45. Penyelenggaraan upt dan jabatan fungsional;
46. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;
dan
47. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh walikota sesuai dengan tugas pokoknya.
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maka Dinas Pendidikan memerlukan Sumber Daya Manusia yang handal dan berkualitas untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan. Dengan tersedianya SDM yang handal dan berkualitas maka tugas pelayanan pendidikan di lingkungan Kota Malang dapat dilayani secara prima dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Serta mampu menyediakan tenaga kependidikan yang handal dan sarana prasarana pembelajaran guna mempertahankan mutu pendidikan di Kota Malang.
2.3. Susunan Kepegawaian
Berdasarkan Peraturan WaliKota Malang Tanggal : 1 September 2012, No. : 17 Tahun 2012 Tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan Kota Malang dapat dijabarkan segabai berikut :
1. Susunan Organisasi
Susunan Organisasi Dinas Pendidikan Kota Malang terdiri atas : a. Kepala Dinas;
b. Sekretariat, terdiri dari :
1) Subbagian Penyusunan Program;
2) Subbagian Keuangan;
3) Subbagian Umum.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
18
c. Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, terdiri dari :
1) Seksi Kurikulum;
2) Seksi Sarana dan Prasarana;
3) Seksi Kelembagaan dan Kesiswaan Akademis.
d. Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan, terdiri dari : 1) Seksi Kurikulum;
2) Seksi Sarana dan Prasarana;
3) Seksi Kelembagaan dan Kesiswaan Akademis.
e. Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal, terdiri dari : 1) Seksi Pendidikan Anak Usia Dini;
2) Seksi Kursus, Kelembagaan dan Pendidikan Masyarakat;
3) Seksi Pendidikan Informal.
f. Bidang Tenaga Fungsional Kependidikan, terdiri dari : 1) Seksi Tenaga Fungsional Pendidikan Sekolah Dasar;
2) Seksi Tenaga Fungsional Pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan;
3) SeksiTenaga Fungsional Non Guru.
g. UPT;
Kelompok Jabatan Fungsional.
2. Hubungan Kerja
Setiap pimpinan unit kerja dalam lingkungan Dinas Pendidikan Kota Malang wajib melaksanakan koordinasi , Integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan dinas maupun antar unit kerja sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
Setiap pimpinan unit kerja dalam lingkungan Dinas Pendidikan Kota Malang bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya serta memberikan bimbingan dan petunjuk pelaksanaannya.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
19
BAB III
GAMBARAN PELAYANAN SKPD
3.1. Kondisi Pendidikan di Kota Malang3 tahun terakhir
A. Kondisi Pendidikan
Pembangunan pendidikan adalah bidang pembangunan yang menempati posisi strategis bagi pengembangan sumber daya manusia berkualitas sebagai modal dasar pembangunan secara menyeluruh.
Karenanya tugas utama pembangunan pendidikan adalah memberi konstribusi yang berarti bagi pemecahan permasalahan bangsa.
Pendidikan pada hakekatnya bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat,berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Sejalan dengan tujuan tersebut Pemerintah Kota Malang bertekad mewujudkan insan yang bemoral, kompetitif dan berwawasan kebangsaan yang dibangun melalui pendidikan formal (TK/TKLB RA/BA, SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA/SMK), pendidikan non formal (PAUD, Pendidikan Kesetaraan, Pendidikan Masyarakat, Kursus dan Kelembagaan) yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender.
Kota Malang sebagai satu kesatuan wilayah pemerintahan, melaksanakan pembangunan yang memiliki arah dan tujuan tertentu yang harus dicapai melalui pembangunan di segala bidang, termasuk di bidang pendidikan . Hal itu berarti, bahwa rencana pembangunan pendidikan di Kota Malang tidaklah berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pembangunan Kecamatan maupun secara keseluruhan. Oleh karena itu, segala usaha dan kegiatan pembinaan dan pengembangan di bidang pendidikan di Kota Malang harus berada dibawah koordinasi atau sepengetahuan
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
20
Pemerintah Daerah Kota Malang, untuk menjaga keserasian dan keterkaitannya dengan sektor lain dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan pembangunan daerah yang telah ditetapkan.
Kota Malang terdiri dari 5 kecamatan dan 57 kelurahan dengan luas wilayah seluruhnya 110.06 km2.
Tabel 1
Jumlah Kecamatan di Kota Malang Tahun 2012
No. Variabel Jumlah
1 Kecamatan 5
2 Kelurahan 57
3 Luas wilayah 110.06 km2
Sumber Data : Profil Pendidikan tahun 2012/2013
Kemajuan pendidikan di Kota Malang cukup menggembirakan.
Pelaksanaan program pembangunan pendidikan didaerah ini telah menyebabkan makin berkembangnya sarana belajar mengajar diberbagai jenis dan jenjang pendidikan. Secara rinci, pembangunan disetiap jenjang pendidikan tidak sama, oleh karena itu, akan dijelaskan tentang keadaan tingkat PAUD, TK/RA, SD/MI, tingkat SMP/MTs serta tingkat SMA/MA/SMK.
a.1. Perkembangan Penduduk Usia Sekolah, Siswa, Guru dan Fasilitas Pendidikan
1. Tingkat TK dan RA
Berdasarkan data tahun 2012/2013, lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) berjumlah 329 buah terdiri dari negeri& satu atap = 26 buah dan swasta
= 303 buah dengan jumlah murid TK sebanyak 20.030orang, terbagi atas laki-laki = 10.284 orang, perempuan = 9.746 orang dengan tenaga pengajar sebesar 1.508 guru, terdiri dari laki-laki = 42 orang, perempuan
= 1.466 orang, adapunkelas yang ada berjumlah 1.046 kelas dan untuk tamatan berjumlah 9.724 orang. Untuk jenjang Roudlotul Atfal (RA) terdapat 90 lembaga dengan jumlah siswa sebanyak 5.961, dengan tenaga pengajar sebanyak 416 orang, dan untuk kelas berjumlah 273 kelas dengan jumlah tamatan sebanyak 2.886 orang.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
21
Tabel 2
Data Pokok TK dan RA Tahun 2012/2013
No. Komponen TK RA TK/RA
1. Sekolah
a. Negeri dan Satap 26 26
b. Swasta 303 90 393
2. Siswa
a. Laki-laki 10.284 3.066 13.350 b. perempuan 9.746 2.895 12.641
3. Kelas 1.046 273 1.292
4. Guru
a. Laki-laki 42 16 58
b. Perempuan 1.466 400 1.866
5. Tamatan 9.724 2.886 12.610
Sumber : Rangkuman LI 2012/2013
Sebagaimana disajikan pada Tabel 3.Terjadi peningkatan jumlah peserta didik dan jumlah penduduk usia 5-6 tahun sehingga APK mengalami peningkatan pula. Sedangkan Peningkatan jumlah peserta didik tersebut juga disertai dengan peningkatan jumlah lembaga .
Begitu pula dengan tingkat SLB jumlah siswa, guru , sekolah dan kelas meningkat sehingga menyebabkan APK juga meningkat
Tabel 3
Perkembangan Penduduk, Siswa, Guru, Sekolah, Ruang Kelas, Angka Partisipasi Kasar Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Luar Biasa
Tahun 2012/2013
No Komponen Satuan Jumlah
A Taman Kanak-Kanak
1. Penduduk Usia 4-6 Th Orang 37.169
2. Siswa Orang 25.991
3. Guru Orang 1.924
4. Sekolah Lemb 419
5. Ruang Kelas Ruang 1.319
6. APK TK/RA % 69,92
B Sekolah Luar Biasa
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
22
No Komponen Satuan Jumlah
1. Penduduk Usia 5-6 Th Orang 24.826 2. Penduduk 7-18 Th Orang 159.469
3. Siswa Orang 1.110
4. Guru Orang 228
5. Sekolah Lemb 31
6. Kelas Ruang 177
7. APK % 0,60
2. Tingkat SD (SD dan MI)
Berdasarkan data tahun 2012/2013, jumlah SD dan MI sebanyak 320, siswa baru tingkat I sebesar 14.112, siswa seluruhnya sebesar 87.065, dan lulusan sebesar 13.667. Untuk menampung sejumlah siswa tersebut, dengan 2.864rombel dan 2.840 ruang kelas dengan rincian 2.303 memiliki kondisi baik, 383 kondisi rusak ringan dan 76 kondisinya rusak berat, sedangkan 78 lainnya berstatus bukan milik.
Guru yang mengajar di SD dan MI sebanyak 4.661 diantaranya yaitu 3.803 (82 persen) adalah layak mengajar, dan 858 (18 persen) tidak layak mengajar. Dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di SD dan MI terdapat fasilitas perpustakaan sebanyak 277, lapangan olahraga sebanyak 227, ruang UKS sebanyak 254, Tempat Ibadah sebanyak 263, toilet guru550, toilet siswa 1.503 dan Laboratorium 117 (tabel 4).
Pada tabel 4 juga menunjukkan bahwa jumlah SD lebih besar jika dibandingkan dengan MI. Hal ini terlihat disemua data yang ada, jumlah SD sebesar 271, dengan jumlah siswa sebanyak 76.857, dan ruang kelas milik sebesar 2.372 dan ditangani oleh guru sebanyak 4.041, Selain itu, terdapat pula perpustakaan sebanyak 241, lapangan olahraga sebanyak 192 dan ruang UKS sebanyak 226. Sedangkan untuk jumlah MI sebesar 49 lembaga dengan jumlah siswa 10.208, sedangkan ruang kelas milik sebanyak 390. Dilihat dari status sekolah, persentase jumlah sekolah negeri lebih banyak di SD jika dibandingkan dengan MI.
sebaliknya, persentase jumlah lembaga swasta lebih banyak di MI jika dibandingkan dengan SD. Hal ini disebabkan MI lebih banyak dibangun
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
23
oleh yayasan swasta, sedangkan SD lebih banyak dibangun oleh pemerintah melalui program bantuan pembangunan sekolah.
Tabel 4
Data Pokok SD dan MI Tahun 2012/2013
No. Komponen SD MI SD+MI
1. Sekolah 271 49 320
a. Negeri 196 2 198
b. Swasta 75 47 122
2. Siswa baru Tk. I 12.240 1.872 14.112
a. Laki-laki 6.245 899 7.144
b. Perempuan 5.995 973 6.968
3. Siswa 76.857 10.208 87.065
a. Laki-laki 39.600 5.153 44.753
b. Perempuan 37.257 5.055 42.312
4. Lulusan 12.158 1.509 13.667
5. Ruang Kelas (Milik) 2.372 390 2.762
a. Baik 2.034 269 2.303
b. Rusak Ringan 294 89 383
c. Rusak Berat 44 32 76
6. Ruang Kelas Bukan Milik 65 13 78
7. Kelas 2.461 403 2.864
8. Guru 4.041 620 4.661
a. Layak Mengajar 3.307 496 3.803
b. Tidak Layak 734 124 858
9. Fasilitas
a. Perpustakaan 241 36 277
b. Lapangan Olahraga 192 35 227
c. UKS 226 28 254
d. Tempat Ibadah 231 32 263
e. Laboratorioun 103 14 117
f. Toilet 1.837 216 2.053
g. Air Bersih
Sumber: Lampiran Profil Pendidikan
Berbeda dengan jenjang TK serta SLB, pada jenjang pendidikan SD/MI, peningkatan jumlah siswa dan peningkatan APK SD/MI pada tahun ajaran 2012/2013, juga disertai dengan jumlah penduduk usia sekolah 7-12 tahun sebagaimana data pada Tabel 5.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
24
Tabel 5
Perkembangan Penduduk, Siswa, Ruang Kelas Dan Angka Partisipasi Kasar SD dan MI
Tahun 2012/2013
N a
m u n
d e m i k i a
3. Tingkat SLTP (SMP, SMPT dan MTs)
Berdasarkan data tahun 2012/2013, jumlah SMP, SMPT dan MTs sebanyak 123, dengan siswa baru tingkat I sebanyak 14.450siswa seluruhnya sebanyak 40.235 dan lulusan sebanyak 12.649. Untuk menampung sejumlah siswa tersebut, tersedia ruang kelas milik sebanyak1.243, dengan rincian 1.114 memiliki kondisi baik, 110 dengan kondisi rusak ringan dan yang rusak berat 19. Untuk ruang kelas bukan milik pada SMP sederajat sebanyak 51.
Adapun Guru yang mengajar di SMP, SMPT dan MTs sebanyak 3.027, sebanyak 2.836 orang (93 persen) adalah layak mengajar,163 (7 persen) tidak layak mengajar. Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SMP, SMPT dan MTs terdapat fasilitas ruang UKS pada 93 lembaga, Fasilitas laboratorium pada111 lembaga, untuk tempat ibadah pada 141 lembaga, fasilitas toilet pada 119 lembaga. (tabel 6).
No. Komponen Satuan 2012/2013 1 Penduduk Usia 7-12 tahun Orang 75.854 2 Siswa Usia 7-12 Thn Orang
a. Tingkat SD/MI Orang 77.708
b. Tingkat SLTP/MTS Orang 9.582
c. Tingkat SLB Orang 335
3 Ruang Kelas R.Kelas
a. SD R.Kelas 2.437
b. MI R.Kelas 403
4 APK %
a. SD % 101,32%
b. MI % 13,46%
5 APK SD+MI % 114,78%
6 APM SD+MI % 102,44%
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
25
Tabel 6
Data Pokok SMP, SMPT dan MTs Tahun 2012/2013
No. Komponen SMP MTs SMPT Total
1. Sekolah 92 26 5 123
a. Negeri 27 2 5 34
b. Swasta 65 24 0 89
2. Siswa baru Tk. I 12.510 1.707 233 14.450
a. Laki-laki 6.307 838 115 7.260
b. perempuan 6.203 869 118 7.190
3. Siswa 35.087 4.511 637 40.235
a. Laki-laki 17.717 2.178 327 20.222 b. Perempuan 17.370 2.333 310 20.013
4. Lulusan 11.248 1.200 201 12.649
5. Ruang Kelas ( Milik) 1.006 190 47 1.243
a. Baik 941 129 44 1.114
b. Rusak Ringan 51 56 3 110
c. Rusak Berat 14 5 0 19
6. Ruang Kelas Bukan Milik 41 0 10 51
7. Kelas 1.047 190 57 1.294
8. Guru 2.395 507 125 3.027
a. Layak Mengajar 2.269 446 121 2.836
b. Tidak Layak 126 28 37 191
9. Fasilitas
a. Perpustakaan 76 17 3 106
b. UKS 78 12 3 93
c. Laboratorium 85 22 4 111
d. Tempat Ibadah 117 22 2 141
e. Air Bersih
f. Toilet 888 216 27 1.131
g. Listrik
Sumber: Lampiran Profil Pendidikan
Pada jenjang pendidikan SMP/MTs, sebagaimana disajikan pada Tabel 7, selama kurun waktu tahun 2012/2013 jumlah penduduk usia 13- 15 tahun mengalami kenaikan, demikian juga dengan jumlah siswa SMP/MTs usia 13-15 tahun dan jumlah siswa SMP/MTs seluruhnya naik.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
26
Meskipun terjadi kondisi yang berfluktuasi pada sebagian besar aspek, tetapi ternyata nilai APK meningkat pada tahun 2013 , yang berarti bahwa penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun tidak terhambat. Aspek yang juga konstan meningkat dalam kurun waktu tersebut adalah jumlah guru, sedangkan jumlah ruang kelas meningkat. Jumlah lembaga SMP/MTs secara keseluruhan tidak mengalami kenaikan atau penurunan.
Tabel 7
Perkembangan Penduduk Usia 13-15 Tahun , Siswa,dan Angka Partisipasi Kasar SLTP/MTs Tahun 2012-2013
No Komponen Satuan 2013
1 Penduduk Usia 13-15 Th Orang 38.618
2 Lulusan Tk. SD Orang
a. SD Orang 12.158
b. MI Orang 1.509
3 Siswa Baru Tingkat I Orang
a. SMP Orang 12.510
b. SMPT Orang 233
c. MTs Orang 1.707
4 Siswa Orang
a. SMP Orang 35.087
b. SMPT Orang 637
c. MTs Orang 4.511
5 Siswa Usia 13-15 tahun Orang
a. Tk. SMP/SMPT/MTs Orang 29.111
b. Tk. SD/MI Orang 1.373
c. Tk. SMA/SMK/MA Orang 11.519
d. SLB Orang 262
6 Lulusan Orang
a. SMP Orang 11.248
b. SMPT Orang 201
c. MTs Orang 1.200
7 APK SMP/SMPT/MTs % 104,19%
8 APM SMP/SMPT/MTs % 75,38%
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
27
4. Tingkat SM (SMA, MA, dan SMK)
Berdasarkan data tahun 2012/2013, jumlah SMA, MA, dan SMK sebanyak 108, siswa baru tingkat I sebanyak 18.048 dengan jumlah siswa seluruhnya sebanyak 50.572, dan lulusan sebanyak 14.984. Untuk menampung sejumlah siswa tersebut, tersedia ruang kelas milik sebanyak 1.335, dengan rincian 1.181 kondisi baik, sedangkan untuk kondisi rusak ringan 145 dan rusak berat sebanyak 9, dan untuk ruang kelas bukan milik sebanyak 88, jumlah kelas sebanyak 1.423.
Guru yang mengajar di SMA, MA, dan SMK sebanyak 4.077 di antaranya yaitu sebanyak 3.805 (93 persen) layak mengajar, 272 (7 persen) tidak layak mengajar.
Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SMA, MA, dan SMK terdapat fasilitas perpustakaan pada 80 lembaga, ruang UKS pada 78 lembaga, fasilitas laboratorium pada 100 lembaga, ruang ketrampilan pada 22 lembaga dan berada pada jenjang SMA, untuk ruang BP sebanyak 18, ruang serbaguna sebanyak 7, untuk fasilitas bengkel yang mayoritas berada pada jenjang SMK pada 12 lembaga, dan ruang praktik 27 lembaga (tabel 8)
Bila dibandingkan antara siswa SMA/MA dengan SMK yaitu 17.202 / 2.782 dan 30.648, maka jumlah siswa SMK lebih besar. Hal ini disebabkan jumlah SMK juga lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah SMA, sesuai dengan banyaknya siswa yang ada, Demikian juga untuk lulusan SMK juga lebih banyak jika dibandingkan dengan lulusan SMA, yaitu 9.161.untuk SMK dan 5.107 untuk SMA.
Selanjutnya jika dilihat dari guru yang layak mengajar, ternyata paling banyak di SMK sebanyak 2.092, di SMA sebanyak 1.406 dan di MA yaitu sebanyak 307 orang. Bila dilihat fasilitas sekolah yang seharusnya ada, ternyata tidak semua fasilitas yang ada dimilki oleh SMA, MA, dan SMK. Perpustakaan, UKS terdapat ditiga jenis sekolah, sedangkan bengkel dan ruang praktik hanya di SMK. Kondisi sekolah yang tidak memiliki fasilitas tersebut hendaknya menjadi prioritas dalam pembangunan fasilitas tersebut.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
28
Tabel 8
Data Pokok SMA, MA dan SMK Tahun 2012/2013
No. Komponen SMA MA SMK SMA+MA+
SMK
1. Sekolah 44 15 51 110
a. Negeri 10 2 13 25
b. Swasta 34 13 38 85
2. Siswa baru Tk. I 6.000 962 11.068 18.030 a. Laki-laki 2.631 388 6.040 9.059 b. Perempuan 3.369 574 5.046 8.989
3. Siswa 17.202 2.782 30.648 50.632
a. Laki-laki 7.718 1.110 16.121 24.949 b. Perempuan 9.484 1.672 14.527 25.683
4. Lulusan 5.107 716 9.161 14.984
5. Ruang Kelas (Milik ) 622 116 597 1.335
a. Baik 542 96 543 1.181
b. Rusak Ringan 77 20 48 145
c. Rusak Berat 3 0 6 9
6. Ruang Kelas Bukan
Milik 6 0 82 88
7. Kelas 628 116 679 1.423
8. Guru 1.518 346 2.213 4.077
a. Layak Mengajar 1.477 307 2.116 3.900
b. Tidak Layak 41 37 122 200
9. Fasilitas
a. Perpustakaan 34 9 37 80
b. UKS 38 5 35 78
c. Laboratorium 42 14 44 100
d. Ketrampilan 11 7 4 22
e. BP 40 7 47 94
No. Komponen SMA MA SMK SMA+MA+
SMK
f. Serbaguna 29 6 25 60
g. Bengkel 12 12
h. Ruang Praktik 27 27
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
29
Pada kurun waktu tahun 2012/2013, perkembangan penduduk usia 7-12 tahun , usia 13-15 tahun dan penduduk usia 16-18 tahun , mengalami kenaikan hal tersebut dikarenakan pendataan penduduk menggunakan data proyeksi .
Jumlah siswa SMA, SMK dan MA tahun 2013 mengalami kenaikan, tetapi jumlah guru SMA, MA dan SMK meningkat dan karena lembaga juga meningkat. Jumlah ruang kelas SMA,MA dan SMK meningkat tahun 2013 sejalan dengan jumlah siswa yang meningkat pada tahun 2013.
Secara keseluruhan APK mengalami kenaikan pada tahun 2013.
Sedangkan APM mengalami peningkatan pada tahun yang sama.
Tabel 9
Perkembangan Penduduk Usia 16-18 Tahun, Siswa, dan Angka Partisipasi Kasar SMA, SMK, dan MA
Tahun 2012-2013
No. Komponen Satuan 2012/2013
1 Penduduk Usia 16-18 tahun Orang 44.997
2 Lulusan Tk. SLTP Orang
a. SMP Orang 11248
b. SMPT Orang 201
c. MTs Orang 1200
3 Siswa Baru Tingkat I Orang
a. SMA Orang 6.000
b. SMK Orang 11.068
c. MA Orang 962
4 Siswa Orang
a. SMA Orang 17.202
b. SMK Orang 30.648
c. MA Orang 2.782
5 Siswa Usia 16-18 tahun Orang
a. Tk. SMA/SMK/MA Orang 37.011
b. Tk. SMP/SMPT/MTs Orang 1.541
c. PT Orang
d. SLB Orang 39
6 APK SM % 112,32
a. SMA % 38,23
b. SMK % 68,11
c. MA % 6,18
7 1
APM SM % 81,88
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
30
5. Pendidikan Luar Biasa (PLB)
Pada tahun pelajaran 2012/2013 jumlah SLB di Kota Malang berjumlah 31 lembaga yang terdiri dari TKLB 8 lembaga, SDLB sebanyak 9 lembaga, SMPLB sebanyak 8 lembaga dan SMALB sebanyak 6 lembaga, dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 1.113 siswa, dengan ruang kelas sebanyak 165 ruang, untuk menunjang proses belajar (PBM) di SLB tersedia guru sebanyak 231 orang (tabel 10).
Tabel 10 Data Pokok SLB Tahun 2012/2013
No. Komponen TKLB SDLB SMPLB SMALB SLB
1. Sekolah 8 9 8 6 31
a. Negeri 0 1 1 0 2
b. Swasta 8 8 7 6 29
2. Siswa 136 606 229 142 1113
3. Kelas 21 87 39 18 165
4. Guru 32 119 51 29 231
6. Pendidikan Non Formal (PNF)
Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal (PNF) selain melalui jalur pendidikan sekolah, pelayanan pendidikan diselenggarakan pula melalui pendidikan non formal. Penyelenggaraan pendidikan non formal diarahkan pada peningkatan pengetahuan dasar dan ketrampilan berwiraswasta/kewirausahaan sebagai bekal dalam bekerja dan berusaha. Program Pendidikan Non Formal meliputi : (1).
Pemberantasan Buta Aksara/Keaksaraan Fungsional, (2). Paket A setara SD/MI, (3). Paket B setara SMP/MTs, (4). Paket C setara SMA/MA, (5) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan (6) Pendidikan Berkelanjutan dan Pendidikan Keluarga.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
31
Tabel 11 Data Pokok PNF Tahun 2012/2013
No. Uraian Lembaga Peserta Didik
Pendidik
L P Jml
1. Kelompok Bermain 130 7983 7114 15097 2786
2. Tempat Penitipan Anak 15 75 78 153 51
3. PAUD/POS PAUD 119 9855 10282 20137 2924
Kejar Paket A 4 42 25 67 30
Kejar Paket B 7 357 167 524 55
Kejar Paket C 9 387 188 575 100
Keaksaraan Fungsional
(KF) 5 433 1153 1586 150
Kursus 202 7950 8836 16786 1400
Taman Bacaan
Masyarakat (TBM) 21 71
Jumlah 512 27082 27843 54925 7567
a. Kelompok Bermain
Kelompok bermain yang ada di Kota Malang berjumlah 130 lembaga dengan jumlah peserta didik sebanyak 15097 siswa, yang terdiri dari peserta didik laki-laki berjumlah 7983 peserta didik, dan yang perempuan sebanyak 7114 peserta didik, dengan jumlah pendidik sebanyak 2786 orang.
b. Tempat Penitipan Anak
Di Kota Malang jumlah tempat penitipan anak yang dibawah naungan Pendidikan Non Formal hanya ada 15 lembaga, dengan jumlah bayi yang dititipkan sebanyak 153 anak terdidri dari 75 laki laki dan 78 Perempuan dengan 51 orang pengasuh.
c. PAUD Sejenis
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sejenis taman kanak kanak dimaksudkan untuk mengoptimalkan perkembangan kapabilitas kecerdasan anak, jadi bukan hanya sekedar untuk memberikan pengalaman belajar, program pendidikan berkelanjutan dimaksudkan untuk menyiapkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
32
Berdasarkan data tahun 2012/2013 bahwa lembaga PAUD / POS PAUD sebanyak 119 lembaga dengan jumlah peserta didik sebanyak 20137 anak, terdiri dari 9855 anak laki laki dan 10282 Perempuan dan tenaga pendidik sebanyak 2924 orang.
d. Keaksaraan Fungsional
Satuan pendidikan dalam pendidikan non formal adalah kelompok belajar (Kejar) Keaksaraan Fungsional peserta didik pada jalur pendidikan non formal disebut warga belajar (WB). Sedangkan tenaga kependidikannya dikenal dengan sebutan sumber belajar/tutor belajar.
Pada Lembaga Keaksaraan Fungsional (KF) di Kota Malang berjumlah hanya 5 lembaga, dengan jumlah peserta didik berjumlah 1586 Orang peserta terdiri dari 433 Laki laki dan 1153 Perempuan, dengan jumlah pendidik/tutor sejumlah 150 orang
e. Kejar Paket
Berdasarkan data tahun 2012/2013 di Kota Malang program kejar Paket A dikelola oleh 4 lembaga dengan jumlah peserta didik 67 orang terdiri dari 42 peserta didik laki – laki dan 25 peserta didik perempuan dengan jumlah tutorsebayak 30. Program kejar Paket B hanya dikelola oleh 7 lembagadengan jumlah siswa sebanyak 524 terdiri dari 357 peserta didik laki-laki dan 167 perempuan dengan jumlah tutor sebanyak 55, dan untuk Kejar Paket C juga dikelola oleh 9 lembaga dengan jumlah peserta didik sebanyak 575 orang yang terdiri dari 387 laki laki dan 188 perempuan dengan jumlah tutor sebanyak 100 orang.
f. Kursus
Berdasarkan data tahun 2012/2013 terdapat 202 lembaga Kursus di Kota Malang dengan jumlah peserta didik sebanyak 16.786 terdiri dari 7.950 peserta didik laki-laki dan 8.836 perempuan dengan tenaga pengajar berjumlah 1.400 orang.
g. Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
Dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di segala lapisan masyarakat, maka di Kota Malang dibentuk sebuah
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
33
lembaga yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat untuk dapat memperkaya pengetahuan yakni dengan membentuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM), adapun TBM di Kota Malang berjumlah 21 TBM dengan pengelola 71 orang.
a.2. Pemerataan Pendidikan
Berdasarkan APK yang dicapai sebagaimana disajikan pada Tabel 12, ternyata APK tertinggi terdapat di tingkat SD/MI yaitu 114,78 % dan yang terendah di tingkat SMP/MTs yaitu 104,19 %. Tingginya APK adalah akibat banyaknya siswa usia sekolah di luar Kota Malang yang bersekolah di Kota Malang. Dengan melihat nilai APK tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat SD mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tingkat SLTP dan tingkat SM.
Tabel 12
Indikator Pemerataan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2010/2013
No. Indikator SD+MI SMP+MTs SM+MA
1. APK 114,78% 104,19% 112,91%
2. APM 102,44% 75,38% 82,25%
3. Perbandingan Antarjenjang 2,60 1,12 4. Rasio
-Siswa/sekolah 272 327,11 461,88
-Siswa/Kelas 29,36 28,24 24,50
-Siswa/Guru 17,08 10,94 8,72
-kelas/R.Kelas 1,00 1,23 1,54
-Kelas/Guru 1,64 3,10 3,71
5. Angka Melanjutkan 1,12 1,06 1,34
APM yang tertinggi terdapat di tingkat SD/MI yaitu 102,44 % dan yang terendah di tingkat SMP/MTs yaitu 75,38 %. Berdasarkan APM dapat diketahui pula bahwa pada tingkat SD/MI anak usia sekolah yang bersekolah lebih banyak dibandingkan dengan tingkat lainnya. Hal itu juga menunjukkan kinerja yang paling baik terdapat di tingkat SD/MI. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pada jenjang SD/MI tingkat keberhasilannya dalam pelaksanaan program
Renstra Dinas Pendidikan Kota Malang
34
pemerataan dan perluasan lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian pada jenjang SMP/MTs maupun jenjang SM+MA.
Bila sekolah antar jenjang dibandingkan, maka SD paling banyak, makin tinggi jenjang sekolah makin kurang jumlah sekolah, hal itu ditunjukkan dari jumlah tingkat SLTP berbanding tingkat SD sebesar 2,60 dan tingkat SM berbanding tingkat SLTP sebesar 1,12.
Makin sedikitnya jumlah sekolah di jenjang lebih tinggi menunjukkan makin kurangnya jumlah sekolah yang diperlukan di daerah tersebut.
Indikator lainnya adalah rasio siswa per sekolah, siswa per kelas, siswa per guru, kelas per ruang kelas dan kelas per guru. Rasio siswa per sekolah terpadat terdapat di tingkat SM/MA yaitu 462 siswa/sekolah dan terjarang terdapat di tingkat SD/MI dengan angka 272 siswa/sekolah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa sekolah di daerah ini sangat heterogen. Keheterogenan sekolah juga terlihat dari adanya tipe sekolah yaitu tipe A, B,C dan kecil. Siswa per kelas yang pada saat pembangunan sekolah seharusnya diisi dengan 40 anak, ternyata pada kenyataanya juga sangat bervariasi. Rasio siswa per kelas terpadat terdapat di tingkat SD/MI yaitu 29 dan terjarang terdapat di tingkat SM/MA yaitu 24.
Rasio siswa per guru juga bervariasi dengan rasio terbesar terdapat pada tingkat SD/MI yaitu 17 dan terendah terdapat pada SM/MA yaitu 8. Besarnya rasio siswa per guru ini menunjukkan kurangnya guru di tingkat tersebut. Sebaliknya, rasio terkecil menunjukkan cukupnya guru di tingkat tersebut. Ruang kelas yang paling sering digunakan adalah pada tingkat SM+MA sebesar 1,54 SD/MI yaitu sebesar 1sedang di SMP/MTs sebesar 1,23 . Hal itu berarti bahwa pada tingkat tersebut masih memerlukan ruang kelas tambahan jika diharapkan jumlah ruang kelas sama dengan jumlah kelas sehingga tidak ada ruang kelas yang digunakan lebih dari sekali.
Sejalan dengan perbandingan antar sekolah di tingkat SM dan SLTP yang cukup tinggi, maka angka melanjutkan ke tingkat SM juga