• Tidak ada hasil yang ditemukan

perkembangan sosial emosional pada anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "perkembangan sosial emosional pada anak"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK

JAMIATUL MUSLIMAH

Dsn. Jelbudan JL. RAYA NYALARAN Gg III Kecamatan PAMEKASAN Kabupaten PAMEKASAN

[email protected] 18201501060020

082301855578 Jamiatul Muslimah1 Abstract

The development that children experience includes emotional social. Child which resulted in less atmosphere stable in conditioning something. The emotional of state the child is very influential in various patterns patters foster that resulted in the child’s emotional social change. The formulation of the problem to be discussed is:1.) What is the child’s emotional social development? 2.) How the child’s emotional social behavior? 3.) How is the child’s emoptional growth and social development? 4.) What is the role of parents and peers to the child’s emotional social? 5.) What are the urgencees of parental involvement in emotional social deelopment? 6.) How to implement in the social and emotional development of children?.

About the purpose that we will explain that is:1.) To know the understanding of children’s emotional social development. 2.) To know the child’s emotional social behavior. 3.) To know the growth and emotional social development of children. 4.) To know the role of parents and peers against the child’s emotional social. 5.) To know find out the urgency of parental involvement in emotional social development. 6.) To know the implementation in the social and emotional development of children.

Social is the socialization of children against other people in the environment, and make contact with each other either in the form of individuals or groups, while emotions are some feelings that give rise to an inner, turmoil like fear, angry, anyious, depressed, annoyed, happy, and curious. Emotions emerge as physiological reactions, feelings, and behavioral changes. Emotions in children are more complex and real, because children tend to express their emotions freely and openly.

Social behavior in children is directed to develop a good social, such as cooperation, help-helping, sharing, sympathy, empathy, and mutual need of each other. Materials applied to kindergarten include discipline, co-operation, help, empathy, and responsibility. The child’s emotional behavior more express the feelings, arcumstances, and information they receive as is, not covered up. Urgency for PAUD educators if they can involve parents in the development of social and emotional aspects of children, among other: parents provide

(2)

information to educators about the social life and emotional display of children while at home, PAUD educators get a variety of parental help on the difficulties they encounter while developing social and emotional aspects of the child.

Keywords:Social-emotional development, kingdergarten,Foster Pattern.

Abstrak

Perkembangan yang dialami anak termasuk sosial emosional anak yang mengakibatkan suasana kurang stabil dalam mengkondisikan sesuatu. Keadaan emosi anak yang sangat berepengaruh dalam berbagai pola asuh yang mengakibatkan sosial emosional anak berubah. Adapun rumusan masalah yang akan di bahas yaitu:1.) Apa pengertian perkembangan sosial emosional anak? 2.) Bagaimana perilaku sosial emosional anak? 3.) Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan sosial emosional anak? 4.) Apa peran orang tua dan teman sebaya terhadap sosial emosional anak? 5.) Apa saja urgensi pelibatan orang tua dalam pengembangan sosial emosional? 6.) Bagaimana pelaksanaan dalam pengembangan sosial dan emosi anak?.

Mengenai tujuan yang akan kita jelaskan yaitu:1.) Untuk mengetahui pengertian perkembangan sosial emosional anak. 2.) Untuk mengetahui perilaku sosial emosional anak. 3.) Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan sosial emosional anak. 4.) Untuk mengetahui peran orang tua dan teman sebaya terhadap sosial emosional anak. 5.) Untuk mengetahui urgensi pelibatan orang tua dalam pengembangan sosial emosional. 6.) Untuk mengetahui pelaksanaan dalam pengembangan sosial dan emosi anak.

Sosial merupakan sosialisasi anak terhadap orang lain yang ada di lingkungannya, serta mengadakan hubungan satu dengan lainnya baik dalam bentuk perorangan ataupun kelompok, sedangkan emosi merupakan beberapa perasaan yang menimbulkan suatu gejolak batin seperti takut, marah, cemas, murung, kesal, senang, dan ingin tahu. Emosi muncul sebagai reaksi fisiologis, perasaan, dan perubahan perilaku. Emosi pada anak lebih kompleks dan real, karena anak cenderung mengekspresikan emosinya dengan bebas dan terbuka.

Perilaku sosial pada anak diarahkan untuk mengembangkan sosial yang baik, seperti kerja sama, tolong-menolong, berbagi, simpati, empati, dan saling membutuhkan satu sama lain. Materi yang diterapkan pada Taman Kanak-kanak meliputi disiplin, kerja sama tolong-menolong, empati, dan tanggung jawab. Perilaku emosional anak lebih mengutarakan perasaan, keadaan, dan informasi yang mereka terima apa adanya, tidak ditutup-tutupi. Urgensi bagi pendidik PAUD jika dapat melibatkan orangtua dalam perkembangan aspek sosial dan emosi anak, antara lain: orang tua memberi informasi kepada pendidik mengenai kehidupan sosial dan tampilan emosi anak ketika berada di rumah, pendidik PAUD mendapat berbagai bantuan dari orang tua dalam mengenai kesulitan yang dialami saat mengembangkan aspek sosial dan emosi anak.

Kata kunci:Perkembangan sosial-emosional, Anak TK, peran orang tua. Pendahuluan

Anak merupakan suatu objek dimana nantinya perkembangan yang akan mempengaruhi kehidupan anak. Sosial lingkungan sekitar yang akan berpengaruh besar bagi kehidupan anak. Banyak sebutan yang di berikan kepada anak usia 3-6 tahun ini. Para orang tua biasanya menyebut anak seusia ini dengan sebutan sebagai ’’usia sulit’’ atau usia yang mengandung masalah. Masa ini adalah masa paling berharga karena pada masa ini disebut juga masa kritis. Pada masa ini anak senang senang melakukan berbagai aktivitas seperti memerhatiakan lingkungan sekitar, meniru,mencium,dan meraba.

(3)

inilah, yang menjadi dasar utama pengembangan perilaku sosial emosional dalam mengarahkan pribadi anak yang sesuai dengan nilai-nilai yang di junjung tinggi dalam masyarakat. Perilaku sosial dan emosional yang di harapkan dari anak pada usia ini adalah perilaku-perilaku yang baik, seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, percaya diri, jujur, adil, setia kawan, sifat kasih sayang terhadap sesama dan memiliki sifat toleransi yang tinggi.

Montessori, menyebut anak usia dini ini sebagai periode sensitif. Pada masa ini menurut montessori secara khusus anak mudah menerima stimulus-stimulus tertentu. Suatu sensitivitas khusus terhadap sesuatu yang baru akan berakhir bila sesuatu kebutuhan yang kebutuhannya telah terpenuhi.2

Adapun rumusan masalah yang akan di bahas yaitu:1.) Apa pengertian perkembangan sosial emosional anak? 2.) Bagaimana perilaku sosial emosional anak? 3.) Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan sosial emosional anak ? 4.) Apa peran orang tua dan teman sebaya terhadap sosial emosional anak? 5.) Apa saja urgensi pelibatan orang tua dalam pengembangan sosial emosional 6.) Bagaimana pelaksanaan dalam pengembangan sosial dan emosi anak?

Mengenai tujuan yang akan kita jelaskan yaitu:1.) Untuk mengetahui pengertian perkembangan sosial emosional anak. 2.)Untuk mengetahui perilaku sosial emosional anak. 3.) Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan sosial emosional anak 4.) Untuk mengetahui peran orang tua dan teman sebaya terhadap sosial emosional anak 5.) Untuk mengetahui urgensi pelibatan orang tua dalam pengembangan sosial emosional 6.) Untuk mengetahui pelaksanaan dalam pengembangan sosial dan emosi anak.

PEMBAHASAN

Sosial Emosional pada Anak

Makna sosial dipahami sebagai upaya pengenalan (sosialisasi) anak terhadap orang lain yang ada diluar dirinya dan lingkungannya, serta pengaruh timbal balik dari berbagai segi kehidupan bersama yang mengadakan hubungan satu dengan lainnya, baik dalam bentuk perorangan maupun kelompok. Dalam kajian sosiologis, Soerjono Soekanto memberikan definisi sosial ini yang disebut dengan proses sosial yaitu: cara-cara berhubungan yang dilihat apabila perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan ini, atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan pola-pola kehidupan yang telah ada.

Makna emosi banyak dikaji oleh para psikolog, karena dianggap sebagai bagian yang penting dan menarik dalam kehidupan manusia. Emosi sebagai perpaduan dari beberapa perasaan yang mempunyai intensitas yang relatif tinggi dan menimbulkan suatu gejolak suasana batin. Seperti halnya perasaan, emosi juga membentuk suatu kontinum, bergerak dari emosi positif hingga yang bersifat negatif. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa emosi adalah perasaan batin seseorang, baik berupa pergolakan pikiran, nafsu, keadaan mental dan fisik yang dapat muncul atau termanifestasi ke dalam bentuk-bentuk atau gejala-gejala seperti takut, cemas, marah, murung, kesal, iri, cemburu, senang, kasih sayang, dan ingin tahu.

Dalam kaitannya dengan proses sosial, emosi dapat muncul sebagai akibat adanya hubungan atau interaksi sosial antara individu, kelompok, dan masyarakat. Emosi muncul sebagai reaksi fisiologis, perasaan, dan perubahan perilaku yang tampak. Emosi pada anak lebih kompleks dan real, karena anak cenderung menekspresikan emosinya dengan bebas dan terbuka.3

Perkembangan sosial dan emosional anak berkaitan dengan kapasitas anak untuk mengembangkanself-condifince, trust,dan empathy. Perkembangan sosial-emosional yang positif atau baik merupakan predikator untuk kesuksesan dalam bidang akademik, kognitif, sosial, dan emosional dalam kehidupan selanjutnya. Menurut Walt, perkembangan emosi

2Ahmad susanto,Perkembangan Anak Usia Dini:Pengantar Dalam Berbagai

Aspeknya,(Jakarta:KENCANA PRENADA MEDIA GROUP,2011),hlm. 132-134

(4)

sosial anak pada masa kanak-kanak awal/usia prasekolah di pengaruhi oleh faktor biologis

(temperament, genetic, influences), relatioship (quality of at tachment), dan lingkungannya. Menurut Santrock, perkembangan emosi dan sosial tidak terlepas dari faktor-faktor keluarga, relasi anak dengan teman sebayanya, dan kualitas bermain yang dilakukan bersama teman sebayanya.

Menurut Boyd dkk., perkembangan emosi dan sosial anak mencakup percpaian serangkaian keterampilan dalam : 1. Mengidentifikasi dan memahami perasaannya sendiri. 2. Membaca dengan tepat dan memahami kondisi emosi orang/teman lain. 3. Mengelola emosi dan mengekspresikan dalam bentuk yang konstruktif. 4. Mengatur perilakunya sendiri. 5. Mengembangkan empati pada orang/teman lain. 6. Menjalin dan memelihara hubungan.4

Jadi menurut pengertian yang dipaparkan diatas bahwa sosial merupakan sosialisasi pada luar lingkungan sekitar yang mengakibatkan anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Emosi suatu gejolak suasana batin. Seperti halnya perasaan, emosi juga membentuk suatu kontinum, bergerak dari emosi positif hingga yang bersifat negatif. Perasaan batin seseorang, baik berupa pergolakan pikiran, nafsu, keadaan mental dan fisik yang dapat muncul atau termanifestasi ke dalam bentuk-bentuk atau gejala-gejala seperti takut, cemas, marah, murung, kesal, iri, cemburu, senang, kasih sayang, dan ingin tahu. Perilaku Sosial dan Emosional Anak

Perilaku sosial

Perilaku sosial adalah kegiatan yang berhubungan dengan orang lain, kegiatan yang berkaitan dengan pihak lain yang memerlukan sosialisasi dalam hal bertingkah laku yang dapat diterima oleh orang lain, belajar memainkan peran sosial yang dapat di terima oleh orang lain, serta upaya mengembangkan sikap sosial yang layak diterima oleh orang lain. Perilaku sosial pada anak diarahkan untuk pengembangan sosial yang baik, seperti kerja sama, tolong-menolong, berbagi, simpati, empati, dan saling membutuhkan satu sama lain. Untuk itu, sasaran pengembangan perilaku sosial pada anak ialah untuk berkomunukasi, keterampilan memiliki rasa senang dan periang, menjalin persahabatan, memiliki etika dan tata krama yang baik. Dengan demikian, materi pembelajaran pengembangan sosial yang diterapkan di taman kanak-kanak, meliputi: disiplin, kerja sama, tolong-menolong, empati, dan tanggung jawab.

Bentuk perilaku sosial yang paling penting diterapkan pada anak tahun pertama yakni untuk menyesuaian sosial yang memungkinkan anak dapat bergaul dengan teman-temannya. Karena pada periode ini merupakan tahap perkembangan yang kritis, dimana sikap sosial dan pola perilaku sosial anak dibentuk. Secara spesifik, Hurlock mengklasifikasikan pola perilaku sosial pada anak ke dalam pola-pola perilaku sebagai berikut: a.) Meniru. b.) Persaingan c.) Kerja sama. d.) Simpati. e.) Empati. f.) Dukungan sosial. g.) Membagi. h.) Perilku akrab.

Perilaku Emosional

Perilaku emosional tampak sebagai akibat dari emosi seseorang. Emosi oleh Juntika, didefinisikan sebagai suatu suasana yang komplek dan getaran jiwa yang menyertai atau muncul sebelum/sesudah terjadinya perilaku. Aspek emosional dari suatu perilaku pada umumnya selalu melibatkan tiga aspek. Dimana dari ketiga aspek emosional(reaksi fisiologis, perasaan dan perubahan perilaku yang tampak), tidak mungkin dapat diubah atau di pengaruhi atau diperbaiki oleh aspek fisiologis, karena proses fisiologis yang terjadi pada

organism secara mekanis. Emosi pada tahap anak lebih terperinci dan terdiferensiasi dan anak cenderung mengekspresikan emosinya dengan bebas dan terbuka. Anak akan mengutarakan perasaan, keadaan, dan informasi yang mereka terima apa adanya, tidak ditutup-tutupi. Anak selalu jujur mengemukakan sesuatu keadaan, perasaan dan kondisi yang sebenarnya tanpa ragu dan pandang bulu.5

Pertumbuhan dan Perkembangan Sosial Emosional Anak

Proses pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sejak dalam kandungan. Juntika, menyatakan bahwa rangsangan yang menimbulkan emosi, pola sambutan ekspresi atas

(5)

terjadi pengalaman emosional ini dapat diubah dan dipengaruhi atau diperbaiki oleh guru. Dimensi emosional yang paling penting diketahui para pendidik terutama guru, yaitu: (1) senang tidak senang atau suka tidak suka (2) identitas dalam term kuat lemah dan halus-kasarnya atau dalam dangkalnya emosi tersebut. Hal ini sangat penting karena dapat memberikan motivasi pengarahan dan integritas perilaku sosial seseorang.

Perkembangan anak merupakan proses perubahan perilaku dari yang tidak matang menjadi matang, dari sederhana menjadi kompleks, suatu evolusi manusia dari ketergantungan menjadi makhluk dewasa yang mandiri. Perkembangan yang dialami anak merupakan rangkaian perubahan yang teratur dari satu tahap perkembangan ke perkembangan berikutnya yang berlaku secara umum, misalnya anak berdiri dengan satu kaki , berjinjit, berjalan menaiki tangga, dan berlari.6

Peran Orang Tua dan Teman sebaya terhadap Sosial Emosional Anak

Menurut Boyd dkk, orang tua dan keluarga , guru, dan teman sebaya sangat berperan dalam pencapaian perkembangan sosial-emosi yang baik pada masa kanak-kanak awal. Relasi awal dengan orang tua merupakan pondasi di capainya kompetensi sosial dan hubungan dengan teman sebaya. Orang tua harus berinteraksi dengan menunjukkan kasih sayang, memahami perasaan anak, memahami keinginan dan kebutuhannya, mengekspresikan minat anak dalam aktifitas sehari-hari.

Cara orang tua memperlakukan anak sebaiknya menyesuaikan dengan usia dan taraf perkembangan anak. Misalnya perlakuan terhadap anak usia dua tahun seharusnya tidak sama dengan anak usia lima tahun.7

Urgensi Pelibatan Orang Tua dalam Pengembangan Sosial Emosional

Pada praktiknya, mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Selain harus menguasai berbagai materi pendidikan bagi anak dan memerlukan berbagai jenis keterampilan dalam mendidik anak, orang tua juga di tuntut untuk dapat menyempatkan waktunya dalam mendidik anak. Diakui ataupun tidak, hal itu kemudian sering menjadi masalah utama dalam mendidik anak. Masalah utama tersebut telah menjadikan orang tua menyerahkan anak-anaknya kepada pihak sekolah seperti KB atau TK untuk mendidik anak-anak-anaknya.

Ada tiga urgensi bagi pendidik PAUD jika dapat melibatkan orangtua dalam pengembangan aspek sosial dan emosi anak, antara lain : (1).Pendidik PAUD memiliki kesamaan visi dengan orangtua dalam upaya pengembangan aspek sosial dan emosi anak usia dini. Kesamaan visi tersebut sangatlah penting bagi mereka agar mereka dapat berjalan bersama dan saling bekerja sama dalam melakukan upaya tersebut. (2). Pendidik PAUD mendapatkan informasi-informasi dari orangtua mengenai kehidupan sosial dan tampilan emosi anak ketika berada dirumah dan di lingkungan masyarakat. Informasi tersebut sangat berguna bagi pendidik PAUD dalam menentukan metode apa yang tepat untuk digunakan dalam mengembangkan aspek sosial dan emosi anak. (3). Pendidik PAUD mendapatkan berbagai bantuan dari orangtua dalam mengenai kesulitan yang dialaminya saat mengembangkan aspek sosial dan emosi anak.

kemudian ada empat urgensi bagi orangtua jika ikut terlibat dalam pengembangan aspek sosial dan emosi anak, yaitu: (1). Orangtua memiliki kesamaan visi dengan dengan pendidik PAUD dalam upaya mengembangkan aspek sosial dan emosi anak. (2). Orangtua mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari pendidik PAUD dalam hal metode pengembangan sosial dan emosi anak. (3). Orangtua dapat mengetahui berbagai kesulitan yang sering dialami anak saat mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pendidik PAUD untuk mengembangkan aspek sosial dan emosi anak. (4). Orangtua dapat mengetahui berbagai perilaku dan emosi anak ditampilkan oleh anak selama di KB atau TK, seperti apakah anaknya bisa bergaul dengan anak lain, suka berkelahi, pemalu, kurang percaya diri, dan lain sebagainya.

Pelaksanaan Dalam Pengembangan Sosial Dan Emosi Anak Usia Dini

6Ibid, hlm.153-154

(6)

Langkah awal yang harus dilakukan oleh pendidik PAUD untuk melibatkan orangtua dalam pengembangan sosial dan emosi anak usia dini adalah membuka keran komunikasi dengan orangtua. Hal ini dapat dilakukan manakala pendidik PAUD melakukan hal-hal berikut ini: a.) Membuat draf program kerja pengembangan sosial dan emosi anak usia dini. b.) Mensosialisasikan draf program kerja pengembangan sosial dan emosi ank usia dini kepada tokoh masyarakat dan perwakilan orangtua. c.) Meminta tokoh masyarakat dan perwakilan orangtua untuk memberikan masukan terhadap program kerja yang telah disusunnya. d.) Merevisi program kerja pengembangan sosial dan emosi anak usia dini sesuai dengan masukan dari tokoh masyarakat dan perwakilan orangtua. e.) Mensosialisasikan draf program kerja pengembangan sosial dan emosi anak usia dini kepada seluruh orangtua.8

Kesimpulan

Sosial merupakan sosialisasi anak terhadap orang lain yang ada di lingkungannya, serta mengadakan hubungan satu dengan lainnya baik dalam bentuk perorangan ataupun kelompok, sedangkan emosi merupakan beberapa perasaan yang menimbulkan suatu gejolak batin seperti takut, marah, cemas, murung, kesal, senang, dan ingin tahu. Emosi muncul sebagai reaksi fisiologis, perasaan, dan perubahan perilaku. Emosi pada anak lebih kompleks dan real, karena anak cenderung mengekspresikan emosinya dengan bebas dan terbuka.

Perilaku sosial pada anak diarahkan untuk mengembangkan sosial yang baik, seperti kerja sama, tolong-menolong, berbagi, simpati, empati, dan saling membutuhkan satu sama lain. Materi yang diterapkan pada Taman Kanak-kanak meliputi disiplin, kerja sama tolong-menolong, empati, dan tanggung jawab. Perilaku emosional anak lebih mengutarakan perasaan, keadaan, dan informasi yang mereka terima apa adanya, tidak ditutup-tutupi.

Pertumbuhan dan perkembangan sosial emosional anak meliputi pada pertumbuhan dan perkembangan. Perubahan perilaku dari yang tidak matang dari sederhana menjadi komplek, suatu evolusi manusia dari ketergantungan mejadi makhluk dewasa yang mandiri.

Orang tua sangat berperan dalam perkembangan anak karena orang tualah yang menjadi patokan anak sebagai kontrol emosi. Orang tua berinteraksi dengan menunjukkan kasih sayang, memahami perasaan anak, memahami keinginan dan kebutuhannya dalam aktifitas sehari-hari.

Urgensi bagi pendidik PAUD jika dapat melibatkan orangtua dalam perkembangan aspek sosial dan emosi anak, antara lain: orang tua memberi informasi kepada pendidik mengenai kehidupan sosial dan tampilan emosi anak ketika berada di rumah, pendidik PAUD mendapat berbagai antuan dari orang tua dalam mengenai kesulitan yang dialami saat mengembangkan aspek sosial dan emosi anak.

Pelaksanaan kegiatan pelibatan orang tua dalam perkembangan sosial yaitu: membuat draf program kerja perkembangan sosial dan emosi anak, program kerja dan emosi anak sesuai dengan masukan dari tokoh masyarakat dan perwakila orang tua.

Daftar Pustaka

JurusanTarbiyahSTAIN Pamekasan, Jl. Raya Panglegur KM 04 Pamekasan, JawaTimur, Indonesia, Email: [email protected].

Santrock John W.Perkembangan Anak. Ed.11.Jakarta:Erlangga.2007.

Soetjiningsih Christina Hari. Perkembangan Anak Sejak Pembuahan Sampai dengan Kanak-kanak Akhir. Jakarta:PRENADA. 2014.

Susanto Ahmad,Perkembangan Anak Usia Dini:Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya.Jakarta:KENCANA PRENADA MEDIA GROUP. 2011.

Wiyani Novan Ardy. Mengelola& Mengembangkan Kecerdasan Sosial& Emosi Anak Usia Dini.Yogyakarta:AR-RUZZ MEDIA.2014.

(7)

Referensi

Dokumen terkait

PERANCANGAN ULANG STRUKTUR ATAS HOTEL IBIS STYLES YOGYAKARTA, Loveandre Dwi Harisaputra NPM 11 02 13896, tahun 2015, PPS Struktur, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran zakat, infaq dan sedekah dalam pemberdayaan masyarakat miskin melalui program hibah rumah siap huni yang dilakukan

Kandungan Senyawa Fenolik dan Beta-Karoten Serta Aktivitas Enzim Kasar Carotenoid Cleavage Dioxygenases dari Pomace dan Jus Jeruk Siam (Citrus Nobilis Lour

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Adhima (2017) dan Mohammadi and Amini (2016) yang sama-sama berpendapat bahwa

Dengan demikian, perbedaan hasil kompetensi pengetahuan IPA dapat terlihat dari langkah pembelajaran yang dilakukan pada kedua kelompok tersebut, hasil analisis uji

Pola spasial indikator pembangunan berkelanjutan dapat diketahui dengan cara menghitung nilai autokorelasi spasial indikator pembangunan berkelanjutan antar daerah, dan

Hasil Dari simulasi model sirkulasi arus yang dibangkitkan oleh angin dengan perwakilan 4 musim yang dominan diperoleh bahwa untuk lapisan permukaan pola angin dan pola

Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan