• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis penetrasi PASAR dan (3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "analisis penetrasi PASAR dan (3)"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN PENENTUAN HARGA

KEPUTUSAN PENENTUAN HARGA

KELUARAN: Strategi dan Taktik

KELUARAN: Strategi dan Taktik

Taktik dan Strategi

Taktik dan Strategi

Analisis dan Keputusan Ekonomi:

1. Analisis permintaan 2. Analisis Produksi dan Biaya

3. Penentuan Harga 4. Analisis Anggaran Modal

Lingkungan Sosial, Politik, dan Ekonomi 1. Kondisi bisnis (Trend, Daur, dan dampak

musim)

2. Kondisi Pasar Faktor Produksi( Modal, Tanaga kerja, Tanah, dan Bahan Baku) 3. Reaksi pesaing

4. Kendala Eksternal, Hukum, dan Peraturan) 5. Kendala Organisasi (Internal)

(2)

GAMBAR 1 BREAK-EVEN ANALYSIS GAMBAR 1 BREAK-EVEN ANALYSIS

Analisis Balui Secara Umum

Analisis Balui Secara Umum

TR

TC

LABA

RUGI RUGI

Q Biaya

Laba (RP)

0

(3)

PEMUNCULAN KEMBALI KOMPUTER APPLE?

Kendati produknya unggul, ternyata unggul saing (competitive advantage) yang dimiliki komputer Apple tidak bertahan lama karena para pesaing dapat meniru inovasi produk Apple dengan jitu. Macintosh Apple mengenalkan dengan gencar antarmuka pengguna grafik (graphical user interface) untuk komputer pribadi pada tahun 1980-an. Namun pada 1997, Microsoft Windows telah mendominasi sistem operasi komputer dan melampaui Apple dengan saham pasar sebesar 92%. IBM, HP-Bell-Compaq dan Dell menguasai bisnis

perakitan melalui pesanan langsung dengan pos dan jaringan. Apple hanya bisa unggul dalam bisnis

(4)

4

PASAR

PASAR

 Tempat pembeli dan penjual bertemu dan ber-transaksi.Tempat pembeli dan penjual bertemu dan ber-transaksi.  BarterBarter

 Pos dan pesan-antarPos dan pesan-antar  LelangLelang

 Fisik Fisik

o Tradisional: pasar tradisional, pasar kaget/dadakan, pasar Tradisional: pasar tradisional, pasar kaget/dadakan, pasar

senggol, pasar pekan, K-5. senggol, pasar pekan, K-5.

o Pasar modern: pasar, toko, ruko, rukokan, Pasar modern: pasar, toko, ruko, rukokan, grocery storegrocery store, ,

mall, supermall,

mall, supermall, department storedepartment store, jaringan kedai (, jaringan kedai (retail retail outlet

outlet seperti Circle-K, 7-Eleven), seperti Circle-K, 7-Eleven), supermarketsupermarket, , hyper- hyper-market

market. .

 Global market (pasar komoditas internasional, pasar Global market (pasar komoditas internasional, pasar

keuangan internasional, telepon, telex, antarjaringan keuangan internasional, telepon, telex, antarjaringan

(5)

STRUKTUR PASAR

STRUKTUR PASAR

 Struktur pasar adalah hubungan perusahaan sacara Struktur pasar adalah hubungan perusahaan sacara

individu dengan pasar yang relevan secara individu dengan pasar yang relevan secara

keseluruhan. keseluruhan.

 Industri adalah perusahaan yang menghasilkan Industri adalah perusahaan yang menghasilkan

produk dan jasa sejenis. produk dan jasa sejenis.

 Struktur pasar tergantung dari: (a) jumlah dan Struktur pasar tergantung dari: (a) jumlah dan

besarnya perusahaan dalam industri (b) keseragaman besarnya perusahaan dalam industri (b) keseragaman

produk yang dijual oleh perusahaan dalam industri produk yang dijual oleh perusahaan dalam industri

atau derajat keseragaman/diferensiasi produk (c) atau derajat keseragaman/diferensiasi produk (c) derajat pengambilan keputusan dalam hal saling derajat pengambilan keputusan dalam hal saling

ketergantungan (kolusi) atau ketaktergantungan dan ketergantungan (kolusi) atau ketaktergantungan dan

(6)

6

HAKIKAT PERSAINGAN

HAKIKAT PERSAINGAN

 Persaingan bersifat nirperseoranganPersaingan bersifat nirperseorangan (impersonal). (impersonal).

 Hakikat persaingan ditentukan oleh karakteristik pasar itu Hakikat persaingan ditentukan oleh karakteristik pasar itu

sendiri (saham pasar, jumlah pelaku pasar, mutu produk dan sendiri (saham pasar, jumlah pelaku pasar, mutu produk dan jasa, hakikat harga, struktur pasar, laba, dan hakikat campur jasa, hakikat harga, struktur pasar, laba, dan hakikat campur

tangan) bukan individu dengan individu. tangan) bukan individu dengan individu.

 Mekanisme pasar, jumlah barang, harga, struktur biaya, dan Mekanisme pasar, jumlah barang, harga, struktur biaya, dan

laba menjadi petunjuk (indicator) bagi pelaku pasar untuk laba menjadi petunjuk (indicator) bagi pelaku pasar untuk

bertindak rasional dan efisien. Pelaku pasar yang bertindak rasional dan efisien. Pelaku pasar yang

mempunyai strategi harga dengan struktur biaya yang mempunyai strategi harga dengan struktur biaya yang

menjadikannya lebih efisien daripada pelaku pasar yang lain menjadikannya lebih efisien daripada pelaku pasar yang lain

akan dapat lebih bersaing dan mampu bertahan di pasar akan dapat lebih bersaing dan mampu bertahan di pasar

(market sustainability). (market sustainability).

 Efisiensi, struktur harga, struktur biaya, jumlah mutu Efisiensi, struktur harga, struktur biaya, jumlah mutu

produk dan jasa yang menjadi landasan persaingan bukan produk dan jasa yang menjadi landasan persaingan bukan

individu sehingga persaingan bersifat nirperseorangan individu sehingga persaingan bersifat nirperseorangan

(7)

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

(PERFECT COMPETITION) (PERFECT COMPETITION)

Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna::

 Banyak pembeli dan penjual dan masing-masing Banyak pembeli dan penjual dan masing-masing demikian kecil sehingga tidak dapat berpengaruh demikian kecil sehingga tidak dapat berpengaruh terhadap harga dan jumlah barang yang

terhadap harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di pasar.

diperjualbelikan di pasar.

 Setiap pelaku pasar menjadi pengikut harga (price Setiap pelaku pasar menjadi pengikut harga (price taker).

taker).

 Produk seragam dan tidak ada diferensiasi produk. Produk seragam dan tidak ada diferensiasi produk. Implikasinya adalah terdapatnya barang substitusi Implikasinya adalah terdapatnya barang substitusi yang sempurna untuk setiap produk.

yang sempurna untuk setiap produk.

 Setiap pelaku pasar bebas keluar masuk pasar, Setiap pelaku pasar bebas keluar masuk pasar, artinya tidak ada rintangan untuk masuk-keluar artinya tidak ada rintangan untuk masuk-keluar pasar.

pasar.

 Adanya informasi pasar yang lengkap bagi setiap Adanya informasi pasar yang lengkap bagi setiap pelaku pasar

(8)

KARAKTERISTIK KARAKTERISTIK

PASAR PERSAINGAN MURNI PASAR PERSAINGAN MURNI

(PURE COMPETITION): (PURE COMPETITION):

 Banyak pembeli dan penjual dan masing-masing Banyak pembeli dan penjual dan masing-masing demikian kecil sehingga tidak dapat berpengaruh

demikian kecil sehingga tidak dapat berpengaruh

terhadap harga dan jumlah barang yang

terhadap harga dan jumlah barang yang

diperjualbelikan di pasar.

diperjualbelikan di pasar.

 Setiap pelaku pasar menjadi pengikut harga Setiap pelaku pasar menjadi pengikut harga (price taker).

(price taker).

 Produk seragam dan tidak ada diferensiasi Produk seragam dan tidak ada diferensiasi

produk. Implikasinya adalah terdapatnya barang

produk. Implikasinya adalah terdapatnya barang

substitusi yang sempurna untuk setiap produk.

substitusi yang sempurna untuk setiap produk.

 Setiap pelaku pasar bebas keluar masuk pasar, Setiap pelaku pasar bebas keluar masuk pasar, artinya tidak ada rintangan untuk masuk-keluar

artinya tidak ada rintangan untuk masuk-keluar

pasar.

(9)

GAMBAR 2 Maksimisasi Laba pada Pasar GAMBAR 2 Maksimisasi Laba pada Pasar

Persaingan Persaingan

Maksimisasai Laba: MC=P=MR=AR=D

Maksimisasai Laba: MC=P=MR=AR=D

MC

AC

P=MR=AR=D

0 Q

RP MC AC MR AR

D A B

Laba maksimum pada titik A atau titik B?

(10)

Ada dua titik pada saat P=MR=AR=D=MC, yakni Ada dua titik pada saat P=MR=AR=D=MC, yakni titik A dan B. Laba maksimum terdapat pada titik A titik A dan B. Laba maksimum terdapat pada titik A atau B?

atau B?

Gambar 3 Laba Maksimum Terdapat pada titik

Gambar 3 Laba Maksimum Terdapat pada titik

(11)

RUGI

RUGI

Gambar 3 RUGI SAAT P<AC

Gambar 3 RUGI SAAT P<AC

MC

AC

P=MR=AR=D

0 Q

RP MC AC MR AR

D R

(12)

PULANG POKOK

PULANG POKOK

Gambar 3 Pulang Pokok Saat P=MC=AC

Gambar 3 Pulang Pokok Saat P=MC=AC

MC AC

P=MR=AR=D

0 Q

RP MC AC MR AR D

E

C

PE

(13)

JANGKA PANJANG

JANGKA PANJANG

Gambar 3 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (LABA Gambar 3 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (LABA

NORMAL)NORMAL)

SMC SAC

P=MR=AR=D

0 Q

RP MC AC MR AR

D E

PE

LMC

(14)

JANGKA PANJANG

JANGKA PANJANG

GAMBAR 3 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG GAMBAR 3 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG

(DI ATAS LABA NORMAL)(DI ATAS LABA NORMAL)

SMC

SAC

0 Q

RP MC AC MR AR D

E

PE

QE

LMC LAC

C F

(15)

MANIPULASI KALKULUS SEDERHANA MANIPULASI KALKULUS SEDERHANA

Syarat Peringkat Pertama (First-Order Condition) Syarat Peringkat Pertama (First-Order Condition)

Namun pada sepanjang harga p

Namun pada sepanjang harga pBB, berapapun jumlah yang , berapapun jumlah yang diminta, harga tetap p

diminta, harga tetap pB B sehingga dengan definisi permintaan sehingga dengan definisi permintaan

sebagai skedul harga dan jumlah barang yang diminta sebagai skedul harga dan jumlah barang yang diminta

yang seorang konsumen mampu dan mau membeli pada yang seorang konsumen mampu dan mau membeli pada

skedul itu, maka

skedul itu, maka ppB B juga merupakan tiku permintaanjuga merupakan tiku permintaan

sehingga

sehingga P = MR = AR =D. Dengan demikian syarat pertama P = MR = AR =D. Dengan demikian syarat pertama (FOC) maksimisasi laba menjadi

(16)

Syarat Peringkat Kedua Syarat Peringkat Kedua

(Second-Order Condition, SOC) (Second-Order Condition, SOC)

Dari FOC diketahui bahwa

Dari FOC diketahui bahwa //Q = P – Q = P – TC/TC/Q=0.Q=0. dengan demikian SOC menjadi:

dengan demikian SOC menjadi: 

22//QQ22 = – = – MC/MC/QQ<<00

Hal itu berarti bahwa lereng MC harus positip Hal itu berarti bahwa lereng MC harus positip agar SOC terpenuhi, yakni

agar SOC terpenuhi, yakni

MC/MC/Q > 0 agar Q > 0 agar 22//QQ2 2 <0.<0.

Syarat kedua

Syarat kedua 22//QQ22 = – = – MC/MC/Q<0 terpenuhi Q<0 terpenuhi

hanya dan hanya jika

hanya dan hanya jika MC/MC/Q > 0. Seperti Q > 0. Seperti

terlihat pada Gambar 2, syarat itu terpenuhi terlihat pada Gambar 2, syarat itu terpenuhi hanya pada titik B sedangkan pada titik A hanya pada titik B sedangkan pada titik A

lereng MC<0. Oleh karena itu laba maksimum lereng MC<0. Oleh karena itu laba maksimum tercapai pada titik B pada saat lereng MC>0, tercapai pada titik B pada saat lereng MC>0, dengan laba sebesar persegi empat 0Q

dengan laba sebesar persegi empat 0QBBBPBPB B

(arsir hijau) dan pada titik A dengan lereng (arsir hijau) dan pada titik A dengan lereng MC<0, terdapat kerugian sebesar 0Q

MC<0, terdapat kerugian sebesar 0QAAAPAPAA (arsir (arsir

(17)

PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA

PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA

 Persaingan tidak sempurna meliputi monopoli, Persaingan tidak sempurna meliputi monopoli,

persaingan monopolistik, dan oligopoli. persaingan monopolistik, dan oligopoli.

 Wacana dalam persaingan tidak sempurna dan Wacana dalam persaingan tidak sempurna dan

persaingan monopolistik dimulai pada waktu yang persaingan monopolistik dimulai pada waktu yang hampir bersamaan dengan terbitnya

hampir bersamaan dengan terbitnya The Theory of The Theory of Imperfect Competition

Imperfect Competition (1933) oleh Joan Robinson (1933) oleh Joan Robinson (1903-1983) dari Cambridge University dan

(1903-1983) dari Cambridge University dan The The Theory of Monopolistic Competition

Theory of Monopolistic Competition (1934) oleh (1934) oleh Edward Chamberlin (1867-1967) dari Harvard Edward Chamberlin (1867-1967) dari Harvard University.

University.

 Robinson dan Chamberlin bekerja sendiri-sendiri dan Robinson dan Chamberlin bekerja sendiri-sendiri dan

(18)

RINTANGAN MASUK PASAR

RINTANGAN MASUK PASAR

Rintangan peraturan (legal restrictions): aturan

Rintangan peraturan (legal restrictions): aturan

pemerintah, paten, kuota, tarif, franchise.

pemerintah, paten, kuota, tarif, franchise.

Biaya tinggi: biaya untuk membangun sarana

Biaya tinggi: biaya untuk membangun sarana

dan prasarana seperti industri kereta api,

dan prasarana seperti industri kereta api,

penerbangan, kimia, kendaraan bermotor.

penerbangan, kimia, kendaraan bermotor.

Iklan dan diferensiasi produk: iklan dapat

Iklan dan diferensiasi produk: iklan dapat

membuat citra dan persepsi pelanggan

membuat citra dan persepsi pelanggan

terhadap produk tertentu

(19)

MONOPOLI

MONOPOLI

KARAKTERISTIKKARAKTERISTIK

 Hanya satu perusahaan yang menghasilkan lini produk spesifik dalam Hanya satu perusahaan yang menghasilkan lini produk spesifik dalam

area pasar tertentu. area pasar tertentu.

 Elastisitas harga silang atas permintaan sangat kecil yang Elastisitas harga silang atas permintaan sangat kecil yang

mengindikasikan tidak ada barang pengganti yang sempurna/dekat. mengindikasikan tidak ada barang pengganti yang sempurna/dekat.

 Tidak ada saling ketergantungan dengan pesaing karena perusahaan Tidak ada saling ketergantungan dengan pesaing karena perusahaan

merupakan pemonopoli dalam pasar yang relevan. merupakan pemonopoli dalam pasar yang relevan.

 Ada rintangan yang besar bagi pesaing untuk memasuki pasar seperti Ada rintangan yang besar bagi pesaing untuk memasuki pasar seperti

(a) Adanya unggul biaya karena penguasaan faktor produksi atau (a) Adanya unggul biaya karena penguasaan faktor produksi atau

paten produk/proses produksi (b) Diferensiasi produk dengan adanya paten produk/proses produksi (b) Diferensiasi produk dengan adanya kesetiaan konsumen thd produk tertentu (c) Skala ekonomi sehingga kesetiaan konsumen thd produk tertentu (c) Skala ekonomi sehingga

pesaing sukar menyaingi efisiensi ekonomi (d) Kebutuhan modal pesaing sukar menyaingi efisiensi ekonomi (d) Kebutuhan modal

yang besar untuk memasuki pasar (e) Adanya peraturan secara resmi yang besar untuk memasuki pasar (e) Adanya peraturan secara resmi

sehingga tidak dimungkinkan untuk memasuki pasar (PAM, PLN, sehingga tidak dimungkinkan untuk memasuki pasar (PAM, PLN,

KAI/PJKA), (f) Rahasia produk/dagang yang tidak dapat diakses oleh KAI/PJKA), (f) Rahasia produk/dagang yang tidak dapat diakses oleh

(20)

MAKSIMISASI LABA

Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah

Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah

Jadi MR = MC

Jadi MR = MC

Syarat kedua sama dengan Persaingan Sempurna di mana lereng

Syarat kedua sama dengan Persaingan Sempurna di mana lereng

MC > 0.

(21)

MANIPULASI TR DAN MR

MANIPULASI TR DAN MR

Fungsi gemaris permintaan, Q = f(P)

Fungsi gemaris permintaan, Q = f(P)

Q =

Q =  –– PP

Lereng fungsi permintaan adalah

Lereng fungsi permintaan adalah

Q/Q/P = P = –– 

Akan tetapi dalam pasar monopoli P=f(Q) oleh karena manipulasi terdahulu

Akan tetapi dalam pasar monopoli P=f(Q) oleh karena manipulasi terdahulu

menunjukkan syarat pertama menunjukkan MR=MC oleh karena itu dalam pasar

menunjukkan syarat pertama menunjukkan MR=MC oleh karena itu dalam pasar

monopoli, pelaku pasar yang dalam hal ini pemonopoli tidak menjadi pengikut

monopoli, pelaku pasar yang dalam hal ini pemonopoli tidak menjadi pengikut

harga melainkan penentu harga

harga melainkan penentu harga

sehingga P = f(Q), jadi

sehingga P = f(Q), jadi

P = (

P = ( –– Q)/ Q)/ 

Oleh karena itu,

Oleh karena itu,

(22)

LERENG TIKU PERMINTAAN

LERENG TIKU PERMINTAAN

DAN TIKU MR

DAN TIKU MR

Lereng tiku permintaan =

Lereng tiku permintaan =

Lereng MR =

Lereng MR =

½

½

Q P

0

D Lereng = – –

MR

(23)

GAMBAR 4 Maksimisasi Laba Monopoli GAMBAR 4 Maksimisasi Laba Monopoli

Maksimisasi Laba: MR=MCMaksimisasi Laba: MR=MC

MC AC

0 Q

RP MC AC

PA

A

B

D

MR

C

.

MR=MC E

(24)

GAMBAR 4 JANGKA PANJANG

GAMBAR 4 JANGKA PANJANG

(Laba Normal)

(Laba Normal)

Maksimisasi Laba: MR=MCMaksimisasi Laba: MR=MC

SMC SAC

0 Q

RP MC AC

PA

QA A

B

D

MR

C

MR=MC

(25)

GAMBAR 4 JANGKA PANJANG

GAMBAR 4 JANGKA PANJANG

(Melebihi Laba Normal) (Melebihi Laba Normal)

Maksimisasai Laba: MR=SMC=LMCMaksimisasai Laba: MR=SMC=LMC

SAC SMC

0 Q

RP MC AC

PA

A

B

D

MR

C

(26)

GAMBAR 5 Regulasi Monopoli GAMBAR 5 Regulasi Monopoli

(27)

Regulasi Monopoli

Regulasi Monopoli

Jika harga pemonopoli dianggap terlalu tinggi,

Jika harga pemonopoli dianggap terlalu tinggi,

maka pemerintah melakukan regulasi terhadap

maka pemerintah melakukan regulasi terhadap

pasar monopoli dengan menetapkan P=MC=D.

pasar monopoli dengan menetapkan P=MC=D.

Dengan regulasi, harga turun ke P

Dengan regulasi, harga turun ke P

E

E

, produksi

, produksi

ke Q

ke Q

EE

, penerimaan total menjadi 0Q

, penerimaan total menjadi 0Q

EE

RP

RP

EE

,

,

biaya total menjadi 0Q

biaya total menjadi 0Q

EE

FH sehingga laba

FH sehingga laba

pemonopoli menjadi HFEP

pemonopoli menjadi HFEP

EE

.

.

Pertanyaan untuk diskusi: Apa yang terjadi

Pertanyaan untuk diskusi: Apa yang terjadi

jika harga ditetapkan menjadi P=AC=D?

(28)

DISKRIMINASI HARGA

DISKRIMINASI HARGA

Diskriminasi harga adalah praktik

Diskriminasi harga adalah praktik

membebankan harga yang berbeda terhadap

membebankan harga yang berbeda terhadap

konsumen yang berbeda untuk produk yang

konsumen yang berbeda untuk produk yang

sama.

sama.

Ada tiga jenis diskriminasi harga: derajat

Ada tiga jenis diskriminasi harga: derajat

pertama, derajat kedua dan derajat ketiga.

pertama, derajat kedua dan derajat ketiga.

Harga cadangan (reservation price)

Harga cadangan (reservation price)

Harga maksimum yang dibebankan oleh

Harga maksimum yang dibebankan oleh

produsen yang seorang konsumen mau dan

produsen yang seorang konsumen mau dan

mampu membeli dan membayarnya.

(29)

SYARAT PEMBERLAKUAN

SYARAT PEMBERLAKUAN

DISKRIMINASI HARGA

DISKRIMINASI HARGA

 Barang sama untuk semua pasarBarang sama untuk semua pasar

 Pasar dan konsumen berbeda pada tiap pasar Pasar dan konsumen berbeda pada tiap pasar

 Harga berbeda pada tiap pasar sesuai dengan besaran elastisitas Harga berbeda pada tiap pasar sesuai dengan besaran elastisitas

 Elastisitas harga atas permintaan berbeda pada tiap pasar. Elastisitas harga atas permintaan berbeda pada tiap pasar.

MR =

MR = P(1 P(1 –– 1/ 1/). Oleh karena syarat maksimisasi laba ). Oleh karena syarat maksimisasi laba

adalah MR = MC

adalah MR = MC

maka

maka P(1 P(1 –– 1/ 1/) = MC untuk tiap pasar sehingga untuk ) = MC untuk tiap pasar sehingga untuk

pasar A, laba maksimum dicapai pada saat MC=MR =

pasar A, laba maksimum dicapai pada saat MC=MR =

P

PAA(1 (1 –– 1/ 1/AA) dan pada pasar B, laba maksimum dicapai ) dan pada pasar B, laba maksimum dicapai

pada saat MC=MR = P

pada saat MC=MR = PAA(1 (1 –– 1/ 1/BB). Jika ). Jika A A >>BB

maka P

(30)

DISKRIMINASI DERAJAT PERTAMA

DISKRIMINASI DERAJAT PERTAMA

Diskriminasi derajat pertama ada jika produsen dapat Diskriminasi derajat pertama ada jika produsen dapat

menggolongkan tiap pembeli dalam tiku permintaan dengan menggolongkan tiap pembeli dalam tiku permintaan dengan jumlah dan harga barang yang dapat diidentifikasi untuk tiap jumlah dan harga barang yang dapat diidentifikasi untuk tiap

pembeli. Karena itu tiap tiku permintaan menjadi tiku penerimaan pembeli. Karena itu tiap tiku permintaan menjadi tiku penerimaan imbuh (marginal revenue) masing-masing pasar. Agar produsen imbuh (marginal revenue) masing-masing pasar. Agar produsen dapat melaksanakan diskriminasi harga ini, informasi yang

dapat melaksanakan diskriminasi harga ini, informasi yang

lengkap tentang pendapatan, kemauan mem-belanjakan uang, dan lengkap tentang pendapatan, kemauan mem-belanjakan uang, dan mutu yang diinginkan konsumen harus diketahui oleh penjual. mutu yang diinginkan konsumen harus diketahui oleh penjual.

Misalnya produsen Mercedes memproduksi sedan dengan pesanan Misalnya produsen Mercedes memproduksi sedan dengan pesanan khusus dari raja minyak Saudia Arabia sesuai dengan spesikasi

khusus dari raja minyak Saudia Arabia sesuai dengan spesikasi yang diinginkan dengan harga yang setinggi-tingginya yang yang diinginkan dengan harga yang setinggi-tingginya yang

konsumen mau dan mampu menjangkaunya. Contoh lain adalah konsumen mau dan mampu menjangkaunya. Contoh lain adalah jasa layanan medis khusus dengan perlakuan khusus sehingga jasa layanan medis khusus dengan perlakuan khusus sehingga penyedia jasa dapat memperlakukan tiap pasien (client) secara penyedia jasa dapat memperlakukan tiap pasien (client) secara khusus dengan tiku permintaan untuk masing-masing klien. khusus dengan tiku permintaan untuk masing-masing klien. Diskriminasi ini jarang ada dalam dunia nyata.

(31)

DISKRIMINASI HARGA

DISKRIMINASI HARGA

DERAJAT KEDUA

DERAJAT KEDUA

 Diskriminasi harga derajat kedua lebih acap dijumpai daripada Diskriminasi harga derajat kedua lebih acap dijumpai daripada

diskriminasi harga derajat pertama namun tidak lazim terdapat diskriminasi harga derajat pertama namun tidak lazim terdapat

dalam dunia nyata. dalam dunia nyata.

 Diskriminasi harga derajat kedua terjadi dengan menetapkan Diskriminasi harga derajat kedua terjadi dengan menetapkan

harga yang berbeda terhadap konsumen yang berbeda sesuai harga yang berbeda terhadap konsumen yang berbeda sesuai

dengan blok layanan yang diberikan kepada misalnya tarif dengan blok layanan yang diberikan kepada misalnya tarif

dan beban listrik untuk rumah tangga dibagi dalam golongan dan beban listrik untuk rumah tangga dibagi dalam golongan

R1, R2, untuk sosial dan industri. Produsen dapat menerapkan R1, R2, untuk sosial dan industri. Produsen dapat menerapkan

diskriminasi harga derajat kedua jika informasi tentang tiku diskriminasi harga derajat kedua jika informasi tentang tiku

permintaan golongan konsumen dapat diperoleh. Contoh lain permintaan golongan konsumen dapat diperoleh. Contoh lain

adalah tiket pesawat terbang yang dibagi menurut kelas adalah tiket pesawat terbang yang dibagi menurut kelas

A,B,C, D dan sebagainya dengan harga termurah untu A,B,C, D dan sebagainya dengan harga termurah untu

golongan A dan makin naik sesuai dengan pembagian tempat golongan A dan makin naik sesuai dengan pembagian tempat

(32)

MANIPULASI MATEMATIK

MANIPULASI MATEMATIK

 = TR= TR11(Q(Q11) + TR) + TR22 (Q (Q22) ) –– TC(Q TC(Q11+Q+Q22))

FOC:

FOC:



/Q/Q1|Q21|Q2 = = TRTR11(Q(Q11)/)/QQ11 –– TC(QTC(Q11+ Q+ Q22)/)/QQ1 1 = 0 sehingga MR= 0 sehingga MR11 = MC = MC



/Q/Q2|Q12|Q1 = = TRTR22(Q(Q22)/)/QQ22 –– TC(QTC(Q11+ Q+ Q22)/)/QQ2 2 = 0 sehingga MR= 0 sehingga MR22 = MC = MC

Jadi, MR

Jadi, MR11 = MR = MR22 =MC =MC

SOC

SOC

22/ / QQ221 1 << 0 dan 0 dan 22/ / QQ222 2 << 0 0 yang berarti lereng MC > 0 dalam memaksimumkan laba. yang berarti lereng MC > 0 dalam memaksimumkan laba.

Harap diingat bahwa MR = P(1

Harap diingat bahwa MR = P(1 –– 1/ 1/) dan oleh karena MR harus sama pada kedua pasar ) dan oleh karena MR harus sama pada kedua pasar seperti pada FOC tersebut di atas maka P

seperti pada FOC tersebut di atas maka PAA(1 (1 –– 1/ 1/AA) = P) = PBB (1 (1 –– 1/ 1/BB).).

Jika

Jika A A > > B B misalnya misalnya AA = 4 dan = 4 dan BB = 2 maka = 2 maka

P

PAA(1 (1 –– 1/4) = P 1/4) = PBB (1 (1 –– 1/2) 1/2)

3/4P

(33)

ILUSTRASI DISKRIMINASI HARGA ILUSTRASI DISKRIMINASI HARGA

DERAJAT PERTAMA DAN DERAJAT KEDUA DERAJAT PERTAMA DAN DERAJAT KEDUA Pemonopoli dalam diskriminasi harga derajat pertama menerapkan Pemonopoli dalam diskriminasi harga derajat pertama menerapkan

Reservation Price

Reservation Price dengan harga maksimum yang dapat dibebankan kepada dengan harga maksimum yang dapat dibebankan kepada konsumen kepada setiap unit yang konsumen itu mau dan mampu

konsumen kepada setiap unit yang konsumen itu mau dan mampu

membelinya. Diskriminasi derajat pertama pada dasarnya hanya terdapat membelinya. Diskriminasi derajat pertama pada dasarnya hanya terdapat dalam teori. Diskriminasi derajat kedua kadang-kadang berlaku dalam dunia dalam teori. Diskriminasi derajat kedua kadang-kadang berlaku dalam dunia nyata dan merupakan kiat penghampiran diskriminasi derajat pertama.

nyata dan merupakan kiat penghampiran diskriminasi derajat pertama.

(34)

DISKRIMINASI HARGA

DISKRIMINASI HARGA

DERAJAT KETIGA

DERAJAT KETIGA

Diskriminasi harga derajat ketiga merupakan

Diskriminasi harga derajat ketiga merupakan

diskriminasi harga yang paling lazim.

diskriminasi harga yang paling lazim.

Pasar dibagi ke dalam segmentasi pasar yang

Pasar dibagi ke dalam segmentasi pasar yang

berbeda berdasarkan geografi, pendapatan,

berbeda berdasarkan geografi, pendapatan,

penggunaan produk, umur, jenis kelamin dsb.

penggunaan produk, umur, jenis kelamin dsb.

Elastisitas harga atas permintaan tidak sama

Elastisitas harga atas permintaan tidak sama

pada tiap segmentasi pasar.

pada tiap segmentasi pasar.

Pemonopoli berupaya memperoleh

Pemonopoli berupaya memperoleh

keuntungan dari segmentasi pasar.

(35)

DISKRIMINASI HARGA

DISKRIMINASI HARGA

DERAJAT KETIGA

DERAJAT KETIGA

PASAR APASAR A PASAR BPASAR B TOTALTOTAL

DA

MR MR DB MR

Q 0

P MR

P MR

P MR

(36)

DISKRIMINASI HARGA DERAJAT KETIGA DISKRIMINASI HARGA DERAJAT KETIGA

PASAR A

PASAR A PASAR BPASAR B TOTALTOTAL

(37)

CONTOH PERHITUNGAN DISKRIMINASI CONTOH PERHITUNGAN DISKRIMINASI

DERAJAT KETIGA DERAJAT KETIGA

Biaya total pemonopoli adalah TC = 5Q +20

Biaya total pemonopoli adalah TC = 5Q +20

sehingga MC =

sehingga MC = TCTC// Q = 5Q = 5 Permintaan untuk Pasar 1: Q

Permintaan untuk Pasar 1: Q11 = 55 – P = 55 – P11

sehingga P

sehingga P11 = 55 – Q = 55 – Q11

Permintaan untuk Pasar 2: Q

(38)

PERSAINGAN MONOPOLISTIK:

PERSAINGAN MONOPOLISTIK:

Karaktersitik Persaingan Monopolistik Karaktersitik Persaingan Monopolistik

 Banyak penjual dan pembeliBanyak penjual dan pembeli

 Barang tidak seragam karena ada diferensiasi produk Barang tidak seragam karena ada diferensiasi produk

(karakteristik produk tertentu, merek, persepsi mutu, (karakteristik produk tertentu, merek, persepsi mutu,

disain khusus, lokasi, jaminan, dan syarat kredit. disain khusus, lokasi, jaminan, dan syarat kredit.

 Tiku permintaan berlereng negatip dan sangat elastis Tiku permintaan berlereng negatip dan sangat elastis

oleh karena terdapat substitusi yang dekat. oleh karena terdapat substitusi yang dekat.

 Terdapat rintangan memasuki pasarTerdapat rintangan memasuki pasar

 Penjual mempunyai kemampuan yang terbatas untuk Penjual mempunyai kemampuan yang terbatas untuk

mengubah harga mengubah harga

(39)

GAMBAR 6 Maksimisasi Laba Persaingan Monopolistik GAMBAR 6 Maksimisasi Laba Persaingan Monopolistik

Maksimisasi Laba: MR=MCMaksimisasi Laba: MR=MC

MC

AC

0 Q

RP MC AC

PA A

B

D

MR C

L A B A

.

(40)

OLIGOPOLI

OLIGOPOLI

KARAKTERISTIK

KARAKTERISTIK

 Oligopoli berasal dari kata Oligopoli berasal dari kata oligosoligos=beberapa dan =beberapa dan polis

polis=penjual, jadi ada beberapa penjual. =penjual, jadi ada beberapa penjual.

 Ada beberapa penjual dewngan asumsi banyak pembeli.Ada beberapa penjual dewngan asumsi banyak pembeli.  Ada barang pengganti yang dekat (close substitute).Ada barang pengganti yang dekat (close substitute).

 Struktur biaya: hukum hasil yang makin menurun berlaku Struktur biaya: hukum hasil yang makin menurun berlaku

dalam produksi dalam jangka pendek sehingga MC menaik. dalam produksi dalam jangka pendek sehingga MC menaik. Namun bagi oligopoli dan monopoli tidak menjadi masalah Namun bagi oligopoli dan monopoli tidak menjadi masalah

pokok karena MC konstan atau menurun dapat saja terjadi. pokok karena MC konstan atau menurun dapat saja terjadi.

 Maksimisasi laba: semua perusahaan dianggap Maksimisasi laba: semua perusahaan dianggap

(41)

KARAKTERISTIK OLIGOPOLI

KARAKTERISTIK OLIGOPOLI

 Strategi harga: perusahaan dapat menyesuaikan jumlah Strategi harga: perusahaan dapat menyesuaikan jumlah

dan harga barang yang ditawarkan tergantung dai kondisi dan harga barang yang ditawarkan tergantung dai kondisi

pasar dan insentif yang tersedia. pasar dan insentif yang tersedia.

 Penyesuaian dapat pula dilakukan dalam hal upaya Penyesuaian dapat pula dilakukan dalam hal upaya

promosi, disain produk, dan jalur distribusi. promosi, disain produk, dan jalur distribusi.

 Ekspektasi terhadap reaksi pesaing: pesaing dapat Ekspektasi terhadap reaksi pesaing: pesaing dapat

mengabaikan atau menandingi tindakan perusahaan mengabaikan atau menandingi tindakan perusahaan

tergantung dari tujuan dan insentif yang tersedia tergantung dari tujuan dan insentif yang tersedia

 Laba menjadi perangsang (incentive) untuk melakukan Laba menjadi perangsang (incentive) untuk melakukan

(1) perubahan dalam strategi harga (2)

(1) perubahan dalam strategi harga (2) cheatingcheating atau atau

collusion

(42)

MODEL TIKU PERMINTAAN BENGKOK

MODEL TIKU PERMINTAAN BENGKOK

OLIGOPOLI

OLIGOPOLI

MODEL UMUM MODEL UMUM

0 Q

Rp

Harga

Biaya MC

AC

A

B

E

C

QE

(43)

BENTUK PASAR DAN ASUMSI DASAR BENTUK PASAR DAN ASUMSI DASAR

BENTUK

BENTUK

PASAR

PASAR JUMLAH PENJUALJUMLAH PENJUAL JENIS PRODUKJENIS PRODUK

KEGIATAN

KEGIATAN

EKONOMI

EKONOMI KENDALI HARGAKENDALI HARGA METODE IKLANMETODE IKLAN

Persaingan

Persaingan

Sempurna

Sempurna BanyakBanyak SamaSama

K5, Pasar

K5, Pasar

Uang, Hasil

Uang, Hasil

Pertanian

Pertanian Tidak adaTidak ada

Pasar, lelang

pengganti PJKA, PAM, MicrosoftPJKA, PAM, Microsoft BanyakBanyak IklanIklan

Oligopoli

Oligopoli BeberapaBeberapa

Diferensi-asi

Diferensi-asi

produk

produk Mobil, perangkat Mobil, perangkat lunak

dak ada Baja, kimiaBaja, kimia SedikitSedikit Iklan, harga, mutuIklan, harga, mutu

Persaingan

(44)

MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK

MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK

OLIGOPOLI

OLIGOPOLI

BIAYA NAIK PADA MR SEPANJANG BC BIAYA NAIK PADA MR SEPANJANG BC

0 Q

Rp

Harga Biaya

MC

AC

A

B

E

C

QE

(45)

MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK

MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK

OLIGOPOLI

OLIGOPOLI

MODEL UMUM

MODEL UMUM

0 Q

Rp

Harga Biaya

MC

AC

A

B

E

(46)

MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK OLIGOPOLI

OLIGOPOLI (Perubahan Permintaan Jangka Panjang)(Perubahan Permintaan Jangka Panjang)

0 Q

Rp

Harga Biaya

MC A

B

C

QE

MR

D D`

(47)

MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK

MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK

OLIGOPOLI

OLIGOPOLI

BIAYA TURUN PADA MR DI BAWAH TITIK C BIAYA TURUN PADA MR DI BAWAH TITIK C

0 Q

Rp

Harga Biaya

MC

AC

A

B

E

C

A’

C’

(48)

KEPEMIMPINAN HARGA

KEPEMIMPINAN HARGA

(PRICE LEADERSHIP)

(PRICE LEADERSHIP)

 Kepemimpan harga terjadi jika suatu perusahaan Kepemimpan harga terjadi jika suatu perusahaan

menjadi pemimpin harga pada saat pemimpin harga menjadi pemimpin harga pada saat pemimpin harga

mengubah harga, perusahaan lain akan mengikuti mengubah harga, perusahaan lain akan mengikuti

perubahan itu. Pemimpin harga biasanya adalah perubahan itu. Pemimpin harga biasanya adalah

perusahaan yang lebih efisien di mana struktur biaya perusahaan yang lebih efisien di mana struktur biaya

imbuh dan biaya rata-ratanya lebih rendah daripada imbuh dan biaya rata-ratanya lebih rendah daripada

perusahaan yang kurang efisien. perusahaan yang kurang efisien.

 Perusahaan yang kurang efisien mengikuti harga agar Perusahaan yang kurang efisien mengikuti harga agar

tidak terlempar dari pasar. tidak terlempar dari pasar.

 Kepemimpinan harga dijumpai dalam bidang industri Kepemimpinan harga dijumpai dalam bidang industri

baja, kendaraan bermotor, minyak, dan karet (USA); baja, kendaraan bermotor, minyak, dan karet (USA);

industri semen, baja, kendaraan bermotor, industri semen, baja, kendaraan bermotor,

(49)

ILUSTRASI GRAFIK

ILUSTRASI GRAFIK

KEPEMIMPINAN HARGA PASAR DUOPOLI KEPEMIMPINAN HARGA PASAR DUOPOLI

Q 0

RP

SMCB

SACB

SMCA

SACA

D

MR atau D` MR`

PB

(50)

MODEL TIKU BENGKOK OLIGOPOLI

MODEL TIKU BENGKOK OLIGOPOLI

Model tiku bengkok dapat memberi penjelasan: Model tiku bengkok dapat memberi penjelasan:

• Adanya kekakuan harga (price rigidity) kendati ada Adanya kekakuan harga (price rigidity) kendati ada

perubahan kondisi biaya dan permintaan. Perhatikan perubahan kondisi biaya dan permintaan. Perhatikan

bahwa jika biaya dan permintaan berubaha sepanjang bahwa jika biaya dan permintaan berubaha sepanjang MR berada pada garis BC, maka tidak ada perubahan MR berada pada garis BC, maka tidak ada perubahan

harga dan jumlah barang yang diminta. Diskusikan harga dan jumlah barang yang diminta. Diskusikan

mengapa demikian halnya. mengapa demikian halnya.

• Sepanjang MR=MC, perusahaan perseorangan tidak Sepanjang MR=MC, perusahaan perseorangan tidak

akan mengubah harga oleh karena kondisi untuk akan mengubah harga oleh karena kondisi untuk

memaksimumkan laba masih dipenuhi. Diskusikan memaksimumkan laba masih dipenuhi. Diskusikan

Gambar

GAMBAR 1  BREAK-EVEN ANALYSISGAMBAR 1  BREAK-EVEN ANALYSIS
GAMBAR 2  Maksimisasi Laba pada Pasar GAMBAR 2  Maksimisasi Laba pada Pasar
Gambar 3  Laba Maksimum Terdapat pada titik Gambar 3  Laba Maksimum Terdapat pada titik
Gambar 3  RUGI SAAT P<ACGambar 3  RUGI SAAT P<AC
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam ekonomi terdapat permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang).. Setiap

Dalam jangka pendek maupun jangka panjang, permintaan terhadap barang pertanian bersifat tidak elastis, karena jumlah konsumsi hampir sama walaupun harga mahal

Kalau dalam konsep permintaan dibicarakan tentang hubungan antara berbagai tingkat harga dengan berbagai jumlah barang yang hendak dibeli oleh para konsumen, maka yang

 Koefisien elastisitas permintaan adalah suatu angka petunjuk yang menggambarkan sampai berapa besarkah perubahan jumlah barang yang diminta apabila dibandingkan dengan

• Permintaan adalah jumlah barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga.. • Penawaran adalah jumlah barang atau jasa

Artinya bahwa tingkat harga mempengaruhi jumlah permintaan, namun demikian permintaan suatu barang tidak hanya dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri, akan

• Bagaimana perubahan dalam faktor yang mempengaruhi permintaan atau penawaran mempengarugi harga pasar dan jumlah dari barang.. • Bagaimana pasar-pasar mengalokasikan

Penurunan Permintaan Konsumen Permintaan adalah berbagai jenis dan jumlah barang dan jasa yang diminta pembeli pada berbagai kemungkinan harga dalam periode tertentu dan permintaan