KEPUTUSAN PENENTUAN HARGA
KEPUTUSAN PENENTUAN HARGA
KELUARAN: Strategi dan Taktik
KELUARAN: Strategi dan Taktik
Taktik dan Strategi
Taktik dan Strategi
Analisis dan Keputusan Ekonomi:
1. Analisis permintaan 2. Analisis Produksi dan Biaya
3. Penentuan Harga 4. Analisis Anggaran Modal
Lingkungan Sosial, Politik, dan Ekonomi 1. Kondisi bisnis (Trend, Daur, dan dampak
musim)
2. Kondisi Pasar Faktor Produksi( Modal, Tanaga kerja, Tanah, dan Bahan Baku) 3. Reaksi pesaing
4. Kendala Eksternal, Hukum, dan Peraturan) 5. Kendala Organisasi (Internal)
GAMBAR 1 BREAK-EVEN ANALYSIS GAMBAR 1 BREAK-EVEN ANALYSIS
Analisis Balui Secara Umum
Analisis Balui Secara Umum
TRTC
LABA
RUGI RUGI
Q Biaya
Laba (RP)
0
PEMUNCULAN KEMBALI KOMPUTER APPLE?
Kendati produknya unggul, ternyata unggul saing (competitive advantage) yang dimiliki komputer Apple tidak bertahan lama karena para pesaing dapat meniru inovasi produk Apple dengan jitu. Macintosh Apple mengenalkan dengan gencar antarmuka pengguna grafik (graphical user interface) untuk komputer pribadi pada tahun 1980-an. Namun pada 1997, Microsoft Windows telah mendominasi sistem operasi komputer dan melampaui Apple dengan saham pasar sebesar 92%. IBM, HP-Bell-Compaq dan Dell menguasai bisnis
perakitan melalui pesanan langsung dengan pos dan jaringan. Apple hanya bisa unggul dalam bisnis
4
PASAR
PASAR
Tempat pembeli dan penjual bertemu dan ber-transaksi.Tempat pembeli dan penjual bertemu dan ber-transaksi. BarterBarter
Pos dan pesan-antarPos dan pesan-antar LelangLelang
Fisik Fisik
o Tradisional: pasar tradisional, pasar kaget/dadakan, pasar Tradisional: pasar tradisional, pasar kaget/dadakan, pasar
senggol, pasar pekan, K-5. senggol, pasar pekan, K-5.
o Pasar modern: pasar, toko, ruko, rukokan, Pasar modern: pasar, toko, ruko, rukokan, grocery storegrocery store, ,
mall, supermall,
mall, supermall, department storedepartment store, jaringan kedai (, jaringan kedai (retail retail outlet
outlet seperti Circle-K, 7-Eleven), seperti Circle-K, 7-Eleven), supermarketsupermarket, , hyper- hyper-market
market. .
Global market (pasar komoditas internasional, pasar Global market (pasar komoditas internasional, pasar
keuangan internasional, telepon, telex, antarjaringan keuangan internasional, telepon, telex, antarjaringan
STRUKTUR PASAR
STRUKTUR PASAR
Struktur pasar adalah hubungan perusahaan sacara Struktur pasar adalah hubungan perusahaan sacara
individu dengan pasar yang relevan secara individu dengan pasar yang relevan secara
keseluruhan. keseluruhan.
Industri adalah perusahaan yang menghasilkan Industri adalah perusahaan yang menghasilkan
produk dan jasa sejenis. produk dan jasa sejenis.
Struktur pasar tergantung dari: (a) jumlah dan Struktur pasar tergantung dari: (a) jumlah dan
besarnya perusahaan dalam industri (b) keseragaman besarnya perusahaan dalam industri (b) keseragaman
produk yang dijual oleh perusahaan dalam industri produk yang dijual oleh perusahaan dalam industri
atau derajat keseragaman/diferensiasi produk (c) atau derajat keseragaman/diferensiasi produk (c) derajat pengambilan keputusan dalam hal saling derajat pengambilan keputusan dalam hal saling
ketergantungan (kolusi) atau ketaktergantungan dan ketergantungan (kolusi) atau ketaktergantungan dan
6
HAKIKAT PERSAINGAN
HAKIKAT PERSAINGAN
Persaingan bersifat nirperseoranganPersaingan bersifat nirperseorangan (impersonal). (impersonal).
Hakikat persaingan ditentukan oleh karakteristik pasar itu Hakikat persaingan ditentukan oleh karakteristik pasar itu
sendiri (saham pasar, jumlah pelaku pasar, mutu produk dan sendiri (saham pasar, jumlah pelaku pasar, mutu produk dan jasa, hakikat harga, struktur pasar, laba, dan hakikat campur jasa, hakikat harga, struktur pasar, laba, dan hakikat campur
tangan) bukan individu dengan individu. tangan) bukan individu dengan individu.
Mekanisme pasar, jumlah barang, harga, struktur biaya, dan Mekanisme pasar, jumlah barang, harga, struktur biaya, dan
laba menjadi petunjuk (indicator) bagi pelaku pasar untuk laba menjadi petunjuk (indicator) bagi pelaku pasar untuk
bertindak rasional dan efisien. Pelaku pasar yang bertindak rasional dan efisien. Pelaku pasar yang
mempunyai strategi harga dengan struktur biaya yang mempunyai strategi harga dengan struktur biaya yang
menjadikannya lebih efisien daripada pelaku pasar yang lain menjadikannya lebih efisien daripada pelaku pasar yang lain
akan dapat lebih bersaing dan mampu bertahan di pasar akan dapat lebih bersaing dan mampu bertahan di pasar
(market sustainability). (market sustainability).
Efisiensi, struktur harga, struktur biaya, jumlah mutu Efisiensi, struktur harga, struktur biaya, jumlah mutu
produk dan jasa yang menjadi landasan persaingan bukan produk dan jasa yang menjadi landasan persaingan bukan
individu sehingga persaingan bersifat nirperseorangan individu sehingga persaingan bersifat nirperseorangan
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
(PERFECT COMPETITION) (PERFECT COMPETITION)
Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna::
Banyak pembeli dan penjual dan masing-masing Banyak pembeli dan penjual dan masing-masing demikian kecil sehingga tidak dapat berpengaruh demikian kecil sehingga tidak dapat berpengaruh terhadap harga dan jumlah barang yang
terhadap harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di pasar.
diperjualbelikan di pasar.
Setiap pelaku pasar menjadi pengikut harga (price Setiap pelaku pasar menjadi pengikut harga (price taker).
taker).
Produk seragam dan tidak ada diferensiasi produk. Produk seragam dan tidak ada diferensiasi produk. Implikasinya adalah terdapatnya barang substitusi Implikasinya adalah terdapatnya barang substitusi yang sempurna untuk setiap produk.
yang sempurna untuk setiap produk.
Setiap pelaku pasar bebas keluar masuk pasar, Setiap pelaku pasar bebas keluar masuk pasar, artinya tidak ada rintangan untuk masuk-keluar artinya tidak ada rintangan untuk masuk-keluar pasar.
pasar.
Adanya informasi pasar yang lengkap bagi setiap Adanya informasi pasar yang lengkap bagi setiap pelaku pasar
KARAKTERISTIK KARAKTERISTIK
PASAR PERSAINGAN MURNI PASAR PERSAINGAN MURNI
(PURE COMPETITION): (PURE COMPETITION):
Banyak pembeli dan penjual dan masing-masing Banyak pembeli dan penjual dan masing-masing demikian kecil sehingga tidak dapat berpengaruh
demikian kecil sehingga tidak dapat berpengaruh
terhadap harga dan jumlah barang yang
terhadap harga dan jumlah barang yang
diperjualbelikan di pasar.
diperjualbelikan di pasar.
Setiap pelaku pasar menjadi pengikut harga Setiap pelaku pasar menjadi pengikut harga (price taker).
(price taker).
Produk seragam dan tidak ada diferensiasi Produk seragam dan tidak ada diferensiasi
produk. Implikasinya adalah terdapatnya barang
produk. Implikasinya adalah terdapatnya barang
substitusi yang sempurna untuk setiap produk.
substitusi yang sempurna untuk setiap produk.
Setiap pelaku pasar bebas keluar masuk pasar, Setiap pelaku pasar bebas keluar masuk pasar, artinya tidak ada rintangan untuk masuk-keluar
artinya tidak ada rintangan untuk masuk-keluar
pasar.
GAMBAR 2 Maksimisasi Laba pada Pasar GAMBAR 2 Maksimisasi Laba pada Pasar
Persaingan Persaingan
Maksimisasai Laba: MC=P=MR=AR=D
Maksimisasai Laba: MC=P=MR=AR=D
MC
AC
P=MR=AR=D
0 Q
RP MC AC MR AR
D A B
Laba maksimum pada titik A atau titik B?
Ada dua titik pada saat P=MR=AR=D=MC, yakni Ada dua titik pada saat P=MR=AR=D=MC, yakni titik A dan B. Laba maksimum terdapat pada titik A titik A dan B. Laba maksimum terdapat pada titik A atau B?
atau B?
Gambar 3 Laba Maksimum Terdapat pada titik
Gambar 3 Laba Maksimum Terdapat pada titik
RUGI
RUGI
Gambar 3 RUGI SAAT P<AC
Gambar 3 RUGI SAAT P<AC
MC
AC
P=MR=AR=D
0 Q
RP MC AC MR AR
D R
PULANG POKOK
PULANG POKOK
Gambar 3 Pulang Pokok Saat P=MC=AC
Gambar 3 Pulang Pokok Saat P=MC=AC
MC AC
P=MR=AR=D
0 Q
RP MC AC MR AR D
E
C
PE
JANGKA PANJANG
JANGKA PANJANG
Gambar 3 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (LABA Gambar 3 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (LABA
NORMAL)NORMAL)
SMC SAC
P=MR=AR=D
0 Q
RP MC AC MR AR
D E
PE
LMC
JANGKA PANJANG
JANGKA PANJANG
GAMBAR 3 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG GAMBAR 3 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG
(DI ATAS LABA NORMAL)(DI ATAS LABA NORMAL)
SMC
SAC
0 Q
RP MC AC MR AR D
E
PE
QE
LMC LAC
C F
MANIPULASI KALKULUS SEDERHANA MANIPULASI KALKULUS SEDERHANA
Syarat Peringkat Pertama (First-Order Condition) Syarat Peringkat Pertama (First-Order Condition)
Namun pada sepanjang harga p
Namun pada sepanjang harga pBB, berapapun jumlah yang , berapapun jumlah yang diminta, harga tetap p
diminta, harga tetap pB B sehingga dengan definisi permintaan sehingga dengan definisi permintaan
sebagai skedul harga dan jumlah barang yang diminta sebagai skedul harga dan jumlah barang yang diminta
yang seorang konsumen mampu dan mau membeli pada yang seorang konsumen mampu dan mau membeli pada
skedul itu, maka
skedul itu, maka ppB B juga merupakan tiku permintaanjuga merupakan tiku permintaan
sehingga
sehingga P = MR = AR =D. Dengan demikian syarat pertama P = MR = AR =D. Dengan demikian syarat pertama (FOC) maksimisasi laba menjadi
Syarat Peringkat Kedua Syarat Peringkat Kedua
(Second-Order Condition, SOC) (Second-Order Condition, SOC)
Dari FOC diketahui bahwa
Dari FOC diketahui bahwa //Q = P – Q = P – TC/TC/Q=0.Q=0. dengan demikian SOC menjadi:
dengan demikian SOC menjadi:
22//QQ22 = – = – MC/MC/QQ<<00
Hal itu berarti bahwa lereng MC harus positip Hal itu berarti bahwa lereng MC harus positip agar SOC terpenuhi, yakni
agar SOC terpenuhi, yakni
MC/MC/Q > 0 agar Q > 0 agar 22//QQ2 2 <0.<0.
Syarat kedua
Syarat kedua 22//QQ22 = – = – MC/MC/Q<0 terpenuhi Q<0 terpenuhi
hanya dan hanya jika
hanya dan hanya jika MC/MC/Q > 0. Seperti Q > 0. Seperti
terlihat pada Gambar 2, syarat itu terpenuhi terlihat pada Gambar 2, syarat itu terpenuhi hanya pada titik B sedangkan pada titik A hanya pada titik B sedangkan pada titik A
lereng MC<0. Oleh karena itu laba maksimum lereng MC<0. Oleh karena itu laba maksimum tercapai pada titik B pada saat lereng MC>0, tercapai pada titik B pada saat lereng MC>0, dengan laba sebesar persegi empat 0Q
dengan laba sebesar persegi empat 0QBBBPBPB B
(arsir hijau) dan pada titik A dengan lereng (arsir hijau) dan pada titik A dengan lereng MC<0, terdapat kerugian sebesar 0Q
MC<0, terdapat kerugian sebesar 0QAAAPAPAA (arsir (arsir
PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA
PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA
Persaingan tidak sempurna meliputi monopoli, Persaingan tidak sempurna meliputi monopoli,
persaingan monopolistik, dan oligopoli. persaingan monopolistik, dan oligopoli.
Wacana dalam persaingan tidak sempurna dan Wacana dalam persaingan tidak sempurna dan
persaingan monopolistik dimulai pada waktu yang persaingan monopolistik dimulai pada waktu yang hampir bersamaan dengan terbitnya
hampir bersamaan dengan terbitnya The Theory of The Theory of Imperfect Competition
Imperfect Competition (1933) oleh Joan Robinson (1933) oleh Joan Robinson (1903-1983) dari Cambridge University dan
(1903-1983) dari Cambridge University dan The The Theory of Monopolistic Competition
Theory of Monopolistic Competition (1934) oleh (1934) oleh Edward Chamberlin (1867-1967) dari Harvard Edward Chamberlin (1867-1967) dari Harvard University.
University.
Robinson dan Chamberlin bekerja sendiri-sendiri dan Robinson dan Chamberlin bekerja sendiri-sendiri dan
RINTANGAN MASUK PASAR
RINTANGAN MASUK PASAR
Rintangan peraturan (legal restrictions): aturan
Rintangan peraturan (legal restrictions): aturan
pemerintah, paten, kuota, tarif, franchise.
pemerintah, paten, kuota, tarif, franchise.
Biaya tinggi: biaya untuk membangun sarana
Biaya tinggi: biaya untuk membangun sarana
dan prasarana seperti industri kereta api,
dan prasarana seperti industri kereta api,
penerbangan, kimia, kendaraan bermotor.
penerbangan, kimia, kendaraan bermotor.
Iklan dan diferensiasi produk: iklan dapat
Iklan dan diferensiasi produk: iklan dapat
membuat citra dan persepsi pelanggan
membuat citra dan persepsi pelanggan
terhadap produk tertentu
MONOPOLI
MONOPOLI
KARAKTERISTIKKARAKTERISTIK
Hanya satu perusahaan yang menghasilkan lini produk spesifik dalam Hanya satu perusahaan yang menghasilkan lini produk spesifik dalam
area pasar tertentu. area pasar tertentu.
Elastisitas harga silang atas permintaan sangat kecil yang Elastisitas harga silang atas permintaan sangat kecil yang
mengindikasikan tidak ada barang pengganti yang sempurna/dekat. mengindikasikan tidak ada barang pengganti yang sempurna/dekat.
Tidak ada saling ketergantungan dengan pesaing karena perusahaan Tidak ada saling ketergantungan dengan pesaing karena perusahaan
merupakan pemonopoli dalam pasar yang relevan. merupakan pemonopoli dalam pasar yang relevan.
Ada rintangan yang besar bagi pesaing untuk memasuki pasar seperti Ada rintangan yang besar bagi pesaing untuk memasuki pasar seperti
(a) Adanya unggul biaya karena penguasaan faktor produksi atau (a) Adanya unggul biaya karena penguasaan faktor produksi atau
paten produk/proses produksi (b) Diferensiasi produk dengan adanya paten produk/proses produksi (b) Diferensiasi produk dengan adanya kesetiaan konsumen thd produk tertentu (c) Skala ekonomi sehingga kesetiaan konsumen thd produk tertentu (c) Skala ekonomi sehingga
pesaing sukar menyaingi efisiensi ekonomi (d) Kebutuhan modal pesaing sukar menyaingi efisiensi ekonomi (d) Kebutuhan modal
yang besar untuk memasuki pasar (e) Adanya peraturan secara resmi yang besar untuk memasuki pasar (e) Adanya peraturan secara resmi
sehingga tidak dimungkinkan untuk memasuki pasar (PAM, PLN, sehingga tidak dimungkinkan untuk memasuki pasar (PAM, PLN,
KAI/PJKA), (f) Rahasia produk/dagang yang tidak dapat diakses oleh KAI/PJKA), (f) Rahasia produk/dagang yang tidak dapat diakses oleh
MAKSIMISASI LABA
Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah
Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah
Jadi MR = MC
Jadi MR = MC
Syarat kedua sama dengan Persaingan Sempurna di mana lereng
Syarat kedua sama dengan Persaingan Sempurna di mana lereng
MC > 0.
MANIPULASI TR DAN MR
MANIPULASI TR DAN MR
Fungsi gemaris permintaan, Q = f(P)
Fungsi gemaris permintaan, Q = f(P)
Q =
Q = –– PP
Lereng fungsi permintaan adalah
Lereng fungsi permintaan adalah
Q/Q/P = P = ––
Akan tetapi dalam pasar monopoli P=f(Q) oleh karena manipulasi terdahulu
Akan tetapi dalam pasar monopoli P=f(Q) oleh karena manipulasi terdahulu
menunjukkan syarat pertama menunjukkan MR=MC oleh karena itu dalam pasar
menunjukkan syarat pertama menunjukkan MR=MC oleh karena itu dalam pasar
monopoli, pelaku pasar yang dalam hal ini pemonopoli tidak menjadi pengikut
monopoli, pelaku pasar yang dalam hal ini pemonopoli tidak menjadi pengikut
harga melainkan penentu harga
harga melainkan penentu harga
sehingga P = f(Q), jadi
sehingga P = f(Q), jadi
P = (
P = ( –– Q)/ Q)/
Oleh karena itu,
Oleh karena itu,
LERENG TIKU PERMINTAAN
LERENG TIKU PERMINTAAN
DAN TIKU MR
DAN TIKU MR
Lereng tiku permintaan =
Lereng tiku permintaan =
–
–
Lereng MR =
Lereng MR =
–
–
½
½
Q P
0
D Lereng = – –
MR
GAMBAR 4 Maksimisasi Laba Monopoli GAMBAR 4 Maksimisasi Laba Monopoli
Maksimisasi Laba: MR=MCMaksimisasi Laba: MR=MC
MC AC
0 Q
RP MC AC
PA
A
B
D
MR
C
.
MR=MC EGAMBAR 4 JANGKA PANJANG
GAMBAR 4 JANGKA PANJANG
(Laba Normal)
(Laba Normal)
Maksimisasi Laba: MR=MCMaksimisasi Laba: MR=MC
SMC SAC
0 Q
RP MC AC
PA
QA A
B
D
MR
C
MR=MC
GAMBAR 4 JANGKA PANJANG
GAMBAR 4 JANGKA PANJANG
(Melebihi Laba Normal) (Melebihi Laba Normal)
Maksimisasai Laba: MR=SMC=LMCMaksimisasai Laba: MR=SMC=LMC
SAC SMC
0 Q
RP MC AC
PA
A
B
D
MR
C
GAMBAR 5 Regulasi Monopoli GAMBAR 5 Regulasi Monopoli
Regulasi Monopoli
Regulasi Monopoli
Jika harga pemonopoli dianggap terlalu tinggi,
Jika harga pemonopoli dianggap terlalu tinggi,
maka pemerintah melakukan regulasi terhadap
maka pemerintah melakukan regulasi terhadap
pasar monopoli dengan menetapkan P=MC=D.
pasar monopoli dengan menetapkan P=MC=D.
Dengan regulasi, harga turun ke P
Dengan regulasi, harga turun ke P
E
E
, produksi
, produksi
ke Q
ke Q
EE, penerimaan total menjadi 0Q
, penerimaan total menjadi 0Q
EERP
RP
EE,
,
biaya total menjadi 0Q
biaya total menjadi 0Q
EEFH sehingga laba
FH sehingga laba
pemonopoli menjadi HFEP
pemonopoli menjadi HFEP
EE.
.
Pertanyaan untuk diskusi: Apa yang terjadi
Pertanyaan untuk diskusi: Apa yang terjadi
jika harga ditetapkan menjadi P=AC=D?
DISKRIMINASI HARGA
DISKRIMINASI HARGA
Diskriminasi harga adalah praktik
Diskriminasi harga adalah praktik
membebankan harga yang berbeda terhadap
membebankan harga yang berbeda terhadap
konsumen yang berbeda untuk produk yang
konsumen yang berbeda untuk produk yang
sama.
sama.
Ada tiga jenis diskriminasi harga: derajat
Ada tiga jenis diskriminasi harga: derajat
pertama, derajat kedua dan derajat ketiga.
pertama, derajat kedua dan derajat ketiga.
Harga cadangan (reservation price)
Harga cadangan (reservation price)
Harga maksimum yang dibebankan oleh
Harga maksimum yang dibebankan oleh
produsen yang seorang konsumen mau dan
produsen yang seorang konsumen mau dan
mampu membeli dan membayarnya.
SYARAT PEMBERLAKUAN
SYARAT PEMBERLAKUAN
DISKRIMINASI HARGA
DISKRIMINASI HARGA
Barang sama untuk semua pasarBarang sama untuk semua pasar
Pasar dan konsumen berbeda pada tiap pasar Pasar dan konsumen berbeda pada tiap pasar
Harga berbeda pada tiap pasar sesuai dengan besaran elastisitas Harga berbeda pada tiap pasar sesuai dengan besaran elastisitas
Elastisitas harga atas permintaan berbeda pada tiap pasar. Elastisitas harga atas permintaan berbeda pada tiap pasar.
MR =
MR = P(1 P(1 –– 1/ 1/). Oleh karena syarat maksimisasi laba ). Oleh karena syarat maksimisasi laba
adalah MR = MC
adalah MR = MC
maka
maka P(1 P(1 –– 1/ 1/) = MC untuk tiap pasar sehingga untuk ) = MC untuk tiap pasar sehingga untuk
pasar A, laba maksimum dicapai pada saat MC=MR =
pasar A, laba maksimum dicapai pada saat MC=MR =
P
PAA(1 (1 –– 1/ 1/AA) dan pada pasar B, laba maksimum dicapai ) dan pada pasar B, laba maksimum dicapai
pada saat MC=MR = P
pada saat MC=MR = PAA(1 (1 –– 1/ 1/BB). Jika ). Jika A A >>BB
maka P
DISKRIMINASI DERAJAT PERTAMA
DISKRIMINASI DERAJAT PERTAMA
Diskriminasi derajat pertama ada jika produsen dapat Diskriminasi derajat pertama ada jika produsen dapat
menggolongkan tiap pembeli dalam tiku permintaan dengan menggolongkan tiap pembeli dalam tiku permintaan dengan jumlah dan harga barang yang dapat diidentifikasi untuk tiap jumlah dan harga barang yang dapat diidentifikasi untuk tiap
pembeli. Karena itu tiap tiku permintaan menjadi tiku penerimaan pembeli. Karena itu tiap tiku permintaan menjadi tiku penerimaan imbuh (marginal revenue) masing-masing pasar. Agar produsen imbuh (marginal revenue) masing-masing pasar. Agar produsen dapat melaksanakan diskriminasi harga ini, informasi yang
dapat melaksanakan diskriminasi harga ini, informasi yang
lengkap tentang pendapatan, kemauan mem-belanjakan uang, dan lengkap tentang pendapatan, kemauan mem-belanjakan uang, dan mutu yang diinginkan konsumen harus diketahui oleh penjual. mutu yang diinginkan konsumen harus diketahui oleh penjual.
Misalnya produsen Mercedes memproduksi sedan dengan pesanan Misalnya produsen Mercedes memproduksi sedan dengan pesanan khusus dari raja minyak Saudia Arabia sesuai dengan spesikasi
khusus dari raja minyak Saudia Arabia sesuai dengan spesikasi yang diinginkan dengan harga yang setinggi-tingginya yang yang diinginkan dengan harga yang setinggi-tingginya yang
konsumen mau dan mampu menjangkaunya. Contoh lain adalah konsumen mau dan mampu menjangkaunya. Contoh lain adalah jasa layanan medis khusus dengan perlakuan khusus sehingga jasa layanan medis khusus dengan perlakuan khusus sehingga penyedia jasa dapat memperlakukan tiap pasien (client) secara penyedia jasa dapat memperlakukan tiap pasien (client) secara khusus dengan tiku permintaan untuk masing-masing klien. khusus dengan tiku permintaan untuk masing-masing klien. Diskriminasi ini jarang ada dalam dunia nyata.
DISKRIMINASI HARGA
DISKRIMINASI HARGA
DERAJAT KEDUA
DERAJAT KEDUA
Diskriminasi harga derajat kedua lebih acap dijumpai daripada Diskriminasi harga derajat kedua lebih acap dijumpai daripada
diskriminasi harga derajat pertama namun tidak lazim terdapat diskriminasi harga derajat pertama namun tidak lazim terdapat
dalam dunia nyata. dalam dunia nyata.
Diskriminasi harga derajat kedua terjadi dengan menetapkan Diskriminasi harga derajat kedua terjadi dengan menetapkan
harga yang berbeda terhadap konsumen yang berbeda sesuai harga yang berbeda terhadap konsumen yang berbeda sesuai
dengan blok layanan yang diberikan kepada misalnya tarif dengan blok layanan yang diberikan kepada misalnya tarif
dan beban listrik untuk rumah tangga dibagi dalam golongan dan beban listrik untuk rumah tangga dibagi dalam golongan
R1, R2, untuk sosial dan industri. Produsen dapat menerapkan R1, R2, untuk sosial dan industri. Produsen dapat menerapkan
diskriminasi harga derajat kedua jika informasi tentang tiku diskriminasi harga derajat kedua jika informasi tentang tiku
permintaan golongan konsumen dapat diperoleh. Contoh lain permintaan golongan konsumen dapat diperoleh. Contoh lain
adalah tiket pesawat terbang yang dibagi menurut kelas adalah tiket pesawat terbang yang dibagi menurut kelas
A,B,C, D dan sebagainya dengan harga termurah untu A,B,C, D dan sebagainya dengan harga termurah untu
golongan A dan makin naik sesuai dengan pembagian tempat golongan A dan makin naik sesuai dengan pembagian tempat
MANIPULASI MATEMATIK
MANIPULASI MATEMATIK
= TR= TR11(Q(Q11) + TR) + TR22 (Q (Q22) ) –– TC(Q TC(Q11+Q+Q22))
FOC:
FOC:
/Q/Q1|Q21|Q2 = = TRTR11(Q(Q11)/)/QQ11 –– TC(QTC(Q11+ Q+ Q22)/)/QQ1 1 = 0 sehingga MR= 0 sehingga MR11 = MC = MC
/Q/Q2|Q12|Q1 = = TRTR22(Q(Q22)/)/QQ22 –– TC(QTC(Q11+ Q+ Q22)/)/QQ2 2 = 0 sehingga MR= 0 sehingga MR22 = MC = MC
Jadi, MR
Jadi, MR11 = MR = MR22 =MC =MC
SOC
SOC
22/ / QQ221 1 << 0 dan 0 dan 22/ / QQ222 2 << 0 0 yang berarti lereng MC > 0 dalam memaksimumkan laba. yang berarti lereng MC > 0 dalam memaksimumkan laba.
Harap diingat bahwa MR = P(1
Harap diingat bahwa MR = P(1 –– 1/ 1/) dan oleh karena MR harus sama pada kedua pasar ) dan oleh karena MR harus sama pada kedua pasar seperti pada FOC tersebut di atas maka P
seperti pada FOC tersebut di atas maka PAA(1 (1 –– 1/ 1/AA) = P) = PBB (1 (1 –– 1/ 1/BB).).
Jika
Jika A A > > B B misalnya misalnya AA = 4 dan = 4 dan BB = 2 maka = 2 maka
P
PAA(1 (1 –– 1/4) = P 1/4) = PBB (1 (1 –– 1/2) 1/2)
3/4P
ILUSTRASI DISKRIMINASI HARGA ILUSTRASI DISKRIMINASI HARGA
DERAJAT PERTAMA DAN DERAJAT KEDUA DERAJAT PERTAMA DAN DERAJAT KEDUA Pemonopoli dalam diskriminasi harga derajat pertama menerapkan Pemonopoli dalam diskriminasi harga derajat pertama menerapkan
Reservation Price
Reservation Price dengan harga maksimum yang dapat dibebankan kepada dengan harga maksimum yang dapat dibebankan kepada konsumen kepada setiap unit yang konsumen itu mau dan mampu
konsumen kepada setiap unit yang konsumen itu mau dan mampu
membelinya. Diskriminasi derajat pertama pada dasarnya hanya terdapat membelinya. Diskriminasi derajat pertama pada dasarnya hanya terdapat dalam teori. Diskriminasi derajat kedua kadang-kadang berlaku dalam dunia dalam teori. Diskriminasi derajat kedua kadang-kadang berlaku dalam dunia nyata dan merupakan kiat penghampiran diskriminasi derajat pertama.
nyata dan merupakan kiat penghampiran diskriminasi derajat pertama.
DISKRIMINASI HARGA
DISKRIMINASI HARGA
DERAJAT KETIGA
DERAJAT KETIGA
Diskriminasi harga derajat ketiga merupakan
Diskriminasi harga derajat ketiga merupakan
diskriminasi harga yang paling lazim.
diskriminasi harga yang paling lazim.
Pasar dibagi ke dalam segmentasi pasar yang
Pasar dibagi ke dalam segmentasi pasar yang
berbeda berdasarkan geografi, pendapatan,
berbeda berdasarkan geografi, pendapatan,
penggunaan produk, umur, jenis kelamin dsb.
penggunaan produk, umur, jenis kelamin dsb.
Elastisitas harga atas permintaan tidak sama
Elastisitas harga atas permintaan tidak sama
pada tiap segmentasi pasar.
pada tiap segmentasi pasar.
Pemonopoli berupaya memperoleh
Pemonopoli berupaya memperoleh
keuntungan dari segmentasi pasar.
DISKRIMINASI HARGA
DISKRIMINASI HARGA
DERAJAT KETIGA
DERAJAT KETIGA
PASAR APASAR A PASAR BPASAR B TOTALTOTAL
DA
MR MR DB MR
Q 0
P MR
P MR
P MR
DISKRIMINASI HARGA DERAJAT KETIGA DISKRIMINASI HARGA DERAJAT KETIGA
PASAR A
PASAR A PASAR BPASAR B TOTALTOTAL
CONTOH PERHITUNGAN DISKRIMINASI CONTOH PERHITUNGAN DISKRIMINASI
DERAJAT KETIGA DERAJAT KETIGA
Biaya total pemonopoli adalah TC = 5Q +20
Biaya total pemonopoli adalah TC = 5Q +20
sehingga MC =
sehingga MC = TCTC// Q = 5Q = 5 Permintaan untuk Pasar 1: Q
Permintaan untuk Pasar 1: Q11 = 55 – P = 55 – P11
sehingga P
sehingga P11 = 55 – Q = 55 – Q11
Permintaan untuk Pasar 2: Q
PERSAINGAN MONOPOLISTIK:
PERSAINGAN MONOPOLISTIK:
Karaktersitik Persaingan Monopolistik Karaktersitik Persaingan Monopolistik
Banyak penjual dan pembeliBanyak penjual dan pembeli
Barang tidak seragam karena ada diferensiasi produk Barang tidak seragam karena ada diferensiasi produk
(karakteristik produk tertentu, merek, persepsi mutu, (karakteristik produk tertentu, merek, persepsi mutu,
disain khusus, lokasi, jaminan, dan syarat kredit. disain khusus, lokasi, jaminan, dan syarat kredit.
Tiku permintaan berlereng negatip dan sangat elastis Tiku permintaan berlereng negatip dan sangat elastis
oleh karena terdapat substitusi yang dekat. oleh karena terdapat substitusi yang dekat.
Terdapat rintangan memasuki pasarTerdapat rintangan memasuki pasar
Penjual mempunyai kemampuan yang terbatas untuk Penjual mempunyai kemampuan yang terbatas untuk
mengubah harga mengubah harga
GAMBAR 6 Maksimisasi Laba Persaingan Monopolistik GAMBAR 6 Maksimisasi Laba Persaingan Monopolistik
Maksimisasi Laba: MR=MCMaksimisasi Laba: MR=MC
MC
AC
0 Q
RP MC AC
PA A
B
D
MR C
L A B A
.
OLIGOPOLI
OLIGOPOLI
KARAKTERISTIK
KARAKTERISTIK
Oligopoli berasal dari kata Oligopoli berasal dari kata oligosoligos=beberapa dan =beberapa dan polis
polis=penjual, jadi ada beberapa penjual. =penjual, jadi ada beberapa penjual.
Ada beberapa penjual dewngan asumsi banyak pembeli.Ada beberapa penjual dewngan asumsi banyak pembeli. Ada barang pengganti yang dekat (close substitute).Ada barang pengganti yang dekat (close substitute).
Struktur biaya: hukum hasil yang makin menurun berlaku Struktur biaya: hukum hasil yang makin menurun berlaku
dalam produksi dalam jangka pendek sehingga MC menaik. dalam produksi dalam jangka pendek sehingga MC menaik. Namun bagi oligopoli dan monopoli tidak menjadi masalah Namun bagi oligopoli dan monopoli tidak menjadi masalah
pokok karena MC konstan atau menurun dapat saja terjadi. pokok karena MC konstan atau menurun dapat saja terjadi.
Maksimisasi laba: semua perusahaan dianggap Maksimisasi laba: semua perusahaan dianggap
KARAKTERISTIK OLIGOPOLI
KARAKTERISTIK OLIGOPOLI
Strategi harga: perusahaan dapat menyesuaikan jumlah Strategi harga: perusahaan dapat menyesuaikan jumlah
dan harga barang yang ditawarkan tergantung dai kondisi dan harga barang yang ditawarkan tergantung dai kondisi
pasar dan insentif yang tersedia. pasar dan insentif yang tersedia.
Penyesuaian dapat pula dilakukan dalam hal upaya Penyesuaian dapat pula dilakukan dalam hal upaya
promosi, disain produk, dan jalur distribusi. promosi, disain produk, dan jalur distribusi.
Ekspektasi terhadap reaksi pesaing: pesaing dapat Ekspektasi terhadap reaksi pesaing: pesaing dapat
mengabaikan atau menandingi tindakan perusahaan mengabaikan atau menandingi tindakan perusahaan
tergantung dari tujuan dan insentif yang tersedia tergantung dari tujuan dan insentif yang tersedia
Laba menjadi perangsang (incentive) untuk melakukan Laba menjadi perangsang (incentive) untuk melakukan
(1) perubahan dalam strategi harga (2)
(1) perubahan dalam strategi harga (2) cheatingcheating atau atau
collusion
MODEL TIKU PERMINTAAN BENGKOK
MODEL TIKU PERMINTAAN BENGKOK
OLIGOPOLI
OLIGOPOLI
MODEL UMUM MODEL UMUM
0 Q
Rp
Harga
Biaya MC
AC
A
B
E
C
QE
BENTUK PASAR DAN ASUMSI DASAR BENTUK PASAR DAN ASUMSI DASAR
BENTUK
BENTUK
PASAR
PASAR JUMLAH PENJUALJUMLAH PENJUAL JENIS PRODUKJENIS PRODUK
KEGIATAN
KEGIATAN
EKONOMI
EKONOMI KENDALI HARGAKENDALI HARGA METODE IKLANMETODE IKLAN
Persaingan
Persaingan
Sempurna
Sempurna BanyakBanyak SamaSama
K5, Pasar
K5, Pasar
Uang, Hasil
Uang, Hasil
Pertanian
Pertanian Tidak adaTidak ada
Pasar, lelang
pengganti PJKA, PAM, MicrosoftPJKA, PAM, Microsoft BanyakBanyak IklanIklan
Oligopoli
Oligopoli BeberapaBeberapa
Diferensi-asi
Diferensi-asi
produk
produk Mobil, perangkat Mobil, perangkat lunak
dak ada Baja, kimiaBaja, kimia SedikitSedikit Iklan, harga, mutuIklan, harga, mutu
Persaingan
MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK
MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK
OLIGOPOLI
OLIGOPOLI
BIAYA NAIK PADA MR SEPANJANG BC BIAYA NAIK PADA MR SEPANJANG BC
0 Q
Rp
Harga Biaya
MC
AC
A
B
E
C
QE
MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK
MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK
OLIGOPOLI
OLIGOPOLI
MODEL UMUM
MODEL UMUM
0 Q
Rp
Harga Biaya
MC
AC
A
B
E
MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK OLIGOPOLI
OLIGOPOLI (Perubahan Permintaan Jangka Panjang)(Perubahan Permintaan Jangka Panjang)
0 Q
Rp
Harga Biaya
MC A
B
C
QE
MR
D D`
MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK
MODEL TIKUPERMINTAAN BENGKOK
OLIGOPOLI
OLIGOPOLI
BIAYA TURUN PADA MR DI BAWAH TITIK C BIAYA TURUN PADA MR DI BAWAH TITIK C
0 Q
Rp
Harga Biaya
MC
AC
A
B
E
C
A’
C’
KEPEMIMPINAN HARGA
KEPEMIMPINAN HARGA
(PRICE LEADERSHIP)
(PRICE LEADERSHIP)
Kepemimpan harga terjadi jika suatu perusahaan Kepemimpan harga terjadi jika suatu perusahaan
menjadi pemimpin harga pada saat pemimpin harga menjadi pemimpin harga pada saat pemimpin harga
mengubah harga, perusahaan lain akan mengikuti mengubah harga, perusahaan lain akan mengikuti
perubahan itu. Pemimpin harga biasanya adalah perubahan itu. Pemimpin harga biasanya adalah
perusahaan yang lebih efisien di mana struktur biaya perusahaan yang lebih efisien di mana struktur biaya
imbuh dan biaya rata-ratanya lebih rendah daripada imbuh dan biaya rata-ratanya lebih rendah daripada
perusahaan yang kurang efisien. perusahaan yang kurang efisien.
Perusahaan yang kurang efisien mengikuti harga agar Perusahaan yang kurang efisien mengikuti harga agar
tidak terlempar dari pasar. tidak terlempar dari pasar.
Kepemimpinan harga dijumpai dalam bidang industri Kepemimpinan harga dijumpai dalam bidang industri
baja, kendaraan bermotor, minyak, dan karet (USA); baja, kendaraan bermotor, minyak, dan karet (USA);
industri semen, baja, kendaraan bermotor, industri semen, baja, kendaraan bermotor,
ILUSTRASI GRAFIK
ILUSTRASI GRAFIK
KEPEMIMPINAN HARGA PASAR DUOPOLI KEPEMIMPINAN HARGA PASAR DUOPOLI
Q 0
RP
SMCB
SACB
SMCA
SACA
D
MR atau D` MR`
PB
MODEL TIKU BENGKOK OLIGOPOLI
MODEL TIKU BENGKOK OLIGOPOLI
Model tiku bengkok dapat memberi penjelasan: Model tiku bengkok dapat memberi penjelasan:
• Adanya kekakuan harga (price rigidity) kendati ada Adanya kekakuan harga (price rigidity) kendati ada
perubahan kondisi biaya dan permintaan. Perhatikan perubahan kondisi biaya dan permintaan. Perhatikan
bahwa jika biaya dan permintaan berubaha sepanjang bahwa jika biaya dan permintaan berubaha sepanjang MR berada pada garis BC, maka tidak ada perubahan MR berada pada garis BC, maka tidak ada perubahan
harga dan jumlah barang yang diminta. Diskusikan harga dan jumlah barang yang diminta. Diskusikan
mengapa demikian halnya. mengapa demikian halnya.
• Sepanjang MR=MC, perusahaan perseorangan tidak Sepanjang MR=MC, perusahaan perseorangan tidak
akan mengubah harga oleh karena kondisi untuk akan mengubah harga oleh karena kondisi untuk
memaksimumkan laba masih dipenuhi. Diskusikan memaksimumkan laba masih dipenuhi. Diskusikan