PENGEMBANGAN PRODUK
MAKALAH
Disusun Guna Melengkapi Tugas
Mata Kuliah : Manajeman Pemasaran
Dosen Pengampu : Suwanto, S.Ag., MM.
Disusun Oleh :
Tri Utami (122411017)
Siroyul Nur Fuad (122411051)
Ali Asad (122411054 )
Pradyati MFA (122411150) Dwi Putri Susanti (122411082) Siti Nur Hasanah (122411169)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
I. PENDAHULUAN
Dalam suatu perusahaan pasti tidak lepas dengan yang namanya produk. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Produk bisa berbentuk fisik dan kasat mata, bisa juga sesutu yang tidak kelihatan. Oleh sebab itu dalam makalah ini akan membahas tentang konsep produk, bagaimananya pengembangan produk baru serta bagaimana strategi daur hidup suatu produk.
II. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana konsep produk?
2. Bagaimana pengembangan produk baru? 3. Bagaimana strategi daur hidup produk?
III. PEMBAHASAN
Produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak diraba, termasuk bungkus, warna harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.1 Produk adalah sesuatu yang
ditawarkan pada pasar baik produk nyata ataupun produk tidak nyata (jasa) sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pasar.
Ada 2 macam kelompok product/goods yaitu:2
1. Consumer’s Goods/Organisasi Konsumsi
Barang yang digunakan secara langsung oleh konsumen dan tidak dijual kembali.
1) Convenience Goods (kemudahan dalam memperoleh)
Barang-barang yang dapat dibeli/dikonsumsi oleh konsumen dimana dalam memperoleh barang tersebut konsumen tidak perlu mengeluarkan daya upaya yang sulit, karena barang-barang tersebut biasanya berada disekeliling konsumen. Contoh: beras, gula, odol, sikat gigi, rental komputer, cuci sepeda motor.
a. Shopping Goods
Barang-barang yang dibutuhkan konsumen dimana dalam memperoleh barang tersebut konsumen perlu mengadakan penelitian terlebih dahulu atau perbandingan dari satu toko/display ke toko yang lain. Yang dibandingkan: kualitas, jenis, design, harga.
Bisa dibandingkan menjadi 3 macam: a) Fashion Goods
Pakaian, sepatu, assesories b) Service Goods
Alat-alat rumah tangga, tempat tidur c) Bulk Goods
Barang yang dibeli dalam jumlah yang besar. Contoh: pasir, batu bata tetapi untuk kebutuhan sendiri, jasa (dokter, laboratorium, asuransi, travel, rumah sakit)
b. Speciality Goods
Barang-barang yang dibeli konsumen dimana saat pembelian para konsumen memerlukan daya upaya khusus (menabung dulu, jarak/lokasi jauh). Contoh: TV, mobil, buah apel Malang, mangga Probolinggo.
Jasa:
1 William J. Stanton, Fundamentals of Marketing, (Kogakusha: Mc. Graw-Hill Book Company), edisi kelima, hal.5.
a) taman rekreasi ke pasir putih b) berobat ke orang pinter di desa c) menginap di hotel
d) menabung di Bank 2. Industrial Goods/Barang Produsen
Barang-barang yang dibeli untuk diperdagangkan lebih lanjut atau barang yang akan dipakai dalam proses pengohalan lebih lanjut.
a. Raw materials (bahan-bahan mentah) : Besi, baja, kapas, kayu b. Fabricating materials (bahan kebutuhan pabrik) : Tekstil
c. Operating supplies (bahan-bahan kebutuhan operasi) : Bensin, solar, oli
d. Instalasi (peralatan yang vital) : Mesin penggiling tebu pada pabrik gula, mesin tenun dari pabrik tekstil
e. accessory equipment (peralatan tambahan) : Trailer, alat-alat pengangkut barang dari darat ke kapal.
jasa: akuntan publik, tenaga kerja kontrak, lawyer/pengacara firm. Ada beberapa macam perlakuan terhadap produk agar permintaan terhadap produk meningkat, antara lain:
a. Packing
Yaitu pengemasan/pembungkusan barang-barang dengan tujuan melindungi barang tidak rusak dan tetap utuh. Contoh: TV dibungkus dengan kayu, karton, busa agar tahan goncangan.
Packaging: agar kemasan menarik, lucu, supaya konsumen berminat untuk membeli. Contoh: kue-kue, alat-alat kecantikan, peralatan tulis (dibungkus yang unik)
Strategi dalam mengemas suatu produk :
a) Merubah kemasan, secara umum ada dua alasan manajemen merubah kemasan yaitu (1) untuk menangkal turunnya penjualan (2) untuk memperluas pasar dengan menarik kelompok baru para konsumen.
Lebih khususnya, manajemen ingin memperbaiki kemasan yan kurang baik atau untuk memanfaatkan bahan kemasan baru (misalnya untuk promosi atau iklan).
c) Kemasan yang dipakai ulang, dapat merangsang konsumen untuk membeli lagi produk yang isinya telah dipakai.
d) Kemasan aneka ragam, contoh: kemasan permen, minuman ringan (soft drink).
Kritik sosial ekonomi terhadap produk antara lain: meskipun kemasan memiliki banyak manfaat tetapi masih terdapat beberapa kritikan terhadap kemasan, diantaranya bahwa kemasan bersifat memboroskan sumberdaya, memakan biaya yang tinggi, merugikan kesehatan (termasuk polusi lingkungan) dan juga bahwa kemasan cenderung untuk memperdaya konsumen.
Ada beberapa faktor yang mendorong semakin meningkatnya fungsi dari kemasan:
a) Di toko-toko atau supermarket, makin banyak jumlah produk yang dijual dengan cara pembeli mengambil sendiri barang – barang yang diperlukan, sehingga kemasan harus berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan. Kemasan harus menarik, menyakinkan konsumen dan memberi kesan secara menyeluruh. b) Kemakmuran konsumen akan berarti bahwa konsumen bersedia
membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik.
c) Citra perusahaan dan merk. Kemasan yang dirancang dengan cermat mempunyai kekuatan dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merk tertentu.
d) Peluang inovasi, cara pengemasan yang inovatif dapat memberi manfaat besar bagi konsumen dan keuntungan bagi perusahaan. b. Branding
Name/symbol yang digunakan pada suatu produk agar produsen dapat memperkenalkan produknya guna membedakan dengan produk lain. Tujuannya adalah sebagai berikut:
a) Kontak yang continue dengan pasar sehingga dapat mengontrol pasar
b) Memperbesar kebebasan dalam penentuan harga promosi c) Perlindungan terhadap produk
d) Promosi
e) Melindungi perusahaan dari pemalsuan ciri-ciri produk Karakteristik brand name yang baik:
b) Memberikan arti tambahan yang benar terhadap pembeli. Contoh: Attack (arti : penyerangan terhadap kotoran), Lux (arti : mewah) c) Tidak boleh dikacaukan kata-katanya dengan produk lain. Contoh :
Oreo-odeo, Mixagrip-Mixsadin, Zando-Ando, Hansaplast-Tensoplast
c. Labelling
Yaitu selembar kertas, metal atau benda lain yang dibubuhkan pada produk yang menunjukkan tanda (informasi) tentang isi, milik dan sumber yang meliputi:
a) Kualitas barang : Good, better, best.
b) Descriptive product : Kegunaannya, karakternya, indikasi, cara pencegahan.
c) Informative product : kadar kimianya, berat, ukuran, campuran, bahan-bahan apa yang digunakan petuntuk pemakaian diproduksi oleh ...
Label adalah bagian dari sebuah produk yang membawa informasi verbal tentang produk atau tentang penjualnya. Label merupakan bagian sebuah kemasan, atau merupakan etika lepas yang ditempelkan pada produk.
Pemberian label dapat berfungsi sebagai berikut: a) Mengidentifikasi produk atau merk.
b) Menggolongkan produk.
c) Menjelaskan beberapa hal mengenai produk. d) Dapat digunakan sebagai alat untuk promosi. d. Warranty/garansi
Yaitu suatu jaminan dari produsen bila barang-barang yang terbeli tidak sesuai dengan pesanan dan dengan adanya Warranty yang terbeli tidak sesuai dengan pesanan dan dengan Warranty memberikan suatu kepastian yang lebih menyakinkan konsumen. Tetapi ada syarat pengembalian barang antara lain:
a) Tenggang waktu (produsen biasanya memberikan jeda waktu yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan product). Contoh: TV rusak dalam 3 tahun ; produsen memberikan tenggang waktu di bawah 3 tahun, misalnya 1 tahun.
c) Produk yang rusak hanya bersifat service tanpa menambah suku cadang/bahan-bahan. Contoh: VCD hanya membersihkan/head cleaner saja tanpa mengganti alat-alat lain, mobil hanya cek AC tanpa mengganti Freon dan lain-lain.
e. Service
Suatu aktivitas yang ditawarkan pada orang lain/konsumen dan tidak menghasilkan suatu kepemilikan. Contoh: pengiriman barang, service AC.
B. PENGEMBANGAN PRODUK BARU
Produk baru adalah barang dan jasa yang pada pokoknya berbeda dengan produk yang telah dipasarkan oleh sebuah perusahaan.3
Pengembangan produk dapat ditujukan sebagai suatu proses berturut-turut yang didasarkan pada informasi tertentu (informasi yang terbatas).
Beberapa kriteria produk baru adalah sebgai berikut:
1. Produk yang betul-betul baru, tidak ada produk substitusinya 2. Produk yang sama jenisnya, dengan model baru
3. Produk tiruan yang baru bagi perusahaan tetapi tidak baru bagi pasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi berhasilnya pengembangan produk yaitu, faktor keberuntungan, faktor keahlian, dan faktor penafsiran terhadap informasi yang ada.
Berikut tahap-tahap didalam siklus pengembangan produk baru: 1. Tahap penyaringan
Tahap ini dilakukan setelah berbagai macam ide tentang produk itu tersedia. Jadi tahap ini merupakan pemilihan sejumlah ide dari berbagai sumber yaitu dari menejer perusahaan, pesaing, para ahli konsultan, para penyalur, langganan, atau dari lembaga lain.
2. Tahap analisa bisnis
Masing-masing ide perlu dianalisa dari segi bisnis untuk mengetahui sampai seberapa jauh kemampuan ide tersebut dalam menghasilkan laba. 3. Tahap pengembangan
Dari beberapa ide yang sudah dianalisa hanya ada sebagian yang perlu dikembangkan yaitu ide yang dianggap lebih menguntngkan dibanding yang lain.
4. Tahap pengujian
Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap pengembangan. Berikut yang termasuk dalam tahap pengujian adalah :
a. Pengujian tentang konsep produk.
b. Pengujian terhadap kesukaan konsumen. c. Penilaian laboratoris.
d. Tes penggunaanya.
e. Operasi pabrik percontohan (pilot plant). 5. Tahap komersialisasi
Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam rangkaian pengembangan produk baru. Pada tahap ini semua fasilitas sudah disiapkan, baik fasilitas produksi maupun pemasarannya.semua kegiatan harus dikoordinasikan dengan baik. Dan hanya ada satu produk yang suskses secara komersial.
Pengelolaan kegiatan produk bukanlah merupakan tugas yang mudah bagi perusahaan yang telah berhasil dengan produk barunya.Masalah-maalah yang sering dihadapi banyak bersangkut-paut dengan tanggung jawab, komunikasi,dan koordinasi hubungan kerja diantara berbagai departemen dalam perusahaan.Agar pengembangan produk dapat lebih efektif, maka kegiatan produksi,pemasaran dan penelitian harus saling bekerja sama meskipun mempunyai tujuan yang berbeda.
C. STRATEGI DAUR HIDUP PRODUK
Pada umumnya, produk yang dianggap paling sukses adalah prodak yang mengalami siklus produk berikut:
1. Tahap Perkenalan
Tahap ini ditandai dengan pertumbuhan, penjualan yang lambat yang disebabkan oleh tahap-tahap berikut :
a. Kelambatan dalam perluasan kapasitas produksi. b. Masalah teknis.
c. Kelambatan dalam penyediaan produk tersebut untuk konsumen, teruatama dibidang distribusi melalui pengecer.
d. Keseganan konsumen untuk mengubah pol yang sudah berjalan.
Selama tahap ini hanya ada beberaa perusahaan yang menjual produk baru.Mereka ini cenderung untuk membatasi jenis produknya karena pasarnya dianggap belum siap unuk menerima perbaikan-perbaikan produk. Perusahaan mengarahkan usaha penjualannya kepada pembeli-pembeli yang paling siap untuk membeli.Penjualan yang dihasilkan dalam tahap penjualan ini adalah untuk mengestimasi bentuk kurve pendapatammya selama siklus produk tersebut.Dua faktor yang sangat penting dalam analisa ini adalah jumlah orang yang mula-mula membeli produk tersebut dan jumlah orang yang membelinya kembali.
Merupakan strategi pemasaran dengan menetapkan harga tinggi dan promosi tinggi. Harga yang tinggi dimaksudkan untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin. Sedangkan promosi yang tinggi (promosi yang agresif dengan biaya yang besar) ditujukan untuk memperbesar penetrasi kepasarnya. Adapun alasan-alasan untuk menggunakan strategi ini adalah :
a) Sebagian besar dari pasar potensialnya masih belum menyadari terhadap produk tersebut.
b) Sebagian dari mereka yang telah menyadari terhadap produk tersebut ingin memilikinya dan bersedia membayar berapa saja harganya.
c) Perusahaan menghadapi persaingan potensial dan berusaha membangkitkan terhadap merk bagi pasarnya.
2) Strategi Penetrasi Preemtif ( Preemtive Penetrasion Strategy)
Dalam strategi ini harga yang dikenakan rendah tetapi tingkat promosinya rendah. Ini merupakan cara yang paling cepat untuk menerobos pasar dan untuk mmemperoleh market-share yang besar. Adapun alasan-alasan untuk menggunakan strategi ini adalah :
a) Pasarnya sangat luas.
b) Relatif seluruh pasar belum menyadari terhadap produk tersebut. c) Kebanyakan pembeli sangat peka terhadao harga.
d) Terdapat persaingan yang sangat kuat.
e) Peningkatan skala produksi dapat menurunkan biaya produksi. 3) Strategi Penetrasi Selektif (Selective Penetrasion Strategy)
Harga tinggi dan tingkat promosi yang rendah dikenakan pada stategi ini. Harga yang tinggi dimaksudkan untuk memperoleh laba per unit sebesar mungkin.Sedangkan tingkat promosi yang rendah dimaksudkn untuk menekan ongkos-ongkos. Adapun alasan-alasan digunakan strategi ini adalah :
a) Pasarnya yang sangat terbatas.
b) Kebanyakan pembeli sudah menyadari terhadap produk tersebut. c) Mereka yang menginginkan produk tersebut bersedia membayar
pada harga yang tinggi.
d) Persaingan yang dihadapi perusahaan tidak begitu kuat. 4) Strategi Profil Rendah (Low Profile Strategy)
ini perusahaan berusaha menekan biaya-biaya sehingga diharapkan memperoleh laba bersih yang besar.
Strategi ini dapat dilakukan apabila : a) Pasarnya sangat luas.
b) Pasarnya sudah menyadari terhadap produk tersebut. c) Pasarnya peka terhadap harga.
d) Perusahaan menghadapi persaingan potensial. 2. Tahap Pertumbuhan
Tahap ini ditandai dengan :
1) Adanya pesaing baru yang mulai memasuki pasar.
2) Perusahaam mulai mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap produknya ataupun menambah kelengkapan segi produk yang ada. 3) Harga produk tersebut cenderung untuk tetap.Namun ada kemungkinan
harg akan turun sedikit karena adanya persaingan.
4) Kegiatan promosi, terutama periklanan dapat dikurangi. Tetapi, munculnya pesaing-pesaing baru memaksa perusahaan untuk meningkatkan promosi meskipun hanya sedikit.
5) Penjualan segera meningkat secara cepat.
Strategi pemasaran yang dilakukan dalam tahap pertumbuhan ini adalah perusahaan berusaha mempertahankan pertumbuhan yang cepat selama mungkin.Hal ini dapat dicapai dengan :
a. Meningkatkan kualitas produk, menambah modal atau segi produk lainnya.
b. Mencari sekmen pasar yang baru.
c. Selalu mencari saluran distribusi yang baru untuk lebih mempersebar distribusinya.
d. Mengadakan periklanan.
Perlu ditambahkan bahwa dalam tahap ini perusahaan harus mengambil keputusan tentang kapan harga itu akan diturunkan. Ini dimaksudkan untuk menraik golongan pembeli yang peka terhadap harga. Tetapi keputusan ini justru menghadapkan perusahaan pada dua alternatif pilihan yaitu menguasai market-share yang luas atau mendapatkan laba yang tinggi.
3. Tahap Kedewasaan
1) Tahap kedewasaan yang meningkat (growth maturity).
Pada tahap ini penjualan total meningkat dengan lambat karena sebagian permintaan berasal dari langganan (pembeli lama), sedangkan pembeli baru masuk hanya sedikit.
Pada tahap ini volume penjualannya sudah tidak meningkat lagi tetapi konstan karena seluruh permintaanya berasal dari pembeli lama. Jadi sudah tidak ada lagi pembeli yang masuk.
3) Tahap kedewasaan yang menurun (Decaying maturity)
Pada tahap ini tingkat penjualan secara absolut mulai menurun karena bebrapa langganan sudah mulai meninggalkan produk perusahaan dan membeli produk lain (produk saingan termasuk produk pengganti). Jadi sebagian langganan sudah tidak berminat lagi terhadap produk tersebut.
Strategi pemasaran yang ditempuh dalam tahap kedewasaan ini adalah sebagai berikut:
a. Modifikasi pasar
Disini perusahaan berusaha menemukan pembeli-pembeli baru bagi produknya. Beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan adalah: a) Mencari pasar baru dan sekmen pasar yang belum pernah mencoba
produknya.
b) Menaikkan penggunaan di antara para langganan.
c) Memperbaiki kembali posisi merknya untuk mencapai penjualan yang lebih besar, meskipun hal ini tidak mempengaruhi industri secara keseluruhan.
b. Modifikasi produk
Modifikasi produk dilakukan dengan cara mengubah sifat-sifat produk yang dapat menarik para pemakai/pembeli baru. Disamping itu diharapkan pula pembeli lama akan menambah pembeliannya. Beberapa strategi yang termasuk dalam modifikasi produk ini adalah: a) Perbaikan kualitas
b) Perbaikan segi (feature improvement) c) Perbaikan corak (style)
c. Modifikasi marketing-mix
Beberapa alternatif yang dapat ditempuh adalah:
a) Menurunkan harga untuk menarik segmen-segmen baru
b) Mengadakan periklanan yang lebih menarik atau promosi lain yang lebih agresif
c) Mengalihkan kesaluran distribusi yang lebih menguntungkan atau yang menghasilkan volume penjualan lebih besar
4. Tahap Kemunduran
Panjang atau lamanya tahap kemunduran ditentukan oleh beberapa faktor yaitu:
1) Perubahan dalam selera konsumen 2) Perubahan kegiatan pesaing
3) Kebijaksanaan meninggalkan produk oleh persahaan
a. Mencari produk yang lemah
Strategi ini sangat penting bagi perusahaan yang menghasilkan beberapa macam produk. Pencarian produk yang lemah dapat dilakukan dengan menyusun suatu sistem informasi yang dapat menemukan produk-produk mana yang benar-benar mengalami masa kemunduran. Untuk itu perusahaan perlu mebentuk suatu komite yang melakukan pemeriksaan periodik pada produknya.
b. Membangkitkan lagi produk tersebut
Usaha-usaha untuk membangkitkan lagi produk adalah:
a) Meningkatkan usaha-usaha ada variabel marketing mix yang dapat meneruskan untuk menghasilkan laba
b) Mengalihkan produk tersebut kesekmen pasar yang baru
c) Mendapatkan dan mempromosikan penggunaan baru dari produk tersebut kepada pembeli-pembeli yang ada.
c. Meninggalkan produk tersebut
Strategi yang dapat dilakukan adalah:
a) Membiarkan saja dan menunggu sampai tidak ada pembelinya b) Menjual produk tersebut kepada perusahaan lain dengan cara
IV. PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Konsep produk meliputi produk, merek, kemasan dan pelayanan
2. Siklus pengembangan produk baru ada 4 tahap: Tahap penyaringan, Tahap analisa bisnis, Tahap pengembangan, Tahap pengujian, Tahap komersialisasi.
3. Produk yang dianggap paling sukses adalah prodak yang mengalami siklus produk berikut: Tahap perkenalan, Tahap pertumbuhan , Tahap kedewasaan, dan Tahap keemunduran.
B. PENUTUP
Demikian telah selesailah penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan dan masih jauh dari kesempurnaan karna kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Namun penulis berharap semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi diri penulis dan pembaca. Amiin
DAFTAR PUSTAKA
Stanton, William J., Fundamentals of Marketing, Kogakusha: Mc. Graw-Hill Book Company, edisi kelima.
Irawan, Drs. M.B.A dan Drs. Basu Swastha DH., M.B.A., Menejemen Pemasaran Modern, 2003, Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.