• Tidak ada hasil yang ditemukan

PBAi 1 Fisiologi Pasca Panen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PBAi 1 Fisiologi Pasca Panen"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

 Beberapa ciri yang membedakan antara

bahan baku agroindustri dengan bahan baku industri lain antara lain :

 bahan baku agroindustri bersifat musiman,

bulky/voluminous/menghabiskan banyak

tempat,

 sangat dipengaruhi oleh keadaan

perpolitikan dan pemerintahan,

 serta bersifat mudah rusak atau perishable.

(3)

 Salah satu hal yang menyebabkan bahan hasil

pertanian mudah rusak adalah karena adanya proses fsiologis lanjutan.

 Setelah dipanen, bahan pertanian dapat dikatakan

masih “hidup”, karena masih melakukan beberapa metabolisme dalam bahan tersebut. Sebut saja

proses respirasi lanjutan dan transpirasi.

 Proses metabolisme tersebut yang kemudian

dapat menyebabkan bahan hasil pertanian mudah rusak dan tidak dapat bertahan dalam jangka

(4)

 Pada umumnya tahap-tahap proses

pertumbuhan atau kehidupan meliputi pembelahan sel, pembesaran sel,

pendewasaan sel (maturation), pematangan (ripening), kelayuan (senescence) dan

pembusukan (deterioration).

 Proses pembelahan sel berlangsung segera

setelah terjadinya pembuahan kemudian diikuti dengan pembesaran atau

pengembangan sel sampai mencapai volume maksimum.

(5)

 Pematangan diartikan sebagai perwujudan

dari mulainya proses kelayuan dimana organisasi antar sel menjadi terganggu. Gangguan ini merupakan pelopor dari

kegiatan hidrolisa substrat oleh campuran enzim-enzim yang ada di dalamnya.

 Selama proses hidrolisa terjadi pemecahan

khlorofl, pati, pectin dan tannin. Dan hasil

pemecahan senyawa-senyawa tersebut akan terbentuk bahan-bahan seperti etilen,

pigmen, favor, energi dan polipeptida.

(6)

 Pematangan dapat pula diartikan sebagai

suatu fase akhir proses penguraian substrat dan merupakan suatu proses yang

dibutuhkan oleh bahan untuk mensistesis enzim-enzim yang spesifk yang

(7)

 Selama proses pematangan terjadi

perubahan-perubahan warna dari hijau

menjadi kuning atau merah, rasa dari asam menjadi manis, tekstur menjadi lebih lunak, terbentuknya vitamin-vitamin, dan

timbulnya aroma yang khas karena

(8)

 Perubahan-perubahan buah selama

pematangan dapat dilihat dalam hal warna, kekerasan (tekstur), citarasa dan favor,

yang menyebabkan terjadinya perubahan komposisi kimia bahan.

 Berubahnya warna dapat disebabkan oleh 2

faktor yaitu proses degradasi maupun

(9)

 Pelunakan buah dapat disebabkan oleh

terjadinya pemecahan protopektin menjadi pectin, maupun karena terjadinya hidrolisis pati atau lemak, dan mungkin juga lignin.

 Pematangan akan menyebabkan naiknya

kadar gula sederhana untuk memberikan rasa manis, penurunan kadar asam organic dan

(10)

 Tekanan turgor sel selalu berubah selama

proses perkembangan dan pematangan.

Perubahan ini umumnya disebabkan karena komposisi dinding sel berubah. Adanya

(11)

 Kelayuan adalah suatu tahap normal yang

selalu terjadi dalam siklus kehidupan tanaman.

 Dapat pula diartikan sebagai suatu tahap

kelayuan buah –buahan yang terjadi setelah proses pematangan, akan tetapi kelayuan (senescence) dapat pula terjadi tanpa

melalui tahap pematangan, yaitu bila terjadi suatu kerusakan pada buah-buahan

tersebut.

(12)

 “Senescence” merupakan hasil

perubahan-perubahan yang terjadi dalam sel, dinding menjadi lebih tipis, degradasi mitokondria, khlorofl menghilang, kandungan protein menurun, kegiatan pernafasan dan

(13)

 Gejala-gejala kelayuan pada tanaman

ditandai dengan menguningnya daun,

perontokan daun, buah, dan bagian bunga, pematangan buah, serta pengurangan daya tahan terhadap penyakit. Beberapa hormon yang berperan mempengaruhi proses

(14)

 Auksin berperanan dalam sintesa etilen,

makin tinggi auksin maka jumlah etilen yang disintesa makin banyak. Secara langsung

auksin dapat menghambat terjadinya senescence, hilangnya auksin dapat menyebabkan terjadinya senescence.

 Hormon giberellin yang bekerja secara

spesifk pada tanaman yaitu dapat

menghambat terjadinya pematangan, yang berarti dapat menghambat terjadinya

(15)

 Pemberian asam absisat mempercepat

proses penuaan pada buah-buahan yang telah dipetik dari tanamannya, namun

peranannya dalam senescence belum diketahui secara pasti. Hormon sitokinin

dapat menghambat terjadinya senescence. Banyak tanaman yang peka terhadap

(16)

 Pada waktu masih berada ditanaman,

buah-buahan melangsungkan proses kehidupannya dengan cara melakukan pernafasan (respirasi),

ternyata setelah dipanen buah-buahan juga masih melangsungkan proses respirasi.

 Respirasi adalah proses biologis dimana oksigen

diserap untuk digunakan pada proses pembakaran yang menghasilkan energi dan diikuti pengeluaran sisa pembakaran dalam bentuk CO2 dan air,

sebagai contoh adalah sebagai berikut :

(17)

 Apabila persediaan oksigen berkurang maka

buah-buahan cenderung untuk melakukan fermentasi untuk memenuhi kebutuhan

enersinya.

 Senyawa organic yang biasa digunakan

dalam proses fermentasi pada umumnya adalah glukosa yang menghasilkan

(18)

 Bila buah melakukan fermentasi, maka

energi yang diperoleh lebih sedikit per

satuan substrat dibandingkan dengan cara pernafasan (respirasi). Oleh karena itu bila buah melakukan fermentasi untuk

memenuhi kebutuhan energinya, diperlukan substrat (glukosa) lebih banyak sehingga

(19)

Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi dapat disebabkan atas dua :

1. Factor internal (dari dalam bahan) seperti

tingkat perkembangan organ; komposisi kimia jaringan; ukuran produk; adanya pelapisan alami pada permukaan kulitnya dan jenis jaringan

2. Factor eksternal (dari luar lingkungan di

(20)

 Kecepatan respirasi sangat berpengaruh

terhadap kecepatan perubahan beberapa aktivitas dan senyawa kimia yang ada pada jaringan sayur dan buah, maka hal tersebut

juga berpengaruh terhadap daya simpan buah dan sayur selama penanganan pascapanen.

 Semakin tinggi panas respirasi yang

dinyatakan dalam (Btu/ton/24jam) semakin cepat produk sayur dan buah mengalami pematangan dan pembusukan.

(21)

Komoditi

Panas Respirasi (Btu/ton/24 jam)

Apel 30-32 85-90 1.500-12.380 Kacang hijau 45 85-90 8-10 hari 6.160-52.950 Brocoli 32 90-95 7-10 hari 7.450-100.000 Kubis 32 90-95 3-4 bulan 1.200-6.120 Wortel 32 90-95 4-5 bulan 2.130-8.080 Seledri 31-32 90-95 2-4 bulan 1.620-14.150 Jagung manis 31-32 85-90 4-8 hari 6.560-61.950 Mentimun 45-50 90-95 10-14 hari 1.690-10.460 Buah anggur 32-50 85-90 4-8 minggu 950-6.840 Lemon 32,55-58 85-90 1-4 bulan 900-5.490 Lettuce 32 90-95 3-4 minggu 11.320-45.980 Semangka 36-40 85-90 2-3 minggu 6.160-58.000 Bawang merah 32 70-75 6-8 minggu 1.100-4.180 Jeruk 32-34 85-90 8-12 minggu 1.030-9.200 Bayam 32 90-95 10-14 hari 4.860-38.000 Strawberi segar 31-32 85-90 7-10 hari 3.800-46.400 Ubi jalar 55-60 90-95 4-6 bulan 2.440-6.300 Tomat hijau

Kecepatan Respirasi Beberapa Jenis Sayur dan Buah

(22)

 Pengaruh suhu sangat tinggi terhadap kecepatan

respirasi, semakin tinggi suhu penyimpanan semakin tinggi kecepatan respirasi. Oleh sebab itu pada

penyimpanan suhu rendah akan menyebabkan

kecepatan respirasi semakin rendah dan kecepatan pematangan juga rendah. Hal tersebut akan

menyebabkan lama simpan buah pascanen akan semakin lama

 Laju respirasi sering digunakan sebagai indeks masa simpan, yaitu yang laju respirasinya tinggi masa

(23)

Komoditi

Suhu Penyimpanan

0oC (32oF) 4,4oC (40oF) 16oC (60oF)

Apel 500-900 1.100-1.600 3.000-6.800 Kacang (snap) 4.400 7.700 20.500 Kubis 3.000 4.700 12.600 Wortel 4.300 8.700 Seledri 1.600 2.400 8.200 Jagung manis 17.100 35.800 Bawang merah 4.200 6.200 19.600 Jeruk (orange)

400-1.100

800-1.600 2.800-5.200

Pear 700-1.500

1.100-2.200 3.300-13.200

Kentang 1.300 2.600 Bayam 10.100 39.300 Strawberi

2.700-Panas Respirasi Sayur dan Buah pada

Berbagai Suhu Penyimpanan

(24)

 Klimakterik didefnisikan sebagai suatu fase yang

kritis dalam kehidupan buah, dan selamanya terjadinya proses ini banyak sekali perubahan yang berlangsung.

 Disamping itu juga dapat diartikan sebagai suatu

keadaan “autosimulation” dari dalam buah sehingga buah menjadi matang yang disertai dengan adanya peningkatan proses respirasi.

 Selain itu klimakterik dapat diartikan sebagai

suatu masa peralihan proses pertumbuhan menjadi layu.

(25)

 Dari semua pengertian tersebut dapat

disimpulkan bahwa klimakterik adalah suatu periode mendadak yang unik bagi buah-buahan tertentu dimana selama

proses itu terjadi serangkaian perubahan biologis yang diawali dengan proses

pembuatan etilen. Proses ini ditandai dengan mulainya proses pematangan.

 Contoh buah klimaterik : mangga, pisang,

(26)

 Non-klimakterik didefnisikan sebagai

kelompok buah-buahan yang selama proses pematangan tidak terjadi lonjakan drastis kecepatan respirasi, sehingga karena tidak terjadi percepatan kecepatan respirasi

maka memungkinkan daya simpan produk lebih lama. Buah-buahan yang tidak pernah mengalami periode tersebut digolongkan ke dalam golongan non klimakterik seperti

semangka; jeruk; nanas; dan anggur.

(27)

 Etilen merupakan senyawa hidrokarbon tidak jenuh pada suhu ruang berbentuk gas, dapat

dihasilkan oleh jaringan tanaman hidup pada waktu tertentu. Etilen dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang penting dalam proses pertumbuhan dan pematangan hasil pertanian.

 Etilen dalam kehidupan tanaman dapat digolongkan sebagai hormon yang aktif dalam proses

pematangan. Disebut hormon karena dapat memenuhi criteria sebagai hormon tanaman, bersifat mobil (mudah bergerak) dalam jaringan tanaman dan merupakan senyawa organic.

(28)

 Etilen disamping dapat memulai proses klimakterik, juga dapat mempercepat terjadinya klimakterik

 Misalnya pada buah alpukad yang disimpan dalam udara biasa akan matang setelah 11 hari, tetapi

apabila disimpan pada udara yang mengandung etilen 10 ppm etilen selama 24 jam, maka buah

alpukad akan matang selama 6 hari penyimpanan.  Pada buah-buahan non klimakterik, penambahan

(29)

A. Prapendinginan

 Istilah tersebut berasal dari precooling yang dapat diartikan

sebagai pemindahan panas respirasi atau panas lapangan dari sekitar buah-buahan dan sayur-sayuran segar selama

pemasaran atau sebelum pengolahan lanjutan. Ada beberapa metode precooling , diantaranya adalah :

1). Hidrocooling 2). Vacuum cooling

3). Pendinginan dengan es

4). Precooling dengan udara dingin

 Pemilihan metode pendinginan tersebut tergantung dari

beberapa pertimbangan, diantaranya meliputi : perishability dari product; kebutuhan produk akan suhu rendah dan

fasilitas yang dimiliki.

(30)

B. Penurunan Kadar air

 Teknologi ini banyak digunakan pada produk

biji-bijian (gabah, jagung, kedelai, dan

gandum). Selain produk tersebut dapat juga dilakukan terhadap produk ubi-ubian dan

lain-lain. Prinsip kerja dari pengeringan bertujuan untuk mengurangi aktivitas

kecepatan enzim dalam jaringan sayur dan buah melaui penurunan ketersediaan air

(31)

Referensi

Dokumen terkait

Alasan pemilihan subjek pada Bank Pe- merintah dan Bank Umum Swasta Nasional, karena Bank Pemerintah dan Bank Umum Swasta Nasional memiliki kinerja keuangan yang baik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kelembagaan petani untuk mendorong keberfungsian infrastruktur irigasi di DI Batang Anai diindikasikan dengan 3 (tiga) indikator, yaitu:

Aksara, 1997, hal. Dalam pandangan David Easton ketika pemerintah membuat kebijakan publik, berarti pemerintah telah mengalokasikan nilai-nilai kepada masyarakat. Nilai-nilai

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil parameter kimia oseanografi pada perairan Pantai Timur Sumatera dengan membagi daerah pantai Timur Sumatera

Secara umum proses pelapisan permukaan menggunakan bahan pelapis epoksi akrilat dan poliester akrilat yang dicainpur dengan TPGDA dan matting agent tersebut dapat meningkatkan

Dengan kegiatan ini di maksud supaya kita lebih mantap lagi pendidikan kita, terutam praktik yang diperoleh di samping itu juga dengan adanya praktek kerja industri ini siswa

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh antara gaya mengajar resiprokal dan discovery terhadap peningkatan kemampuan dribbling

Evaluasi UP pada umumnya lebih mengutamakan seleksi pada genotipe-genotipe yang memiliki pertumbuhan jagur, potensi hasil lateks tinggi, resisten terhadap penyakit