• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KEWARGA NEGARAAN BUDAYA DEMOKRASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH KEWARGA NEGARAAN BUDAYA DEMOKRASI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KEWARGANEGARAAN

BUDAYA DEMOKRASI

Di susun oleh : 1.Rony 8020140089

2.Hendri 8020140027 3.Charles Sepfri 8020140275 4.Erwin Wijaya

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya yang begitu besar, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan harapan dapat bermanfaat dalam menambah ilmu dan wawasan kita terhadap kehidupan manusia terutama dalam hubungan dan pengamalan nilai Pancasila.

Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, adapun tema makalah ini adalah “Budaya Demokrasi”.

Dalam membuat makalah ini,dengan keterbatasan ilmu pengetahuan yang kami miliki, kami berusaha mencari sumber data dari berbagai sumber informasi,terutama dari media internet dan beberapa sumber lainnya. Kegiatan penyusunan makalah ini memberikan kami tambahan ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan kami,dan semoga bagi para pengguna makalah ini.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu per satu, yang sangat membantu dalam pembuatan makalah ini.

Sebagai manusia biasa, kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami berharap akan adanya masukan yang membangun sehingga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun pengguna makalah ini.

Jambi, 30 Juni 2015

(3)

DAFTAR ISI

JUDUL ……… i

KATA PENGANTAR ………. ii

DAFTAR ISI ……… iii

BAB I PENDAHULUAN……… ……… 1

1.1 Latar Belakang Masalah……….1

1.2 Rumusan Masalah……… 1.3 Tujuan Penulisan……… 1.4 Manfaat Penulisan……… BAB II PEMBAHASAN………5

2.2 Budaya Demokrasi………5

2.2 Prinsip-Prinsip Demokrasi yang Berlaku secara Universal………... 2.3 Perkembangan Budaya Demokrasi di Indonesia………...6

2.4 Azas Utama Demokrasi Pancasila………...8

2.5 Sikap Masyarakat dalam Musyawarah………..10

2.6 Perwujudan Demokrasi Pancasila di Berbagai Kehidupan………..11

BAB III PENUTUP………..12

DAFTAR PUSTAKA………...13

BAB I

(4)

1.1 Latar Belakang Masalah

Sebelum kita mencoba membahas budaya demokrasi, perlu kita ketahui bersama tentang macam – macam demokrasi. Berdasarkan cara penyampaian kehendak rakyatnya, kita dapat membedakan demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Demokrasi langsung adalah sitem pemerintahan dimana rakyat secara langsung turut serta dalam menetapkan garis – garis kebijakan pemerintahan yang baik dalam pembuatan undang – undang. Sedangkan demokrasi tidak langsung adalah sistem demokrasi dimana aspirasirakyat disalurkan melalui lembaga perwakilan rakyat.

Di Negara modern dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan semakin kompleksnya permasalahan kenegaraan serta dengan berbagai kesibukan warga negaradalam menuntut pemenuhan kebutuhan hidup dan profesionalisme sebagai negarawan, maka demokrasi yang diterapkan adalah demokrasi perwakilan/ tidak langsung.

Pelaksanaan demokrasi perwakilan adalah melalui Pemilihan Umum, yang termasuk salah satu budaya demokrasi Negara kita. Oleh sebab itu, pemilu merupakan salah satu cirri dari demokrasi, bahkan dikatakan sebagai pesta demokrasi.

BAB II

(5)

2.1 Budaya Demokrasi

Demokrasi berasal dari bahasa latin yaitu demos (rakyat) dan cratos (pemerintahan). Demokrasi berarti pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Kedaulatan berada ditangan rakyat.

Demokrasi pancasila berarti demokrasi yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur pancasila. Berikut ini merupakan azas-azas atau prinsip Negara demokrasi yaitu:

 Pengakuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia

 Partisipasi masyarakat dalam pemerintahan

 Supremasi hukum

Negara demokrasi juga mempunyai ciri-ciri yaitu sebagai berikut:

 Memiliki lembaga perwakilan rakyat

 Ada pemilu untuk memilih wakil rakyat

 Ada lembaga yang mengawasi pemerintahan

 Pemerintahan berdasarkan hukum (konsitusi)

Demokrasi berdasarkan partisipasi rakyat dibagi 2 yaitu: a. Demokrasi langsung

b. Demokrasi tidak langsung

Demokrasi berdasarkan hubungan lembaga Negara (sistem pemerintahan) terbagi atas: a. Demokrasi parlementer, bercirikan:

 Tanggung jawab pemerintah ditangan cabinet (menteri)

 Kebinet dipimpin perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen (DPR)

(6)

 Berlaku dalam Negara republic atau monarki konstitusional

b. Demokrasi presidensial, bercirikan:

 Tanggung jawab pemerintah ditangan presiden

 Menteri diangkat dan di berhentikan oleh presiden

 Presiden berkedudukan sebagai kepala Negara dan kepala pemerintah

2.2 Prinsip – Prinsip Demokrasi yang Berlaku Secara Universal

Istilah demokrasi berasal dari kata demos yang berarti rakyat dan kratein yang berarti

memerintah atau kratos yang berarti pemerintah. Jadi, demokrasi adalah pemerintahan rakyat dengan kata lain sistem pemerintahan dari rakyat oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Pertama kali demokrasi diterapkan di kota Athena adalah demokrasi langsung. Akan tetapi, demokrasi langsung tidak sesuai dengan perkembangan zaman, terutama masa sekarang. Oleh karena itu, untuk zaman sekarang diterapkanlah demokrasi perwakilan.

Tokoh – tokoh yang mempunyai andil besar dalam memperjuangkan demokrasi, misalnya John Locke (dari Inggris), Montesquieu (dari Prancis), dan Presiden Amerika Serikat (Abraham Lincoln).

John Locke

Beliau menganjurkan perlu adanya pembagian kekuasaan dalam pemerintahan Negara, yaitu: 1. Kekuasaan legislative, yaitu kekuasaan pembuat undang – undang.

2. Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan melaksanakan undang – undang.

3. Kekuasaan federative, yaitu kekuasaan untuk menetapkan perang dan damai, membuat perjanjian atau persekutuan (aliansi) dengan Negara lain, atau membuat kebijaksanaan atau perjanjian dengan semua orang atau badan diluar negeri.

(7)

Beliau berpendapat kekuasaan Negara yang dalam melaksanakan kekuasaan atau kedaulatan atas nama selruh rakyat untuk menjamin kepeningan rakyat harus terwujud dalam pemisahan

lembaga – lembaga Negara. Kekuasaan tersebut adalah: 1. Kekuasaan legislative.

2. Kekuasaan eksekutif.

3. Kekuasaan yudikatif, yaitu kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan undang – undang oleh badan – badan peradilan.

2

Abraham Lincoln

Beliau berpendapat bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (democracy is government of the people, by the people, and for the people). Ada dua asas pokok tentang demokrasi, yaitu:

1. Pengakuan partisipasi rakyat di dalam pemerintahan. 2. Pengakuan hakikat dan martabat manusia.

Syarat – syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang demokratis di bawah Rule Of Law, adalah:

1. Perlindungan konstitusional.

2. Adanya badan peradilan yang bebas dan tidak memihak. 3. Pemilihan umum yang bebas.

4. Kebebasan untuk menyatakan pendapat.

(8)

Ciri – ciri Negara yang menganut demokrasi adalah:

1. Adanya lembaga perwakilan rakyat sebagai majelis yang mewakili dan mencerminkan kehendak rakyat.

2. Untuk menentukan anggota majelis tersebut dilaksanakan pemilihan umum dalam jangka waktu tertentu.

3. Kekuasaan atau kedaulatan rakyat dilaksanakan oleh badan atau majelis itu yang bertugas mengawasi pemerintah.

Susunan kekuasaan badan atau majelis itu ditetapkan dalam undang – undang dasar Negara. Berikut adalah nilai – nilai demokrasi, yaitu:

1. Menyelesaikan pertikaian – pertikaian secara damai dalam masyarakat secara damai dan sukarela.

2. Menjamin terjadinya perubahan secara damai dalam masyarakat yang selalu berubah. 3. Pergantian penguasa secara teratur.

4. Penggunaan paksaan sedikit mungkin.

5. Pengakuan dan penghormatan terhadap niali keanekaragaman. 6. Menegakkan keadilan.

7. Memajukan ilmu pengetahuan.

8. Pengakuan dan penghormatan terhadap kebebasan.

Berdasarkan perubahan UUD 1945 pasal 1 Ayat 2, “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang – undang dasar”. Hal ini berarti kedaulatan tidak lagi

(9)

Dengan semangat era reformasi kita sepakat untuk tidak melakukan amandemen pembukaan UUD1945, maka demokrasi yang ditetapkan di Indonesia adalah Demokrasi Pancasila.

2.3 Perkembangan Demokrasi di Indonesia a. Tahun 1945-1949

 berlaku UUD 1945

 sistem demokrasi perlementer dengan maklumat pemerintah tanggal 14 Nopember 1945

b. Tahun 1949-1959

 berlaku konstitusi RIS (27 desember 1949-15 agustus 1950) dan UUD sementara 1950 (15 agustus 1950-5 juli 1959)

sistem demokrasi parlementer (liberal)

 akibat yang ditimbulkan

 partai politik mengutamakan kepentingan golongan

 cabinet silih berganti dalam waktu singkat

 kehidupan politik tidak stabil

 pembangunan terhambat

c. Tahun 1959-1965 (Orde Baru)

 berlaku UUD 1945

 sistem demokrasi terpimpin

(10)

 pengangkatan presiden seumur hidup

 rangkap jabatan

 pembubaran partai politik

d. tahun 1965-1998

 berlaku UUD 1945

 sistem demokrasi pancasila

 penyimpangan yang terjadi

 kekuasaan presiden sangat besar

 terjadi kolusi, korupsi dan nepotisme

e. tahun 1998-sekarang

 berlaku UUD 1945

 sistem demokrasi pancasila

 landasan hukum demokrasi pancasila adalah sebagai berikut:

 pancasila sila keempat

 pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 : Negara berkedaulatan rakyat

 pasal 1 ayat 2 : kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sesuai UUD

2.4 Azas Utama Demokrasi Pancasila

(11)

pendapat. Jadi, musyawarah mufakat adalah pengambilan keputusan berdasarkan kehendak orang banyak (rakyat), seingga tercapai kebulatan pendapat. Musyawarah mufakat harus berrpangkal tolak pada hal:

 musyawarah mufakat bersumberkan inti kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.

 Pengambilan keputusan

Harus berdasarkan kehendak rakyat melalui hikmat kebijaksanaan.

 Cara mengemukakan hikmat kebijaksanaan harus berdasarkan akal sehat dan hati nurani luhur serta mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa serta kepeningan rakyat.

 Keputusan rakyat yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada tuhan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan.

Keputusan harus dilaksanakan secara jujur dan bertanggung jawab.

Pengambilan keputusan dalam demokrasi pancasila juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

 Pengambilan keputusan sejauh mungkin melalui musyawarah mufakat

 Apabila mufakat tidak tercdaapai, keputusan diambil dengan suara terbanyak (voting).

Mufakat tidak akan tercapai apabila terdapat perbedaaan pendapat yang tidak dapat didekatkan lagi dan musyawarah dibatasi oleh waktu. Proses dan mekanisme permusyawaratan harus memiliki unsur-unsur yaitu:

 Kejelasan masalah

 Berkembang pendapat dengan alasan yang baik

(12)

 Dipimpin akal sehat dan hati nurani luhur serta rasa tanggung jawab

 Semua pihak tunduk dan taat pada hasil keputusan.

Keunggulan demokrasi pancasila adalah adanya penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia dan hak minoritas. Karena tidak mengenal dominasi mayoritas ataupun tirani minoritas. Nilai lebih musyawarah mufakat adalah pembahasan masalah didasarkan rasa saling menghormati, sehingga pelaksanaan keputusan mudah dan di dukung semua anggota.

Demokrasi dapat dibedakan atas demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung

(perwakilan). Sesuai sila ke-4 pancasila maka Indonesia menganut demokrasi perwakilan artinya rakyat dalam menjalankan kekuasaannya dilakukan melalui sistem perwakilan. Lembaga

perwakilan rakyat terdiri atas:

 MPR sebagai penjelmaan rakyat, berkedudukan di ibu kota Negara

 DPR berkedudukan di ibu kota anegara

 DPRD tingkat I berkedudukan di propinsi

 DPRD tingkat II berkedudukan di kabupaten/kotamadya.

Contoh-contoh pemilihan pemimpin secara demokrasi antara lain:

 Pemilihan presiden secara langsung atau oleh MPR

 Pemilihan gubernur oleh DPRD Tk I, kemudian diangkat oleh presiden melalui mendagri

 Pemilihan ketua partai politik atau organisasi kemasyarakatan

 Pemilihan kepala desa secara langsung

Pemilihan ketua osis secara langsung atau perwakilan.

(13)

Dalam bermusyawarah asyarakat harus mempunyai sikap berikut ini:

 Mengutamakan kepentingan rakyat dan persatuan kesatuan

 Diliputi semangat kekeluargaan

 Menghormati kebebasan mengemukakan pendapat

 Keputusan harus dapat dipertanggung jawabkan

Sikap-sikap ini harus diutamakan agar saat musyawarah tidak terjadi kericuhan dan agar mendapat keputusan yang tidak memberatkan salah satu pihak.

2.6 Perwujudan Demokrasi Pancasila dalam Berbagai Kehidupan

a. Keluarga

 Masalah keluarga dibahas secara musyawarah mufakat

 Menghormati pendapat anggota keluarga

 Mengakui perbedaan yang ada

b. Sekolah

 Menghormati pendapat teman

 Barani menyampaikan gagasan atau pendapat

 Pemilihan Ketua OSIS

c. Masyarakat

 Pemilihan kepala desa atau ketua RT/RW

 Rembug desa (musyawarah desa) menyangkut pembangunan desa.

(14)

 Pemilihan presiden

 Sidang umum MPR/DPR

(15)

BAB III PENUTUP

Keberhasilan penerapan sistem pemerintahan pada suatu Negara, belum tentu berhasil diterapkan pada Negara lain. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan paham dan ideology, yang paling penting bagi kita sebagai bangsa Indonesia sejauhmana kita mampu menarik benang merah tentang esensi kehidupan berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Masalah perbedaab dalam kehidupan berdemokrasi adalah hal yang wajar, namunhendaknya penyesuaiannya harus sesuai dengan prinsip – prinsip demokrasi, misalnya: dengan

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Sumarsono, Drs. MBA, dkk. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Kewarganegaraan (Citizenship). Jakarta: Puskurlitbang.

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kondisi perkembangan demokrasi di Indonesia seperti di atas, maka dapat dibayangkan pelibatan masyarakat dalam pembuatan kebijakan pendidikan

Dengan kata lain demokrasi adalah pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung, setelah melalui proses pemilihan umum secara langsung,

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh

Demokrasi dalam arti formal yaitu demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan atau sistem politik dimana kedaulatan rakyat tidak dilaksanakan sendiri oleh rakyat, tetapi

Demokrasi dapat didefinisikan sebagai pemerintahan oleh rakyat; khususnya, oleh mayoritas; pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi tetap pada rakyat

Pada tahapan pra kemerdekanan pemahaman demokrasi belum dapat diartikan sebagai wujud pemerintahan rakyat karena saat itu belum ada negara, tentunya belum ada

Demokrasi adalah bentuk sistem pemerintahan di mana kekuasaan politik dipegang oleh rakyat atau warga negara secara langsung atau melalui perwakilan yang mereka... Istilah “demokrasi”

Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan hak dan kebebasan kepada warga negara untuk berpendapat dan turut serta dalam pengambilan