JAVA RAYA
W
."S:Kepada Yth.
Dari
Nomor
Perihal
Pimpinan Rapat
Peserta Rapat
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
DINAS KOMUNIKASIINFORMATIKA DAN KEHUMASAN
Jalan Medan Merdeka Selatan 8-9 Jakarta Pusat:Telp. (021) 3822255,3822975
JAKARTA10110
LAPORAN RAPAT
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Provinsi DKI Jakarta
Kepala UPT Jakarta Smart City
\8\
l-oTI-Rapat lanjutan membahas PKS dengan BPOM Provinsi DKI Jakarta tentang
pengawasan obat dan makanan secara terpadu di wilayah Provinsi DKI
Jakarta
Kepala Bagian Kerjasama Daerah
1. Unsur BPKAD
2.
Unsur Dinas Kesehatan
3.
Unsur Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan
4.
Unsur Satpol PP
5.
Unsur BPOM Provinsi DKI Jakarta
6.
Unsur Biro Hukum
7.
Unsur Biro Organisasi Reformasi dan Birokrasi
8.
Unsur PD. Pasar Jaya
9.
Unsur Bank DKI
Sehubungan dengan telah dilaksanakannya rapat lanjutan penyusunan PKS dengan BPOM,
berikut ini disampaikan laporan sebagai berikut :
1. Rapal diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 11 Maret 2015 di ruang rapat 2 Biro Tata
Pemerintahan Blok G It. 10.
2. Pembahasan rapat :
a) Bank DKI meralat istilah kartu identitas yang diberikan kepada pelaku usaha UMKM dengan
isitilah kartu ATM bukan kartu "Jak-Card". Kartu ATM dapat dijadlkan suatu identitas bagi
para pelaku usaha karena para pelaku usaha harus mempunyai tabungan di Bank OKI,
sedangkan kartu Jak-Card bukan merupakan kartu identitas karena kepemilikannya dapat
berpindah tangan secara bebas.
b) Salah satu ruang lingkup dalam PKS menyebutkan pemberian komunikasi, informasi dan
edukasi
kepada masyarakat dalam
bentuk media luar ruang
dilakukan oleh Dinas
Kominfomas namun substansi nya akan dikirimkan oleh pihak BPOM.
c) BPOM melatih tenaga penyuluh keamanan pangan
(PKP) dan tenaga pengawas pangan
Kota/Kabupaten Administrasi dan pembiayaannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta.
d) Proses tindakan hokum bagi pelaku usaha yang melanggar dilakukan oleh PPNS Satpol PP
yang berkoordinasi dengan PPNS terkait.
e) Menambahkan pasal baru, Pasal 6 (Integrasi Sistem Pengawasan Pelaku Usaha UMKM) :
• Pihak Kedua melalui Dinas Kominfomas akan membuat sistem terintegrasi antara Para
Pelaku dalam perjanjian.
•
Para pelaku sebagaimana ayat (1) menyampaikan data kepada Diskominfomas sesuai
dengan cakupan fungsinya untuk diintegrasikan sesuai dengan kebutuhan perjanjian.
•
Format data sebagaimana ayat (2) dibuat dalam format yang disesuaikan dengan sislem
Smart City.
f)
Pasal 7 (Koordinator Pelaksana Perjanjian) :
•
PIHAK PERTAMA menunjuk Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan sebagai
koordinator pelaksana isi perjanjian.
• PIHAK KEDUA menunjuk Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan up. Ka. Bidang
UMKM sebagai coordinator pelaksana isi perjanjian dan TKKSD up.
Ka. Bagian
Kerjasama Daerah sebagai koordinator kerjasama.
3. Saran Staff adalah :
a) Agar segera dilakukan rapat koordinasi dengan para pelaku yang terlibat dalam perjanjian
untuk membahas proses pengiriman data dari SKPD yang akan terintegrasi ke sistem Jakarta
Smart City sesuai yang diamanatkan pad a Pasal
6.
b) Agar dibentuk satu koordinator perwakilan dari para pelaku terkait dengan data-data yang
dibutuhkan oleh Dinas Kominfomas, dengan harapan proses koordinasi antara para pelaku
perjanjian dapat berjalan dengan tepat waktu.
c) Pada rapat koordinasi sebaiknya dihadiri juga oleh bidang IT/pengolah data/tim teknis dari
para pelaku perjanjian untuk pembahasan secara teknis.
Demikian laporan ini disampaikan. Mohon arahan dan petunjuk lebih lanjut dari Bapak.
Jakarta,
\'.>
Maret
2015
Kepala
UPT
Jakarta Smart City
Dinas Komunikasi, Infomatika dan
K'h"m'~AM~DKI
J,k""
Alberto Ali
~
NIP.
197703171998031002
Tembusan:
JAVA RAYA.
1l~
W
. .
~.
Kepada Yth.
Oari
Nomor
Perihal
Pimpinan Rapat
Peserta Rapat
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTAJAKARTA
DINAS KOMUNIKASIINFORMATIKA DAN KEHUMASAN
Jalan Medan Merdeka Selatan 8-9 Jakarta Pusal:Telp. (021) 3822255,3822975
JAKARTA10110
LAPORAN RAPAT
Kepala Oinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Provinsi OKI Jakarta
Kepala UPT Jakarta Smart City
\~\
(-o1')..
Rapat lanjutan me mbahas PKS dengan BPOM Provinsi OKI Jakarta tentang
pengawasan obat dan makanan secara terpadu di wilayah Provinsi OKI
Jakarta
Kepala Bagian Kerjasama Oaerah
1. Unsur BPKAO
2. Unsur Oinas Kesehatan
3. Unsur Oinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan
4. Unsur Satpol PP
5. Unsur BPOM Provinsi OKI Jakarta
6. Unsur Biro Hukum
7.
Unsur Biro Organisasi Reformasi dan Birokrasi
8.
Unsur PD. Pasar Jaya
9.
Unsur Bank OKI
Sehubungan dengan telah dilaksanakannya rapat lanjutan penyusunan PKS dengan BPOM,
berikut ini disampaikan laporan sebagai berikut :
1. Rapat diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 11 Maret 2015 di ruang rapat 2 Biro Tata
Pemerintahan Blok GIl. 10.
2. Pembahasan rapat :
a) Bank OKI meralat istilah kartu identitas yang diberikan kepada pelaku usaha UMKM dengan
isitilah kartu ATM bukan kartu "Jak-Card". Kartu ATM dapat dijadikan suatu identitas bagi
para pelaku usaha karena para pelaku usaha harus mempunyai tabungan di Bank OKI,
sedangkan kartu Jak-Card bukan merupakan kartu identitas karena kepemilikannya dapat
berpindah tangan secara bebas.
b) Salah satu ruang lingkup dalam PKS menyebutkan pemberian komunikasi, informasi dan
edukasi kepada
masyarakat dalam
bentuk media luar ruang
dilakukan oleh
Oinas
Kominfomas namun substansi nya akan dikirimkan oleh pihak BPOM.
c)
BPOM melatih tenaga penyuluh keamanan pangan
(PKP) dan tenaga pengawas pangan
Kota/Kabupaten Administrasi dan pembiayaannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi OKI
Jakarta.
d) Proses tindakan hokum bagi pelaku usaha yang melanggar dilakukan oleh PPNS Satpol PP
yang berkoordinasi dengan PPNS terkait
e) Menambahkan pasal baru, Pasal6 (Integrasi Sistem Pengawasan Pelaku Usaha UMKM) :
•
Pihak Kedua melalui Oinas Kominfomas akan membuat sistem terintegrasi antara Para
Pelaku dalam perjanjian.
•
Para pelaku sebagaimana ayat (1) menyampaikan data kepada Oiskominfomas sesuai
dengan cakupan fungsinya untuk diintegrasikan sesuai dengan kebutuhan perjanjian.
•
Format data sebagaimana ayat (2) dibuat dalam format yang disesuaikan dengan sistem
Smart City.
f)
Pasal 7 (Koordinator Pelaksana Perjanjian) :
•
PIHAK PERTAMA menunjuk Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan sebagai
koordinator pelaksana isi perjanjian.
•
PIHAK KEOUA menunjuk Oinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan up. Ka. Bidang
UMKM sebagai coordinator pelaksana isi perjanjian dan TKKSO up. Ka.
Bagian
3. Saran Staff adalah :
a) Agar segera dilakukan rapat koordinasi dengan para pelaku yang terlibat dalam perjanjian
untuk membahas proses pengiriman data dari SKPD yang akan terintegrasi ke sistem Jakarta
Smart City sesuai yang diamanatkan pada Pasal
6.
b) Agar dibentuk satu koordinator perwakilan dari para pelaku terkait dengan data-data yang
dibutuhkan oleh Dinas Kominfomas, dengan harapan proses koordinasi antara para pelaku
perjanjian dapat berjalan dengan tepat waktu.
c) Pada rapat koordinasi sebaiknya dihadiri juga oleh bidang IT/pengolah data/tim teknis dari
para pelaku perjanjian untuk pembahasan secara teknis.
Demikian laporan ini disampaikan. Mohon arahan dan petunjuk lebih lanjut dari Bapak.
Jakarta,
\0
Maret
2015
Kepaia UPT Jakarta Smart City
Dinas Komunikasi, Infomatika dan
Kehumasan Provinsi DKI Jakarta
Alberto Ali
NIP.
197703171998031002
Tembusan:
----,..
RINCIAN TUPOKSI MASING-MASING INSTANSI
Pengawasan dan perizinan usaha perdagangan sarana produksi
dan distribusi produk PIRT di daerah
Pengawasan penggunaan bahan berbahaya pada pangan PIRT
dan Pangan Jajanan
Pemberian KIE kepada pelaku usaha perdagangan produk PIRT
,Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji
1
2
Dinas Koperasi, UMKM dan
Perdagangan
Dinas dan Suku Dinas
Kesehatan
Pendataan, pembinaan dan perizinan sarana pangan olahan dan
pangan slap saji
Pemberian sanksi terhadap izin sarana perdagangan dan sarana
pangan olahan serta pangan siap saji
Melakukan pengujian dengan rapid test kit terhadap pangan
olahan dan pang an siap saji
Pembinaan dan pengawasan penjual produk PIRT, pang an
olahan dan pangan siap saji di pasar modern
Pendataan, penelusuran. dan pemberian sanksi terhadap sarana
distribusi bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam
pangan
Pengawasan terhadap penerapan Cara Produksi Pang an Olahan
yang Baik Industri Rumah Tangan (CPPOB-IRT) pada sarana
produksi PIRT di daerah
Pengawas penggunaan perizinan "sarana PIRT
Penanganan produk PIRT yang menyebabkan keracunan
(sampling dan uji laboratorium)
Pemberian KIEI Penyuluhan kepada pelaku usaha produk·PIRT
dan pangan jajanan terhadap higiene sanitasi
Pendataan~
pembinaan dan perizinan sarana PIRT, pangan
olahan dan pangan siap saji
Pembinaan terhadap higiene-sanitasi dan gizi PJAS, pangan
olahan dan pang an siap sajl
Rekomendasi Penerbitan sertifikat laik sehat dan Pemberian
sanksi
J
IPendataanv' pemblnaan kantin sekolah
v
Pengawasan kantin sekolah
3
I
Dinas Pendidikan
4
IPD. Pasar Jaya
Pemberian sanksi terhadap kantin sekolah
Pembagunan dan revitalisasi kantin sekolah
Melakukan pengujian dengan rapid test kit terhadap Pangan
Jajanan Anak Sekolah (PJAS)
Pengawasan kegiatan distribusi produk PIRT dan pangan jajanan
di pasar tradislonal
Pemberlan KIE kepada pelaku usaha distribusi produk PIRT dan
pangan jajanan di pasar tradisional
J
IPendataan para pelaku usaha distribusi pang an olahan dan
/
•
LPPOM Majelis Ulama
5
IIndonesia Provinsi OKI
Jakarta
Penerbitan sertifikat halal
6
Satuan Polisi Pamong Praja .
Penertiban pelaku usaha dan tempat usaha
Menindaklanjuti Rekomendasi Hasil Pengawasan
Pengawasan-prodUJ<-PTRTCIanpengawasan sarana produksiPTRT
terhadap penerapan CPPOBIRT
7
IBBPOM di Jakarta
Melakukan pengujian konfirmasi terhadap hasil uji yang
meragukan yang telah dilakukan oleh Oinas Kesehatan, Oinas
KUMKM dan Oinas Pendidikan
0<
o;fb~
ef'o/Y1
PERJANJIAN KERJA SAMA
ANTARA
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TENTANG
PENGAWASAN PANGAN OLAHAN SECARA TERPADU DI WILAYAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
NOMOR NOMOR
Pada harl Inl, , langgal. , bulan lahun dua ribu lima belas ( - - 2015), kami yang bertanda langan di bawah ini :
II !>'lGl~ '?Ole\.
I. Dewi Prawitasari
II. Saefuliah
Kepala Balai Besar Pengawas Obal dan Makanan, berkanlor di Jalan As-Syafi'iyah Nomor 133, Cilangkap Kola Adminislrasi Jakarta Timur.
Dalam hal ini menjalani jabalannya sebagalmana dl alas berdasarkan Kesepakalan Bersama Nomor HK.08.1.23.02.15.0835 dan Nomor 7 Tahun 2015 Tanggal 12 Februari 2015, oleh karenanya sah bertindak untuk dan alas nama Badan Pengawas Obal dan Makanan.
Unluk selanjulnya disebul PIHAK PERTAMA.
Sekrelaris Daerah. PraYlnsi Daerah Khusus Ibukola Jakarta, berkanlor di Jalan Medan Merdeka Selalan Nomor 8-9, Kola Adminislrasi Jakarta Pusat.
Dalam hal ini menjalani jabalannya sebagaimana di alas berdasarkan Kesepakalan Bersama Nomor HK.08.1.23.02.15.0835 dan Nomor 7 Tahun 2015 Tanggal 12 Februari 2015, oleh karenanya sah bertindak unluk dan alas nama Pemerlnlah ProYinsi DKI Jakarta.
Unluk selanjutnya disebul PIHAK KEDUA.
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA selanjulnya secara bersama-sama disebut PARA PIHAK, terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berlkul :
a. Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA lelah menandatangani Kesepakalan Bersama pad a langgal 12 februari 2015 lenlang Pengawasan Obal dan Makanan Secara Terpadu di Wilayah Proyinsi DKI Jakarta.
2
b. Bahwa sesuai dengan Pasal4 ayat (1) Kesepakatan Bersama dimaksud, perlu diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Karja Sarna, salah satunya pengawasan pangan olahan, yang telah ditunjuk
pejabat yang diberi kuasa oleh PARA PIHAK.
Sehubungan dengan huru! a dan huru! b di alas, maka PARA PIHAK sepakal unluk menetapkan Perjanjian Kerja Sama tentang Pengawasan Pangan Olahan Seeara Terpadu Di Wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan syarat-syarat dan ketenluan sebagai berikul :
BABI DEFINISI
Pasal1
(1) Pengawasan adalah lindakan pelugas untuk melihat kepatuhan pelaku usaha pangan olahan sesuai dengan ketenluan.
(2) Kepaluhan eara produksi pangan olahan yang baik adalah kepaluhan eara produksi pangan olahan yang memenuhi keamanan, mulu dan gizi pangan.
(3) Pemeriksaan laboralorium adalah pengujian pangan olahan lerhadap slandar keamanan, mutu dan gizi pangan.
(4) Pangan Olahan adalah makanan alau minuman hasil proses dengan cara alau melode lertentu dengan atau tanpa bahan tambahan yang diperjualbelikan dan siap untuk disajikan dilempat, termasuk didalamnya pangan siap saji dan pangan jajanan.
(5) Pangan siap saji adalah makanan dan/atau minuman yang sudah diolah dan siap untuk langsung disajikan ditempal usaha alau luar lempat alas dasar pesanan.
(6) Pangan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan dilempal penjualandan/alau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi
umum dan anak sekolah selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran dan
hotel.
(7) Pelaku Usaha Pangan Olahan adalah pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada dibawah binaan Dinas Koperasi, UMKM serta Perdagangan (Iermasuk pelaku UMKM di lokasi Pasar Jaya) dan Sekolah di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
(8) Sekolah adalah Sekolah Negeri dan Swasta, mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah AtaslSekolah Menengah Kejuruan dan Perguruan Tinggi.
(gfll:artu ATM adalah kartu yang dikeluarkan oleh Bank DKI untuk melakukan transaksi dan
~~
3
BAB II OBJEK KERJA SAMA
Pasal2
Objek kerja sama pengawasan pangan olahan adalah semua makanan dan minuman yang diolah oleh pelaku usaha pangan olahan yang diperjualbelikan kepada masyarakat.
BAB III
RUANG LINGKUP KERJA SAMA
Pasal3
Ruang iingkup Perjanjlan Kerja Sam a ini adalah:
a. Pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat baik berupa media eetak, luar ruang, elektronik maupun website, dashboard smart eity dan melalui
pertemuan;
b. Pendataan pelaku usaha, sarana produksi, distribusi pangan olahan;
c. Pengawasan pangan olahan berupa:
pemerlksaan setempat dalam rangka pengawasan post-market sarana produksi dan
sarana distribusi pangan olahan;
pengawasan bahan berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan, termasuk kegiatan pereontohan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya;
pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS);
Reneana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) khususnya terkait Keamanan
Pangan;
d. Tindak lanjut berupa sanksi atas hasll pengawasan sarana produksi, distribusi pangan olahan;
e. pembinaan Usaha Mikro, Keeil, dan Menengah (UMKM) untuk sarana produksi industri rumah tangga pangan olahan;
f. pengujian laboratorium untuksampet pangan olahan;
g. penguatan jejaring pengawasaan keamanan pangan terpadu
BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal4
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA
(1) HAK PIHAK PERTAMA
4
(2) KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA
a. Melakukan KIE kepada pelaku usaha dan masyarakat melalui media elektronik, cetak dan pertemuan beserta modul-modul pelatihan.
b. Melatih tenaga penyuluh keamanan pangan (PKP) dan tenaga pengawas keamanan pangan kota/Kabupaten Administrasi .
c. Melakukan sertifikas kompetensi penyuluh keamanan pangan (PKP) dan tenaga pengawas keamanan pang an kota/Kabupaten Administrasi.
d. Melakukan uji test langsung terhadap 4 Pilot Project Lokasi UMKM di DKI Jakarta antara lain,: Blok S, Sepanjang Jalan Melawai, Monas, Nyi Ageng Serang.
e. Menerima rujukan dari PIHAK KEDUA terkait test awal melalui Rapid Test Kit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan.
f. Melakukan pembinaan dan rapat kerja rutin dengan Aparatur PIHAK KEDUA antara lain Aparatur di Dinas Pendidikan, Dinas UMKM, Dinas Kesehatan beserla seluruh Aparat Suku Dinas dan Aparatur Satpol PP.
g. Melakukan penguatan jejaring pengawasan keamanan pangan terpadu.
h. Melakukan apresiasi kepada pelaku usaha UMKM yang memenuhi standard keamanan pang an dan memberikan rewarddalam bentuk sertifikat dan uang saku sesuai ketersediaan dana PIHAK PERTAMA.
.rc;;;.;;-.;t-[;l]:Usulandar! MCC(b8ha~
L~~uo"~I .
J
PasalS
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA
(1) HAK PIHAK KEDU/IJ m • • • _ _ _ • • m _ . .
·f
Commen' [a2]' Bahand",u"a .
(2) KEWAJIBAN PIHAK KEDUA
a. Membantu PIHAK PERTAMA dalam melakukan KIE pada website resmi PIHAK KEDUA dan melakukan sosialisasi secara bersama, masing-masing Pihak yang terlibat menyiapkan materi modul sesuai dengan fungsinya.
G
Menyiapkan pembiayaan untuk pelatihan kepada tenaga penyuluh keamanan pangan dan tenaga pengawas pangan Kota/Kabupaten Administrasic. Memberikan data pelaku usaha , sarana produksi dan distribusi pangan olahan. d. Melakukan pengawasan pangan olahan berupa pemeriksaan setempat, bahan
berbahaya, pangan jajanan sekolah dan rencana aksi daerah pang an dan Gizi, yang uraian fungsinya dilakukan oleh SKPD/UKPD PIHAK KEDUA sebagaimana tertera dalam lampiran I Perjanjian ini.
e. Melakukan tindak lanjut berupa sanksi atas hasil pengawasan, yang pelaksanaan nya oleh PIHAK KEDUA ditugaskan kepada Satuan Polisi Pamong Praja, khusus dilokasi PD. Pasar Jaya terlebih dahulu berkoordinasi degan Pihak Pengelola Pasar.
f. Melakukan Tes awal (selain di 4 lokasi pilot project) dengan menggunakan Rapid Test Kit dan apabila hasilnya meragukan selanjutnya dikonfirmasi lebih lanjut
)
5
kepada PIHAK PERTAMA, yang pelaksanaannya PIHAK PERTAMA menunjuk Dinas Pendidikan melalui SUdin-Sudin, Dinas Koperasi, UMKM serta Perdagangan melalui Sudin-sudin dan melibatkan Sud in Kesehatan dan PO Pasar jaya.
g. Melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha pangan olahan (Dinas Koperasi, UMKM serta Perdagangan kepada para pelaku industri pangan olahan pasar dan Dinas pendidikan kepada para pelaku industri pangan olahan kantin sekolah) dan Dinas Kesehatan sesuai dengan fungsinya melakukan pembinaan teknis, pengawasan dan pengendalian terkait dengan higienis sanitasi lingkungan dan cara produksi pangan.
h. Membuat sistem informasi terintegrasi antara Dinas Koperasi, UMKM serta Perdagangan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, PTSP, PD. Pasar Jaya, Bank DKI, BBPOM, yang pelaksanaannya PIHAK KEDUA menunjuk
Diskominfomas.
i. Memberikan Kartu ATM Bank DKI kepada pelaku usaha UMKM, yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Bank OK!.
j. Melanjutkan proses tindakan hukum bagi pelaku usaha yang melanggar ke Aparat Hukum Pidana apabila mengandung unsur yang memenuhi syarat untuk itu, yang pelaksanaannya dilakukan oleh PPNS Satpol PP, berkoordinasi dengan PPNS
terkait sesuai dengan kebutuhan.
Pasai 6
INTEGERASI SISTEM PENGAWASAN PELAKU USAHA UMKM
(1) Pihak Kedua melalui Dinas Komunikasi, lnformatika dan Kehumasan (Diskominfomas) akan
membuat sistem terintegrasi antara Para Pelaku dalsm Perjanjian ini .
(2) Para pelaku sebagaimana ayat (1) menyampaikan data kepada Diskominfomas sesuai dengan cakupan fungsinya untuk diintegerasikan sesuai dengan kebutuhan Perjanjian ini. (3) Format data sebagaimana ayat (2) dibuat dalam format yang disesuaikan dengan sistem
smartcity.
Pasal?
Koordinator PeJaksana Perjanjian
(1) PIHAK PERTAMA menunjuk Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan sebagal
Koordinator pelaksana isi Perjanjian
(2) PIHAK KEDUA menunjuk Dinas Koperasi, UMKM dan perdagangan Up. Kepala Bidang
UMKM sebagai koordinator pelaksana isi perjanjian dan TKKSD Up. Kepala Bagian Kerja Sarna sebagai koordinator kerjasam a .
JANGKA WAKTU
(1) Perjanjian Kerja Sama ini berlaku selama 10 (sepuluh) tahun lerhitung sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian ini.
6
(2) Jangka waktu perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan PARA PIHAK.
Pasal7
BERAKHiRNYA PERJANJIAN
Perjanjian Kerja Sama ini berakhir apabila :
a. Setelah jangka waktu Perjanjian Kerja Sama berakhir.
b. Adanya kesepakatan PARA PIHAK untuk mengakhiri sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian Kerja Sama atau adanya ketentuan peraturan perundang-undangan yang tidak memungkinkan berlangsungnya Perjanjian Kerja Sama ini.
Pasal8
EVALUASI KERJA SAM A
(1) Perjanjian Kerja Sama ini dievaluasi oleh PIHAK KEDUA paling sedikit 1 (satu) kali dalam seta hun atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
(2) PIHAK KEDUA menunjuk Tim Koordinasi Ke~a Sama Daerah (TKKSD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk melakukan evaluasi.
Pasal9
PEMBIAYAAN
Segaia biaya yang timbul untuk pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini akan menjadi tanggung jawab PARA PIHAK sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal10
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Apabila dikemudian hari terjadi Perselisihan diantara PARA PIHAK dalam pelaksanaan isi Perjanjian Kerja Sama ini, maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
Psal 11
Pengecualian
Pengecualian dalam Perjanjin ini adalah kejadian luar Bsia Kerunan makanan baik oleh penyediaan perorangan atau kebutuhan jumlah besar dan bag; pedagang yang berpindah.
7
Pasal12
KEADAAN KAHAR(FORCE MAJEURE)
(1) Apabila terjadi hal-hal diluar kemampuan PARA PIHAK atau disebut sebagai keadaan kahar dan mengaklbatkan isi Perjanjian Kerja Sama ini tidak dapat dilaksanakan baik sebagian maupun seluruhnya maka PARA PIHAK akan menyesuaikan isi Perjanjian inl dan apabila tldak memungkinkan unluk dilakukan penyesuaian, masing-maslng pihak tidak akan mengadakan tunlutan apapun dan kerugian yang limbul karenanya akan diselesaikan secara musyawarah oleh PARA PIHAK demi tercapainya penyelesaian yang sebaik-baiknya.
(2) Yang dimaksud dengan keadaan kahar dalam Perjanjlan Kerja Sama ini antara lain bencana alam, huru hara, pemberontakan, pemogokan yang dengan jelas dinyatakan sebagal keadaan kahar serta perubahan kebijakan pemeritah yang mendasar dalam bidang keuangan/moneter, serta keadaan-keadaan tersebut mengakibatkan hubungan sebab akibal secara langsung dengan kerugian yang dialami PARA PIHAK.
Pasal13 PERALIHAN
Apabila dalam masa waktu kerja sama belum berakhir, terjadi perubahan nomenklatur dan tugas pokok dan lungsi, PARA PIHAK akan melakukan penyesualan implementasi kewajiban dalam Perjanjian ini.
Pasal14
PERJANJIAN TAMBAHAN (ADDENDUM)
Hal-hal lain yang belum diatur alau belum cukup dialur dalam Perjanjian Kerja Sama ini, akan diatur kemudian oleh PARA PIHAK dalam Pe~anjian Tambahan (ADDENDUM) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerja Sama ini.
Pasal14
KORESPODENSI
(1) Segala hal sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjlan Kerja Sama Ini harus disampaikan secara tertulls dan dapal disampaikan melalui surat, sural lercalaldan/atau
laksimili kepada masing-masing pihak sebagai berikut :
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA Telepon Faksimili Email (021) . (021) . Telepon (021) ....
8
Faksimile (021) ... Emai.1
(2) Setiap perubahan alamat, balk alamat PIHAK PERTAMA dan maupun alamat PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal Ini, wajlb diberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya paling lambat 3 (tiga) hari kerja sebelumnya. Apabila tidak ada pemberitahuan secara tertulis, maka alamat yang tercantum pad a ayat(1) Pasal ini secara hukum adalah alamat yang sah dan berlaku.
---DEMIKIAN PERJANJIAN KERJA SAMA
INI---Dibuat dan ditandatangani di Jakarta pada tanggal tersebut dl atasdan dibuat dalam rangkap 2 (dua) asll, masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama,
1(satu) eksemplar untuk PIHAK PERTAMA dan 1(satu) eksemplar untuk PIHAK KEDUA.
Tindak lanju!:
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA
KEPALA .
-Tata cara dan prosedur pangan olahan
- SKPD melalukan pemetaan terkalt prosedur pangan olahan sebagai bahan - Pasal Pelaksanaan sanksi
- Minggu ke dua maret, Diskominfomas melakukan rapat dengan SKPD terkait ttg intehrasi
sistem