PEMBUATAN GAME TEBAK SANDI MORSE
BERBASIS ANDROID
NASKAH PUBLIKASI
diajukan oleh
Andhika Pahlevi
11.11.4741
kepada
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AMIKOM YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2016
1
PEMBUATAN GAME TEBAK SANDI MORSE
BERBASIS ANDROID
Andhika Pahlevi
1), Bayu Setiaji
2),
1)
Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta
Jl Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta Indonesia 55283
Email : [email protected]), [email protected]2)
Abstract – Increasing number of Mobile Phones growing number of apps and games to make the running. Various games have been played a lot, especially by children and most types of games provide entertaining impression instead is education.
Morse code is a representation of letters, numbers, punctuation marks and signals by using dots and lines drawn to represent a specific character. Code Morse code was also used and learned in the world of scouting or scouting. In the world of scouting morse code is delivered using a flashlight or whistle scout. Therefore, the author tries to make a solution to solve this problem .with make the game as well as the media that can be played by all the more special to the members of the scout-raiser to create applications based on Android Guess Morse code. With this application, is expected to help to learn Morse code with ease.
Keywords: Android, Morse Code
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
Perkembangan game di dunia semakin pesat, tidak terkecuali di Indonesia. Game saat ini sudah menjadi alternatif hiburan bagi tua, muda, pria maupun wanita. Industri dan bisnis pengembangan game juga sudah menjadi suatu hal yang menjanjikan, terbukti dengan banyaknya perusahaan pengembang game di Amerika, Eropa dan Asia[1].
Semakin banyaknya Ponsel Seluler yang berkembang menjadikan banyaknya aplikasi dan game yang berjalan. Beragam game telah banyak dimainkan, terutama oleh anak-anak dan sebagian besar jenis game memberikan kesan menghibur bukan bersifat edukasi[2].
Di dalam kegiatan pramuka terdapat bebrapa edukasi seperti sandi morse. Kebayakan siswa pramuka khususnya penggalang, menghafalkan sandi morse akan mengalami kesulitan. ini dikarenakan sandi morse hanya tersusun oleh titik dan garis[3].
Dengan adanya game edukasi ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas anak. Pemilihan anak-anak sebagai target utama game ini. Dalam pemanfaatan game edukasi sangat penting untuk menunjukan pembelajaran terhadap anak. Masuknya
game ini dalam proses belajar, melahirkan suasana yang menyenangkan. Di dukung dengan Gambar, alur cerita yang menarik, dan suara yang membantu memudahkan anak untuk memahami proses penghafalan.
1.2 Rumusa Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :
1) Bagaimana cara membuat game edukasi Sandi Morse berbasis Android?
1.3 Tujuan Masalah
Tujuan dari pembuatan skripsi ini adalah :
1) Membuat game sekaligus sebagai media pembelajaran yang dapat dimainkan oleh semua kalangan lebih khusus kepada anggota pramuka penggalang.
2) Sebagai syarat meraih gelar sarjana computer di STMIK Amikom Yogyakarta.
1.4 Metode Penelitian
Untuk mendapatkan data yang baik dan releven dengan aplikasi yang akan dibangun maka digunakan beberapa metode pengumpulan data untuk mengumpulkan data. Beberapa metode pengumpulan data tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
1) Metode Observasi 2) Metode Kepustakaan 3) Metode Pengembangan
2. Landasan Teori
2.1 Tinjauan Pustaka
Dekris Darutama (2013), Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Game Tebak Nada Pada OS Android.Kepekaan terhadap suara nada dari tangga nada dasar dirasa kurang dalam realita kehidupan saat ini. Lebih cenderung mendengarkan daripada mempelajari nada apa yang membuat suatu lagu dapat diputar. Dalam hal tersebut, perlu dikembangkan suatu aplikasi menaik. Android merupakan salah satu target dalam penembakan pemasaran aplikasi ini. Pemrograman yang digunakan yaitu pemrograman java dengan di dukung sdk Android sebagai emulator dan Eclipse sebagai java develpment tool. Nada-nada yang digunakan berupa file midi yang lebih jernih di dengar dan lebih kecil dari sisi ukuran file
dibandingkan lainnya. Aplikasi ini pada awal mulanya pemain diminta untuk mendengarkan dan menekan karakter yang ditampilkan. Di sisi lain terdapat pengenalan terhadap nada-nada dasar.dari sistem yang di buat menghasilkan aplikasi yang mampu memainkan nada-nada midi dan mendapatkan suatu nilai frame per
seconds(fps)[4].
Noviariansyah (2013), pembangunan aplikasi mobile
Game Tebak kata Berbasis Lokasi.Sebuah game berjalan
pada smartphone yang menggunakan sistem operasi android yang dapat mengimplementasikan sistem berbasis lokasi, dimana permainan ini akan memunculkan kata yang tidak lengkap dan user harus melengkapi kata yang dimana user memilih tempat bermain. Aplikasi ini di bangun dengan menggunakan IDE Eclipse yang mengimplementasikan android
software development kit (SDK),PHP,basis data MySQL, dan webservice. dalam Proses penambahan data pada aplikasi, user tidak memerlukan aplikasi baru yang harus di unduh, dikarenakan aplikasi ini sudah berbasis data. Dengan adanya aplikasi ini, user dapat bermain
game berdasarkan lokasi dimana user berada, dan
aplikasi ini dapat nenjadialternatif user untuk mengisi waktu luanng [5].
Andy Perdana (2013), Pembangunan aplikasi Game
Cerdas Cermat Berbasi Android. Membuat sebuah
aplikasi Game Cerdas Cermat lalulintas yang berjalan pada Smartphone Android yang seperti ummnya kui cedas cermat, soal-soal yang muncul berkaitan dengan pengetahuan sekitar simbol-simbol dalam berkendara. Aplikasi mobile ini dekembangkan pada platform android dengan toolsEclipse Juno dan bahasa pemrograman java. Aplikasi ini naninya diharapkan dapat menghibur pengunanya serta dapat memberikan pelajaran-pelajaran berharga berupa pengetahuan serta dapat memberikan pelajaran-pelajaran berharga berupa pengetahuan yang berkaian dengan lalulintas[6].
2.2 Game
Menurut Adams, Ernest (2010, p.2)[7], Game adalah salah satu jenis aktifitas bermain, yang didalamnya dilakukan dalam konteks berpura – pura namun terlihatseperti realitas, yang mana pemainnya memiliki tujuan untuk mendapatkan satu kemenangan serta dilakukan dengan sesuai dengan aturan permainan yang dibuat. Menurut Arief S. Sadiman (2010)[8] game adalah kompetisi antara para pemain yang berinteraksi satu sama lain dengan menggunakan aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pula. Dalam sebuah permainan harus ada kompetisi agar pemain terangsang untuk terus bermain, kompetisi tersebut dapat berwujud menang dan kalah. Pemain harus bisa menemukan strategi atau cara untuk memecahkan masalah sehingga dapat memenangkan
game tersebut.
2.2.1 Jenis Game
1) Berdasarkan Jenis Platform yang digunakan
Game juga dapat dibedakan berdasarkan
platform, menurut Novak, Jeannie(2012 ,p.38-47)[9], game memiliki jenis platform yang luas antara lain: a. Arcade games b. Console games c. Computer Games d. Handheld games e. Mobile games
2) Berdasarkan jenis (genre) permainannya Jenis (Genre) game adalah format atau gaya dari sebuah game. MenurutAdams, Ernest (2010, p70-71)[7], game memiliki jenis (genre) yang luas antaralain:
a. Actions Games b. Strategy Games c. Role-playing Games d. Real-world Simulations
e. Construction and management games f. Adventure Games
g. Puzzle Games h. Educational Games i. Casual Games
2.2.2 Element Game
Menurut Samuel Henry, beliau salah satu game developer asal Indonesia, dalam bukunya berjudul Panduan Praktis Membuat Game 3D[10], elemen-elemen
game adalahsangat penting, bahkan tanpa
elemen-elemen ini maka nilai dari game kita bisaberkurang. Bahkan untuk skala komersil yang besar. Elemen – elemen game ini mutlakharus ada untuk game skala kecil atau maupun freeware maka elemen ini terkadangtidak semuanya ada di dalam sebuah game.
2.2.3 Rating Game
Entertainment Software Rating Board (ESRB) (www.esrb.org) [11] memberikan peringkat pada sebuah
game yang berdasarkan konten dan kategori yang telah
mereka buat.Tujuannya tidak lain adalah untuk membantu para penikmat atau konsumen dalam menentukan konten permainan yang sesuai dengan usia konsumen itu sendiri
2.3 Android
Android adalah system operasi bergerak (mobile operating system) yang mengadopsi sistem Linux namun telah termodifikasi[12]. Diciptakannya Android sendiri karena pada masa kini kecepatan mobilitas seseorang berdampak pada pesatnya perangkat pendukung serta mobilitas aplikasi yang semakin canggih. Salah satu sistem operasi pada perangkat bergerak yang berkembang saat ini adalah android.
2.4 Sandi Morse
Sandi morse adalah representasi huruf,angka,tanda baca dan sinyal dengan menggunakan titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu. Kode sandi morse juga di gunakan dan di pelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan[3].
3
3. Perancangan
3.1 High Consept Document
3.1.1
Consept
Game ini berlatar belakang di sebuah tempat perkemahan. Dimana di perkemahan tersebut ada 2 anggota pramuka yang bernana Shely dan Boni, mereka berdua adalah satu kelompok dalam pelatihan pengaflan sandi morse. Mereka berdua di minta untuk menerjemahkan sandi morse yang ada di sekitar perkemahannya. Shely dan Boni membagi tugas dalam menerjemahkan sandi morse tersebut, Shely bertugas menerjemahkan sandi morse yang berupa “titik dan garis” sedangkan, Boni menerjemahkan sandi morse dalam bentuk “suara”.
3.1.2 Gameplay
Game Sandi morse ini mempunyai 3 level dan 3 nyawa,dimana pada level 1 pemain diminta untuk menjawab pertanyaan sebanyak 5 soal gambar dengan waktu 30 detik apabila jawaban salah maka pemain akan dikurangi nyawa 1 dan apabila benar maka selanjutnya berlanjut ke pada level 2 Pemain di haruskan menjawab 5 soal suara dengan waktu 30 detik.apabila jawaban salah maka pemain akan dikurangi nyawa 1dan apabila benar maka selanjutnya berlanjut keLevel 3. Dimana pemain akan di berikan soal campuran antara suara dan gambar sebanya 5 soal dengan waktu 30 detik.
3.2 Game Treatment Document
Tabel 1. Game treatment document
Gambar Keterangan
Gambar tampilan awal
[1] Tentang sandi morse
[2] Soal sandi morse
[3] Tampilan pengecekan
jawaban
3.3 World Design Document
Tabel 2. World design document
3.4 Character Design Document
Pada game tebak sandi morse ini terdapat 2 karakter utama yaitu Shely dan Boni.
3.5 Flowboard 3.5.1 Strutur Navigasi
Menu splash
Menu utama
Permainan Pengaturan Keluar Materi
Level 1
Levil 2
Level 3
Sandi Morse On OFF
Gambar 1. Struktur navigasi 3.5.2 Flowchart Start Waktu = 30 Nyawa= 3 Poin= 0 Level 1 Jawaban benar Point 20 Jawaban salah Nyawa = -1 Waktu = 0 GAME OVER Tampilkan sor Main lagi end Level 2 Poin next level = 60 Jawaban benar Jawaban salah
Poin next level = 80 Waktu = 0 Level 3 Point 20 Nyawa -1 Jawaban benar Jawaban salah Waktu = 0 Poin = 100 Point 20 Nyawa -1
4. Implementasi dan Pembahasan 4.1 Implementasi
Gambar 3. Skema langkah pembuatan game 4.2 Pembahasan
Pada sub bab ini akan dibahas tentang program game yaitu tampilan game, cara memainkan game sehingga dapat menghasilkan keluaran yang diinginkan serta modul program untuk beberapa proses yang terjadi dalam game ini.
4.2.1 Tampilan Menu Utama
Gambar 4. Tampilan menu utama 4.2.2 Tampilan Permainan
Gambar 5. Tampilan permainan 4.3 Pengujian
Pada Tahap pengujian ini, aplikasi akan diinstal ke beberapa jenis smartphone yang menggunakan sistem Android. Selanjutnya akan dilihat apakah aplikasi dapat berjalan dengan baik atau tidak dari beberapa jenis smartphone yang telah diuji coba.
1) Uji coba device padaSmartphone Samsub Tab 3
7.0 yang memiliki resolusi layar 600 x 1024
pixels, 7 inches. Sistem Operasi Android versi 4.4.2 (KitKat). Berjalan lancar dan semua tombol berfungsi dengan semestinya.
2) Uji coba device padaSmartphone Andromax U2 yang memiliki resolusi layar 540 x 690 pixels, 5 inches. Sistem Operasi Android versi 4.1.2 (Jellybean). Berjalan lancar dan semua tombol berfungsi dengan semestinya.
3) Uji coba /wdevice padaSmartphone ZTE Blade
Q1 yang memiliki resolusi layar 480 x 5 pixels,
4,5 inches. Sistem Operasi Android versi 4.4.2 (KitKat). Berjalan lancar dan semua tombol berfungsi dengan semestinya.
5. Kesimpulan
Dari rumusan masalah yang telah ditentukan dalampembuatan game tebak sandi morse maka dapat disimpulkan bahwa :
1) Dalam pembuatan game Sandi Morse harus melalui beberapa tahap – tahap pengembangan game seperti : Consept , Design, Material Colecting, Assembly, Testing, Distribution. 2) Perancangan design grafis Sandi Morse
diperlukan penggunaan grafis dengan warna yang beragam, serta suara-suara yang mendampingi kegiatan interaktif .
3) Game ini telah di Implementasikan Kedalam 3 device android yang berbeda dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan perancangan yang peneliti buat.
5
6. Saran
Dari pembuatan Game Interaktif ini ada beberapa saran yang dapat dikembangkan untuk penelitian berikutnya, adapun sarannya sebagai berikut:
1) Grafik pada gameSandi Morse ini kedepannya dapat diperbaiki kembali dengan membuat grafik yang lebih menarik lagi sehingga membuat player menjadi lebih tertarik
2) Penambahan Jumlah Level pada game Sandi Morse.
Daftar Pustaka
[1] Pramirvan Datu Aprillatu. (2015). Developer game Indonesia paling maju di Asia Tenggara.
[online] Tersedia :
https://www.merdeka.com/khas/developer-game- online-indonesia-paling-maju-di-asia-tenggara-wawancara-andi-suryanto.html
[2] Henri Samuel. 2010. Cerdas Dengan Game. Gramedia Pustaka Utama (GPUI).
[3] Djauhari, M, Fachrudin, Widayaloka Anang, 1995,
Pembinaan Latihan Penggalang. CV.Sahabat.
Klaten.
[4] Daruta, Dekris. 2013. Perancanaan Dan
Pembuatan Aplikasi Gmae Tebak nada Pada Os Android. publication. FT Telekomunikasi ITS.
[5] Noviariansyah. 2013. Pembangunan Aplikasi
Mobile Game Tebak Kata Bebasis Lokasi.
publication F TI Atmajaya University.
[6] Perdana, Andhi. 2013.Pembangunan Aplikasi Game
Cerdas Cermat Berbasis Android. publication.F TI
Atmajaya University.
[7] Adams, Ernest. 2010. Fundamentals Of Game
Design, Second Edition.Barkeley, CA : New
Riders.
[8] Arief S. Sadiman. (2010). Media pendidikan:
pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya.
Jakarta: Rajawali Pers.
[9] Novak, Jeannie. 2012.Game Development Essentials ThirdEdition.Canada: Delmar, Cengage
Learning. 21 januari 2015
[10] Henry, ,Samuel. 2005.Panduan Praktis Membuat
Game 3D. Jakarta :Graha Ilmu.
[11] ESRB. 2010. Rating game guide, [online] Tersedia : http://www.esrb.org/ratings/ratings_guide.aspx [10 juni 2015].
[12] Supriyanto, Dodit, Ririn Agustina. 2012.
Pemrograman Aplikasi Android.Yogyakarta:
MediaKom.
Biodata Penulis
Andhika Pahlevi, memperoleh gelar Sarjana Komputer
(S.Kom), Jurusan Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2017.
Bayu Setiaji, memperoleh gelar Sarjana Komputer
(S.Kom), Jurusan Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2006. Memperoleh gelar Magister Komputer (M.Kom) Jurusan Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2012. Saat ini menjadi Dosen di STMIK AMIKOM Yogyakarta.