• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekonomi Dunia yang Melambat kecuali Amerika Serikat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ekonomi Dunia yang Melambat kecuali Amerika Serikat"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Ekonomi Dunia yang Melambat kecuali Amerika Serikat

Amerika Serikat Indikator perekonomian menunjukkan perbaikan di tengah perlambatan global; sebagian besar peserta FOMC memperkirakan peningkatan Fed

Funds Rate di akhir

2015 Eropa Secara fundamental perekonomian Eropa menunjukkan tanda perbaikan, namun tertekan oleh permasalahan utang Yunani Tiongkok Ekonomi mencatat pertumbuhan terendah, paket stimulus terus digulirkan Jepang Perekonomian masih menghadapi inflasi yang rendah

Perekonomian Global

Perekonomian global diproyeksikan tumbuh melambat (OECD dan Bank

Dunia

)

Komoditas

Harga komoditas masih melanjutkan penurunan

(3)

Pertumbuhan Yang Melambat Q1 4,71%, Q2 4,67%

Pertumbuhan Ekonomi Transaksi Berjalan Utang Luar Negeri

(4)

Pertumbuhan Kredit Melambat,Ancaman Besar NPL

CAR dan Rasio Modal Inti

Kredit & DPK Perbankan

Rentabilitas dan Efisiensi Perbankan

(5)

Pertumbuhan Kredit Melambat,Ancaman Besar NPL

Non-Performing Loan

(6)

Downs risk CAD meningkat seiring permintaan domestik yg lebih rendah menurunkan impor.

Risiko inflasi berpotensi meningkat terkait nilai tukar, harga minyak, dan El-Nino.

Risiko penurunan capital inflow terkait RAR negatif dan pelemahan nilai tukar

Normalisasi Fed & US Broad appreciation

Capital

Inflow

QE Eropa & Jepang Upside Risks Downside risks RAR (-)

Upside Risks Downside risks

Grexit

Kepemilikan NR

PDB

Upside Risks Downside risks

Downside risks PDB PDB US Ekspor Risiko Tiongkok Harga Komoditas

Kompleksitas masalah meningkat

Tanta

n

gan Pereko

n

omian Dom

e

stik

Belanja modal Target Pajak Ekspor Kredit El Nino Upside Risks TTL & LPG BBM Nilai Tukar El Nino

(7)

Pertu

m

buhan eko

n

omi ma

s

ih termo

d

erasi…

7

Sejalan dengan perlambatan pertumbuhan global, pertumbuhan ekonomi domestik

pada Q2-2015 masih

melanjutkan

moderasi. Hal ini turut berdampak pada perlambatan

kredit yang disalurkan oleh sektor perbankan.

Perlambatan ekonomi global dan volume

perdagangan dunia turut berdampak

pada moderasi pertumbuhan domestik…

Kredit perbankan juga melambat, namun laju

perlambatan selama semester 1-2015 terpantau

melandai dibandingkan pada tahun 2014…

Sumber: BPS

(8)

2,70% Pertumbuhan Kredit Porsi Kredit NPL Pertanian 1,88%; 5,89% 2,06%; -1 bps Pertambangan -1,38%; 3,61% 3,82%; 44 bps Industri Pengolahan -0,03%; 18,34% 2,26%; 24 bps Konstruksi 1,44%; 4,32% 5,54%; 11 bps Perdagangan Besar -1,54%; 19,51% 3,97%; 25 bps Rumah Tangga 0,51%; 22,68% 1,83%; 8 bps

Banking Condition Indicator

Seiring penurunan kinerja keuangan perbankan, BCI turun 13 bps menjadi 0,67 dan masih bertahan di zona kuning,

Kondisi likuiditas perbankan relatif cukup terjaga, meski mengalami penurunan dengan rasio AL/NCD dan AL/DPK di atas threshold.

19 AGUSTUS – 26 AGUSTUS 2015

Perkembangan Likuiditas Perbankan Kondisi perbankan masih dalam kondisi

normal meskipun terdapat tendensi pemburukan kinerja (ROA) seiring meningkatnya risiko kredit (NPL) perbankan.

Kin

e

rja Indu

s

tri Perb

a

nkan Ju

l

i 2015

ROA 2,29% 2,27% -2 bps 2,56% NPL Gross 14 bps 5,32% NIM 5,32% - bps BOPO 81,39% 81,40% -1 bps Pertumbuhan Kredit Rp3.833T 0,15% (mtm) 4,34% (ytd) 10,04% (yoy) Rp3.828T 1,89% (mtm) 4,18% (ytd) 10,38% (yoy) Pertumbuhan DPK Rp4.328T 0,21% (mtm) 5,21% (ytd) 14,31% (yoy) Rp4.319T 2,07% (mtm) 4,99% (ytd) 12,65% (yoy) CAR 20,28% 20,78% -31 bps

No Indikator PMK Mei-15 Jun-15 Jul-15

1 Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD)78.15% 74,14% 80,94% 2 Posisi Devisa Neto (PDN) 2.26% 2,40% 2,44% 3 Capital Adequacy Ratio CAR) 20.51% 20,28% 20,78% 4 Return on Asset (ROA) 2.45% 2,29% 2,27% 5 Non-Performing Loan (NPL) Net 1.25% 1,22% 1,29% 6 Loan-to-Deposit Ratio (LDR) 88.72% 88,46% 88,03%

(9)

IMP

A

C

T

IDENTIFIKASI

“Known-Known”

“Unknown-Unknown”

“Known-Unknown”

• Normalisasi Kebijakan Fed

• Pelemahan ekonomi China

• Krisis Yunani

• Harga minyak turun dan

tetap rendah

• Harga komoditas yang turun

• Kerentanan pasar

keuangan global,

khususnya China

• Masalah Geopolitik

Tantangan Perekonomian Global :

“Permasalahan kedepan makin kompleks”

(10)

SUMATERA

JAKARTA JAWA KALIMANTAN SULAMPUA BALI NUSRA

gPDRB negatif

Perkembangan Ekonomi Daerah :

“Pertumbuhan ekonomi daerah terkendala,

terlebih pada sebagian daerah berbasis komoditas”P

PERTUMBUHAN DAERAH JUGA MELEMAH…DALAM LAMPU

KUNING

DAN

MERAH

(11)

INDIKATOR EKONOMI

1998

2008

2015

Pertumbuhan Ekonomi (yoy) -13,10% 4,12% 4,67%

Inflasi 82,40% 12,14% 7,26%

Cadangan Devisa (USD miliar) 17,40 50,2 107,6

Nilai Tukar Rupiah 16.650 12.650 14.200

Depresiasi Rupiah (posisi terendah) 19,7% 34,86% 14,5%

IHSG 256 1.111 4.237

NPL (Non-Performing Loan Gross) 30% 3,8% 2,6%

Suku Bunga Acuan BI 60% 9,50% 7,50%

Rasio Utang Pemerintah terhadap PDB 100% 27,40% 24,7%

Total Utang Luar Negeri (Pemerintah dan

Swasta,USD miliar) 150,8 155,08 304,3

Rasio Utang LN terhadap Cadangan Devisa 8,6x 3,1x 2,8x

DARI

KRISIS

KE

KRISIS

; APAKAH SUDAH

KRISIS

ATAU MENUJU

KRISIS

(12)

“Secara aktual mayoritas

pelaku usaha di Indonesia

adalah Usaha Mikro”

Data Kementerian KUKM dan BPS 2014

Usaha Mikro 98,77 % Usaha Kecil 1,13% Usaha Meneng ah 0,09% Usaha Besar 0,01%

Usaha Mikro (Asset: < Rp 50 Juta/Omset: ≤Rp. 300 Juta Per Th), Usaha Kecil (Asset: Rp 50 Juta - 1 Milyar/Omset: Rp 300 Juta - 2,5 Milyar),

Usaha Menengah (Asset: >Rp 1 Milyar - 3 Milyar/Omset: >Rp 2,5 Milyar - 50 Milyar), dan Usaha Besar (Asset: >Rp. 3 Milyar/Omset: >Rp. 50 milyar)

UU No. 20/2008 tentang UMKM

2013

(13)

KESENJ

A

NGAN KONT

R

IBUSI PEL

A

KU U

M

K DAN U

M

B

UMiK

99,9%

UMB 0,1% KESENJANGAN KONTRIBUSI PELAKU UMK & UMB

94,22%

45,49%

27,52%

TENAGA KERJA PDB INVESTASI PAJAK

72,48%

54,51%

5,78%

4,00%

EKSPOR

95,97%

(14)

Lu

a

s Kr

e

dit UM

K

MK

Pelaku Ekonomi Indonesia

Masih kurang optimalnya penyaluran kredit UMKMK dapat dilihat dari rasio

penyaluran kredit UMKMK terhadap total kredit hanya

19,5%

. Posisi Total

Outstanding Kredit

Per Februari 2015: Rp. 3.789 T, Outstanding Kredit UMKMK : Rp. 720,8 T.

UMKMK : 58 Juta Unit

1

2

3

Kredit UMKMK

(15)

La

t

ar Bela

k

ang Per

l

unya Penja

m

inan Kre

d

it

UMKMK : Feasible but not Bankable

Akses kepada sumber

pembiayaan menjadi salah

satu penghambat

perkembangan UMKMK.

Keterbatasan Aspek Legal

Formal

Kesulitan memenuhi

Ketentuan teknis perbankan

Mensyaratkan Agunan Fisik

3

1

MEMBUTUHKAN

PENJAMINAN

KREDIT

2

4

Sumber: Jamkrindo

(16)

Badan Kredit Desa/BKD = 5,279 Bank

Bank Perkreditan Rakyat (BPR/BPRS) = BPR 1,636, BPRS 163

Koperasi (

KSP

) = 36,485

LDKP (Lembaga Dana dan Kredit Pedesaan) e.g.: LPD in Bali = 1,351 unit

• Organisasi Non Pemerintah (NGO) • Self Help Group

• BMT (LKM dengan prinsip islam) Pegadaian = 4,933 cabang/kantor unit Unit Mikro Bank Komersial:

BRI Unit = 5,019 / DSP = 1,316 / Mandiri = 2,463 / BTPN = 619, bank-bank umum, bumn, swasta, asing campuran

MFIs

Bank

Non Bank

Non

Formal

Formal

Lem

b

aga Keu

a

ngan Mi

k

ro di Indo

n

esia, Persa

i

ngan Ma

k

in Ket

a

t

16

(17)

B

P

R

Kinerja Keuangan, Dana Masih Tumbuh

Keterangan Jumlah BPR

Pertumhuhan aset: 17,09%

Aset naik 518

Aset turun 81

Aset naik di atas rata-rata industri 245

Keterangan Jumlah BPR

Pertumhuhan DPK: 16,77%

DPK naik 515

DPK turun 84

DPK naik di atas rata-rata industri 256

Indikator Pertumbuhan Aset BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

Pertumbuhan aset dari 599 BPR

Indikator Pertumbuhan DPK BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

(18)

B

P

R

Kinerja Keuangan, Kredit Tumbuh Seimbang

Keterangan Jumlah BPR

Pertumhuhan Kredit: 16,38%

Kredit naik 504

Kredit turun 95

Kredit naik di atas rata-rata industri 241

Keterangan Jumlah BPR

Pertumhuhan Modal: 16,98%

Modal naik 517

Modal turun 82

Modal naik di atas rata-rata industri 250

Indikator Pertumbuhan Kredit BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

Pertumbuhan Kredit dari 599 BPR.

Indikator Pertumbuhan Modal *) BPR Kovensional Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

*): tier I;

(19)

B

P

R

Kinerja Keuangan, Banyak yang Labanya Naik

Keterangan

Jumlah BPR

Pertumhuhan Laba Tahun Berjalan: 0,43%

Laba naik 353

Laba turun 246

Laba naik di atas rata-rata industri 348

Keterangan

Jumlah BPR

CAR Rata-rata: 28,02%

CAR Sama atau di Atas Rata-rata 122

CAR di Bawah Rata-rata 477

CAR 8% ke Atas 597

CAR di Bawah 8% 2

Indikator Pertumbuhan Laba Tahun Berjalan BPR Kovensional Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

Pertumbuhan Laba Tahun Berjalan dari 599 BPR

Indikator CAR BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

(20)

B

P

R

Kinerja Keuangan, NPL Menjadi Perhatian

Keterangan Jumlah BPR NPL Rata-rata : 4,76% NPL 5% ke Atas 164 NPL di Bawah 5% 435 NPL 5% s.d. 10% 118 NPL di Atas 10% 46 Keterangan Jumlah BPR ROA Rata-rata : 2,99%

ROA di Atas Rata-rata 405

ROA di Bawah Rata-rata 194

ROA 1,5% ke Atas 524

ROA di Bawah 1,5% 74

ROA Minus (-) 29

Indikator NPL BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

Posisi NPL Rata-rata dari 1.643 BPR (nasional).

Indikator ROA BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

(21)

B

P

R

Kinerja Keuangan, LDR nya Mulai Mentok

Keterangan Jumlah BPR

ROE Rata-rata : 27,95%

ROE di Atas Rata-rata 347

ROE di Bawah Rata-rata 252

ROE 8,0% ke Atas 540 ROE di Bawah 8,0% 59 ROE Minus (-) 30 Keterangan Jumlah BPR LDR Rata-rata : 79,45% LDR 78% s.d. 92% 336 LDR di Bawah 78% 198 LDR >92% s.d. <100% 61 LDR 100% ke Atas 4

Indikator ROE BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

Posisi ROE Rata-rata dari 1,643 BPR (nasional).

Indikator LDR BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

(22)

B

P

R

Masih Banyak yang Belum Efisien

Keterangan

Jumlah BPR

BOPO Rata-rata : 80,30% BOPO di Bawah 92% 527 BOPO >92% s.d. <100% 40 BOPO 100% ke Atas 32

Keterangan

Jumlah BPR

NIM Rata-rata: 10,10%

NIM di Atas Rata-rata 383

NIM di Bawah Rata-rata 216

Indikator BOPO BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

Posisi BOPO Rata-rata dari 1.643 BPR (nasional).

Indikator NIM BPR Kovensional

Beraset Rp25 Miliar ke Atas per Desember 2014-2015

(23)

10

16

230

1379

BPR DIDOMINASI BERMODAL KECIL

SUMBER: OJK DIOLAH BIRO RISET INFOBANK

Ukuran BPR yang Kecil Membuat Tidak Efisien dalam Operasional dan

Terbatasnya Ruang Gerak (Skala Ekonomi)

(24)

UM

K

M

Kembali ke Khitah

Bank dengan wilayah operasional terbatas dengan kekuatan

modal

Memfokuskan pada penyediaan jasa perbankan kepada

UMKM baik secara formal/informal dan masyarakat

setempat (community bank) – kembali ke khittah

Melakukan pendekatan personal dalam melayani kebutuhan

nasabahnya

Proses yang relatif cepat dan prosedur yang sederhana

Kelayakan usaha merupakan pertimbangan utama dalam

pemberian kredit dengan teknologi informasi yang memadai.

(25)

Tsu n ami

89

11

15

26

65

75

79

80

9

98

Pow er O u tag e M ark et Cr ash H u man P an d em ic Win d St ro m Eart h q u ak e Flo o d Oil Pr ic e Sh o ck C yb er A tt ac k So u ver eign d ef au lt Terr o rism D rou gh t V olc an o Pla n t ep id em ic So lar St ro m Fr ee ze H ea tw av e N u clea r acc id en t

G

D

P at ri

s

k in ci

t

ies in $US bil

l

ions by ri

s

k

Figures rounded to nearest billions from the Lioyds City Risk index

2015-2025

(26)

Referensi

Dokumen terkait

Penentuan subjek dalam penelitian ini berdasarkan pada Purposive Sampel yaitu pemilihan subjek penelitian dimaksudkan pada maksud tertentu dan pemilihan informasi

Dampak positif yang dihasilkan dari kebijakan pemerintah dalam menetapkan Singaparna sebagai ibukota kabupaten Tasikmalaya terhadap ekonomi politik masyarakat Singaparna

Penggemukan sapi potong menjadi target dari Dinas Peternakan Kabupaten Kupang untuk diintrodusir kepada para peternak di NTT karena sapi-sapi yang akan dijual keluar

gudang, termasuk didalamnya mencakup tentang cara penerimaan bahan, penyimpanan dan distribusi bahan/produk. 2) Gudang harus cukup luas, terang dan dapat menyimpan

Pada masing-masing bentuk dari verba memukul dalam bahasa Bali memiliki perbedaan yang dapat dilihat dari tata cara memukul yang berkaitan dengan alat yang

Pemisahan aglikon-aglikon flavonoid dari ekstrak etilasetat dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan proses elusi gradien, yaitu ekstrak di dalam kolom