• Tidak ada hasil yang ditemukan

37-78-1-PB.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "37-78-1-PB.pdf"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

FORMULASI MASKER

FORMULASI MASKER Peel Off 

 Peel Off  DENGAN

DENGAN BEBERAPA

BEBERAPA

KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL BUAH NAGA SUPER MERAH

KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL BUAH NAGA SUPER MERAH

(( Hylocereus costaricensis

 Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber) Britton & Rose)

(F.A.C Weber) Britton & Rose)

Wida Ningsih, Firmansyah, Hasnatul Fitri Wida Ningsih, Firmansyah, Hasnatul Fitri

Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis Padang Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis Padang

ABSTRAK ABSTRAK

Telah dilakukan peelitian pembuatan masker peel off mask yang mengandung an untuk Telah dilakukan peelitian pembuatan masker peel off mask yang mengandung an untuk merumuskan peel off mask yang mengandung ekstrak etanol buah naga merah (

merumuskan peel off mask yang mengandung ekstrak etanol buah naga merah ( Hylocereus Hylocereus costaricensis

costaricensis (F.A.C Weber) Britton & naik) dengan konsentrasi yang bervariasi: 8%, 10%, dan 12% (F.A.C Weber) Britton & naik) dengan konsentrasi yang bervariasi: 8%, 10%, dan 12%  b/b. Beberapa evaluasi yang dilakukan untuk s

 b/b. Beberapa evaluasi yang dilakukan untuk s etiap rumus, yaitu: organoleptik, hoetiap rumus, yaitu: organoleptik, ho mogenitas, stabilitasmogenitas, stabilitas  pada

 pada 5500C suhu dan suhu kamar, pH, kemampuan untuk menyebar, tes tes iritasi, kemampuan untukC suhu dan suhu kamar, pH, kemampuan untuk menyebar, tes tes iritasi, kemampuan untuk mengering, kemampuan untuk meregang, dan uji kepuasan panelis terhadap masker. Dari evaluasi, mengering, kemampuan untuk meregang, dan uji kepuasan panelis terhadap masker. Dari evaluasi, ditemukan bahwa sem

ditemukan bahwa semua formula memenuhi persyaratanua formula memenuhi persyaratan. . Hasil analisis statistik mHasil analisis statistik menggunakan metodeenggunakan metode Kruskal wallis menunjukkan bahwa Formula 3 (F3) paling disukai panelis dinilai dari segi warna, Kruskal wallis menunjukkan bahwa Formula 3 (F3) paling disukai panelis dinilai dari segi warna,  baud an kelembutan.

 baud an kelembutan. Kata Kunci :

Kata Kunci : Hylocereus costaricenc Hylocereus costaricencisis (F.A.C Weber) Britton & rose, Buah Naga Merah, Masker (F.A.C Weber) Britton & rose, Buah Naga Merah, Masker PeelPeel Off 

Off 

ABSTRACT ABSTRACT A research had been conducted to formulate a

A research had been conducted to formulate a peel off  peel off  mask containing ethanolic extract of red mask containing ethanolic extract of red dragon fruits (

dragon fruits ( Hylocereus costaricencis Hylocereus costaricencis  (F.A.C Weber) Britton   (F.A.C Weber) Britton & rose) in varied & rose) in varied concentration: 8%,concentration: 8%, 10%, and 12% w/w. Some evaluations were done to each formula, which were: organoleptic, 10%, and 12% w/w. Some evaluations were done to each formula, which were: organoleptic, homogenetic, stability at temperature 5

homogenetic, stability at temperature 500C and room temperature, pH, ability to spread, test irritationC and room temperature, pH, ability to spread, test irritation test, ability to dry, ability to stretch, and test of panelist satisfaction to the mask. From the evaluationts, test, ability to dry, ability to stretch, and test of panelist satisfaction to the mask. From the evaluationts, it was found that all of the formulas met the requirements required for a

it was found that all of the formulas met the requirements required for a  peel  peel offoff mask preparation.mask preparation. Result of statistical

Result of statistical analysis using cruscal wanalysis using cruscal wallis method to allis method to panelist showed that formulpanelist showed that formula 3 (F3) wasa 3 (F3) was the most satisfying preparation assessed in terms of colour, odor, and mildness.

the most satisfying preparation assessed in terms of colour, odor, and mildness.  Keywords :

 Keywords :  Hylocereus costaricencis Hylocereus costaricencis (F.A.C Weber) Britton & rose, Red Dragon Fruit, Masker (F.A.C Weber) Britton & rose, Red Dragon Fruit, Masker PeelPeel Off 

Off 

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Kondisi lingkungan yang tidak sehat Kondisi lingkungan yang tidak sehat akibat polusi udara seperti asap rokok, akibat polusi udara seperti asap rokok,  pembakaran

 pembakaran yang tidak yang tidak sempurna sempurna daridari kendaraan bermotor, bahan pencemar, dan kendaraan bermotor, bahan pencemar, dan radiasi matahari menyebabkan timbulnya radiasi matahari menyebabkan timbulnya radikal bebas. Radikal bebas bisa radikal bebas. Radikal bebas bisa menyebabkan berbagai macam penyakit menyebabkan berbagai macam penyakit seperti jantung koroner, penyakit kanker, seperti jantung koroner, penyakit kanker,  penyakit

 penyakit katarak, katarak, dan dan penuaan penuaan dinidini

sebenarnya sudah ada enzim yang dapat sebenarnya sudah ada enzim yang dapat menangkal radikal bebas, akan tetapi jika menangkal radikal bebas, akan tetapi jika radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak, radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak, enzim tersebut tidak mampu lagi bekerja enzim tersebut tidak mampu lagi bekerja maksimal. Akibatnya terjadi kerusakan sel - sel maksimal. Akibatnya terjadi kerusakan sel - sel tubuh. Pada kulit efeknya adalah penurunan tubuh. Pada kulit efeknya adalah penurunan elastisitas kulit secara perlahan, sehingga kulit elastisitas kulit secara perlahan, sehingga kulit menjadi keriput dan timbul bintik- bintik menjadi keriput dan timbul bintik- bintik kecoklatan (

kecoklatan (hiperpigmentasihiperpigmentasi) ) (Muhtaram,(Muhtaram, 2013).

2013).

Salah satu cara untuk mencegah Salah satu cara untuk mencegah

(2)

meningkatkan konsumsi buah-buahan atau sayur-sayuran yang mengandung antioksidan ( vitamin C, vitamin E, flavonoid dan polifenol ). Buah naga super merah merupakan salah satu buah yang paling populer dikalangan masyarakat. Sejak dibudidayakan diwilayah indonesia buah naga hanya dimanfaaatkan untuk konsumsi segar, selain rasanya manis  buah naga juga memiliki kandungan gizi  bermanfaat serta berkhasiat seperti vitamin, mineral dan kandungan serat yang cukup tinggi. Buah naga diketahui mengandung sejumlah antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, antosianin dan lycopen (Winarsih, 2007; Le bellec et al, 2006). Antosianin merupakan senyawa flavonoid yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan (Santoso, 2006). Vitamin C merangsang pembentukan kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga dan memelihara elastisitas kulit (Apriadji, 2007 ; Thielle, 2000). Selain itu vitamin C juga  berfungsi untuk menghambat oksidasi dihidroksifenil alanin ( DOPA)  menjadi melanin, sehingga mencegah terjadinya hiperpigmentasi pada kulit (Retno, 2007).

Masker adalah salah satu kosmetik  perawatan kulit wajah. Namun, proses  pemakaian masker pada umumnya cukup rumit, padahal gaya hidup masyarakat  perkotaan dipenuhi dengan kesibukan. Sehingga dibutuhkan produk masker yang  praktis dalam pemakaiannya, salah satunya adalah dengan memakai masker  peel off. Masker peel off  merupakan sediaan kosmetik  perawatan kulit wajah yang berbentuk gel dan setelah diaplikasikan ke kulit wajah dalam waktu tertentu hingga mengering, sediaan ini akan membentuk lapisan film transparan yang elastis, sehingga dapat dikelupaskan (Morris, 1993).

Berdasarkan uraian di atas, maka pada  penelitian ini mencoba untuk memformulasi masker  peel off   dari ekstrak etanol buah naga super merah ( Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber ) Britton & Rose) dan mengevaluasi sifat - sifat fisika masker  peel off   serta uji kesukaan panelis.

ALAT DAN BAHAN Alat

Alat-alat yang digunakan pada  penelitian ini adalah : Timbangan analitik, kertas perkamen, kertas pH, gelas ukur 100 ml, erlemeyer, batang pengaduk, pipet tetes,

lumpang dan stamfer, cawan penguap, pot salep, sudip, tube, kaca objek, kaca arloji, pH meter, kertas grafik, plastik transparan, beker glass, plat kaca, desikator, botol maserasi, kain flanel, tabung reaksi, furnase, krus porselen, corong, oven, rotary evaporator.

Bahan

Bahan-bahan yang digunakan pada  penelitian ini adalah : Buah naga super merah, alkohol 96%, asam sitrat 3%, polivinil alkohol (PVA), carbomer 940, propilenglikol, alkohol 70%, hidroksi propil metil selulosa (HPMC), nipagin, trietanolamin (TEA), oleum rosae, aqua dest, kloform, etil asetat, FeCl3, HCl (p),

serbuk Mg, norit, asam sulfat (H2SO4) (P),

amoniak 0,05 N, H2SO4  2N, reagen mayer,

dapar asetat pH 4, dapar fosfat pH 7, masker  peel off   pembanding

Panelis

Panelis sebanyak 30 orang perempuan  berumur 18-24 tahun. Sukarealawan dimintai kesediaannya untuk menggunakan masker dan mengisi blanko kesediaan sebagai panelis

METODOLOGI PENELITIAN Pembuatan Masker Peel Off 

Polivinil alkohol ditambah aqua dest empat kalinya lalu dipanaskan dalam gelas  piala, diaduk sampai warnanya bening dan homogen. Carbomer 940 ditaburkan dalam aq dest biarkan 24 jam agar carbomer 940 mengembang dengan baik, kemudian ditambahkan TEA 5 tetes hingga pH 5-6. HPMC dikembangkan dengan aqua dest, dibiarkan selama 30 menit. Campurkan ketiga masa dalam lumping, gerus homogen. Tambahkan propilenglikol dan nipagin yang telah dilarutkan dalam alkohol 70 %, gerus sampai terbentuk massa yang homogen. Ekstrak buah naga dilarutkan dengan sisa aqua dest, digerus kemudian tambahkan basis sedikit demi sedikit gerus. Tambahkan 5 tetes oleum.rosae gerus hingga homogen.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

(3)

1. Sampel yang digunakan berupa sampel segar sebanyak 1,200 kg didapatkan ekstrak kental 107,39 gram dengan rendemen 8,93%.

2. Organoleptis

Cairan kental, violet tua, bau khas, rasa asam.

3. Kelarutan Mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol 96 %, tidak  bercampur dengan kloroform dan etil

asetat

4. Larutan 10 % ekstrak etanol buah naga super merah mempunyai pH = 3,11

5. Kandungan air = 11,92%. 6. Kadar abu = 2,24%. 7. Uji metabolit sekunder

Ekstrak etanol buah naga mengandung  beberapa senyawa metabolit sekunder

yaitu flavonoid dan fenolik.

Hasil Evaluasi Masker Peel Off

1. Pemeriksaan organoleptis masker  peel off  dari ekstrak buah naga yang secara visual selama 6 minggu didapatkan hasil F0, (bentuk setengah padat, tidak  berwarna, bau khas mawar); F1, (bentuk setengah padat, warna merah, bau khas mawar); F2, (bentuk setengah padat, warna merah, bau khas mawar); F3, (bentuk setengah padat, warna merah, bau khas mawar); P, (bentuk setengah padat, warna merah muda, bau khas cheri). 2. Pemeriksaaan homogenitas masker  peel

off  dari ekstrak etanol buah naga menunjukkan masker yang homogen. 3. Pemeriksaan pH masker  peel off   dari

ekstrak etanol buah naga yang dilakukan selama 6 minggu, menunjukkan hasil yang berubah setiap minggunya dimana kisaran pH pada F0= 4,65 - 4,90, F1 =3,73 -3,83, F2 = 3,60 – 3,87, pada F3 = 3,51 – 3,85, pada P = 5,04 – 5,14 .

4. Pemeriksaan uji daya menyebar masker  peeel off   dari ekstrak etanol bah naga dengan beban 1g, 2g, 5g, d uji daya menyebar F0= (1g= 3,62cm2; 2g = 5,10cm2; 5g = 5,30cm2) F1 (1g = 4,71cm²; 2g = 5,10 cm²; 5g = 5,93 cm²) F2 (1g = 3,46 cm²; 2g = 5,10 cm²; 5g = 6,15 cm²) F3 (1g = 5,51 cm²; 2g = 5,72 cm²;5g = 7,06 cm²) P (1g = 3,62 cm²; 2g = 3,79 cm²;5g = 6,83 cm²).

5. Hasil uji waktu mengering masker peel off  dari ekstrak etanol buah naga super merah

diperoleh waktu yang berkisar antara 24 menit – 30 menit, dimana waktu mengering dari F0 = 00’17’’.24’’’ F1 = 00’.24”.50”’; F2 = 00’.26”.52”’; F3 = 00’.29”.45”’; P = 00’.20”.46”’ .

6. Hasil uji iritasi masker  peel off   dari ekstrak etanol buah naga selama 1 hari menunjukkan, 30 orang tidak mengalami reaksi iritasi yang ditandai dengan tidak munculnya kemerahan, gatal-gatal atau  bengkak pada kulit panelis.

7. Hasil pemeriksaan stabilitas terhadap suhu 5°C dan terhadap suhu kamar 27°C menunjukkan bahwa masker  peel off   dari ekstrak etanol buah naga tidak mengalami  pemisahan dan perubahan fisik selama 6

minggu. Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak etanol buah naga ( Hylocereus costaricensis  (F.A.C Weber) Britton & Rose) dalam bentuk sediaan kosmetika yaitu masker  peel off   dengan menggunakan konsentrasi ekstrak yang  berbeda-beda yaitu untuk F1 (8%), F2 (10%) dan F3 (12%). Penggunaan konsentrasi ekstrak ini didasarkan pada orientasi yang telah dilakukan, dimana awalnya digunakan konsentrasi 6%, 8%, 10% setelah dilakukan cek pH sediaan ternyata kosentrasi 6% pH nya 4,16, sementara antosianin buah naga stabil  pada pH dibawah 3 dan warnanya akan  berubah apabila pH di atas 4 – 5 (Markakis P, 1982) dan jumlah vitamin C dalam buah naga yaitu 8- 9 mg / 100 gram (Winarsih, 2007). Maka konsentrasi yang digunakan pada formulasi ini yaitu 8%, 10% dan 12%.

Buah naga mengandung sejumlah antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, antosianin, lycopen (Winarsih, 2007, Le bellec et al, 2006). Dimana antosianin merupakan golongan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan (Santoso, 2006). Sedangkan, vitamin C dapat merangsang pembentukan kolagen dan elastin yang dapat mencerahkan kulit wajah, kombinasi antara vitamin C dan vitamin E dapat mengaktifkan kembali vitamin C yang telah teroksidasi (Apriadji, 2007; Thielle, 2000). Lycopen merupakan kelompok karotenoid sebagai senyawa yang memiliki daya antioksidan tinggi, senyawa ini mampu melawan radikal bebas akibat polusi dan radiasi UV (Di Mascio et al, 1989).

(4)

Sediaan dipilih dalam bentuk masker  peel off karena dinilai lebih efektif dan efisien  baik dari segi pemakaian maupun efeknya. Dimana sediaan dalam bentuk masker  peel off  ini mempunyai konsistensi seperti gel yang mudah digunakan dengan cara dioleskan diwajah dan dibiarkan hingga mengering dan membentuk lapisan film tipis, transparan dan elastis sehingga mudah untuk dilepaskan tanpa  proses pencucian seperti masker bentuk lain  pada umumnya. Dari segi efek sediaan selain dapat memberikan efek yang sesuai dengan zat aktif yang terkandung didalamnya, masker  peel off  juga sangat efektif dalam mengangkat sel kulit mati, komedo, minyak berlebih, dan  penyumbatan pada pori-pori (Moris, 1993).

Masker  peel off yang telah dibuat yaitu sebanyak empat formula dengan menggunakan komponen basis PVA+Carbomer 940+ HPMC dimana  penggunaan basis ini berdasarkan hasil orientasi, basis yang polimernya dikombinasi menghasilkan sediaan yang ideal. PVA digunakan sebagai pembentuk gel yang akan menghasilkan gel yang dapat membentuk lapisan film yang tipis, transparan dan elastis sehingga mudah untuk dilepaskan. Penambahan HPMC dan carbomer 940 dalam formula bertujuan untuk membentuk gel yang lebih ideal sehingga dapat meningkatkan viskositas dan elastisitas sediaan. Carbomer merupakan basis gel yang pembentukan gelnya tergantung pada pH (Allen ,  2002). Carbomer dikembangkan dalam air bersifat asam. Dalam keadaan asam, gugus karboksil dari polimer carbomer terputus dan terurai sebagian. Sedangkan dalam keadaan basa dengan  penambahan TEA dalam formula ini akan meningkatkan pemutusan gugus karboksil menyebabkan gaya tolak menolak antara gugus karboksil, ikatan hidrogen pada gugus karboksil meregang sehingga terjadi  peningkatan viskositas (Florence and attwood, 1998). Penambahan alkohol dapat menurunkan viskositas dan kejernihan dari carbomer. Dengan penambahan TEA hal tersebut dapat diatasi, dan TEA juga dapat merubah pH gel (Allen  ,2002). Selain itu pada basis juga ditambahkan propilenglikol yang berfungsi sebagai  plastisizer,emolien dan humektan memiliki kemampuan untuk menarik air, sehingga sediaan tetap lembab dan tidak kering, disini propilenglikol juga dapat meningkatkan viskositas sediaan, dimana diharapkan sediaan menjadi cukup kental agar

mudah dioleskan pada kulit wajah. Untuk memperpanjang umur simpan sediaan dalam  basis juga ditambahkan zat pengawet yaitu nipagin. Sebagai pelarut digunakan etanol 70% dan air suling. Etanol akan memberikan rasa dingin ketika masker diaplikasikan pada kulit wajah sehingga dapat menimbulkan rasa nyaman dan dapat mempercepat proses  pengeringan masker. Oleum rosae ditambahkan untuk menutupi aroma dari sediaan. Selain itu oleum rosae juga dipilih sebagai pengaroma sesuai dengan sediaan yang  berwarna merah seperti bunga mawar.

Ekstrak buah naga diperoleh dari  proses maserasi. Metode ini dipilih karena  prosesnya sederhana, cukup efektif untuk menarik zat yang diinginkan, dan tidak ada  proses pemanasan, sehingga kerusakan zat-zat akibat suhu yang tinggi dapat dihindari. Buah naga dengan perendaman selama 1 hari menggunakan pelarut etanol 96%. Alasan  pemilihan etanol 96% sebagai pelarut adalah tidak toksik, dapat mencegah pertumbuhan  bakteri dan jamur, serta karena sampel yang digunakan adalah sampel segar. Maserasi sampel dilakukan di tambahakan asam sitrat 3% karena kestabilan antosianin berada dalam suasana asam. Asam sitrat 3% tidak bersifat korosif mampu menghasilkan nilai kadar total antosianin lebih besar. Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Wirda et al, 2011), bahwa asam sitrat 3% adalah jenis pengasam yang terbaik dalam ekstraksi antosianin kubis merah.

Proses maserasi dilakukan selama 1 hari. Maserat kemudian disaring dulu dengan kain flannel untuk mencegah terbawanya  pengotor-pengotor seperti serat buah, lalu diuapkan dengan alat rotary evaporator hingga didapatkan ekstrak kental daging buah naga super merah ( Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber) Brittton & Rose). Selanjutnya dilakukan pemeriksaan ekstrak etanol buah naga super merah yang meliputi pemeriksaan organoleptis, kelarutan, kandungan air, kadar abu, pH, dan uji fitokimia.

Dari penelitian yang telah dilakukan evaluasi ekstrak etanol buah naga meliputi organoleptis bentuk kental, bau khas, warna violet tua, rasa asam. pH 3,11 ini memenuhi  persyaratan antosianin yang stabil pada pH dibawah 3 dan akan berubah warna jika pH diatas 4-5 (Markakis, 1982) . Kelarutan ekstrak buah naga super merah yaitu mudah larut dalam air dan etanol 96%, tidak larut

(5)

dalam etil asetat dan kloroform. Kadar abu ekstrak etanol buah naga super merah 2,24% memenuhi persyaratan ekstrak kental (< 5%), kandungan air ekstrak etanol buah naga super merah 11,92% memenuhi persyaratan ekstrak kental (<15%). Hasil uji fitokimia yaitu mengandung flavonoid dan fenolik sesuai dengan literatur yang menyatakan kandungan  buah naga super merah terdapat flavonoid dan

fenolik (Cahyono, 2009; Winarno, 1984). Dalam pembuatan sediaan farmasi diperlukan tahapan-tahapan seperti  preformulasi, formulasi dan proses evaluasi. Preformulasi memerlukan pertimbangan karakteristik fisika, kimia dan biologi dari semua bahan obat dan bahan tambahan yang digunakan dalam membuat produk tersebut (Ansel, 1989).

Pemeriksaan terhadap bahan-bahan tambahan juga perlu dilakukan, Pemeriksaan meliputi organoleptis, kelarutan dan bobot  jenis. Hasil pemeriksaan telah memenuhi  persyaratan sesuai dengan Farmakope Indonesia Edisi III, Farmakope Indonesia Edisi IV dan  Handbook Pharmaceutical Excipients Edisi II. Dengan demikian bahan-bahan yang akan digunakan sudah dapat dipakai untuk  pembuatan masker peel off .

Pada evaluasi organoleptis masker  peel off   dari ekstrak etanol buah naga yang dilakukan selama 6 minggu didapatkan hasil F0 (Bentuk kental, tidak berwarna , bau khas mawar); F1 (bentuk setengah padat, warna merah, bau khas mawar); F2 (bentuk setengah  padat, warna merah, bau khas mawar); F3 (setengah padat, warna merah, bau khas mawar); P (setengah padat, warna merah muda, bau khas chery). Perbedaan konsistensi antar formula disebabkan karena konsentrasi ekstrak yang digunakan berbeda dan jenis  pengaroma yang digunakan sama sehingga aromanya sama. Dari hasil evaluasi organoleptis terhadap masker yang meliputi  bentuk, warna dan bau ini menunjukkan bahwa sediaan masker tidak mengalami perubahan selama penyimpanan. Hal ini terjadi karena kesesuaian antara bahan-bahan dan cara  penyimpanan sehingga tidak terjadi interaksi kimia antara bahan yang dapat menyebabkan  perubahan-perubahan pada sediaan dan menghasilkan suatu sediaan yang stabil pada  penyimpanan.

Pemeriksaan homogenitas masker  peel off   dari ekstrak etanol buah naga yang telah dilakukan selama 6 minggu menunjukkan hasil

sediaan yang homogen. Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan sebanyak 0,1 gram pada kaca objek.

Evaluasi pH masker  peel off   dari ekstrak etanol buah naga super merah ( Hylocereus costaricensis  (F.A.C Weber) Britton & Rose) yang diamati selama 6 minggu menunjukkan hasil yang berubah-rubah setiap minggunya. Nilai pH ini berkisar antara; F0 = 4,65- 4,87, F1 = 3,73 – 3,83, pada F2 = 3,60 – 3,87, pada F3 = 3,51 – 3,85, pada P = 5,09 – 5,14. Disini pH sediaan cenderung asam dan menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan range pH normal kulit yang berkisar 4,5-6,5 (Anwar, 2012). Hal ini disebabkan pH  bahan aktif (Ekstrak etanol buah naga super merah) adalah asam (pH= 3,11) sehingga dengan meningkatnya jumlah ekstrak maka pH sediaan lebih rendah.

Pengukuran konsistensi dapat dilakukan dengan cara uji daya menyebar,  prinsipnya ialah menghitung pertambahan luas yang diberikan sediaan setelah diberi beban 1g, 2g, dan 5g. Dari hasil pemeriksaan  pertambahan luas, terlihat bahwa masker  peel off dari ekstrak etanol buah naga super merah ( Hylocereus costaricensis  ( F.A.C Weber) Britton & Rose) F3 yang memiliki  pertambahan luas paling besar dibandingkan dengan F0,F1,F2 dan pembanding. Hal ini disebabkan karena setelah penambahan ekstrak  pada basis F3 menghasilkan sediaan yang konsistensinya agak encer, tapi pada saat  pengolesan tidak meleleh.

Pemeriksaan uji waktu mengering dari masker peel off  ekstrak etanol buah naga super merah ( Hylocereus costaricensis  (F.A.C Weber) Britton & Rose), menunjukkan formula F0 memiliki waktu mengering yang lebih cepat dibandingkan F1, F2, F3 dan Pembanding. Hal ini dapat disebabkan karena F0 tanpa penambahan ekstrak sehingga konsistensi masker yang kental. F1 lebih cepat mengering dibandingkan F2 dan F3 karena konsistensi F1 lebih kental dari F2 dan F3. F3 konsistensinya agak encer, karena konsentrasi ekstrak yang paling tinggi.

Pada pemeriksaan uji iritasi kulit dari sediaan dilakukan dengan uji tempel tertutup terhadap 30 orang panelis. Uji ini dilakukan dengan cara 0,1 gram sediaan dioleskan pada lengan atas bagian dalam dengan diameter 2 cm selama 24 jam. Hasil menunjukkan tidak menyebabkan iritasi dari 30 orang panelis.

(6)

Sehingga bisa disimpulkan bahwa sediaan masih aman untuk digunakan.

Pemeriksaan stabilitas terhadap suhu kamar dan suhu dingin menunjukkan bahwa masker  peel off dari ekstrak etanol buah naga ini stabil selama enam minggu penyimpanan, tidak terjadi pemisahan. Hal ini Menunjukkan  bahwa tidak terjadinya penguraian zat aktif

yang digunakan karena perubahan suhu.

Hasil uji elastisitas masker peel off  dari ekstrak etanol buah naga super merah ( Hylocereus costaricensis  (F.A.C Weber) Britton & Rose) yang dilakukan dengan menggunakan prinsip kerja dari alat Universal Testing Machine. Dimana pada uji ini dilihat kemampuan masker untuk diregangkan ketika ditarik dengan tangan sehingga diperoleh  persen pertambahan panjang. Dari evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa F3 memiliki daya regang yang paling besar, tapi tidak jauh berbeda dengan formula lainnya karena konsentrasi polimer yang digunakan sama untuk semua formula, tapi F3 mempunyai konsistensi yang agak encer sehingga lebih mudah ditarik. Persen daya regang tertinggi akan memberikan kenyamanan pada saat masker dikelupaskan karena lapisan film yang terbentuk tidak mudah terputus pada saat ditarik.

Pada uji kesukaan panelis terhadap empat formula yang dianalisa dengan metoda uji kruskal – wallis. Uji kesukaan dilakukan terhadap 30 orang perempuan yang berusia 18-24 tahun, tertarik terhadap uji organoleptis sensori, mau berpartisipasi, konsisten dalam mengambil keputusan, berbadan sehat dan tidak menggunakan obat antihistamin. Sediaan digunakan pada lengan bagian dalam tidak  pada kulit wajah untuk menghindari  penyimpangan etichal clearence. Berdasarkan ranking yang tertinggi menunjukkan bahwa F3 yang paling banyak disukai oleh panelis dari segi warna yang menarik, bau yang wangi, dan kenyamanan, saat dioleskan dan saat dikelupaskan tidak sakit. Konsistensi sediaan yang ideal untuk masker  peel off   sehingga mudah untuk dioleskan dan dapat melekat dengan baik serta mudah untuk dikelupaskan karena tidak putus ketika ditarik.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa :

Ekstrak etanol buah naga stabil secara fisik pada penyimpanan selama 6 minggu pada suhu kamar dan suhu dingin, dari keempat formula, tidak ada formula yang menyebabkan iritasi terhadap panelis dan formula yang terbaik berdasarkan evaluasi dan paling disukai  panelis adalah formula.

Saran

Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menguji aktifitas antioksidan ekstrak etanol buah naga super merah ( Hylocereus costaricensis  (F.A.C Weber) Britton & Rose) dan dapat memanfaatkan ekstrak etanol buah naga super merah ( Hylocereus costaricensis (F.A.C Weber ) Britton & Rose) dalam bentuk sediaan farmasetik lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Allen, L. V. Jr. 2002. The Art, Science, and Technology of Pharmaceutical Compounding. 2Ed, 301-324. Washington,D.C.: American Pharmaceutical Association.

Apriadji W.H 2007, Makan Enak Untuk hidup Sehat, Bahagia & Awet Muda Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Cahyono, B., 2009,  Buku Terlengkap Sukses

 Bertanam Buah Naga, Pustaka Mina, Jakarta.

Di Mascio, P, Kaiser, S, Sies, H, 1989,  Lycopene as The Efficient Biological Carotenoid Singlet Oxygen Quencher . Archive

Florence, A.T. and Attwood, D., 1998. Phisicochemical Principle of  pharmacy 3rd   Edition, Mac Millan

Press LTD, London, p. 335-336

Kumalaningsih, S. 2006,  Antioksidan Alami Penangkal Radikal Bebas, Trubus Agrisarana : Surabaya

Markakis, P. 1982, Stability of Anthocyanins in Foods dalam Anthocyanins as Food Colors. Academic Press inc. New York

Morris, K, 1993,  Depilatories Mask Scrubs and Bleaching Preparation, Paucher’s Perfumes Cosmetics and Soaps Hieda Butler, Chapman and Hall, London.

(7)

Muhtaram, A, 2013,  Antioksidan dan Radikal  Bebas, www. metris-comunity.com Retno I S, Latifah F, 2007,  Ilmu Pengetahuan

Kosmetik , Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Santoso, U. 2006,  Antioksidan, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Thiele JJ, 2000, Oxidative Target In the Stratum Corneum A NewBasis For oxidative strategis,  J Skin Pharmacol  Appl Skin Physiol  200:14 supp I :

87-91

Winarno, F. G., 1984, Kimia Pangan dan Gizi, PT. Gramedia, Jakarta.

Winarsih, S.2007,  Mengenal dan  Membudidayakan Buah Naga. CV

Referensi

Dokumen terkait

nakashimae short reads were not efficiently mapped onto our reference genome, we performed de novo assembly of the short read sequences using ABySS software 26 and implemented

Shooting menggunakan punggung kaki yang meliputi besar sudut segmen tubuh menggunakan punggung kaki di sekolah sepakbola putra arema U-15 Malang, Adapun analisis sudut

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan pada siklus I (satu), dapat disimpulkan bahwa kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola pada siswa kelas

Tidak semua jenis sloof dapat diaplikasikan ke dalam semua jenis bangunan, maka pemilihan sloof yang tepat, perlu dipikirkan secara matang, karena memiliki

Kecepatan denyut jantung waktu istirahat harus menurun supaya menjadi bugar (Powell, 2000). Pada lansia terjadi perubahan sistem respirasi yaitu otot pernafasan

mencerminkan dilatasi atau hipertropi bilik, perubahan pembuluh darah mencerminkan peningkatan tekanan pulmonal, bulging pada perbatasan jantung kiri dapat menunjukkan

Maka dalam rangka menciptakan Good Governance, Unit Pelaksana Teknis VI Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan sebagai pelaksana teknis dari Dinas Pendapatan

Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu publikasi laporan keuangan perusahaan publik di Indonesia.Faktor yang diteliti dalam