Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
1
TOP GAINERS
Code
Last
Change
%
BEKS 87 22 33.85 ERTX 950 165 21.02 TAXI 965 125 14.88 PLIN 2,650 340 14.72 INPP 200 18 9.89
TOP LOSERS
Code
Last
Change
%
BBRM 136 -19 -12.26 APII 350 -45 -11.39 BNBA 160 -18 -10.11 VICO 113 -12 -9.60 TRST 308 -29 -8.61
TOP VALUE
Code
Value
Lot
BBRI 241,731,745,000 185,812 BBCA 215,695,052,500 142,465 BMRI 196,064,185,000 160,761 ASII 190,110,605,000 232,080 MIKA 160,165,660,000 68,087
GLOBAL INDICES
Dow Jones 17,763.24 65.06 0.37% NASDAQ 4,886.94 6.71 0.14% S&P 2,066.96 7.27 0.35% Australia 5,869.70 36.8 0.63% Korea 2,045.42 16.35 0.81% Nikkei 225 19,435.08 122.29 0.63% IHSGIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Senin (6/4) tercatat penguatan sebesar 0.43 persen ke posisi 5,480.03. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup menguat 0.48 persen ke level 953.82. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 5,465.95 dan level tertinggi 5,489.64.
Minyak Mentah & Emas
Harga minyak dunia terpantau bergerak melemah. Dimana kontrak minyak mentah jenis WTI berada pada level US$ 52 per barel dan Brent di US$ 57 per barel. Sedangkan Emas COMEX berada pada level US$ 1215.40/ t. Oz.
Prediksi
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam penguatan lanjutan ditengah sentiment positif penguatan bursa global, lonjakan harga minyak dunia serta mulai terapresiasinya laju rupiah dan berbaliknya investor asing kembali melakukan nett buy. Positifnya laju bursa saham AS yang berimbas pada laju bursa saham Asia dan diikuti oleh maraknya emiten yang merilis kinerjanya yang sebagian besar sesuai estimasi sedikit banyak berpengaruh positif pada laju IHSG
IHSG sempat melemah imbas adanya koreksi tajam pada bursa global jelang penantian data ekonomi untuk kuartal I tahun 2015 serta potensi menutup gap penguatan pada perdagangan sebelumnya. Investor juga masih dalam posisi wait and see menanti perkembangan laporan kinerja emiten untuk awal tahun serta rilis beberapa data makroekonomi Sepanjang Maret 2015 terjadi inflasi atau kenaikan rata-rata harga barang dan jasa sebesar 0,17 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (YoY) sebesar 6,38 persen.
IHSG patut mewaspadai kondisi variatif cenderung melemah masih dimungkinkan jika melihat dari tren yang ada dan melihat masih adanya aksi jual dari pemodal lokal, Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.400-5.450, dan resisten 5.520 - 5.550. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham AKRA, BSDE, SMRA dan BJBR.
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
2
http://vibiznews.com/?p=34569
PTBA Tunda Kegiatan Eksplorasi Selama 6 Bulan, Laju Sahamnya Jaga Tren Positif
Dalam laporan keterbukaan informasi BEI, Senin (6/4/2015), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meminta izin PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tidak melakukan aktivitas eksplorasi sampai dengan enam bulan ke depan, yaitu September 2015. PTBA menyatakan perseroan tidak melakukan aktivitas eksplorasi untuk penambahan sumber daya di luar area yang telah memperoleh izin eksploitasi. Oleh karena itu, merujuk pada Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana diatur dalam ketentuan III.3.1 dan III.3.2 bahwa peraturan tersebut mengacu perihal penyampaian laporan bulanan aktivitas eksplorasi pertambangan non-oil dan gas.
Sepanjang tahun 2014, PTBA membukukan peningkatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar 10,4% menjadi Rp2,016 triliun dibandingkan perolehan 2013 sebesar Rp1,826 triliun. Adapun peningkatan kinerja tersebut ditopang oleh naiknya pendapatan keuangan dari Rp239,870 miliar menjadi Rp267,647 miliar.
Sementara itu sepanjang tahun lalu perseroan mencatat penjualan sebesar Rp13,077 triliun atau lebih tinggi 16,66% dari 2013 sekitar Rp11,209 triliun. Seiring meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan turut naik sekitar 16,92% menjadi Rp9,056 triliun. Kendati demikian, perseroan belum mampu menekan pos beban, yang tercatat beban keuangan naik sekitar 682,34% menjadi Rp48 miliar pada 2014 dari Rp6,225 miliar di 2013 serta beban lainnya yang mencapai Rp23,160 miliar. Pada 2014, pos beban umum dan administrasi dapat ditekan sekitar 4,6% menjadi Rp951,759 miliar dari Rp998,360 miliar. Sementara pada pos total aset perseroan mencapai Rp14,812 triliun dengan jumlah liabilitas dan ekuitas sebesar Rp14,812 triliun.
Kinerja ini dicapai ditengah harga batubara global yang terus turun, harga jual rata-rata PTBA masih naik 15% menjadi Rp 723.635 per ton. PTBA juga berhasil menaikkan penjualan batubara menjadi 17,96 juta ton di 2014 dari 17,76 juta ton di tahun 2013. Selain itu, PTBA giat efisiensi, dengan optimalisasi jarak angkut ke lokasi tambang dan menggunakan peralatan operasional tambang dengan tenaga listrik milik sendiri. Target volume produksi di tahun ini bisa mencapai 23,70 juta ton, naik 30% dibandingkan volume produksi 2014. Selain itu PLTU Banjarsari 2×110 MW di mulut tambang dan infrastruktur di Lahat Sumatera Selatan milik PTBA siap beroperasi komersial. PTBA juga meningkatkan kapasitas Pelabuhan Tarahan.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (6/4/15) saham PTBA ditutup naik 1,8% pada level 11,100 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 10,900 dan bergerak dalam kisaran 10,900 - 11,150 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,79 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PTBA sejak pertengahan bulan Desember terlihat terus mengalami tekanan dan saat ini coba pertahankan momentum rebound, terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Inverted Hammer berada pada Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan PTBA dalam potensi koreksi terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju PTBA masih akan dalam potensi rebound dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan PTBA. Rekomendasai Speculative Buy pada target resistance di level Rp11500 dan level support di Rp10000.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center Editor: Jul Allens
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
3
Saham Harga (Rp) Rekomendasi
S2
S1
R1
R2
BJBR 1005 Maintained Buy 850 950 1080 1150
SMRA 1840 Maintained Buy 1550 1600 1800 1850
BSDE 2170 Maintained Buy 1950 2000 2180 2250
AKRA 5525 Hold 4570 4970 5650 5800
S2
S1
R1
R2
5380
5400
5520
5550
IHSG
Recommendation
Senin, 6 April 2015 IHSG (0,43%)
5,480.03
Day's Range 5,465.61 - 5,489.60
Indikator MACD terlihat di area positif. RSI terpantau di area tengah bergerak naik, Stochastic terlihat bergerak di area konsolidasi mulai bergerak naik. Candlestick membentuk Morning Doji Star pada upper bolinger band
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
4
BJBR
1005
Hold
S2
S1
R1
R2
850 950 1080 1150
SMRA
1840
Maintained Buy
S2
S1
R1
R2
1550 1600 1800 1850
BSDE
2170
Maintained Buy
4500S2
S1
R1
R2
1950 2000 2180 2250
Technical Analysis
Stochastic di area 30%. BJBR terpantau ditutup dalam penguatan pada penutupan sebelumnya. Peluang naik masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Mantained Buy untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
Stochastic di area 50%. SMRA terpantau ditutup dalam penguatan pada penutupan sebelumnya. Peluang naik masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Mantained Buy untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
Stochastic di area 40%. BSDE terpantau ditutup dalam penguatan pada penutupan sebelumnya. Peluang naik masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Hold untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
5
Stochastic di area 75%. AKRA terpantau ditutup menguat pada penutupan sebelumnya menembuh target resistance. Peluang penguatan masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Mantained Buy untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
.
AKRA
5525
Hold
S2
S1
R1
R2
Vibiz Equity Research Center © 2015 Vibiz Consulting, All Rights Reserved
6
Disclaimer
The information provided on this report is not intended for distribution to, or use by, any person or entity in any jurisdiction or country where such distribution or use would be contrary to law or regulation or which would subject Vibiznews or any of its affiliates and subsidiaries to any registration requirement within such jurisdiction or country. Neither the information, nor any opinion contained in this report constitutes a solicitation, or offer by Vibiznews to buy or sell any securities, futures, options or other financial instruments or provide any investment advice or service. Disclaimer of Warranty and Limitation of Liability of The information on this report is provided "AS IS". Although the information provided on this report is obtained or compiled from sources Vibiznews believes to be reliable, Vibiznews does not guarantee the accuracy, validity, timeliness or completeness of any information or data made available on this report for any particular purpose. Neither Vibiznews, nor any of its directors, officers or employees, will be liable or have any responsibility of any kind for any loss or damage incurred by the viewer in the event of any failure or interruption of this site, or resulting from the act or omission of any other party involved in making this site or the data contained therein available to the viewer , or from any other cause relating to the access to, inability to access, or use of the report or these materials, whether or not the circumstances giving rise to such cause may have been within the control of Vibiznews or of any vendor providing software or services support. In no event will Vibiznews or any such parties be liable to the viewer for any direct, special, indirect, consequential, incidental damages or any other damages of any kind even if Vibiznews have been advised of the possibility there of.