• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

PETA LOKAL WILAYAH GEMPA UNTUK DAERAH PADANG

Yoszi Mingsi Anaperta1

ABSTRACT

Padang is an earthquake -prone areas. This is due to topographical conditions of the area encircled by the Bukit Barisan mountain range active and horizontal movement of the Sumatra active fault which extends from Aceh to Lampung North to South which coincide with the active Bukit Barisan mountains.

Analysis of seismic wave propagation and amplification factors the region has been carried out. The analysis was developed based on the possibility of an earthquake in 50 years, which indicates that the base -rock peak acceleration is 180 gal and 360 gal for the possibility of 10% and 2 %, respectively. The influence of local soil conditions are shown in the form of wave propagation analysis of base -rock to the ground surface. This analysis is done by considering a variety of dynamic properties of soil. The nature of the soil was obtained by collecting soil research report on several areas in the city of Padang.

Analysis of wave propagation is shown using SHAKE2000 program. Various input earthquake motion is taken by scaling of strong earthquake motion records are available and considered suitable for the Padang area. The results of this analysis are shown in the form of graphics acceleration time history and peak acceleration of each of these regions are then processed into a map of the earthquake the city of Padang.

Key world : wave propagation, amplification factors , peak acceleration, dynamic properties of soil, time history

INTISARI

Padang merupakan daerah yang rawan terjadi gempa. Hal ini disebabkan kondisi topografi daerahnya dikelilingi oleh deretan pegunungan aktif Bukit Barisan serta pergerakan mendatar dari sesar aktif Sumatera yang memanjang dari Aceh Utara sampai ke Lampung Selatan yang berhimpit dengan pegunungan aktif Bukit Barisan. Analisa mengenai perambatan gelombang gempa serta faktor pengerasan pada wilayah tersebut telah dikembangkan berdasarkan kemungkinan terjadi gempa dalam jangka waktu 50 tahun, yang menunjukkan bahwa percepatan puncak base-rock adalah 180 gal dan 360 gal untuk kemungkinan 10% dan 2%, secara berturut-turut. Pengaruh dari keadaan tanah setempat diperlihatkan dalam bentuk analisa perambatan gelombang dari base-rock sampai ke ground surface. Analisa ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai variasi dari sifat-sifat dinamis tanah. Sifat dari tanah tersebut diperoleh dengan mengumpulkan laporan penelitian tanah pada beberapa daerah di kota Padang.

(2)

Analisa mengenai perambatan gelombang ini adalah dengan menggunakan program SHAKE2000. Bermacam input gerakan gempa diambil dengan melakukan penskalaan terhadap rekaman gerakan gempa kuat yang ada dan dipertimbangkan cocok untuk daerah Padang. Hasil dari analisa ini diperlihatkan dalam bentuk grafik percepatan time history serta percepatan puncak dari masing-masing daerah tersebut yang kemudian diolah menjadi suatu peta gempa kota Padang.

Kata Kunci : perambatan gelombang, faktor pengerasan, percepatan puncak, sifat dinamis tanah, time history

(3)

VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

PENDAHULUAN

Daerah Sumatera Barat khususnya Padang termasuk daerah rawan gempa yang akan terus mengalami perkembangan pembangunan. Salah satu aspek penting dalam perencanaan pembangunan khususnya pembangunan dibidang struktur adalah analisa mengenai bahaya gempa. Untuk dapat merencanakan suatu bangunan struktur tahan gempa serta analisa mengenai pengaruh gempa, perlu terlebih dahulu diketahui frekuensi dan percepatan puncak gempa pada daerah perencanaan.

Gempa merupakan suatu fenomena alam yang terjadi akibat pelepasan energi dalam bentuk rambatan gelombang yang dihasilkan dari pembenturan lempeng-lempeng yang ada di perut bumi. Rambatan gelombang ini bila sampai kepermukaan bumi akan menimbulkan kerusakan struktur dan dampak negatif lain yang dikenainya.

Dalam kondisi sekarang ini, perencanaan bangunan tahan gempa serta perencanaan dibidang sipil lainnya masih menggunakan spektrum respon percepatan gempa secara global (macro) untuk masing-masing wilayah gempa di Indonesia. Oleh karena itu untuk analisa pengaruh gempa terhadap permukaan tanah serta penaksiran bahaya gempa terhadap struktur dan kehidupan yang lebih tepat, diperlukan spektrum respon percepatan secara lokal (micro) untuk wilayah gempa yang lebih sempit, dalam hal ini dilakukan untuk kota Padang.

Tujuan penelitian ini adalah 1. Membuat suatu peta kontur gempa

secara lokal untuk kota Padang. 2. Mengembangkan peta kontur

faktor pengerasan (amplification

factors) untuk kota Padang.

3. Memperlihatkan percepatan puncak gempa pada lapisan permukaan dari beberapa gempa kuat untuk beberapa daerah di kota Padang.

4. Memperlihatkan bentuk perambatan gelombang gempa dari base-rock sampai ke ground

surface.

Dari gambaran wilayah kota Padang yang ditampilkan dalam bentuk peta kontur gempa secara lokal, dapat digunakan untuk menaksir bahaya terhadap gempa secara lebih tepat untuk bangunan serta kehidupan. Dengan mendapatkan nilai-nilai puncak dari pergerakan gelombang dalam tanah untuk lapisan permukaan akibat gempa pada suatu daerah, resiko terhadap keruntuhan bangunan serta dampak negatif yang ditimbulkannya dapat dianalisa dengan mempertimbangkan faktor-faktor kekuatan bangunan berupa pondasi, jenis pondasi atau tipe struktur bangunan.

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Sifat-sifat dinamis dari lapisan tanah diperkirakan dengan menggunakan hubungan empiris dari N-SPT yang diperoleh dari data boring tanah.

2. Input data dianalisa berdasarkan nilai SPT sedangkan output berupa percepatan puncak untuk lapisan permukaan diperoleh dan di analisa dengan menggunakan program komputer SHAKE2000. 3. Karena terbatasnya data, maka

data yang dianalisa hanyalah data-data yang berhasil diperoleh, sedangkan data-data lain yang tidak termasuk dianggap telah diwakili oleh data-data yang ada.

(4)

PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

Beberapa metoda telah dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh dari kondisi tanah pada suatu daerah terhadap respon dasar selama gempa berlangsung. Kebanyakan dari metoda tersebut berdasarkan asumsi bahwa biasanya respon dari lapisan tanah disebabkan perambatan keatas oleh gelombang geser dari formasi dasar tanah keras. Prosedur analitis yang berdasarkan kepada konsep ini menggabungkan perilaku tanah nonlinear dan telah dikembangkan untuk memberikan hasil yang sesuai dengan observasi lapangan dalam beberapa kasus. Analisa Perambatan Gelombang 1. Pergerakan Gempa

a. Prosedur Analitis

Beberapa metoda telah dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh dari kondisi tanah pada suatu daerah terhadap respon dasar selama gempa berlangsung. Kebanyakan dari metoda tersebut berdasarkan asumsi bahwa biasanya respon dari lapisan tanah disebabkan perambatan keatas

oleh gelombang geser dari formasi dasar tanah keras. Prosedur analitis yang berdasarkan kepada konsep ini menggabungkan perilaku tanah nonlinear dan telah dikembangkan untuk memberikan hasil yang sesuai dengan observasi lapangan dalam beberapa kasus.

b. Sistem Satu-Dimensi

Teori ini menyangkut hubungan respon dengan perambatan secara vertikal dari gelombang geser melalui suatu sistem viskoelastis linear seperti terlihat pada gambar 1. Sistem/susunan ini terdari dari N lapisan-lapisan secara horizontal sampai tak hingga dalam arah horizontal dan mempunyai

halfspace sebagai lapisan paling

bawah. Tiap lapisannya adalah homogen dan isotropik serta karakteristiknya dinyatakan dalam ketebalan, h, massa jenis,

, modulus geser, G, dan faktor damping,

.

(5)

VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

Gambar 1. Sistem Satu-Dimensi [1] 2. Nilai Khusus Untuk Konstanta

Tanah

Sejumlah data dari nilai konstanta tanah telah diambil. Faktor-faktor yang mempengaruhi konstanta tanah tersebut telah dijabarkan serta persamaan yang berkaitan dengan konstanta itu juga dikembangkan berikut faktor yang mempengaruhinya. Dibawah ini dikemukakan beberapa perkiraan konstanta tanah untuk nilai Gmax yang digunakan untuk

analisa [2]:

Gmax = 65 N

dimana :

Gmax = modulus geser

maksimum, dalam tsf

N = jumlah pukulan N dari tes SPT

Variabel : N

Referensi : Seed, H.B.; Idriss, I.M.; and Arango, I. (1983). “Evaluation of

Liquefaction Potensial Using Field Performance Data”.

Journal of Geotechnical Engineering, ASCE, Vol. 109, No. GT3, pp. 458-482

3. Metode Penskalaan

Penskalaan ini dilakukan dengan cara membagi nilai percepatan maksimum gempa suatu daerah dengan percepatan maksimum gempa yang terjadi di daerah lain. Sebagai contohnya dilakukan penskalaan untuk gempa El Centro terhadap daerah Padang.

(6)

IMPERIAL VALLEY EARTHQUAKE, EL CENTRO RECORD 05/18/40; M: 6.5 Ac ce ler ati on (g ) Time (sec) -0.05 -0.10 -0.15 -0.20 0.00 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25 0 10 20 30 40 50 60 Peak Acceleration (g) Dep th ( ft) SHAKE2000 Site -20 -40 -60 -80 -100 0 0.00 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25 0.30

Gambar 2. Percepatan Time History Gempa El Centro Gambar 2. memperlihatkan time

history untuk gempa El Centro dimana

terlihat percepatan maksimumnya untuk base rock adalah 0,21g sedangkan untuk daerah Padang

adalah 0,18g yaitu untuk kemungkinan terjadi gempa 10% dalam 50 tahun. Maka faktor penskalaannya adalah 0,18g/0,21g = 0,857.

(7)

VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

Peak Acceleration (g) Dep th ( ft) SHAKE2000 Site -20 -40 -60 -80 -100 0 0.00 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25 0.30

Gambar 4. Percepatan Maksimum Sesudah Diskalakan Dari perbandingan percepatan

maksimum yang diperlihatkan gambar 3 dan 4 terlihat percepatan maksimum untuk base rock terjadi penskalaan dari 0,21g menjadi 0,18g. Dimana contoh ini diambil dari salah satu keadaan tanah di kota Padang. Pada gambar 3 dan 4 juga terlihat perambatan gelombang dari dasar menuju lapisan permukaan. Disini terjadi pengerasan perambatan gelombang yang tergantung dari kondisi tanah pada daerah tersebut. Untuk kondisi tanah ini faktor pengerasannya (amplification factor) adalah 0,274g/0,18g = 1,52.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam pembuatan peta gempa ini hanya dikhususkan untuk wilayah kota Padang saja. Dimana peta gempa ini menampilkan kontur nilai

peak ground surface acceleration (nilai

percepatan puncak pada permukaan tanah) serta kontur untuk amplification

factors (faktor pengerasan). Analisa

mengenai perambatan gelombang ini diproses dengan menggunakan program SHAKE2000. Data masukan dapat berupa input gerakan gempa yang telah diskalakan serta sifat dinamis tanah dari beberapa daerah di kota Padang. Sedangkan data

keluaran ditampilkan dalam bentuk grafik percepatan time history serta percepatan puncak dari masing-masing daerah tersebut yang kemudian diolah menjadi suatu peta gempa kota Padang.

Input Data

1. Sifat Dinamis Tanah

Data masukan berupa sifat dinamis dari lapisan tanah, diperkirakan dengan menggunakan hubungan empiris dari N-SPT yang ada serta informasi dari sifat tanah lainnya. Data nilai N-SPT ini diperoleh dari beberapa sumber. Data N-SPT ini ditampilkan dalam bentuk Boring Log yang diperlihatkan pada gambar 5. Dari beberapa daerah di kota Padang, didapatkan sebanyak 14 buah titik bor yang menggambarkan sifat dinamis dari lapisan tanah pada masing-masing daerah. Titik-titik bor tersebut menyebar pada beberapa lokasi di kota Padang seperti diperlihatkan pada gambar 6. Karena sulitnya mendapatkan data tanah tersebut maka data yang ada, dianggap sudah mewakili beberapa wilayah di kota Padang.Karena sulitnya mendapatkan data tanah tersebut maka data yang ada, dianggap sudah mewakili beberapa wilayah di kota Padang.

(8)

(Lubuk Buaya) (Tunggul Hitam)

(9)

VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

Gambar 6. Peta Lokasi Titik Bor Data tanah tersebut di analisa

dengan membagi lapisan tanah menjadi beberapa lapisan tertentu. Dimana pembagian lapisan ini berdasarkan kepada nilai N-SPT atau N-Value. Klasifikasi tanah pada analisa tersebut dibagi menjadi dua

jenis tanah secara umum yaitu tanah berbutir halus, seperti lempung dan lanau serta tanah berbutir kasar, seperti pasir dan kerikil. Hubungan nilai SPT dengan konsistensi tanah diperlihatkan pada tabel 1.

(10)

Tabel 1. Hubungan SPT dengan konsistensi tanah  Untuk tanah berbutir halus

Klasifikasi N-SPT Very Soft Soft Medium Stiff Very Stiff Hard 0 – 2 3 – 5 6 – 9 10 – 16 17 – 30 > 30

 Untuk tanah berbutir kasar Klasifikasi N-SPT Very loose Loose Medium Dense Very Dense 1 – 2 3 – 6 7 – 15 16 – 30 > 30

Selanjutnya untuk input data SHAKE2000, jenis tanah dari tiap lapisan tersebut diklasifikasikan lagi dalam 3 jenis tanah yaitu clay, sand, dan gravel berikut dengan sifat

dinamis tanah berupa N-Value dan berat volume tanah dari 14 lokasi di kota Padang,

2. Rekaman Gempa Kuat

Hal yang sulit dihadapi dalam menganalisa respon setempat adalah karena tidak adanya rekaman gerakan gempa kuat yang tersedia untuk kota Padang. Untuk itu cara yang mudah dan konvesional adalah dengan menskalakan rekaman gerakan yang ada (multiplication factors). Dalam studi ini diambil 5 rekaman gempa kuat yang sesuai dengan kondisi tanah setempat. Dimana kelima gempa tersebut diskalakan berdasarkan kemungkinan terjadinya gempa seperti pada tabel berikut. Tabel 2. Analisa Resiko Gempa

Kemungkinan Terjadi Gempa Dalam 50 Tahun Peak Base Rock Acceleration (gal) 10% 180 2% 360

 Multiplication Factors untuk 0,180g = 0,842

 Multiplication Factors untuk 0,360g = 1,684

2. Imperial Valley Earthquake, El Centro Record 05/18/40; M: 6.5 - Comp S90W

 Peak Base Rock Acceleration = 0,210g

 Multiplication Factors untuk 0,180g = 0,857

 Multiplication Factors untuk 0,360g = 1,714

3. Kern County, California Earthquake, 7/21/52; M: 7.2 - Taft Lincoln School Tunnel; Comp S69E

 Peak Base Rock Acceleration = 0,176g

 Multiplication Factors untuk 0,180g = 1,020

(11)

VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

SHAKE2000 Site Acc elera tion (g) Time (sec) -0.05 -0.10 -0.15 -0.20 -0.25 -0.30 0.00 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25 0 20 40 60 80 100 SHAKE2000 Site Acc eler atio n (g ) Time (sec) -0.05 -0.10 -0.15 -0.20 -0.25 -0.30 0.00 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25 0.30 0 20 40 60 80 100

 Multiplication Factors untuk 0,360g = 1,076

5. Sac Steel Project; Near Field; Loma Prieta, 1989, Lex. Dam; M: 7  Peak Base Rock Acceleration

= 0,367g

 Multiplication Factors untuk 0,180g = 0,491

 Multiplication Factors untuk 0,360g = 0,982

Output Data

Dengan menggunakan SHAKE2000 data masukan berupa sifat dinamis dari tiap lapisan tanah di analisa dengan membandingkan beberapa input gerakan yang berbeda. Output dari SHAKE2000 dapat berupa grafik yang memperlihatkan time history dan percepatan puncak masing-masing daerah dengan gempa yang berbeda. Pada gambar 7 diperlihatkan

pengaruh keadaan dan karakteristik lapisan tanah pada lokasi berbeda dengan memberikan satu gempa yang sama, yaitu gempa El Centro dengan kemungkinan terjadi gempa 10% dalam 50 tahun.

Sedangkan perbandingan dari pengaruh gempa berbeda untuk lokasi yang sama ditampilkan pada gambar 8. Pada grafik tersebut diperlihatkan bentuk perambatan gelombang benda pada lapisan tanah. Dari analisa grafik tersebut maka diperoleh nilai percepatan puncak pada permukaan tanah serta faktor pengerasan dari lima jenis gempa berbeda pada 14 buah lokasi di kota Padang. Dimana data tersebut dikembangkan untuk membuat peta kontur gempa kota Padang.

(Lubuk Buaya)

(Tunggul Hitam)

Gambar 7. Percepatan Time History Gempa El Centro pada Lapisan Permukaan

(12)

-120 -100 -80 -60 -40 -20 0 0.0 0.1 0.1 0.2 0.2 0.3 0.3 0.4 Peak Acceleratio n (g) D e p th ( ft ) Gempa 1 Gempa 2 Gempa 3 Gempa 4 Gempa 5 -140 -120 -100 -80 -60 -40 -20 0 0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 Peak Acceleratio n (g) D e p th ( ft ) Gempa 1 Gempa 2 Gempa 3 Gempa 4 Gempa 5

(Lubuk Buaya) (Tunggul Hitam)

Gambar 8. Hubungan Percepatan dengan Kedalaman Analisa Respon Setempat

Analisa respon setempat dalam bentuk rambatan gelombang dari base

rock menuju ground surface

diperlihatkan dengan menggunakan program SHAKE2000. hasil dari analisa perambatan gelombang ini pada beberapa lokasi di kota Padang menunjukkan perbedaan percepatan puncak pada lapisan permukaan yang beragam. Hal ini disebabkan kondisi tanah yang berbeda dari masing-masing daerah, dimana daerah yang mempunyai lapisan tanah lunak cendrung mempunyai pengerasan yang besar besar dari pada daerah

mempengaruhi keras atau lunaknya lapisan tanah. Selain itu pengerasan dari perambatan gelombang gempa juga bergantung kepada berat volume () dari tanah. Disini diperlihatkan bahwa berat volume tanah berbanding terbalik dengan faktor pengerasan

Selain dari pengaruh keadaan dan sifat dinamis dari tanah faktor pengerasan ini juga dapat dipengaruhi oleh bentuk dan jenis gempa yang terjadi pada suatu daerah. Gempa yang mempunyai durasi atau time

history yang relatif cepat dan rapat

akan memberikan faktor pengerasan yang besar serta daya rusak

(13)

VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

tahun dengan memberikan nilai peak

base rock acceleration 180 gal dan

360 gal seperti pada gambar 9, 10, 11, 12

Gambar 9. Peta Lokal Wilayah Gempa untuk Kota Padang (Peak Base Rock Acceleration 0,180g)

(14)

Gambar 10. Peta Kontur Faktor Pengerasan untuk Kota Padang (Peak Base Rock Acceleration 0,180g)

(15)

VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

Gambar 11. Peta Lokal Wilayah Gempa untuk Kota Padang (Peak Base Rock Acceleration 0,360g)

(16)

Gambar 12. Peta Kontur Faktor Pengerasan untuk Kota Padang (Peak Base Rock Acceleration 0,360g)

KESIMPULAN

1. Pengembangan Peta Lokal Wilayah Gempa dan Peta Kontur Faktor Pengerasan dibuat berdasarkan kemungkinan terjadi gempa dalam kurun waktu 50 tahun di kota Padang.

2. Untuk kemungkinan terjadi gempa 10% dalam 50 tahun menunjukkan

peak base-rock acceleration

kondisi dan keadaan dari lapisan tanah pada daerah tersebut, dimana tergantung dari kedalaman lapisan tanah keras, klasifikasi tanah dan berat volumenya.. 5. Karakteristik dan jenis gempa

yang terjadi juga dapat mempengaruhi pengerasan perambatan gempa kepermukaan bumi, yang ditunjukkan dengan

(17)

VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

Response Analysis of Horizontally Layered Sites, Berkeley University

of California.

[2] Imai, T. and Tonouchi, K. (1982).

Correlation of N-value with s-wave

velocity and shear modulus.

Proceeding, 2nd European Symposium on Penetration Testing, Amsterdam.

[3] Kramer, S.L. (1996). Geotechnical Earthquake Engineering. Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River.

Gambar

Gambar 1. Sistem Satu-Dimensi [1]
Gambar 2. Percepatan Time History Gempa El Centro
Gambar 4. Percepatan Maksimum Sesudah Diskalakan
Gambar 6. Peta Lokasi Titik Bor  Data  tanah  tersebut  di  analisa
+7

Referensi

Dokumen terkait

terdiri dari satu sistem pendeteksi kadar gas buang pada kendaraan dan beberapa entity yaitu Sensor TGS 2201 digunakan sebagai media pendeteksian yang berfungsi

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi kualitas batik tulis dengan metode k-nearest neighbor menunjukkan tingkat akurasi atau succes ratio yang lebih baik

mengetahui, mengenal, atau memahami teknologi informasi dan komunikasi. Meningkatkan pengetahuan dan minat peserta didik pada teknologi, serta meningkatkan kemampuan

Perancangan alat monitoring ini di awali dengan pengukuran tegangan keluaran dari ethernet saat terjadi komunikasi dan saat tidak terjadi komukasi data, pengukuran ini

Dengan menambah supply power bagi processor dengan peningkatan voltage atau over voltage akan memberikan power yang cukup ketika processor bekerja diatas kecepatan

Sementara untuk tingkat kemacetan total terjadi jika sensor 9 yang diletakkan pada persimpangan mendeteksi adanya objek antrian kendaraan, maka semua lampu merah semua

1.1 Flowmap sistem yang akan dikembangkan: Siswa Admin Sekolah Guru W e b s e rv e r Daftar nilai ujian Nilai ujian Menu login Proses login Menu ujian Soal ujian Menjawab

Selanjutnya, perancangan sistem informasi yang berbasiskan teknologi barcode pada penyajian data absensi mahasiswa akan memberikan suatu alternatif lain di dalam