KATA PENGANTAR. Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah

57 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)

i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah serta kasih sayang-Nya kepada kita khususnya kepada

penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Shalawat serta salam selalu

tercurah untuk Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan ajaran agama Islam kepada

umatnya sebagai hidayah untuk dapat menjamin kehidupan di dunia dan akhirat.

Dalam rangka studi Program Diploma Tiga (D.III) di Fakultas Adab dan Humaniora

Universitas Islam Negri (UIN) Imam Bonjol Padang sudah merupakan kewajiban bagi setiap

mahasiswa untuk menyusun sebuah karya ilmiah sebagai salah satu persyarat untuk

mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md). Berhubungan dengan hal tersebut, penulis memilih

penelitian dengan judul “Indeks Beranotasi Makanan Khas Kota Payakumbuh dan Kabupaten

Lima Puluh Kota”.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas akhir ini banyak bantuan dari

berbagai pihak yang berupa sumbangan pikiran, ide, bimbingan, serta motivasi yang sangat

berarti kepada penulis, sehingga alhamdulillah tugas akhir ini dapat terselesaikan. Untuk itu,

penulis mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada:

1. Ayahanda Iswandi dan Ibunda Hidayati S.Pd, SD tercinta yang telah mendidik dan

membesarkan penulis dengan penuh kasih sayang, serta yang tersayang kakak dan adik

Yulia Ummul Khair, S.Pd, Alnifa Windari, S.Pd, dan Lukman Hakim, keluarga besar

Pak Etek Faisal dan Ante Darneni, Pak Etek Indra dan Etek Laila Sofia, S.Pd.I, Anda

Azhar, S.Pd dan, Ante Hizihil Yati, S.Pd.I.

2. Rektor dan Pembantu Rektor, Dekan beserta Pembantu Dekan, Ketua Jurusan Fauzi,SS,

(3)

ii

Bonjol Padang atas ilmu dan keterampilan serta fasilitas yang diberikan kepada penulis

dalam menyelesaikan buku indeks beranotasi ini.

3. Resty Jayanti Fakhlina, S. Sos.,MA dan Haryudi Nizar, M.Pd selaku pembimbing I dan

pembimbing II, yang juga telah bersedia membimbing dan mengarahkan penulis dalam

penulisan, sehingga penulis dapat menyelesaikan buku indeks ini dengan baik.

4. Rahmi Yunita dan Idal,M.Pd validator ahli perpustakaan dan ahli bahasa, yang telah

memberikan penulis arahan serta dukungan dalam menyelesaikan buku indeks ini dengan

baik.

5. Masyarakat sekitar Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah

mengizinkan dan membantu penulis untuk melakukan penelitian.

6. Teman-teman yang telah membantu serta memberikan motivasi dalam menyelesaikan

buku indeks ini.

Semoga Allah SWT membalas semua bantuan, pengorbanan, motivasi dan amal baik

mereka semua, serta di balas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda hendaknya,

Amin. Penulis berharap semoga karya ini bermanfaat bagi diri penulis dan orang lain yang

membacanya. Serta mohon kritikan dan saran yang membangun demi terjaminnya kualitas

tugas akhir ini.

Padang, 25 September 2017

Penulis

Hartinah

(4)

iii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI... iii

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... v

B. Maksud dan Tujuan ... vii

C. Petunjuk Penggunaan Indeks ... viii

D. Contoh Penggunaan Indeks ... xi

II. INDEKS BERANOTASI MAKANAN KHAS KOTA PAYAKUMBUH DAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA 1. Bareh Randang ... 1

2. Baluik Lado Hijau ... 2

3. Batiah ... 3 4. Galamai ... 4 5. Ganepo ... 5 6. Goreng Cubadak ... 6 7. Goreng Baluik ... 7 8. Kipang Kacang ... 8 9. Kacimuih Kuah ... 9 10. Karupuak Sakura ... 10 11. Karupuak Bulan ... 11 12. Karupuak Lento... 12 13. Karabu Baluik ... 14

14. Kipang Beras Ketan ... 15

15. Kacimuih ... 17

16. Lapek Ubi Kayu ... 18

17. Lompong Sagu ... 19

(5)

iv 19. Limi-limi ... 22 20. Martabak Kubang ... 23 21. Pastel Padeh ... 25 22. Pakasam ... 27 23. Pongek Cubadak ... 29 24. Rakik Kacang ... 31 25. Randang Talua ... 32 26. Rubik ... 34 27. Randang Ubi ... 36 28. Randang Cubadak ... 37 29. Randang Baluik ... 38 30. Sarang Balam ... 39 31. Sate Danguang-Danguang... 40 32. Tumbuak Ubi ... 42 33. Wajik ... 43 PENUTUP A. Kesimpulan ... 44 B. Saran ... 44 INDEKS ... 45 TENTANG PENULIS ... 46

(6)

v

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kota Payakumbuh memiliki luas 80,42 km2 dan merupakan kota kedua terbesar di

Sumatera Barat setelah Padang. Payakumbuh terbagi tiga kecamatan yaitu Kecamatan

Payakumbuh Barat, Payakumbuh Timur, dan Payakumbuh Utara. Letak Payakumbuh berada

di pintu gerbang Timur dari arah Pekanbaru sehingga menjadikan kota ini sebagai jalur

strategis untuk menuju kota-kota penting di Sumatera Barat.

Payakumbuh berarti rawa berumput dalam bahasa Minangkabau, dan pada tahun 2011,

Payakumbuh adalah kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera Barat. Inovasi

dalam pengelolaan limbah, pasar tradisional yang sehat, pembinaan PKL, mengantarkan kota

ini dianugerahi "Manajemen Inovasi Perkotaan" pada tahun 2012. Pada tahun 2013,

Payakumbuh menerima penghargaan "Adipura" (kota terbersih) dalam kategori kota kecil

untuk ketujuh kalinya.

Kecamatan Payakumbuh merupakan salah satu wilayah Administrasi Pemerintahan

dalam Kabupaten Lima Puluh Kota dengan ibu kota Kecamatan adalah Koto Baru

Simalanggang. Sekarang Payakumbuh merupakan daerah pusat pemasaran dan sentra

ekonomi untuk Kabupaten dan Kota di sekitarnya seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Tanah

Datar, Agam, dan Kota Bukittinggi. Kota Payakumbuh memiliki julukan sebagai “Kota

Usaha” karena masyarakatnya yang mayoritas adalah pedagang dan wirausaha.

Makanan yang ada di ranah minang merupakan makanan khas, terutama yang

terdapat pada Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Wisatawan biasanya

mencari Makanan khas Kota Payakumbuh seperti gulamai, randang talua, dan batiah. di Kota

Payakumbuh khas akan makanan randang talua, gulamai dan batiah karena Payakumbuh dan

Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan kota pembuatan randang talua, gulamai dan batiah

(7)

vi

Tanpa mereka ketahui banyak makanan khas lain yang masih belum dikenali terutama

oleh wisatawan luar daerah seperti bareh randang, randang talua, randang ubi, dan masih

banyak lagi makanan khas Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota lainnya yang

pastinya memiliki rasa yang khas.

Jadi, tujuan dan manfaat dari indeks beranotasi makanan khas Kota Payakumbuh dan

Kabupaten Lima Puluh Kota ini adalah untuk mempermudah penelusur agar dapat

(8)

vii B. Maksud dan Tujuan

Tujuan indeks adalah untuk menjawab pertanyaan pemakai menemukan informasi yang

relevan dan dapat membedakan informasi pada subjek. Indeks memudahkan pengguna

mencari informasi yang dibutuhkan.

Jadi, tujuan dari pembuatan indeks adalah untuk memudahkan pengguna dalam

mencari informasi yang dibutuhkannya. Dengan adanya indeks, pembaca dapat menentukan

pilihan tentang informasi yang sedang mereka cari tanpa harus membaca semua isi buku.

(9)

viii C. Petunjuk Penggunaan Indeks

1. Indeks merupakan daftar sistematis yang mengandung istilah dan frasa yang menyatakan nama pengarang, judul, konsep, dan lain sebagainya yang dilengkapi dengan petunjuk dimana istilah tersebut ditemukan.

2. Fungsi indeks sebagai pilih atau temu balik bagi kepentingan pemakai dan juga sebagai petunjuk untuk mengarahkan pemustaka dalam menemukan informasi,

3. Indeks beranotasi makanan khas Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota ini sebuah produk yang dalamnya terdapat nomor entri, bahan makanan, dan cara membuat makanan untuk memudahkan pengguna mencari makanan khas Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

4. Cara penelusuran indeks dapat dilakukan dengan cara melihat judul (nama makanan) pada entri tertentu yang disusun menurut abjad

Penelusuran melalui nama makanan

Indeks makanan nama makanan dapat ditelusuri dengan mencari indeks makanan dengan judul (nama makanan) yang telah disusun menurut alfabetis.

(10)

ix D.Contoh Penggunaan Indeks

Bareh Randang

01

( halaman 1 pada produk, nomor entrinya 01)

Contoh indeks Nomor halaman Nomor entri Nama makanan Gambar makanan Anotasi

(11)

(Https//ragamnusantara-Beras-Rendang.png)

Bahannya:

a) 1 kg tepung beras ketan b) 1 liter santan

c) 2 lembar daun pandan d) 1 kg gula pasir

e) ½ sendok garam f) 1 sendok vanili

Cara membuatnya:

1. Rebus 1 liter santan dengan daun pandan, gula, dan garam hingga mengental

2. Setelah mengental, matikan api dan dinginkan 3. Ambil tepung beras dengan menggunakan piring, tuangkan satu gelas rebusan gula sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tepung beras mudah dibentuk

4. Bentuk tepung beras menjadi bulatan (tebal dan besar sesuai keperluan) lakukan hingga tepung habis

5. Kemudian sajikan.

01

1

*Beras rendang merupakan makanan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kota Payakumbuh

(12)

02

Bahannya:

a) 250 grm Baluik (belut) ukuran kecil yg sudah dibersihkan, potong kira - kira 3cm

Bumbu belut (baluik):

a) 3 siung bawang putih haluskan b) 1 sdt garam

Sambal hijau:

a) 5 siung bawang merah b) 2 siung bawang putih

c) 10 cabe hijau keriting sesuai selera cabe rawit hijau

d) 2 butir tomat hijau (tergantung ukuran) e) 2 lembar daun jeruk, sobek sobek

f) Minyak untuk menggoreng dan menumis g) Penyedap rasa

h) Garam

2

Cara membuatnya:

1. Cuci bersih baluik (belut)

2. Haluskan bawang putih dan garam kemudian olesi pada baluik (belut) 3. Diamkan selama 5 menit

4. Goreng baluik (belut) hingga matang

5. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabe 6. Potong dadu tomat

7. Panaskan minyak, goreng bumbu halus

8. Tambahkan irisan tomat, penyedap rasa, dan sobekan daun jeruk 9. Masak hingga matang

(13)

Bahannya:

a) Beras ketan putih

b) Gula merah

c) Air mineral

Cara membuatnya:

1. Rendam beras ketan selama satu hari

2. Masak beras ketan sampai matang

3. Cairkan gula merah

4. Setelah matang, angkat ketan putih, lalu campurkan dengan cairan gula merah aduk hingga rata

5. Cetak adonan dan pipihkan

6. Jemur di bawah sinar matahari sampai kering

7. Panaskan minyak, lalu goreng (proses penggorengan akan memakan waktu yang sebentar kalau suah mengembang, lalu angkat) 8. Kemudian sajikan. (http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

03

3

*Batiah merupakan makanan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kota Payakumbuh

(14)

Bahannya:

a) 1kg tepung ketan b) 1kg gula aren c) 1 liter santan

d) 1 sendok garam halus e) 1 bungkus kecil vanili

f) 1 lembar daun pandan (blender dan ambil airnya saja kira-kira ½ gelas)

Cara membuatnya:

1. Aduk santan, garam, dan tepung ketan hingga rata dalam kuali besi diatas api sedang

2. Masak di atas tungku api sambil terus aduk-aduk dengan sendok yang kuat (sendok kayu)

3. Setelah matang (muncul gelembung), lalu masukkan gula yang sebelumnya direbus dengan sedikit air dan disaring 4. Aduk terus hingga berwarna cokelat

hitam dan telah tibul minyak bening 5. Setelah benar-benar matang, angkat

dan ratakan dalam cetakan.

6. Siapkan pisau yang telah diolesi minyak (agar tidak lengket)

7. Potong dengan ukuran sesuai selera. 8. Kemudian sajikan.

04

4

(http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

*Galamai merupakan makanan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kota Payakumbuh

(15)

Bahannya:

a) 500 gram ubi kayu

b) 1 sendok teh bubuk kunyit

c) ½ sendok teh garam

d) 5 buah bawang merah

e) 4 siung bawang putih

f) 1 bungkus penyedap rasa (royco)

Cara membuatnya :

1. Rebus ubi setengah matang

2. Dinginkan dan potong berbentuk dadu

3. Haluskan bawang merah dan bawang putih

4. Campurkan halusan bawang merah, putih, garam, dan kunyit

5. Diamkan selama 5 menit agar bumbu meresap,

6. Setelah dikira meresap siapkan minyak goreng dan panaskan

7. Goreng hingga menguning dan matang

8. Setelah mtang, campurkan penyedap rasa selagi hangat

9. Kemudian sajikan.

(Dokumentasi Pribadi)

05

5

*Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(16)

Bahannya:

a) 1 buah cubadak ukuran kecil

b) 1 ons cabai merah

c) 3 butir bawang merah

d) Garam

e) Minyak goreng

Cara membuatnya: 1. Kupas bersih cempedak

2. Iris cempedak dengan ketebalan sesuai selera

3. Panaskan minyak

4. Goreng cempedak hingga mengunig dan matang

5. Haluska cabai merah dan bawang merah (cabai goreng)

6. Panaskan minyak

7. Goreng cabai hingga matang

8. Campurkan goreng cabai dengan cempedak

9. Kemudian sajikan

(Dokumentasi Pribadi)

06

6

*Goreng cubadak (cempedak) merupakan masakan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(17)

7

07

Bahannya:

a) 250 gr belut ukuran kecil yg sudah dibersihkan, potong kira - kira 3cm

Bumbu baluik (Belut):

a) 3 siung bawang putih haluskan b) 1 sdt garam

Sambal merah:

a) 5 siung bawang merah b) 2 siung bawang putih

c) 10 cabe merah keriting sesuai selera d) 2 lembar daun jeruk, sobek sobek

e) minyak untuk menggoreng dan menumis f) penyedap rasa

g) garam

Cara membuatnya:

1. Cuci bersih baluik (belut)

2. Haluskan bawang putih dan garam kemudian olesi pada baluik (belut) 3. Diamkan selama 5 menit

4. Goreng baluik (belut) hingga matang

5. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabe 6. Potong dadu tomat

7. Panaskan minyak goreng bumbu halus

8. Tambahkan irisan tomat, penyedap rasa, dan sobekan daun jeruk 9. Masak hingga matang

(18)

Bahannya:

a) 500 gram kacang tanah

b) 250 gram gula merah (iris tipis)

c) ½ sendok teh garam halus

Bahan basah :

a) Minyak sayur (untuk olesan)

b) 50 ml air putih

Cara membuatnya:

1. Panaskan minyak lalu goreng kacang tanah hingga matang sempurna angkat

2. Masak air putih gula merah dan garam sampai mengental hingga menjadi caramel

3. Masukkan kacang tanah ke dalam caramel pada wadah yang telah dioleskan minyak agar tidak lengket, lalu tambahkan minyak sayur secukupnya

4. Terus, tekan-tekan adonan dan tipiskan hingga mendapatkan ketebalan yang diinginkan, lau potong-potong

5. Susun di piring saji, bungkus dengan plastik dan siap disajikan

(Dokumentasi Pribadi)

08

8

*Kipang kacang merupakan makanan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kota Payakumbuh

(19)

Bahannya:

a) 1kg ubi kayu (kupas bersihkan)

b) Kelapa parut

c) 1 buah gula merah

d) 3 lembar daun pandan

e) Daun pisang (potong untuk cetakan persegi empat)

f) Garam

g) Air mineral

h) 3 lembar daun kulit manis

i) 2 lembar daun cengkeh

Cara membuatnya:

1. Parut ubi tipis memenjang menggunakan parutan kacimuih

(Dokumentasi Pribadi)

09

2. Campurkan parutan ubi dengan sedikit garam 3. Cairkan gula merah dengan air mineral

4. Masukkan garam secukupnya, daun kulit manis, daun cengkeh, daun pandan 5. Potong berbentuk persegi empat daun pisang

6. Letakkan parutan ubi di atas daun pisang yang telah terbentuk cetakan 7. Letakkan irisan daun pandan di atasnya

8. Kukus hingga matang

9. Angkat, lalu sajikan dengan kuah gula merah serta parutan kelapa

9

*Kacimuih merupakan makanan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(20)

Bahannya:

a) 1 kg ubi kayu (bersihkan)

b) ½ sendok kunyit halus (pewarna alami)

c) 2 lembar daun kunyit (iris)

d) 1 sendok garam

e) ¼ sendok perisa makanan

Cara membuatnya:

1. Parut halus ubi, kurangi kadar airnya (kalo ubinya mengandung banyak air)

2. Campurkan ubi dengan garam, kunyit, perisa makanan, dan daun kunyit

3. Aduk hingga merata

4. Giling adonan tipis di atas cetakan (menggunakan gilingan yang bulat)

5. Kukus hingga matang

6. Jemur di bawah sinar matahari hingga kering

(Dokumentasi Pribadi)

10

10

*Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(21)

Bahannya:

a) 500 gram ubi kayu

b) ½ sendok teh garam

c) 1 bungkus penyedap rasa (royco)

d) 5 buah bawang merah

e) 4 siung bawang putih

Cara membuatnya:

1. Parut halus ubi kemudian (untuk banyak air kurangi kadar airnya)

2. Haluskan bawang merah dan bawang putih

3. Campurkan bumbu halus, garam, dan penyedap rasa ke dalam parutan ubi, aduk hingga rata

4. Cetak pada cetakan yang berbentuk tipis bundar yang terbuat dari seng yang rata.

5. Kukus sampai berubah (agak lebih benig)

6. Setelah di kukus, ambil dari cetakan lalu jemur di bawah sinar matahari sampai kering

7. Goreng, kemudian sajikan

(Dokumentasi Pribadi)

11

11

*Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(22)

Bahannya:

a) 500 gram ubi

b) ½ sendok teh bubuk kunyit

c) 1 sendok teh garam

d) 6 siung bawang merah

e) 3 siung bawang putih

f) Daun bawang

g) Penyedap rasa ( royco)

Cara membuatnya:

1. Kupas dan bersihkan ubi, lalu parut halus dan kurangi kadar air yang terdapat pada ubi

2. Haluskan bawang putih

3. Iris tipis daun bawang dan bawang merah

4. Campurkan semua bahan ke dalam parutan singkong, lalu aduk hinga rata

5. Cetak adonan berbentuk bulat

memanjang dan tipis (ketebalan sesuai selera)

6. Panaskan minyak goreng, lalu goreng hingga matang

7. Kerupuk lento siap saji

(http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

12

(23)

13

5. Haluskan garam, cabai, dan bawang putih

6. Panaskan minyak secukupnya, lalu tumis bawang merah hingga harum masukkan daun seledri

7. Setelah menguning masukkan bumbu halus goreng hingga mengering 8. Setelah mengering (masak), aduk keripik dengan bumbu hingga merata 9. Kemudian sajikan.

*Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh *Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini

(24)

Bahannya: a) 1 kg belut segar

b) 500 gram cabai merah keriting direbus sampai masak

c) 5 butir bawang merah ukuran besar

d) 1 buah jeruk nipis

e) 1/2 sendok teh garam

Cara membuatnya:

1. Bersihkan belut lalu bakar sampai matang. Setelah matang, sisihkan kulit dan durinya. Suwir kasar dagingnya.

2. Ulek kasar cabai yang sudah direbus, tambahkan bawang merah, garam, dan perasan jeruk nipis.

3. Aduk bumbu ini dengan suwiran belut panggang.

4. Aduk rata kemudian sajikan.

(http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

13

(25)

Bahan:

a) 500 gram beras ketan putih

b) 500 gram gula merah sisir halus

c) ½ sdt garam

d) Air secukupnya

e) Minyak goreng secukupnya

Cara membuatnya:

1. Cuci beras ketan hingga bersih. Rendam kurang lebih selama 90 menit. Tiriskan sebentar.

2. Kukus beras ketan hingga menjadi aron.

3. Sementara ketan dikukus, masak gula merah dengan 500 ml air. Rebus di atas api sedang sambil diaduk-aduk hingga gula larut.

4. Angkat, kemudian saring.

5. Campur beras ketan yang sudah dikukus dengan larutan gula merah. Aduk rata, tunggu hingga meresap.

(http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

14

(26)

5. Kukus kembali hingga matang sempurna. 6. Siapkan loyang.

7. Alasi plastik, olesi tipis minyak.

8. Tuang ketan ke dalam loyang tersebut sambil diratakan. 9. Potong-potong adonan dengan ukuran sesuai selera. 10. Bungkus potongan adonan menggunakan plastik. 11. Jemur di bawah terik matahari hingga kering. 12. Panaskan minyak.

13. Masukan kipang, goreng hingga mengapung dan matang. 14. Angkat, lau tiriskan

15. Masukan kipang ke dalam toples atau bungkus menggunakan plastik agar tetap terjaga kerenyahannya.

16

*Banyak terdapat di Kota Payakumbuh

(27)

Bahannya:

a) 1kg ubi kayu (kupas bersihkan) b) Kelapa parut

c) Gula pasir d) Daun pandan e) Garam

Cara membuatnya:

1. Parut ubi tipis memenjang

menggunakan parutan kacimuih 2. Campurkan parutan ubi dengan

garam secukupnya

3. Potong berbentuk persegi empat daun pisang

(http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

15

4. Letakkan parutan ubi di atas daun pisang yang telah di iris 5. letakkan irisan daun pandan diatasnya

6. Kukus hingga matang

7. Campurkan kelapa parut dengan sedikit garam dan gula pasir aduk rata 8. Setelah matang, angkat dan taburkan kelapa parut

9. Kemudian sajikan.

17

*Kacimuih merupakan makanan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(28)

Bahannya:

a) 1kg singkong (kupas bersihkan) b) 1 butir kelapa (parut)

c) 150 gram gula merah (iris tipis) d) Garam secukupnya

e) 1 bungkus kecil vanili

f) Daun pisang secukupnya (bersihkan)

Cara membuatnya:

1. Bersihkan singkong kemudian parut halus 2. Cairkan gula merah dengan sedikit air 3. Masukkan kelapa parut vanili dan garam

secukupnya dalam cairan gula merah, aduk hingga rata dan sedikit mengering.

(Dokumentasi Pribadi)

16

4. Sediakan daun pisang yang sudah bersih

5. Dijemur di bawah sinar matahari hingga layu dan potong persegi panjang 6. Ambil selembar daun pisang tipiskan adonan ubi

7. Ratakan adonan kelapa parut di atasnya, setelah itu gulung dan lipat kedua sisi ujung daunnya

8. Didihkan air, lalu kukus lepat hingga matang 9. Kemudian sajikan

18

*Lapek ubi kayu merupakan makanan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(29)

Bahannya:

a) 300 gram tepung sagu

b) 70 cc air putih

c) 1 buah gula merah

d) 2 sendok makan gula pasir

e) ¼ sendok teh vanili

f) Garam secukupnya

g) 1 lembar daun pandan

h) 2 lembar daun cengkeh

i) 2 lembar daun kulit manis

j) Kelapa parut

(http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

17

(30)

20

Cara membuatnya:

1. Cairkan gula merah dengan air masukkan daun pandan, daun cengkeh, dan daun kulit manis

2. Tunggu sampai mendidih dan keluarkan semua daun tambahkan garam secukupnya. 3. Masukkan tepung ke dalam cairan gula merah yang mendidih

4. Aduk terus sampai mendidih kembali

5. Angkat, lalu tuangkan ke dalam tempat yang rata dan dinginkan.

6. Parut kelapa, lalu campurkan dengan sedikit garam, vanili, dan gula pasir 7. Iris adonan sagu, lalu lumuri dengan kelapa parut.

8. Kemudian sajikan.

*Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(31)

Bahannya:

a) 300 gram singkong

b) Kelapa parut

c) 70 cc air putih

d) 1 buah gula merah

e) 1 lembar daun pandan

f) Garam

g) Daun pisang

h) 2 lembar daun cengkeh

i) 2 lembar daun kulit manis

j) Vanili

Cara membuatnya:

1. Parut halus singkong

2. Campurkan adonan dengan sedikit garam dan vanili

3. Bungkus adonan dengan daun pisang membentuk segitiga, lalu kukus hingga matang

4. Cairkan gula merah dengan air, masukkan daun pandan sedikit garam dan vanili

5. Setelah matang, sajikan lopi dan tuangkan gula merah, lalu taburkan kelapa parut diatasnya, Kemudian sajikan.

(Dokumentasi Pribadi)

18

21

*Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(32)

Bahannya: a) Singkong b) Gula pasir c) Garam d) Kelapa parut e) Vanili f) Air mineral Cara membuatnya:

1. Kupas dan cuci bersih singkong

2. Parut halus singkong

3. Campurkan garam secukupnya dan pewarna hijau aduk hingga rata

4. Ratakan di atas cetakan (punggung piring loyang)

5. Panaskan air, lalu letakkan cetakan yang sudah di tempelkan adonan di atas air dan kukus

6. Campurkan kelapa parut dengan garam secukupnya, vanili, dan gula pasir

7. Setelah matang, angkat dan lepaskan dari cetakan, lalu ratakan kelapa parut di atas limi-limi dan lipat seperti segitiga

8. Kemudian sajikan

(Dokumentasi Pribadi)

19

22

*Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(33)

23

20

Bahannya: a) 600 ml air

b) 500 gram tepung terigu c) 125 gram gula pasir d) 2 butir telur, kocok lepas e) 1 sendok makan margarin cair f) 1 sendok teh baking powder g) 1/4 sendok teh pasta vanili h) 1/2 sendok teh ragi instant i) 1/2 sendok teh garam

a) 100 gram keju cheddar parut b) 60 ml susu kental manis putih

(34)

24

Cara Membuatnya:

1. Campurkan tepung terigu, gula pasir, ragi instant, garam, telur, margarin cair dan pasata vanili.

2. Kemudian tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk hingga bahan tercampur dengan rata

3. Kocok adonan tersebut menggunakan mixer dengan kecepatan sedang selama 5 menit 4. Lalu masukkan baking powder dan aduk-aduk lagi hingga rata.

5. Setelah itu diamkan adonan selama 40 menit dalam wadah tertutup.

6. Panaskan wajan anti lengket dan oleskan dengan sedikit margarin, kemudian tuangkan adonan, ratakan di atas permukaan wajan

7. Tunggu hingga keluar gelembung-gelembung pada pemukaan adonan, lalu tutup adonan tersebut.

8. Tunggu beberapa menit hingga adonan matang, angkat.

9. Setelah masak, oleskan permukaan martabak manis dengan menggunakan margarin 10. Taruh parutan keju cheddar diatasnya permukaan martabak dan tuangkan susu kental

manis putih pada permukaan martabak manis tersebut.

11. Selanjutmya lipat martabak manis menjadi setengah lingkaran 12. setelah itu potong-potong sesuai sesuai selera.

13. Kemudian sajikan.

*Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota (daerah Kubang) *Karena martabak kubang memiliki rasa yang khas

(35)

Bahannya: a) 1 kg singkong

b) ¼ cabai keriting

c) 4 butir bawang merah

d) 5 siung bawang putih

e) ½ sendok garam Isian pastel: a) Lobak/wortel b) Bawang merah c) Bawang putih d) Daun bawang e) Seledri f) Garam

Bahan minyak goreng :

Minyak goreng diambil dari minyak yang terkandung pada minyak masakan seperti gulai daging, karena minyak dari gulai akan menambah cita rasa pedas ke pastel.

(Dokumentasi Pribadi)

21

(36)

Cara membuatnya:

1. Parut halus singkong, kemudian kurangi kadar air dari singkong.

2. Haluskan cabai, bawang merah, bawang putih, dan garam tumbuk halus 3. iris lobak atau wortel

4. Iris tipis bawang merah, putih, daun bawang, dan seledri

5. Tumis bawang merah dan putih, tunggu hingga harum, lalu masukkan daun bawang, seledri, dan lobak/wortel

6. Masak hingga layu, tambahkan sedikit garam

7. Bentuk kulit pastel dan isikan isian pastel kira-kira 1 sendok dan goreng hingga matang.

8. Kemudian sajikan.

26

*Banyak terdapat di Kota Payakumbuh

(37)

Bahannya: a) 1 liter beras

b) ½ sendok teh kunyit

c) Lemak sapi/kerbau

d) 1 buah buluh bambu

Bahan untuk campuran goreng :

a) 70 cc air putih

b) 5 buah cabai keriting

c) 3 buah bawang merah

d) 3 siung bawang putih

e) ½ sendok garam f) Kelapa parut g) Fermentasi pakasam

22

(http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

27

(38)

28

Cara membuatnya:

1. Tumbuk/blender beras halus 2. Haluskan kunyit

3. Potong kecil-kecil lemak sapi/kerbau

4. Campurkan kunyit lemak ke dalam beras sampai merata

5. Masukkan ke dalam buluh bambu hingga padat, lalu tunggu minimal selama sehari dan pakasam bisa di buat.(bisa juga langsung dibuat, tapi lebih niknat kalau ditunggu seharian)

6. Iris bawang merah

7. Haluskan bawang putih, cabai keriting dan garam

8. Lalu, campurkan semua bahan ke dalam fermentasi pakasan, lalu campurkan dengan air (jangan terlalu encer)

9. Lalu, goreng dan sajikan.

*Pakasam merupakan masakan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(39)

Bahannya:

a) 2 kg nangka (yang seratnya besar di potong selebar 4 jari)

b) 100 gram cabai keriting

c) 2 biji santan kelapa (cari kelapa yang tua)

d) 10 siung bawang merah

e) 8 siung bawang putih

f) 3 cm kunyi t(biangkunyit)

g) 4 biji buah kemiri

h) 3 lembar daun kunyit

i) 2 keping asam kandis

j) Terasi secukupnya k) Garam secukupnya (http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

23

29

(40)

30

Cara membuatnya:

1. Haluskan cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, dan kemiri

2. Campurkan santan kelapa dengan bumbu yang sudah dihaluskan dengan terasi dan garam

3. Susun nangka di panci

4. Masukan daun kunyit dan asam kandis

5. Lalu siram lah santan yang sudah dibumbui tadi sampai rata ke nangka 6. Masaklah dengan api kecil sampai santannya agak mengering dan matang 7. Kemudian sajikan.

*Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(41)

Bahannya:

a) 250 gram kacang tanah b) 500 gram tepung beras putih c) 1 sendok teh garam

d) 2 lembar daun kunyit e) 200 cc air putih f) Perisa makanan g) 3 siung bawang putih h) 5 buah bawang merah

Cara membuatnya:

1. Haluskan bawang merah dan bawang putih

2. Iris tipis daun kunyit

3. Campurkan bumbu halus, lalu garam, perisa makanan, dan daun kunyit ke dalam tepung aduk hingga rata

4. Masukkan air ke dalam adonan tepung dan masukkan kacang

5. Panaskan minyak goreng

6. Goreng adonan dengan menggunakan cetakan yang berbentuk bulat.

7. Kemudian sajikan

(Dokumentasi Pribadi)

24

31

*Rakik kacang merupakan makanan secara turun temurun *Banyak terdapat di Kota Payakumbuh

(42)

Bahannya:

a) 150 gram tepung terigu

b) 10 butir telur ayam

c) ½ sendok garam

d) 3 lmbar daun salam

e) 2 buah batang serei, lalu memarkan

f) 5 lembar daun jeruk

g) 500 ml santan kental

h) 300 ml air mineral

i) Minyak sayur

Bumbu halus: 1. ¼ sendok kunyit halus

2. 10 buah cabai merah keriting (sesuai selera)

3. 10 siung bawang merah

4. 5 siung bawang putih

5. 2 ruas jari lengkuas

6. 2 ruas jari jahe

7. 1 sendok ketumbar

8. 2 sendok garam

(Dokumentasi Pribadi)

25

(43)

Cara membuatnya:

1. Campurkan telur, tepung terigu, garam, dan air, lalu kocok hingga adonan mengembang

2. Masak adonan menggunakan sedikit minyak dan tipiskan 3. Potong-potong dadar telur sesuai selera

4. Goreng dadar telur dengan api sedang dan minyak yang panas sampai dadar telur mengembang dan gurih

5. Panaskan minyak, lalu tumis serai, daun jeruk, daun salam, dan bumbu halus hingga harum

6. Tuangkan santan aduk secara perlahan

7. Masak dengan api kecil, aduk hingga terdapat minyak dalam masakan

8. Setelah timbul, banyak minyak dan tumisan telah bergumpal dan kering masukkan telur dan aduk hingga merata

9. Kemudian sajikan.

33

*Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh *Rendang telur merupakan masakan secara turun temurun

(44)

Bahannya:

a) 500 gram ubi

b) 1,5 ons cabe keriting

c) 3 buah bawang merah

d) 2 siung bawang putih

e) Daun bawang

f) ½ sendok teh garam

Cara membuat rubik : 1. Kupas dan bersihkan ubi

2. Rebus/kukus setengah matang

3. Dinginkan, lalu iris tipis secara vertikal

4. Jemur di bawah sinar matahari

5. Setelah kering, siapkan minyak panas, lalu goreng hingga menguning

(Dokumentasi Pribadi)

26

(45)

Cara pembuatan bahan campuran:

1. Haluskan cabai, garam dan bawang putih 2. Iris tpis bawang merah dan daun bawang

3. Pnaskan minyak lalu tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum lalu masukkan irisan daun bawang

4. Setelah agak menguning, masukkan cabai halus dan sedikit gula, lalu goreng hingga mengering

5. Campurkan kerupuk rubik dengan campuran cabai 6. Kemudian sajikan.

35

*Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota *Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini

(46)

Bahannya : a) 500gram singkong

b) 1 ons ikan teri

c) 3 buah kelapa (diambil santannya)

d) 1 ons cabai merah (sesuai selera)

e) 6 sampai 7 butir bawang merah (ukuran besar)

f) 1 lembar daun kunyit

g) 2 ruas jari lengkuas

h) Garam

Cara membuatnya: 1. Kupas bersih singkong

2. Iris berbentuk segitiga kecil (ketebalan sesuai selera)

3. Haluskan cabai merah dan geprek lengkuas

4. Masak santan kelapa

(http://3.bp.blogspot)

27

5. Setelah mendidih, masukkan cabai merah halus, lengkuas, dan daun kunyit 6. Masukkan singkong yang sudah dipotong beserta ikan teri

7. Tambahkan garam kira-kira 1 sendok makan 8. Tunggu sampai mengeluarkan minyak dan matang 9. Kemudian sajikan

36

*Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(47)

Bahannya:

a) 2 buah cempedak ukuran kecil

b) 1 ons ikan teri

c) 2 buah kelapa (diambil santannya)

d) 1 ons cabai merah (sesuai selera)

e) 6 sampai 7 butir bawang merah (ukuran besar)

f) 1 lembar daun kunyit

g) 2 ruas jari lengkuas

h) Garam

Cara membuatnya: 1. Kupas bersih cempedak

2. Iris berbentuk segitiga kecil (ketebalan sesuai selera)

3. Haluskan cabai merah dan geprek lengkuas

4. Masak santan kelapa

5. Setelah mendidih, masukkan cabe merah halus, lengkuas, dan daun kunyit

6. Masukkan cempedak yang sudah

dipotong beserta ikan tri

7. Tambahkan garam kira-kira 1 sendok makan

8. Tunggu sampai mengeluarkan minyak dan matang 9. Kemudian sajikan (http://makananoleholehkhas-sumatera-barat)

28

37

*Rendang cubadak merupakan masakan secara Turun temurun *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(48)

38

29

Bahannya:

a) 1kg baluik (belut) b) 1/4kg cabe halus c) 4 buah kelapa (santan) d) 1/4kg bawang merah giling e) 1ons lengkuas giling f) 1/2ons jahe giling

g) 1ons bawang putih giling h) Kunyit giling secukupnya i) 1sdm kemiri giling

j) Asam kandis, daun salam, daun kunyit, dan daun jeruk

k) 1 batang serai (memarkan)

Cara membuatnya:

1. Cuci bersih Baluik (belut) dan bakar separo matang 2. Masak santan dan bumbu yang telah dihaluskan

3. Masukkan rempah-rempah kemudian masak sampai kental 4. Setelah kelihatan keluar minyak, masukkan baluik (belut) 5. Masak sampai matang (warna keciklatan)

(49)

Bahnnya: a) Singkong kayu b) Daun bawang c) Kunyit halus d) Garam Cara membuatnya:

1. Parut singkong menggunakan parutan sarang balam

2. Iris daun bawang

3. Campurkan garam, kunyit, dan irisan daun bawang ke dalam parutan singkong

4. Aduk hingga rata

5. Panaskan minyak goreng

menggunakan cetakan dan masukkan dalam minyak panas

6. Setelah dirasa cetakan bisa dilepas, lepaskan lalu, tunggu hingga matang dan tiriskan

7. Kemudian sajikan.

(Dokumentasi Pribadi)

30

39

*Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini

(50)

40

31

Bahannya:

a) 2 sdm minyak, untuk menumis b) 2 lembar daun jeruk

c) 2 lembar daun kunyit d) 2 batang serai, memarkan

e) 300 g daging has dalam, potong dadu 1 cm f) 300 g lidah sapi, rebus, potong dadu 1 cm g) 750 ml kaldu sapi

h) 2 buah kelapa agak muda, parut i) 30 buah tusukan satai

j) 200 ml santan kental k) 1 sdm kari bubuk l) 4 sdm tepung beras

Saus, haluskan:

a) 10 butir bawang merah b) 5 siung bawang putih c) 3 buah cabai merah d) 5 cm lengkuas, kupas e) 3 cm jahe, kupas, iris kasar f) 3 cm kunyit, kupas, iris kasar g) 1 sdm ketumbar

h) 1 sdt jintan i) 1 sdm garam

(51)

41

Cara Membuatnya: Sate:

1. Panaskan minyak

2. Tumis bumbu halus hingga harum

3. Tambahkan daun jeruk, daun kunyit, dan serai, tumis hingga matang, angkat. 4. Masukkan setengah bagiannya ke panci berisi daging, lidah sapi, kaldu, dan kelapa 5. Masak di atas api kecil hingga daging matang

6. Angkat.

7. Tusuk secara berselang-seling: 2 potong daging dan 2 potong lidah 8. Ulangi hingga bahan habis.

9. Bakar satei di atas bara api sambil dibolak-balik agar matang merata. Angkat. Saus:

1. Campurkan sisa bagian bumbu dengan santan dan kari 2. Masak di atas api kecil sambil diaduk hingga mendidih

3. Tambahkan tepung beras, aduk cepat hingga rata dan mengental. Angkat. 4. Kemudian sajikan satai disertai kerupuk dan ketupat.

*Karena olahan saus yang khas membuat rasa yang begitu khas

(52)

Bahannya: a) Singkong b) Kelapa parut c) Garam d) Vanili e) Gula pasir f) Daun pandan Cara membuatnya:

1. Kupas dan bersihkan singkong

2. Sediakan panci untuk merebus ubi, lalu masukkan air tambahkan garam secukupnya dan daun pandan

3. Tunggu sampai lunak (empuk)

4. Setelah empuk, tiriskan lalu tumbuk ubi sampai hancur

5. Masukkan parutan kelapa dan vanili secukupnya ke dalam tumbukan ubi (aduk rata)

6. Pipihkan dan potong sesuai selera

7. Kemudian sajikan

(Dokumentasi Pribadi)

32

42

*Karena banyak terdapat ubi kayu (singkong) di daerah ini *Banyak terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota

(53)

Bahannya:

a) ½ kg beras ketan putih

b) 350 gram gula merah

c) 50 gram gula pasir

d) 1½ gelas santan (bisa di ambil dari 1 - 2 butir kelapa)

e) 1/4 sendok teh garam

f) 2 atau 3 lembar daun pandan

g) 3 lembar daun jeruk purut.

h) 200 ml air

Cara membuatnya:

1. Mula mula cuci bersih beras ketan, rendam beras sampai terendam selama 2-3 jam, tiriskan.

2. Panaskan kukusan atau dandang dan kukus beras ketan selama 40 menit hingga 3/4 matang.

(https://kayteezez.files.com)

33

(54)

3. Ambil panci tersendiri, masak air 200 ml hingga mendidih, kemudian masukkan beras ketan yang sudah 3/4 matang ke dalam 200 ml air mendidih aduk rata hingga air tereserap dan meresap ke beras ketan, diamkan dulu.

4. Di lain waktu silakan masak santan, gula merah, gula pasir, garam, daun pandan, dan daun jeruk hingga mendidih dan kental. (Sebaiknya menggunakan wajan penggorengan besar dan lumayan tebal untuk menghindari kemungkinan cepat gosong)

5. Lalu, masukkan adonan ketan masak hinggga santan dan gula terserap habis oleh ketan. aduk-aduk selama proses santan terserap. masak terus hingga kering dan berwarna coklat mengkilap.

6. Angkat selagi masih panas tuang ke dalam baki atau loyang, 7. Ratakan sambil di tekan-tekan dan dinginkan.

8. Kemudian, potong-potong sesuai selera dan sajikan.

44

*Banyak terdapat di Kota Payakumbuh

(55)

Indeks Bahan Baku Masakan

Berbahan baku Beras Ketan Bareh Randang (Beras Rendang),..1 Batiah,..3

Kipang Beras Ketan,..15 Wajik,..43

Berbahan baku Cubadak

(Cempedak) Goreng Cubadak (Goreng Cempedak ,..6 Pongek Cubadak (Pengat Cempedak),..29 Randang Cubadak (Rendang Cempedak),..37

Berbahan baku Daging Sate Danguang-Danguang,..40

Berbahan baku Gula Merah Galamai (Gelamai),..4

Berbahan baku Ubi Kayu

(Singkong) Ganepo,..5 Kacimuih kuah,..9 Karupuak Sakura (Kerupuk Sakura),..10 Karupuak Bulan(Kerupuk Bulan),..11

Karupuak Lento(Kerupuk Lento),..12 Kacimuih,..17

Lapek Ubi Kayu

(Lepat Singkong),..18

Lopi,..21 Limi-limi,..22

Pastel Padeh(Pastel Pedas),..25 Rubik,..34

Randang Ubi (Rendang Ubi),..36 Sarang Balam,..39

Tumbuak Ubi

(Tumbuk Singkong),..42

Berbahan baku Kacang Tanah Kipang Kacang,..8

Rakik Kacang,..31

Berbahan baku Baluik Karabu Baluik (Belut),..14 Baluik Lado Hijau

(Belut Cabe Hijau),..2

Goreng Baluik (Belut),..7

Berbahan baku Tepung Lompong Sagu,..19

Martabak Kubang,..23

Berbahan baku Beras Pakasam(Pekasam),..27

Berbahan baku Telur Randang Talua(Rendang Telur),..32

(56)

42 PENUTUP A. Kesimpulan

Makanan khas Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan

makanan khas yang terdapat di daerah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota

memiliki beraneka ragan masakan yang berbeda dengan masakan di daerah-daerah lainnya.

Memiliki rasa yang khas dan memanjakan lidah bila memakannya dan harganya juga relatif

murah untuk dijadikan oleh-oleh. Semoga produk ini dapat digunakan oleh semua pengguna

terutama wisatawan yang berada di luar Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota

untuk dijadikan sebagai alat telusur informasi berupa indeks beranotasi makanan khas Kota

Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

B. Saran

Indeks ini hanya mencakup nama yang ada. Jika terjadi penambahan nama maka di

harapkan untuk menyisipkan indeks beranotasi tentang makanan khas Kota Payakumbuh dan

Kabupaten Lima Puluh Kota dengan menyisipkan pada indeks yang sudah ada berdasarkan

(57)

43

BIODATA PENULIS

Hartinah lahir di Batuhampar, 05 April 1996, putri dari Bapak

Iswandi dan Ibuk Hidayati. Penulis menyelesaikan Sekolah Dasar

Negeri 54 Batuhampar, Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima

Puluh Kota pada tahun 2007. Madrasah Tsanawiyah Negeri

Piladang, Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2010, dan

Sekolah Madrasal Aliyah Negeri 2 Payakumbuh pada tahun 2014.

Pada tahun 2014, penulis melanjutkan pendidikan di UIN IB Padang dengan jurusan

D3 Ilmu Perpustakaan Fakulatas Adab dan Humaniora, kemudian berhasil menyelesaikan

studi pada awal tahun 2018 dengan judul tugas akhir “Indeks Beranotasi Makanan Khas Kota Payakumbuh dan Kabaupaten Lima Puluh Kota”.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :