• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Kesehatan Reproduksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Proposal Kesehatan Reproduksi"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PROPOSAL

PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN

PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSIREPRODUKSI DI BALAI

DI BALAI RW 03 DRW 03 DI KELURAHAN I KELURAHAN KENJERANKENJERAN

1.

1. Latar BelakangLatar Belakang

Kesehatan Reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara Kesehatan Reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang  berkaitan

 berkaitan dengan dengan sistem sistem reproduksi reproduksi , , serta serta fungsi fungsi dan dan prosesnya. prosesnya. (Widyastuti,2009).(Widyastuti,2009). Menguraikan ruang lingkup kesehatan reproduksi sebenarnya menggunakan pendekatan Menguraikan ruang lingkup kesehatan reproduksi sebenarnya menggunakan pendekatan siklus hidup, yang berarti memperhatikan kekhususan kebutuhan penanganan sistem siklus hidup, yang berarti memperhatikan kekhususan kebutuhan penanganan sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta kesinambungan antar fase kehidupan reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta kesinambungan antar fase kehidupan tersebut. Karena masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat tersebut. Karena masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, maka apabila tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat buruk bagi diperkirakan, maka apabila tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat buruk bagi masa kehidupan selanjutnya, dimana tahapan dalam siklus hidup dimulai dari fase masa kehidupan selanjutnya, dimana tahapan dalam siklus hidup dimulai dari fase konsepsi, bayi dan anak, remaja, usia subur, dan terakhir usia lanjut (Widyastuti, et konsepsi, bayi dan anak, remaja, usia subur, dan terakhir usia lanjut (Widyastuti, et al.,2009).

al.,2009).

Pada diri seorang wanita di masa reproduksi biasanya mengalami beberapa gejala Pada diri seorang wanita di masa reproduksi biasanya mengalami beberapa gejala  psikologik

 psikologik yang yang negatif negatif atau atau gejala gejala fisik. fisik. Sifat Sifat gejalanya gejalanya bervariasi bervariasi dan dan cenderungcenderung memburuk ketika saat-saat menjelang dan selama terjadinya proses perdarahan haid memburuk ketika saat-saat menjelang dan selama terjadinya proses perdarahan haid  pada

 pada tubuhnya, tubuhnya, Keadaan Keadaan ini ini tidak tidak selalu selalu terjadi terjadi pada pada setiap setiap siklus siklus haidnya haidnya dandan intensitasnya pun tidak sama. Beberapa wanita ada juga yang mengalami gejala alam intensitasnya pun tidak sama. Beberapa wanita ada juga yang mengalami gejala alam  perasaan

 perasaan dan fisik dan fisik yang berat, yang berat, salah ssalah satunya adalah atunya adalah menyebabkan terjadinya menyebabkan terjadinya keputihan.keputihan. Keluhan keputihan dari seorang wanita menjelang terjadinya haid secara statistik Keluhan keputihan dari seorang wanita menjelang terjadinya haid secara statistik cenderung dapat menyebabkan keadaan daerah kemaluan (terutama vagina, uterus, dan cenderung dapat menyebabkan keadaan daerah kemaluan (terutama vagina, uterus, dan vulva) menjadi mudah terjangkit suatu penyakit dan

vulva) menjadi mudah terjangkit suatu penyakit dan menularkannya ke tubuhnya sendirimenularkannya ke tubuhnya sendiri atau ketubuh orang lain yang melakukan persetubuhan dengannya (Hendrik, 2006). atau ketubuh orang lain yang melakukan persetubuhan dengannya (Hendrik, 2006). Vagina dilindungi terhadap infeksi oleh PH-nya yang normalnya rendah (3,5-4.5), yang Vagina dilindungi terhadap infeksi oleh PH-nya yang normalnya rendah (3,5-4.5), yang dipertahankan oleh aksi basil

dipertahankan oleh aksi basil Doderlain’s (bagian dari flora normal vagina)Doderlain’s (bagian dari flora normal vagina) dan hormon dan hormon estrogen. Risiko infeksi meningkat jika daya tahan tubuh wanita diturunkan oleh stres estrogen. Risiko infeksi meningkat jika daya tahan tubuh wanita diturunkan oleh stres atau penyakit, PH terganggu, atau jumlah organisme yang masuk meningkat (Smeltzer atau penyakit, PH terganggu, atau jumlah organisme yang masuk meningkat (Smeltzer & Bare, 2002 ).

(2)

Menurut data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI, 2007) secara keseluruhan 51 % wanita usia reproduktif (15-49), di Indonesia pernah mendengar tentang Infeksi Menular Seksual (IMS), persentase yang pernah mendengar tentang IMS lebih tinggi diperkotaan, dan meningkat sesuai dengan meningkatnya pendidikan dan status kekayaan dan persentase mereka yang tidak mengetahui gejala IMS makin rendah  pada pendidikan yang semakin tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan dari data di kader di RW 03 Kelurahan Kenjeran di temukan 92 pasangan PUS, PUS yang mempunyai ≤ 2 anak jumlahnya 30 % dan PUS yang mempunyai ≥ 2 anak jumlahnya 70% . Sedangkan  pengetahuan PUS tentang kesehatan reproduksi dari 92 pasangan PUS ditemukan yang membersihkan bagian reproduksi dengan antiseptic sebanyak 44.6%, sedangkan yang membersihkan bagian reproduksi sebelum berhubungan seks sebanyak 68.5%,

Wanita yang tidak bisa membedakan keputihan normal (fisiologis) dan keputihan yang tidak normal (patologis) tidak akan tahu dirinya mengidap penyakit atau tidak. Wanita yang beranggapan keputihan fisiologis adalah keputihan patologis akan membuat wanita tersebut merasa tidak nyaman dan merasa cemas dirinya menderita suatu penyakit kelamin, dan jika wanita yang beranggapan keputihan patologis adalah keputihan fisiologis akan membuat wanita tersebut mengabaikan keputihan yang dideritanya sehingga penyakit yang diderita bisa semakin parah yaitu terjadinya infeksi dari bakteri, virus, jamur, atau juga parasit, yang bisa menyebabkan terjadinya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS). Sehingga mahasiswa STIKES Hang tuah Surabaya ingin memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi tujuanya sebagai sumber informasi bagi Pasangan Usia Subur (PUS) untuk mengetahui bagaimana menjaga kebersihan reproduksi dari masing-masing pasangan agar terhindar dari penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS), diharapkan dapat membawa wawasan dan pengetahuan tentang  pasangan usia subur (PUS) dan menjaga kebersihan reproduksi terhadap pasangan.

Tema Kegiatan

Peningkatan Kesehatan Pasangan Usia Subur melalui kegiatan penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi di Balai RW 03 di keluhan Kenjeran.

A. Nama Kegiatan

(3)

B. Manfaat dan Tujuan 1. Tujuan Umum

Meningkatlan kesadaran kesadaran kemandirian wanita dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya, termasuk kehidupan seksualitasnya, sehingga hak-haknya reproduksinya dapat terpenuhi, yang pada akhirnya menuju peningkatan kualitas hidupnya.

2. Tujuan Khusus

a. Meningkatnya kemandirian wanita dalam memutuskan peran dan fungsi reproduksinya.

 b. Meningkatnya hak dan tanggung jawab sosial wanita dalam menentukan kapan hamil, jumlah dan jarak kehamilan.

c. Meningkatnya peran dan tanggung jawab sosial pria terhadap akibat dari perilaku seksual dan fertilitasnya kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan dan anak-anaknya.

d. Dukungan yang menunjang wanita untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan proses reproduksi, berupa pengadaan informasi dan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan untuk mencapai kesehatan reproduksi secara optimal.

3. Manfaat

a. Bagi pasangan usia subur

Setelah diberikan penyuluhan diharapkan pasangan usia subur (PUS) di kelurahan Kenjeran khususnya di RW 3 mendapatkan wawasan atau pengetahuan lebih  banyak tentang kesehatan reproduksi dan dapat menjaga kesehatan organ

reproduksi.  b. Bagi Mahasiswa

Dengan memberikan penyuluhan diharapkan mahasiswa mampu belajar  bagaimana cara memberikan penyuluhan kepada masyarkat luas dan mampu

menyelesaikan tugas praktek yang diberikan oleh dosen yang bersangkutan. C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari : Minggu

Tanggal : 11 Januari 2014 Waktu : 18.00 WIB - selesai

(4)

D. Peserta

Anggota pasangan usia subur yang hadir saat acara diadakan dan pasangan usia subur yang bersedia/mampu melakukan.

E. Gambaran Kegiatan

Kegiatan ini diawali di Balai RW 03 pukul 18.00, dilakukan penandatangan absensi kehadiran lalu dijelaskan tujuan dan manfaat dilakukan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi. Lalu penyuluhan diikuti oleh seluruh pasangan usia subur yang  bersedia hadir.

F. Petunjuk Teknik dan Petunjuk Pelaksanaan 1. Pasangan usia subur datang pukul 18.00

2. Penandatangan absensi pukul 18.15

3. Penjelasan tujuan dan manfaat penyuluhan tentang kesehatan reproduksi

4. Pasangan Usia Subur di berikan penjelasan maksud dan tujuan diadakan  penyuluhan tentang kesehatan reproduksi.

G. Panitia

Ketua gerbong : Ghora Kertapati Wakil Ketua : Anis Alriyanti Putri

Edwin reza Penangggungjawab : Elly Elvira Pokja

Ketua RW : Setyo Budi

Wakil Ketua RW : Wijayanti Agustin S. Bendahara : Ika Asri

Ketua Pokja : Diana Yuli U Sie. Acara : Sarah Anindita H

Diah Ayu Saputri Linda Prima Sari Dita Eka C

Indra Dwi bahtiar putra Sie. Konsumsi : Fitrianti wulan

Retta Muda Diyan maulid

(5)

Eka Ratna Sie. Perlengkapan : Lana Zuhara

Zainudin Fanani Sahman Haskal Winnedy Firmansyah Sie. PubDekDok : Erik Puji S.

Mydita

H. Anggaran Dana

a. Estimasi Pengeluaran

No Nama Kebutuhan Qty Harga satuan Jumlah SIE KONSUMSI

1 Snack Peserta 70 Rp. 5.000,00 Rp. 350.000,00

2. Fotocopy & Print

undangan 70

100 Rp. 7.000,00

Jumlah Rp. 357.000,00

b. Estimasi Pemasukan

Dana diperoleh dari iuran rutin (kas) mahasiswa profesi A5 STIKES HANG TUAH Surabaya

I. Penutup

Demikian proposal ini kami susun untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Surabaya, Januari 2014

Ketua Gerbong

Ghora Kertapati 143.0034

Penanggung Jawab Pokja

Elly Elvira 143.0024 Ketua Pokja Diana Yuli U 143.0015 Pembina Lahan

Referensi

Dokumen terkait

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open-ended dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SD pada materi volume kubus dan balok.. Hasil tersebut

Nabi Ya’qub adalah seorang ayah yang patut dijadikan teladan, dimana beliau mendidik anak- anaknya dengan pendidikan yang baik, memberikan nasihat kepada mereka dan

Demikian juga pada umur 16 bulan perlakuan pupuk kandang 2 kg dan bokashi 2 kg tidak berbeda nyata terhadap persentase tumbuh tanaman, tetapi kedua perlakuan tersebut berbeda

Berdasarkan konsep kerentanan tersebut diatas, secara diagramatik ruang lingkup penelitian analisis kerentanan populasi penyu belimbing di Pantai Jamursba Medi dan

Parameter penelitian yang dilakukan terhadap mayones reduced fat terdiri atas pengujian pH dengan pH meter, analisa kadar air metode vacuum drying, pengukuran

Dari berbagai pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian kolaborasi adalah karyasama dari dua orang atau lebih dalam suatu kegiatan penelitian dan ikut

Perbedaan lain dengan anova adalah uji beda rerata hanya membandingkan dua Perbedaan lain dengan anova adalah uji beda rerata hanya membandingkan dua rerata populasi yang

Hitung kadar dalam persen ekstrak yang larut dalam etanol (95%), hitung terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara. 6.5.5 Cara