• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. GAMBARAN UMUM KECAMATAN TOBOALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "A. GAMBARAN UMUM KECAMATAN TOBOALI"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A.

GAMBARAN UMUM KECAMATAN TOBOALI

Secara Geografis Kecamatan Toboali berada pada posisi 106028’23,541” E dan 2058’21,971”S. Sebagian besar wilayahnya merupakan daratan dengan lahan Perkebunan, Persawahan dan Hutan. Keadaan alam Kecamatan Toboali sebagian besar merupakan dataran rendah, lembah dan sebagian kecil perbukitan dengan lahan perkebunan, persawahan dan hutan serta secara langsung berbatasan dengan laut. Secara umum wilayah administrasi Kecamatan Toboali memiliki batas-batas sebagai berikut :

 Sebelah Utara : berbatasan dengan Kecamatan Airgegas  Sebelah Timur : berbatasan dengan Kecamatan Tukak sadai

 Sebelah Selatan : berbatasan dengan Laut Jawa dan Selat Bangka  Sebelah Barat : berbatasan dengan Kecamatan

Pulau Besar dan Selat Bangka

Dalam konteks wilayah, Kecamatan Toboali merupakan Kecamatan yang berada dalam wilayah Administrasi Kabupaten Bangka Selatan, yang terdiri dari 8 (delapan) desa dan 3 (tiga) kelurahan yaitu Desa Serdang, Desa Jeriji, Desa Bikang, Desa Gadung, Desa Rindik, Desa Kepoh, Desa Rias, Desa Keposang, Kelurahan Toboali, Kelurahan Teladan, dan Kelurahan Tanjung Ketapang. Ibukota Kecamatan Toboali berada di Desa Gadung yang berjarak kurang lebih 3 km dari Ibukota Pemerintahan Kabupaten Bangka Selatan. Luas wilayah Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan lebih kurang 1.460,34 km2 dengan jumlah Penduduk sampai tahun 2018 sebanyak 78.780 jiwa.

Kecamatan Toboali termasuk Kecamatan yang memiliki sumber daya alam potensial dan bervariasi jenisnya antara lain hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan laut, perikanan budidaya, pertambangan dan pariwisata. Keadaan alam Kecamatan Toboali sebagian besar merupakan dataran rendah, lembah, dan sebagian kecil perbukitan, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lahan agroindustri (pertanian dan perkebunan).

(2)

Sektor pertanian di Kecamatan Toboali paling banyak memberikan kontribusi kepada daerah selain pertambangan dan perikanan. Potensi pertanian dan kehutanan Kecamatan Toboali meliputi pertanian tanaman pangan, peternakan, perkebunan dan kehutanan. Pertanian tanaman pangan meliputi tanaman bahan makanan, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Komoditas unggulan Kecamatan Toboali didominasi dari sektor pertanian dan perkebunan yang terdiri dari padi sawah, sayuran, karet, lada, nanas, ikan dan bijih timah. Komoditas Unggulan Kecamatan Toboali dapat dilihat sebagai berikut :

(3)

No Desa/Kelurahan Komoditas Unggulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Rias Teladan Tanjung Ketapang Toboali Kepoh Rindik Keposang Gadung Bikang Jeriji Serdang

Padi sawah, Sayuran, Sawit

-Ikan Segar / Bijih Timah Ikan Segar / Bijih Timah, Sawit Karet, Lada, Bijih Timah, Ikan/Udang Bijih Timah, Karet, Lada, Sawit Bijih Timah, Karet, Lada, Sawit Bijih Timah, Karet, Lada, Sawit Nanas, Karet, Lada, Sawit Karet, Lada, Sawit

Karet, Lada, Sawit

Sumber : Kecamatan Toboali Dalam Angka, 2011

Luas wilayah Kecamatan Toboali dirinci menurut wilayah Desa/Kelurahan dapat dilihat sebagai berikut :

Luas Wilayah Kecamatan Toboali Menurut Desa / Kelurahan

No Desa/Kelurahan Luas (KM2) Persentase (%)

1 2 3 4 5 Teladan Tanjung Ketapang Toboali Rias Kepoh 25,50 40 557 50 114,75 1,74 2,73 38,14 3,42 7,84

(4)

6 7 8 9 10 11 Keposang Rindik Gadung Bikang Jeriji Serdang 146,63 5,25 149,96 16,25 95 260 10,04 0,35 10,26 1,11 6,50 17,80 Jumlah 1.460, 34 100

B.

GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN TOBOALI

Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Selatan Nomor 16 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Kecamatan, mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian kewenangan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah dan melaksanakan tugas umum pemerintahan yang meliputi :

a. mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat; b. mengkoordinsikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban

umum;

c. mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan;

d. mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;

e. mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan;

f.

membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan;

g.

melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup

tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana diatas Kecamatan mempunyai fungsi :

a. penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, pembangunan perekonomian, kemasyarakatan, ketentraman dan ketertiban;

(5)

b. pelaksanaan pembinaan pemerintahan kelurahan/desa dan pelayanan administrasi publik;

c. pelaksanaan pelayanan teknis administratif kesekretariatan.

C.

STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Selatan Nomor 16 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Kecamatan (Lembaran Daerah Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2008 Nomor 16), bahwa struktur organisasi Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan adalah sebagai berikut : (terlampir)

1.Susunan Organisasi Kecamatan Toboali

Berdasarkan Peraturan Bupati Bangka Selatan Nomor 59 Tahun 2016 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Kecamatan, Susunan Organisasi Kecamatan Toboali terdiri dari :

a. Camat ;

b. Sekretaris Kecamatan, membawahi :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

2. Sub Bagian Keuangan, Perencanaan dan Pelaporan.

c. Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum;

d. Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan; e. Seksi Pemberdayaan Masyarakat;

f. Seksi Pelayanan Umum;

g. Lurah;

h. Sekretaris Lurah;

i. Seksi Pemerintahan Dan Ketertiban Umum; j. Seksi Kesejahteraan Sosial Dan Pembangunan; k. Seksi Pelayanan Umum.

l. Jabatan Fungsional.

2. Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Masing-Masing Jabatan Struktural

(6)

- CAMAT a. Tugas :

Camat mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksnanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan dalam Urusan pemerintahan, pelayanan public, dan pemberdayaan masyarakat desa atau sebutan lain dan kelurahan.

b. Fungsi

Untuk melaksanakan tugasnya, Camat mempunyai fungsi :

a. Perumusan dan menetapkan rencana dan kebijakan teknis di Kecamatan;

b. Pengkoordinasian dan pengarahan dalam penyusunan program, pengelolaan keuangan serta urusan umum dan kepegawaian Kecamatan;

c. Pelaksanaan tugas Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten yang tidak dilaksanakan oleh unit kerja Pemerintah Daerah Kabupaten yang ada di Kecamatan;

d. Pengendalian dan pembinaan terhadap pelaksanaan operasional di lingkupb tugasnya;dan

e. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

- SEKRETARIS KECAMATAN a. Tugas :

Sekretaris Kecamatan mempunyai tugas pokok membantu Camat dalam Penyusunan Program, Pengelolaan Keuangan serta urusan umum dan Kepegawaian di Lingkungan Kecamatan.

b. Fungsi :

Untuk menyelenggarakan tugas pokoknya Sekretaris Kecamatan mempunyai fungsi:

(7)

a. Pengkoordinasian seksi-seksi dan kelurahan dalam rangka penyusunan rencana strategis, program dan kegiatan serta penyusunan laporan tahunan kecamatan;

b. Perencanaan penyusunan program dan kegiatan pada secretariat; c. Pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan, umum dan

kepegawaian;

d. Pelayanan administrasi kepada selurah satuan organisasi pada kecamatan; dan

e. Pengawasan dan pengendalian program dan kegiatan secretariat.

- KEPALA SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN a. Tugas :

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas membantu sekretaris Kecamatan dalam melaksanakan kegiatan surat-menyurat, kearsipan, rumah tangga, perlengkapan serta administrasi kepegawaian pada Kecamatan

b. Fungsi :

Untuk menyelenggarakan tugas pokoknya Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi:

a. Perencanaan kegiatan sub bagian umum dan kepegawaian;

b. Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan umum dan kepegawaian; c. Pelaksanaan kegiatan sub bagian umum dan kepegawaian.

- KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN, PERENCANAAN DAN PELAPORAN

a. Tugas :

Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas membantu Sekretaris Kecamatan dalam melaksanakan kegiatan penyusunan rencana program, urusan keuangan, evaluasi program kerja dan pelaporan.

(8)

Untuk menyelenggarakan tugas pokoknya Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi:

a. Perencanaan penyusunan program dan kegiatan sub bagian keuangdan pelaporan;

b. Pengoordinasian penyusunan rencana program dan kegiatan kecamatan;

c. Pengoordinasian penyusunan laporan kinerja kecamatan dan administrasi kegiatan sub bagian perencanaan, keuangan dan pelaporan.

- KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN, KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN

UMUM a. Tugas :

Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum mempunyai tugas pokok membantu Camat dalam hal melaksanakan bimbingan, pemantauan dan pengawasan urusan pemerintahan umum, ketenteraman dan ketertiban umum.

b. Fungsi :

Untuk menyelenggarakan tugas pokoknya Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum mempunyai fungsi :

a. perencanaan Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum; b. Pengkordinasian pelaksanaan dan kegiatan Seksi Pemerintahan,

Ketentraman dan Ketertiban Umum;

c. Pelaksanaan Kegiatan Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum;

- KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN PEMBANGUNAN

(9)

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan mempunyai tugas pokok membantu Camat dalam hal melaksanakan bimbingan, pemantauan dan pengawasan kegiatan kesejahteraan social dan pembangunan.

b. Fungsi :

Untuk menyelenggarakan tugas pokoknya Kepala Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial mempunyai fungsi:

a. Perencanaan kegiatan seksi Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan; b. Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan pada seksi Kesejahteraan

Sosial dan Pembangunan;

- KEPALA SEKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA a. Tugas:

Kepala Seksi Pemberdayaan masyarakat dan desa mempunyai tugas pokok membantu camat dalam hal melaksanakan bimbingan, pemantauan dan pengawasan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.

b. Fungsi:

Untuk menyelenggarakan tugas pokoknya Kepala Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial mempunyai fungsi:

a. Perencanaan kegiatan seksi pemberdayaan masyarakat desa;

b. Pengoordinasian pelaksanaan kegiatan pada seksi pemberdayaan masyarakat desa;

c. Pelaksanaan kegiatan seksi pemberdayaan masyarakat desa.

- KEPALA SEKSI PELAYANAN UMUM a. Tugas

Kasi Pelayanan umum mempunyai tugas pokok membantu camat dalam hal melaksanakan bimbingan, pemantauan dan pengawasan kegiatan pelayanan umum.

(10)

b. Fungsi

a. Perencanaan kegiatan pelayanan umum;

b. Pengoordinasian pelaksanaan kegiatan pada seksi pelayanan umum;

c. Pelaksanaan kegiatan seksi pelayanan umum.

- Lurah

a. tugas

Lurah mempunyai tugas pokok membantu camat dalam melaksanakan urusan pemerintahan kelurahan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat kelurahan.

b. Fungsi

a. perumusan rencana dan kebijakan teknis pada urusan pemerintahan kelurahan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat kelurahan;

b. pengoordinasian dan pengarahan dalam penyusunan program dan kegiatan urusan pemerintahan kelurahan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat kelurahan;

c. pelaksanaan program dan kegiatan urusan pemerintahan kelurahan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat kelurahan; dan

d. pengendalian teknis atas program dan kegiatan urusan pemerintahan kelurahan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat kelurahan.

- SEKRETARIS KELURAHAN a. tugas

sekretaris kelurahan mempunyai tugas pokok membantu lurah dalam penyusunan program, pengelolaan keuangan serta urusan umum dan kepegawaian pada kelurahan.

(11)

b. fungsi

a. pengoordinasian seksi-seksi di kelurahan dalam rangka penyusunan rencana strategis, program dam kegiatan serta penyusunan laporan tahunan kelurahan;

b. perencanaan penyusunan program dan kegiatan pada secretariat; c. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan, umum dan

kepegawaian;

d. pelayanan administrasi kepada seluruh satuan organisasi pada kelurahan; dan

e. pengawasan dan pengendalian program dan kegiatan secretariat.

- JUMLAH PEGAWAI KECAMATAN TOBOALI KABUPATEN BANGKA SELATAN

Kecamatan Toboali saat ini memiliki Aparatur/Sumber Daya Manusia berjumlah 91 (Sembilan puluh satu) Orang terdiri atas 51 (lima puluh) orang PNS yang terdiri dari 22 (empat belas) pegawai kecamatan, 29 (dua puluh delapan) orang PNS dari 3 (tiga) kelurahan dan 40 (empat puluh) orang tenaga honorer kecamatan dan 3 (tiga) kelurahan. Data PNS Kecamatan Toboali dapat diklasifikasikan berdasarkan golongan, jabatan dan pendidikan, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

A. Pegawai Negeri Sipil

Kecamatan Toboali

No Pangkat/Golongan/Ruang/Ess Jabatan Jumlah

(12)

2. Penata Tk.1/IIId/IIIB Sekretaris Camat 1 3. Penata Tk. I/IIId/IVA Kepala Seksi 1 4. Penata Tk. I/IIId/IVA Kepala Seksi 1 5. Penata Tk.1/IIIc/IVA Kepala Seksi 1 6. Penata Tk.1/IVa/IVA Kepala Seksi 1 7. Penata Muda/IIIa/ IVB Kasub. bag 1

8. Penata Muda /IIIa Pelaksana 3

9. Pengatur Tk.I/IId Pelaksana 1

10. Pengatur/IIc Pelaksana 5

11. Pengatur Muda Tk.I/IIb Pelaksana 4

14. Pengatur Muda/IIa Pelaksana 2

JUMLAH 22 Orang

KELURAHAN TOBOALI

No Pangkat

Golongan/Ruang/Ess

Jabatan Jumlah

1. Penata Muda Tk.1/IIIc/ IVA

Lurah 1 Orang

2. Penata Muda Tk.1/IIIb/ IVB

Seklur 1 Orang

(13)

IVB

4. Penata Muda Tk.1/IIIb Kepala Seksi 1 Orang 5. Penata Muda Tk.1/IIIb Pelaksana 1 Orang

6. Pengatur/IIc Pelaksana 3 Orang

7. Pengatur Muda/IIa Pelaksana 1 Orang

JUMLAH 10 Orang

KELURAHAN TANJUNG KETAPANG

No Pangkat/ Golongan/Ruang/Ess Golongan/Ruang Jumlah 1. Penata Muda Tk.1/IIIb/IVB Plt.Lurah 1 Orang 2. Penata Muda Tk.I/IIIb/

IVB

Kepala Seksi 2 Orang 3. Penata Muda/IIIa/IVB Kepala Seksi 1 Orang 4. Penata Muda/IIIa Pelaksana 1 Orang 5. Pengatur Tk. 1/IId Pelaksana 1 Orang

(14)

7. Pengatur Muda Tk.1/IIb

Pelaksana 1 Orang

JUMLAH 10 Orang

KELURAHAN TELADAN

No Pangkat Golongan/Ruang Jumlah

1. Penata Muda Tk.1/ IIIb/IVB

Lurah 1 Orang

2. Penata Muda Tk.I/IIIb/IVB

Kepala Seksi 1 Orang 3 Penata

Muda/IIIa/IVB

Kepala Seksi 1 Orang 4. Penata Muda

Tk.I/IIIb

Pelaksana 2 Orang 5. Penata Muda/IIIa Pelaksana 1 Orang 6. Pengatur Tk.I/IId Pelaksana 2 Orang 7. Pengatur/IIc Pelaksana 1 Orang 8. Pengatur Muda/IIa Pelaksana 2 Orang

JUMLAH 11 Orang

B. Pegawai Tidak Tetap

No Pendidikan Jumlah Ket

1. S.1 11 2. D.IV 1 3. D.III 4 4. SLTA 23 5. SMP 1 JUMLAH 40

(15)

2. PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI Kecamatan sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di daerah yang langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat terus melakukan upaya-upaya peningkatan kinerja pelayanan sehingga keberadaan pemerintahan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Berikut beberapa permasalahan yang dihadapi Kecamatan Toboali pada periode Tahun -5 RPJMD Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2016-2021 yang berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Kecamatan Toboali, diantaranya sebagai berikut :

1. Masih belum meratanya yang menerima jenjang pendidikan Non Formal seperti diklat-diklat yang dilaksanakan oleh pemerintah ataupun pemerintah daerah;

2. Belum tersedianya data pembangunan yang tersususn secara sistematis dan akurat sehingga meninmbulkan kendala dalam perencanaan pembangunan yang komprehensif dan berkelanjuutan;

3. Masih kurangnya profesionalisme dan kualitas sumber daya aparatur kecamatan;

4. Belum optimalnya pelaksanaan monitoring dan evaluasi program-program pembangunan yang dikaitkan dengan dokumen-dokumen perencanaan; 5. Belum optimalnya koordinasi antar instansi/UPT/UPTD/ yang diharapkan

dapat memperlancar dan mempertajam analisa perencanaan pembangunan.

6. Inkonsistensi terhadap pelaksanaan dokumen perencanaan sebagai akibat kurangnya komitmen untuk melaksanakan kegiatan;

7. Masih belum sinkronnya tata hubungan desa/kelurahan dengan kecamatan; 8. Masih rendahnya kesadaran dan komitmen aparatur dalam melaksanakan

pelayanan publik di kecamatan. 3. MAKSUD DAN TUJUAN

(16)

Maksud penyusunan dan penyampaian LAKIP Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan adalah sebagai aspek akuntabilitas kinerja bagi Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada stakeholder (Bupati, DPRD, dan Masyarakat) menjadikan LAKIP 2018 sebagai sarana pertanggungjawaban Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan atas Capaian Kinerja yang dilaporkan merujuk pada sampai sejauh mana Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis yang telah dicapai selama tahun 2018.

Adapun tujuan penyusunan LAKIP tahun 2018 adalah sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Kecamatan Toboali Tahun 2016-2021. LAKIP 2018 merupakan sarana dan upaya memperbaiki kinerja di yang akan datang. Untuk permasalahan kinerja yang ditemukan, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan dapat merumuskan strategi pemecahan masalahnya sehingga capaian kinerja Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

4. SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAKIP

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Peraturan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum Kecamatan Toboali

B. Gambaran Umum Pelayanan Kecamatan Toboali C. Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi D. Maksud dan Tujuan

E. Sistematika Penyusunan LAKIP BAB II PERENCANAAN KINERJA

(17)

A. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2016-2021, Visi, Misi, tujuan, Sasaran, Kebijakan Program Jangka Menengah (Renstra-Kecamatan Toboali)

B. Rencana Kerja Kecamatan Toboali Tahun 2018 C. Perjanjian Kinerja Kecamatan Toboali Tahun 2018 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Uraian Capaian Kinerja Kecamatan Toboali Tahun 2018 dan Analisis Capaian Kinerja Antara Target dan Realisasi Kinerja tahun 2018

B. Perbandingan Antara Realisasi Capaian Kinerja Tahun 2018 dengan Realisasi Capaian Kinerja Kecamatan Toboali Tahun 2016

BAB IV PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB II

RENCANA DAN TARGET KINERJA

Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan merupakan Dokumen Strategis dimana sesuai dengan Amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah harus menyusun Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah.

Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Demikian pula dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di semua bidang, terlebih dahulu harus dilakukan proses perencanaan yang Sistematis, Terpadu dan Terarah, agar apa yang menjadi tujuan dapat dicapai dan sesuai dengan harapan.

Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu kesatuan dalam sistem Perencanaan Nasional dengan tujuan untuk menjamin adanya keterkaitan dan konsistensi antara Perencanaan, Penganggaran, Pelaksanaan

(18)

serta Pengendalian dan Pengawasan. Guna melaksanakan hal tersebut, maka Kerangka Perencanaan Daerah meliputi Perencanaan Jangka Panjang, Jangka Menengah dan Jangka Pendek.

Adapun isi dari Renstra-SKPD tersebut sesuai dengan pasal 7 ayat (1) adalah Renstra SKPD memuat Visi, Misi, Strategi, Program dan Kegiatan Pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah serta berpedoman kepada RPJM Daerah dan bersifat indikatif.

A. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021. 1. Visi dan Misi

Dalam sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Penyusunan Rencana Strategi merupakan langkah awal yang harus dilaksanakan oleh setiap instansi. Begitu juga untuk Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan telah menyusun renstra dalam laporan akuntabilitasnya.

VISI

Visi merupakan cara pandang jauh kedepan kemana suatu organisasi dalam hal Instansi pemerintah harus dibawa agar tetap eksis, antisipatif dan inovatif sehingga memeiliki gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang di inginkan oleh organisasi.

Dalam rangka keberhasilan melaksanakan tugas dan fungsinya yang di emban, Kecamatan Toboali menetapkan Visi “TERWUJUDNYA PEMERINTAHAN YANG PROFESIONAL DAN RESPONSIF MENUJU KECAMATAN TOBOALI MANDIRI”

1. Profesional, mengandung makna :

- Good governance (supremasi hukum, akuntabiltas, partisipatif, transparansi, kesetaraan)

- Kemampuan SDM aparat Kecamatan dan Desa - Pemahaman aturan dan prosedur

- Sikap dan perilaku sebagai birokrat dan pelayan 2. Responsif, mengandung makna :

(19)

- Cepat bertindak dan cepat menyesuaikan (dengan lingkungan dan tuntutan)

- Aspiratif / Akomodatif - Kondusifitas Wilayah

- Keinginan untuk memberi pelayanan terbaik (pelayanan prima)

3. Mandiri, menyiratkan adanya kemampuan berdiri di atas kekuatan sendiri dan keunggulan komparatif maupun kompetitif sebagai jembatan untuk dapat mencapai kesejahteraan dan Kemakmuran yang dicita-citakan oleh Kabupaten Bangka Selatan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Visi tersebut mengisyaratkan adanya suatu proses pembangunan yang berkelanjutan di Kecamatan Toboali serta peningkatan pelayanan terhadap masyarakat sebagai institusi publik. Pada akhirnya proses tersebut diharapkan akan menghasilkan masyarakat yang sejahtera, berkualitas dan mandiri.

MISI

Misi merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sesuai dengan visi yang di tetapkan. Dengan demikian visi dapat terwujud apabila setiap instansi pemerintah mempunyai misi yang jelas sehingga pada gilirannya dapat menyelaraskan dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi

Misi Kecamatan Toboali merupakan penjabaran dan inplementasi dari visi yang telah di tetapkan, yaitu :

1.

Meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur Kecamatan dalam rangka pelayanan prima;

2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Toboali.

2.

Strategi dan Arah Kebijakan Daerah

STRATEGI

Strategi adalah cara untuk mewujudkan tujuan yang direncanakan secara analisis, realistis, rasional dan komperhensip. Strategi pemerintah untuk mencapai keberhasilan pembangunan sebagaimana yang diharapkan

(20)

dalam Visi dan Misi maka strategi yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Toboali adalah:

1. Sumber daya aparatur yang memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, berkompeten, dan memahami tugas dan fungsinya selaku Aparatur Sipil Negara (ASN);

2. Mengarahkan aparatur untuk lebih banyak membaca dan lebih up date mengenai info terbaru yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Menugaskan aparatur untuk mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) atau diklat berkaitan dengan sistem pelayanan yang terbaru dan menciptakan pelayanan yang mudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP);

3. Bekerjasama dengan TNI dan POLRI dalam rangka meminimalisir tindak kejahatan (kriminalitas) di wilayah Kecamatan Toboali;

4. Memberi wadah bagi masyarakat untuk mencurahkan aspirasinya dalam proses pembangunan di wilayah Kecamatan Toboali; dan

5. Bekerjasama dengan SKPD terkait dalam peningkatan kualitas ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

KEBIJAKAN

Dalam mencapai kinerja sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Pemerintah Kecamatan Toboali terdapat beberapa kebijakan, program dan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan dapat dilihat sebagai berikut :

1. Menerapkan sistem reward and punishment bagi seluruh pegawai; 2. Mengirim ASN untuk melaksanakan diklat ataupun mengajukan

pegawai untuk melaksanakan tugas belajar/izin belajar;

3. Melakukan koordinasi dan diskusi setidaknya pertriwulan antarapihak kecamatan dengan TNI dan POLRI;

4. Melalui musrenbang maupun diskusi terbuka dengan pihak masyarakat;

5. Menyiapkan data perekonomian masyarakat, tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat dan mengajukan ke instansi terkait untuk

(21)

membantu, seperti lapangan pekerjaan, penambahan ruang belajar/penambahan gedung sekolah, serta penambahan jumlah puskesmas pembantu, danlain sebagainya yang berkaitan dengan ketiga hal tersebut.

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan ISU STRATEGIS

1. Perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas SDM agar dapat memfasilitasi layanan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan yang baik.

2. Pemanfaatan potensi daerah yang baik dan benar bagi pengembangan agropolitan dan peluang usaha dalam rangka meningkatkan kemakmuran hidup masyarakat.

3. Perlu adanya penguatan kelembagaan kecamatan. 4. Perlu adanya saran dan prasarana yang mendukung.

Visi : Terwujudnya Pemerintahan yang Profesional dan Responsif menuju Kecamatan Toboali Mandiri.

Misi I : Meningkatkan Kualitas dan Kinerja Aparatur Kecamatan dalam Rangka Pelayanan Prima

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

Tujuan : Peningkatan Kualitas Pelayanan Terwujudnya Pelayanan yang baik,cepat, tepat dan tidak 1.SDM harus memiliki kompetensi di bidang Pelayanan Publik

2.Tingkatkan Disiplin dan

Adanya diklat

(22)

bermasalah Motivasi Pegawai serta Pemahaman Tupoksi Pegawai Tujuan : Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM serta kesejahteraan aparatur pemerintah Terwujudnya Aparatur Pemerintahan yang bersih, berwibawa, Profesional dan berdedikasi tinggi 1.Mengedepankan prinsip Pengabdian 2.Laksanakan pelayanan publik yang baik sesuai prosedur 3.Pelajari petunjuk pelaksanaan pelayanan publik Penamba-han pegawai

Misi II : Meningkatkan Pengembangan Agropolitan yang berorientasi pada Pemberdayaan Perekonomian Rakyat

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

Tujuan : Peningkatan Pemerataan dan Distribusi hasil-hasil pertanian

Peningkatan sarana dan prasarana wilayah berbasis pertanian Kerjasama dengan instansi terkait Adanya Koordinasi dengan instansi terkait dalam pengawasan pendistribusian hasil Pertanian Misi III : Meningkatkan Peran Aktif masyarakat dalam proses Pembangunan

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

Tujuan : Mewujudkan Stabilitas Wilayah Kecamatan Toboali yang Kondusif 1.Terwujudnya Keamanan dan ketertiban serta tata kehidupan sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku. 1. Kerjasama dengan Instansi terkait 2. Menjaga dan melestarikan Lingkungan hidup 1.Meningkatka n kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keamanan

(23)

2.Terwujudnya kelestarian dan keseimbangan Lingkungan hidup. 2. Perlu adanya Peningkatan pengawasan Tujuan : Peningkatan angka partisipasi masyarakat dalam melaksanakan program-program dan kegiatan Pembangunan dengan mengedepanka n azas pemberdayaan dan kemandirian Terwujudnya proses Pembangunan yang aspiratif, partisipasif dan akuntabel. 1. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan 2. Laksanakan sosialisasi pelayanan publik kepada masyarakat Melaksanakan program dan kegiatan pembangunan agar lebih terarah

Misi IV: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memantapkan Pembangunan Manusia di Kecamatan Toboali

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

Tujuan : Terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai 1.Meningkatnya derajat pendidikan masyarakat Tahun 2018 2.Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Tahun 2018 1.Pembanguna n sarana dan prasarana dibidang pendidikan yang memadai 2.Pembanguna n sarana dan 1.Program Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Tinggi 2.Peningkatan Pembangunan Puskesmas,

(24)

prasarana dibidang kesehatan yang memadai sosialisasi tentang kesehatan

B. Rencana Kerja (Renja) Tahun 2018

Rencana kerja adalah aktivitas analisis dan pengambilan keputusan di depan untuk menetapkan tingkat kinerja yang diinginkan dimasa yang akan datang. Sehingga pada pokoknya Rencana Kerja adalah pencapaian kinerja yang dinyatakan dengan ukuran kinerja atau indikator kinerja dalam rangka mencapai sasaran atau target yang telah ditetapkan. Penyusunan rencana kinerja diharapkan memberikan manfaat sebagai penghubung Perencanaan Strategis, Rencana Tindak maupun Perencanaan Operasional yang terinci, menajamkan dan mengoperasionalkan Rangkaian Perencanaan sampai Penganggaran, memudahkan melakukan pengukuran kinerja, memudahkan proses monitoring dan evaluasi kinerja.

Dengan demikian Rencana Kerja memberikan gambaran lebih mendetail mengenai sasaran dan strategi pencapaiannya. Rencana kerja yang tersusun dengan baik diharapkan kinerja organisasi dapat terangkat dan lebih terfokus serta dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pada akhir periode.

C.Perjanjian Kinerja Tahun 2018

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah yang di tindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah pada dasarnya merupakan pedoman bagi setiap instansi pemerintah dalam menyusun Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja.

(25)

Perjanjian Kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi pemerintah yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah unuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi, dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Tujuan Penyusunan Perjanjian Kinerja yaitu sebagai berikut :

1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur;

2. Menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur; 3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan

sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi; 4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi

dan supervise atas perkembangan/kemajuan kinerja pemberi amanah; 5. Sabagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.

Perjanjian Kinerja Kecamatan Toboali Kebupaten Bangka Selatan Tahun 2018 disusun dengan berdasarkan pada Rencana Kerja Tahun 2018 yang telah ditetapkan secara Substansial.

(26)

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA KECAMATAN TOBOALI

KABUPATEN BANGKA SELATAN

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2018

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi kepada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Jusvinar, S.STP

Jabatan : Camat Toboali Kabupaten Bangka Selatan Selanjutnya disebut pihak pertama

Nama : Justiar Noer, ST.,M.M.,M.Si Jabatan : Bupati Bangka Selatan

Selaku atasan pihak pertama, selanjutnya disebut pihak kedua

Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.

Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan

evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang

diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.

Pihak Kedua,

Toboali, Februari 2018 Pihak Pertama,

(27)

JUSTIAR NOER, ST.,M.M.,M.Si JUSVINAR, S.STP

NIP. 19820630 200012 1 006

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2018 KECAMATAN TOBOALI

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

TARGET

(1) (2) (3)

Terwujudnya pelayanan yang baik, cepat, tepat dan tidak bermasalah

Kualitas pelayanan kepada public dan aparatur

baik

Terwujudnya kebutuhan kantor berjalan lancar

Persentase

kebutuhan kantor yang lancar

baik

Terwujudnya kegiatan dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan Persentase usulan kegiatan hasil musrenbang dalam APBD 47,5%

Program Anggaran Keterangan

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Rp 4.698.695.000 APBD 2. Program Pelayanan Umum

Kecamatan

Rp 150.000.000 DABA 3. Program Peningkatan Pelayanan

Masyarakat Wilayah Kecamatan

Rp 971.990.000 APBD

Toboali, Februari 2018 BUPATI BANGKA SELATAN, CAMAT TOBOALI,

JUSTIAR NOER, ST.,M.M.,M.Si JUSVINAR, S.STP

NIP.19820630 200012 1 006 BAB III

(28)

AKUNTABILITAS KINERJA

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) adalah perwujudan kewajiban suatu Instansi Pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/ kegagalan dalam mengelola sumber daya sesuai dengan mandat yang diterima melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang merupakan penjabaran dari sasaran melalui instrumen pertanggungjawaban secara periodik, yaitu Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Instrumen pertanggungjawaban tersebut antara lain meliputi pengukuran, penilaian, evaluasi dan analisis kinerja, serta akuntabilitas keuangan yang dilaporkan secara menyeluruh dan terpadu untuk memenuhi kewajiban dalam mempertanggungjawabkan keberhasilan/ kegagalan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, sasaran, tujuan, serta Visi dan Misi SKPD.

A.

Metodologi Pengukuran Kinerja Kecamatan Toboali 1. Metode Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi sebagai berikut:

Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus:

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran dan kegiatan. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas. Selain itu, untuk memberikan penilaian yang lebih independen melalui indikator-indikator outcomes atau minimal outputs dari kegiatan yang terkait langsung dengan sasaran yang diinginkan.

Capaian indikator kinerja =

Rencana

Realisasi

(29)

Selain itu pada tahap pengukuran dan evaluasi atas kinerja, beberapa kegiatan ditetapkan indikator kinerja outcomes yang lebih tinggi (ultimate

outcomes) serta disajikan perbandingan dengan capaian kinerja pada tahun

sebelumnya, sehingga dapat secara langsung menunjukkan keterkaitan antara indikator kegiatan dengan indikator sasaran.

2. Hasil Pengukuran Kinerja

Hasil pengukuran kinerja sesuai mekanisme perhitungan pencapaian kinerja yang diperoleh melalui pengukuran kinerja atas pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran kinerja ini merupakan hasil dari suatu penilaian sistematik yang sebagian besar didasarkan pada kelompok indikator kinerja berupa indikator masukan, keluaran dan hasil. Sebagian lagi berupa indikator hasil yang lebih tinggi (ultimate outcomes) dan indikator benefit. Sedangkan indikator dampak secara umum baru terbatas pada identifikasi untuk melihat keterkaitannya dengan tujuan dan sasaran, mengingat sistem pengumpulan data kinerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan belum sepenuhnya terbangun.

Pengukuran Kinerja yang dilakukan mencakup:

a. Kinerja kegiatan merupakan tingkat pencapaian target dari

masing-masing kelompok indikator kegiatan. Pengukuran kinerja kegiatan ini menggunakan formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK).

b. Tingkat pencapaian sasaran merupakan tingkat pencapaian target dari

masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapkan, sebagaimana telah dituangkan dalam Formulir Rencana Kinerja Tahunan (RKT), dimana tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan dan indikator makro yang berhubungan dengan sasaran tersebut.

(30)

Berdasarkan perhitungan Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK), capaian kinerja kegiatan tahun 2018 dapat dievaluasi melalui uraian sebagai berikut:

Program dan Kegiatan

I. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran :

1.

Penguatan Fungsi Kesekretariatan Dan Administrasi Perkantoran Sasaran Kegiatannya adalah pelayanan terhadap masyarakat secara optimal.

Alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan ini yang bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Selatan melalui DPA Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp.

781.500.000,-Realisasi penggunaannya sebesar Rp. 693.209.970,-Output : Tersedianya Kebutuhan Operasional Kantor Outcome : meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran

2.

Penyediaan Operasional Kelurahan

Sasaran Kegiatannya adalah masyarakat kelurahan toboali.

Alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan ini yang bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Selatan melalui DPA Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp.

1.248.741.169,-Realisasi penggunaannya sebesar Rp. 1.240.676.632,-Output : Tersedianya Operasional pelayanan kelurahan Outcome : terlayaninya dengan baik masyarakat di 3 kelurahan

3.

Penyediaan Operasional Kelurahan

Sasaran Kegiatannya adalah masyarakat Kelurahan Teladan.

Alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan ini yang bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Selatan melalui DPA Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp.

(31)

1.513.148.385,-Output : Tersedianya Operasional pelayanan kelurahan Outcome : terlayaninya dengan baik masyarakat di 3 kelurahan

4.

Penyediaan Operasional Kelurahan

Sasaran Kegiatannya adalah masyarakat Kelurahan Tanjung Ketapang. Alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan ini yang bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Selatan melalui DPA Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp.

1.134.106.861,-Realisasi penggunaannya sebesar Rp.

1.058.664.857,-Output : Tersedianya Operasional pelayanan kelurahan Outcome : terlayaninya dengan baik masyarakat di 3 kelurahan II. Program pelayanan umum kecamatan

1. Daba Kecamatan dan Kelurahan

Sasaran Kegiatannya adalah masyarakat Kecamtan Toboali dan Kelurahan Teladan

Alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan ini yang bersumber dari DABA melalui DPA Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp.

150.000.00Realisasi penggunaannya sebesar Rp.

0,-Output : tersedianya kebutuhan operasional Outcome : operasional kantor berjalan lancar

III. Program Peningkatan Pelayanan Masyarakat Wilayah Kecamatan 1. Pelayanan Kesejahteraan Social Dan Pembangunan

Sasaran Kegiatannya adalah masyarakat Kecamatan Toboali.

Alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan ini yang bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Selatan melalui DPA Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp. 309.500.000,-Realisasi penggunaannya sebesar Rp.

301.605.750,-Output : Terlaksananya pelayanan terhadap masyarakat Outcome : Terlaksananya pelayanan terhadap masyarakat 2. Pelayanan Umum Kecamatan

(32)

Sasaran Kegiatannya adalah masyarakat Kecamatan Toboali.

Alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan ini yang bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Selatan melalui DPA Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp. 11.000.000,-Realisasi penggunaannya sebesar Rp.

4.376.000,-Output : Terlaksananya pelayanan terhadap masyarakat Outcome : Terlaksananya pelayanan terhadap masyarakat 3. Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa

Sasaran Kegiatannya adalah masyarakat Kecamatan Toboali.

Alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan ini yang bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Selatan melalui DPA Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp. 480.991.000,-Realisasi penggunaannya sebesar Rp.

422.126.700,-Output : tersedianya kegiatan di masyarakat Outcome : terlaksananya kegiatan di masyarakat

4. pelayanan pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban pembangunan Sasaran Kegiatannya adalah masyarakat Kecamatan Toboali.

Alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan ini yang bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Selatan melalui DPA Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp. 120.499.000,-Realisasi penggunaannya sebesar Rp.

81.325.000,-Output : terlaksananya pembinaan dan desa sehat di kecamatan Outcome : terlaksananya pembinaan dan desa sehat di kecamatan

C. AKUNTABILITAS KEUANGAN

Realisasi Anggaran Tahun 2018 yang meliputi Belanja Langsung terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa dan Belanja Modal sedangkan

(33)

Belanja Tidak Langsung terdiri dari Belanja Pegawai, gaji dan tunjangan serta Tambahan Penghasilan PNS pada Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan.

Berdasarkan hasil evaluasi dan penyelenggaraan anggaran tahun 2018, Realisasi Keuangan untuk belanja tidak langsung mencapai Rp. 3.938.926.303,- dari Total Anggaran sebesar Rp. 3.967.613.328,- yang terdiri dari :

- Belanja Gaji dan Tunjangan sebesar:

Rp. 2.547.012.328,- 2222222222222222222222222222222222

- Belanja Tambahan Penghasilan PNS berdasarkan beban kerja sebesar: Rp.

1.420.601.000,-Sedangkan Realisasi Keuangan untuk belanja langsung mencapai Rp. 5.458.630.494 ,- dari Total Anggaran sebesar Rp. 5.770.685.000,-- yang terdiri dari :

-

Belanja Pegawai sebesar Rp.

2.538.809.000,--

Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp. 3.145.176.000,-

.238,--

Belanja Modal sebesar Rp. 86.700.000,-Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran.

Permasalahan yang berkaitan dengan upaya merealisasikan target Belanja Daerah antara lain :

 Kurangnya pemahaman aparatur dalam penyusunan rencana, program, kegiatan dan anggaran yang terintegrasi, sehingga waktu pelaksanaan kegiatan terhambat ;

 Kurangnya kualitas sumber daya aparatur terutama dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah, sehingga tidak seluruh program dan kegiatan dapat terlaksana dengan baik ;

 Terbatasnya Sumber Daya Manusia pada SKPD dalam pengelolaan Administrasi Keuangan Daerah

Langkah-langkah dan upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi antara lain :

(34)

 Menyusun anggaran yang terintertegrasi dengan program dan kegiatan yang ada dalam perencanaan dengan mempertimbangkan factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan kegiatan.

 Menyertakan aparatur Kecamatan Toboali untuk mengikuti Bintek Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, agar memahami Peraturan dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

 Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pada SKPD dalam Pengelolaan keuangan daerah.

(35)

BAB IV PENUTUP

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Merupakan Media Pertanggungjawaban Kecamatan Toboali Kebupaten Bangka Selatan dalam Pelaksanaan Program Dan Kegiatan Yang Telah Dilakukan Dalam Tahun 2018. Hal Ini dilaksanakan sesuai dengan Keputussan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 239 / IX /6 /2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Keinrja Pemerintah.

Meskipun disadari bahwa laporan ini belum sempurna menyajikan prinsip transparansi dan akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun setidaknya diharapkan masyarakat dan para stockholder dapat memperoleh gambaran tentang program dan kegiatan yang telah dilakukan oleh kecamatan toaboali kabupaten bangka selatan selama tahun 2018 baik menyangkut keberhasilan maupun ketidakberhasilannya. Dimasa mendatang kecamatan toboali kabupaten bangka selatan akan senantiasa melakukan perbaikan dalam melanjutkan pembangunan.

Dengan demikian, diharapkan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan ini dapat memacu pelaksanaan tugas pemerintahan sehingga dapat mewujudkan sasaran yang ingin dicapai dengan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

Toboali, Februari 2018 CAMAT TOBOALI,

JUSVINAR, S.STP

Referensi

Dokumen terkait

Dimana saat ini Penyusunan laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kecamatan Tanjungpinang Kota Tahun 2019 sebagai wujud terciptanya pelayanan

7 Tahun 1999 Tanggal 15 Juni 1999 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah disebutkan bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Tahunan

Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan Tahun 2020 di maksudkan sebagai perwujudan kewajiban

(2) Mengetahui persepsi petani tentang teknologi budidaya lada ramah lingkungan di Desa Serdang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatani. (3) Menghitung perbandingan

perbaikan pedoman penyusunan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, pengukuran capaian kinerja ditetapkan dengan indikator kinerja yaitu Input

Kesimpulan Wilayah Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan memiliki potensi Logam Tanah Jarang LTJ dalam jumlah yang cukup besar terutama unsur Ce yang mencapai rata-rata 61,92

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan harga pembelian pemerintah terhadap permintaan dan penawaran gabah di Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan

ANALISIS POLA PENJUALAN HASIL KOMODITI PADI SAWAH DI DESA RIAS KECAMATAN TOBOALI KABUPATEN BANGKA SELATAN Uji T independen atau uji beda digunakan untuk melihat signifikansi