SPMB IPS Terpadu
Doc. Name: SPMB2002IPS999 Version : 2011-12 | halaman 1
Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 1155 ke menu search.
Copyright © 2012 Zenius Education
Bacalah teks berikut dengan seksama ke-mudian kerjaka soal nomor 61 s.d. 64!
Bali adalah penghasil terbesar rumput laut di Indonesia sejak teknik budidaya rumput laut diperkenalkan di pulau tersebut pada tahun 1984. Seribu nelayan di Bali menggarap ratusan hek-tare perairan pantai Pulau Dewata tersebut. Pada saat panen mereka mengambil rumput laut dari hamparan patok-patok berbentuk bujur sangkar yang berisi jarring-jarring. Waktu petik berlang-sung tiap empat puluh hari.
Walaupun pada tahun 1984 harga rumput laut per kg hanya Rp 200,00 setiap nelayan sudah menikmati keuntungan sebesar Rp 200.000,00 tiap panen. Sejak saat itu budidaya rumput laut mulai dikembangkan juga di provinsi-provinsi lain.
Pada tahun 1996 total produksi rumput laut kering di Indonesia adalah 16.000 ton dengan volume ekspor sebesar 12.000 ton. Tingkat pro-duksi rumput laut kering ini sudah meningkat menjadi 32.000 ton dengan volume ekspor 17.600 ton.
61. Kalimat pertama dalam bacaan di atas adalah
….
(A) Kalimat inti (B) Kalimat pembuka (C) Kalimat topik (D) Kalimat transformasi (E) Kalimat judul
62. Pikiran utama bacaan di atas terdapat pada
alinea ….
(A) Pertama (B) Kedua (C) Ketiga
(D) Kedua dan ketiga
(E) Pertama, kedua, dan ketiga
63. Pahlawan dari provinsi pada bacaan di atas
yang melawan penjajah Belanda adalah ….
(A) Sisingamangaraja (B) Ida Bagus Oka (C) Untung Surapati (D) Ngurah Rai
(E) Anak Agung Gede Agung
64. Pulau kecil yang terletak di sebelah selatan pulau tersebut pada bacaan di atas
dikem-bangkan sebagai daerah ….
(A) Wisata budaya (B) Wisata laut (C) Perkebunan jeruk
Copyright © 2012 Zenius Education
SPMB IPS Terpadu
doc. Name : SPMB2002IPS999 version : 2011-12 |
Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 1155 ke menu search. Bacalah teks berikut dengan seksama
ke-mudian kerjaka soal nomor 66 s.d. 68!
Stelah menunggu selama satu tahun, para petani markisa di Kabupaten Demak bisa ber-nafas lega. Tanaman yang biasanya tumbuh di dataran tinggi itu sudah dapat dipanen. Bahkan, hasil panen perdana tersebut rata-rata mencapai 16-21 ton atau sekitar 50 buah per batang. Mark-isa jenis rola yang dikembangkan sejak 8 bulan silam itu ditanam di lahan seluas 10 ha. Budidaya markisa merupakan langkah alternatif, kemung-kinan petani dipermainkan oleh para tengkulak agak kecil. Alasannya, petani memiliki daya tawar lebih tinggi.
Budidaya markisa mampu memberikan keun-tungan lebih tinggi (88,68%) dibandingkan den-gan komoditaslain seperti jagung (19,57%), singkong (8,55%), kedelai (28,80%), nanas (44,75%) atau cabe (84,69%). Namun hingga kini paling tidak di Jawa, tanaman markisa belum banyak dikenal. Padahal, produk lanjutan buah ini seperti sirup, serbuk, dan sari buah digemari masyarakat dan harganya relatif menjanjikan. Jika sirup buah jenis lain harganya sekitar Rp 3.000,00 - Rp 6.500,00. Sirup markisa mencapai Rp 9.000,00 - Rp 10.000,00 per botol dengan volume sekitar 650 ml.
66. Kalimat topik dalam alinea pertama bacaan
di atas dikembangkan dengan cara ….
(A) Perbandingan (B) alasan-alasan (C) Sebab-akibat (D) Contoh-contoh (E) Umum-khusus
67. Judul yang tepat untuk bacaan di atas ialah
….
(A) Petani Markisa di Kabupaten Demak (B) Markisa Sebagai Komoditas Alternatif di
Demak
(C) Nilai Ekonomis Tanaman Markisa (D) Demak Mampu Menghasilkan Markisa (E) Budi Daya Markisa di Kabupaten
De-mak
68. Pengelolaan buah markisa pada bacaan di atas dilakukan dengan pertimbangan kedeka-tannya dengan sebuah kota industry, pusat aglomerasi penduduk yang besar sekaligus pelabuhan ekspor. Kota besar terdekat den-gan kota tersebut yang memenuhi ketiga hal
tersebut adalah ….
Copyright © 2012 Zenius Education
SPMB IPS Terpadu
doc. Name : SPMB2002IPS999 version : 2011-12 |
Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di www.zenius.net dengan memasukkan kode 1155 ke menu search. Bacalah teks berikut dengan seksama
ke-mudian kerjaka soal nomor 71 s.d. 74!
Sesungguhnya Sungai Asahan, Sumatera Utara merupakan timbunan harta karun yang besar. Beda tinggi permukaan airnya di hulu dan di hilirnya sangat besar. Sekitar 900 m. Air bagian hulunya adalah muntahan air danau.
Pada tahun 1990-an Gubernur Sumut men-gatakan bahwa Sungai Asahan mampu mengha-silkan listrik sampai 2000 MW. Dalam berbagai hasil penelitian dikemukakan bahwa sungai asa-han dapat menampung 6 PLTA berkekuatan be-sar. Hingga tahun 2000, baru 2 PLTA yang ber-hasil dibangun dan mengber-hasilkan 500 MW.
Memanfaatkan air untuk pembangkit listrik jika dilakukan dengan benar, dampak lingkungan tidak banyak. Namun kerakusan manusia sering menjadikan dampak lingkungannya menjadi lain. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan berikut. Menurut mantan Ketua Otoritas Asahan. PLTA Asahan II dirancang untuk debit air Sungai Asa-han sebesar 106 m3/detik. Ternyata dalam op-erasinya debit rata-rata hanya 80 m3/detik se-hingga PLTA tidak bekerja maksimal.
71. Imbuhan me-kan pada awal alinea ke-3 men-gandung makna sama dengan me-kan pada kalimat.
1. Tidaklah mengherankan apabila angan-angan membangun PLTA Sungai Asahan
tercetus sudah sejak dahulu.
2. Kerakusan manusia menjadikan dampak lingkungan suatu pembangunan tidak se-suai perkiraan.
3. Kondisi Sungai Asahan membangkitkan se-mangat investor untuk membangun PLTA berkekuatan besar.
4. Sungai Asahan mampu menghasilkan listrik 2000 MW.
72. Pada kalimat ke-1 alinea ke-2 terdapat kata penghubung yang dalam ragam nonbaku ti-dak digunakan. Tunjukkanlah kalimat yang dapat dilengkapi dengan kata penghubung dimaksud.
1. Telah diramalkan kesebelasan kita akan menang
2. Dia harus membuktikan pernyataan itu benar
3. Jelas dia tidak bersalah
4. Menurut pengamatan kami, dia pasti men-dapat dukungan
73. Kondisi sungai seperti diuraikan pada alinea pertama mempunyai ciri.
1. Daya angkut kuat 2. Gradient sungai besar 3. Erosi vertikal kuat
4. Penampang melintang sungai berbentuk huruf U terbuka
74. Danau yang terletak di propinsi yang terse-but pada kalimat pertama bacaan di atas ter-masuk danau