• Tidak ada hasil yang ditemukan

SMART SOLUTION Tes Potensi Akademik SNMPTN 2012 (Kemampuan Penalaran Deduktif)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SMART SOLUTION Tes Potensi Akademik SNMPTN 2012 (Kemampuan Penalaran Deduktif)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Rangkuman Materi

Rangkuman Materi

Rangkuman Materi

Rangkuman Materi

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI

Disertai Teori Ringkas dan Pembahasan Soal

Tes Potensi Akademik

Tes Potensi Akademik

Tes Potensi Akademik

Tes Potensi Akademik

Disusun Oleh :

Pak Anang

Pak Anang

Pak Anang

Pak Anang

(2)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 1

Kumpulan

Kumpulan

Kumpulan

Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT

SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT

SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT

SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT

Ringkasan Materi

Ringkasan Materi

Ringkasan Materi

Ringkasan Materi SNMPTN

SNMPTN

SNMPTN

SNMPTN Tes

Tes

Tes

Tes Potensi Akademik (TPA)

Potensi Akademik (TPA)

Potensi Akademik (TPA)

Potensi Akademik (TPA)

Penalaran

Penalaran

Penalaran

Penalaran Deduktif

Deduktif

Deduktif ((((Penarikan Kesimpulan

Deduktif

Penarikan Kesimpulan

Penarikan Kesimpulan))))

Penarikan Kesimpulan

By By By

By Pak AnangPak AnangPak AnangPak Anang ((((http://pakhttp://pakhttp://pakhttp://pak----anang.blogspot.comanang.blogspot.comanang.blogspot.comanang.blogspot.com)))) B.

B. B.

B. PENALARAN PENALARAN DEDUKTIFPENALARAN PENALARAN DEDUKTIFDEDUKTIFDEDUKTIF

Pada penalaran deduktif adik-adik dituntut kemampuan untuk menarik sebuah kesimpulan (konklusi) dari fakta-fakta yang telah disediakan pada soal. Fakta-fakta tersebut berupa premis, pernyataan atau proposisi.

1. 1.1.

1. KONKLUSIKONKLUSIKONKLUSIKONKLUSI (P(P(Penarikan Kesimpulan(Penarikan Kesimpulanenarikan Kesimpulanenarikan Kesimpulan))))

Pada tes konklusi atau penarikan kesimpulan yang perlu ditekankan adalah tes ini bukan menguji kemampuan berbahasa Indonesia. Akan tetapi lebih dari itu, tes konklusi atau penarikan kesimpulan ini menguji kemampuan anda dalam mengolah fakta yang tersedia pada soal untuk kemudian menarik kesimpulan yang tepat.

Disini, kemampuan adik-adik dalam memahami premis dan menarik kesimpulan sangat diutamakan. Silahkan diingat kembali pada pelajaran Matematika SMA kelas X tentang ”Logika Matematika” pada subbab penarikan kesimpulan. Bagaimana cara menarik kesimpulan yang benar. Itu adalah dasar yang diperlukan dalam menarik kesimpulan pada tipe soal SNMPTN.

Ups, tapi tidak cukup itu saja yang diperlukan. Kemampuan adik-adik dalam memanipulasi informasi tanpa merubah maknanya dan mengambil kesimpulan secara logis (bukan secara perasaan) juga merupakan salah satu hal penting yang perlu dipelajari lagi.

Di kelas X SMA tentunya adik-adik masih ingat tentang penarikan kesimpulan berikut:

1. 1. 1.

1. Modus PonensModus PonensModus PonensModus Ponens 5 ⇒ 7

5

∴ 7

Jika hujan turun maka Sinta memakai payung. Sinta memakai payung.

Maka kesimpulannya adalah hujan turun.

2. 2. 2.

2. Modus TollensModus TollensModus TollensModus Tollens 5 ⇒ 7

∼ 7

∴ ∼ 5

Jika saya lulus tes SNMPTN maka saya akan dibelikan sepeda motor. Saya tidak dibelikan sepeda motor.

Maka kesimpulannya adalah saya tidak lulus tes SNMPTN.

3. 3. 3.

3. SilogismeSilogismeSilogismeSilogisme (Silogisme Hipotesis)(Silogisme Hipotesis)(Silogisme Hipotesis) (Silogisme Hipotesis) 5 ⇒ 7

7 ⇒ <

∴ 5 ⇒ <

Jika saya belajar giat maka saya akan wisuda tepat waktu. Jika saya wisuda tepat waktu maka saya akan cepat menikah.

(3)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 2

Nah selain ketiga jenis penarikan kesimpulan tersebut masih ada lagi bagaimana cara penarikan kesimpulan yang lain, yaitu:

4. 4. 4.

4. Silogisme KategorialSilogisme KategorialSilogisme KategorialSilogisme Kategorial

Akan di bahas lebih lanjut di halaman berikutnya.

? = AB<C CBDBDEFℎ H = AB<C IJKLBM N = AB<C 5<BOPMFA

? − N N − ? ? − N N − ?

H − ? H − ? ? − H ? − H

H − N H − N H − N H − N

Semua tumbuhan memerlukan air. Akasia adalah tumbuhan

Maka kesimpulannya adalah akasia memerlukan air.

Tidak ada pemain AC Milan yang berasal dari Indonesia. Semua pemaian Timnas berasal dari Indonesia.

Maka kesimpulannya adalah tidak ada permain Timnas yang bermain di AC Milan.

Semua koruptor adalah penjahat.

Semua koruptor harus ditangkap oleh KPK.

Maka kesimpulannya adalah beberapa yang ditangkap KPK adalah penjahat. (KJMFD IBCJF LFDE OPAFDEMF5 SNS FOFTFℎ 5BDUFℎFA!)

Tidak ada koruptor yang mau ditangkap KPK.

Semua yang ditangkap KPK harus diperiksa di pengadilan.

Maka kesimpulannya beberapa yang diperiksa di pengadilan adalah bukan koruptor.

5. 5. 5.

5. Silogisme DisjungtifSilogisme DisjungtifSilogisme DisjungtifSilogisme Disjungtif

5 ∨ 7 5 ∨ 7

∼ 5 7

∴ 7 ∴ ∼ 5

Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu tidak lari ke Solo

Maka kesimpulannya adalah penjahat itu lari ke Yogyakarta

Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu lari ke Yogyakarta

Maka kesimpulannya adalah penjahat itu tidak lari ke Solo.

6. 6. 6.

6. Silogisme AlternatifSilogisme AlternatifSilogisme AlternatifSilogisme Alternatif

5 ∨ 7 5 ∨ 7

5 ∼ 7

∴ ∼ 7 ∴ 5

Heru berbaju putih atau tidak putih Heru berbaju putih

Maka kesimpulannya adalah Heri bukan tidak berbaju putih.

Heru berbaju putih atau tidak putih Heru bukan tidak berbaju putih

(4)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 3

7. 7. 7.

7. Dilema KonstruktifDilema KonstruktifDilema KonstruktifDilema Konstruktif 5 ⇒ 7

< ⇒ I 5 ∨ <

∴ 7 ∨ I

Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau lulus ujian.

Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya senang.

8. 8. 8.

8. Dilema DestruktifDilema DestruktifDilema DestruktifDilema Destruktif 5 ⇒ 7

< ⇒ I ∼ 7 ∨ ∼ I

∴ ∼ 5 ∨ ∼ <

Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang.

Saya tidak joging atau saya tidak senang.

Maka kesimpulannya adalah bukan hari minggu atau saya tidak lulus ujian.

9. 9. 9.

9. Dilema Dua ArahDilema Dua ArahDilema Dua ArahDilema Dua Arah 5 ⇒ 7

< ⇒ I 5 ∨ ∼ I

∴ 7 ∨ ∼ <

Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau saya tidak senang.

Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya tidak lulus ujian.

10. 10. 10.

10.SimplifikasiSimplifikasiSimplifikasiSimplifikasi KonjungtifKonjungtifKonjungtif Konjungtif

5 ∧ 7 5 ∧ 7

∴ 5 ∴ 7

Sinta anak pandai dan kreatif.

Maka kesimpulannya adalah Sinta anak pandai.

Sinta anak pandai dan kreatif.

Maka kesimpulannya adalah Sinta anak kreatif.

11. 11. 11.

11.PenjumlahanPenjumlahanPenjumlahanPenjumlahan DisjungtifDisjungtifDisjungtifDisjungtif 5

∴ 5 ∨ 7

Cynthia adalah gadis yang cantik.

Maka kesimpulannya adalah Cynthia adalah gadis yang cantik atau memiliki tubuh seksi.

12. 12. 12.

12.KonjungsiKonjungsiKonjungsiKonjungsi 5

7

∴ 5 ∧ 7

Yusuf mengambil kuliah jurusan Matematika.

Yusuf mengulang mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak.

(5)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 4

13. 13. 13.

13.KomposisiKomposisiKomposisiKomposisi 5 ⇒ 7 5 ⇒ <

∴ 5 ⇒ (7 ∧ <)

Jika saya lulus ujian maka saya akan dibelikan sepeda motor baru. Jika saya lulus ujian maka saya akan senang.

Maka kesimpulannya adalah jika saya lulus ujian maka saya akan senang dan dibelikan sepeda motor baru.

14. 14. 14.

14.Teorema De MorganTeorema De MorganTeorema De MorganTeorema De Morgan ∼ (5 ∧ 7)

∴ ∼ 5 ∨ ∼ 7

Tidak benar bahwa saya malas dan saya nakal.

Maka kesimpulannya adalah saya tidak malas atau saya tidak nakal.

Nah, jadi sekarang adik-adik sudah memiliki dasar logika untuk mengerjakan soal-soal SNMPTN pada bagian Tes Potensi Akademik.

(6)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 5

SILOGISME KATEGORIAL SILOGISME KATEGORIAL SILOGISME KATEGORIAL SILOGISME KATEGORIAL

Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya berbentuk kategorial.

Contohnya: Bila S adalah himpunan subyek, dan P adalah himpunan predikat maka ada empat bentuk kombinasi dari term proposisi:

Semua S adalah P.

Tidak ada S adalah P.

Sebagian S adalah P.

Sebagian S bukan P.

Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesimpulan.

Contoh: Premis MayorPremis MayorPremis MayorPremis Mayor : HBCJF AJCKJℎFD CBCB<TJMFD FP<. Premis Minor

Premis Minor Premis Minor

Premis Minor : _MFIPF FOFTFℎ AJCKJℎFD. Kesimpulan

Kesimpulan Kesimpulan

Kesimpulan : _MFIPF CBCB<TJMFD FP<.

Pada contoh diatas bisa term subyeknya adalah ”FMFIPF”, term predikatnya adalah ”CBCB<TJMFD FP<” dan term menengahnya adalah ”AJCKJℎFD”.

PROPOSISI PROPOSISI PROPOSISI PROPOSISI

Proposisi adalah pernyataan yang terdiri dari dua term yaitu subyek dan predikat dan dapat dinilai benar atau salahnya. Dalam logika, proposisi hanya bisa benar atau salah, tetapi tidak kedua-duanya. Artinya tidak mungkin setengah benar atau setengah salah.

Benar salahnya proposisi tergantung pada hal yang dibicarakan. Jika membicarakan tentang benda alamiah, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan kenyataannya (teori korespondensi), dan jika yang dibicarakan adalah tentang kesepakatan atau persetujuan bersama, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan hasil kesepakatan atau persetujuan tersebut (teori koherensi).

Proposisi tersusun dari empat bagian penting, yaitu:

Kuantor + Subyek + Kopula + Predikat

HBCJF + FLFℎ + FOFTFℎ + TFMP-TFMP

HBKFEPFD + IF<UFDF + KJMFD + EJ<J

Dua bagian utama dari proposisi adalah:

1. 1. 1.

1. Term sebagai Term sebagai Term sebagai Term sebagai SubyekSubyekSubyek : hal yang diterangkan dalam proposisi, berhubungan dengan Subyek kuantitas proposisi.

Ada dua jenis subjek: a.

a. a.

a. Subyek universalSubyek universalSubyek universalSubyek universal : mencakup semua yang dimaksud oleh subyek. Subyek universal ini disertai dengan kuantor universal.

b. b. b.

b. Subyek partikularSubyek partikularSubyek partikularSubyek partikular : mencakup hanya sebagian dari keseluruhan yang disebutkan oleh subyek. Subyek partikular ini disertai dengan kuantor eksistensial.

2. 2. 2.

2. TermTermTermTerm sebagai sebagai sebagai sebagai PredikatPredikatPredikatPredikat : hal yang menerangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kualitas proposisi.

Ada dua jenis predikat: a.

a. a.

a. Predikat afirmatifPredikat afirmatifPredikat afirmatifPredikat afirmatif : sifat mengiyakan hubungan antara predikat dengan subyek. b.

b. b.

(7)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 6

Dua bagian lain yang menyertai proposisi:

3. 3. 3.

3. KKKKopulaopulaopulaopula : hal yang mengungkapkan hubungan antara subyek dan predikat. Kata yang biasa digunakan sebagai kopula ”adalah”, ”ialah”, ”bukan”, ”tidak”. Kopula kadang dituliskan dalam kalimat, kadang tersembunyi, tetapi harus selalu ditulis bila mengingkarkan.

4. 4. 4.

4. KuantorKuantorKuantorKuantor : pembilang yang menunjukkan lingkungan yang dimaksud oleh subjek. Ada dua jenis kuantor:

a. Kuantor Universal : berlaku untuk semua anggota himpunan. Kata yang sering digunakan adalah ”semua” atau ”setiap”.

b. Kuantor Eksistensial : berlaku untuk setidaknya ada satu anggota himpunan. Kata yang sering digunakan adalah ”ada”, ”sebagian”, ”beberapa”, atau ”sementara”.

JENIS PROPOSISI JENIS PROPOSISI JENIS PROPOSISI JENIS PROPOSISI

Apabila proposisi dilihat berdasarkan hubungan antara kuantitas pada term subyek dan kualitas pada term predikat, maka proposisi dapat dibedakan menjadi tujuh buah proposisi seperti yang terlihat pada diagram di bawah ini:

Ekuivalen

Afirmatif

Implikasi

Universal

Negatif Eksklusif

Proposisi

Inklusif

Afirmatif

Implikasi

Partikular

Inklusif

Negatif

Implikasi

(8)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 7

1. 1. 1.

1. Proposisi Universal Afirmatif Proposisi Universal Afirmatif Proposisi Universal Afirmatif Proposisi Universal Afirmatif

Semua S adalah P

a. a. a.

a. Proposisi Universal Afirmatif Ekuivalen Proposisi Universal Afirmatif Ekuivalen Proposisi Universal Afirmatif Ekuivalen Proposisi Universal Afirmatif Ekuivalen

Semua S adalah P Semua P adalah S

Contoh:

HBCJF CFDJIPF FOFTFℎ KB<KJOFLF.

Diagram Venn:

Subyek : Manusia

Predikat : Berbudaya

Sehingga interpretasi contoh kalimat tersebut bisa diperluas menjadi:

1. HBCJF CFDJIPF FOFTFℎ KB<KJOFLF

2. HBCJF LFDE KB<KJOFLF FOFTFℎ CFDJIPF

b. b. b.

b. Proposisi Universal Afirmatif Implikasi Proposisi Universal Afirmatif Implikasi Proposisi Universal Afirmatif Implikasi Proposisi Universal Afirmatif Implikasi

Semua S adalah P Sebagian P bukan S

Contoh:

HBCJF CFDJIPF FOFTFℎ cP5AFFD dJℎFD.

Diagram Venn:

Subyek : Manusia

Predikat : Ciptaan Tuhan

TIPS: TIPS: TIPS: TIPS:

Diagram Venn di atas memiliki tiga daerah yaitu:

1. Semua warna merah ada di dalam warna biru.

2. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah.

3. Warna biru ternyata tidak hanya terletak di daerah berwarna merah.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi:

1. HBCJF CFDJIPF FOFTFℎ cP5AFFD dJℎFD.

2. HBKFEPFD cP5AFFD dJℎFD KJMFD CFDJIPF.

3. fP5AFFD CFDJIPF KJMFD ℎFDLF CFDJIPF

(9)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 8

2. 2. 2.

2. Proposisi Universal NegatifProposisi Universal NegatifProposisi Universal NegatifProposisi Universal Negatif

Tidak seperti proporsi yang lain, proposisi Universal Negatif hanya memiliki satu bentuk eksklusif yaitu Proposisi Universal Negatif Eksklusif.

a. a.a.

a. Proposisi Universal Negatif Proposisi Universal Negatif EksklusifProposisi Universal Negatif Proposisi Universal Negatif EksklusifEksklusif Eksklusif

Semua S bukan P

Contoh:

HBCJF CFDJIPF FOFTFℎ KJMFD MFCKPDE.

Diagram Venn:

Diagram Venn di atas memiliki dua daerah:

1. Semua warna merah tidak terletak di warna biru.

2. Semua warna biru tidak terletak di warna merah.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi:

1. HBCJF CFDJIPF KJMFD MFCKPDE.

2. HBCJF MFCKPDE KJMFD CFDJIPF.

3. 3. 3.

3. Proposisi Partikular AfirmatifProposisi Partikular AfirmatifProposisi Partikular AfirmatifProposisi Partikular Afirmatif

Sebagian S adalah P

a. a. a.

a. Proposisi Partikular Afirmatif Inklusif Proposisi Partikular Afirmatif Inklusif Proposisi Partikular Afirmatif Inklusif Proposisi Partikular Afirmatif Inklusif

Sebagian S adalah P Sebagian P adalah S

Contoh:

HBKFEPFD g<FDE hDOgDBIPF FOFTFℎ MBAJ<JDFD FIPDE.

Diagram Venn:

Subyek : Orang Indonesia

Predikat : Keturunan Asing

TIPS: TIPS:TIPS: TIPS:

Diagram Venn di atas memiliki empat daerah:

1. Sebagian merah berada di biru.

2. Sebagian biru berada di merah.

3. Sebagian merah tidak berada di daerah biru.

4. Sebagian biru tidak berada di daerah merah.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi:

1. HBKFEPFD g<FDE hDOgDBIPF FOFTFℎ MBAJ<JDFD FIPDE.

2. HBKFEPFD MBAJ<JDFD FIPDE FOFTFℎ g<FDE hDOgDBIPF.

3. HBKFEPFD g<FDE hDOgDBIPF KJMFD MBAJ<JDFD FIPDE.

(10)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 9

b. b. b.

b. ProposisiProposisiProposisiProposisi Partikular Afirmatif ImplikasiPartikular Afirmatif ImplikasiPartikular Afirmatif ImplikasiPartikular Afirmatif Implikasi

Sebagian P adalah S Sebagian P bukan S

Contoh:

HBKFEPFD FDEEgAF iNj FOFTFℎ FDEEgAF ?Nj.

Diagram Venn:

Subyek : Anggota MPR

Predikat : Anggota DPR

TIPS: TIPS: TIPS: TIPS:

Diagram Venn di atas memiliki tiga daerah yaitu:

1. Sebagian warna biru terletak di daerah merah.

2. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah.

3. Semua warna merah terletak di daerah biru.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi:

1. HBKFEPFD FDEEgAF iNj FOFTFℎ FDEEgAF ?Nj.

2. HBKFEPFD FDEEgAF iNj FOFTFℎ KJMFD FDEEgAF ?Nj.

3. HBCJF FDEEgAF ?Nj FOFTFℎ FDEEgAF iNj.

4. 4. 4.

4. Proposisi Partikular NegatifProposisi Partikular NegatifProposisi Partikular NegatifProposisi Partikular Negatif

Sebagian S bukan P

a. a. a.

a. ProposProposProposProposisi Partikular Negatif Inklusifisi Partikular Negatif Inklusifisi Partikular Negatif Inklusifisi Partikular Negatif Inklusif

Contoh:

HBKFEPFD IF<UFDF ℎJMJC KJMFD FℎTP 5gTPAPM.

Sebagian S bukan P Sebagian P bukan S

Diagram Venn:

Subyek : Sarjana hukum

Predikat : Ahli politik

TIPS: TIPS:TIPS: TIPS:

Diagram Venn di atas memiliki empat daerah:

1. Sebagian merah tidak berada di daerah biru.

2. Sebagian biru tidak berada di daerah merah.

3. Sebagian merah berada di daerah biru.

4. Sebagian biru berada di daerah merah.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi:

1. HBKFEPFD IF<UFDF ℎJMJC KJMFD FℎTP 5gTPAPM.

2. HBKFEPFD FℎTP 5gTPAPM KJMFD IF<UFDF ℎJMJC.

3. HBKFEPFD IF<UFDF ℎJMJC FOFTFℎ FℎTP 5gTPAPM.

(11)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 10

b. b. b.

b. Proposisi Partikular Proposisi Partikular Proposisi Partikular Proposisi Partikular Negatif ImplikasiNegatif ImplikasiNegatif Implikasi Negatif Implikasi

Contoh:

HBKFEPFD CFDJIPF KJMFD g<FDE hDOgDBIPF.

Sebagian P bukan S Semua S adalah P

Diagram Venn:

Subyek : Orang Indonesia

Predikat : Manusia

TIPS: TIPS: TIPS: TIPS:

Diagram Venn di atas memiliki dua daerah yaitu:

1. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah.

2. Semua warna merah terletak di daerah biru.

Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi:

1. HBKFEPFD CFDJIPF KJMFD g<FDE hDOgDBIPF.

2. HBCJF g<FDE hDOgDBIPF FOFTFℎ CFDJIPF.

(12)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 11

T T T

TIPS SUPERKILATIPS SUPERKILATIPS SUPERKILATIPS SUPERKILAT

Cara mudah untuk memahami bentuk silogisme kategorial ini adalah dijelaskan pada langkah-langkah di bawah:

1. 1. 1.

1. KenaliKenaliKenaliKenali bentuk dasar dari silogisme kategorial.bentuk dasar dari silogisme kategorial.bentuk dasar dari silogisme kategorial.bentuk dasar dari silogisme kategorial.

Silogisme kategorial terdiri dari 3 bagian yaitu premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat dari kesimpulan), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek kesimpulan). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesimpulan.

Contoh: Premis Mayor : HBCJF AJCKJℎFD CBCB<TJMFD FP<. Premis Minor : _MFIPF FOFTFℎ AJCKJℎFD.

Kesimpulan : _MFIPF CBCB<TJMFD FP<.

Pada contoh di atas bisa dilihat bahwa term mayor dan predikat dari kesimpulan adalah ”CBCB<TJMFD FP<”, term minor dan subyek dari kesimpulan adalah ”FMFIPF” dan term menengahnya adalah ”AJCKJℎFD” yang menghubungkan antara premis mayor dan premis minor.

2. 2. 2.

2. Bayangkan masingBayangkan masingBayangkan masingBayangkan masing----masing term sebagai sebuah kategori.masing term sebagai sebuah kategori.masing term sebagai sebuah kategori.masing term sebagai sebuah kategori.

Misalkan term ”AJCKJℎFD”, adalah kategori yang menyusun semua yang bisa didefinisikan sebagai tumbuhan.

3. 3. 3.

3. Pahami masingPahami masingPahami masingPahami masing----masing premis sebagai kombinasi dari empat bentuk berikut:masing premis sebagai kombinasi dari empat bentuk berikut:masing premis sebagai kombinasi dari empat bentuk berikut:masing premis sebagai kombinasi dari empat bentuk berikut:

”Semua/Sebagian/Tidak ada + A + adalah/bukan + B” ”Semua/Sebagian/Tidak ada + A + adalah/bukan + B” ”Semua/Sebagian/Tidak ada + A + adalah/bukan + B” ”Semua/Sebagian/Tidak ada + A + adalah/bukan + B”....

Ada empat bentuk kombinasi dari term proposisi:

a. Universal afirmatif (dilambangkan A): Semua S adalah P. b. Universal negatif (dilambangkan E): Tidak ada S adalah P. c. Partikular afirmatif (dilambangkan I): Sebagian S adalah P. d. Partikular negatif (dilambangkan O): Sebagian S bukan P.

4. 4. 4.

4. Tentukan bentuk silogisme yang muncul.Tentukan bentuk silogisme yang muncul.Tentukan bentuk silogisme yang muncul.Tentukan bentuk silogisme yang muncul.

Jika dilihat dari letak term menengah, apakah menjadi subyek atau predikat pada premis, maka silogisme dikelompokkan menjadi 4:

(13)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 12

5. 5. 5.

5. Tentukan apakah silogisme tersebut valid atau tidak.Tentukan apakah silogisme tersebut valid atau tidak.Tentukan apakah silogisme tersebut valid atau tidak.Tentukan apakah silogisme tersebut valid atau tidak.

Dengan mengkombinasikan 4 kemungkinan variasi (A, E, I, O) untuk masing-masing bagian, 3 bagian (premis mayor, premis minor, kesimpulan), dan empat variasi posisi. Secara keseluruhan terdapat 256 bentuk kemungkinan dari silogisme. Namun dari kombinasi 256 bentuk tersebut hanya 19 bentuk saja yang valid.

Bentuk silogisme yang valid tersebut ditulis dalam jembatan kata-kata seperti berikut ini:

a. a. a.

a. Bentuk pertama, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Bentuk pertama, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Bentuk pertama, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Bentuk pertama, hanya memiliki 4 bentuk yang valid:

Baaaarbaaaaraaaa, Ceeelaeareaa eeent, Daaariia ii, Feiiii eeerioioioio.

1. Barbara: AAA-1

HBCJF KJ<JDE FOFTFℎ ℎBkFD. HBCJF CB<5FAP FOFTFℎ KJ<JDE. lFOP, IBCJF CB<5FAP FOFTFℎ ℎBkFD.

2. Celarent: EAE-1

dPOFM FOF IPIkF H?_ NB<UJFDEFD LFDE CBDcJ<P.

HBCJF LFDE OPAFDEMF5 5gTPIP FOFTFℎ IPIkF H?_ NB<UJFDEFD. lFOP, APOFM FOF LFDE OPAFDEMF5 5gTPIP FOFTFℎ 5BDcJ<P.

3. Darii: AII-1

HBCJF IPIkF H?_ _DAF<PMIF ABTFℎ TJTJI JUPFD DFIPgDFT.

HBKFEPFD LFDE CBDcg<FA-cg<BA IB<FEFC FOFTFℎ IPIkF H?_ _DAF<PMIF. lFOP, IBKFEPFD LFDE CBDcg<BA-cg<BA IB<FEFC ABTFℎ TJTJI JUPFD.

4. Ferio: EIO-1

dPOFM FOF Mg<J5Ag< LFDE PDEPD CFIJM 5BDUF<F. mBKB<F5F FDEEgAF iNj FOFTFℎ Mg<J5Ag<.

lFOP, KBKB<F5F FDEEgAF iNj APOFM PDEPD CFIJM 5BDUF<F.

b. b. b.

b. Bentuk kedua, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Bentuk kedua, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Bentuk kedua, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Bentuk kedua, hanya memiliki 4 bentuk yang valid:

Ceesaee aaareeee, Caaaameeeestrees, Feee eestiiiinoe oo, Bao aaaroooocoooo.

1. Cesare: EAE-2

dPOFM FOF LFDE ABTFℎ OPngDPI IBKBTJC OP IPOFDE OP 5BDEFOPTFD. HBCJF AB<g<PI KgC mFTP KBTJC OPIPOFDE OP 5BDEFOPTFD.

lFOP, APOFM FOF AB<g<PI mgC mFTP LFDE ABTFℎ OPngDPI.

2. Camestres: AEE-2

HBCJF AB<g<PI KgC mFTP ABTFℎ OPIPOFDE OP 5BDEFOPTFD. dPOFM FOF Mg<J5Ag< LFDE ABTFℎ OPIPOFDE OP 5BDEFOPTFD. lFOP, APOFM FOF Mg<J5Ag< CB<J5FMFD AB<g<PI KgC mFTP.

3. Festino: EIO-2

dPOFM FOF CFMFDFD cB5FA IFUP LFDE CBDLBℎFAMFD. mBKB<F5F CFIFMFD ℎgABT CBDLBℎFAMFD.

lFOP, KBKB<F5F CFIFMFD ℎgABT FOFTFℎ KJMFD CFMFDFD cB5FA IFUP.

4. Baroco: AOO-2

(14)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 13

c. c. c.

c. Bentuk ketiga, hanya memiliki 6 bentuk yang valid: Bentuk ketiga, hanya memiliki 6 bentuk yang valid: Bentuk ketiga, hanya memiliki 6 bentuk yang valid: Bentuk ketiga, hanya memiliki 6 bentuk yang valid:

Daaaaraaaaptiiii, Diiiisaaaamiiiis, Daaaatiiiisiiii, Feeelaeaptoaa ooon, Boooocaardoaa ooo, Feeeeriiiisooon. o

1. Darapti: AAI-3

HBCJF 5BCFPD ?FDcℎBIAB< fPAL KB<UFKFA AFDEFD OBDEFD kFIPA. HBCJF 5BCFPD ?FDcℎBIAB< fPAL CBCFMFP IB5FAJ KP<J.

lFOP, IBKFEPFD LFDE CBCFMFP IB5FAJ KP<J KB<UFKFA AFDEFD OBDEFD kFIPA

2. Disamis: IAI-3

HBKFEPFD KJMJ OP o<FCBOPF PDpg<CFAPp. HBCJF KJMJ OP o<FCBOPF AB<AFAF <F5P.

lFOP, IBKFEPFD KJMJ LFDE AB<AFAF <F5P FOFTFℎ PDpg<CFAPp.

3. Datisi: AII-3

HBCJF 5BTFJA FOFTFℎ 5B<BDFDE. HBKFEPFD 5BTFJA FOFTFℎ 5BDLBTFC.

lFOP, IBKFEPFD 5BDLBTFC FOFTFℎ 5B<BDFDE.

4. Felapton: EAO-3

dPOFM FOF JTF< LFDE BDFM JDAJM OPCFMFD. HBCJF JTF< FOFTFℎ ℎBkFD.

lFOP, KBKB<F5F ℎBkFD APOFM BDFM JDAJM OPCFMFD.

5. Bocardo: OAO-3

mBKB<F5F KJMJ APOFM KB<CFDpFFA. HBCJF KJMJ FOFTFℎ IJCKB< PTCJ.

lFOP, KBKB<F5F IJCKB< PTCJ APOFM KB<CFDpFFA.

6. Ferison: EIO-3

dFM IFAJ5JD IPIkF LFDE KgTBℎ CBCFIJMP EJOFDE. HBCJF IPIkF FOFTFℎ kF<EF IBMgTFℎ.

lFOP, KBKB<F5F kF<EF IBMgTFℎ APOFM KgTBℎ CBCFIJMP EJOFDE.

d. Bentuk keempat, hanya mimiliki 5 bentuk yang valid:

Braaamaa aantiiiip, Caa ameaa eenee eees, Diiiimaariiiis, Feaa eeesaaaapoooo, Freeeesiiiisoooon.

1. Bramantip: AAI-4

HBCJF OFEPDE KFKP ℎF<FC OPCFMFD.

HBCJF LFDE ℎF<FC OPCFMFD ℎF<JI OPℎPDOF<P.

lFOP, KBKB<F5F LFDE ℎF<JI OPℎPDOF<P FOFTFℎ OFEPDE KFKP.

2. Camenes: AEE-4

HBCJF LFDE ℎFOP< FOFTFℎ kPIFAFkFD _JIA<FTPF. dPOFM FOF kPIFAFkFD _JIA<FTPF LFDE 5BDLFDLP. lFOP, APOFM FOF 5BDLFDLP LFDE ℎFOP<.

3. Dimaris: IAI-4

mBKB<F5F IF<UFDF ℎJMJC FOFTFℎ 5BDEFcF<F. HBCJF 5BDEFcF<F FOFTFℎ CFℎP< KB<KPcF<F,

lFOP, KBKB<F5F LFDE CFℎP< KB<KPcF<F FOFTFℎ IF<UFDF ℎJMJC.

4. Fesapo: EAO-4

dPOFM FOF CFMFDFD BDFM LFDE E<FAPI.

HBCJF ℎFT LFDE E<FAPI KFDLFM OPIJMFP g<FDE.

lFOP, KBKB<F5F ℎFT LFDE KFDLFM OPIJMFP g<FDE FOFTFℎ KJMFD CFMFDFD BDFM.

5. Fresison: EIO-4

dPOFM FOF FDUPDE CB<J5FMFD KJ<JDE. HBCJF KJ<JDE FOFTFℎ ℎBkFD 5BTPℎF<FFD.

(15)

Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SNMPTN 2012 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 14

HUKUM PENARIKAN KESIMPULAN SILOGISME KATEGORIK HUKUM PENARIKAN KESIMPULAN SILOGISME KATEGORIK HUKUM PENARIKAN KESIMPULAN SILOGISME KATEGORIK HUKUM PENARIKAN KESIMPULAN SILOGISME KATEGORIK

1. Silogisme harus terdiri dari 3 term, yaitu Subyek, Predikat dan Term Menengah.

2. Term penengah (M) tidak terdapat pada kesimpulan.

3. Jika dalam salah satu premis terdapat proposisi partikular, maka kesimpulannya juga merupakan proposisi partikular.

Contoh:

HBCJF LFDE ℎFTFT OPCFMFD CBDLBℎFAMFD. HBKFEPFD CFMFDFD APOFM CBDLBℎFAMFD. ?FMF, IBKFEPFD CFMFDFD APOFM ℎFTFT.

4. Jika salah satu premis merupakan proposisi negatif, maka kesimpulannya juga harus merupakan proposisi negatif.

Contoh:

HBCJF APDOFM Mg<J5IP APOFM OPIJMFP g<FDE. HBKFEPFD 5BUFKFA CBTFMJMFD APDOFMFD Mg<J5IP. ?FMF, IBKFEPFD 5BUFKFA APOFM OPIBDFDEP.

5. Jika kedua premis merupakan proposisi partikular, maka kesimpulan yang diambil adalah tidak sah karena kebenarannya tidak pasti.

Contoh:

HBKFEPFD g<FDE MFLF FOFTFℎ 5BTPA. HBKFEPFD 5BOFEFDE FOFTFℎ g<FDE MFLF.

?FMF, IBKFEPFD 5BOFEFDE FOFTFℎ 5BTPA????? (Belum tentu benar)

6. Jika kedua premis merupakan proposisi negatif, maka tidak dapat diambil kesimpulannya.

Contoh:

dPOFM FOF CFTPDE LFDE CFJ OPAFDEMF5. _DOP KJMFD CFTPDE.

(Tidak bisa ditarik kesimpulan)

7. Jika salah satu premis adalah proposisi partikular dan premis lain adalah proposisi negatif, maka tidak dapat ditarik kesimpulan.

Contoh:

HBKFEPFD CJ<PO CBDEB<UFMFD Nj. ?J<PO MBTFI r APOFM CBDEB<UFMFD Nj.

(Tidak bisa ditarik kesimpulan)

8. Term predikat pada kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premis. Jika tidak, kesimpulannya menjadi salah.

Contoh:

SFCKgUF FOFTFℎ KJDEF. ?FkF< KJMFDTFℎ SFCKgUF. ?FkF< KJMFDTFℎ KJDEF.

(Term predikat pada kesimpulan merupakan proposisi negatif, sedangkan pada premismerupakan proposisi positif)

9. Term penengah harus bermakna sala, baik di dalam premis mayor ataupun minor. Jika term menengah bermakna ganda, maka kesimpulannya salah.

Contoh:

mJTFD CB<J5FMFD KBDOF TFDEPA. _5<PT FOFTFℎ KJTFD.

_5<PT FOFTFℎ KBDOF TFDEPA?????

(Bulan pada premis mayor adalah nama salah satu benda langit, sedangkan bulan pada premis minor adalah salah satu nama bulan dalam satu tahun)

Untuk download TRIK dan TIPS SUPERKILAT SNMPTN 2012 yang lain jangan lupa untuk mengunjungi

http://pak-anang.blogspot.com/?spref=tpasnmptn2012. Terimakasih,

Referensi

Dokumen terkait

Untuk download rangkuman materi, kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT dalam menghadapi SBMPTN dan SNMPTN serta kumpulan pembahasan soal SBMPTN dan SNMPTN

Untuk download rangkuman materi, kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT dalam menghadapi SBMPTN dan SNMPTN serta kumpulan pembahasan soal SBMPTN dan SNMPTN

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar Fisika dari siswa yang diajarkan Model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan

Efek foto listrik adalah gejala terlepasnya elektron dari permukaan logam karena logam disinari oleh gelombang elektromagnetik pada frekuensi tertentu.. Cahaya dilihat sebagai

2. Jika Andi murid pandai, maka ia lulus ujian Ingkaran dari kesimpulan di atas adalah …. Jika Andi murid rajin, maka ia tidak lulus ujian.. B. Andi murid rajin dan ia tidak lulus

Jika Kevin selesai sebelum Melvin, Willy selesai setelah Melvin, dan Vincent adalah yang terakhir menyelesaikan ujian, manakah berikut ini yang merupakan urutan