• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya Tulis Kepemimpinan Siak Kecil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Karya Tulis Kepemimpinan Siak Kecil"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

ARAH PENGEMBANGAN KECAMATAN SIAK KECIL (Studi tentangTeknik dan Gaya Kepemimpinan)

ABSTRAK

Studi tentang Arah Pengembangan Kecamatan Siak Kecil dengan teknik kepemimpinan dimunculkan untuk membuat arah pembangunan yang akan dilakukan di Kecamatan Siak Kecil ke depannya. Sebagai Kecamatan yang baru, Siak Kecil harus memulai dari nol. Setelah dimekarkan dari Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil akan mengembangkan sayapnya menuju ke arah kesempurnaan layaknya sebuah kota kecil yang mulai membenah diri satu persatu infrastrukturnya dilengkapi. Namun yang penting adalah kesiapan masyarakatnya untuk menjadi Kecamatan yang besar, perlu kebersamaan dan kekompakan agar pembangunan yang dilaksanakan secara serasi selaras dan seimbang.

PENDAHULUAN

Ibukota Kecamatan Siak Kecil adalah Lubuk Muda, merupakan desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2005 berjumlah 3.733 jiwa, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kecamatan Siak Kecil pada tahun 2005 berjumlah 16.665 jiwa, jadi penduduk Lubuk Muda sekitar 22,3 % dari total jumlah penduduk. Ini adalah jumlah penduduk yang terbanyak dari 9 desa yang ada di Kecamatan Siak Kecil. Ibu kota kecamatan Siak Kecil ini dilalui oleh jalan Provinsi, hal ini sangat menguntungkan Siak Kecil, disamping posisinya menjadi strategis dan membuat aksebilitas menjadi lebih besar. Jalur transportasi tersebut menghubungkan Pekanbaru, Siak Sri Indrapura, Sungai Pakning dan Dumai.

Efek dari adanya jalan lintas provinsi ini, arus distribusi barang dan jasa menjadi lancar, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa-desa yang ada di Kecamatan Siak Kecil. Selama ini sarana transportasi yang ada hanya transportasi

(2)

Dengan ditetapkannya Lubuk Muda sebagai ibukota Kecamatan maka hal pertama yang harus disiapkan adalah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Sarana yang paling utama adalah adalah menyiapkan bangunan Kantor Camat. Kantor Camat bisa dianggap lambang atau symbol suatu kecamatan, setidaknya harus dibangun cukup megah dengan posisi yang strategis. Namun ada baiknya bangunan kantor mulai dari kantor camat, kantor-kantor cabang dinas dan bangunan lainnya haruslah dibuat mengelompok dan berada di satu tempat atau satu blok yaitu blok perkantoran.

Sarana air bersih sangatlah penting untuk perkembangan suatu kota, selama ini masyarakat Siak Kecil hanya menggunakan air sumur artesis dan malahan masih ada yang menggunakan air sungai. Untuk keperluan air minum kebanyakan menggunakan air hujan yang ditampung ke dalam suatu wadah, kondisi ini sangat menyedihkan bagi yang hanya mempunyai wadah penampung yang kecil, karena jika musim kemarau persediaan airnya pasti akan habis. Ada juga bagi sebagian masyarakat yang mempunyai kelebihan materi, merekanakan bangun bak atau tangki penyimpanan air yang cukup besar untuk persediaaan selama musim kemarau.

Masih banyak persoalan lain yang harus dibenahi satu persatu, pasar yang standar yang bisa beroperasi setiap hari, mesjid raya kecamatan maupun stadion dan taman kota. Kemudian yang tak kalah pentingnya yaitu merubah pola kehidupan masyarakat terutama para pemudanya yang kerap kali berkelahi jika ada hiburan malam dengan orgen tunggal. Hal ini perlu ditangani serius supaya tidak menjadi

kebiasaan yang buruk bagi masyarakat.

METODOLOGI PENELITIAN

(3)

Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif analitisyaitu hasil penelitian dilaksanakan dengan mengadakan pengamatan, pengalaman penulis selaku camat dan selanjutnya dideskripsikan ke dalam bentuk tulisan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. KONDISI WILAYAH KECAMATAN SIAK KECIL A.GEOGRAFI

Kecamatan Siak Kecil merupakan salah satu dari 13 (tiga belas ) kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis, yaitu :

1). Kecamatan Bengkalis 2). Kecamatan Bukit Batu 3) Kecamatan Rupat 4). Kecamatan Rupat Utara 5). Kecamatan Pinggir 6). Kecamatan Mandau 7). Kecamatan Bantan

8). Kecamatan Tebing Tinggi 9). Kecamatan Tebing Tinggi Barat 10). Kecamatan Ransang

11). Kecamatan Rangsang Barat 12). Kecamatan Merbau

13). Kecamatan Siak Kecil.

Wilayah Kecamatan Siak Kecil terletak pada pesisir Pulau Sumatera dengan luas wilayah 935,11 KM2 dengan rincian luas per desa sebagai berikut :

Tabel : 1. Luas Desa se Kecamatan Siak Kecil

NO. DESA LUAS WILAYAH

(KM2) 1.

2.

Lubuk Muda Tanjung Belit

(4)

3.

Sumber : Monografi Kecamatan Siak Kecil tahun 2005.

Kecamatan Siak Kecil mempunyai batas-batas sebagai berikut : - Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Bukit Batu.

- Sebelah Selatan berbatasan Sungai Apit Kabupaten Siak Sri Indrapura. - Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Merbau.

- Sebelah Barat berbatasan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir. Dengan posisi yang demikian dapat dikatakan Kecamatan Siak Kecil mempunyai posisi yang strategis, yaitu berada pada jalur lintas Provinsi Riau dari Dumai, Sungai Pakning, Siak Sri Indrapura dan Pekanbaru.

B.TOPOGRAFI

Wilayah Kecamatan Siak Kecil merupakan dataran rendah, rata-rata mempunyai ketinggian 1– 2 meter di atas permukaan laut (dpl), serta dialiri Sungai Siak Kecil, sebagian besar merupakan tanah orgonosol yaitu sejenis tanah yang banyak mengandung bahan organic. Selain sungai di Siak Kecil

juga terdapat Tasik Air Hitam dan Tasik Pesingin. C. IKLIM

Kecamatan Siak Kecil beriklim Tropis yang sangat dipengaruhi oleh sifat iklim laut, dengan temperature berkisar 260C–320C. Musim hujan biasanya terjadi antara bulan September sampai dengan Januari. Dengan curah hujan rata-rata berkisar antara 809,407 mm/tahun. Sementara itu musim kering/kemarau terjadi antara bulan Februari sampai dengan bulan Agustus. D. ADMISTRASI PEMERINTAHAN DAN JUMLAH PENDUDUK

(5)

Siak Kecil. Merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Bukit Batu, beribukota di Desa Lubuk Muda. Dengan jumlah penduduk setiap desa adalah sebagai berikut :

Tabel : 2. Jumlah Penduduk per Desa se Kecamatan Siak Kecil.

NO. DESA JUMLAH PENDUDUK

Sumber : Monografi Kecamatan Siak Kecil 2005

Penduduk Kecamatan Siak Kecil terdiri dari berbagai macam suku, yaitu suku Melayu, Jawa, Bugis, Batak, Madura dan lainnyayang selalu hidup

dengan rukun dan damai serta saling tolong menolong satu dengan yang lainnnya. Suku Jawa cukup banyak karena Kecamatan Siak Kecil merupakan

salah satu daerah transmigrasi, desa-desa yang merupakan eks dari transmigrasi yaitu Desa Bandar Jaya, Muara Dua, Sungai Linau, Tanjung Damai, Sadar Jaya dan Sumber Jaya. Mata pencaharian penduduk, sebagian besar petani, pekebun, nelayan dan sektor jasa. Perkebunan paling favorit terutama kelapa sawit dan karet.

E. POTENSI

1). Sektor Pertanian

(6)

Sepotong. Dengan adanya RPC ini diharapkan Kecamatan Siak Kecil menjadi sentral komiditi pada di Kabupaten Bengkalis.

2). Sektor Peternakan

Perhatian Pemerintah Kabupaten sangat besar pada sektor ini yaitu dengan mengembangkan Kawasan Sentra Produksi (KSP) di Desa Sungai Linau. Konsep pembangunan KSP Sapi ini adalah upaya beternak sapi secara modern, melalui KSP sapi ini diharapkan Kecamatan Siak Kecil menjadi sentra pengembangan sapi di Kabupaten Bengkalis dan selanjutnya Kabupaten Bengkalis diharapkan juga menjadi salah satu sentra peternakan sapi di Provinsi Riau. Hal ini tentunya diharapkan dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

3). Sektor Perkebunan

Sektor perkebunan ini dapat dikatakan sebagai sektor unggulan dan banyak digeluti oleh masyarakat Kecamatan Siak Kecil. Yang paling utama yaitu kelapa sawit dan karet. Banyak perkebunan karet yang sudah tidak produktif lagi di replanting menjadi tanaman kelapa sawit. Banyak juga lahan-lahan baru yang sengaja dibuka oleh perkebunan swasta maupun masyarakat untuk ditanam kelapa sawit. Sektor perkebunan sawit ini sangat cepat perkebangannya,karena lahan di Siak Kecil sangat cocok dan subur ditanam kelapa sawit.

4). Sektor Pertambangan

Setalah pemekaran kecamatan, Kecamatan Siak Kecil termasuk Kecamatan penghasil minyak bumi. Saat ini sumur-sumur minyak banyak terdapat di Desa Langkat, Sadar Jaya, Sumber Jaya, Desa Lubuk Gaung dan Desa Lubuk Garam. Lebih kurang terdapat 70 buah sumur minyak bumi, yang dikelola oleh Badan Operasi Bersama (BOB) Pertamina Hulu PT. Bumi Siak Pusako yang sebelumnya diserahkan pengelolaannya oleh PT. Caltex Pasific Indonesia (PT. CPI).

5). Pariwisata

(7)

- Wisata Alam

Tasik Air Hitam dan Tasik Pesingin dan Sungai Siak Kecil, selain pemandangan yang cantik juga merupakan tempat yang paling bagus untuk memancing, baik udang galah di muara Sungai Siak Kecil, ikan paten di desa Muara Dua dan Desa Sadar Jaya, ikan Tapah di Desa Langkat, Lubuk Gaung dan Bandar Jaya.

- Wisata Sejarah dan Budaya

a. Terdapat rumah peninggalan tempat persembunyian Bapak Arifin Achmad mantan Gubernur Riau yang sempat singgah di Siak Kecil sewaktu agresi Balanda tahun 1947 dan 1948.

b. Terdapat juga rumah peninggalan Bapak Ismail Yusuf mantan Bupati Bengkalis 1979-1984.

c. Terdapat bekas peninggalan Rajo Niayo di Desa Lubuk Muda (cerita rakyat).

d. Kubur Panjang di penepak Desa Lubuk Muda. F. INFRA STRUKTUR

Kondisi infrastruktur pada saat ini dapat digambarkan sebagai berikut : 1). Perhubungan Darat

Terdapat ± 35 KM jalan aspal/beton, jalan tanah ± 79 KM dan jalan timbunan base/pasir batu ± 18 KM, dengan kondisi ini dirasakan masih kurang dan setiap tahunnya diupayakan penambahan jalan baru dan peningkatan jalan

menjadi beton/hot mix. Yang memperihatinkan kalau mau ke Desa Muara Dua dan Desa Bandar Jaya, jika musim hujan jalan menuju ke desa tersebut putus atau tidak bisa dilalui.

2). Perhubungan Laut/sungai

(8)

2. ANALISIS KEBIJAKAN YANG DIAMBIL UNTUK PENGEMBANGAN KECAMATAN SIAK KECIL

A. IBUKOTA KECAMATAN YAITU LUBUK MUDA

Penetapan Lubuk Muda sebagai ibu kota Kecamatan Siak Kecil didasarkan pada keinginan masyarakat yang mengajukan pembentukan Kecamatan Siak Kecil dan ini diakomodir pada pasal 7 ayat 2 Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kecamatan Siak Kecil. Kalau dilihat pada kondisi infra strukrur Desa Lubuk Muda lebih lengkap dibandingkan dengan desa lainnya yang ada di Kecamatan Siak Kecil. Namun jika dilihat sejarahnya Lubuk Muda merupakan pemukiman yang cukup lama dan ramai pada zaman Kerajaan Siak Sri Indrapura. Konsekwensi dari penunjukan Lubuk Muda sebagai ibu kota kecamatan adalah peningkatan fungsi kotanya sebagai ibu kota kecamatanyang mampu memberikan fungsi pelayanan kepada masyarakat baik pelayanan di Kantor Camat (pelayanan adminitrasi pertanahan, kependudukan maupun perizinan), pelayanan kesehatan dan sosial ekonomi.

B. PERSOALAN TAPAL BATAS

Permasalah muncul pada tapal batas, mulai dari batas desa, batas kecamatan maupun batas kabupaten. Untuk permasalahannya dapat diuraika sebegai berikut :

1) Batas Desa

- Batas Desa Lubuk Muda dengan Desa Tanjung Belit.

Terjadi permasalahan di dusun Rantau Panjang dimana salah wilayah Desa Lubuk Muda terletak di dalam wilayah Desa Tanjung Belit. Hal ini disebabkan karena Lubuk Muda adalah desa awal dan Tanjung Belit merupakan desa pemekaran dan masyarakat dusun tersebut tidak mau mengakui wilayahnya sebagai wilayah Desa Tanjung Belit tetap menjadi bagian wilayah Desa Lubuk Muda.

- Batas Desa Lubuk Muda dengan Desa Sumber Jaya.

(9)

Siak Kecil “berpulau”) dari Desa Lubuk Muda dan dusun ini terletak di Desa Sumber Jaya. Sampai saat ini masyarakat Dusun Pari Baru teap mengakui wilayahnya bagian dari desa Lubuk Muda walaupun terpisah atau “berpulau”.

- Batas Desa Langkat dengan Desa Bandar Jaya

Ada lagi sebuah tempat yang berada di Desa Bandar Jaya, namun tetap diakui sebagai wilayah Desa Langkat. Hal ini disebabkan karena Desa Bandar Jaya adalah salah satu Desa Eks Transmigrasi, dulunya wilayah Desa Bandar Jaya tersebut merupakan wilayah Desa Langkat, dengan terbentuknya desa transmigrasi Bandar Jaya, ada beberapa penduduk yang berada di wilayah tersebut yang secara kebetulan beretnis melayu tidak mau masuk wilayah Bandar Jaya. Sampai sekarang hal ini masih terjadi. Akibatnya urusan administrasi penduduk tersebut agak mengalai kesulitan karena jauh dari Desa Langkat ± 1 jam perjalanan.

- Desa Sepotong dengan Desa Lubuk Garam.

Wilayah ini dikenal dengan nama Sepotong Laut, namun secara administrasi berada di wilayah Desa Lubuk Garam, sebagian penduduk Sepotong Laut ini masih berurusan dengan Desa Lubuk Garam dan sebagian lagi urusan administrasinya ke Desa Sepotong. Akibat dari hal inilah timbul bentrok yang harus diselesaikan sampai ke tingkat Kabupaten. Namun hal ini diselesaikan dengan jalan musyawarah.

2). BATAS KECAMATAN

- Batas Kecamatan Siak Kecil dengan Kecamatan Induk (Kecamatan Bukit Batu.

(10)

- Batas Kecamatan Siak Kecil dengan Kecamatan Mandau

Permasalahan terjadi di pedalaman Sungai Siak Kecil. Sungai ini berhulukan sampai ke Kecamatan Mandau. Karena batas-batasnya belum jelas maka rentan terhadap permasalahan. Apalagi wilayah ini sangat potensial untuk perkebunan, jika wilayah ini nantinya dibuka dengan dibangun akses jalan, pastilah wilayah ini menjadi sasaran warga maupun perusahaan perkebunan. Namun menurut peta Kecamatan Siak Kecil ada 2 Tasik yang masuk ke wilayah Kecamatan Siak Kecil yaitu Tasik Air Hitam dan Tasik Pesingin.

3). BATAS KABUPATEN BENGKALIS DENGAN KABUPATEN SIAK Sebenarnya perbatasan kedua kabupaten ini berawal dari perbatasan beberapa desa di perbatasan kedua kabupaten dan perbatasan dua kecamatan yaitu batas Kecamatan Siak Kecil dengan Kecamatan Sungai Apit. Perbatasan ini menjadi penting karena di wilayah ini terdapat sumur-sumur minyak bumi, tetapi permasalahannya bisa diselesaikan dengan baik. Namun ada satu wilayah lagi yang sering menjadi rebutan, yaitu di perbatasan Desa Muara Dua dengan salah satu desa di Kabupaten Siak. Wilayah Muara Dua sering dicaplok oleh warga dari tetangga, perluasan areal perkebunan menjadi penyebabnya. Permasalahan ini terus terjadi dan suatu saat bisa meledak ibarat api di dalam sekam. Perlu penanganan serius dari semua pihak terutama pihak Kabupaten, Kecamatan dan

masing-masing Desa.

C. LEMBAGA-LEMBAGA DAN ORGANISASI TINGKAT KECAMATAN 1). Pembentukan Unit Pelaksanaa Teknis Dinas/Cabang Dinas

(11)

diperlukan untuk melayani sekolah-sekolah yang ada di Kecmatan Siak Kecil.

2). Kesadaran Masyarakat untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan Kecamatan

Agenda sebuah kecamatan sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya, sebagai contoh Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Kecamtan (biasanya dilaksanakan antara bula Januari sampai Maret), peringatan hari-hari besar nasional seperti Hari Pendidikan Nesional 2 Mei, Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Hari Pahlawan 10 November dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus setiap tahunnnya. Kemudian peringatan hari-hari besar islam, Hari Raya Idul Fitri, Idul Qurban, Isra’ dan Mi’raj serta hari-hari lainnya, yang sudah tentu melibatkan masyarakat, baik sebagai panitia maupun donatur untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Sebagian besar masyarakat sangat antusias dengan mengemban tugas-tugas tersebut. Namun masih ad juga sebagian kecil yang mengkritisi kegiatan-kegiatan tersebut.

2). Kesadaran Masyarakat untuk berperan aktif dalam berbagai organisasi Sosial kemasyarakatan tingkat Kecamatan

Seiring dengan terbentuknya Kecamatan Siak Kecil, maka dibentuk pula organisasi-organisasi sosial yang harus dibentuk pada level kecamatan seperti, Panitia Hari Besar Islam Tingkat Kecamatan, Lembaga

Pengembangan Tilawatil Quran Tingkat Kecamatan, Badan Amil Zakat, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan, Lembaga Adat Melayu Kecamatan, Dewan Kesenian Kecamatan, Komite Nasional Pemuda Indonesia Tingkat Kecamatan, Karang Taruna Tingkat Kecamatan, Komite Olahraga Nasional Indonesia Tingkat Kecamatan dan lainnya. Semua organisasi ini butuh kepengurusan yang harus dibentuk, sudah tentulah masyarakat yang menjadi pengurusnya.

3). Kesadaran Masyarakat untuk berperan aktif dalam Organisasi Politik di Tingkat Kecamatan.

(12)

perwakilannya di kecamatan yang baru, seperti PDIP Perjuangan, Partai Golkar, PAN, PKB dan lain-lainnya.

D. KEPEMIMPINAN 1. Kepemimpinan

Konsep kepemimpinan berasal dari kata dasar “pimpin” yang artinya bimbing atau tuntun. Dari kata dasar pimpin lahirlah kata kerja “memimpin” yang artinya membimbing atau menuntun. Dan kata benda pemimpin yaitu orang yang memiliki fungsi membimbing atau menuntun (Pasolong, 2008). Defenisi mengenai kepemimpinan telah dikemukan oleh beberapa pakar yang dituangkan dalam berbagai macam literatur. Salah satunya yaitu menurut Boone & Kurtz dalam Pasolong (2008:4) yang mengemukakan bahwa “kepemimpinan adalah tindakan memotivasi orang lain atau menyebabkan orang lain melakukan tugas tertentu dengan tujuan untuk mencapai tujuan spesifik”. Berdasarkan pengertian di atas, penulis mengambil kesimpulan bahwa kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam memimpin, seorang pemimpin tidak terlepas dari yang namanya gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin memiliki andil yang cukup besar dalam mempengaruhi perilaku para pengikutnya.

Gaya kepemimpinan dapat diartikan sebagai norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat, Thoha (2008:303).

(13)

kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal tersebut mungkin tidak disenanginya. Dari definisi tersebut terdapat tiga hal penting, yaitu :

a. Dari seseorang yang menduduki jabatan pemimpin dituntut kemampuan tertentu yang tidak dimiliki oleh sumber daya manusia lainnya dalam organisasi;

b. Kepengikutannya sebagai elemen penting dalam menjalankan kepemimpinan;dan

c. Kemampuan mengubah “egosentrisme” para bawahan menjadi “organisasi-sentrisme”.

Selanjutnya Sondang (2002,63), peran pemimpin dalam suatu organisasi dapat dibagi dalam sutau organisasi terbagi dalam tiga bentuk yaitu :

a. Peran pemimpin yang interpersonal

Yaitu peran pemimpin tidak hanya terhadap bawahan, tetapi juga terhadap stakeholder yang terkait dengan organisasi yang dipimpinnya. Ada tiga bentuk peran interpersonal yaitu :

1). Sebagai symbol keberadaan organisasi;

2). Selaku pemimpin yang bertanggung jawab untuk memotivasi dan memberikan arahan kepada para bawahan;

3). Peran selaku penghubung, yaitu pemimpin harus mampu menciptakan jejaring yang berguna bagi oganisasiyang dipimpinnya. b. Peran pemimpin yang bersifat informasional, yaitu pemimpin yang

memiliki akses terhadap informasi dengan baik termasuk kemudian memilah-milah informasi tersebut menjadi informasi berguna atau tidak berguna terhadap organisasinya. Selain itu pemimpin juga harus dapat menjadi disseminator bagi suatu informasi, yaitu pemimpin harus dapat meneruskan informasi yang didapatnya kepada pihak-pihak yang memang membutuhkannya. Peran yang lain yaitu pemimpin harus dapat menjadi juru bicara dari organisasi yang dipimpinnya, terutama yang menyangkut kebijakan, rencana, tindakan dan hasil yang telah dicapai oleh organisasi tersebut.

(14)

1). Pembagi sumber dana dan daya. Makin tinggi kedudukan pemimpin maka kewenangan yang dimiliki untuk pembagian sumber dana dan daya juga makin besar. Hal ini dapat terlihat dari kewenangan pimpinan untuk menempatkan orang pada posisi tertentu, melakukan promosi, menurunkan pangkat sampai mencopotnya, mengnakan sanksi, member imbalan, mengalokasikan dan hingga waktu dari bawahannya.

2) Perunding bagi organisasi. Kedudukan seorang pimnpinan dapat menunjukkan sampai dimana kewenangan yang dimiliki bila ia berperan di luar organisasi sebagai perunding. Makin tinggi jabatannya, maikn luas pula lingkup pergaulannya dan semakin besar pula kewenangan untuk merundingkan sesuatu bagi organisasinya; 3) Selaku enteprenuer, menunjukkan bahwa seorang pimpinan harus

bisa menempatkan organisasinya sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya terutama dalam mencari peluang-peluang baru untuk dapat dimanfaatkan. Tupopksi memang sudah jelas namun pimpinan dapat lebih mengoptimalkan sehingga menjadi lebih berperan dalam melayani masyarakat;

4). Selaku peredam gangguan, pimpinan harus bisa mengatasi bila dalam organisasinya terjadi gejolak yang dapat berakibat fatal bagi organisasi keseluruhan. Pola-pola penanganan organisasi dalam

manajemen krisis harus dikuasai untuk menyelamatkan organisasi dan meminimalkan kerugian yang mungkin timbul.

Sedangkan menurut Kartini Kartono (1994 : 3), Teknik Kepemimpinan adalah :

1). Kemampuan dan keterampilan teknis pemimpin dalam menerapkan teori-teori kepemimpinan di tengah praktek kehidupan dan dalam organisasi tertentu, dan

(15)

Banyak ahli yang telah mengemukakan pendapatnya tentang gaya kepemimpinan. Salah satunya adalah gaya kepemimpinan House dalam Pasolong (2008:39) yang mengemukakan ada 4 gaya kepemimpinan, yaitu: 1. Kepemimpinan direktif (directive leadership), pemimpin memberikan

kesempatan kepada bawahan untuk mengetahui apa yang menjadi harapan pimpinannya dan pemimpin tersebut menyatakan kepada bawahannya tentang bagaimana dapat melaksanakan suatu tugas.

2. Kepemimpinan partisipatif (participative leadership), pemimpin berkomunikasi dengan bawahannya dan bertanya untuk mendapatkan masukan-masukan atau saran-saran dalam rangka pengambil keputusan.

3. Kepemimpinan suportif (supportive leadership), usaha pemimpin untuk menekan diri dan bersikap ramah serta menyenangkan bawahannya. 4. Kepemimpinan yang berorientasi pada prestasi (achievement oriented

leadership), pemimpin menetapka tujuan-tujuan yang bersifat menantang. Pemimpin tersebut mengaharapkan agar bawahan berusaha mencapai tujuan tersebut secara afektif, serta pemimpin menunjukkan rasa percaya diri kepada bawahannya bahwa mereka akan memenuhi tuntunan bawahannya.

Suatu kepemimpinan tentu saja tidak berdiam diri begitu saja. Ia juga memiliki fungsi dan peran yang harus dilaksanakan untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin. Karena memang seorang seorang pemimpin dipilih agar mampu melaksankan fungsi dan perannya sebagai orang yang dianggap mampu memimpin suatu kelompok atau organisasi. kepemimpinan memiliki fungsi dan peran yang sangat signifikan dalam menentukan berhasil tidaknya suatu kelompok atau organisasi terutama birokrasi dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun fungsi dari kepemimpinan itu menurut Siagian dalam Pasolong (2008:23) antara lain yaitu:

(16)

lainnya, diciptakan atau dibentuk sebagai wahana untuk mencapai tujuan tertentu, baik yang sifatnya jangka panjang, jangka pendek yang tidak mungkin tercapai apabila tidak diusahakan dicapai oleh anggotanya yang bertindak sendiri-sendiri, tanpa ditentukan arah oleh pimpinan.

2. Pimpinan sebagai wakil dan juru bicara birokrasi, yaitu dalam rangka mencapai tujuan, tidak ada birokrasi yang bergerak dalam suasana terisolasi. Artinya tidak ada birokrasi yang akan mampu mencapai tujuannya tanpa memelihara hubungan yang baik dengan berbagai pihak di luar birokrasi itu sendiri, yaitu pihakstakeholder.

3. Pimpinan sebagai komunikator, yaitu pemeliharaan baik ke luar maupun ke dalam dilaksanakan melalui proses komunikasi, baik secara lisan maupun secara tulisan. Berbagai kategori keputusan yang telah diambil disampaikan kepada para pelaksana melalui jalur komunikasi yang terdapat dalam birokrasi. Bahkan sesungguhnya interaksi yang terjadi diantara atasan sesama petugas pelaksana kegiatan operasional dimungkinkan terjadi dengan baik berkat terjadinya komunikasi yang efektif.

4. Pimpinan sebagai mediator, yaitu dalam kehidupan birokrasi, selalu saja ada situasi konflik yang harus diatasi, baik dalam hubungan ke luar maupun dalam hubungan ke dalam birokrasi. Pembahasan tentang fungsi pimpinan sebagai mediator pada penyelesaian situasi konflik yang

mungkin timbul dalam suatu birokrasi, tanpa mengurangi pentingnya situasi konflik yang mungkin timbul dalam hubungan ke luar dihadapi dan diatasi. Dalam suatu birokrasi dapat timbul situasi konflik dan faktor penyebabnya pun dapat beranekaragam. Situasi konflik biasanya timbul karena 3 faktor, yaitu: a) persepsi subjektif tentang kemungkinan timbulnya tantangan dan pihak lain dalam birokrasi, b) kelangkaan sumber daya dan dana, c) adanya situasi bahwa dalam birokrasi terdapat berbagai kepentingan yang diperkirakan tidak dapat atau sulit diserasikan. 5. Peranan selaku integrator, yaitu merupakan kenyataan dalam kehidupan

(17)

yang positif, tetapi mungkin pula oleh sikap yang negatif. Dikatakan bersifat positif karena adanya tekad dan kemauan keras di kalangan para anggota birokrasi yang tergabung dalam satu kelompok tertentu untuk berbuat seoptimal mungkin bagi birokrasi. Akan tetapi sikap demikian dapat mempunyai dampak negatif bagi kehidupan birokrasi apabila dalam usaha berbuat sebaik mungkin bagi birokrasi, para anggota birokrasi yang bersangkutan lupa bahwa keberhasilan satu kelompok yang bekerja sendirian belum menjamin keberhasilan birokrasi secara menyeluruh.

Sedangkan untuk peran dari kepemimpian itu dapat kita lihat dari kepemimpinan berdasarkan falsafah negara kita Indonesia yaitu :

1. Hing Ngarsa Sung Tuladha : Jika di depan ia menjadi contoh atau suri tauladan. Maksudnya disini ialah seorang pemimpin itu jika ia berada di depan, ia harus memberikan contoh yang baik kepada para pengikutnya. Karena semua tingkah lakunya akan dilihat dan diikuti oleh para pengikutnya. Oleh sebab itu perlu memberikan suatu contoh yang baik agar para pengikutnya juga ikut baik.

2. Hing Madya Mangun Karsa : Jika di tengan ia harus mampu memberi dorongan atau semangat. Tidak jarang pengikut itu merasa jenuh dan putus asa dalam melakukan suatu pekerjaan. Pada situasi seperti inilah

peran seorang pemimpin harus mampu memberikan semangat dan motivasi kepada orang-orang yang dipimpinnya untuk kembali semangat bekerja.

(18)

setiap pekerjaan yang dilakukan tidak ada yang sia-sia. Dan tujuan dari suatu organisasi itu dapat terwujud dengan baik.

2. Praktek Kepemimpinan di Kecamatan Siak Kecil

Karena merupakan kecamatan yang baru, permasalahan yang dihadapi sangat komplek. Mulai dari masalah internal maupun eksternal organisasi kecamatan. a. Masalah internal

Adapun permasalahan yang dihadapi anatara lain sebagai berikut : 1) Kekurangan Staf/pegawai

Karena kecamatan yang baru, maka sulit sekali untuk mengajak pegawai yang mau pindah ke Kantor Camat maupun Kantor UPTD/Cabang Dinas. Namun hal ini bertahap, satu persatu PNS mau pindah ke Kantor Camat Siak Kecil, butuh waktu 2 tahun untuk melengkapi jumlah PNS. Terbentuk pada Oktober 2003, tahun 2005 barulah PNS di Kec.Siak Kecil agak lengkap, walaupun masih kurang. Kebijakan yang diambil selama ini yaitu mengangkat Pegawai Sukarela, dengan kontrak selama satu tahun (pegawai honorer).

2) Kekurangan sarana dan prasarana

Kantor Camat belum dibangun, untuk sementara Kantor Camat Siak Kecil menumpang pada bangunan eks SMA yayasan Awang Mahmuda. Namun karena bangunan tersebut sudah tua, harus ada perbaikan dan pengecatan.

Selanjutnya rencana pembangunan Kantor Camat yang baru akan dibangun pada lokasi yang baru. Untuk Kantor UPTD atau Cabang Dinas yang sudah memiliki bangunan cuma UPTD Dinas Pendidikan. UPTD yang lain yang belum memiliki bangunan sendiri terpaksa menumpang.

b. Masalah Eksternal

Masalah eksternal merupakan permasalahan diluar kantor, antara lain sebagai berikut :

(19)

pernikahan dengan menampilkan orgen tunggal sering terjadi perkelahian antar pemuda. Untuk mengatasi hal ini Camat berserta Unsur Pimpinan Kecamatan (Kapolsek dan Danramil), mengadakan razia minuman keras (miras) rutin, baik di kedai-kedai (warung-warung) maupun pada malam acara hiburan pesta pernikahan warga. Efek dari razia rutin ini dapat menekan peradaran miras dan pemuda-pemuda yang biasanya minum miras di persimpangan jalan sudah berkurang dan bisa dikatakan sudah tidak ada lagi.

KESIMPULAN

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Jones, CO. 1984. An Introductionto the Studi of Public Policy, Third Edition, Brooks/Cole Publishing Company, California.

Kartini, Kartono, Pemimpin dan Kepemimpinan, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1994.

Mardiasmo. 2002. Otonomi & Manajemen Keuangan Daerah, ANDI, Yogyakarta.

Sondang P Siagian, 2002, Fungsi-fungsi Manajerial, Bumi Aksara, Jakarta

Sigit, S. 2003. Perilaku Organisasi, Lukman Offset, Yogyakarta.

Thoha, Miftah, 2008. Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

(21)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

H. Muhammad Fadhli, S.Sos, M.Si bin Bachrumsyah,

dengan panggilan hari-hari IIK, lahir di Bengkalis pada

tanggal 07 Januari 1972. Menikah tanggal 8 Agustus 1997

dengan seorang wanita yang bernama Hj. Dian

Darayanti Binti Ajbar Elwalid, dikarunia 3 (tiga) orang

cahaya mata yaitu: (1) Siti Fahma Diani, (2) Muhammad

Fandi Fadhli, dan (3) Muhammad Fatahilah Fadhli .

Menamatkan SD, SMP

dan SMA di Bengkalis. Menamatkan pendidikan Diploma 3 (D3) STPDN Jatinangor Jawa Barat tahun 1994, pendidikan Srata 1 (S1) di

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (Fisipol USU) Tahun 1999 di Medan. Dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa pernah bekerja sebagai sebagai Kasubsi Perekonomian dan Produksi kantor Camat Bukit Batu Kabupaten Bengkalis selama dua tahun, berkarir sebagai Pegawai Negeri Sipil di Subbag Mutasi Pegawai pada Bagian Kepegawaian Setda Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Tahun 1999-2001. Menamatkan pendidikan Strata 2 (S2) di Program Magister pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau (Fisipol UNRI) pada tahun 2005 . Memperoleh kesempatan menjabat Sekretaris Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis (Eselon IV/a) dari Tahun 2002 sampai dengan 2003. Tanggal 3 Oktober 2005 sampai dengan Desember 2007 dipromosikan menjabat Camat Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.Camat Bukit Batu pada tahun 2007 – 2008 dan Camat Bengkalis tahun 2008. Menjabat sebagai Kepala Bagian Tata

Pemerintahan Setda Kabupaten Bengkalis (Eselon III/a) akhir Desember Tahun 2008 sampai dengan 17 September 2010. Kemudian menjadi fungsional di Badan

Gambar

Tabel  : 1. Luas Desa se Kecamatan Siak Kecil
Tabel : 2. Jumlah Penduduk per Desa se Kecamatan Siak Kecil.

Referensi

Dokumen terkait

­ siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  Bermain sepakbola dengan

Informasi keuangan di atas per 31 Desember 2014 diambil dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Eddy Siddharta & Tanzil (penanggung

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Bapa atas rahmatNya yang melindungi, memberkati, memberikan kekuatan, dan semangat dalam penyusunan skripsi ini sehingga penulis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Peneliti : untuk apa?\ Siswa : untuk diwawancarai Peneliti :iya benar sekali, jadi kakak akan mewawancaraimu seputar materi usaha

a Bisa memproduksi produk bedak mawar dengan jumlah 300 bungkus. Dan masih kami teruskan pemasaran sampai sekarang. Hasil yang dicapai memang belum bisa memenuhi target

Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang

Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh (Hidayati dkk, 2012) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang menemukan bahwa pengaruh

merupakan bahan yang dijadikan dasar untuk refleksi berikut. Pada tindakan berikutnya akan diadakan perbaikan- perbaikan atas kelemahan-kelemahan yang terjadi selama