• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

23

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Gambaran Umum 3.1.1 Obyek Penelitian

Untuk memperoleh data guna penyusunan skripsi ini, peneliti mengambil data dari media sosial Twitter Universitas Mercu Buana dengan akun @MercuBuana_Reg. Data yang di ambil dari periode 7 Mei 2013 sampai dengan 12 September 2013.

3.1.2 Sejarah dan Perkembangan UMB

Dilatarbelakangi dengan pengalamannya sebagai guru di Perguruan Taman Siswa, Pematang Siantar, Sumatera Utara, H. Probosutedjo berhasil mendirikan Akademi Wiraswasta Dewantara (AWD) pada tanggal 10 Nopember 1981. Peresmian AWD dilakukan oleh almarhum Bapak H. Adam Malik, Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu. Dewantara diambil dari nama tokoh Pendidkan Nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara. Misi AWD antara lain adalah mengembangkan model pendidikan untuk melahirkan pengusaha Pancasilais, kader-kader pembangunan yang mandiri, dan mampu menciptakan kesempatan kerja. Sebelum memiliki kampus sendiri, penyelenggaraan perkuliahan dilaksanakan di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) Jl. Gatot Soebroto. Tahun 1984, Yayasan Menara Bhakti berhasil membangun sebuah kampus yang diberi

(2)

24

nama Kampus Menara Bhakti yang beralamat di Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.

Pada tahun 1985, berbekal kemampuan dan pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan Akademi Wiraswasta Dewantara, timbul gagasan mendirikan lembaga pendidikan tingkat universitas. Dengan Surat Keputusan Ketua Yayasan Menara Bhakti Nomor: 04/SKEP/KET/VI/1985 tanggal 12 Juni 1985, dibentuk Panitia Pendirian Universitas, dengan Ketua Dr. Sri-Edi Swasono dan dibantu oleh H. Abdul Madjid, Drs. Iman Santosa Sukardi (almarhum), Drs. M. Enoch Markum, Ir. Suharyadi, M.S, Soekarno, dan Prijo S. Parwoto (almarhum).

Setelah melalui persiapan pendirian dan studi kelayakan, dengan Nomor : 010/KET/YMB/VI/85 tanggal 12 Juni 1985, yayasan mengajukan permohonan izin mendirikan Universitas Mercu Buana (UMB) kepada Kopertis Wilayah III. Berdasarkan surat Nomor : 15/KOP.III/S.VI/85 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Boesjra Zahir (almarhum). Pada tanggal 18 Juni 1985, Kopertis Wilayah III menyetujui dan memberikan izin "Operasional" kepada Universitas Mercu Buana. Pada tanggal 22 Oktober 1985, Universitas Mercu Buana secara resmi dinyatakan berdiri, dengan Fakultas dan Jurusan sebagai berikut:

a. Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Arsitektur dan Jurusan Teknik Sipil. b. Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis)

dan Jurusan Budidaya Pertanian (Agronomi).

(3)

25

Jumlah mahasiswa pada tahun pertama tersebut sebanyak 118 orang. Satu tahun kemudian, berdasarkan hasil evaluasi Kopertis Wilayah III, keenam jurusan yang ada memperoleh Status "Terdaftar" dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Surat Keputusan Nomor: 0507/1986. Dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan pendidikan di masyarakat, dengan izin "Operasional" dari Kopertis Wilayah III Nomor: 12/Kop.III/S.VI/86 tanggal 5 Juni 1986, pada tahun akademik 1986/1987 Fakultas Teknik membuka Jurusan Teknik Mesin dan Fakultas Pertanian membuka Jurusan Mekanisasi Pertanian. Selanjutnya pada tahun akademik 1987/1988, Fakultas Teknik membuka Jurusan Teknik Elektro. Memasuki tahun akademik 1988/1989 terjadi perkembangan baru di Universitas Mercu Buana. Berdasarkan usulan Ketua Yayasan Menara Bhakti dengan persetujuan Kopertis Wilayah III, Akademi Wiraswasta Dewantara dinyatakan bergabung ke dalam Universitas Mercu Buana. Pendidikan akademi tersebut menjadi Program D3 Manajemen Perusahaan di bawah Fakultas Ekonomi dengan status "Terdaftar". Tahun 1989, Jurusan Teknik Mesin memperoleh Status "Terdaftar", berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0382/06/1989 tanggal 21 Juni 1989, demikian juga untuk Jurusan Mekanisasi Pertanian, tanggal 6 agustus 1990 memperoleh Status "Terdaftar", dengan Surat Keputusan Mendikbud Nomor: 0495/08/1990.

Upaya-upaya penting dan strategis guna meningkatkan kualitas akademik terus dilakukan. Secara bertahap Universitas Mercu Buana

(4)

26

melengkapi berbagai sarana dan fasilitas pendidikannya. Berkat kerja keras dan dedikasi yang sungguh-sungguh tersebut, menjelang Dies Natalis VI, pada tanggal 30 Mei 1991, berdasarkan Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0286/05/1991, Universitas Mercu Buana memperoleh Status "Diakui", untuk:

a. Fakultas Teknik: Jurusan Teknik Arsitektur, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.

b. Fakultas Pertanian: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis), Jurusan Budidaya Pertanian (Agronomi), dan Jurusan Mekanisasi Pertanian.

c. Fakultas Ekonomi: Jurusan Manajemen, Jurusan Akuntansi, dan Program D3 Manajemen Perusahaan.

Sementara itu, Jurusan Teknik Elektro juga sudah memperoleh Status "Terdaftar" berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud Nomor : 0132/03/1991 tanggal 21 Maret 1991. Keberhasilan yang dicapai dalam pengembangan penyelenggaraan pendidikan semakin mendorong semangat segenap sivitas akademika untuk terus mengupayakan penyempurnaan pada setiap bidang kegiatan dengan melakukan koreksi, intropeksi, dan mencari umpan balik guna lebih mengokohkan sistem penyelenggaraan pendidikan.

Akhirnya, berkat kesungguhan tersebut serta bimbingan Kopertis Wilayah III, maka pada 28 April 1992 dengan SK Dirjen Dikti Nomor : 163/DIKTI/Kep/1992 seluruh jurusan di Universitas Mercu Buana

(5)

27

memperoleh Status "Disamakan". Dalam Mengantisipasi SK Mendikbud Nomor : 0686/U/1991 yang mensyaratkan di setiap universitas minimal terdiri dari 3 Fakultas Eksakta dan 2 Fakultas Sosial, maka melalui berbagai persiapan yang didahului dengan studi kelayakan, Universitas Mercu Buana mengembangkan fakultas dan jurusan baru.

Pada tahun akademik 1994/1995 Universitas Mercu Buana telah mempunyai 5 fakultas dengan 13 (tiga belas) jurusan, tahun 2000/2001 telah dibuka Jurusan Teknik Industri di bawah Fakultas Teknologi Industri berdasarkan keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 290/DIKTI/Kep/2000 dengan status "Terdaftar".

Tidak hanya itu, pada tahun 2002 Universitas Mercu Buana membuka program kuliah untuk karyawan yang diadakan pada setiap Sabtu – Minggu namun bisa melakukan kegiatan perkuliahan luar kelas pada hari biasa. PKSM merupakan program kuliah Sabtu-Minggu, program ini dibuka disetiap fakultas. Peminatnya cukup banyak hingga akhir tahun 2007, paling tidak 2000 (dua ribu) mahasiswa terdaftar dan telah memasuki angkatan ke tujuh. Oleh karena semua pencapaian dan keseriusan tersebut di atas, kini Universitas Mercu Buana menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) modern dan terbaik di Indonesia.

Seiring perkembangannya, kini Universitas Mercu Buana memiliki 6 Fakultas dengan 16 Program Studi untuk Strata 1.

(6)

28 3.1.3 Visi, Misi dan Budaya UMB

a. Visi Universitas Mercu Buana

Menjadi universitas unggul dan terkemuka untuk menghasilkan tenaga profesional yang memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat dalam persaingan global.

b. Misi Universitas Mercu Buana

1) Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan menciptakan serta menerapkan keunggulan akademik untuk menghasilkan tenaga profesional dan lulusan yang memenuhi standar kualitas kerja yang disyaratkan.

2) Menerapkan manajemen pendidikan tinggi yang efektif dan efisien dan mengembangkan jaringan kerjasama dengan industri dan kemitraan yang berkelanjutan sebagai respon atas perubahan arus dan daya saing global.

3) Mengembangkan kompetensi dan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan etika profesional kepada para mahasiswa dan staf yang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup.

c. Budaya Universitas Mercu Buana

1) Budaya kerja disiplin, jujur, dan tanggung jawab.

2) Mengembangkan budaya kerja yang kreatif dan sadar nilai lokal. 3) Mengembangkan budaya kerja yang ramah lingkungan.

(7)

29 3.2 Desain Penelitian

Dalam penyusunan penelitian ini penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Analisis deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat dari populasi (objek) penelitian.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian. Pertama yakni Penelitian Lapangan (Field Research) yang datanya diambil langsung sesuai dengan kenyataan yang ada di Universitas Mercu Buana. Penelitian lapangan (Field Research) menggunakan data media sosial. Data tersebut berasal dari interaksi yang terjadi antara para pengguna Twitter dengan akun Twitter Universitas Mercu Buana. Data tersebut terdiri atas beberapa kategori, yaitu Tweet ID, Username, Tweet, Time, Tweet Type, Retweet By, Number of Retweets, Hastags, Mentions, Name, Location, Web, Bio, Number of Tweets, Number of Followers,

Number Following, dan Location Coordinates.

3.4 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan telah disajikan oleh pihak lain. Peneliti dapat memanfaatkannya untuk diproses lebih lanjut.

(8)

30 3.5 Populasi dan Sampel

3.5.1 Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian merupakan keseluruhan obyek penelitian sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini yaitu seluruh tweet yang dikeluarkan oleh akun Twitter Universitas Mercu Buana dengan username @MercuBuana_Reg.

3.5.2 Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2009). Sampel dalam penelitian ini adalah tweet dari akun Twitter Universitas Mercu Buana selama periode 7 Mei 2013 sampai dengan 12 September 2013. Periode tersebut dipilih dengan pertimbangan bahwa umumnya calon mahasiswa sedang melakukan proses pencarian informasi terkait dengan profil universitas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

purposive sampling. Menurut Sugiyono (2009), purposive sampling adalah

teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel penelitian ini adalah tweet yang berhubungan dengan bauran pemasaran.

(9)

31 3.6 Metode Analisis Data

3.6.1 Analisis Klaster

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis klaster. Analisis klaster merupakan teknik pengolahan data yang bertujuan untuk mengklasifikasikan sebuah 'gunung' informasi ke dalam tumpukan informasi yang terkelola dan bermakna. Ini adalah alat reduksi data yang menciptakan subkelompok yang lebih mudah ditangani daripada data individu.

Seperti analisis faktor, analisis klaster mengkaji penuh mengenai hubungan yang saling melengkapi antar variabel. Namun, dalam analisis klaster tidak ada pengetahuan utama tentang unsur-unsur yang dikelompokkan. Pengelompokkan didefinisikan melalui analisis data.

Implikasi dalam penelitian ini, sampel yang telah diambil berupa

tweet dan mention disampaikan dalam bentuk teks, selanjutnya diolah

sehingga membentuk kelompok-kelompok sesuai dengan kondisi alamiah yang terjadi. Berdasarkan kelompok-kelompok yang muncul dari hasil análisis akan menunjukkan jawaban dari rumusan masalah yang diangkat.

Untuk menganalisa sampel melalui analisis klaster peneliti menggunakan Software Prosuite QDA Miner (WordStat SimStat).

Software QDA Miner adalah alat analisis data kualitatif yang dapat

digunakan untuk menganalisis wawancara atau fokus transkrip kelompok, dokumen hukum, artikel jurnal, pidato, bahkan seluruh buku, gambar, foto, lukisan dan jenis-jenis dokumen visual. Integrasi dengan SimStat sebagai

(10)

32

alat analisis data statistik dan WordStat sebagai alat analisis isi kuantitatif sehigga memudahkan menganalisis teks dan isinya berkaitan dengan informasi yang terstruktur termasuk data numerik dan kategorikal.

Software QDA Miner juga menyediakan berbagai alat untuk mengenali

pola pengkondean dan hubungan antara kode yang diberikan dan sifat numeric atau kategori lainnya (Lewis & Maas, 2007).

Campbell, Pitt, Parent, and Berthon (2011) menjelaskan bahwa analisis klaster memungkinkan untuk menganalisis secara cepat banyak data tekstual. Secara singkat, metode ini merupakan alat yang sempurna untuk mendapatkan respon konsumen yang cepat. Jika pendekatan kuantitatif menggunakan dimensi dalam menghitung variabelnya maka pendekatan ini tidak memerlukan pemahaman dimensi. Tetapi membangun pemahaman dari masing-masing bagian dari teks itu sendiri.

Sebuah "peta konsep" kemudian digunakan untuk menggambarkan secara visual konsep utama dan hubungannya dengan konsep lain. Peta konsep ini kemudian diproduksi sehingga memungkinkan peneliti mendapatkan gambaran mengenai konsep-konsep kunci dalam teks dan menggambarkan hubungan antar konsep. Konsep yang tidak kuat hubungannya akan berada dalam posisi terpisah. Sedangkan, konsep yang memiliki hubungan yang kuat berada dekat satu sama lain (Campbell et al., 2011). Konsep yang memiliki kedekatan hubungan dan tingkat kemiripan yang tinggi cenderung membentuk klaster.

(11)

33

Dalam proses pengolahan data, program tersebut secara otomatis mempelajari kata-kata yang memprediksi konsep-konsep tertentu. Untuk memulai proses tersebut, hanya dibutuhkan beberapa kata kunci, atau bahkan satu kata kunci yang dipilih secara acak. Pemilihan secara otomatis konsep penting yang terdapat dalam teks, telah disetujui oleh para ahli yang pernah melakukan percobaan dan terbukti berhasil digunakan dalam berbagai displin ilmu (Campbell et al., 2011).

3.6.2 Langkah-langkah Dalam Pengolahan Data

Dalam proses pengolahan data menggunakan Software QDA Miner ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan output berupa klaster dari data yang ada. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

a. Create a new project

b. Import from an existing data file c. Analyze

d. Content Analysis e. WordStat

f. Pengelompokan data berdasarkan “Frequencies” atau “Phrase Finder” g. Menghilangkan kata yang tidak sesuai dengan konstruk (Exclution list) h. Menampilkan output melalui Display Dendogram of Keywords

i. Menganalisa klaster yang muncul dari hasil pengolahan data

j. Mendeskripsikan hasil analisis apakah sesuai dengan konstruk bauran pemasaran kontemporer atau tidak.

Referensi

Dokumen terkait

Studi Analisis Isi Tweet Post dalam Akun Twitter @komnas_anak Periode. Agustus –

Alasan mengapa dipilih kelas VIII sebagai sampel, karena telah memenuhi karakteristik yang sama dengan populasi, selain itu secara psikologis siswa kelas VIII

Probability sampling merupakan metode dalam pengambilan sampel yang dimana setiap elemen populasi memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk bisa dipilih sebagai

Begitu juga dengan Sugiyono (2013:124) menjelaskan bahwa “sampeling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel”. Untuk

1) Menghitung rata-rata tingkat pengembalian (average return) harian dan bulanan portofolio selama periode 22 November 2004 hingga 31 Mei 2007. 2) Menghitung return dan

Sementara untuk model sebaran CDOM, citra yang digunakan berasal dari pengambilan pada periode waktu April-Mei 2008.. Tabel III.1 Data

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen sepeda motor skuter matic yaitu rekan-rekan para mahasiswa Universitas Mercu Buana kampus Menteng yang menggunakan sepeda

2 Sampel Penelitian Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah daun ubi jalar Ipomoea batatas dengan kriteria yang dipilih adalah daun bagian pucuk atau daun yang masih muda