Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dalam Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian terhadap jumlah trombosit menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dewa pada dosis 500mg/kgBB dan rimpang temu ireng pada dosis 250mg/kgBB dan
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “ ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AR-TURMERON DARI EKSTRAK RIMPANG Curcuma soloensis Val.. (TEMU GLENYEH)
Telah dilakukan penelitian uji toksisitas ( dalam hal ini sebagai kontrol untuk uji fototoksisitas) dan uji fototoksisitas terhadap ekstrak metanol rimpang temu
Telah dilakukan penelitian daya antirnikroba ekstrak metanol rirnpang Temu mangga (Curcuma mangga Val.), Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.), dan Temu giring
EFEKTIVITAS DAYA ANTHELMINTIK TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb.) TERHADAP Ascaridia galli SECARA IN
Dari 3 fraksi dipilih lagi pemisahan yang terbaik, dari kromatogram dilihat bahwa pada fraksi no.15 terlihat bercak yang diduga senyawa flavonoid dengan pemisahan
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, atas berkat nikmat sehat dan sempat yang diberikan-Nya sehingga penyusun dapat melaksanakan penelitian
Kulit kering merupakan salah satu masalah kulit yang umum dijumpai pada masyarakat khususnya bagi yang tinggal di iklim tropis seperti Indonesia. Kulit yang kering dapat menurunkan kinerja pertahanan tubuh terhadap infeksi dan efek radikal bebas. Radikal bebas dapat mempercepat penuaan dini dan kerusakan pada kulit. Kerusakan kulit antara lain terjadi karena adanya sinar ultraviolet (UV). Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas reaktif menjadi bentuk tidak reaktif yang relatif stabil sehingga dapat melindungi sel dari efek bahaya radikal bebas. Antioksidan dapat ditemukan di tanaman Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.), merupakan salah satu tanaman obat diindonesia. Temu ireng diketahui mengandung saponin, flavonoid, amilum, lemak, zat pahit, tannin, dan polifenol juga minyak atsiri. Flavonoid dapat berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan Temu ireng menjadi produk kosmetik berupa body butter dan mengevaluasi mutu fisik dari sediaan tersebut. Ekstrak temu ireng didapat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Terbagi beberapa formulasi sediaan body butter dibuat dengan konsentrasi ekstrak temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb), F 0, F1 0.5%, F2 0.75% dengan basis formulasi yang seragam. Evaluasi sediaan body butter meliputi uji homogenitas, organoleptik, pH, daya sebar daya lekat dan stabilitas. Hasil uji dari ketiga formulasi sediaan body butter menunjukkan bahwa ketiga formula homogen, tidak terjadi perubahan organoleptik, rentang pH sediaan 4,5 - 7,0, rentang uji daya sebar 5 – 7 cm, serta rentang uji daya lekat tidak kurang dari 4