• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA BPKP TRIWULAN II TAHUN 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA BPKP TRIWULAN II TAHUN 2017"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Nomor : LKIN-33/SU01/2/2017

Tanggal : 19 Juli 2017

LAPORAN KINERJA BPKP

TRIWULAN II TAHUN 2017

BIRO PERENCANAAN PENGAWASAN

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN Jl. Pramuka No. 33, BPKP Pusat Lantai 4, Jakarta 13120, Telp/Fax: 021-85910107

(2)

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN BIRO PERENCANAAN PENGAWASAN

Gedung BPKP Pusat Lantai 4, Jalan Pramuka Nomor 33 Jakarta 13120 Telepon 021-85910031 Ext. 0415/, Faksimile 021-85910107

Halaman 1 dari 4

Nomor : LKIN-33/SU01/2/ 2017 19 Juli 2017

Lampiran : Tiga eksemplar

Hal : Laporan Evaluasi Kinerja BPKP Triwulan II Tahun 2017

Yth. Sekretaris Utama di

Jakarta

Dengan ini kami sampaikan Laporan Evaluasi Kinerja BPKP Triwulan II Tahun 2017. Capaian kinerja BPKP triwulan II tahun 2017 merupakan pembandingan antara realisasi dengan target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja triwulan II tahun 2017 dengan uraian sebagai berikut:

A. Dasar Hukum

Penyusunan laporan kinerja triwulan BPKP dalam rangka monitoring dan evaluasi pencapaian target kinerja didasarkan pada:

1. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

2. Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. B. Capaian Kinerja Tahun 2017 Tw. II 2017

1 Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program Prioritas dalam Nawa Cita

Skala 1-5

2 0 1 50,00 100,00

2 Maturitas SPIP K/L (Level 3) % 32 4,55 8,14 25,44 178,90 3 Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 3) % 30 5 11,76 39,20 235,20 4 Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/ Kota (Level

3)

% 20 5 6,30 31,50 126,00 5 Efektivitas SPI Korporasi (Level 3) % 45 0 0 0,00 0,00

6 Kapabilitas APIP K/L (Level 3) % 21 6,98 9,30 44,29 133,24 7 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 3) % 56 0 14,71 26,27 100,00 8 Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/ Kota

(Level 3)

% 25 0 2,17 8,68 100,00 Sasaran Strategis 1. Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas

Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional

Sasaran Strategis 2. Meningkatnya maturitas SPIP

Sasaran Strategis 3. Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah K/L/Pemda

Persen Tahun

2017 Tw. II 2017 No Indikator Kinerja Utama Satuan

Realisasi Tw II 2017 Target

(3)

Halaman 2 dari 4

Ket.:

apabila rata2 capaian kinerja lebih dari 100%; apabila 90% < rata2 capaian kinerja< 100%; apabila 40% < rata2 capaian kinerja < 90%; apabila rata2 capaian kinerja < 40%

1. Sasaran Strategis Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional

IKU 1 Indeks akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan program prioritas dalam nawacita (indeks APKPN, skala 1-5) mencapai 100% dengan realisasi 1 dari target sebesar 0. Dibandingkan target tahun 2017 sebesar 2, capaian IKU sebesar 50%.

2. Sasaran Strategis Meningkatnya Maturitas SPIP

a. IKU 2 Maturitas SPIP K/L (Level 3) mencapai 178,90% dengan realisasi 8,14% (7 dari 86 K/L) dari target sebesar 4,55%. Dibandingkan target tahun 2017 sebesar 32%, capaian IKU sebesar 25,44%. K/L yang memperoleh minimal level 3 maturitas SPIP sebanyak 7 K/L yaitu KPK, BPKP, Kementerian Keuangan, ESDM, KKP, BPS dan BNP2TKI.

b. IKU 3 Maturitas SPIP Pemprov (Level 3) mencapai 235,20% dengan realisasi 11,76% (4 dari 34 pemprov) dari target sebesar 5%. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 30%, capaian IKU sebesar 39,20%. Pemerintah Provinsi yang meraih maturitas SPIP level 3 sebanyak 4 pemprov yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Gorontalo. c. IKU 4 Maturitas SPIP Pemkab./Kota (Level 3) mencapai 126% dengan

realisasi 6,30% (32 dari 508 Pemkab./Kota) dari target sebesar 5%. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 20%, capaian IKU sebesar 31,50%. Pemerintah kabupaten/ kota yang meraih maturitas SPIP level 3 adalah sebanyak 32 pemkab/ pemkot (terlampir).

d. IKU 5 Efektivitas SPI Korporasi (Level 3) belum terealisasi. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 45%, capaian IKU sebesar 0%.

3. Sasaran Strategis Meningkatnya Kapabilitas APIP

a. IKU 6 Kapabilitas APIP K/L (Level 3) mencapai 133,24% dengan realisasi 9,30% (8 dari 86 APIP K/L) dari target sebesar 6,98%. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 21%, capaian IKU sebesar 44,29%. APIP K/L dengan kapabilitas minimal level 3 sebanyak 8 K/L yaitu BPKP, Kemenkumham, Kemendikbud, Kemenkeu, Bappenas, ESDM, KKP dan Kemenhub.

b. IKU 7 Kapabilitas APIP Pemprov (Level 3) mencapai 100% dengan realisasi 14,71% (5 dari 34 pemprov) dari target sebesar 0%. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 56%, capaian IKU sebesar 26,27%. APIP pemerintah provinsi dengan kapabilitas level 3 sebanyak 5 pemprov yaitu Jawa Barat, Jawa tengah, Bangka Belitung, Gorontalo dan Sulawesi Barat.

c. IKU 8 Kapabilitas APIP Pemkab./Kota (Level 3) mencapai 100% dengan realisasi 2,17% (11 dari 508 pemkab/kota) dari target sebesar 0%.

(4)

Halaman 3 dari 4

Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 25%, capaian IKU sebesar 8,68%. APIP pemerintah kabupaten/ kota dengan kapabilitas level 3 adalah sebanyak 11 pemkab/ kota (terlampir).

C. Permasalahan dan Rencana Tindak

Capaian kinerja yang masih relatif rendah antara lain disebabkan oleh:

1. Luasnya lingkup penilaian Maturitas SPIP mengakibatkan proses meningkatkan level maturitas SPIP menjadi level 3 tidak dapat dicapai dalam waktu singkat.

2. Belum memadainya komitmen pemerintah daerah untuk mendukung maturitas SPIP dan kapabilitas APIP (level 3). Selain itu, regulasi yang telah diterbitkan oleh pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan SPIP masih belum diimplementasikan secara optimal oleh Pemerintah Daerah.

3. IKU Efektivitas SPI Korporasi belum ada realisasi disebabkan belum terlaksananya penugasan asesmen efektivitas SPI korporasi.

Rencana tindak yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja pada triwulan berikutnya adalah:

1. Meningkatkan koordinasi dan sinergi pengawasan dengan APIP mitra kerja melalui rapat-rapat koordinasi untuk mendorong peningkatan kapabilitas APIP.

2. Pemantauan dan mendorong instansi yang dievaluasi untuk menetapkan kebijakan sesuai dengan rekomendasi yang disarankan.

3. Melakukan bimtek peningkatan maturitas SPIP untuk setiap level, dengan fokus pada K/L/D dengan level maturitas kurang dari 3.

4. Pengembangan pedoman.

a. Finalisasi dokumen Grand Design Pembinaan Penyelenggaraan SPIP dan Road Map Pembinaan Penyelenggaraan SPIP;

b. Penyusunan dan penyempurnaan secara berkala pedoman diklat SPIP; c. Finalisasi buku/dokumen “Good Practices of SPIP” untuk pemerintah

daerah terpilih yang telah berhasil mencapai level 3; d. Penyusunan FAQ SPIP.

5. Menyelesaikan policy brief BPKP untuk mendorong pencapaian target maturitas implementasi SPIP diantaranya melalui kegiatan high level communication dengan kementerian terkait, sebagai berikut:

a. Kementerian Keuangan

1) Mempertimbangkan capaian atas tingkat maturitas sebagai salah satu kriteria penetapan Dana Insentif Daerah.

2) Mensyaratkan penyertaan dokumen risk register dan rencana tindak pengendalian dalam proses pembahasan anggaran kementerian/ lembaga.

b. Badan Pemeriksa Keuangan

Data sharing temuan kelemahan SPI sebagai dasar pembuatan risk register nasional.

(5)

Halaman 4 dari 4

c. Kementerian Dalam Negeri

1) Pencantuman target maturitas penyelenggaraan SPIP level 3 ke dalam RPJMD.

2) Peningkatan efektivitas fungsi Pokja/Satgas SPIP di tingkat pemerintah daerah dalam pengembangan SPIP dan pencapaian maturitas level 3.

d. Kementerian PAN&RB

Pencantuman capaian atas tingkat maturitas SPIP sebagai salah satu unsur penilaian evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi pada instansi pemerintah.

e. Lembaga Administrasi Negara

Integrasi materi sistem pengendalian intern berbasis risiko ke dalam kurikulum pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (DIKLATPIM).

6. Pelaksanaan assesssment strategi komunikasi bekerja sama dengan USAID CEGAH.

7. Pengembangan SDM melalui Workshop, Bimtek dan Diklat Maturitas SPIP bekerja sama dengan Pusdiklatwas BPKP.

D. Anggaran dan Realisasi Keuangan

Anggaran BPKP tahun 2017 sebesar Rp1.439.852.715.000. Sampai dengan triwulan II tahun 2017 telah terealisasi anggaran sebesar Rp554.863.461.515, mencapai 38,54%, dengan rincian sebagaimana tabel 1.

Tabel 1. Anggaran dan Realisasi Keuangan BPKP Triwulan II Tahun 2017

Program Anggaran (Rp) Tw I 2017 (Rp) Realisasi Penyerapan Dana (%)

Program 01 (Dukungan Manajemen) 1.051.280.856.000 460.659.791.533 43,82 Program 06 (Pengawasan Intern) 388.571.859.000 94.203.669.982 24,24 Jumlah 1.439.852.715.000 554.863.461.515 38,54

Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan perkenan Sekretaris Utama, kami ucapkan terima kasih.

Plt. Kepala Biro Perencanaan Pengawasan,

Adil Hamonangan Pangihutan NIP 19610605 198703 1 001

(6)

Nomor : LKIN-33/SU01/2/2017

Tanggal : 19 Juli 2017

LAPORAN KINERJA BPKP

TRIWULAN II TAHUN 2017

BIRO PERENCANAAN PENGAWASAN

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN Jl. Pramuka No. 33, BPKP Pusat Lantai 4, Jakarta 13120, Telp/Fax: 021-85910107

(7)

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN BIRO PERENCANAAN PENGAWASAN

Gedung BPKP Pusat Lantai 4, Jalan Pramuka Nomor 33 Jakarta 13120 Telepon 021-85910031 Ext. 0415/, Faksimile 021-85910107

Halaman 1 dari 4

Nomor : LKIN-33/SU01/2/ 2017 19 Juli 2017

Lampiran : Tiga eksemplar

Hal : Laporan Evaluasi Kinerja BPKP Triwulan II Tahun 2017

Yth. Sekretaris Utama di

Jakarta

Dengan ini kami sampaikan Laporan Evaluasi Kinerja BPKP Triwulan II Tahun 2017. Capaian kinerja BPKP triwulan II tahun 2017 merupakan pembandingan antara realisasi dengan target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja triwulan II tahun 2017 dengan uraian sebagai berikut:

A. Dasar Hukum

Penyusunan laporan kinerja triwulan BPKP dalam rangka monitoring dan evaluasi pencapaian target kinerja didasarkan pada:

1. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

2. Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. B. Capaian Kinerja Tahun 2017 Tw. II 2017

1 Indeks Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Program Prioritas dalam Nawa Cita

Skala 1-5

2 0 1 50,00 100,00

2 Maturitas SPIP K/L (Level 3) % 32 4,55 8,14 25,44 178,90 3 Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 3) % 30 5 11,76 39,20 235,20 4 Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/ Kota (Level

3)

% 20 5 6,30 31,50 126,00 5 Efektivitas SPI Korporasi (Level 3) % 45 0 0 0,00 0,00

6 Kapabilitas APIP K/L (Level 3) % 21 6,98 9,30 44,29 133,24 7 Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 3) % 56 0 14,71 26,27 100,00 8 Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/ Kota

(Level 3)

% 25 0 2,17 8,68 100,00 Sasaran Strategis 1. Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas

Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional

Sasaran Strategis 2. Meningkatnya maturitas SPIP

Sasaran Strategis 3. Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah K/L/Pemda

Persen Tahun

2017 Tw. II 2017 No Indikator Kinerja Utama Satuan

Realisasi Tw II 2017 Target

(8)

Halaman 2 dari 4

Ket.:

apabila rata2 capaian kinerja lebih dari 100%; apabila 90% < rata2 capaian kinerja< 100%; apabila 40% < rata2 capaian kinerja < 90%; apabila rata2 capaian kinerja < 40%

1. Sasaran Strategis Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional

IKU 1 Indeks akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan program prioritas dalam nawacita (indeks APKPN, skala 1-5) mencapai 100% dengan realisasi 1 dari target sebesar 0. Dibandingkan target tahun 2017 sebesar 2, capaian IKU sebesar 50%.

2. Sasaran Strategis Meningkatnya Maturitas SPIP

a. IKU 2 Maturitas SPIP K/L (Level 3) mencapai 178,90% dengan realisasi 8,14% (7 dari 86 K/L) dari target sebesar 4,55%. Dibandingkan target tahun 2017 sebesar 32%, capaian IKU sebesar 25,44%. K/L yang memperoleh minimal level 3 maturitas SPIP sebanyak 7 K/L yaitu KPK, BPKP, Kementerian Keuangan, ESDM, KKP, BPS dan BNP2TKI.

b. IKU 3 Maturitas SPIP Pemprov (Level 3) mencapai 235,20% dengan realisasi 11,76% (4 dari 34 pemprov) dari target sebesar 5%. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 30%, capaian IKU sebesar 39,20%. Pemerintah Provinsi yang meraih maturitas SPIP level 3 sebanyak 4 pemprov yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Gorontalo. c. IKU 4 Maturitas SPIP Pemkab./Kota (Level 3) mencapai 126% dengan

realisasi 6,30% (32 dari 508 Pemkab./Kota) dari target sebesar 5%. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 20%, capaian IKU sebesar 31,50%. Pemerintah kabupaten/ kota yang meraih maturitas SPIP level 3 adalah sebanyak 32 pemkab/ pemkot (terlampir).

d. IKU 5 Efektivitas SPI Korporasi (Level 3) belum terealisasi. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 45%, capaian IKU sebesar 0%.

3. Sasaran Strategis Meningkatnya Kapabilitas APIP

a. IKU 6 Kapabilitas APIP K/L (Level 3) mencapai 133,24% dengan realisasi 9,30% (8 dari 86 APIP K/L) dari target sebesar 6,98%. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 21%, capaian IKU sebesar 44,29%. APIP K/L dengan kapabilitas minimal level 3 sebanyak 8 K/L yaitu BPKP, Kemenkumham, Kemendikbud, Kemenkeu, Bappenas, ESDM, KKP dan Kemenhub.

b. IKU 7 Kapabilitas APIP Pemprov (Level 3) mencapai 100% dengan realisasi 14,71% (5 dari 34 pemprov) dari target sebesar 0%. Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 56%, capaian IKU sebesar 26,27%. APIP pemerintah provinsi dengan kapabilitas level 3 sebanyak 5 pemprov yaitu Jawa Barat, Jawa tengah, Bangka Belitung, Gorontalo dan Sulawesi Barat.

c. IKU 8 Kapabilitas APIP Pemkab./Kota (Level 3) mencapai 100% dengan realisasi 2,17% (11 dari 508 pemkab/kota) dari target sebesar 0%.

(9)

Halaman 3 dari 4

Dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar 25%, capaian IKU sebesar 8,68%. APIP pemerintah kabupaten/ kota dengan kapabilitas level 3 adalah sebanyak 11 pemkab/ kota (terlampir).

C. Permasalahan dan Rencana Tindak

Capaian kinerja yang masih relatif rendah antara lain disebabkan oleh:

1. Luasnya lingkup penilaian Maturitas SPIP mengakibatkan proses meningkatkan level maturitas SPIP menjadi level 3 tidak dapat dicapai dalam waktu singkat.

2. Belum memadainya komitmen pemerintah daerah untuk mendukung maturitas SPIP dan kapabilitas APIP (level 3). Selain itu, regulasi yang telah diterbitkan oleh pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan SPIP masih belum diimplementasikan secara optimal oleh Pemerintah Daerah.

3. IKU Efektivitas SPI Korporasi belum ada realisasi disebabkan belum terlaksananya penugasan asesmen efektivitas SPI korporasi.

Rencana tindak yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja pada triwulan berikutnya adalah:

1. Meningkatkan koordinasi dan sinergi pengawasan dengan APIP mitra kerja melalui rapat-rapat koordinasi untuk mendorong peningkatan kapabilitas APIP.

2. Pemantauan dan mendorong instansi yang dievaluasi untuk menetapkan kebijakan sesuai dengan rekomendasi yang disarankan.

3. Melakukan bimtek peningkatan maturitas SPIP untuk setiap level, dengan fokus pada K/L/D dengan level maturitas kurang dari 3.

4. Pengembangan pedoman.

a. Finalisasi dokumen Grand Design Pembinaan Penyelenggaraan SPIP dan Road Map Pembinaan Penyelenggaraan SPIP;

b. Penyusunan dan penyempurnaan secara berkala pedoman diklat SPIP; c. Finalisasi buku/dokumen “Good Practices of SPIP” untuk pemerintah

daerah terpilih yang telah berhasil mencapai level 3; d. Penyusunan FAQ SPIP.

5. Menyelesaikan policy brief BPKP untuk mendorong pencapaian target maturitas implementasi SPIP diantaranya melalui kegiatan high level communication dengan kementerian terkait, sebagai berikut:

a. Kementerian Keuangan

1) Mempertimbangkan capaian atas tingkat maturitas sebagai salah satu kriteria penetapan Dana Insentif Daerah.

2) Mensyaratkan penyertaan dokumen risk register dan rencana tindak pengendalian dalam proses pembahasan anggaran kementerian/ lembaga.

b. Badan Pemeriksa Keuangan

Data sharing temuan kelemahan SPI sebagai dasar pembuatan risk register nasional.

(10)

Halaman 4 dari 4

c. Kementerian Dalam Negeri

1) Pencantuman target maturitas penyelenggaraan SPIP level 3 ke dalam RPJMD.

2) Peningkatan efektivitas fungsi Pokja/Satgas SPIP di tingkat pemerintah daerah dalam pengembangan SPIP dan pencapaian maturitas level 3.

d. Kementerian PAN&RB

Pencantuman capaian atas tingkat maturitas SPIP sebagai salah satu unsur penilaian evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi pada instansi pemerintah.

e. Lembaga Administrasi Negara

Integrasi materi sistem pengendalian intern berbasis risiko ke dalam kurikulum pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (DIKLATPIM).

6. Pelaksanaan assesssment strategi komunikasi bekerja sama dengan USAID CEGAH.

7. Pengembangan SDM melalui Workshop, Bimtek dan Diklat Maturitas SPIP bekerja sama dengan Pusdiklatwas BPKP.

D. Anggaran dan Realisasi Keuangan

Anggaran BPKP tahun 2017 sebesar Rp1.439.852.715.000. Sampai dengan triwulan II tahun 2017 telah terealisasi anggaran sebesar Rp554.863.461.515, mencapai 38,54%, dengan rincian sebagaimana tabel 1.

Tabel 1. Anggaran dan Realisasi Keuangan BPKP Triwulan II Tahun 2017

Program Anggaran (Rp) Tw I 2017 (Rp) Realisasi Penyerapan Dana (%)

Program 01 (Dukungan Manajemen) 1.051.280.856.000 460.659.791.533 43,82 Program 06 (Pengawasan Intern) 388.571.859.000 94.203.669.982 24,24 Jumlah 1.439.852.715.000 554.863.461.515 38,54

Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan perkenan Sekretaris Utama, kami ucapkan terima kasih.

Plt. Kepala Biro Perencanaan Pengawasan,

Adil Hamonangan Pangihutan NIP 19610605 198703 1 001

Gambar

Tabel 1. Anggaran dan Realisasi Keuangan BPKP Triwulan II Tahun 2017
Tabel 1. Anggaran dan Realisasi Keuangan BPKP Triwulan II Tahun 2017

Referensi

Dokumen terkait

Pemecahan masalah teresbut maka akan diterapkan sebuah metode alternatif dalam penerapan keputusan penetapan harga, yaitu metode target profit pricing yang merupakan suatu

semakin lama semakin meningkat seiring dengan jumlah permintaan data, serta jumlah data yang semakin banyak sehingga diperlukan suatu basis data untuk menampung

Peningkatan level maturitas SPIP Pemerintah Provinsi menggunakan dana sebesar Rp19.553.150,00 atau 75,29% dari.. Dilihat dari penggunaan dana, kegiatan telah dilaksanakan

Pada tahun 2016, dari 87 K/L yang menjadi mitra BPKP, terdapat dua K/L yang mencapai tingkat maturitas level 3 dalam penyelenggaraan SPIP, yaitu Badan Nasional Penempatan

Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan tidak langsung antara persepsi kerentanan dengan kejadian MDR TB melalui variabel kepatuhan pasien dalam minum

Sesuai dengan judul yang peneliti telah ambil dalam penelitian ini, maka penelitian ini hanya berfokus pada persepsi pelanggan mengenai kualitas produk dan service

Penulis mengaplikasikan langkah langkah pengambilan keputusan transaksi pada beberapa mata uang pada tanggal 25 oktober 2007 dan dari proses tersebut terdapat satu mata uang

frekuensi inspeksi oleh petugas berkurang (efisiensi waktu industri); produk yang dihasilkan oleh industri pangan menjadi lebih terjamin dan kepercayaan masyarakat terhadap