i
PENGARUH METODE LEARNING START WITH A
QUESTION TERHADAP KEAKTIFAN BERTANYA DALAM
PEMBELAJARAN TEMATIK PESERTA DIDIK KELAS V MI
MA’ARIF NGADIHARJO BOROBUDUR
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Uinversitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan
Disusun Oleh: Sem. VIII
Mali Khatul Khabibah NIM: 16480051
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UINVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2020
iv
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga FM-UINSK-BM-05-03/R0
HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR
Hal : Persetujuan Skripsi/Tugas Akhir Lamp : -
Kepada Yth.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga
di Yogyakarta
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Setelah membaca, meneliti, menelaah, memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi Saudari:
Nama : Mali Khatul Khabibah
NIM : 16480051
Program Studi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Judul Skripsi : Pengaruh Metode Learning Start With a Question terhadap Keaktifan Bertanya dalam Pembelajaran Tematik Peserta Didik Kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo Borobudur
sudah dapat diajukan kepada Program Studi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan.
Dengan ini kami mengharap agar skripsi/tugas akhir Saudari tersebut di atas dapat segera diujikan/dimunaqasyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamua’alaikum Wr. Wb.
Yogyakarta, Mei 2020 Pembimbing
Fitri Yuliawati, M.Pd.Si. NIP. 19820724 201 101 2 001
vi MOTTO
“Ilmu itu diperoleh dari lidah yang gemar bertanya serta akal yang suka berpikir” (Abdullah Bin Abbas)1
1
vii
HALAMAN PERSEMBAHAN
KARYA SEDERHANA INI PENELITI PERSEMBAHKAN KEPADA ALMAMATER TERCINTA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
viii ABSTRAK
Mali Khatul Khabibah, “Pengaruh Metode Learning Start With a Question terhadap Keaktifan Bertanya dalam Pembelajaran Tematik Peserta Didik Kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo Borobudur”. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Salah satu prinsip pembelajaran yang disebutkan dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 adalah peserta didik aktif mencari tahu, salah satu caranya adalah dengan aktif bertanya. Keaktifan bertanya memiliki peranan penting bagi peserta didik, salah satunya peserta didik dapat menggali lebih banyak informasi dan pengetahuan. Namun kenyataannya masih banyak peserta didik yang tidak aktif bertanya dalam pembelajaran karena malu, takut salah, dan tidak tahu apa yang ingin mereka tanyakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh metode learning start with a question terhadap keaktifan bertanya dalam pembelajaran tematik peserta didik kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo Borobudur.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 20 anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling, yakni teknik sampling jenuh. Teknik sampling jenuh ini adalah teknik penentuan sampel dengan semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket keaktifan bertanya dan observasi yang sebelumnya telah melalui tahap validasi dengan beberapa ahli. Data penelitian yang telah terkumpul selanjutnya dilakukan uji prasayarat yang meliputi uji normalitas dan homogenitas. Uji prasayarat dilakukan guna menentukan teknik analisis data yang akan digunakan. Jika kedua uji prasyarat terpenuhi, maka teknik analisis data dapat dilakukan dengan statistik parametrik. Akan tetapi jika salah satu dari uji prasyarat tidak terpenuhi maka teknik analisis data dilakukan dengan statistik nonparametrik. Karena data yang terkumpul dalam penelitian ini memenuhi kedua uji prasyarat, maka teknik analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu uji t paired sample T-test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode learning start with a question berpengaruh terhadap keaktifan bertanya peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t paired sample t-test dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sehingga H0 ditolak dan H𝑎 diterima, artinya penerapan
metode learning start with a question berpengaruh terhadap keaktifan bertanya peserta didik dalam pembelajaran tematik.
Kata Kunci: Pengaruh, Metode learning start with a question, dan Keaktifan Bertanya
ix KATA PENGANTAR
َهَلِإ َلا ْنَأ ُدَهْشَأ .ِنْيِّدلا َو اَيْنُّدلا ِر ْوُمُا ىَلَع ُنْيِعَتْسَن ِهِب َو ُنْيِمَل اَعْلا ِّبَر ِهّلِل ُدْمَحْلَا
ُهّللا َّلاِإ
ُهُدْبَع اًدَّمَحُم َّنَأ ُدَهْشَأ َو
. ْنْيِعَمْجَا ِهِبْحَص َو ِهِلَا ىَلَع َو ٍدَّمَحُم ىَلَع ْمِّلَس َو ِّلَص َّمُهّللا .ُهُل ْوُسَر َو
.ُدْعَباَّمَا
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufik, hidayah dan rahmat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Sholawat serta salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. juga keluarganya serta semua orang yang meniti di jalannya.Selama penulisan skripsi ini tentunya kesulitan dan hambatan telah dihadapi peneliti. Dalam mengatasinya peneliti tidak mungkin dapat melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Atas bantuan yang telah diberikan selama penelitian maupun dalam penulisan skripsi ini, peneliti mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Ahmad Arifi, M. Ag. selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta beserta stafnya, yang telah membantu peneliti dalam menjalani studi Strata Satu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
2. Ibu Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M. Pd. dan Bapak Dr. Nur Hidayat, M. Ag. selaku ketua dan sekretaris Prodi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang telah memberikan masukan dan nasihat kepada peneliti selama menjalani studi program Strata Satu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
3. Ibu Fitri Yuliawati, M. Pd. Si. selaku pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktu, mencurahkan pikiran, mengarahkan, serta memberikan petunjuk dalam penulisan skripsi ini.
4. Bapak H Jauhar Hatta, S. Ag., M. Ag., selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan arahan dan perhatian kepada peneliti selama menimba ilmu di prodi PGMI UIN Sunan Kalijaga.
x
5. Segenap dosen dan karyawan di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan atas pelayanan, sikap ramah, dan bersahabat yang telah diberikan. 6. Ibu Nasriyati, S. Pd. selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Ngadiharjo Borobudur, yang telah memberikan izin guna mengadakan penelitian di MI Ma’arif Ngadiharjo Borobudur.
7. Bapak Syaiful, S. Pd.I. selaku guru kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo Borobudur yang telah membantu sehingga penelitian ini dapat terlaksana. 8. Peserta didik kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo Borobudur atas ketersediannya
menjadi responden dalam pengambilan data penelitian ini.
9. Kepada bapak ibuku tercinta, dan adikku tersayang yang telah memberikan kasih sayang tulus, do’a yang senantiasa tercurah, motivasi, dan semangat moril dan materiil sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
10. Kepada Amin Mulindhasari, Surati, dan Rizka Nurzamza teman pejuang skripsi dan sahabat terkasih yang selalu ada saat suka maupun duka, selalu memberikan saran dan semangat sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
11. Teman-teman KKN Tumut Squad, Bung Yordan, Bung Mail, Bung Ayu, Bung Nafis, Bung Izza, Bung Rizka, Bung Oci, Bung Isni, dan Bung Nafi yang membuat masa-masa KKN menjadi lebih menyenangkan dan berkesan.
12. Teman-teman PLP MI Ma’arif Candran yang membuat suasana PLP menjadi lebih berkesan.
13. Teman-teman senasib dan seperjuangan PGMI 2016, semoga proses yang telah kita lewati membawa berkah untuk kita semua.
14. Sahabat masa kecilku, Rifatul Fauziah dan Tri Umiyati.
15. Teman-teman Alumni Kos Mbah Jum yang membuat hari-hari di kos menjadi berwarna.
16. Semua pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu.
xi
Peneliti sangat menyadari, bahwa skripsi ini masih jauh dalam kesempurnaan. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan kritik yang membangun dari berbagai pihak. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti khususnya dan bagi pembeaca pada umumnya.
Yogyakarta, 23 Juni 2020 Peneliti
Mali Khatul Khabibah NIM. 16480051
xii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ... ii
HALAMAN PERNYATAAN BERHIJAB ... iii
HALAM PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv
HALAMAN PENGESAHAN ... v
HALAMAN MOTTO ... vi
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii
HALAMAN ABSTRAK ... viii
HALAMAN KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I: PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 4
BAB II: KAJIAN PUSTAKA ... 7
A. Landasan Teori ... 7
1. Metode Pembelajaran ... 7
a. Metode Learning Start With A Question ... 8
b. Keunggulan dan Kelemahan Metode Learning Start With A Question ... 12
2. Keaktifan Peserta Didik ... 13
a. Pengertian Keaktifan Peserta Didik ... 13
b. Keaktifan Bertanya ... 16
3. Pembelajaran Tematik ... 19
xiii
b. Karakteristik Pembelajaran Tematik ... 22
B. Kajian Penelitian yang Relevan ... 23
C. Kerangka Pikir ... 26
D. Hipotesis Penelitian ... 28
BAB III: METODE PENELITIAN ... 30
A. Jenis dan Desain Penelitian ... 30
B. Variabel Penelitian ... 31
C. Tempat dan Waktu Penelitian ... 33
D. Populasi dan Sampel Penelitian ... 34
E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 35
F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen ... 38
G. Teknik Analisis Data ... 44
BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47
A. Hasil Penelitian ... 47 B. Pembahasan ... 56 BAB V: PENUTUP ... 60 A. Simpulan ... 60 B. Keterbatasan Penelitian ... 60 C. Saran ... 61 DAFTAR PUSTAKA ... 61 LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 65
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel III.1 Desain Penelitian ... 30
Tabel III.2 Jadwal Penelitian ... 33
Tabel III.3 Sampel Penelitian ... 34
Tabel III.4 Pedoman Penskoran Angket ... 36
Tabel III.5 Skala Sebelum Perbaikan ... 38
Tabel III.6 Skala Setelah Perbaikan ... 38
Tabel III.7 Hasil Uji Validitas Empiris ... 41
Tabel III.8 Harga Reliabilitas ... 42
Tabel III.9 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ... 43
Tabel IV.1 Jadwal Pengambilan Data ... 47
Tabel IV.2 Data Rata-Rata Hasil Pretest ... 48
Tabel IV.3 Data Rata-Rata Hasil Posttest ... 52
Tabel IV.4 Hasil Uji Normalitas Skor Pretest dan Posttest ... 53
Tabel IV.5 Hasil Uji Homogenitas Skor Pretest dan Posttest ... 54
xv
DAFTAR GAMBAR
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I Deskripsi Tempat Penelitian ... 67
Lampiran II Daftar Peserta Didik Kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo ... 68
Lampiran III Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest ... 69
Lampiran IV Angket Keaktifan Bertanya Peserta Didik ... 71
Lampiran V Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas V ... 75
Lampiran VI Data Hasil Uji Coba Instrumen ... 87
Lampiran VII Data Hasil Pretest dan Posttest ... 88
Lampiran VIII Output Uji Validitas Empiris dengan SPSS 24.0 ... 89
Lampiran IX Output Reliabilitas Instrumen dengan SPSS 24.0 ... 91
Lampiran X Output Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji t Paired Sample T-test ... 92
Lampiran XI Surat Penunjukan Pembimbing Skripsi ... 93
Lampiran XII Bukti Seminar Proposal ... 94
Lampiran XIII Surat Keterangan Validasi ... 95
Lampiran XIV Surat Izin Penelitian ... 97
Lampiran XV Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ... 98
Lampiran XVI Kartu Bimbingan Skripsi ... 99
Lampiran XVII Sertifikat OPAK ... 101
Lampiran XVIII Sertifikat Sosialisasi Pembelajaran ... 102
Lampiran XIX Sertifikat Magang I ... 103
Lampiran XX Sertifikat Magang II ... 104
Lampiran XXI Sertifikat PLP-KKN Integratif ... 105
Lampiran XXII Sertifikat PKTQ ... 106
Lampiran XXIII Sertifikat Lectora Inspire ... 107
xvii
Lampiran XXV Dokumentasi ... 119 Lampiran XXVI Curriculum Vitae atau Daftar Riwayat Hidup ... 120
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Belajar pada dasarnya merupakan aktivitas yang berupa mental ataupun psikis. Belajar berlangsung dalam interaksi aktif antara pembelajar dengan lingkungan. Belajar menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan yang terjadi tersebut bersifat secara relatif dan berbekas.1 Belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru. Perubahan tersebut merupakan hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.2
Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari penuangan informasi ke dalam benak peserta didik. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja peserta didik itu sendiri. Penjelasan dan peragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Hasil belajar yang langgeng dapat diperoleh ketika peserta didik terlibat langsung dalam pembelajaran. Salah satu cara melibatkan peserta didik dalam pembelajaran adalah dengan kegiatan belajar aktif.3
Belajar merupakan proses perubahan perilaku, yang diperoleh dari pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan belajar adalah perubahan tingkah laku, baik menyangkut pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Belajar pada prinsipnya merupakan kegiatan peserta didik dalam menerima, menanggapi, serta menganalisa bahan pelajaran.4 Dengan demikian dalam
proses pembelajaran dituntut keaktifan pada diri peserta didik, salah satunya
1 W.S. Winkel, Psikologi Pengajaran (Yogyakarta: Media Abadi, 2005), hlm. 59.
2 Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm. 2.
3 Melvin L. Silberman, Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Terj. Raisul Muttaqien, (Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia, 2013), hlm. 9.
4 Syaiful Bahri Djamarah dan Azman Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 11.
2
adalah keaktifan bertanya. Didukung dengan adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 menyebutkan salah satu prinsip pembelajaran berbunyi “dari peserta didik diberi tahu menuju mencari tahu”.5 Berdasarkan pernyataan tersebut maka proses belajar menuntut peserta didik untuk aktif mencari tahu. Salah satu kegiatan untuk mencari tahu yakni dengan peserta didik aktif bertanya.
Kegiatan bertanya dalam pembelajaran dapat dilakukan kepada guru maupun sesama peserta didik. Bertanya bagi peserta didik merupakan salah satu cara memahami pelajaran, menambah wawasan baru dan memantapkan apa yang tadinya masih ragu-ragu atau belum jelas. Kegiatan bertanya menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Bertanya menjadi salah satu pintu masuk bagi peserta didik untuk memperoleh informasi atau pengetahuan. Melalui bertanya juga dapat membangkitkan rasa ingin tahu dalam diri peserta didik. Dari pertanyaan tersebut dapat dijadikan dasar peserta didik mencari informasi lebih lanjut dari berbagai sumber.6 Selain
itu juga dapat membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dalam belajar.7
Keaktifan bertanya peserta didik perlu dikembangkan, karena dari pertanyaan tersebut memiliki berbagai peranan penting. Bagi peserta didik pertanyaan yang diajukan dapat mengarahkan ia dalam membangun pengetahuan, mengaktifkan diskusi dalam meningkatkan kualitas interaksi pembelajaran di kelas, membantu peserta didik mengevaluasi dan melihat sejauh mana pemahaman mereka, serta meningkatkan motivasi dan minat belajar dengan membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik. Bagi guru, dari pertanyaan yang diajukan peserta didik dapat membantu mendiagnosis
5 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Standar Proses Pendidikan dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 22 th
2016, 6 Juni 2016.
6 M. Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2014), cet. ke-2, hlm. 49
7J.J Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), hlm. 62
3
pemahaman peserta didik yang dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam penilaian formatif, mengevaluasi keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik, mendorong penyelidikan lebih lanjut terhadap materi pelajaran, serta membantu refleksi pada kegiatan pembelajaran.8
Untuk dapat menumbuhkan keaktifan bertanya, guru harus melakukan beberapa usaha. Salah satunya dengan menggunakan metode pengajaran. Metode pengajaran yang digunakan tentunya yang dapat mengaktifkan peserta didik dalam belajar. Metode pengajaran adalah suatu cara penyampaian bahan pelajaran untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Metode pengajaran yang digunakan turut menentukan berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar dan merupakan bagian yang integral dalam suatu sistem pengajaran. Oleh karena itu, pemakaian metode harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, materi, dan kondisi lingkungan di mana pengajaran berlangsung.9 Selain penggunaan metode, dalam proses pembelajaran guru hendaknya memberi kesempatan bagi peserta didik untuk menanyakan materi yang belum dipahaminya.10
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilaksanakan dengan guru kelas V11, beliau menjelaskan dalam proses pembelajaran masih banyak peserta didik yang tidak aktif dalam pembelajaran. Aktif yang dimaksud dalam hal ini dibatasi dengan aktif bertanya. Ketika ditanya mengenai materi pembelajaran yang belum dipahami dan ingin ditanyakan, mereka hanya diam. Didukung dengan hasil wawancara dengan peserta didik yang sebagian besar mengatakan tidak pernah bertanya karena malu, takut salah,
8 Christine Chin & Jonathan Osborne, “Student’s Question: a Potential Resource for Teaching and Learning Science”, Studies in Science, Vol. 44, No. 1, DOI: 10.1080/03057260701828101, March 2008, hlm. 3-8.
9 M. Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam (Jakarta: Ciputat Pers, 2012), hlm. 31.
10 Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak-Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm. 70.
11 Wawancara dengan Bapak Syaiful S. Pd.I, Wali Kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo, di Ruang Guru, tanggal 20 Desember 2019, pukul 09.00-09.30 WIB.
4
dan tidak tahu apa yang akan mereka tanyakan.12 Dalam hal ini guru memerlukan suatu metode pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif bertanya. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah learning start with a question.
Learning start with a question (LSQ) adalah suatu metode yang dapat digunakan oleh guru untuk merangsang peserta didik menjadi aktif dan berani bertanya. Metode ini membuat peserta didik bertanya sebelum diberi penjelasan. Metode ini menuntut peserta didik untuk membaca materi terlebih dahulu sebelum ia mengajukan pertanyaan. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran dilakukannya penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Learning Start With A Question terhadap Keaktifan Bertanya dalam Pembelajaran Tematik Peserta Didik Kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo Borobudur”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut: apakah terdapat pengaruh metode learning start with a question terhadap keaktifan bertanya dalam pembelajaran tematik peserta didik kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo Borobudur?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan dan kegunaan, di antaranya: 1. Penelitian ini bertujuan untuk:
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode learning start with a question terhadap keaktifan bertanya dalam pembelajaran tematik kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo Borobudur.
12 Wawancara dengan peserta didik kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo, di Ruang Kelas V, tanggal 24 Desember 2019, pukul 10.00-10.30 WIB.
5 2. Penelitian ini berguna untuk:
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna berguna bagi semua pihak. Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Kegunaan Teoritis
1) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan khususnya dalam bidang pendidikan.
2) Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi tambahan mengenai pengaruh penggunaan metode learning start with a question terhadap keaktifan bertanya peserta didik.
b. Kegunaan Praktis 1) Bagi Peserta Didik
a) Membantu menumbuhkan rasa ingin tahu dan keaktifan bertanya peserta didik dalam pembelajaran tematik.
b) Meningkatkan ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran tematik.
2) Bagi Pendidik
a) Memberikan informasi terhadap penggunaan metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran tematik di sekolah.
b) Sebagai bahan masukan bagi pendidik dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
3) Bagi Sekolah
a) Memberikan informasi sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program pengajaran di sekolah dalam pemilihan metode pengajaran guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
6 4) Peneliti
a) Menambah pengalaman secara langsung mengenai penggunaan metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik, terutama keaktifan bertanya.
b) Menambah pengetahuan bagi peneliti dalam menyusun karya tulis ilmiah.
60 BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Adanya peraturan dari Kemendikbud yang menyatakan bahwa proses belajar mengajar di sekolah dilaksanakan secara daring. hal tersebut dikarenakan adanya pandemi virus COVID-19. Oleh sebab itu pengambilan data dalam penelitian ini juga dilaksanakan secara daring. Termasuk di dalamnya metode pembelajaran LSQ yang harus diterapkan secara daring melalui grup whatsapp.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh metode LSQ terhadap keaktifan bertanya peserta didik dalam pembelajaran tematik. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t paired sample t-test. Berdasarkan uji tersebut diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,000. Nilai tersebut menunjukkan kurang dari 0,05, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh keaktifan bertanya sebelum dengan sesudah diberikan perlakuan dengan metode LSQ.
B. Keterbatasan Penelitian
1. Adanya peraturan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa dari bulan Maret sampai dengan waktu yang belum bisa ditentukan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring (online) dari rumah masing-masing karena adanya pandemi virus COVID-19. Hal ini tentunya menjadi kendala tersendiri bagi peneliti dalam melaksanakan pengambilan data penelitian.
2. Keterbatasan sarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar jika dilaksanakan secara daring.
3. Karena pembelajaran dilaksanakan secara daring, langkah dari pembelajaran dengan metode LSQ sedikit berbeda dengan langkah yang terdapat dalam buku referensi.
61 C. Saran
Pada proses pembelajaran yang dilaksanakan secara daring baik guru maupun peserta didik diharapkan mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seoptimal mungkin. Selain itu, guru dengan pihak oarang tua/wali peserta didik harus menjalin komunikasi dan kerjasama untuk memantau perkembangan belajar peserta didik. Bagi wali peserta didik khususnya harus senantiasa memberikan bimbingan dan motivasi. Selain itu, wali peserta didik juga harus senantiasa memberikan pengawasan terhadap kegiatan belajar peserta didik di rumah. Sehingga diharapkan dalam pembelajaran daring ini tidak ada alasan bagi peserta didik untuk tidak belajar.
62
DAFTAR PUSTAKA
Afandi, Muhamad dan Isnaini Nurjanah. “Pengaruh Metode Learning Start With a Question (LSQ) terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV MIN 2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018”. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Volume 5 Nomor 1, p-ISSN 2355-1925/e-ISSN 2580-8915, Juni 2018.
Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.
---. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.
Chin, Christine & Jonathan Osborne. “Student’s Question: a Potential Resource for Teaching and Learning Science”. Studies in Science, Vol. 44, No. 1, DOI: 10.1080/03057260701828101, 2008.
Daryanto. Pembelajaran Tematik, Terpadu, Terintegrasi (Kurikulum 2013). Yogyakarta: Gava Media, 2014.
Dimyati dan Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2013. Djamarah, Syaiful Bahri. Guru dan Anak-Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.
Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
--- . Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2006. Hamdani. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia, 2011.
Hamruni. Strategi dan Model-model Pembelajaran Aktif-Menyenangkan. Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, 2009
Hasibuan, JJ dan Moedjiono. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.
Hidayat, Sholeh. Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.
63
Hosnan, M. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21, Cet.ke-2. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2014.
Israni. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada, 2014.
Kementerian Pendidikan dan Kebuyaan. “Kamus Besar Bahasa Indonesia Online”. Diakses 15 Mei 2020. www.kbbi.kemdikbud.go.id.
Kusumawati, Naniek. “Penerapan Metode Active Learning Tipe Team Quiz untuk Meningkatkan Keaktifan Bertanya dan Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SDN Ronowijayan Ponorogo”. Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBDP) Vol. 1 No. 2, Juli 2017.
Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Lestariningrum, Dwi Mugi. “Peningkatan Keaktifan Bertanya pada Mata Pelajaran Matematika melalui Strategi Learning Start with a Question (LSQ) Siswa Kelas V SDN 2 Temurejo Blora Tahun Ajaran 2012/2013”. Skripsi. Surakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013.
Machali, Imam. Statistik Itu Mudah Menggunakan SPSS Sebagai Alat Bantu Statistik. Yogyakarta: Lembaga Ladang Kata, 2015.
Machali, Imam. Statistika Itu Mudah. Yogyakarta: PPMPI, 2018.
Majid, Abdul. Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014.
Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Martiyono. Perencanaan Pembelajaran: Suatu Pendekatan Praktis Berdasarkan KTSP Termasuk Model Tematik. Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2012. Nata, Abudin. Persepektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2009.
Putra, Apryza Ryzchy Pratama. “Penelitian Pre-Eksperimen dan True-Eksperimen”. Diakses 15 Mei 2020. www.academia.edu.
64
Sahabuddin, “Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Learning Start With A Question Pada Mata Pelajaran Matematika Sub Materi Jajar Genjang di Kelas VIII MTs. Maraqitta’limat Bongor Lombok Barat Tahun Pelajaran 2014/2015”, Skripsi, Lombok: UIN Mataram, 2015
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2006.
---. Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode, dan Prosedur. Jakarta: Kencana, 2013.
Saputri, Syarafina. “Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Menumbuhkan Keterampilan Bertanya Peserta Didik Kelas IV di SD N 3 Bantul”. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga, 2018.
Sardiman. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011.
Silberman, Melvin L. Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Terj. Raisul Muttaqien. Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia, 2013.
Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Sriyono. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta: Rineka Cipta, 1992. Sudjana, Nana. CBSA dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru, 1998. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R &
D). Bandung: Alfabeta, 2009.
--- . Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R & D). Bandung: Alfabeta, 2012.
--- . Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta, 2017.
--- . Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2013. Sumanto. Statistika Terapan. Yogyakarta: CAPS, 2014.
65
Suryani, Nunuk dan Leo Agung. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Ombak, 2012.
Syaefudin, Udin. Inovasi Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta, 2013.
Taniredja, Tukiran dan Hidayati Mustafidah. Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta, 2014.
Trianto. Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik bagi Anak Usia Dini TK/RA dan Anak Usia Kelas Awal SD/MI. Jakarta: Kencana, 2011.
--- . Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2012.
Tusyakdiah, Halimah. “Pengaruh Keaktifan Bertanya terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kampar Utara Kabupaten Kampar”. Skripsi. Pekanbaru: UIN Sultan Syarif Kasam Riau, 2013.
Uno, Hamzah B. dan Nurdin Mohammad. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara, 2013.
Usman, M. Basyiruddin. Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta: Ciputat Pers, 2012.
Warsono dan Hariyanto. Pembelajaran Aktif Teori dan Asesmen. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.
Winkel, W.S. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi, 2005.
Zuriah, Nurul. Metodologi Pendidikan Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2006.
66
67 Lampiran I: Deskripsi tempat penelitian
Profil dari MI Ma’arif Ngadiharjo
A. IDENTITAS
1. Nama Madrasah : Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Ngadiharjo 2. Status Madrasah : Swasta
3. NSM : 111233080025 4. NPSN : 60711136 5. Alamat : Karangtengah 6. Desa/Kelurahan : Ngadiharjo Kecamatan : Borobudur Kabupaten : Magelang Kode Pos : 56553 7. Nomor Telepon : 085701503358 8. Email : mis_ngadiharjoyahoo.co.id 9. Nama Yayasan : Ma’arif
10. Tahun Berdiri : 1968
11. Akreditasi : A
B. VISI DAN MISI MADRASAH 1. Visi MI Ma’arif Ngadiharjo
Terwujudnya madrasah yang dapat membentuk generasi religius, jujur, dan disiplin
2. Misi MI Ma’arif Ngadiharjo
a. Menciptakan lingkungan belajar yang religius b. Membiasakan pembelajaran yang jujur dan mandiri
c. Menciptakan lingkungan belajar yang disiplin dan bertanggung jawab
68
Lampiran II: Daftar peserta didik kelas V MI Ma’arif Ngadiharjo Daftar Peserta Didik Kelas V
No Nama Jenis Kelamin
1 Achmad Ali Khusaini L
2 Aprelia Nur Fadila P
3 Eka Dinastuty P
4 Fitri Septiani P
5 Himatul Aliyah P
6 Lofi Nabila Agustia P
7 Meylinda Denata Paramita P
8 Muhammad Ilham Sujatmiko L
9 Muhammad Rian Febby Kia L
10 Nafisya Zuli Zainia P
11 Nasikhul Adib L
12 Nila Khorunnaili P
13 Nofita Dini Aryani P
14 Nuri Fadhila P
15 Olivia Lutfiana Khovivah P
16 Rizki Aji Nugroho L
17 Rizalana Vitra Nurhikmah P
18 Safira Aulia Putri P
19 Yusnita Ashdiqoi Jawahiri P
69 Lampiran III: Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttes
Kisi-kisi Pretest Angket Keaktifan Bertanya
Variabel Aspek Indikator
No. Item Jumlah Favourable (+) Unfavourable (-) Keaktifan Bertanya Menggali informasi/pengetahuan
Peserta didik mengajukan pertanyaan pada proses pembelajaran
Peserta didik aktif mencari informasi
3, 4, 10 1, 2, 12 5, 9, 11, 15 14 8 4 Mengkonfirmasikan apa
yang telah diketahui
Peserta didik menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan teman
Peserta didik memberikan pendapat dari informasi yang diberikan teman atau guru
6 13 7 8 3 3 JUMLAH 8 7 15
70 Kisi-kisi Posttest Angket Keaktifan Bertanya
Variabel Aspek Indikator
No. Item Jumlah Item (+) Item (-) Keaktifan Bertanya Menggali informasi/pengetahuan
Peserta didik mengajukan pertanyaan pada proses pembelajaran
Peserta didik aktif mencari informasi
14, 15, 5 1, 3, 6 2 , 11, 8, 4 7 7 4 Mengkonfirmasikan apa
yang telah diketahui
Peserta didik menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan teman
Peserta didik memberikan pendapat dari informasi yang diberikan teman atau guru
12 13 10 9 2 2 JUMLAH 8 7 15
71
Lampiran IV: Angket Keaktifan Bertanya Peserta Didik (Pretest dan
Posttest)
Angket Keaktifan Bertanya Peserta Didik (Pretest)
ANGKET KEAKTIFAN BERTANYA
Nama : ... Hari/tanggal : ...
Petunjuk Pengisian :
1. Tulislah identitas terlebih dahulu pada kolom yang disediakan.
2. Isilah pernyataan berikut dengan memilih jawaban A, B, C, atau D pada setiap pernyataan di bawah ini sesuai dengan kondisi Anda.
3. Tidak ada jawaban yang benar atau salah.
4. Pengisian angket ini tidak masuk dalam penilaian guru.
PERNYATAAN
1. Saya membaca materi yang dipelajari di buku tematik A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
2. Saya menandai materi dalam bacaan yang belum dipahami A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
3. Saya bertanya materi yang tidak saya pahami A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
4. Saya bertanya dengan percaya diri
A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
5. Saya malu bertanya ketika ada materi yang kurang paham A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
72
A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
7. Saya diam ketika diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
8. Saya diam ketika teman salah memberikan jawaban A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
9. Saya tidak bertanya ketika menemui kesulitan dalam pembelajaran A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
10. Saya tidak menunggu ditunjuk guru untuk bertanya A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
11. Saya menanyakan hal-hal di luar pelajaran A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
12. Rasa ingin tahu terhadap materi membuat saya bertanya A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
13. Saya memperhatikan saat guru sedang menjelaskan A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
14. Saya tidak menuliskan pertanyaan yang ingin saya tanyakan A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
B. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
15. Saya tidak bertanya karena takut salah
A. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
73
Angket Keaktifan Bertanya Peserta Didik (Posttest)
Nama : ... Hari/tanggal : ...
Petunjuk Pengisian :
1. Tulislah identitas terlebih dahulu pada kolom yang disediakan.
2. Isilah pernyataan berikut dengan memilih jawaban A, B, C, atau D pada setiap pernyataan di bawah ini sesuai dengan kondisi Anda.
3. Tidak ada jawaban yang benar atau salah.
4. Pengisian angket ini tidak masuk dalam penilaian guru.
PERNYATAAN
1. Saya membaca materi yang dipelajari di buku tematik C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
2. Saya tidak bertanya ketika menemui kesulitan dalam pembelajaran C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
3. Saya menandai materi dalam bacaan yang belum dipahami C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
4. Saya malu bertanya ketika ada materi yang kurang paham C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
5. Saya tidak menunggu ditunjuk guru untuk bertanya C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
6. Rasa ingin tahu terhadap materi membuat saya bertanya C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
74
C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
8. Saya tidak bertanya karena takut salah
C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
9. Saya diam ketika teman salah memberikan jawaban C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
10. Saya diam ketika diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
11. Saya menanyakan hal-hal di luar pelajaran C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
12. Saya menjawab pertanyaan yang diajukan teman C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
13. Saya memperhatikan saat guru sedang menjelaskan C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
14. Saya bertanya materi yang tidak saya pahami C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
D. Tidak Sesuai D. Sangat Sesuai
15. Saya bertanya dengan percaya diri
C. Sangat Tidak Sesuai C. Sesuai
75
Lampiran V: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas V
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : MI Ma’arif Ngadiharjo Kelas/Semester : V/II
Tema : Benda-Benda di Sekitar Kita (8)
Subtema : Manusia dan Benda di Lingkungannya (3) Pembelajaran ke : 1 dan 2
Alokasi Waktu : Pertemuan I (3 x 35 menit) Pertemuan II (3 x 35 menit) Hari/Tanggal : Pertemuan I:
Pertemuan II: Materi pokok :
1. Iklan media cetak (Bahasa Indonesia)
2. Unsur, senyawa, zat homogen, dan zat heterogen (IPA)
A. Kompetensi Inti (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, tetangga, dan negara.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menunjukkan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
76 Muatan: Bahasa Indonesia
No Kompetensi Dasar No Indikator
3.4 Menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik
3.4.1 Menggali informasi dari teks bacaan mengenai tujuan, ciri-ciri, dan bentuk-bentuk iklan 3.4.2 Mengumpulkan informasi
mengenai tujuan, ciri-ciri, dan bentuk-bentuk iklan
3.4.3 Menjelaskan mengenai tujuan, ciri-ciri, bentuk-bentuk iklan 3.4.4 Mengumpulkan informasi
mengenai unsur-unsur iklan media cetak
3.4.5 Mengidentifikasi unsur iklan media cetak
4.4 Memperagakan kembali
informasi yang
disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik dengan bantuan lisan, tulis, dan visual
4.4.1 Memperagakan kembali informasi yang disampaikan paparan iklan
Muatan: Ilmu Pengetahuan Alam 3.9 Mengelompokkan materi
dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan komponen penyusunnya (zat tunggal dan campuran)
3.9.1 Menggali informasi mengenai zat tunggal dan campuran 3.9.2 Menjelaskan materi dalam
kehidupan sehari-hari
3.9.3 Mengelompokkan materi berdasarkan komponen penyusunnya
3.9.4 Mengumpulkan informasi mengenai zat campuran 3.9.4 Mengidentifikasi zat campuran
di lingkungan sekitar 4.9 Melaporkan hasil
pengamatan sifat-sifat campuran dari komponen penyusunnya dalam kehidupan sehari-hari
4.9.1 Menyusun laporan pengamatan sifat-sifat campuran dari komponen penyusunnya dalam kehidupan sehari-hari
77 Muatan: SBdP
3.4 Memahami karya seni rupa daerah
3.4.1 Memahami karya seni rupa daerah
3.4.2 Menjelaskan karya seni rupa daerah
4.4 Membuat karya seni rupa daerah
4.4.1 Membuat karya seni rupa daerah
C. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan membaca, peserta didik mampu menggali informasi mengenai tujuan, ciri-ciri, dan bentuk-bentuk iklan dengan penuh konsentrasi. 2. Dengan bertanya, peserta didik mampu mengumpulkan informasi
mengenai tujuan, ciri-ciri, dan bentuk-bentuk iklan dengan percaya diri. 3. Melalui pertanyaan, peserta didik mampu menjelaskan mengenai tujuan, ciri-ciri, dan bentuk-bentuk iklan dengan tepat dan percaya diri. 4. Dengan tanya jawab, peserta didik mampu mengumpulkan informasi
mengenai unsur iklan media cetak dengan penuh tanya.
5. Dengan berkelompok, peserta didik mampu memeragakan kembali informasi dari paparan iklan dengan benar.
6. Dengan membaca dan bertanya, peserta didik mampu menggali informasi mengenai materi dalam kehidupan sehari-hari dengan percaya diri.
7. Melalui pertanyaan, peserta didik mampu menjelaskan materi dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.
8. Dengan bertanya, peserta didik mampu mengumpulkan informasi mengenai zat campuran dan homogen dengan benar.
9. Dengan membaca dan bertanya, peserta didik mampu mengidentifikasi zat campuran di lingkungan sekitar dengan benar.
10. Dengan diskusi peserta didik mampu menyusun laporan pengamatan sifat-sifat campuran dengan tenang
11. Dengan membaca dan bertanya, peserta didik mampu memahami karya seni rupa daerah dengan tepat.
78
12. Dengan diskusi, peserta didik mampu menjelaskan karya seni rupa daerah dengan percaya diri.
D. Materi Pembelajaran
Tujuan, ciri-ciri, dan bentuk iklan Zat tunggal dan campuran
Iklan media cetak
Zat campuran (homogen dan heterogen) E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Strategi : Active Learning
3. Metode : Learning Start With a Question, tanya jawab, diskusi, ceramah
F. Sumber Belajar
1. Buku Guru : Sri Sunarsih. 2019. Buku Siswa Kelas V Tema 9 Benda-Benda di Sekitar Kita untuk SD/MI Kelas V Semester 2. Surakarta: Putra Nugraha.
2. Buku Siswa : Sri Sunarsih. 2019. Buku Siswa Kelas V Tema 9 Benda-Benda di Sekitar Kita untuk SD/MI Kelas V Semester 2. Surakarta: Putra Nugraha.
G. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan Guru membuka pembelajaran dengan salam 10 menit
Guru mengajak peserta didik untuk mengawali pembelajaran dengan membaca doa
Guru menjelaskan garis besar materi yang akan dipelajari
Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini
79
Guru memberikan motivasi agar peserta didik tidak ragu untuk bertanya
Petemuan I ( Senin, 20 April 2020)
Kegiatan Inti Guru meminta peserta didik membaca dan mempelajari bacaan pada buku tematik tema 9 subtema 3 pembelajaran 1
80 menit
Guru meminta peserta didik untuk memberi tanda ketika menemui bacaan yang belum dipahami
Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan
guru meminta peserta didik menuliskan pertanyaan kemudian dikirimkan ke grup whatsapp
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk menanggapi pertanyaan yang telah diajukan
Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang berani mengajukan pertanyaan maupun yang berani menanggapi pertanyaan
Guru memberikan penjelasan materi berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan
Penutup Guru meminta peserta didik menyimpulkan materi hari ini
10 menit
Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik yang masih bingung dengan materi yang dipelajari
80
Guru mengakhiri pembelajaran dengan bacaan hamdalah
Guru menutup pembelajaran dengan salam Pertemuan II (Kamis, 23 April 2020)
Pendahuluan Guru membuka pembelajaran dengan salam 10 menit Guru mengajak peserta didik untuk
mengawali pembelajaran dengan membaca doa
Guru sedikit mengulas materi yang dipelajari kemarin
Guru memberikan kesempatan jika ada yang ingin ditanyakan dari materi yang dipelajari kemarin
Kegiatan Inti Guru meminta peserta didik untuk mempelajari bacaan pada buku tematik tema 9 subtema 3 pembelajaran 2
80 mneit
Guru meminta peserta didik memberikan tanda sebanyak mungkin pada bacaan yang tidak dipahaminya
Guru mengingatkan peserta didik untuk tidak ragu menanyakan materi yang tidak dipahami
Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk mengajukan pertanyaan dengan menuliskannya di grup whatsapp.
Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk menanggapi pertanyaan yang diajukan temannya
81
Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang berani mengajukan dan menanggapi pertanyaan
Guru menjelaskan materi berdasarkan pertanyaan yang diajukan temannya
Penutup Guru meminta peserta didik menyimpulkan palajaran hari ini
10 menit
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik jika masih ada yang ingin ditanyakan
Guru mengakhiri pembelajaan dengan bacaan hamdalah dan salam
H. Penilaian
1. Lingkup penilaian: Sikap, pengetahuam, dan keterampilan 2. Teknik penilaian
a. Penilaian sikap : observasi b. Penilaian pengetahuan : penugasan c. Penilaian keterampilan : observasi 3. Bentuk instrumen penilaian
a. Penilaian sikap : rubrik b. Penilaian pengetahuan : rubrik c. Penilaian keterampilan : rubrik 4. Rencana tindak lanjut
a. Remedial
Memberikan remedial kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi yang diharapkan.
b. Pengayaan
Memberikan kegiatan pengayaan kepada peserta didik yang melebihi target yang diharapkan
82
Magelang, 18 April 2020 Mengetahui,
Guru Kelas V Mahasiswa
Saefulloh, S. Pd.I Mali Khatul Khabibah
83
Lampiran Materi Pembelajaran
A. Pembelajaran Tematik Tema 9 Subtema 3 Pembelajaran 1 1. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia (KD 3.4 dan 4.4)
Tujuan, Ciri-ciri, dan Bentuk Iklan
Coba amati beberapa iklan yang ada di sekitarmu! Berdasarkan pengalaman tersebut, dapat diketahui bahwa iklan dibuat karena memiliki tujuan sebagai berikut.
1. Memberitahukan kepada masyarakat tentang barang atau jasa yang ditawarkan.
2. Untuk mengajak masyarakat supaya membeli produk yang ditawarkan.
3. Untuk memengaruhi masyarakat supaya ingin membeli produk yang ditawarkan.
Apabila membuat sebuah iklan, harus dibuat sebaik mungkin agar informasi diterima dengan baik oleh pembaca. Adapun ciri-ciri iklan yang baik dan benar, yaitu isi iklan objektif dan jujur, isi iklan singkat dan jelas, tidak menyinggung perasaan golongan masyarakat atau produsen lainnya, menarik perhatian, bahasa mudah dipahami, komunikatif dan mudah diingat, serta bahasa bermakna positif yang bisa memengaruhi dan meyakinkan khalayak ramai.
Kamu akan menemukan macam-macam iklan dengan bentuk yang berbeda. Adapun macam-macam iklan di media cetak sebagai berikut. 1. Iklan Baris
Iklan baris adalah iklan singkat yang hanya terdiri atas beberapa baris di dalam sebuah kolom. Ciri-ciri iklan baris, yaitu dibuat dalam baris-baris kalimat (kurang lebih sepuluh kalimat); menggunakan bahasa yang menarik dan cantumkan alamat dengan jelas; biasanya barang yang ditawarkan adalah barang-barang bekas atau barang kebutuhan sehari-hari; dalam hal jasa yang biasa ditawarkan adalah kebutuhan yang mendesak; serta banyak yang menggunakan singkatan.
2. Iklan Kolom
Iklan kolom merupakan iklan pada media cetak yang berupa gabungan ilustrasi atau foto dan kata-kata. Berikut ciri-ciri iklan kolom, yaitu iklan dalam bentuk kolom; ukurannya lebih besar daripada iklan baris; umumnya berisi iklan pengumuman, lowongan, peluang usaha, keagenan, seminar, produk jasa, properti, ataupun otomotif, tersedia dalam warna hitam putih atau berwarna; dan posisi iklan kolom biasanya berada di halaman iklan atau halaman dalam.
84
2. Pendalaman Materi IPA (KD 3.9 dan 4.9)
Benda-benda di sekitar kita memiliki manfaat bagi manusia, seperti air dan udara. Air merupakan zat tunggal dan udara tergolong zat campuran. Setiap objek atau segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa disebut materi. Contoh materi antara lain benda-benda di sekitar kita. Adapun materi dibedakan menjadi berikut.
1. Zat Tunggal
Zat tunggal adalah zat yang seluruh bagiannya mempunyai sifat dan susunan yang sama. Zat tunggal dapat berbentuk unsur dan senyawa. Contoh zat tunggal antara lain besi, air, dan gas karbondioksida. Zat tunggal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu unsur dan senyawa.
a. Unsur
Unsur adalah zat tunggal dan tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui rekasi kimia biasa. Pada dasarnya, unsur dibagi menjadi dua kelompok, yaitu unsur logam dan nonlogam.
b. Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan secara kimia menjadi unsur-unsur penyusunnya. Senyawa terdiri atas dua atau lebih unsur penyusun. Sifat-sifat senyawa jauh berbeda dari sifat-sifat unsur penyusunnya. Contohnya senyawa air (H2O).
Senyawa air tersusun atas unsur hidrogen dan oksigen. Air berwujud cair, sedangkan hidrogen dan oksigen berbentuk gas. Air tidak dapat terbakar, sedangkan hidrogen dan oksigen mudah terbakar. Contoh senyawa lainnya yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya batu kapur, garam dapur, gula pasir, asam cuka, saspirin (obat sakit kepala), dan sabun.
2. Zat Campuran
Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang sifat aslinya tidak hilang sama sekali. Udara diklasifikasikan dalam campuran, yaitu campuran berbagai macam gas. Beberapa contoh lain campuran adalah air laut, air sungai yang kotor, air kopi, air teh, sirop buah, baja, kuningan, dan tanah.
85
B. Pembelajaran Tematik Tema 9 Subtema 3 Pembelajaran 2 1. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia (K.D 3.4 dan 4.4)
Bahasa dan Unsu-Unsur Iklan Media Cetak
Iklan digunakan untuk menyampaikan informasi, membujuk atau mendidik khalayak. Oleh karena itu bahasa yang digunakan pada iklan harus bermakna positif, mudah diingat dan dipahami, serta menimbulkan sikap penasaran bagi khlayak ramai. Adapaun unsur-unsur iklan pada umumnya sebagai berikut.
1. Kepala iklan, yang berupa rangkaian kalimat pendek dan sering kali berupa slogan.
2. Subjudul, untuk menjabarkan lebih jauh pesan yang terdapat dalam judul.
3. Teks iklan, isi iklan atau naskah iklan.
4. Ada beberapa iklan yang mencantumkan harga produk atau jasa yang ditawarkan.
5. Ada beberapa iklan yang mencantumkan nama, alamat, atau kontak yang bisa dihubungi,
6. Gambar atau ilustrasi jika diperlukan. 2. Pendalaman Materi IPA (K.D 3.9 dan 4.9)
Minuman sirop dibuat dengan cara mencampurkan air putih dan sirop. Oleh karena itu, minuman sirop merupakan campuran. Zat-zat yang bercampur pada campuran digolongkan menjadi zat pelarut dan zat terlarut. Zat pelarut adalah zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat terlarut. Wujud zat yang bercampur dapat digunakan untuk menentukan pelarut dan terlarut. Biasanya zat cair ditetapkan sebagai pelarut, sedangkan zat padat ditetapkan sebagai zat terlarut. Pada campuran minuman sirop, air putih sebagai pelarut sedangkan sirop sebagai zat terlarut.
Sifat asli zat pembentuk campuran masih tampak sehingga penyusun komponen campuran tersebut dapat dikenali dan dapat dipisahkan lagi. Perbandingan zat-zat penyusunnya tidak tentu seperti pada senyawa. Ada dua macam campuran, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.
3. Pendalaman Materi SBdP (K.D 3.4 dan 4.4) Seni Rupa Daerah
Jika kamu pergi atau mengunjungi daerah lain, tentu akan melihat berbagai bentuk karya seni yang menjadi ciri khas daerah. Karya seni rupa daerah dipengaruhi oleh corak seni tradisional.
Corak ragam hias tradisional daerah dapat sebagai hiasan (ornamen) benda-benda kerajinan tangan seperti keramik, anyaman, pigura, hiasan rumah, meubel ukir, dan lain-lain. Kehidupan di pedalaman seperti gunung dan hutan memberi pilihan objek ragam hias yang sering dijumpai seperti, buah-buahan, bunga, gunung, dan hewan ternak. Bagi masyarakat pesisir pantai akan memilih objek dan tema ragam hiasnya dari bentuk-bentuk, seperti ikan, ombak, perahu, karang, dan sebagainya. Dengan demikian, meskipun tema dan objek yang dipilih
86
sama, yaitu hewan, tumbuhan, dan manusia, masing-masing daerah mempunyai gaya dan bentuk yang berbeda. Hal ini tergantung pada kreativitas masyarakat daerah tersebut. Misalnya, bentuk burung pada ragam hias di Bali berbeda dengan bentuk burung pada ragam hias di Sumatra.
Karya seni rupa daerah memiliki dua fungsi, yaitu fungsi individual dan fungsi sosial. Fungsi ini dikelompokkan menjadi beberapa bidang, yakni rekreasi (hiburan), komunikasi, dan pendidikan.
Secara umum, seni rupa daerah dibedakan menjadi dua jenis, yakni seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni merupakan hasil karya seni untuk dinikmati keindahannya saja. Seni rupa terapan adalah bentuk karya seni yang mengunggulkan sisi praktis tanpa menghilangkan sisi keindahannya.
Seni rupa daerah terdiri atas dua bentuk dan wujud, yakni seni rupa dua dimensi dan seni rupa tiga dimensi. Seni rupa dua dimensi tersusun dari dua unsur saja, yaitu panjang dan lebar. Misalnya, wayang kulit dan kain tenun. Seni rupa tiga dimensi dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (ruang). Misalnya, gerabah, ukiran kayu, serta patung.
87 Lampiran VI: Data Hasil Uji Coba Instrumen
NO Nama Responden Jumlah Skor
1 Nafi 74 2 Tara 58 3 Naufal 56 4 Wildan 64 5 Chalista 69 6 Erlinda 70 7 Sinta 74 8 Amel 59 9 Radit 74 10 Rifki 64 11 Pandu 60 12 Farel 69 13 Wahyu 63 14 Naisila 65 15 Diska 68 16 Arsya 77 17 Zaki 56 18 Bima 56 19 Lisa 60 20 Syifa 67 Total 1303 Skor Maksimal 77 Skor Minimal 56 Skor Rata-rata 65
88 Lampiran VII: Data Hasil Pretest dan Posttest
Data Hasil Pretest dan Posttest
No Nama Skor Pretest Skor Posttest
1 Achmad Ali Khusaini 35 44
2 Aprelia Nur Fadila 37 45
3 Eka Dinastuty 42 47
4 Fitri Septiani 34 40
5 Himatul Aliyah 30 44
6 Lofi Nabila Agustia 31 41
7 Meylinda Denata Paramita 30 43
8 Muhammad Ilham Sujatmiko 34 46
9 Muhammad Rian Febby Kia 36 45
10 Nafisya Zuli Zainia 33 41
11 Nasikhul Adib 31 37
12 Nila Khorunnaili 33 45
13 Nofita Dini Aryani 33 39
14 Nuri Fadhila 31 40
15 Olivia Lutfiana Khovivah 32 43
16 Rizki Aji Nugroho 36 47
17 Rizalana Vitra Nurhikmah 30 45
18 Safira Aulia Putri 29 44
19 Yusnita Ashdiqoi Jawahiri 31 45
20 Zalwa Nayla Maulida 36 49
Total Nilai/Skor 664 870
Nilai/Skor Maksimal 42 49
Nilai/Skor Minimal 29 37
89
Lampiran VIII: Output Uji Validitas Empiris dengan SPSS 24.0
Total Skor S1 Pearson Correlation .491* Sig. (2-tailed) .028 N 20 S2 Pearson Correlation .360 Sig. (2-tailed) .119 N 20 S3 Pearson Correlation -.127 Sig. (2-tailed) .593 N 20 S4 Pearson Correlation .568** Sig. (2-tailed) .009 N 20 S5 Pearson Correlation .779** Sig. (2-tailed) .000 N 20 S6 Pearson Correlation .553* Sig. (2-tailed) .011 N 20 S7 Pearson Correlation .499* Sig. (2-tailed) .025 N 20 S8 Pearson Correlation .582** Sig. (2-tailed) .007 N 20 S9 Pearson Correlation .148 Sig. (2-tailed) .532 N 20 S10 Pearson Correlation .484* Sig. (2-tailed) .031 N 20 S11 Pearson Correlation .312 Sig. (2-tailed) .180 N 20 S12 Pearson Correlation .489* Sig. (2-tailed) .029 N 20 S13 Pearson Correlation .092
90 Sig. (2-tailed) .699 N 20 S14 Pearson Correlation .131 Sig. (2-tailed) .582 N 20 S15 Pearson Correlation .507* Sig. (2-tailed) .022 N 20 S16 Pearson Correlation -.488* Sig. (2-tailed) .029 N 20 S17 Pearson Correlation .748** Sig. (2-tailed) .000 N 20 S18 Pearson Correlation .807** Sig. (2-tailed) .000 N 20 S19 Pearson Correlation .620** Sig. (2-tailed) .004 N 20 S20 Pearson Correlation .141 Sig. (2-tailed) .554 N 20 S21 Pearson Correlation .064 Sig. (2-tailed) .789 N 20 S22 Pearson Correlation .749** Sig. (2-tailed) .000 N 20 S23 Pearson Correlation .582** Sig. (2-tailed) .007 N 20
Total Skor Pearson Correlation 1
Sig. (2-tailed)
N 20
** Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed) ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed)
91
Lampiran IX: Output Reliabilitas Instrumen dengan SPSS 24.0
92
Lampiran X: Output Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji t Paired sample
T-test
1. Uji Normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov
2. Uji Homogenitas dengan Levene Statistics
Test of Homogeneity of Variances homogenitas
Levene Statistic df1 df2 Sig.
,005 1 38 ,945
3. Uji t paired sample t-test
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
preangket Posangket
N 20 20
Normal Parametersa,b Mean 33,20 43,50
Std. Deviation 3,156 3,017
Most Extreme Differences Absolute ,157 ,166
Positive ,157 ,110
Negative -,105 -,166
Test Statistic ,157 ,166
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d ,151c
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
93
94
95
97 Lampiran XIV: Surat Izin Penelitian
98
99
Lampiran XVI: Kartu Bimbingan Skripsi
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga FM-UINSK-BM-06/R0
KARTU BIMBINGAN SKRIPSI / TUGAS AKHIR Nama Mahasiswa : Mali Khatul Khabibah
Nomor Induk : 16480051
Jurusan : PGMI
Semester : VIII
Tahun Akademik : 2019/2020
Judul Skripsi : “PENGARUH METODE LEARNING START WITH A QUESTION TERHADAP KEAKTIFAN BERTANYA PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS V MI MA’ARIF NGADIHARO BOROBUDUR” Fakultas : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Program Studi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) No. Tanggal Konsultasi
Ke:
Materi Bimbingan Tanda Tangan Pembimbing 1 18/12/19 I Bimbingan Proposal 2 6/01/20 II Revisi Proposal 3
17/02/20 III Instrumen Penelitian 4
13/03/20 IV Seminar Proposal 5
18/05/20 V Revisi BAB I 6
28/05/20 VI Konsultasi BAB II, III, IV, V
7
3/06/20 VII Konsultasi Abstrak 8
100
9 23/6/20 IX ACC Munaqosyah
Yogyakarta, 23 Juni 2020 Pembimbing
Fitri Yuliawati, M.Pd.Si. NIP. 19820724 201 101 2
101 Lampiran XVII: Sertifikat OPAK
102
103 Lampiran XIX: Sertifikat Magang I
104 Lampiran XX: Sertifikat Magang II
105
106 Lampiran XXII: Sertifikat PKTQ
107
108
Lampiran XXIV: Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran
OBSERVASI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN Hari/Tanggal : Senin/20 April 2020
Nama Guru : Saefulloh, S. Pd.I Kelas/Semester : V/II
Pertemuan : 1
Jam : 08.00 – 09.45 (3 jam pelajaran) Tema/Subtema : 9/3
Pembelajaran : 1
Petunjuk Pengisian:
Berilah tanda centang (√) pada kolom realisasi butir-butir aspek pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru.
No Aspek Realisasi
YA TIDAK
Kegiatan Pendahuluan
1 Guru membuka pembelajaran dengan salam √
2 Guru mengajak peserta didik untuk mengawali pembelajaran dengan membaca doa √
3 Guru menjelaskan garis besar materi yang akan dipelajari √
4 Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini √
5 Guru memberikan motivasi agar peserta didik tidak ragu untuk bertanya √
Inti
6
Guru meminta peserta didik membaca dan mempelajari bacaan pada buku tematik tema 9 subtema 3 pembelajaran 1
√ 7 Guru meminta peserta didik untuk memberi tanda ketika menemui bacaan yang belum dipahami √
109
8 Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan √
9 guru meminta peserta didik menuliskan pertanyaan kemudian dikirimkan ke grup whatsapp √
10
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk menanggapi pertanyaan yang telah diajukan
√
11
Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang berani mengajukan pertanyaan maupun yang berani menanggapi pertanyaan
√ 12 Guru memberikan penjelasan materi berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan √
Penutup
13 Guru meminta peserta didik menyimpulkan materi hari ini √
14 Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik yang masih bingung dengan materi yang dipelajari √
15 Guru mengakhiri pembelajaran dengan bacaan hamdalah √